Connect with us

Film & Serial

Setelah Menonton Loki (Bagian 1)

Published

on

Serial ketiga Marvel yang tayang di Disney+, Loki, baru saja merilis episode terakhirnya pada hari Rabu (14/7) kemarin. Oleh karena itu, sudah waktunya Penulis membuat artikel review-nya.

Banyak fans Marvel yang beranggapan kalau Loki adalah yang terbaik dibandingkan dengan dua serial sebelumnya, yakni WandaVision dan The Falcon and the Winter Soldier (TFATWS).

Kalau pengaruhnya ke Marvel Cinematic Universe (MCU), mungkin Loki memang memberikan dampak yang jauh lebih besar. Hanya saja, Penulis secara pribadi tetap lebih suka WandaVision dibandingkan Loki.

Apa Cerita Loki?

Sama seperti TFATWS, Loki memiliki 6 episode. Bedanya, Loki tayang setiap hari Rabu ketika dua serial sebelumnya tayang setiap hari Jumat.

Ceritanya sendiri berawal ketika para Avengers melakukan perjalanan waktu untuk mengambil Infinity Stones. Salah satu destinasi mereka adalah New York tahun 2012, ketika Loki (Tom Hiddleston) datang menyerang Bumi.

Sayangnya, kelalaian Tony Stark mengakibatkan Tesseract jatuh ke tangan Loki dan ia pun menggunakan benda tersebut untuk kabur. Nah, di sinilah petualangan Loki dimulai.

Episode 1: Glorious Purpose

Loki yang Kabur (Marvel)

Ketika kabur menggunakan Tesseract, Loki terdampar di gurun Gobi, Mongolia. Kehadirannya di sana langsung memancing datangnya Time Variance Authority (TVA).

Kaburnya Loki dianggap merusak The Sacred Timeline sehingga ia harus dibawa ke TVA untuk diadili. Loki pun dibuat tak berdaya dan harus menjalani serangkaian proses hukum.

Ketika berada di hadapan hakim Ravonna Renslayer (Gugu Mbatha-Raw), ia didakwa bersalah atas kejahatan waktu dan mendapatkan hukuman berupa direset.

Hanya saja, ia diselamatkan oleh salah satu agen TVA, Mobius M. Mobius (Owen Wilson). Sang agen butuh bantuan Loki untuk menangkap varian Loki yang lain.

Episode 2: The Variant

Loki dan Mobius (Vulture)

Loki secara resmi diperbantukan Mobius untuk menangkap variannya. Hanya saja, ia sempat berusaha menipu Mobius dan pasukan TVA lainnya sehingga sempat bermasalah.

Untungnya, Loki diberi kesempatan kedua untuk membuktikan bahwa dirinya berguna. Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Loki.

Loki pun memiliki gagasan kalau sang varian kemungkinan bersembunyi di timeline di mana kiamat akan terjadi. Alasannya, apapun yang akan dilakukan varian tidak akan memengaruhi The Sacred Timeline.

Setelah melakukan pencarian, Loki berkesimpulan bahwa varian Loki ini bersembunyi di Roxxcart Mall, Haven Hills, Alabama, pada tahun 2050.

Loki pun bertemu dengan variannya yang ternyata seorang wanita bernama Sylvie (Sophia Di Martino). Setelah berkonfrontasi, Loki pun mengejar varian dirinya dan meninggalkan Mobius.

Episode 3: Lamentis

Loki dan Sylvie (Marvel)

Sylvie ternyata berencana menyerang markas TVA dan Time Keepers. Sayangnya, rencana yang sudah ia susun bertahun-tahun digagalkan oleh Loki. Mereka berdua justru pergi ke planet Lamentis yang akan segera kiamat.

Tidak ingin berakhir di sana, Loki dan Sylvie pun berusaha untuk mencari keadaan yang bisa membawa mereka keluar dari planet tersebut. Pada episode ini, hubungan antara keduanya dibuat menjadi lebih dekat.

Setelah melalui perjalanan yang melelahkan, mereka harus berhadapan dengan fakta bahwa kendaraan yang bisa membawa mereka keluar dari planet tersebut hancur karena ditabrak pecahan bulan.

Episode 4: The Nexus Event

Varian Loki Lainnya (Greenscene)

Mobius dan pasukan TVA terus berusaha mencari keberadaan Loki dan Sylvie. Mereka akhirnya berhasil, ketika perasaan cinta antara Loki dan Sylvie menimbulkan peristiwa Nexus yang unik.

Keduanya pun digiring ke markas TVA untuk diinterogasi. Loki mendapatkan perlakukan unik, di mana ia mengalami time looping dan harus menerima pukulan dari Lady Sif (Jaimie Alexander) yang menjadi cameo di episode ini.

