<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A Thousand Suns Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/a-thousand-suns/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/a-thousand-suns/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Oct 2024 16:00:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>A Thousand Suns Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/a-thousand-suns/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Pengalaman Saya Menonton Video Klip “The Catalyst”</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/ini-pengalaman-saya-menonton-video-klip-the-catalyst/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/ini-pengalaman-saya-menonton-video-klip-the-catalyst/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 15:59:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[A Thousand Suns]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[instan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8047</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sensasi menantikan sebuah album musik akan rilis sudah lama tidak Penulis rasakan. Terakhir kali itu terjadi adalah tujuh tahun yang lalu, ketika album One More Light mengumumkan akan rilis pada 19 Mei 2017. Setelah itu, meskipun musisi lain akan mengumumkan akan merilis album (katakanlah, One Ok Rock), Penulis tidak akan terlalu antusias menunggunya. Ketika rilis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-pengalaman-saya-menonton-video-klip-the-catalyst/">Ini Pengalaman Saya Menonton Video Klip “The Catalyst”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sensasi menantikan sebuah album musik akan rilis sudah lama tidak Penulis rasakan. Terakhir kali itu terjadi adalah tujuh tahun yang lalu, ketika album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a> </em>mengumumkan akan rilis pada 19 Mei 2017.</p>



<p>Setelah itu, meskipun musisi lain akan mengumumkan akan merilis album (katakanlah, One Ok Rock), Penulis tidak akan terlalu antusias menunggunya. Ketika rilis memang langsung mendengarkan, tapi tak memberikan sensasi yang sama dengan Linkin Park.</p>



<p>Nah, pada tanggal 15 November mendatang, <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Linkin Park dengan formasi baru</a> akan merilis album pertamanya yang berjudul <em><strong>From Zero</strong></em>. Sensasi ini pun datang lagi dan membuat Penulis merasa tidak sabar ingin segera mendengarkan semua lagu dalam albumnya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas.jpg 1280w " alt="Ketika Berinvestasi dengan Uang Panas" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-berinvestasi-dengan-uang-panas/">Ketika Berinvestasi dengan Uang Panas</a></div></div></div><p></p>


<p>Jelang rilisnya album tersebut, Linkin Park secara bertahap telah merilis tiga <em>single </em>di waktu yang berbeda: &#8220;The Emptiness Machine&#8221;, <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">&#8220;Heavy Is The Crown&#8221;</a>, dan &#8220;Over Each Other&#8221;. Penulis berharap lagu-lagu lainnya di album ini akan mirip dengan dua <em>single</em> pertama.</p>



<p>Berbicara tentang sensasi menunggu tanggal rilis album Linkin Park, Penulis mau tidak mau jadi teringat bagaimana dulu dirinya menantikan <em>single </em>pertama dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a></em>, <strong>&#8220;The Catalyst&#8221;</strong>. Itulah yang ingin Penulis bagikan pada tulisan kali ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menonton Video Klip &#8220;The Catalyst&#8221; dari Televisi</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="The Catalyst [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/51iquRYKPbs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ketika Penulis menjadi penggemar Linkin Park saat SMP, <em>band </em>ini telah memiliki tiga album: <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></em>, <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-meteora/">Meteora</a></em>, dan <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a></em>. Oleh karena itu, begitu mengetahui Linkin Park akan merilis album baru pada tanggal 13 September 2010, Penulis begitu bersemangat.</p>



<p>Waktu itu, internet belum semudah sekarang. Minimal, kita harus pergi ke warnet untuk bisa terkoneksi dengan internet, termasuk YouTube. Bahkan, untuk berita terbaru seputar musik, Penulis masih mengandalkan televisi.</p>



<p>Nah, melalui acara <em>Breakout </em>di NET TV yang dipandu oleh Boy William, Penulis jadi mengetahui kalau Linkin Park akan merilis <em>single </em>terbaru mereka berjudul &#8220;The Catalyst&#8221; dan mereka akan menayangkan video klipnya secara perdana.</p>



<p>Penulis masih ingat betul acara tersebut mulai jam tiga sore. Boy bercerita sedikit tentang perjalanan Linkin Park sebagai <em>band </em>sebagai selingan video-video klip lama Linkin Park. Barulah menjelang akhir acara, video klip &#8220;The Catalyst&#8221; ditayangkan.</p>



<p>Kesan pertama ketika menonton video klip, keren, baik dari sisi lagu maupun sinematografinya. Memang lagu ini sekarang tidak lagi masuk <em>tier </em>atas bagi Penulis, tapi pada waktu itu, Penulis sangat menyukainya.</p>



