<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ujian Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/ujian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/ujian/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2021 14:34:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>ujian Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/ujian/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pernah Terpikir untuk Bunuh Diri?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2021 01:21:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5122</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam hidup, manusia akan selalu menjumpai yang namanya masalah. Kok manusia, kucing aja pun punya masalah seperti di mana mencari makan atau buang pup. Masalah pun bermacam-macam. Ada yang ringan, ada yang berat. Ada yang karena pekerjaan, percintaan, hubungan sosial, global warming, konspirasi elit politik, dan lain sebagainya. Terkadang, kita pernah tertimpa masalah hingga membuat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri/">Pernah Terpikir untuk Bunuh Diri?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam hidup, manusia akan selalu menjumpai yang namanya masalah. Kok manusia, kucing aja pun punya masalah seperti di mana mencari makan atau buang pup.</p>



<p>Masalah pun bermacam-macam. Ada yang ringan, ada yang berat. Ada yang karena pekerjaan, percintaan, hubungan sosial, <em>global warming</em>, konspirasi elit politik, dan lain sebagainya.</p>



<p>Terkadang, kita pernah tertimpa masalah hingga membuat kita goyah untuk bertahan hidup. Akhirnya, terbesit pikiran untuk mengakhirinya. Bunuh diri.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Berawal dari Chester</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5124" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Chester Bennington (<a href="http://globalradio.co.id/news/detail/2444/semarang-masuk-dalam-video-tribute-to-chester-bennington">Global Radio</a>)</figcaption></figure>



<p>Pertama kali Penulis memiliki <em>concern </em>terhadap isu bunuh diri adalah setelah kematian vokalis Linkin Park, <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/"><strong>Chester Bennington</strong></a>, yang memilih untuk menggantung dirinya.</p>



<p>Hingga kini, tidak bisa dipastikan apa yang menjadi penyebab Chester melakukan hal tersebut dan membuat para fansnya menangisi kematiannya. </p>



<p>Apalagi, banyak lagu yang ia nyanyikan mampu menyelamatkan banyak nyawa. Ketika membaca kolom komentar di YouTube, banyak yang mengaku mendapatkan semangat hidup dari lagu-lagu Linkin Park.</p>



<p>Penulis pun berpikir, apa masalah yang menimpanya hingga membuatnya berpikir kematian adalah satu-satunya jalan keluar? Apakah hidup sebegitu mengerikannya sehingga ia merasa putus asa?</p>



<p>Sebagai <a href="https://whathefan.com/karakter/suka-duka-seorang-pemikir/">orang yang pemikir</a>, Penulis pun merenungkan hal ini. Merenungkan mengapa ada manusia yang berpikir kematian lebih baik dari pada kehidupan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kenapa Terpikir untuk Bunuh Diri?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5126" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Depresi Memicu Bunuh Diri (<a href="https://unsplash.com/@elevantarts">christopher lemercier</a>)</figcaption></figure>



<p>Yang namanya manusia, mungkin pernah berada di keadaan yang membuatnya terjepit sehingga merasa kematian setidaknya akan membuatnya lepas dari masalah. Ada beberapa alasan mengapa orang memiliki pikiran untuk bunuh diri.</p>



<p>Di zaman sekarang, istilah <em>insecure </em>begitu populer. <a href="https://whathefan.com/karakter/dikit-dikit-insecure/">Dikit-dikit <em>inscure</em></a>, dikit-dikit <em>insecure</em>. Ada hal apapun yang lewat di linimasa media sosial bisa menimbulkan rasa <em>insecure</em>.</p>



<p>Perasaan <em>insecure </em>ini bisa mendorong kita untuk <strong>takut hidup</strong>. Kok, rasanya hidup ini enggak punya masa depan. Perasaan takut hidup ini bisa membuat kita merasa terjepit, sehingga mungkin merasa mati akan lebih baik.</p>



<p>Di kalangan remaja, biasanya mereka akan dengan mudah dimabuk asmara. Rasanya seolah cinta mati kepada pasangan dan seolah tidak bisa hidup tanpanya.</p>



<p>Ketika dilanda masalah, mereka menjadi begitu <strong>patah hati</strong> dan merasa tidak bisa hidup tanpanya. Tak jarang, ada yang menggunakan ancaman bunuh diri ketika sedang bertengkar, seolah nyawa adalah benda yang diobral.</p>



<p><strong>Masalah ekonomi</strong> seperti dikejar hutang dan tidak tahu cara membayarnya juga bisa menjadi salah satu pemicu bunuh diri. Penulis ingat ada salah satu artis yang terbesit untuk bunuh diri karena tidak mampu membayar hutang dalam jumlah milyaran rupiah.</p>



