<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ticket to Ride Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/ticket-to-ride/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/ticket-to-ride/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Jul 2023 05:03:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Ticket to Ride Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/ticket-to-ride/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Koleksi Board Game #2: Ticket to Ride: London</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Mar 2023 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[London]]></category>
		<category><![CDATA[Ticket to Ride]]></category>
		<category><![CDATA[Ticket to Ride: London]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6334</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika memutuskan untuk membeli Monopoly, ada unsur sentimentil di sana karena Penulis sering memainkannya sejak kecil. Sama sekali tidak ada niatan untuk mulai terjun ke hobi board game seperti sekarang. Namun, seiring dengan seringnya Penulis bermain board game koleksi Mas Pandu, akhirnya muncul keinginan untuk membeli board game lain yang lebih tidak populer jika dibandingkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london/">Koleksi Board Game #2: Ticket to Ride: London</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika memutuskan untuk membeli <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-1-monopoly/">Monopoly</a>, ada unsur sentimentil di sana karena Penulis sering memainkannya sejak kecil. Sama sekali tidak ada niatan untuk mulai terjun ke hobi <em>board game </em>seperti sekarang.</p>



<p>Namun, seiring dengan seringnya Penulis bermain <a href="https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/"><em>board game </em>koleksi Mas Pandu</a>, akhirnya muncul keinginan untuk membeli <em>board game </em>lain yang lebih tidak populer jika dibandingkan Monopoly. Tentu Penulis melakukan &#8220;riset&#8221; agar tidak salah membeli <em>board game</em> baru. </p>



<p>Pada akhirnya, Penulis memutuskan untuk membeli <strong>Ticket to Ride: London</strong>. Ada dua alasannya. Pertama, ada unsur London-nya. Kedua, harganya relatif masih terjangkau (300 ribuan) jika dibandingkan dengan versi aslinya yang hampir 900 ribu.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Ticket to Ride: London</li>



<li>Desainer: Alan R. Moon</li>



<li>Publisher: Days of Wonder</li>



<li>Tahun Rilis: 2019</li>



<li>Jumlah Pemain: 2 &#8211; 4 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 15 &#8211; 30 menit</li>



<li>Rating BGG: 7.1</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1.33/5</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Ticket to Ride: London</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Ticket to Ride: London Review   with Tom Vasel" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/CJoQWYhqKKY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ticket to Ride: London memiliki konsep permainan yang sama dengan Ticket to Ride, hanya ada sedikit perbedaan minor, ukuran peta yang lebih kecil, dan tentu saja ada unsur kota London yang kuat, termasuk kehadiran pion bus <em>double decker </em>yang London banget.</p>



<p>Objektif dari permainan ini adalah mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya, yang bisa didapatkan melalui berbagai cara. Penulis akan menjelaskannya nanti, setelah menjelaskan apa saja komponen yang dimiliki oleh <em>board game </em>ini.</p>



<p>Selain peta yang menggambarkan kota London (di mana ada sentuhan Sherlock Holmes yang Penulis sukai), ada <strong>68 bus</strong> yang dibagi ke empat warna (masing-masing 17), <strong>44 kartu transportasi</strong>, <strong>20 kartu destinasi</strong>, dan <strong>4 penanda skor</strong> untuk mempermudah <em>tracking</em>.</p>



<p>Bus yang ada digunakan untuk mengklaim rute yang ada di peta. Untuk bisa mengklaim rute, kita harus memiliki kartu transportasi dan menyesuaikan dengan warnanya. Jadi jika di peta mensyaratkan tiga kartu merah, maka kita harus memiliki (atau ditambah Wild Card).</p>



<p>Perlu diingat setiap <strong>rute yang diklaim akan menghasilkan poin</strong>. Semakin panjang, semakin banyak poin yang akan ditambahkan. Rute dengan satu atau dua bus akan bernilai sesuai dengan jumlahnya, sedangkan rute 3 bus akan bernilai 4 dan rute 4 bus akan bernilai 7.</p>



<p>Kartu rute adalah <strong>misi yang harus diselesaikan untuk mendapatkan poin tambahan</strong>. Jika tidak mampu menyelesaikannya, maka poin yang tertera di kartu tersebut akan mengurangi total poin kita. Jadi, kita harus cermat dalam memiliki rute yang ingin diselesaikan.</p>



<p>Di awal permainan, masing-masing pemain akan mendapatkan dua kartu transportasi dan dua kartu rute, yang bisa dikembalikan salah satu jika merasa terlalu sulit untuk diselesaikan. Setelah itu, pemain harus memilih satu di antara tiga pilihan aksi yang bisa diambil, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Mengambil dua kartu transportasi atau satu jika mengambil Wild Card (bergambar bus)</li>



