<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>animasi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/animasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/animasi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Jun 2024 04:24:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>animasi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/animasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton X-Men ‘97</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-x-men-97/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-x-men-97/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 May 2024 16:41:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[animasi]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[serial]]></category>
		<category><![CDATA[X-Men '97]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7272</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rasanya sudah semakin jarang Marvel Cinematic Universe (MCU) merilis serial yang berkualitas. Dalam rentang waktu satu tahun terakhir, praktis hanya serial Loki Season 2 yang bisa dinikmati dan mampu menyajikan cerita yang menarik. Untungnya, serial animasi terbaru yang dirilis MCU akhirnya mampu mematahkan hal buruk tersebut, yakni X-Men &#8217;97. Penulis bukan penggemar die hard X-Men, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-x-men-97/">[REVIEW] Setelah Menonton X-Men ‘97</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Rasanya sudah semakin jarang <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/">Marvel Cinematic Universe (MCU)</a> merilis serial yang berkualitas. Dalam rentang waktu satu tahun terakhir, praktis hanya <a href="https://whathefan.com/filmserial/tulisan-ini-merangkum-ulasan-film-dan-serial-mcu-yang-terlewat/">serial <em>Loki Season 2</em></a><em> </em>yang bisa dinikmati dan mampu menyajikan cerita yang menarik.</p>



<p>Untungnya, serial animasi terbaru yang dirilis MCU akhirnya mampu mematahkan hal buruk tersebut, yakni <em><strong>X-Men &#8217;97</strong></em>. Penulis bukan penggemar <em>die hard </em>X-Men, tapi cukup familiar dengan karakter-karakternya karena pernah membacanya di majalah waktu kecil.</p>



<p>Serial asli <em>X-Men </em>yang rilis di tahun 90-an pun Penulis merasa tidak pernah menontonnya, walaupun <em>theme song-</em>nya terasa sangat familiar. Mungkin Penulis pernah menontonnya, tapi tidak bisa mengingatnya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<p>Yang jelas, Penulis memutuskan untuk menonton serial <em>X-Men &#8217;97 </em>karena merasa penasaran. Penulis sampai harus menonton rekap serial animasi aslinya agar bisa <em>catch up </em>dan memahami konflik apa yang akan dihadapi oleh para X-Men.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita X-Men &#8217;97</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Marvel Animation&#039;s X-Men &#039;97 | Final Trailer | Disney+" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/mp1Pax-QHlA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Meskipun menggunakan gaya animasi yang berbeda dengan versi aslinya, <em>X-Men &#8217;97 </em>merupakan sekuel langsung dengan gaya animasi yang telah menyesuaikan dengan era modern. Artinya, ceritanya pun <em>nyambung </em>dengan serial aslinya.</p>



<p>Di awal cerita, kita mengetahui bahwa Profesor Xavier telah dibawa ke luar angkasa oleh Lilandra demi menyelamatkan nyawanya. Lantas, X-Men pun secara mengejutkan jadi dipimpin oleh <strong>Magneto</strong>.</p>



<p>Beberapa kejadian pun terjadi selama Magneto menjadi pemimpin, termasuk Storm yang kehilangan kekuatannya. Selain itu, diketahui bahwa Jean Gray yang selama ini bersama X-Men ternyata hanya klon yang dibuat oleh Mister Sinister.</p>



<p>Klimaks konflik dari musim kali ini adalah penyerangan besar-besaran yang menghancurkan Genosha. Kejadian ini membuat karakter X-Men favorit Penulis, <strong>Gambit</strong>, harus tewas. Selain itu, Magneto juga berhasil diculik dan menghilang dalam waktu yang cukup lama.</p>



<p>Siapa dalang di balik penyerangan Genosha? Ternyata dia adalah <strong>Bastion</strong>, humanoid yang merupakan gabungan dari Nimrod dan Master Mold. Ia sangat membenci mutan, mengingat ia berasal dari entitas yang bertujuan untuk memusnahkan semua mutan.</p>



<p>Bastion tidak sendirian, ia dibantu oleh Mister Sinister dalam menjalankan misinya untuk memusnahkan mutan. Masalah makin pelik bagi X-Men, karena Magneto yang diculik berhasil kabur dan mematikan semua listrik di dunia dan menyatakan perang kepada manusia.</p>



<p>Di saat genting tersebut, Profesor Xavier pulang ke Bumi untuk menyelesaikan konflik yang ada. X-Men dibagi menjadi dua tim, satu berusaha menghentikan Magneto dan satu lagi menyerang Bastion yang melepaskan Prime Sentinels ke seluruh dunia.</p>