<p><strong>Perasaan depresi</strong>, <strong>tertekan oleh standar masyarakat</strong>, <strong>merasa jadi beban keluarga hingga merasa tidak pantas berada di dunia</strong>, <strong>tidak punya tujuan hidup</strong>, hingga <strong>kesepian </strong>menjadi beberapa alasan lainnya.</p>



<p>Ada banyak sekali alasan orang terpikir untuk bunuh diri. Intinya, mereka merasa tidak mampu untuk menghadapi ujian-ujian yang diberikan oleh Tuhan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ujian dari Tuhan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5125" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Yakin Kuat Menahan Panasnya Api Neraka? (<a href="https://www.pexels.com/@freeimages9">icon0.com</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai orang yang percaya dengan agama, Penulis meyakini bahwa mengakhiri hidup sendiri adalah perbuatan dosa dan melawan takdir. Dalam keyakinan yang Penulis anut, orang yang bunuh diri akan berakhir di neraka dan kekal di sana.</p>



<p>Sepahit-pahitnya kenyataan hidup di dunia, Penulis meyakini bahwa api neraka akan jauh lebih menyiksa kita. Sakit yang kita rasakan di dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan sakitnya di neraka.</p>



<p>Penulis juga meyakini bahwa <strong>Tuhan tidak akan memberikan ujian yang melebihi kemampuan umat-Nya</strong>. Jika ada orang yang dihadapkan pada situasi sulit, artinya ia memiliki kemampuan untuk melewatinya.</p>



<p>Kalau kita merasa tidak mampu melewati sebuah ujian dari Tuhan, artinya kita meremehkan Tuhan. Kita mengganggap Tuhan melakukan kesalahan dengan memberikan ujian yang terlalu berat untuk dirinya.</p>



<p>Memang, manusia itu penuh keterbatasan. Ada banyak manusia yang benar-benar berada di situasi sulit yang mungkin bagi kebanyakan orang mustahil untuk dilalui.</p>



<p>Akan tetapi, kembali lagi ke keyakinan Penulis bahwa Tuhan tidak mungkin memberikan ujian yang melebihi kemampuan umat-Nya. Dengan keyakinan seperti itu, Penulis bisa &#8220;<em>ngerem</em>&#8221; dirinya ketika berada di situasi sulit.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Saya Pernah Terbesit Pikiran untuk Bunuh Diri?</h2>



<p>Jika ditanya seperti judul pada artikel ini, jawabannya adalah <strong>pernah</strong>. Namun, bukan karena ada masalah, melainkan karena penasaran siapa saja yang akan sedih dan menangisi kematian Penulis.</p>



<p>Penulis tidak tahu kenapa pernah berpikir seperti itu. Rasanya <em>random </em>saja, tiba-tiba terpikirkan tanpa direncanakan. Jika mulai berpikir yang buruk seperti itu, Penulis berusaha untuk istighfar.</p>



<p>Kadang, bayangan bunuh diri malah jadi ide untuk cerita <a href="https://whathefan.com/category/cerpen/">cerpen</a> atau <a href="https://whathefan.com/category/leonkenji/">novelnya</a>. Seandainya ditemukan orang gantung diri begini, nanti reaksi orang-orang akan begitu. Dalam waktu dekat, Penulis akan membuat cerpen yang berasal dari imajinasi liarnya ini.</p>



<p>Untungnya, pikiran-pikiran tersebut tetap bertahan di pikiran saja. Kok gantung diri atau mengiris nadi, kepalanya <em>kebentuk </em>atau kelingking menabrak kaki meja saja sakitnya bukan main kok.</p>



<p>Untungnya, Penulis bukan tipe orang yang betah sakit. Kok <em>self-harm</em>, luka ditetesin Betadine saja perihnya tidak tahan. Kok menyakiti diri sendiri, <em>mong </em>pakai Insto saja susah untuk tetap <em>melek</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Bunuh diri tidak akan menjadi penyelesaian suatu masalah, sampai kapan pun. Mau sepahit apapun kenyataan hidup, kematian karena bunuh diri akan jauh lebih menyiksa untuk selamanya.</p>



<p>Jangan meremehkan diri sendiri. Kita semua pasti mampu melewati semua ujian yang diberikan oleh Tuhan. Pasti ada hikmah di balik masalah yang kita hadapi. Percayalah itu.</p>