Di sisi lain, salah satu pasukan TVA, B-15 (Wunmi Mosaku), merasakan sensasi aneh setelah pikirannya dirasuki oleh Sylvie. Ia merasa bahwa dirinya pernah memiliki kehidupan di masa lalu.

Mobius menemukan fakta yang menyadarkan dirinya ada yang salah dengan TVA. Ia pun memutuskan untuk membantu Loki. Sayangnya, tindakannya ketahuan oleh Renslayer dan Mobius pun direset.

Loki dan Sylvie dibawa ke hadapan Time Keepers, tapi berhasil memberikan perlawanan dan Sylvie berhasil memenggal salah satu kepala Time Keepers. Ternyata, mereka hanyalah robot tanpa pikiran.

Di saat Loki akan mengutarakan perasaannya kepada Sylvie, Renslayer berhasil menghunuskan tongkat untuk mereset Loki. Sylvie berhasil mengalahkan Renslayer dan menuntut penjelasan darinya.

Episode ini menjadi satu-satunya episode Loki yang memiliki adegan post-credit, di mana Loki terbangun di sebuah tempat dan bertemu dengan varian Loki yang lain.

Episode 5: Journey Into Mystery

Masih Banyak Varian Loki Lainnya (IGN)

Ternyata, orang yang direset oleh TVA akan dikirim ke tempat bernama The Void. Di sana, ada monster bernama Alioth yang akan memakan segalanya.

Loki bertemu dengan varian Loki lainnya, seperti Classic Loki (Richard E. Grant), Kid Loki (Jack Veal), Boastful Loki (DeObia Oparei), hingga Crocodile Loki. Mereka pun berusaha untuk menyelamatkan diri dari Alioth.

Di sisi lain, Sylvie berusaha menginterogasi Renslayer sebelum akhirnya memutuskan untuk mereset dirinya sendiri. Ketika sampai di The Void, ia berhasil diselamatkan oleh Mobius yang menemukan mobil.

Loki dibawa ke markas para Loki, sebelum menyadari ada peristiwa kudeta yang dilakukan oleh varian Loki lainnya. Untungnya, Loki bersama Classic Loki, Kid Loki, dan Crocodile Loki berhasil kabur dari tempat tersebut dan mereka akhirnya bertemu dengan Sylvie dan Mobius.

Setelah berdiskusi, akhirnya mereka memutuskan untuk memengaruhi Alioth dengan kekuatan sihir Sylvie. Dengan pengorbanan yang dilakukan oleh Classic Loki, mereka berhasil menemukan sebuah tempat tersembunyi di mana dalang di balik TVA berada.

Episode 6: For All Time. Always.

Sylvie dan Loki Bertarung di Hadapan He Who Remains (Barbados News)

Loki dan Sylvie akhirnya bertemu dengan dalang di balik TVA. Ia adalah He Who Remains (Jonathan Majors), orang yang dianggap fans sebagai varian dari Kang the Conqueror.

He Who Remains bercerita bahwa dirinya dulu merupakan ilmuwan dari Bumi di abad ke-31. Ia menemukan multiverse dan bertemu dengan varian dirinya yang lain.

Sayang, ada varian dirinya yang lain yang berambisi untuk menakhlukkan universe lain. Perang multiverse pun terjadi, namun pada akhirnya He Who Remains menjadi pemenangnya setelah berhasil menjinakkan Alioth.

Ia mengatakan kalau dirinya memang sudah lama menantikan Loki dan Sylvie agar mereka berdua bisa menggantikan perannya sebagai penjaga The Sacred Timeline.

Loki dan Sylvie berbeda pendapat. Ketika Sylvie tetap ingin membunuh orang yang menyebabkan ia menderita selama ini, Loki berpendapat kalau kematian He Who Remains bisa mengakibatkan hal buruk.

Mereka berdua akhirnya bertarung, namun Sylvie berhasil membuang Loki ke markas TVA. Sylvie pun membunuh He Who Remains dan timeline pun menjadi berantakan tak karuan.

Loki yang berada di markas TVA segera menemui Mobius untuk menjelaskan yang terjadi. Sayangnya, Mobius terlihat tidak mengingat Loki sama sekali. Ketika ia melihat patung Time Keepers, ia melihat bahwa patung tersebut telah berubah menjadi patung He Who Remains.

Bersambung ke bagian 2…


Lawang, 17 Juli 2021, terinspirasi setelah menonton serial Loki

Foto: IGN Southeast Asia

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Film & Serial

Setelah Menonton What If…? (Bagian 2)

Published

on

By

Tulisan ini merupakan sambungan dari artikel Setelah Menonton What If…? (Bagian 1) yang tayang kemarin (17/10). Pada Bagian 2 ini, Penulis akan membahas episode 6 hingga episode 9, serta konklusi setelah menonton semua episodenya.

Episode 6 – What If… Killmonger Menyelamatkan Tony Stark?

