<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>7 Wonders Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/7-wonders/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/7-wonders/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Jul 2023 05:01:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>7 Wonders Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/7-wonders/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Koleksi Board Game #5: 7 Wonders (1st Edition)</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 May 2023 05:14:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[7 Wonders]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[kartu]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[TCG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6504</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelum mendalami hobi board game, pada dasarnya Penulis merupakan penggemar TCG alias Trading Card Game. Beberapa yang pernah Penulis mainkan adalah Yu-Gi-Oh!, Duel Master, Pokemon TCG, Magic the Gathering, Hearthstone, dan lain-lainnya. Oleh karena itu, ketika memulai hobi board game, tentu Penulis mulai mencari board game yang memiliki komponen utama berupa kartu. Setelah melakukan riset, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition/">Koleksi Board Game #5: 7 Wonders (1st Edition)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebelum mendalami hobi <em>board game</em>, pada dasarnya Penulis merupakan penggemar TCG alias Trading Card Game. Beberapa yang pernah Penulis mainkan adalah Yu-Gi-Oh!, Duel Master, Pokemon TCG, Magic the Gathering, Hearthstone, dan lain-lainnya.</p>



<p>Oleh karena itu, ketika memulai hobi <em>board game</em>, tentu Penulis mulai mencari <em>board game </em>yang memiliki komponen utama berupa kartu. Setelah melakukan riset, Penulis pun merasa kalau <strong>7 Wonders</strong> lumayan menarik untuk dimiliki.</p>



<p>Ketika mencarinya di Tokopedia, ternyata harganya cukup mahal. Untuk versi 2nd Edition yang baru, harganya mencapai Rp800 ribu. Penulis pun jadi merasa ragu-ragu untuk membelinya, mengingat komponen utama <em>board game </em>ini hanyalah kartu-kartu.</p>





<p>Untungnya, ketika sedang <em>nongki </em>di Nexus Cafe Surabaya yang merupakan <em>board game cafe</em>, ternyata tempat tersebut juga menjual beberapa <em>board game second</em>. 7 Wonders 1st Edition ada di dalam daftar <em>board game </em>yang dijual.</p>



<p>Penulis pun langsung membelinya karena <em>board game </em>tersebut hanya dijual setengah dari harga barunya, yakni <strong>Rp400 ribu </strong>saja. Sebagai &#8220;bonus&#8221;, kartu-kartu yang ada di dalamnya pun sudah dilengkapi dengan <em>sleeves</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: 7 Wonders</li>



<li>Desainer: Antoine Bauza</li>



<li>Publisher: Repos Production</li>



<li>Tahun Rilis: 2010</li>



<li>Jumlah Pemain: 2 &#8211; 7 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 30 menit</li>



<li>Rating BGG: 7.7</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 2.32/5</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain 7 Wonders (1st Edition)</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="7 Wonders - How To Play (updated video in description)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/z_Wfdn5Es8U?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>Goal </em>dari 7 Wonders sederhana saja, yakni menjadi pemain dengan poin tertinggi di akhir permainan. Caranya adalah dengan membangun &#8220;peradaban&#8221; dari kota yang kita miliki dengan menggunakan berbagai kartu yang jenisnya dibedakan berdasarkan warna.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Cokelat: Raw Material, yang terdiri dari kayu, batu, mineral, dan tanah liat, digunakan sebagai material dalam permainan</li>



<li>Abu-Abu, Manufactured Goods, yang terdiri dari kertas, tekstil, dan kaca, digunakan sebagai material dalam permainan juga</li>



<li>Biru: Civilian Structures, digunakan untuk menambahkan Victory Points (VP)</li>



<li>Hijau: Scientific Structures, digunakan untuk menambahkan VP tergantung dengan banyaknya kartu hijau di arena</li>



<li>Kuning: Commercial Structure, digunakan untuk berbagai keperluan yang terkait dengan perekonomian kita, seperti menambah koin ataupun menurunkan harga <em>trading</em></li>