<p>Jika Pembaca ada yang pernah terbesit pikiran untuk bunuh diri, silakan hubungi Penulis ataupun orang lain yang dipercaya bisa memberikan rasa nyaman.</p>



<p>Pembaca juga bisa menghubungi Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes di nomor <strong>021-500-454</strong> ataupun lembaga-lembaga lain yang dapat membantu mencegah kita untuk bunuh diri.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 27 Juli 2021, terinspirasi dari mudahnya kita berpikir untuk bunuh diri ketika sedang tertimpa masalah</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@evablue">Eva Blue</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri/">Pernah Terpikir untuk Bunuh Diri?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebih Mudah untuk Lari</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/lebih-mudah-untuk-lari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jan 2020 11:02:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[cobaan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[lari]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[tanggung jawab]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3214</guid>

					<description><![CDATA[<p>It&#8217;s easier to run Replacing this pain with something numb It&#8217;s so much easier to go Than face all this pain here all alone *** Penggalan lirik di atas berasal dari lagu berjudul Easier to Run. Yang menyanyikan tentu saja band favorit penulis sepanjang masa, Linkin Park. Tepatnya, dari album Meteora yang rilis pada tahun 2003. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/lebih-mudah-untuk-lari/">Lebih Mudah untuk Lari</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>It&#8217;s easier to run</em><br />
<em>Replacing this pain with something numb</em><br />
<em>It&#8217;s so much easier to go</em><br />
<em>Than face all this pain here all alone</em></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Penggalan lirik di atas berasal dari lagu berjudul <strong><em>Easier to Run. </em></strong>Yang menyanyikan tentu saja band favorit penulis sepanjang masa, <strong>Linkin Park</strong>. Tepatnya, dari album <strong><em>Meteora </em></strong>yang rilis pada tahun 2003.</p>
<p>Sesuai dengan judul tulisan yang digunakan, penulis merasa lagu ini menggambarkan apa yang ingin kali ini ditulis. Lebih mudah untuk lari dari masalah dibandingkan menghadapinya.</p>
<h3>Masalah Akan Selalu Datang</h3>
<p><div id="attachment_3216" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3216" class="size-large wp-image-3216" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/selalu-lebih-mudah-untuk-lari-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/selalu-lebih-mudah-untuk-lari-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/selalu-lebih-mudah-untuk-lari-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/selalu-lebih-mudah-untuk-lari-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/selalu-lebih-mudah-untuk-lari-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3216" class="wp-caption-text">Masalah Selalu Datang (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@officestock">Sebastian Herrmann</a>)</p></div></p>
<p>Pada novel <a href="https://whathefan.com/category/leon-dan-kenji-buku-1/">Leon dan Kenji buku pertama</a>, karakter Leon pernah mengatakan bahwa masalah adalah teman setianya yang selalu mengikuti dirinya ke manapun ia pergi.</p>
<p>Sejatinya, itulah yang terjadi pada kita. Apakah ada manusia yang tidak pernah menghadapi masalah? Rasanya hampir mustahil. Ujian ataupun cobaan pasti pernah dihadapi oleh manusia.</p>
<p>Tingkat kesulitan yang dihadapi orang pun bermacam-macam. Kalau di dalam game, ada level <em>easy</em>, <em>medium</em>, hingga <em>hard</em>. Penulis meyakini bahwa tingkat kesulitan ini oleh Tuhan disesuaikan dengan kemampuan hamba-Nya.</p>
<p>Kalau ingin menyederhanakannya kembali, kita bisa melihat perjalanan hidup kita hingga hari ini. Dulu waktu kecil, masalah yang kita hadapi paling dimarahi orangtua, tidak boleh main, dan lain sebagainya.</p>
<p>Ketika menginjak ke usia sekolah, permasalahan yang muncul mulai beragam. Selain menumpuknya tugas, kita mulai dilanda masalah asmara yang sepele namun membuat galau sebulan.</p>
<p>Setelah itu, kita mulai terjun ke dalam masyarakat secara langsung. Kita akan menghadapi orang yang beraneka rupa sehingga ada saja masalah yang muncul.</p>
<p>Saat mulai masuk ke dalam dunia kerja, tumpukan pekerjaan kantor dan omelan bos membuat kita pusing. Gaya hidup yang meningkat membuat kita dihantui oleh tagihan yang belum terbayarkan.</p>