Killmonger dan Tony Stark (Marvel)

Jalan Cerita Episode 6

Killmonger merupakan salah satu villain Marvel yang mendapatkan apresiasi dari fan. Diperankan oleh Michael B. Jordan, Killmonger dengan mudah mencuri perhatian di film Black Panther.

Di episode 6, diceritakan jika Killmonger menyelamatkan Tony Stark dari serangan teroris. Gara-gara peristiwa tersebut, di universe ini Tony Stark tidak pernah menjadi Iron Man dan Killmonger berhasil menjadi orang kepercayaan Tony.

Ternyata, semua kejadian sudah direncanakan oleh Killmonger untuk mendapatkan “Gundam” dari Stark Industries dan menggunakannya untuk mendapatkan kepercayaan dan kekuasaan di Wakanda.

Setelah Menonton Episode 6

Semua rencana milik Killmonger bisa berjalan mulus dari awal hingga akhir. Hanya ada dua orang yang menaruh curiga kepadanya, Pepper Potts dan Shuri yang masih kecil. Jalan ceritanya sendiri termasuk oke, Killmonger jelas merupakan villain yang berotak

Killmonger terlihat sebagai orang dingin yang tak segan membunuh orang demi kepentingannya. Tony Stark dan T’Challa menjadi beberapa di antaranya. Sayangnya, episode ini memiliki akhir yang menggantung sehingga terasa kurang.

Peringkat: 7 dari 10.

Episode 7 – What If… Thor Menjadi Anak Tunggal?

Thor Hobi Party (Comic Book Club)

Jalan Cerita Episode 7

Bagaimana jika Thor tidak pernah memiliki saudara angkat Loki? Ternyata hasilnya adalah Thor menjadi hobi party di planet orang! Salah satu planet yang menjadi tempat untuk mengadakan pestanya adalah Bumi.

Dengan banyaknya makhluk dari planet lain ke Bumi, tentu ada saja kerusakan yang dibuat. Saking merepotkannya, Captain Marvel sampai harus datang ke Bumi dan melakukan pertarungan yang cukup seru dengan Thor.

Thor akhirnya harus membereskan keadaan setelah Jane mengadukan tindakan Thor ke ibunya, Frigga. Dengan kocak, Thor dan teman-temannya pun segera membereskan kerusuhan yang mereka buat.

Berbeda dengan episode lain di serial ini, nampaknya episode 7 memiliki ending yang bahagia, sebelum kita melihat cuplikan sedikit dari Ultron/Vision di akhir episode.

Setelah Menonton Episode 7

Bisa dibilang ini adalah episode yang paling fun dan menggelitik perut. Thor seolah cocok sekali dengan karakter superhero yang kuat, tapi kocak. Kehadiran Loki dalam bentuk Frost Giant juga menjadi kejutan tersendiri.

Episode ini sangat menghibur dan menjadi salah satu episode terbaik yang dimiliki oleh What If…, meskipun Penulis tidak paham bagaimana Thor bisa membereskan semua kerusuhan yang ia buat dengan cepat.

Peringkat: 8 dari 10.

Episode 8 – What If… Ultron Menang?

Ultron/Vision Terlalu OP (Kakuchopurei)

Jalan Cerita Episode 8

Ultron gagal mengambil tubuh humanoidnya di film Avengers: Age of Ultron. Alih-alih, tubuh tersebut dimanfaatkan oleh para Avengers dan lahirlah Vision. Penulis paham mengapa jalan ceritanya seperti itu, karena jika Ultron berhasil hasilnya sangat mengerikan!

Di episode 8, diceritakan kalau Ultron berhasil mengambil tubuh humanoidnya dan menjadi versi yang lebih sempurna. Para Avengers gagal menghentikannya dan Ultron pun berhasil meluncurkan semua rudal nuklir yang ada di dunia.

Hanya ada dua orang yang tersisa di Bumi, Black Widow dan Hawkeye. Mereka berusaha mencari kunci mengalahkan Ultron yang ternyata adalah salinan otak dari Armin Zola. Dalam perjalanannya, Hawkeye mengorbankan diri agar Black Widow bisa menyelamatkan diri.

Setelah merasa telah menghancurkan Bumi, Thanos datang ke Bumi dengan membawa lima Infinity Stones. Hanya dengan satu kali tembakan, Ultron berhasil membelah tubuh Thanos dan menguasai semua Infinity Stones.

Ultron pun mengetahui kalau di semesta ini ada banyak planet dan kehidupan yang perlu dibinasakan untuk mendapatkan kedamaian. Ia pun pergi ke seluruh alam semesta untuk menjalankan misinya.

Yang bikin tegang, Ultron merasakan kehadiran The Watcher dan berusaha mengejarnya. Ultron berhasil dan melakukan duel sengit melawan The Watcher. Hampir menang, The Watcher berhasil kabur ke tempat Doctor Strange jahat yang muncul di episode 4.