<p>Singkat cerita, pada akhirnya X-Men berhasil melakukan kedua misi tersebut. Namun, Asteroid M yang menjadi markas Magneto terjun ke Bumi dan berpotensi menyebabkan kiamat. Berbagai upaya dilakukan, tapi akhirnya Magneto-lah yang menghentikan insiden tersebut.</p>



<p>Setelah kejadian tersebut, banyak tokoh X-Men yang hilang dan tidak ditemukan. Pada akhirnya, terkuak kalau para X-Men terlempar ke lini masa yang berbeda, yang akan menjadi premis utama di musim selanjutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton X-Men &#8217;97</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Marvel Animation&#039;s X-Men &#039;97 | Official Trailer | Disney+" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/pv3Ss8o9gGQ?start=2&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah selesai menonton semua 10 episodenya, Penulis merasa cukup puas dengan serial ini. Gaya animasinya, walaupun tidak unik seperti <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-what-if-bagian-1/">What If&#8230;?</a></em>, cukup memanjakan mata. Dialog-dialog yang dimiliki, terutama yang keluar dari mulut Magneto, juga berkesan.</p>



<p>Meskipun Penulis tidak terlalu mengikuti X-Men, Penulis cukup mudah mengenali karakter-karakter yang ada di serial ini karena Penulis merupakan pemain <em>Marvel Snap</em>. Desain karakter yang ada di <em>game </em>TCG tersebut sama dengan yang ada di serial ini.</p>



<p>Selain karakter yang sudah familiar seperti Wolverine, Cyclops, Storm, Gambit, Beast, dan lainnya, Penulis langsung mengetahui karakter-karakter lainnya yang selama ini kurang ditonjolkan di film-film <em>live-action</em> seperti Jubilee, Morph, Sentinel, hingga Mister Sinister.</p>



<p>Penulis cukup menyayangkan kematian Gambit. Sudah di film <em>live-action </em>jarang muncul, sekalinya muncul di serial animasi malah harus mati. Namun, kematiannya yang heroik menjadi salah satu momen terbaik di serial ini.</p>



<p>Selain itu, ada banyak <em>cameo </em>menarik yang dimunculkan, mulai dari Captain America, Spider-Man, Silver Samurai, Omega Red, hingga Iron Man. Dengan kemunculan mereka, Penulis jadi berharap kalau di musim-musim selanjutkan akan ada tema X-Men vs Avengers.</p>



<p>Untuk konflik ceritanya sendiri bisa dibilang cukup berat, sehingga serial ini rasanya kurang cocok untuk anak-anak. Tema politik<strong> &#8220;manusia vs mutan&#8221;</strong> masih menjadi isu utama, di mana ada pihak yang ingin memusnahkan mutan dari Bumi karena berbagai alasan.</p>



<p>Salah satu poin utama yang membuat serial ini <em>outstanding </em>adalah bagaimana posisi Magneto yang tidak menjadi antagonis. Di serial ini, Magneto justru berusaha memahami apa keinginan Profesor Xavier, sebelum akhirnya merasa kalau usahanya berakhir sia-sia.</p>



<p>Bastion sebagai antagonis utama di serial ini juga terlihat sebagai musuh yang sulit untuk ditakhlukkan. Motivasinya untuk memusnahkan mutan mungkin kurang <em>deep</em>, tapi cukup kuat dan masuk akal. Pemilihannya sebagai <em>villain </em>utama sangat tepat.</p>



<p>Kesimpulannya, serial <em>X-Men &#8217;97 </em>berhasil menjadi oase di tengah gempuran serial Marvel lain yang kurang berkualitas. Walaupun tidak menonton serial aslinya, kita masih akan bisa menikmati jalan ceritanya tanpa perlu pusing.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Rating: 8/10</mark></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 28 Mei 2024, terinspirasi setelah menonton serial <em>X-Men &#8217;97</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://variety.com/2022/tv/news/x-men-97-release-date-season-2-comic-con-1235319958/">Variety</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-x-men-97/">[REVIEW] Setelah Menonton X-Men ‘97</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-x-men-97/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton Spider-Man: Across the Spider-Verse</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-across-the-spider-verse/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-across-the-spider-verse/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jun 2023 11:57:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[animasi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[Miles Morales]]></category>
		<category><![CDATA[Sony]]></category>
		<category><![CDATA[Spider-Man]]></category>
		<category><![CDATA[Spider-Verse]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6561</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu film yang Penulis paling nantikan pada tahun 2023 ini adalah Spider-Man: Across the Spider-Verse, yang merupakan sekual dari Spider-Man: Into the Spider-Verse yang rilis pada tahun 2018 silam. Waktu jeda hingga lima tahun tentu bukan waktu yang sebentar. Untungnya, kesabaran dalam menantikan sekuel film ini bisa terbayarkan, walau belum tuntas mengingat film ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-across-the-spider-verse/">[REVIEW] Setelah Menonton Spider-Man: Across the Spider-Verse</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Salah satu film yang Penulis paling nantikan pada tahun 2023 ini adalah <em><strong>Spider-Man: Across the Spider-Verse</strong></em>, yang merupakan sekual dari <em><a href="Spider-Man: Into the Spider-Verse">Spider-Man: Into the Spider-Verse</a></em> yang rilis pada tahun 2018 silam. </p>