<li>Merah: Military Structures, digunakan untuk memperkuat posisi militer kita atas lawan di kiri-kanan dan mampu menambahkan VP jika militer kita lebih kuat dan mengurangi VP jika lebih lemah</li>



<li>Ungu: Guilds, digunakan untuk menambah poin dengan beberapa kriteria yang spesifik</li>
</ul>



<p>Sesuai dengan namanya, terdapat 7 peradaban yang bisa kita bangun yang dilambangkan dengan sebuah papan. Masing-masing papan memiliki dua sisi yang sama-sama bisa dimainkan. Semuanya terinspirasi dari Seven Wonders of the Ancient World.</p>



<p>Masing-masing peradaban memiliki Wonders-nya dan dengan efek yang berbeda-beda, yang membutuhkan material tertentu untuk bisa membangunnya. Ketujuh peradaban tersebut adalah:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>The Collosus of Rhodes</li>



<li>The Hanging Gardens of Babylon</li>



<li>The Lighthouse of Alexandria</li>



<li>The Mausoleum at Halicarnassus</li>



<li>The Pyramids of Giza</li>



<li>The Statue of Zeus in Olympia</li>



<li>The Temple of Artemis</li>
</ul>



<p>Permainan akan dibagi menjadi tiga ronde, yang dilambangkan dengan angka romawi yang terdapat di belakang masing-masing kartu. Jumlah kartu yang dimainkan akan menyesuaikan dengan jumlah pemain yang ada.</p>



<p>Pemain masing-masing akan mendapatkan 7 kartu di awal ronde dan 3 koin sebagai modal awal. Di papan permainan masing-masing pemain, terdapat material bawaan yang bisa digunakan kapan saja beserta 2-4 Wonder yang bisa dibangun.</p>



<p>Dalam setiap ronde, kita akan memilih satu kartu yang ingin dipakai, lantas mengopernya ke pemain lawan di sebelah kita. Untuk putaran 1 dan 3 searah jarum jam, sedangkan putaran 2 sebaliknya. Hal ini dilakukan hingga kartu tangan hanya tersisa 1.</p>



<p>Setiap ronde berakhir, pemain akan mengecek apakah kemampuan militer yang dimiliki lebih tinggi daripada lawan di kanan-kirinya. Jika kalah -1, jika menang akan mendapatkan poin sesuai ronde (1=1, 2=3, 3=5), jika seri tidak mendapatkan apa-apa.</p>



<p>Pemain yang membutuhkan material untuk membangun sesuatu bisa melakukan transaksi kepada lawan di kanan-kirinya, di mana setiap material dihargai dua koin. Harga ini bisa lebih murah jika kita memiliki Commercial Structure tertentu.</p>



<p>Semakin jauh rondenya, semakin mahal kartu-kartu yang bisa dibangun karena membutuhkan material yang begitu banyak. Namun, beberapa kartu bisa dibangun secara gratis apabila kita telah memiliki kartu yang disyaratkan.</p>



<p>Pada akhir permainan, poin pun akan mulai dihitung satu per satu dari masing-masing elemen yang ada. Karena cukup banyak, Pembaca bisa menonton video tutorial yang ada di atas agar lebih jelas. Pemain dengan poin terbanyak akan menjadi pemenangnya. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain 7 Wonders (1st Edition)</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition-banner-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6505" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition-banner-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition-banner-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition-banner-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition-banner.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">7 Wonders 1st Edition (<a href="https://www.theboardgamefamily.com/2012/05/7-wonders-card-game-review/">The Board Game Family</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai penggemar TCG, tentu Penulis menikmati 7 Wonders. Meskipun terkesan sederhana, kemampuan <em>drafting </em>kartu yang tepat akan menentukan berapa banyak poin yang bisa kita dapatkan.</p>



<p>Ada banyak pilihan untuk bisa mendapatkan poin juga menjadi salah satu kekuatan utama <em>board game </em>yang satu ini, sehingga strateginya bisa menjadi bermacam-macam. Penulis sendiri paling sering berfokus mengembangkan Science Stuctures.</p>