Setelah Menonton Episode 8

Sampai episode 7, Penulis mengira kalau semua episode What If…? tidak memiliki keterkaitan sama sekali. Ternyata, semuanya bermuara menjadi satu, dimulai dari bertemunya The Watcher dengan Doctor Strange jahat dan meminta bantuannya.

The Watcher yang sudah bersumpah tidak akan melakukan intervensi, terpaksa melanggar sumpahnya karena Ultron sudah terlalu kuat dan bisa mengancam multiverse. Episode ini bisa dibilang sangat gokil dan membuat penontonnya terperangah.

Peringkat: 9 dari 10.

Episode 9 – What If… The Watcher Melanggar Sumpahnya?

The Watcher Membentuk Guardians of the Multiverse (Ashley)

Jalan Cerita Episode 9

The Watcher yang meminta bantuan Doctor Strange akhirnya mulai mengumpulkan orang-orang yang nantinya disebut sebagai Guardians of the Multiverse. Anggotanya adalah karakter-karakter yang sudah kita lihat di episode 1. Mereka adalah:

  • Captain Carter
  • T’Challa Star Lord
  • Doctor Strange
  • Killmonger
  • Party Thor

Pengecualian terjadi pada Gamora yang mengenakan armor milik Thanos, di mana selanjutnya dikonformasi kalau seharusnya episode tersebut tayang di season ini. Namun karena pandemi, episode tersebut harus geser ke season 2 mendatang.

Mereka pun menyusun rencana untuk mengalahkan Ultron. Di tengah perjalanannya, Black Widow dari universe yang sama dengan Vision muncul untuk membantu mereka. Setelah pertarungan yang relatif singkat, tubuh Ultron berhasil dirasuki oleh Zola.

Setelah usai, Killmonger justru merebut semua Infinity Stones dan ingin menggunakannya untuk kepentingannya sendiri. Akan tetapi, Zola juga berencana untuk memanfaatkannya dan keduanya pun berebutan.

Mereka akhirnya dikurung oleh Doctor Strange dalam sebuah dimensi dan ia akan menjadi penjaganya. The Watcher pun memulangkan semua anggota Guardians of the Multiverse, kecuali Black Widow yang dikirim ke universe di mana para Avengers mati.

Selain itu, Captain Carter yang kembali ke universe-nya menemukan fakta bahwa Hydra Stomper ditemukan dan ada orang di dalamnya.

Setelah Menonton Episode 9

Sebagai episode pamungkas, entah mengapa rasanya ada yang kurang dari episode ini. Zola yang bisa merebut tubuh Ultron terasa sedikit memaksa, walau Penulis sendiri tidak memiliki ide akhir yang lebih baik.

Selain itu, Doctor Strange terlihat sangat overpowered di sini. Bisa dibilang, ia “menggendong” semua karakter lainnya dengan memberikan mantera perlindungan sembari bertarung dengan sangat sengit melawan Ultron.

Setidaknya, para superhero kita mendapatkan akhir yang baik di episode ini. Sebagai pemanis, rasanya begitu menenangkan dan membuat kita tersenyum saat melihatnya.

Peringkat: 8 dari 10.

Penutup

Sama seperti serial Loki, What If…? juga direncanakan akan memiliki season kedua yang kemungkinan besar akan tayang tahun depan. Belum diketahui akan ada pengandaian apalagi, yang jelas kita akan mengetahui bagaimana kisah Gamora yang muncul di episode 9.

Secara overall, serial ini memberikan suguhan yang segar dan membuat mata kita terbuka kalau kemungkinan semesta Marvel untuk berkembang itu sangat luas. Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi di phase 4 yang sedang berjalan sekarang.

Selain itu, setidaknya empat kali Tony Stark harus mati di serial ini: Episode 3, 5, 6, dan 8. Ini seolah menjadi pesan dari Marvel kalau karakter yang diperankan oleh Robert Downey Jr. tersebut memang harus mati di MCU.

Secara keseluruhan, Penulis akan memberi nilai serial ini 7.5/10. Animasi keren, jalan cerita yang sangat liar, walaupun ada beberapa hal yang dirasa ganjil dan pace yang kadang terlalu terburu-buru karena dibatasi oleh durasi.


Lawang, 18 Oktober 2021, terinspirasi setelah menonton serial What If…?

Foto: Disney+ Latest News – Page 2 | SYFY WIRE

Continue Reading

Film & Serial

Setelah Menonton What If…? (Bagian 1)

Published

on

By

Awalnya Penulis merasa sedikit skeptis terhadap serial What If…? yang tayang di Disney+. Berbeda dengan tiga serial sebelumnya (Wanda Vision, The Falcon and the Winter Soldier, Loki), What If… merupakan serial animasi pertama dari Marvel Cinematic Universe (MCU).

