<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ada Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/ada/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/ada/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 May 2019 15:38:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>ada Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/ada/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menjadi Keberadaan yang Dibutuhkan Orang Lain</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/menjadi-keberadaan-yang-dibutuhkan-orang-lain/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2019 15:40:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ada]]></category>
		<category><![CDATA[berubah]]></category>
		<category><![CDATA[butuh]]></category>
		<category><![CDATA[keberadaan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[tiada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2377</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis kerap berbagi seputar Karang Taruna yang pernah dipimpin. Melalui tulisan-tulisan tersebut, penulis ingin menyebarkan semangat untuk membangun lingkungan kita tinggal dimulai dari hal yang terkecil. Pada tulisan Kenapa Menghabiskan Waktu untuk Karang Taruna? penulis sudah menjabarkan beberapa alasan mengapa penulis melakukannya. Tapi ketika direnungi sekali lagi, ada satu alasan lain. Penulis merasa keberadaannya dibutuhkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/menjadi-keberadaan-yang-dibutuhkan-orang-lain/">Menjadi Keberadaan yang Dibutuhkan Orang Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis kerap berbagi seputar Karang Taruna yang pernah dipimpin. Melalui tulisan-tulisan tersebut, penulis ingin menyebarkan semangat untuk membangun lingkungan kita tinggal dimulai dari hal yang terkecil.</p>
<p>Pada tulisan <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">Kenapa Menghabiskan Waktu untuk Karang Taruna?</a> penulis sudah menjabarkan beberapa alasan mengapa penulis melakukannya.</p>
<p>Tapi ketika direnungi sekali lagi, ada satu alasan lain. Penulis merasa <strong>keberadaannya dibutuhkan oleh orang lain</strong>.</p>
<h3>Ada yang Sama dengan Tiada</h3>
<div id="attachment_2382" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2382" class="size-large wp-image-2382" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2382" class="wp-caption-text">Rindu Sekolah? (<a href="https://unsplash.com/@flpschi">Feliphe Schiarolli</a>)</p></div>
<p>Penulis termasuk orang yang masa sekolahnya biasa saja. Bisa dibilang, penulis tidak pernah merasa rindu dengan masa-masa sekolah seperti kebanyakan orang.</p>
<p>Mungkin, salah satu alasannya adalah karena tidak memiliki teman yang benar-benar dekat. Ada sih teman SMP yang dekat, tapi itupun karena kami tinggal di satu kompleks yang sama. Untunglah seperti itu.</p>
<p>Ketika insomnia, penulis sering teringat ke masa lalu. Sedihnya, lebih banyak hal buruk yang melintas di ingatan penulis. Salah satu yang paling sering adalah betapa <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/untuk-kamu-yang-merasa-terbuang/"><strong>tidak dianggapnya keberadaan penulis</strong></a>.</p>
<p>Dengan kata lain, penulis merasa <strong>ada dan tidak adanya</strong> diri penulis di suatu lingkungan itu <strong>sama saja</strong>. Teman-teman sekolah penulis tidak akan menyadari ketiadaan penulis. Istilah lainnya, penulis hanyalah <strong>pelengkap </strong>kelas.</p>
<p>Pada waktu itu, penulis tidak terlalu mempedulikan hal tersebut karena pada dasarnya penulis merupakan orang introvert yang lebih betah sendirian di rumah. Bahkan, termasuk yang susah untuk diajak main.</p>
<p>Akan tetapi, ketika beranjak dewasa, penulis merasakan adanya sedikit penyesalan, terutama ketika melihat teman-teman sekolah bisa berkumpul di antara mereka untuk reuni kecil-kecilan.</p>
<p>Berkumpul dengan teman-teman lama seperti itu nampaknya hampir mustahil terjadi kepada diri penulis, kecuali ada <strong>perubahan</strong>.</p>