<p>Waktu jeda hingga lima tahun tentu bukan waktu yang sebentar. Untungnya, kesabaran dalam menantikan sekuel film ini bisa terbayarkan, walau belum tuntas mengingat film ini bersambung ke film <em>Spider-Man: Beyond the Spider-Verse </em>yang akan rilis pada tahun 2024.</p>



<p>Lantas, apakah sekuelnya ini mampu menampilkan animasi sekeren film pertamanya? Apakah<em> </em>tema <em>multiverse </em>yang dimiliki mampu terlihat lebih rapi dibandingkan dengan <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/">Marvel Cinematic Universe (MCU)</a> yang sedang tertatih-tatih? <em><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></em></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner.jpg 1280w " alt="Maskulinitas pada Musik Dewa" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Maskulinitas pada Musik Dewa</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Spider-Man: Across the Spider-Verse</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="SPIDER-MAN: ACROSS THE SPIDER-VERSE - Official Trailer #2 (HD)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/shW9i6k8cB0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Berbeda dengan film pertama di mana kita mendengarkan kisah hidup Peter Parker sebagai Spider-Man, <em>Across the Spider-Verse </em>diawali dari perspektif <strong>Gwen Stacy/Spider-Gwen</strong> (Hailee Steinfeld) di semestanya yang bernuansa pastel. </p>



<p>Kita jadi tahu kalau Gwen menjadi buronan karena dianggap sebagai pembunuh Peter Parker, sehingga kerap merasa kesepian. Gwen pada akhirnya bersinggungan lagi dengan <em>multiverse </em>ketika Vulture dari masa Renaissance datang ke <em>universe</em>-nya. </p>



<p>Ketika berupaya menghentikannya, ia mendapatkan bantuan dari <strong>Miguel O&#8217;hara/Spider-Man 2099</strong> (Oscar Isaac) dan <strong>Jessica Drew/Spider-Woman</strong> (Issa Rae) dari <strong>Spider-Society</strong>. Gwen pun akhirnya bergabung dengan mereka, setelah membongkar identitasnya ke ayahnya.</p>



<p>Setelah itu, kita kembali ke semesta <strong>Miles Morales </strong>(Shameik Moore) yang sedang kesulitan menjalani kedua kehidupan, yakni sebagai seorang Miles dan sebagai seorang Spider-Man. Kali ini, ia berhadapan dengan musuh baru bernama <strong>The Spot</strong> (Jason Schwartzman).</p>



<p>Nah, kemunculan The Spot ini membuat Gwen datang ke semesta Miles, walaupun sebenarnya ia dilarang untuk melakukannya. Akibatnya, The Spot yang diburu Gwen pun berhasil kabur dan mulai menjelajahi <em>multiverse </em>untuk mendapatkan kekuatan yang lebih besar lagi.</p>



<p>Miles yang melihat adanya portal <em>multiverse </em>pun menyusul Gwen dan pergi ke Mumbattan, destinasi The Spot selanjutnya. Namun, tubuh Miles mengalami <em>glitch</em> karena penyusupan tersebut<em>.</em> Di sana ia juga bertemu dengan <strong>Pavitr Prabhakar/Spider-Man India</strong> (Karan Soni).</p>



<p>Mereka bertiga kesulitan menangkap The Spot, hingga <strong>Hobie Brown/Spider-Punk</strong> (Daniel Kaluuya) datang untuk membantu. Namun, semua terlambat karena The Spot mendapatkan yang ia inginkan, apalagi Miles melakukan sesuatu yang mengancam <em>multiverse</em>.</p>