Selain itu, serial ini juga tidak memiliki keterkaitan langsung dengan MCU, meskipun head writer AC Bradley mengatakan kalau What If…? bersifat canon alias memiliki koneksi dengan MCU.

Sesuai dengan namanya, What If…? mengajak kita berandai-andai bagaimana seandainya kejadian yang ada di MCU berubah. Melalui serial ini, kita diajak untuk menyelam lebih dalam ke multiverse milik MCU.

The Watcher (Inverse)

Kita akan dipandu oleh The Watcher yang disuarakan oleh Jeffrey Wright. Ia digambarkan sebagai orang yang mengawasi multiverse, tetapi tidak bisa ikut campur jika ada konflik. Ia hanya bertugas sebagai seorang “pengawas”.

Setelah menonton 9 episodenya, bisa dibilang rasa skeptis di awal sirna begitu saja. Penulis dapat menikmati semua episodenya yang menyajikan animasi keren dengan jalan cerita yang begitu imajinatif!

Episode 1 – What If… Captain Carter adalah Avenger Pertama?

Captain Carter (Full Circle Cinema)

Jalan Cerita Episode 1

Episode pertama merupakan episode perkenalan dari serial ini. Angle yang diambil adalah bagaimana sebuah kejadian kecil bisa mengubah banyak hal Di sini, kita bisa melihat Peggy Carter tidak masuk ke dalam ruangan seperti di film Captain America pertama ketika Steve Rogers hendak disuntikkan serum super.

Akibatnya, terjadi kericuhan yang membuat Rogers terluka dan Carter menjadi penerima serum tersebut. Musuh yang dihadapi sama, Hydra, tetapi Tesseract berhasil direbut dan dimanfaatkan oleh Howard Stark untuk membuat Hydra Stomper yang dikendalikan oleh Rogers.

Singkat cerita Red Skull berhasil membuka semacam portal yang mengeluarkan makhluk bertentakel raksasa dan harus mengorbankan diri agar makhluk tersebut kembali ke dunianya. Ketika Carter berhasil kembali dunianya, ia sudah berada di masa depan sama seperti cerita Rogers

Setelah Menonton Episode 1

Sebagai episode pembuka, serial ini bisa menunjukkan seperti apa konsep yang diusung oleh What If…?. Hanya saja dari sisi cerita dan tingkat “wow” yang dimiliki, episode ini terkesan biasa saja.

Peringkat: 6 dari 10.

Episode 2 – What If… T’Challa Menjadi Star-Lord?

T’Challa Star Lord (HITC)

Jalan Cerita Episode 2

Kita semua tahu Peter Quill adalah Star Lord, tapi di episode ini justru T’Challa sang raja Wakanda lah yang menjadi Star Lord. Jika Peter menjadi sosok yang kesannya tidak terkenal dan slengekan, T’Challa Star Lord justru menjadi sosok yang penting.

Ia begitu dihormati di kalangan bajak laut luar angkasa. Bahkan, Thanos pun sampai bisa mengurungkan niatnya untuk memusnahkan setengah populasi semesta. Sebagai gantinya, The Collector menjadi penjahat utama di episode ini.

Pertarungan pun terjadi antara T’Challa melawan The Colector. Selain itu, ia akhirnya mengetahui kalau keluarga Wakandanya masih hidup dan ia pun berkumpul lagi bersama mereka.

Setelah Menonton Episode 2

Episode ini bisa dibilang memiliki kejutan yang lumayan, terutama di bagian Thanos yang menjadi anggota kru T’Challa. Siapa yang menyangkan kalau hero kita yang satu ini menguasai bacot no jutsu milik Naruto?

Selain itu, episode ini didedikasikan untuk mendiang Chadwick Boseman yang meninggal tahun 2020 kemarin.

Peringkat: 7 dari 10.

Episode 3 – What If… Dunia Kehilangan Pahlawan Terkuatnya?

Ketika Hampir Semua Anggota Avengers Mati (Marvel)

Jalan Cerita Episode 3

Ketika Nick Fury hendak memulai Avengers Initiative, semua orang-orang yang ia kumpulkan mati satu per satu. Tony Stark, Thor, Hawkeye, Hulk, hingga yang terakhir Black Widow. Bahkan, kematian Thor membuat Loki dan Asgard hendak melakukan penyerangan ke Bumi.

Berkat petunjuk yang diberikan oleh Black Widow sebelum ia mati, Nick Fury mengetahui kalau pembunuh para hero adalah Hank Pym yang dendam akibat kematian putrinya, Hope. Dengan bantuan Loki, Fury berhasil mengalahkan Pym.

Setelah Menonton Episode 3

Episode ini berhasil membuat kita menebak-nebak siapa yang membunuh para anggota Avengers. Bahkan Thanos sekalipun tidak mampu membunuh mereka semua. Penulis pun tidak bisa menebak siapa pelakunya, sampai nama Hope disebutkan.