<p>Belum lagi omongan-omongan orang yang kurang mengenakan, tuntutan kesempurnaan dari masyarakat, dan berbagai masalah kompleks lainnya.</p>
<p>Evolusi masalah dari kita kecil hingga dewasa di atas menunjukkan bahwa masalah akan selalu datang untuk menguji kita. Ketika ia datang, ada dua pilihan yang muncul: menghadapinya atau melarikan diri.</p>
<h3>Lari dari Masalah</h3>
<p><div id="attachment_3217" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3217" class="size-large wp-image-3217" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/selalu-lebih-mudah-untuk-lari-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/selalu-lebih-mudah-untuk-lari-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/selalu-lebih-mudah-untuk-lari-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/selalu-lebih-mudah-untuk-lari-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/selalu-lebih-mudah-untuk-lari-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3217" class="wp-caption-text">Dara dan Bima (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://please-enter-here.blogspot.com/2019/07/dua-garis-biru-pentingnya-edukasi-seks.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi5zIK0u9HmAhXNbX0KHRhIAUAQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Sebuah Kata, Sebuah Cerita</span></a>)</p></div></p>
<p>Seperti apa lari dari masalah itu? Contohnya ada banyak sekali, tapi di sini penulis akan berusaha untuk memberikan yang paling sederhana.</p>
<p>Ketika ada sebuah pekerjaan atau tugas yang menumpuk, kita mungkin akan merasa frustasi karena merasa lelah. Cara lari dari masalah ini adalah dengan tidur dan tidak memedulikan pekerjaan itu lagi.</p>
<p>Hasilnya? Pekerjaan akan semakin menumpuk dan kita bisa dipecat oleh atasan karena dianggap lalai dari tanggung jawabnya. Bisa dilihat, lari dari masalah tidak akan menyelesaikan pekerjaan.</p>
<p>Contoh lain, tentang sekolah. Sewaktu menghadapi ujian, kita mendapatkan nilai yang jelek sehingga harus ikut remidial. Merasa putus asa, kita justru memutuskan untuk tidak belajar karena merasa percuma. Akibatnya, nilai kita pun tetap jelek.</p>
<p>Berbohong juga merupakan salah satu cara untuk lari dari masalah. Ketika kebohongan tersebut menumpuk, tinggal menunggu waktu kebohongan akan terbongkar.</p>
<p>Kalau mau yang lebih ekstrem, kita bisa menggunakan contoh Dara dan Bima dari film <em>Dua Garis Biru</em>. Kalau mau lari, bisa saja Dara memutuskan untuk aborsi atau Bima kabur dari rumah dan menghilang begitu saja.</p>
<p>Akan tetapi, perbuatan tersebut akan menghantui mereka untuk jangka waktu yang lama bahkan selamanya. Meskipun berat, mereka memutuskan untuk bertanggung jawab atas apa yang telah mereka perbuat.</p>
<p>Penulis yakin, semua masalah yang menghampiri kita datang untuk diselesaikan. Lari dari masalah dengan bersikap masa bodo ataupun menyerah memang lebih mudah, tapi tidak akan menyelesaikan permasalahan.</p>
<p>Ayah penulis pernah bercerita, ketika didatangi oleh <em>debt collector</em>, ia justru mengajaknya ngobrol santai. Alhasil, masalah pun selesai dan <em>debt collector </em>tadi malah menjadi teman. Ini hanya contoh kecil kalau masalah bisa dihadapi dengan berbagai cara.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Cakupan masalah memang sangat luas. Mungkin memang ada kalanya kita diharuskan untuk lari dari masalah ketika itu menjadi satu-satunya solusi.</p>
<p>Seandainya Penulis hidup di zaman Orba dan sedang dikejar karena terlalu vokal, mungkin Penulis akan memutuskan untuk lari dengan bungkam dan berhenti melawan pemerintah.</p>
<p>Rasanya Penulis tidak bisa seberani Budiman Sujatmiko dan kawan-kawan yang menerima berbagai siksaan dari rezim. Mungkin untuk sesaat Penulis merasa aman, namun rasa bersalah akan terus menghantui hingga akhir hayat.</p>
<p>Dari yang penulis amati selama ini (baik dari diri sendiri ataupun lingkungan sekitar), lari dari masalah memang menjadi pilihan yang lebih mudah daripada menghadapinya. Namun, konsekuensi yang akan kita terima ke depannya bisa jadi jauh lebih berat.</p>
<p>Penulis hingga kini tetap berpegang teguh pada prinsip bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatnya. Oleh karena itu jika ada masalah yang muncul, penulis akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghadapinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 11 Januari 2020, terinspirasi dari lagu Linkin Park yang berjudul <em>Easier to Run</em></p>
<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@we_are_rising">lucas Favre</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/lebih-mudah-untuk-lari/">Lebih Mudah untuk Lari</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