<h3>Berubah Dimulai dari Diri Sendiri</h3>
<div id="attachment_2381" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2381" class="size-large wp-image-2381" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/pribadi-yang-dibutuhkan-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2381" class="wp-caption-text">Berubah (<a href="https://unsplash.com/@rossf">Ross Findon</a>)</p></div>
<p>Pada waktu kuliah, penulis mencoba untuk lebih membuka diri. Hasilnya, penulis bisa berteman dengan lebih baik, setidaknya dari kacamata penulis sendiri.</p>
<p>Penulis berusaha menjaga relasi baik dengan mereka, sesuatu yang tidak penulis lakukan di masa sekolah. Hal ini membuktikan, bahwa <strong>perubahan</strong> memang harus dilakukan <strong>dari diri sendiri terlebih dahulu</strong>.</p>
<p>Selain itu, penulis percaya dengan yang namanya hukum kasualitas, <strong>semua akibat berawal dari sebuah atau beberapa sebab</strong>. Segala hal yang terjadi memiliki pemicunya, bukan terjadi karena secara acak.</p>
<p>Bisa jadi, penulis mendapatkan perlakukan buruk karena penulis <strong>pernah memperlakukan orang lain secara buruk pula</strong>. Bisa jadi, penulis merasa tidak dianggap keberadaannya karena pernah <strong>tidak menganggap keberadaan orang lain juga</strong>.</p>
<p>Hanya merutuk diri sendiri dan menyesali masa lalu tidak akan membawa dampak apa-apa. Lebih baik, berfokus dengan apa yang bisa kita perbaiki saat ini agar kejadian-kejadian tersebut tidak terulang di masa depan.</p>
<p>Salah satu cara yang bisa menopang perubahan tersebut adalah dengan membuang segala <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/satu-hari-untuk-pikiran-negatif/"><strong>pikiran negatif</strong></a> yang tidak diperlukan dan hanya berdasarkan asumsi semata.</p>
<p>Contoh, melihat foto teman-teman lama sedang berkumpul, tak perlu berpikir &#8220;kok aku enggak diajak ya, apa mereka benci sama aku&#8221;. Mungkin kita memang tidak terlalu dekat dengan mereka, sehingga lebih baik tidak usah terlalu dipikirkan.</p>
<p>Alangkah lebih baik jika kita memiliki inisiatif untuk membuat acara sendiri dengan teman-teman dekat tanpa diiringi perasaan ingin balas dendam. Kalau niatnya buruk seperti itu, kita hanya akan menambah dosa yang tidak perlu.</p>
<h3>Menjadi Keberadaan yang Dibutuhkan Orang Lain</h3>
<p>Mungkin penulis merasa senang menjadi <strong>keberadaan yang dibutuhkan orang lain</strong> karena pernah merasakan pahitnya tidak dianggap oleh orang lain.</p>
<p>Ketika merasa dibutuhkan, penulis akan berusaha untuk memberikan yang terbaik, entah menjadi <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/bukan-pendengar-yang-baik/">pendengar dengan penuh empati</a>, entah menyisihkan tenaga untuk membantu semaksimal mungkin, atau hal-hal lain yang bisa bermanfaat untuk orang lain.</p>
<p>Daripada memikirkan orang-orang yang tidak peduli dengan kita, lebih baik kita mencurahkan diri untuk orang-orang yang berarti dalam hidup ini, yang menyayangi kita, dan mungkin membutuhkan bantuan kita.</p>
<p>Dengan demikian, kita bisa menjadi <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/definisi-sukses-nomer-1-bermanfaat-bagi-orang-lain/">pribadi yang bermanfaat untuk orang lain</a>, bahkan bagi lingkungan sekitar kita. Kita bisa menjadi keberadaan yang dibutuhkan oleh orang lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 18 Mei 2019, terinspirasi setelah merenungi masa-masa lalu yang penuh dengan kesuraman</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@emotional_discord">J W</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/menjadi-keberadaan-yang-dibutuhkan-orang-lain/">Menjadi Keberadaan yang Dibutuhkan Orang Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk Apa Kita Ada?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-kita-ada/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-kita-ada/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2018 08:00:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[ada]]></category>