<li>Mengambil dua kartu rute dan minimal menyimpan satu</li>



<li>Mengklaim rute di peta jika memiliki kartu transportasi yang disyaratkan</li>
</ul>



<p>Permainan akan terus berjalan hingga salah satu pemain hanya menyisakan dua bus saja. Setelah itu, perhitungan skor pun akan dilakukan dan pemain dengan skor tertinggi akan menjadi pemenangnya.</p>



<p>Selain dua cara di atas (dari jumlah bus dan kartu rute yang selesai), pemain yang mampu menyambungkan semua titik dengan angka yang sama (ada 1-5) juga akan mendapatkan tambahan poin sesuai dengan angka yang berhasil disambungkan tersebut</p>



<p>Jika di versi aslinya, pemain dengan rute terpanjang tanpa terputus akan mendapatkan tambahan 10 poin. Sayangnya, dalam <em>rulebook </em>tidak dijelaskan apakah peraturan tersebut juga berlaku di sini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Ticket to Ride: London</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6336" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Jika dibandingkan dengan Monopoly yang cenderung mengandalkan <em>luck </em>dan sangat terasa senggol-senggolannya, Ticket to Ride: London lebih memerlukan strategi dan kecermatan, bahkan terasa terlalu &#8220;damai&#8221;.</p>



<p>Walau secara logika kita bisa memblokir rute lawan, pada kenyataannya itu sangat sulit dilakukan karena kita tidak tahu rute mana yang dibutuhkan lawan untuk menyelesaikan kartu rutenya. </p>



<p>Selain itu, jika kita hanya berfokus untuk menutup jalan lawan, kita juga akan menjadi kesulitan untuk mengumpulkan poin untuk diri kita sendiri. Penulis pernah mencobanya, dan hasilnya bisa dibilang <em>failed</em>.</p>



<p>Memang masih ada unsur <em>luck </em>di dalam <em>board game </em>ini, mengingat kita tidak akan pernah tahu kartu transportasi apa yang akan muncul di sebelah peta. Hanya saja, memang <em>game </em>ini terasa kurang menarik bagi yang suka dengan genre <em>push-your-luck</em>.</p>



<p>Penulis pribadi cukup senang dengan <em>board game </em>ini. Namun, karena tidak ada teman mainnya, Penulis jadi lebih sering bermain Ticket to Ride versi digital yang bisa dimainkan secara gratis di Board Game Arena. </p>



<p>Setelah membeli <em>board game </em>ini dan melihat kurangnya antusiasme dari teman-teman, Penulis sempat berpikir untuk tidak lagi membeli <em>board game </em>lagi. Buat apa punya <em>board game</em>, tapi tidak ada yang mau memainkannya?</p>



<p>Namun, ada satu <em>board game </em>yang terus terngiang-ngiang. Penulis mengenalnya dari Pandu, lantas memainkan versi digitalnya juga. Harganya cukup mahal waktu itu, Rp860 ribu, alasan lain yang membuat Penulis ragu.</p>



<p>Pada akhirnya, Penulis memutuskan untuk membuatnya dulu melalui peralatan seadanya, dan mencoba memainkannya bersama teman terlebih dahulu. Penulis mendesain sendiri, menggunting sendiri, dan memanfaatkan komponen dari <em>board game </em>lain.</p>



<p>Ternyata, mereka menyukainya, sehingga Penulis memutuskan untuk membelinya, menjadikannya <em>board game </em>ketiga Penulis, sekaligus menjadi <em>board game </em>favorit Penulis: <strong>Catan</strong>.</p>



<p><em>Selanjutnya -&gt; Catan</em></p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p>Lawang, 2 Maret 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri <em>board game </em>di blog ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london/">Koleksi Board Game #2: Ticket to Ride: London</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game Saya (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2022 11:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[7 Wonders]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[Carcasonne]]></category>
		<category><![CDATA[Catan]]></category>
		<category><![CDATA[King of New York]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Survive]]></category>
		<category><![CDATA[Ticket to Ride]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6141</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sewaktu melihat koleksi board game yang dimiliki oleh Mas Pandu, sejujurnya Penulis memiliki satu pertanyaan: Kok enggak sayang sama duitnya? Seperti yang kita tahu, harga board game memang cukup menguras kantong. Waktu itu, harga board game yang dimiliki oleh Mas Pandu berkisar antara 200 hingga 500 ribu. Jumlah uang tersebut tentu sangat lumayan dan bisa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/">Koleksi Board Game Saya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sewaktu melihat <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">koleksi <em>board game </em>yang dimiliki oleh Mas Pandu</a>, sejujurnya Penulis memiliki satu pertanyaan: <em>Kok enggak sayang sama duitnya?</em> Seperti yang kita tahu, harga <em>board game </em>memang cukup menguras kantong.</p>