<p>Apa yang Miles lakukan adalah menyelamatkan pacar dari Spider-Man India, yang seharusnya tewas dalam serangan tersebut. Akibatnya, Mumbattan pun menjadi berantakan karena penyelamatan tersebut di luar &#8220;Canon Event&#8221;.</p>



<p>Hal tersebut, ditambah dengan makin berbahayanya The Spot, membuat Miles datang ke markas para Spider-People dan bertemu dengan Spider-Man 2099. Ia juga bertemu dengan mentornya, <strong>Peter B. Parker</strong> (Jake Johnson), yang kini memiliki anak bernama<strong> Mayday</strong>.</p>



<p>Miles yang ingin bergabung ternyata ditolak mentah-mentah, bahkan sempat dikurung karena dianggap berbahaya. Miles pun memberontak, apalagi ia sempat mendapatkan <em>vision </em>kalau The Spot mengincar ayahnya dan ingin membunuhnya. </p>



<p>Adegan seru Miles dikejar ratusan varian Spider-Man pun terjadi, hingga akhirnya terkuak fakta kalau Miles adalah anomali karena laba-laba yang menggigitnya bukan dari semestanya, melainkan dari Earth-42.</p>



<p>Bahkan, Spider-Man 2099 menyalahkan Miles karena berkat dirinya, <em>timeline </em>jadi berantakan. Jika ia tidak digigit oleh laba-laba tersebut, Peter Parker akan masih hidup dan mampu menghentikan Kingpin. Dengan begitu, The Spot tidak akan pernah muncul ke dunia.</p>



<p>Akhirnya Miles kabur dari tempat tersebut. Namun, ternyata ia tidak pulang ke semestanya, melainkan ke Earth-42. Di semesta tersebut, ayahnya telah mati, Paman Aaron masih hidup, dan ia pun bertemu dengan varian jahat dirinya yang menjadi Prowler.</p>



<p>Di sisi lain, Gwen yang juga diusir pun berupaya untuk menolong Miles dengan mengumpulkan beberapa temannya, termasuk mereka yang muncul di film pertama. Film pun bersambung, dengan <em>Spider-Man: Beyond the Spider-Verse </em>akan tayang tahun depan!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Spider-Man: Across the Spider-Verse</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="SPIDER-MAN: ACROSS THE SPIDER-VERSE Clip - Stop Spider-Man" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/GPitD0-mkYA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Durasi film yang mencapai 2 jam 20 menit benar-benar tidak terasa. Meskipun terkesan sebagai prolog untuk film <em>Spider-Man: Beyond the Spider-Verse</em>, intensitas dari film ini benar-benar terasa sehingga tidak menimbulkan rasa bosan.</p>



<p>Alih-alih hanya berfokus pada kehidupan Miles Morales, kita menjadi mendapatkan banyak perspektif baru, terutama dari Gwen yang perannya di film ini cukup kuat. Adegan <em>action </em>yang dimiliki juga berhasil membuat penonton terhanyut akan ceritanya.</p>



<p>Animasi keren ala komik juga berhasil dipertahankan dengan baik, bahkan Penulis menganggapnya naik level. Dengan banyaknya karakter baru di film ini, tema animasi yang dihadirkan pun semakin bervariasi dan menarik.</p>



<p>Para pengisi suaranya pun berhasil melakukan pekerjaan mereka dengan baik sekali. Tidak hanya para pemeran lama, pemeran baru seperti Oscar Isaac pun berhasil membawakan karakternya dengan sangat baik.</p>



<p>Ada beberapa poin menarik yang ingin Penulis ulas dari film ini, termasuk bagaimana semesta di film ini bisa tersambung dengan MCU dan banyaknya <em>easter egg </em>menarik yang membuat penonton merasa senang sekaligus terkejut.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Konsep Multiverse di Spider-Verse</h3>



<p>Sejak awal, film-film Spider-Verse memang mengangkat tema <em>multiverse</em>. Bedanya, jika <em>Into the Spider-Verse </em>menghadirkan karakter dari semesta lain ke semesta Miles, kali ini Miles (dan kawan-kawan) yang bertualang menjelajah semesta lain.</p>



<p>Oleh karena itu, banyak konsep <em>multiverse </em>di film ini yang mirip dengan yang digunakan di MCU. Misalnya, Canon Event yang dijaga oleh Spider-Man 2099 mirip dengan Sacred Timeline yang digunakan oleh <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-loki-bagian-1/">TVA pimpinan He Who Remains</a>.</p>