<p>Penulis juga ingat ketika itu langsung mengirim SMS ke sohibnya yang juga menonton acara tersebut, dan ia mengatakan sentuhan dari Mr. Han sebagai sutradaralah yang membuat video klip &#8220;The Catalyst&#8221; menjadi begitu keren.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Pengalaman Tersebut akan Sulit Terulang</h2>



<p>Mungkin bagi sebagian orang, pengalaman menantikan album atau lagu dari musisi favoritnya masih bisa dirasakan sekarang. Namun, pengalaman menonton video klip dari <em>single </em>terbaru di televisi rasanya tidak akan pernah dirasakan lagi.</p>



<p>Dengan adanya platform YouTube dan media sosial, semua bisa menontonnya tanpa kesulitan di detik ketika video klipnya rilis. Tak perlu lagi mendengarkan Boy William menjelaskan perjalanan musisi yang sedang merilis <em>single </em>terbaru.</p>



<p>Bahkan, kita tak perlu takut lagi ketinggalan karena kita bisa mengaktifkan notifikasi apabila video klip tersebut telah rilis. Apalagi, di YouTube biasanya para musisi akan memasang <em>countdown</em> untuk meningkatkan <em>hype</em>.</p>



<p>Sensasi ini rasanya tidak akan pernah terjadi di era instan seperti sekarang. Lantas, apakah hal tersebut buruk? Penulis tidak tahu. Namun, karena pernah mengalami era yang tidak serba instan, Penulis jadi belajar tentang kesabaran dan menikmati proses. </p>



<p>Semoga generasi kini bisa mempelajari itu di era yang serba instan seperti sekarang</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 31 Oktober 2024, terinspirasi setelah teringat bagaimana dulu dirinya menonton video klip &#8220;The Catalyst&#8221;</p>



<p>Foto Featured Image: </p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-pengalaman-saya-menonton-video-klip-the-catalyst/">Ini Pengalaman Saya Menonton Video Klip “The Catalyst”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/ini-pengalaman-saya-menonton-video-klip-the-catalyst/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Linkin Park dan A Thousand Suns</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2020 14:35:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[A Thousand Suns]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[nuklir]]></category>
		<category><![CDATA[pidato]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3695</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika SMA, Penulis sudah menjadi fans berat Linkin Park dan hafal semua lagunya. Penulis pun menantikan kapan band ini akan merilis album terbarunya. Harapan Penulis terwujud ketika mereka merilis album&#160;A Thousand Suns&#160;pada tahun 2010. Di hari perilisan album ini, Penulis langsung mendownload albumnya. Sebelum albumnya rilis, Penulis sudah melihat&#160;single&#160;pertamanya yang berjudul&#160;The Catalyst&#160;yang ditayangkan di salah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">Linkin Park dan A Thousand Suns</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika SMA, Penulis sudah menjadi fans berat Linkin Park dan hafal semua lagunya. Penulis pun menantikan kapan band ini akan merilis album terbarunya.</p>



<p>Harapan Penulis terwujud ketika mereka merilis album&nbsp;<strong><em>A Thousand Suns&nbsp;</em></strong>pada tahun 2010. Di hari perilisan album ini, Penulis langsung mendownload albumnya.</p>



<p>Sebelum albumnya rilis, Penulis sudah melihat&nbsp;<em>single&nbsp;</em>pertamanya yang berjudul&nbsp;<em>The Catalyst&nbsp;</em>yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta.</p>



<p>Secara konsep, Penulis sangat menyukai album ini!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Mengambil Pidato Tokoh Terkenal</h1>



<p>Apa yang membuat unik dari album ini adalah banyaknya pidato tokoh terkenal yang dikombinasikan dengan berbagai instrumen modern.</p>



<p>Ada tiga tokoh yang pidatonya digunakan, yakni <strong>Robert Oppenheimer</strong> (<em>The Radiance</em>), <strong>Mario Savio</strong> (<em>Wretches and Kings</em>), dan <strong>Martin Luther King Jr.</strong> (<em>Wisdom, Justice, and Love</em>).</p>



<figure class="wp-block-image alignnone size-large wp-image-3697"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="607" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/linkin-park-dan-a-thousand-suns-1-1024x607.jpg" alt="" class="wp-image-3697" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/linkin-park-dan-a-thousand-suns-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/linkin-park-dan-a-thousand-suns-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/linkin-park-dan-a-thousand-suns-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/linkin-park-dan-a-thousand-suns-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dari Kiri: Oppenheimer, Savio, King</figcaption></figure>



<p>Judul albumnya diambil dari kutipan Oppenheimer yang bersumber dari sastra Hindu<i>.&nbsp;</i>Ia mengatakan bahwa bom atom terlihat sangat terang seperti seribu matahari.</p>



<p>Oppenheimer sendiri merupakan tokoh proyek Manhattan selama Perang Dunia 2 yang bertanggung jawab dalam produksi bom atom pertama. Ketakutan manusia terhadap perang nuklir menjadi konsep album ini.</p>