Peringkat: 7 dari 10.

Episode 4 – What If… Doctor Strange Kehilangan Hatinya, Bukan Tangannya?

Supreme Doctor Strange (The Cinemaholic)

Jalan Cerita Episode 4

Di versi MCU, Stephen Strange pergi ke Kamar Taj karena tangannya tidak berfungsi. Di episode ini, Strange kehilangan “hatinya” karena kematian kekasihnya, Christine Palmer. Ia mencari cara untuk mengembalikan waktu dan menyelamatkannya.

Setelah menyadari kalau kematian Christine tidak terhindarkan, ia pun berusaha mencari Lost Library of Cagliostro. Selain mempelajari hal-hal terlarang, ia juga menyerap kemampuan dari makhluk lain hingga ia terlihat berubah seperti monster.

Doctor Strange versi lainnya berusaha menghentikan Doctor Strange jahat ini, namun kekuatannya tidak sebanding. Ia pun berhasil menghidupkan kembali Christine, tetapi semestanya hancur hingga menyisakan dirinya sendiri.

Setelah Menonton Episode 4

Rasanya sangat jarang Marvel membuat film atau serial yang memiliki dark ending. Rasanya episode ini terasa begitu kelam. Karakter Doctor Strange yang kita kenal selama ini seolah begitu berbeda.

Selain itu, di episode ini untuk pertama kalinya kita melihat seorang karakter berbincang dengan The Watcher secara langsung. The Watcher juga berbicara kalau ia tidak bisa melakukan intervensi… untuk sekarang.

Peringkat: 9 dari 10.

Episode 5 – What If… Zombi?

Avengers Menjadi Zombi (Bleeding Cool)

Jalan Cerita Episode 5

Ketika menonton trailer What If…?, salah satu hal yang membuat Penulis penasaran adalah kemunculan zombi Avengers. Ternyata, semua muncul di episode 5 ini ketika Bruce Banner dikirim ke Sanctum milik Doctor Strange seperti di film Avengers: Infinity Wars.

Ternyata, mayoritas superhero telah berubah menjadi zombi akibat perjalanan quantum yang dilakukan oleh Hank Pym untuk menyelamatkan istrinya. Para Avengers yang berusaha menghentikan para zombi justru menjadi zombi.

Hanya beberapa yang berhasil selamat, termasuk Spider-Man, Hope van Dyne, Winter Soldier, Okoye, Sharon Carter, dan lain sebagainya. Mereka juga memutuskan untuk pergi ke semacam shelter yang ternyata dimiliki oleh Vision.

Yang mengejutkan, ternyata Scott Lang masih hidup walaupun hanya kepalanya. Selain itu, ternyata Vision “memelihara” zombi Wanda Maximoff dan mengancam keberadaan mereka. Pada akhirnya, para superhero yang tersisa berhasil menyelamatkan diri.

Setelah Menonton Episode 5

Bisa dibilang ini merupakan episode What If…? yang paling tidak Penulis sukai. Alasan pertama, Scott Lang yang bisa hidup hanya dengan kepala rasanya terlalu memaksa. Alasan kedua, motif Vision yang kurang kuat dan mudah berubah pikiran.

Entah mengapa jalan cerita dari episode ini terasa kurang smooth dan susah untuk diterima. Apalagi, episode ini memiliki akhir yang menggantung ketika kita melihat Thanos dengan Infinity Stones-nya berubah menjadi zombi.

Peringkat: 6 dari 10.

Masih ada 4 episode lagi yang belum Penulis bahas, termasuk kemunculan villain paling overpowered di MCU dan The Watcher yang akhirnya harus melakukan intervensi.

Karena artikel ini sudah terlalu panjang, Penulis akan membahasnya di Bagian Kedua sekaligus memberikan kesimpulan dari serial animasi ini. Langsung saja klik link di bawah ini:


Lawang, 17 Oktober 2021, terinspirasi setelah menonton serial What If…?

Foto: Disney+

Continue Reading

Film & Serial

Setelah Menonton Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings

Published

on

By

Entah harus berapa kali perpanjangan PPKM hingga akhirnya pemerintah memberikan izin bioskop untuk kembali beroperasi, tentu dengan protokol kesehatan yang cukup ketat. Seingat Penulis, belum pernah ada kasus kluster yang disebabkan oleh bioskop.

Film pertama yang Penulis tonton tentu saja Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings. Ratingnya di situs Rotten Tomatoes cukup mencengangkan, di mana mendapatkan 92% Tomatometer (dari 304 reviewer) dan 98% Audience Score.

Sebagai superhero baru yang diperkenalkan di phase 4, jelas menarik untuk melihat bagaimana Marvel memperkenalkan Shang-Chi ke Marvel Cinematic Universe (MCU). Superhero Asia ini tentu harus memiliki first impression yang bagus dan Marvel berhasil melakukannya!