<p>Selain itu, jika ada sesuatu yang berbeda dengan Canon Event, hal tersebut akan memicu peringatan bagi Spider-Society. Di MCU, hal ini disebut sebagai Nexus Event, di mana contohnya adalah <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-loki-bagian-2/">Loki yang mengambil Tesseract untuk kabur</a>.</p>



<p>Apa yang terjadi jika ada peristiwa yang melenceng dari Canon Event juga mirip dengan &#8220;Incursion&#8221; yang dijelaskan dalam film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Doctor Strange in the Multiverse of Madness</a></em> dan <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-what-if-bagian-1/">episode 4 serial <em>What If&#8230;?</em></a><em> </em>yang tayang di Disney+.</p>



<p>Selain itu, akhirnya kita juga mendapatkan penjelasan kalau laba-laba yang menggigit Miles berasal dari <em>universe </em>lain. Hal ini pun menjelaskan mengapa laba-laba tersebut terlihat mengalami <em>glitch</em> di film pertama.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Deretan Easter Egg Menarik</h3>



<p>Salah satu hal yang membuat <em>Spider-Man: Across the Spider-Verse </em>memiliki <em>hype </em>yang cukup tinggi adalah banyaknya <em>easter egg </em>yang &#8220;dijanjikan&#8221;. Apalagi, ada sekitar 280 varian Spider-Man yang dihadirkan, sehingga menimbulkan rasa penasaran siapa saja yang akan muncul.</p>



<p>Beberapa <em>easter egg </em>menarik yang muncul adalah seperti disebutnya semesta MCU ketika Spider-Man 2099 menyebutkan adanya peristiwa yang diakibatkan oleh film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-spider-man-no-way-home/">Spider-Man: No Way Home</a>.</em> Artinya, film-film Spider-Verse memang memiliki keterkaitan dengan MCU. </p>



<p>Selain itu, muncul juga beberapa <em>universe </em>yang cukup mencuri perhatian, seperti kemunculan semesta Lego dan semesta film<em> Venom</em> yang diwakili oleh Ms. Chen. Penulis jadi sedikit berharap kalau di film ketiga nanti akan lebih banyak semesta yang dihadirkan.</p>



<p>Karakter-karakter yang muncul pun jelas menjadi perhatian apra penonton. Adanya <strong>Donald Glover sebagai Prowler </strong>mungkin menjadi kejutan paling menyenangkan. Penulis juga menyadari kehadiran Spider-Man dari <em>game </em>PlayStation dan Spider-Man dari kartun klasik.</p>



<p>Ada juga klip dari trilogi Spider-Man Sam Raimi dan Spider-Man versi Andrew Garfield. Suara Jonah J. Jameson versi J.K. Simmons juga terdengar beberapa kali. Untuk selengkapnya, Pembaca bisa menonton video-video yang melakukan <em>breakdown </em>secara rinci di YouTube.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Jika disuruh menyebutkan kekurangan dari film <em>Spider-Man: Across the Spider-Verse</em>, Penulis akan memilih keputusan Sony untuk membagi film ini menjadi dua bagian. Rasanya begitu nanggung, apalagi <em>cliffhanger </em>yang dimiliki juga sangat terasa.</p>



<p>Namun, Penulis bisa memahami keputusan ini, mengingat film ini bisa berdurasi sekitar 5 jam jika tidak dibagi menjadi dua bagian. Pada akhirnya, Penonton harus bersabar satu tahun lagi sebelum bisa mengetahui kelanjutan kisah Miles, Gwen, dan lainnya.</p>



