Chester, 2 Tahun yang Lalu

Penulis tergoda menulis artikel ini karena pos Instagram terbaru dari Mike Shinoda, salah satu center dari band favorit penulis, Linkin Park. Sebenarnya, ia sendiri pun tidak ingin memperingati kematian kawannya tersebut.

Chester Bennington merupakan vokalis Linkin Park yang ditemukan tewas gantung diri di kamarnya pada tanggal 20 Juli 2017, hanya beberapa bulan setelah bandnya merilis album terbaru, One More Light.

Kematian Chester

Chester dan Mike (NME.com)

Kabar ini penulis dengar pertama kali dari ayah, sewaktu penulis berada di Yogyakarta karena sebuah acara. Waktu itu sekitar pukul 6 pagi, beliau menelepon penulis setelah melihat beritanya di televisi.

Sebagai fans, tentu penulis sangat terkejut mendengar berita mendadak tersebut. Butuh waktu kurang lebih satu jam untuk menenangkan diri, meskipun tak sampai mengeluarkan air mata.

Ketika dilakukan otopsi, ditemukan satu botol minuman keras yang hanya tersisa setengah di kamarnya. Penulis pun meyakini bahwa kematiannya dipengaruhi oleh alkohol.

Hari kematiannya memang bersamaan dengan ulang tahun salah satu sahabat terdekatnya, Chris Cornell, yang juga meninggal gantung diri beberapa bulan sebelumnya. Mungkin karena terbawa suasana sedih dan merasa kehilangan, ia nekat mengakhiri nyawanya.

Chester memang dekat dengan minuman keras bahkan obat-obatan. Beberapa kali ia mengakui ketergantungannya. Hal ini juga yang membuat penulis lebih mengidolakan Mika Shinoda dibandingkan dengannya.

Akan tetapi, kematiannya juga merupakan hal yang menyedihkan bagi penulis yang telah mendengarkan lagunya sejak SMP. Apalagi, suara vokal yang dimilikinya memiliki ciri khas yang rasanya tak akan tergantikan.

Chester pernah menyatakan bahwa dirinya telah mampu mengendalikan kecanduannya terhadap alkohol pada salah satu wawancara yang terjadi pada tahun 2011. Oleh karena itu, banyak pihak yang terkejut ketika mendengar kabar kematiannya.

Chester yang Ceria

Chester yang Humoris (Tone Deaf – The Brag)

Penulis suka menonton behind the scene dari pembuatan lagu Linkin Park. Nah, di belakang layar seperti inilah Chester menunjukkan sisi lain dari penampilannya yang garang.

Ia selalu terlihat ceria dan humoris. Ia tak ragu membuat lelucon yang mengundang tawa rekan-rekannya, bahkan terkadang berbuat konyol. Sama sekali tidak cocok dengan penampilannya.

Selain ceria, Chester juga termasuk ramah terhadap fans. Penulis melihatnya sendiri ia menghampiri penonton setelah acara iTunes Festival tahun 2011.

Penulis memang tahu terkadang orang yang humoris terkadang memiliki hati yang miris. Terkadang, orang yang terlalu ceria menyimpan duka yang mendalam di dalam lubuk hatinya yang terdalam.

Chester kurang lebih memiliki masa lalu yang menyedihkan. Orang tuanya cerai ketika ia masih anak-anak. Ia dirundung dan mengalami pelecehan seksual di sekolah karena tubuh kurusnya.

Ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa ia menjadi pecandu narkoba dan alkohol. Mungkin juga karena pengaruh lingkungan pergaulan yang buruk.

Ia juga sempat menganggur lama, bekerja di Burger King, ditolak sana-sini, hingga akhirnya menjadi vokalis Linkin Park yang waktu itu masih bernama Xero.

Untuk kehidupan pribadinya, ia menikah dua kali dan total memiliki enam orang anak. Istrinya yang sekarang, Talinda Bennington, harus mengasuh anak-anaknya tanpa didampingi oleh suaminya.

Penutup

Meskipun Chester telah tiada, karyanya tetap abadi. Penulis masih setia mendengarkan lagu-lagu Linkin Park hingga sekarang. Suaranya yang mampu mencapai nada tinggi dan teriakannya selalu menjadi favorit penulis.

Suaranya tak akan tergantikan. Ketika ada sebuah konser untuk memperingati kematiannya, banyak penyanyi yang menyanyikan lagunya, mulai Taka dari One Ok Rock hingga M. Shadows dari Avenged Sevenfold.

Masa depan Linkin Park sendiri masih belum jelas hingga sekarang, apakah mereka akan bubar atau mencari vokalis pengganti. Mike Shinoda akhir-akhir ini disibukkan dengan tur album solonya.

Yang jelas, sampai kapanpun Chester akan memiliki tempat khusus di hati penulis.

 

 

Kebayoran Lama, 24 Juli 2019, terinspirasi setelah melihat pos Instagram terbaru dari Mike Shinoda

Foto: Nada Promotama