<p>Waktu itu, harga <em>board game </em>yang dimiliki oleh Mas Pandu berkisar antara 200 hingga 500 ribu. Jumlah uang tersebut tentu sangat lumayan dan bisa dialokasikan untuk hal lain, begitu pikir Penulis.</p>



<p>Ternyata, ketika Penulis mencoba untuk membeli <em>board game</em>, memang ada semacam &#8220;zat adiktif&#8221; yang dimiliki oleh <em>board game</em>. Semakin mendalami, semakin banyak <em>board game </em>yang terlihat menarik untuk dibeli. </p>





<p>Penulis yang awalnya coba-coba, pada akhirnya justru ikut mengoleksi <em>board game</em>. Hingga tulisan ini ditulis, total Penulis sudah memiliki 16 <em>board game</em> yang dibeli dalam rentang waktu kurang lebih satu tahun</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis ingin membahas mengenai ke-16 koleksinya tersebut dan mengapa Penulis pada akhirnya mengikut jejak Mas Pandu untuk terjun ke dalam hobi ini. Untuk detail <em>gameplay </em>dari masing-masing <em>board game </em>mungkin akan dijelaskan lain waktu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Awal Mula Mulai Mengoleksi Board Game</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-1-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6153" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Koleksi Board Game Generasi Pertama</figcaption></figure>



<p>Sebenarnya dari dulu Penulis memang suka <em>board game</em>, karena sejak kecil sudah akrab dengan Monopoly, Ular Tangga, hingga Halma. Penulis juga punya satu set Othello yang dibeli di Gramedia. </p>



<p>Sebelum terjun ke dunia <em>board game</em>, paling mentok yang Penulis punya adalah kartu Remi dan UNO!. Itupun kartu UNO! yang bajakan, bukan yang asli seharga Rp120 ribu. Sampai di sini, faktor uang masih jadi pertimbangan untuk mengoleksi <em>board game</em>.</p>



<p>Gara-gara hal tersebut, Penulis pun jadi gemar membuat beberapa <em>board game </em>sendiri, <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/">seperti Werewolf dengan tambahan karakter sendiri</a>, <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/">Stars and Rabbit</a>, hingga <em>board game </em>bertema <em>traveling </em>yang konsepnya mirip dengan Ludo.</p>



<p><em>Board game </em>asli yang Penulis beli adalah <strong>Monopoly</strong> di tahun kalau tidak 2020 ya 2021. Sebagai penggemar Monopoly sejak kecil, harganya yang sedang separuh harga (menjadi <strong>Rp250 ribu</strong>) tentu menarik perhatian Penulis hingga akhirnya membelinya.</p>



<p>Lantas pada bulan Juni 2021, Penulis coba-coba untuk membeli <em>board game </em><strong>Ticket to Ride: London</strong>. Selain karena ada faktor London-nya di sana, <em>gameplay</em>-nya juga terlihat seru. Harganya juga relatif terjangkau, yaitu <strong>Rp325 ribu</strong> di Tabletoys (via Tokopedia). </p>



<p>Sayangnya, <em>board game </em>ini ternyata kurang diminati oleh teman-teman Penulis sehingga memutuskan untuk tidak membeli <em>board game </em>dulu. Namun semua berubah, ketika Penulis memutuskan untuk membeli satu <em>board game</em> ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Catan, Pemicu &#8220;Gencarnya&#8221; Pembelian Board Game</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-7-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6154" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-7-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-7-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-7-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-7.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Catan</figcaption></figure>



<p>Di tulisan &#8220;<em><a href="https://whathefan.com/pengalaman/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">Koleksi Board Game Mas Pandu</a></em>&#8220;, Penulis menyebutkan kalau salah satu <em>board game </em>favoritnya adalah <strong>Catan</strong>. Penulis sampai membeli gimnya di Steam agar bisa memainkannya ketika sudah tidak satu kantor lagi dengan Mas Pandu.</p>



<p>Namun, keseruannya memang beda dengan bermain langsung, hingga rasa ingin membelinya pun muncul. Sayangnya, harganya cukup mahal, yaitu <strong>Rp860 ribu</strong> alias nyaris satu juta rupiah. Tentu itu jumlah yang tidak sedikit.</p>



<p>Selain itu, Penulis ada perasaan khawatir kalau Catan juga tidak disukai oleh teman-temannya seperti yang terjadi pada kasus Ticket to Ride: London. Solusinya, Penulis pun membuat Catan sendiri dengan bahan seadanya untuk melakukan semacam uji coba.</p>