<p>Desain <em>board </em>dan kartu-kartunya juga sangat keren (walau 2nd Edition punya desain yang lebih baik), apalagi bagi <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-belajar-sejarah/">Penulis yang merupakan penggemar sejarah</a>. Mungkin yang cukup disayangkan adalah kualitas koin dan token militernya yang B aja.</p>



<p>Selain itu, sebagai <em>board game </em>yang terinspirasi dari dunia kuno, 7 Wonders bisa dianggap terlalu &#8220;damai&#8221; karena pemain tidak bisa saling menyerang. Para pemain hanya berfokus pada peradaban mereka sendiri untuk mengumpulkan poin terbesar.</p>



<p>Terlepas dari kekurangannya, Penulis menyukai <em>board game </em>yang satu ini. Bahkan, Penulis sering memainkannya secara digital melalui <em>Board Game Arena </em>(<em>BGA</em>), di mana Penulis bisa bermain secara <em>online </em>melawan pemain-pemain dari berbagai belahan dunia.</p>



<p>Meskipun statusnya barang <em>second</em>, kualitas 7 Wonders yang Penulis miliki bisa dibilang tidak memiliki cacat. Selain sudah mendapatkan <em>sleeves</em>, <em>box-</em>nya pun juga telah diberi semacam <em>wrapping </em>plastik agar tidak mudah rusak atau kotor.</p>



<p>Penulis pun merasa kalau membeli <em>board game second </em>bukan keputusan yang buruk. Apalagi, sewaktu bermain <em>board game </em>di kafe tempat membeli 7 Wonders, ada satu yang berhasil mencuri perhatian karena konsep <em>battle monster </em>yang dimiliki: <strong>King of New York</strong>.</p>



<p><em>Selanjutnya -&gt; King of New York</em></p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 18 Mei 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri <em>board game </em>ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition/">Koleksi Board Game #5: 7 Wonders (1st Edition)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game Saya (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2022 11:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[7 Wonders]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[Carcasonne]]></category>
		<category><![CDATA[Catan]]></category>
		<category><![CDATA[King of New York]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Survive]]></category>
		<category><![CDATA[Ticket to Ride]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6141</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sewaktu melihat koleksi board game yang dimiliki oleh Mas Pandu, sejujurnya Penulis memiliki satu pertanyaan: Kok enggak sayang sama duitnya? Seperti yang kita tahu, harga board game memang cukup menguras kantong. Waktu itu, harga board game yang dimiliki oleh Mas Pandu berkisar antara 200 hingga 500 ribu. Jumlah uang tersebut tentu sangat lumayan dan bisa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/">Koleksi Board Game Saya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sewaktu melihat <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">koleksi <em>board game </em>yang dimiliki oleh Mas Pandu</a>, sejujurnya Penulis memiliki satu pertanyaan: <em>Kok enggak sayang sama duitnya?</em> Seperti yang kita tahu, harga <em>board game </em>memang cukup menguras kantong.</p>



<p>Waktu itu, harga <em>board game </em>yang dimiliki oleh Mas Pandu berkisar antara 200 hingga 500 ribu. Jumlah uang tersebut tentu sangat lumayan dan bisa dialokasikan untuk hal lain, begitu pikir Penulis.</p>



<p>Ternyata, ketika Penulis mencoba untuk membeli <em>board game</em>, memang ada semacam &#8220;zat adiktif&#8221; yang dimiliki oleh <em>board game</em>. Semakin mendalami, semakin banyak <em>board game </em>yang terlihat menarik untuk dibeli. </p>





<p>Penulis yang awalnya coba-coba, pada akhirnya justru ikut mengoleksi <em>board game</em>. Hingga tulisan ini ditulis, total Penulis sudah memiliki 16 <em>board game</em> yang dibeli dalam rentang waktu kurang lebih satu tahun</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis ingin membahas mengenai ke-16 koleksinya tersebut dan mengapa Penulis pada akhirnya mengikut jejak Mas Pandu untuk terjun ke dalam hobi ini. Untuk detail <em>gameplay </em>dari masing-masing <em>board game </em>mungkin akan dijelaskan lain waktu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Awal Mula Mulai Mengoleksi Board Game</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-1-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6153" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Koleksi Board Game Generasi Pertama</figcaption></figure>