<p>Tidak hanya itu, album ini juga memiliki beberapa lagu yang berfungsi sebagai&nbsp;<em>bridging&nbsp;</em>atau transisi dari satu lagu ke lagu lainnya. Jika dihitung, hanya ada sembilan lagu utuh (dari 15 lagu) di dalam album ini.</p>



<p>Selain itu, untuk pertama kalinya mereka tidak mencantumkan nama band ataupun judul album pada covernya. Hal ini dipertahankan pada album <em>The Hunting Party</em> dan <em>One More Light</em>.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Lagu-Lagu <em>A Thousand Suns</em></h1>



<p>Lagu ini dibuka dengan intro yang berjudul&nbsp;<strong><em>The Requiem</em></strong>. Liriknya sendiri diambil dari lirik lagu&nbsp;<em>The Catalyst</em> dengan suara vokal Mike yang diubah menggunakan <em>vocoder</em>.</p>



<p>Ketika membaca sumber lain, ternyata lagu ini juga menggabungkan beberapa komponen dari lagu lain. Untuk pertama kali, Penulis menyukai intro album Linkin Park.</p>



<p>Lagu ini terdengar menyatu dengan lagu&nbsp;<em><strong>The Radiance</strong>&nbsp;</em>yang berisikan pidato dari Robert Oppenheimer diriingi dengan <em>electronic beat </em>sederhana.</p>



<p>Ketika iTunes Festival di London pada tahun 2011, Mr. Han memainkan pidato ini dengan <em>epic, </em>walaupun bagi kebanyakan fans mungkin akan terdengar aneh.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before { padding-top: 0; } wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Burning In The Skies (Official International Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/kh_YCSW5lPc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Baru di lagu ketiga lah,&nbsp;<em><strong>Burning in the Skies</strong>,&nbsp;</em>kita bisa mendengarkan sebuah lagu utuh. Di sini, Chester hanya bernyanyi di bagian&nbsp;<em>reff</em> di mana Mike menyanyikan sisanya.</p>



<p>Di dalam video klipnya, kita bisa melihat beberapa aktivitas random yang sedang dalam kondisi&nbsp;<em>slow motion&nbsp;</em>sebelum terkena efek ledakan bom nuklir. Genrenya sendiri menurut Penulis masuk ke dalam&nbsp;<em>pop-rock</em>.</p>



<p>Selanjutnya ada lagu&nbsp;<em><strong>Empty Space</strong> </em>di mana kita bisa mendengarkan suara jangkrik dan semacam suara pertempuran. Lagu ini&nbsp;berfungsi sebagai <em>interlude&nbsp;</em>untuk lagu selanjutnya,&nbsp;<strong><em>When They Come for Me</em></strong>.</p>



<p>Lagu tersebut diawali dengan <em>distorted synth stabs </em>yang unik. Mike mendominasi lagu ini dengan <em>rap-</em>nya sehingga lagu ini terkesan bergenre&nbsp;<em>hip-hop</em>.</p>



<p>Semua personel menjadi <em>backing vocal</em>, sementara Chester hanya memiliki sedikit bagian di bagian akhir lagu. Ada juga suara yang dihasilkan toa, yang kalau di dalam konser berasal dari suara Brad.</p>



<p><em>Beat </em>drum juga terdengar sepanjang lagu. Ketika konser, Chester dan Brad menjadi penabuhnya. Yang jelas, lagu ini benar-benar terdengar seperti hasil eksperimen yang ekstrem.</p>



<p><em>Track&nbsp;</em>nomor enam adalah <em><strong>Robot Boy</strong>&nbsp;</em>yang kurang Penulis sukai. Lagu ini diawali dengan dentingan piano dan vokal Chester yang lembut. Ketika lagu berakhir, terdengar sedikit intro dari lagu selanjutnya, <strong><em>Jornada Del Muerto</em></strong>.</p>



<p>Lagu ini menggunakan Bahasa Spanyol sebagai judul, namun liriknya menggunakan Bahasa Jepang. Hal tersebut membuat lagu ini menjadi satu-satunya lagu Linkin Park yang menggunakan judul dan lirik bahasa asing selain Bahasa Inggris.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before { padding-top: 0; } wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Waiting For The End [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5qF_qbaWt3Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>Jornada Del Muerto&nbsp;</em>merupakan lagu transisi untuk lagu selanjutnya,&nbsp;<em><strong>Waiting for the End</strong>,&nbsp;</em>yang menjadi lagu favorit Penulis dari album ini.</p>



<p>Apa yang membuat Penulis suka dari lagu ini adalah banyaknya permainan&nbsp;<em>synth,&nbsp;</em><em>rap&nbsp;</em>dari Mike, serta vokal tinggi Chester di bagian akhir lagu. Klimaksnya sangat terasa.</p>