SPOILER ALERT!!!

Jalan Cerita Shang-Chi and the Legend of Ten Rings

Wenwu dan Jiang Li (Twitter)

Film diawali dengan sebuah narasi yang menceritakan sejarah singkat seputar Wenwu (Tony Leung), seorang yang telah hidup ribuan tahun dan menaklukkan banyak wilayah seumur hidupnya. Ia bisa hidup abadi dan memiliki kekuatan besar berkat Ten Rings yang ia miliki.

Kehidupannya berubah ketika ia berusaha mencari desa legendaris bernama Ta Lo. Perjalanannya begitu berbahaya dan ia kehilangan semua anak buahnya. Lalu, ia bertemu dengan Jiang Li (Fala Chen) yang nantinya akan menjadi istrinya.

Pertempuran di Bus (SF Chronicle Datebook)

Film beralih ke masa sekarang, di mana seorang pemuda bernama Shaun alias Shang-Chi (Simu Liu) menjalani kehidupannya biasa sebagai petugas parkir valet. Ia menjalani hidupnya dengan tenang bersama sahabatnya, Katy (Awkwafina).

Semua berubah ketika ada sekelompok orang yang dikirim oleh ayahnya, Wenwu, demi mendapatkan kalung yang ia kenakan. Di sinilah untuk pertama kali Shang-Chi menunjukkan kemampuan bela dirinya yang di atas rata-rata.

Setelah pertarungan epik di bus dan kehilangan kalungnya, ia bersama Katy memutuskan untuk pergi ke tempat adik perempuannya, Xialing (Meng’er Zhang), di Macau. Shang-Chi mengetaui di mana adiknya dari sebuah surat.

Ternyata sang adik adalah penguasa tempat pertarungan ilegal yang sudah terkenal. Kita bahkan bisa melihat Wong (Benedith Wong) dan Abomination bertarung di sebuah arena. Shang-Chi pun akhirnya ikut bertarung melawan adiknya sendiri.

Xialing (Heroic Holywood)

Setelah pertarungan, Shang-Chi pun menjelaskan kalau sang adik tengah dikejar oleh sang ayah. Anehnya, Xialing mengatakan tak pernah mengirimkan surat yang diterima Shang-Chi. Mereka pun sadar, pertemuan itu sudah direncanakan oleh sang ayah.

Lalu, terjadi lah kejar-kejaran yang banyak melibatkan adegan aksi yang keren. Tak lama kemudian, Wenwu sendiri yang muncul di hadapan kedua anaknya dan mengajak mereka pulang ke rumah.

Wenwu pun bercerita bahwa ia membutuhkan kedua kalung anaknya untuk mengetahui jalan menuju desa Talo, tempat asal Jiang Li yang juga merupakan ibu dari Shang-Chi dan Xialing. Wenwu juga mengatakan kalau ia mendengar suara istrinya meminta tolong untuk diselamatkan.

Shang-Chi dan Xialing yang tidak percaya sekaligus tidak setuju memutuskan untuk kabur dan pergi ke Desa Ta Lo terlebih dahulu untuk memberi peringatan. Mereka dibantu oleh Trevor Slattery (Ben Kingsley) untuk menemukannya.

Desa Ta Lo (Greenscene)

Di Desa Ta Lo, mereka bertemu dengan bibi mereka yang bernama Jiang Nan (Michelle Yeoh). Sang bibi menjelaskan kalau suara yang didengar oleh ayah mereka adalah suara dari Dweller-in-Darkness, seekor monster penghisap roh.

Selama ini, penduduk desa Ta Lo berusaha menjaga agar makhluk tersebut tetap tersegel di sana. Mereka dibantu oleh The Great Protector yang bentuknya seperti naga dari sebuah merek susu.

Wenwu sebagai pemilik Ten Rings dianggap mampu membebaskan Dweller-in-Darkness, sehingga ia berusaha memanipulasi Wenwu untuk membebaskannya dengan meniru suara istrinya.

Dweller-in-Darkness (Kincir)

Singkat cerita, terjadi lah pertempuaran antara warga desa Ta Lo melawan pasukan Wenwu. Dengan kekuatan Ten Rings, Wenwu berusaha untuk menghancurkan penghalang yang selama ini mengurung Dweller-in-Darkness.

Serangan yang dilancarkan oleh Wenwu membuat Soul Eater berhasil keluar dan mulai mengumpulkan roh untuk diberi ke Dweller-in-Darkness. Shang-Chi yang sempat ditenggelamkan oleh Wenwu diselamatkan oleh The Great Protector dan pertarungan pun terjadi antara keduanya.

Di tengah pertarungan, Shang-Chi sempat berhasil merebut Ten Rings milik Wenwu, tetapi urung membunuh ayahnya sendiri walau malam sebelumnya ia bertekad untuk membunuhnya. Di saat itulah Dweller-in-Darkness berhasil kabur dan menyerap roh Wenwu.