<p>Sebenarnya dari dulu Penulis memang suka <em>board game</em>, karena sejak kecil sudah akrab dengan Monopoly, Ular Tangga, hingga Halma. Penulis juga punya satu set Othello yang dibeli di Gramedia. </p>



<p>Sebelum terjun ke dunia <em>board game</em>, paling mentok yang Penulis punya adalah kartu Remi dan UNO!. Itupun kartu UNO! yang bajakan, bukan yang asli seharga Rp120 ribu. Sampai di sini, faktor uang masih jadi pertimbangan untuk mengoleksi <em>board game</em>.</p>



<p>Gara-gara hal tersebut, Penulis pun jadi gemar membuat beberapa <em>board game </em>sendiri, <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/">seperti Werewolf dengan tambahan karakter sendiri</a>, <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/">Stars and Rabbit</a>, hingga <em>board game </em>bertema <em>traveling </em>yang konsepnya mirip dengan Ludo.</p>



<p><em>Board game </em>asli yang Penulis beli adalah <strong>Monopoly</strong> di tahun kalau tidak 2020 ya 2021. Sebagai penggemar Monopoly sejak kecil, harganya yang sedang separuh harga (menjadi <strong>Rp250 ribu</strong>) tentu menarik perhatian Penulis hingga akhirnya membelinya.</p>



<p>Lantas pada bulan Juni 2021, Penulis coba-coba untuk membeli <em>board game </em><strong>Ticket to Ride: London</strong>. Selain karena ada faktor London-nya di sana, <em>gameplay</em>-nya juga terlihat seru. Harganya juga relatif terjangkau, yaitu <strong>Rp325 ribu</strong> di Tabletoys (via Tokopedia). </p>



<p>Sayangnya, <em>board game </em>ini ternyata kurang diminati oleh teman-teman Penulis sehingga memutuskan untuk tidak membeli <em>board game </em>dulu. Namun semua berubah, ketika Penulis memutuskan untuk membeli satu <em>board game</em> ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Catan, Pemicu &#8220;Gencarnya&#8221; Pembelian Board Game</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-7-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6154" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-7-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-7-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-7-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-7.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Catan</figcaption></figure>



<p>Di tulisan &#8220;<em><a href="https://whathefan.com/pengalaman/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">Koleksi Board Game Mas Pandu</a></em>&#8220;, Penulis menyebutkan kalau salah satu <em>board game </em>favoritnya adalah <strong>Catan</strong>. Penulis sampai membeli gimnya di Steam agar bisa memainkannya ketika sudah tidak satu kantor lagi dengan Mas Pandu.</p>



<p>Namun, keseruannya memang beda dengan bermain langsung, hingga rasa ingin membelinya pun muncul. Sayangnya, harganya cukup mahal, yaitu <strong>Rp860 ribu</strong> alias nyaris satu juta rupiah. Tentu itu jumlah yang tidak sedikit.</p>



<p>Selain itu, Penulis ada perasaan khawatir kalau Catan juga tidak disukai oleh teman-temannya seperti yang terjadi pada kasus Ticket to Ride: London. Solusinya, Penulis pun membuat Catan sendiri dengan bahan seadanya untuk melakukan semacam uji coba.</p>



<p>Setelah jadi, Penulis pun mencoba untuk memainkannya bersama teman-teman. Ternyata, mereka suka karena senggol-senggolan antarpemain cukup terasa. Merasa termotivasi, Penulis pun memutuskan untuk membeli Catan pada bulan November 2021 di Tabletoys juga.</p>



<p>Waktu barangnya datang, Penulis sempat dibuat panik karena ada <em>item </em>yang tidak ada, yaitu <em>City </em>warna putih. Untungnya pihak toko dengan sukarela mau mengirimkan <em>item </em>yang hilang tersebut. Hingga saat ini, Catan adalah <em>board game </em>Penulis yang paling sering dimainkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Carcassonne dan Board Game-Board Game Bekas</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-6-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6155" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-6-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-6-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-6-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-6.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dari Kiri: Survive, Carcassonne, King of New York, 7 Wonders</figcaption></figure>