<p>Setelah jadi, Penulis pun mencoba untuk memainkannya bersama teman-teman. Ternyata, mereka suka karena senggol-senggolan antarpemain cukup terasa. Merasa termotivasi, Penulis pun memutuskan untuk membeli Catan pada bulan November 2021 di Tabletoys juga.</p>



<p>Waktu barangnya datang, Penulis sempat dibuat panik karena ada <em>item </em>yang tidak ada, yaitu <em>City </em>warna putih. Untungnya pihak toko dengan sukarela mau mengirimkan <em>item </em>yang hilang tersebut. Hingga saat ini, Catan adalah <em>board game </em>Penulis yang paling sering dimainkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Carcassonne dan Board Game-Board Game Bekas</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-6-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6155" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-6-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-6-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-6-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-6.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dari Kiri: Survive, Carcassonne, King of New York, 7 Wonders</figcaption></figure>



<p>Berawal dari Catan lah Penulis menjadi begitu bersemangat untuk mulai menggeluti hobi ini dan menambah koleksinya. Target selanjutnya adalah <strong>Carcassonne</strong>, salah satu <em>board game </em>klasik yang katanya wajib dikoleksi karena memiliki <em>tile-tile </em>yang lucu.</p>



<p>Penulis membelinya di bulan Desember 2021 (di Tabletoys juga) dengan harga <strong>Rp645 ribu</strong>. Sayangnya, tampaknya keseruan dari <em>board game </em>ini agak terbanting oleh Catan karena faktor <em>senggol-senggolnya </em>agak kurang.</p>



<p>Memasuki tahun 2022, Penulis jadi sering membeli <em>board game </em>bekas. Alasannya adalah karena Penulis sempat main ke <em>board game cafe </em>di Surabaya bernama <strong>Nexus</strong>. Waktu ke sana di bulan Januari, ternyata ada daftar <em>board game </em>yang dijual.</p>



<p>Salah satunya adalah <strong>7 Wonders</strong> <strong>1st Edition</strong>, <em>board game<strong> </strong></em>dengan tema peradaban. Waktu itu, <em>board game </em>ini dilepas dengan harga <strong>Rp400 ribu</strong> oleh pemilikinya. Ketika mengecek di Tokopedia, harga barunya yang 2nd Edition mencapai Rp800 ribu!</p>



<p>Selain itu, Penulis juga tertarik untuk membeli <em>board game </em><strong>King of New York</strong>. Sayangnya, waktu itu <em>board game </em>tersebut belum dilepas oleh pemiliknya karena dianggap masih baru, dan Penulis disuruh menunggu beberapa bulan lagi.</p>



<p>Di bulan Februari 2022, Penulis pergi ke <em>board game cafe </em>lainnya di Surabaya yang bernama <strong>Board Game Academy</strong>. Di sana juga ada beberapa <em>board game </em>bekas yang akan dijual. Sayangnya, Penulis merasa tidak ada yang srek dengan barangnya.</p>



<p>Menariknya, di sana Penulis menghubungi Nexus untuk menanyakan apakah King of New York sudah dibeli. Ternyata sudah, dan dilabeli harga <strong>Rp700 ribu</strong> (harga barunya Rp750 ribu). Pada akhirnya, Penulis memutuskan untuk membelinya dengan memanfaatkan jasa GoSend.</p>



<p>Ketika bermain di Board Game Academy, salah satu <em>board game </em>yang mencuri perhatian adalah <strong>Survive </strong>(sebenarnya ada juga Ratland, tapi carinya susah). <em>Board game </em>ini juga <em>senggol-senggolan</em>, walau <em>replaybility</em>-nya agak kurang.</p>



<p>Karena di sana tidak dijual, di bulan Maret Penulis pun minta tolong ke Nexus untuk mengabari kalau ada info tentang<em> board game </em>tersebut. Ternyata, mereka punya stoknya dan dilepas dengan harga <strong>Rp700 ribu</strong>.</p>



<p>Penulis berusaha menegonya karena tahu harga pasarannya di kisaran Rp650 ribu, hanya saja barangnya memang sudah langka. Pihak Nexus pun bersikukuh di harga tersebut, dan Penulis memutuskan untuk menyetujuinya.</p>



<p>(NB: Sekarang <em>board game </em>Survive telah di-<em>rebranding </em>dengan nama The Island dan dijual dengan harga Rp645 ribu)</p>



<p><em><span style="color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Bersambung ke Bagian 2&#8230;</span></em></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 6 November 2022, terinspirasi setelah memandangi koleksi <em>board game</em>-nya yang sudah lumayan banyak</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/">Koleksi Board Game Saya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