<p>Bagi Penulis, lagu ini terdengar seperti versi modern lagu <em>Papercut</em>. Selain itu, Penulis juga sangat menyukai konsep video klipnya yang sangat keren.</p>



<p>Lagu&nbsp;<em><strong>Blackout</strong></em> menjadi satu-satunya lagu di dalam album ini di mana Chester melakukan&nbsp;<em>screaming</em>. Bisa dibilang, ini merupakan salah satu lagu terunik selain lagu&nbsp;<em>When They Come for Me.</em></p>



<p>Selanjutnya ada lagu&nbsp;<em><strong>Wretches and Kings</strong>&nbsp;</em>yang diawali dengan pidato dari Mario Savio mengenai betapa menjijikkannya perkembangan teknologi.</p>



<p>Lagu ini juga memiliki banyak efek yang unik. Mike juga melakukan&nbsp;<em>rap&nbsp;</em>di lagu ini. Yang menyenangkan dari lagu ini, Penulis bisa mendengar gesekan&nbsp;<em>turntables&nbsp;</em>Mr. Han sekali lagi.</p>



<p>Kita juga akan mendengarkan pidato dari Martin Luther King Jr. pada lagu <em><strong>Wisdom, Justice, and Love</strong>,</em> di mana suara Martin makin lama makin terdengar seperti suara robot menjelang akhir lagu.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before {  padding-top: 0; }"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Iridescent [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/xLYiIBCN9ec?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pesan tersirat dari efek tersebut masyarakat kita yang semakin lama semakin kehilangan empatinya seperti robot.&nbsp;Lagu ini merupakan transisi untuk lagu selanjutnya,&nbsp;<em><strong>Iridescent</strong>.</em></p>



<p>Lagu ini merupakan&nbsp;<em>soundtrack&nbsp;</em>dari film&nbsp;<em>Transformers: Dark of the Moon.&nbsp;</em>Lagu ini terdengar sangat&nbsp;<em>ballad&nbsp;</em>jika dibandingkan dengan lagu Linkin Park yang lain. Selain itu, liriknya juga masih terkait dengan ancaman bom nuklir.</p>



<p>Kemudian ada lagu <strong><em>The Fallout</em></strong> yang liriknya diambil dari lirik lagu&nbsp;<em>Burning in the Skies</em>. Sekali lagi, Mike menyanyikannya dengan menggunakan&nbsp;<em>vocoder&nbsp;</em>sehingga suaranya berubah.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="The Catalyst [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/51iquRYKPbs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Lagu tersebut merupakan transisi untuk lagu selanjutnya,&nbsp;<strong><em>The Catalyst</em></strong>. Lagu ini diawali dengan gesekan&nbsp;<em>turntable&nbsp;</em>yang sangat asyik untuk didengarkan, lantas disambung dengan suara vokal Mike dan Chester.</p>



<p>Sebagai&nbsp;<em>single&nbsp;</em>pertama dari album, lagu ini dianggap sebagai representasi sempurna untuk menggambarkan perubahan band. Durasinya cukup panjang, lima setengah menit.</p>



<p>Album ditutup dengan album&nbsp;<em><strong>The Messenger</strong>&nbsp;</em>yang menjadi satu-satunya lagu akustik di semua album Linkin Park. Penulis kurang menyukai lagu ini.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Penutup</h1>



<p>Jika didengarkan, mungkin album ini terasa aneh karena banyaknya perbedaan yang dimiliki dengan album-album sebelumnya. Sekali lagi Linkin Park memutuskan untuk keluar dari zona nyaman.</p>



<p>Lebih banyak eksperimen musik yang dilakukan para personelnya di dalam album ini. Banyak instrumental yang terdengar, membuat album ini tidak bisa disamakan dengan album lain.</p>



<p>Selain itu, album ini memiliki transisi terbanyak dari lagu ke lagu, membuat album ini seolah-olah tersambung dari lagu pertama hingga lagu terakhir. Itu menjadi poin plus lainnya untuk album ini.</p>



<p>Setelah album ini, Penulis mulai mendengarkan musik-musik Korea hingga tak sadar kalau Linkin mengeluarkan album baru lagi dua tahun kemudian.</p>



<p>Album selanjutnya, <em><strong>Living Things</strong>.&nbsp;Stay tuned!</em></p>



<p>Kebayoran Lama, 22 Maret 2020, terinspirasi karena ingin menulis serial artikel tentang Linkin Park</p>



<p>Foto: <a href="https://www.amazon.com/Thousand-Suns-2LP-Linkin-Park/dp/B003V9J6R0">Amazon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">Linkin Park dan A Thousand Suns</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