<p>Berawal dari Catan lah Penulis menjadi begitu bersemangat untuk mulai menggeluti hobi ini dan menambah koleksinya. Target selanjutnya adalah <strong>Carcassonne</strong>, salah satu <em>board game </em>klasik yang katanya wajib dikoleksi karena memiliki <em>tile-tile </em>yang lucu.</p>



<p>Penulis membelinya di bulan Desember 2021 (di Tabletoys juga) dengan harga <strong>Rp645 ribu</strong>. Sayangnya, tampaknya keseruan dari <em>board game </em>ini agak terbanting oleh Catan karena faktor <em>senggol-senggolnya </em>agak kurang.</p>



<p>Memasuki tahun 2022, Penulis jadi sering membeli <em>board game </em>bekas. Alasannya adalah karena Penulis sempat main ke <em>board game cafe </em>di Surabaya bernama <strong>Nexus</strong>. Waktu ke sana di bulan Januari, ternyata ada daftar <em>board game </em>yang dijual.</p>



<p>Salah satunya adalah <strong>7 Wonders</strong> <strong>1st Edition</strong>, <em>board game<strong> </strong></em>dengan tema peradaban. Waktu itu, <em>board game </em>ini dilepas dengan harga <strong>Rp400 ribu</strong> oleh pemilikinya. Ketika mengecek di Tokopedia, harga barunya yang 2nd Edition mencapai Rp800 ribu!</p>



<p>Selain itu, Penulis juga tertarik untuk membeli <em>board game </em><strong>King of New York</strong>. Sayangnya, waktu itu <em>board game </em>tersebut belum dilepas oleh pemiliknya karena dianggap masih baru, dan Penulis disuruh menunggu beberapa bulan lagi.</p>



<p>Di bulan Februari 2022, Penulis pergi ke <em>board game cafe </em>lainnya di Surabaya yang bernama <strong>Board Game Academy</strong>. Di sana juga ada beberapa <em>board game </em>bekas yang akan dijual. Sayangnya, Penulis merasa tidak ada yang srek dengan barangnya.</p>



<p>Menariknya, di sana Penulis menghubungi Nexus untuk menanyakan apakah King of New York sudah dibeli. Ternyata sudah, dan dilabeli harga <strong>Rp700 ribu</strong> (harga barunya Rp750 ribu). Pada akhirnya, Penulis memutuskan untuk membelinya dengan memanfaatkan jasa GoSend.</p>



<p>Ketika bermain di Board Game Academy, salah satu <em>board game </em>yang mencuri perhatian adalah <strong>Survive </strong>(sebenarnya ada juga Ratland, tapi carinya susah). <em>Board game </em>ini juga <em>senggol-senggolan</em>, walau <em>replaybility</em>-nya agak kurang.</p>



<p>Karena di sana tidak dijual, di bulan Maret Penulis pun minta tolong ke Nexus untuk mengabari kalau ada info tentang<em> board game </em>tersebut. Ternyata, mereka punya stoknya dan dilepas dengan harga <strong>Rp700 ribu</strong>.</p>



<p>Penulis berusaha menegonya karena tahu harga pasarannya di kisaran Rp650 ribu, hanya saja barangnya memang sudah langka. Pihak Nexus pun bersikukuh di harga tersebut, dan Penulis memutuskan untuk menyetujuinya.</p>



<p>(NB: Sekarang <em>board game </em>Survive telah di-<em>rebranding </em>dengan nama The Island dan dijual dengan harga Rp645 ribu)</p>



<p><em><span style="color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Bersambung ke Bagian 2&#8230;</span></em></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 6 November 2022, terinspirasi setelah memandangi koleksi <em>board game</em>-nya yang sudah lumayan banyak</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/">Koleksi Board Game Saya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