<p>Yang jelas, Penulis akan menonton<em> Spider-Man: Beyond the Spider-Verse</em> di hari perdana penayangannya, yang Penulis perkirakan akan hadir pada tanggal <strong>27 Maret 2024 </strong>di Indonesia.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 4 Juni 2023, terinspirasi setelah menonton <em>Spider-Man: Across the Spider-Verse</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://screenrant.com/spiderman-across-spiderverse-mcu-multiverse-failures-worse/">Screen Rant</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-across-the-spider-verse/">[REVIEW] Setelah Menonton Spider-Man: Across the Spider-Verse</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-across-the-spider-verse/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Suka Tintin?</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-tintin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jan 2020 05:02:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[animasi]]></category>
		<category><![CDATA[Herge]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Tintin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3250</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis menyukai Tintin, karakter komik yang berasal dari sentuhan Herge. Bukan fans fanatik, tapi sangat menggemari komik-komiknya dan menikmati jalan ceritanya. Karena pada tanggal 10 Januari kemarin Tintin berulang tahun, Penulis memutuskan untuk membuat tulisan mengenai hubungan Penulis dengannya. Awal Mula Berjumpa Semua berawal dari komik lawas dengan penerbit Indira milik Pakde. Komik tersebut dihibahkan ke Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-tintin/">Kenapa Suka Tintin?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis menyukai Tintin, karakter komik yang berasal dari sentuhan Herge. Bukan fans fanatik, tapi sangat menggemari komik-komiknya dan menikmati jalan ceritanya.</p>
<p>Karena pada tanggal 10 Januari kemarin Tintin berulang tahun, Penulis memutuskan untuk membuat tulisan mengenai hubungan Penulis dengannya.</p>
<h3>Awal Mula Berjumpa</h3>
<p><div id="attachment_3252" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3252" class="size-large wp-image-3252" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kenapa-suka-tintin-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kenapa-suka-tintin-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kenapa-suka-tintin-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kenapa-suka-tintin-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kenapa-suka-tintin-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3252" class="wp-caption-text">Dua Komik Tintin Pertama (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://issuu.com/tintinebook/docs/25_tintin_di_danau_hiu" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiL6p29ov3mAhWVzTgGHWM7BbsQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Issuu</span></a>)</p></div></p>
<p>Semua berawal dari komik <em>lawas </em>dengan penerbit Indira milik Pakde. Komik tersebut dihibahkan ke Penulis bersama dengan <a href="https://whathefan.com/animekomik/detail-pada-karya-don-rosa/">komik-komik Donal Bebek</a> yang kala itu masih berharga Rp150.</p>
<p>Ada dua komik yang didapatkan Penulis: <strong><em>Penerbangan 714</em></strong> dan <strong><em>Tintin di Danau Hiu</em></strong>. Seadainya komik Tintin pertama yang Penulis baca bukan kedua komik itu, rasanya Penulis tidak akan menjadi penggemar Tintin.</p>
<p>Kenapa begitu? Ada beberapa alasan. Pertama, kedua komik sama-sama memiliki komposisi &#8220;personel&#8221; yang lengkap. Pada tulisan ini, Penulis akan menggunakan nama mereka versi Inggrisnya karena pada versi <em>lawas </em>memang seperti itu.</p>
<p>Selain <strong>Tintin</strong> dan <strong>Snowy</strong> (Milo), ada <strong>Kapten Haddock</strong> dan <strong>Profesor Calculus </strong>(Profesor Lakmus). Untuk si kembar <strong>Thomson</strong> dan <strong>Thompson </strong>(Dupond &amp; Dupont), Penulis menemukan mereka berdua di komik <em>Tintin di Danau Hiu</em>.</p>
<p>Hal lain yang sama dari kedua komik adalah musuh utama yang dimiliki: <strong>Rastapopoulos</strong>. Bisa dibilang ia adalah musuh bebuyutan Tintin yang seolah tak pernah bisa mati.</p>
<p>Nilai tambah lainnya adalah lokasi komik <em>Penerbangan 714 </em>yang berada di Indonesia. Untuk komik satunya, Penulis sangat terkesan dengan adegan akhirnya di mana alat pengganda yang dimiliki Rastapopulos mengembang hingga tak terkendalikan.</p>
<p>Sewaktu kuliah, Penulis juga menonton film <em><strong>The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn</strong> </em>yang sangat berkesan. Berawal dari film inilah Penulis memutuskan untuk mulai mengoleksi komik Tintin.</p>
<h3>Koleksi Tintin Sekarang</h3>
<p><div id="attachment_3253" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3253" class="size-large wp-image-3253" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kenapa-suka-tintin-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kenapa-suka-tintin-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kenapa-suka-tintin-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kenapa-suka-tintin-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kenapa-suka-tintin-2-1536x910.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/kenapa-suka-tintin-2.jpg 1920w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3253" class="wp-caption-text">Komik-Komik Tintin (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://id.fanpop.com/clubs/tintin/images/4985656/title/adventures-tintin-wallpaper" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjrh_jcof3mAhXnyzgGHVCHChoQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">fanpop</span></a>)</p></div></p>