		<category><![CDATA[berbuat baik]]></category>
		<category><![CDATA[eksistensi]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[keberadaan]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Rene Descartes]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sering insomnia membuat penulis kerap kali overthinking tentang kehidupan yang penulis jalani. Banyak muncul pertanyaan-pertanyaan filosofis yang muncul, salah satunya adalah mengapa penulis ada di dunia ini? Cogito ergo sum Rene Descartes Filsuf asal Perancis, Rene Descartes, menyatakan bahwa dengan kita berpikir, maka itu menunjukkan eksistensi kita di dunia ini. Ya itu memang penerjemahan paling dangkal, tapi setidaknya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-kita-ada/">Untuk Apa Kita Ada?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sering insomnia membuat penulis kerap kali <em>overthinking </em>tentang kehidupan yang penulis jalani. Banyak muncul pertanyaan-pertanyaan filosofis yang muncul, salah satunya adalah mengapa penulis ada di dunia ini?</p>
<blockquote><p>Cogito ergo sum</p>
<p>Rene Descartes</p></blockquote>
<p>Filsuf asal Perancis, Rene Descartes, menyatakan bahwa dengan kita berpikir, maka itu menunjukkan eksistensi kita di dunia ini. Ya itu memang penerjemahan paling dangkal, tapi setidaknya itu membuktikan tidak ada yang salah dengan berpikir.</p>
<p>Penulis termasuk orang yang doyan berpikir. Mulai hal yang penting sampai yang sepele penulis pikirkan. Makanya, penulis membeli buku <a href="http://whathefan.com/2018/09/28/motivasi-anti-mainstream-pada-sebuah-seni-untuk-bersikap-bodo-amat/">Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat</a> untuk mengetahui bagaimana cara menyingkirkan pikiran-pikiran yang tidak penting dan berfokus pada hal-hal penting.</p>
<p>Mempertanyaan keberadaan di dunia termasuk golongan yang mana? Menurut penulis masih termasuk penting, tapi juga jangan terlalu lama dipikir. Apalagi jika sudah menemukan jawabannya.</p>
<p>Apakah penulis sudah menemukannya? Penulis pernah menemukannya pada buku tulisan ustad Felix Siauw yang berjudul <strong>Beyond the Inspiration</strong>. Pada buku tersebut, beliau mengutip Al-Quran bahwa kita diciptakan di dunia tidak lain dan tidak bukan hanya untuk beribadah kepada Tuhan.</p>
<p>Penulis membaca buku tersebut ketika kuliah. Ketika itu penulis masih belum merasa mantap dengan jawaban tersebut. Penulis belum merasa puas dengan jawaban tersebut karena dalam bayangan penulis ibadah adalah kegiatan-kegiatan ritual seperti sholat dan puasa.</p>
<p>Sekarang, penulis sadar bahwa makna dari ibadah itu sangat luas. Berbuat baik adalah ibadah. Memberi senyum adalah ibadah. Tidak menyakiti binatang adalah ibadah. Membuang sampah pada tempatnya adalah ibadah.</p>
<p>Artinya, kita ini ada untuk berlomba berbuat kebaikan. Kita ada bukan semata-mata hanya untuk beribadah dengan menyembah-Nya, tapi juga berbuat baik terhadap sesama manusia dan makhluk hidup.</p>
<p>Terlebih lagi, kita telah diamanahkan untuk menjadi pemimpin di Bumi karena kita adalah makhluk yang paling sempurna di antara makhluk-makhluk lain. Sudah sepantasnya jika kita melaksanakan tugas tersebut dengan baik, sehingga pengerusakan terhadap alam harus dihindari semaksimal mungkin.</p>
<p>Dengan memaknai alasan keberadaan kita di dunia ini, semoga kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 3 September 2018, terinspirasi ketika insomnia melanda</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/0LU4vO5iFpM?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Greg Rakozy</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/people-alone?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-kita-ada/">Untuk Apa Kita Ada?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-kita-ada/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