<p>Karena <em>full color </em>dan berukurang besar, harga komik Tintin cukup mahal. Oleh karena itu, sewaktu sekolah dan kuliah Penulis tidak bisa membelinya.</p>
<p>Untungnya, komik tersebut pada akhirnya diterbitkan versi kecil dengan harga yang lebih terjangkau. Apalagi, Penulis selalu beli buku di Togamas sehingga mendapatkan diskon hingga 15%.</p>
<p>Penulis ingat betul dulu dijual per bundel dengan masing-masing berisi enam judul. Waktu itu, Penulis belum punya uang sehingga tak sanggup untuk membelinya dan memilih untuk membeli satuan.</p>
<p>Ketika sekarang sudah (lumayan) punya uang, Tintin kembali diterbitkan versi lebar. Ketika berkunjung ke toko buku di mana pun, Penulis tak pernah lagi menemukan Tintin versi kecil.</p>
<p>Walaupun begitu, Penulis sudah memiliki beberapa judul Tintin di daftar koleksi Penulis. Beberapa di antaranya adalah <em><strong>Rahasia Unicorn</strong></em>, <em><strong>Harta Karun Rackham Merah</strong></em>, <em><strong>Petualangan di Bulan</strong></em>, hingga <em><strong>Permata Castafiore</strong></em>.</p>
<p>Beberapa judul juga sudah Penulis baca karena meminjam perpustakaan ataupun teman. Kebetulan, Penulis punya teman kantor yang juga penggemar Tintin.</p>
<p>Penulis mengutamakan komik yang ada Kapten Haddocknya, mengingat karakter tersebut favorit Penulis karena sumpah serapah randomnya.</p>
<p>Selain itu, Penulis juga menggemari dua detektif kembar, Thompson dan Thomson, karena kekocakan yang mereka miliki. Bagaimana mereka saling mengoreksi perkataan kembarannya menurut Penulis adalah sebuah ide cemerlang yang sangat menghibur.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Apa yang membuat Penulis dapat menikmati komik Tintin adalah kombinasi dari jalan cerita yang seru, kuatnya karakter dari tokoh-tokohnya, unsur detektif, gaya gambarnya, hingga komedinya yang khas.</p>
<p>Anehnya, Penulis tidak mengidolakan sang karakter utama. Penulis justru lebih memilih Kapten Haddock ataupun si kembar Thompson dan Thomson. Mungkin, karena karakter Tintin terlalu serius dan jarang memancing tawa.</p>
<p>Jika disuruh menyebutkan judul mana yang menjadi favorit Penulis, jawabannya ada dua komik asli yang dibaca pertama kali. Berkat kedua komik itulah Penulis bisa mengenal Tintin dan menjadi penggemarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 12 Januari 2020, terinspirasi karena kemarin Tintin baru saja berulang tahun</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwjhhsyeo_3mAhXEZCsKHdS8Aq0QjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwallpapercave.com%2Ftin-tin-wallpaper&amp;psig=AOvVaw2s77J2fASWrVlxiXG7Z0PU&amp;ust=1578891476584391"><span class="irc_ho" dir="ltr">Wallpaper Cave</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-tintin/">Kenapa Suka Tintin?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengetahui Proses Pembuatan Anime Melalui Anime</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/mengetahui-proses-pembuatan-anime-melalui-anime/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/mengetahui-proses-pembuatan-anime-melalui-anime/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2018 13:27:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[animasi]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[behind the scene]]></category>
		<category><![CDATA[favorit]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Shirobako]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=591</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mengetahui suatu proses dari sebuah karya adalah salah satu hobi penulis, hampir di bidang apapun. Penulis gemar melihat behind the scene dari pembuatan film maupun rekaman lagu. Selain itu, proses pembuatan anime juga menarik minat penulis. Oleh karena itu, sewaktu mengetahui ada anime yang menceritakan tentang pembuatan anime, penulis langsung download. Judulnya adalah Shirobako (白箱) atau bila diterjemahkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/mengetahui-proses-pembuatan-anime-melalui-anime/">Mengetahui Proses Pembuatan Anime Melalui Anime</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mengetahui suatu proses dari sebuah karya adalah salah satu hobi penulis, hampir di bidang apapun. Penulis gemar melihat <em>behind the scene </em>dari pembuatan film maupun rekaman lagu.</p>
<p>Selain itu, proses pembuatan anime juga menarik minat penulis. Oleh karena itu, sewaktu mengetahui ada anime yang menceritakan tentang pembuatan anime, penulis langsung download.</p>
<p>Judulnya adalah <em>Shirobako </em>(白箱)<em> </em>atau bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi &#8220;Kotak Putih&#8221;. Penulis kurang mengetahui apa alasan pemberian judul tersebut.</p>
<p><strong>Anime Favorit Penulis</strong></p>
<p>Ketika penulis menanyakan kepada beberapa teman yang lebih fasih dalam bidang anime, semua mengatakan tidak mengetahui anime yang satu ini. Wah, padahal dari beberapa review yang penulis baca, semua memberikan komentar yang positif.</p>
<p>Setelah menamatkan anime ini, penulis tanpa ragu menyematkan &#8220;anime favorit&#8221; kepada Shirobako (meskipun baru sedikit anime yang penulis tonton, itupun hampir semua hanya anime yang memiliki unsur komedi) dengan beberapa alasan.</p>
<p><div id="attachment_595" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-595" class="size-large wp-image-595" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Shirobako7-1024x575.png" alt="" width="1024" height="575" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Shirobako7-1024x575.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Shirobako7-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Shirobako7-768x431.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Shirobako7-356x200.png 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Shirobako7.png 1052w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-595" class="wp-caption-text">Salah Satu Proses (https://www.animefeminist.com/tag/shirobako/)</p></div></p>
<p>Pertama, anime ini berhasil menjelaskan proses pembuatan anime secara detail namun tidak membosankan. Dimulai dari pembuatan <em>storyboard</em>, penggambaran karakter, pembuatan animasi gerak, <em>colouring, </em>hingga memberi efek suara diceritakan dengan menarik.</p>
<p>Kedua, alur ceritanya yang menarik yang berpusat pada Miyamori Aoi, asisten produksi dari sebuah studio anime. Dengan jabatannya, ia bertanggungjawab kepada keseluruhan proses pembuatan anime mulai awal hingga akhir. Ditambah bumbu <em>slice of life </em>antara Aoi dan teman-teman semasa SMAnya yang bercita-cita memiliki studio animasi sendiri, menambah pesona alur cerita pada anime ini. Dan, tentu, ada bumbu-bumbu komedi di Shirobako.</p>
<p><div id="attachment_593" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-593" class="size-large wp-image-593" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/bdac890f-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/bdac890f-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/bdac890f-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/bdac890f-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/bdac890f-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/bdac890f.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-593" class="wp-caption-text">Miyamori Aoi (http://gaming.moe/?p=861)</p></div></p>
<p>Lalu yang terakhir, anime ini hampir tidak memiliki unsur <em>ecchi</em>, unsur yang sebisa mungkin penulis hindari ketika menonton anime, walaupun pada anime ini sangat banyak tokoh wanitanya. Dengan tidak ada unsur tersebut, penulis bisa santai menonton Shirobako tanpa perasaan was-was akan ketahuan oleh orang lain.</p>
<p><strong>Underestimate</strong></p>
<p>Karena itu, penulis heran, mengapa anime ini tidak terlalu populer di Indonesia. Ketika membaca review-review di blog orang, semua juga mengatakan anime ini dipandang sebelah mata. Orang-orang sudah <em>underestimate </em>terlebih dahulu.</p>
<p>Mungkin karena banyak yang menganggap anime yang datar seperti ini sangat membosankan. Tidak ada desing suara pedang beradu, tidak ada sihir yang muncul dari tongkat, dan tidak ada kisah percintaan untuk menjadi pelengkap. Mungkin, juga karena tidak ada &#8220;pemandangan&#8221; yang tersisip.</p>
<p><div id="attachment_594" style="width: 778px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-594" class="wp-image-594 size-full" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/shirobako-116501.jpg" alt="" width="768" height="432" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/shirobako-116501.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/shirobako-116501-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/shirobako-116501-356x200.jpg 356w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><p id="caption-attachment-594" class="wp-caption-text">Suasana Kantor (https://schoolgirlmilkycrisis.com/tag/shirobako/)</p></div></p>
<p>Padahal, menurut penulis, banyak <em>value </em>yang diperoleh dari Shirobako. Sebut saja menghargai proses daripada hasil itu sendiri.</p>
<p>Di dalam proses pembuatan anime tersebut, seringkali muncul permasalahan-permasalahan seperti sakitnya animator, karyawan yang teledor, sutradara yang sedang buntu menulis jalan cerita, dan lain sebagainya. Dibutuhkan <em>solution maker </em>ketika masalah tersebut muncul, membuat penulis terinspirasi menjadi <em>solution maker </em>di lingkungan penulis sendiri.</p>
<p>Shirobako adalah anime yang akan selalu penulis rekomendasikan untuk ditonton bagi yang sedang mencari anime.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 4 April 2018, ditulis setelah sekian lama hanya menjadi sebuah konsep</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://codepen.io/T1/details/rOzVmO">https://codepen.io/T1/details/rOzVmO</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/mengetahui-proses-pembuatan-anime-melalui-anime/">Mengetahui Proses Pembuatan Anime Melalui Anime</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/mengetahui-proses-pembuatan-anime-melalui-anime/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