Adegan selanjutnya adalah pertarungan CGI antara Dweller-in-Darkness melawan Shang-Chi yang dibantu oleh The Great Protector bersama Xialing dan Katy. Shang-Chi yang telah mewarisi Ten Rings pun akhirnya bisa mengalahkan monster tersebut.

Adegan Post-Credit (YouTube)

Seperti film Marvel pada umumnya, film ini memiliki dua adegan post-credit. Yang pertama adalah adegan di mana Shang-Chi diajak oleh Wong untuk bertemu dengan Bruce Banner (Mark Rufallo) dan Captain Marvel (Brie Larson).

Energi yang ditimbulkan oleh Ten Rings membuat benda tersebut memancarkan semacam sinyal, tapi belum diketahui untuk siapa sinyal tersebut dipancarkan. Ini bisa menjadi inidikasi di phase 4 mengenai siapa musuh besar para superhero kita selanjutnya.

Dia adegan post-credit yang kedua, kita bisa melihat Xialing yang katanya akan menutup organisasi Ten Rings justru membangunnya kembali. Di layar, muncul tulisan bahwa Ten Rings akan kembali di film-film Marvel selanjutnya.

Setelah Menonton Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings

Tanpa ragu Penulis akan menyebut Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings sebagai salah satu film terbaik Marvel yang pernah diproduksi. Skornya di situs Rotten Tomatoes semakin memperkuat pendapat tersebut.

Jalan cerita, dapat. Koreografi adegan action, dapat. Sinematografi, dapat. Komedinya, dapat. Nuansa Asia yang kental, dapat. Salah satu film dengan villain terbaik, dapat. Mungkin hanya segi CGI saja yang nilainya standar, tapi selain itu film ini jelas di atas rata-rata film Marvel yang sudah ada.

Beberapa berpendapat kalau film ini sedikit “liar” dan susah ditebak. Siapa yang menyangka kalau pertarungan terakhir di film ini melibatkan dua monster raksasa? Hanya saja, bagi Penulis film ini bisa menuntun kita ke arah sana dengan rapi dan tidak memaksakan.

Shang-Chi vs Wenwu (GamesRadar)

Konflik utama dari film ini adalah keinginan Wenwu untuk menyelamatkan istrinya. Ia mendengar suara istrinya tanpa ia tahu kalau itu adalah tipu muslihat dari Dweller-in-Darkness.

Untuk itulah ia mencari kedua anaknya yang sudah lama kabur dari basecamp-nya. Ia membutuhkan liontin yang digunakan mereka untuk mengetahui letak Desa Ta Lo. Dari sinilah Shang-Chi dan Xialing harus kembali berhadapan dengan ayahnya.

Wenwu yang diperankan oleh Tony Leung berhasil mencuri panggung melalui aktingnya yang memukai. Hanya dari sorot matanya, ia mampu mengekspresikan apa yang sedang ia rasakan dengan sangat baik. Marah, rindu, sedih, ambisi, semua bisa digambarkan.

Berakting dengan Mata (MerahPutih)

Bahkan, kalau menurut Penulis, Wenwu yang sejatinya menjadi villain utama justru mendapatkan simpati dari para penonton. Meskipun masa lalunya penuh pertempuran, alasan utamanya menyerang Desa Ta Lo adalah demi menyelamatkan istri tercintanya.

Adegannya yang mengingat Shang-Chi sebelum jiwanya disedot oleh Dweller-in-Darkness benar-benar membuat haru penonton. Rasanya belum pernah ada villain yang terasa humanis seperti Wenwu.

Sayangnya, sepertinya sudah menjadi kebiasaan Marvel untuk langsung membunuh villain yang baik. Sebelumnya ada Hela dari Thor: Ragnarok dan Killmonger dari Black Panther yang juga langsung “dibunuh” meskipun punya kesempatan untuk dikembangkan lagi.

Bagaimana Masa Depan Shang-Chi? (Kincir)

Tema grief seolah menjadi salah satu fokus Marvel di phase 4 ini. Sebelumnya, Wanda Maximoff juga berulah karena merasa kehilangan Vision. Belum lagi cerita Doctor Strange di serial What If…? episode 4 yang juga kehilangan Christine Palmer.

Yang jelas, Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings menjadi awal yang baik untuk MCU ke depannya. Sebagai superhero baru pertama yang diperkenalkan, kita berhasil dibuat penasaran bagaimana Shang-Chi akan melebur bersama superhero Marvel yang sudah “senior”.

Post-credit dari film ini juga seolah mengindikasikan bahwa ada hal besar yang akan menghampiri para pahlawan super kita. Apakah dia Galactus, Deviants, Kang the Conqueror, atau Mephisto yang entah sudah berapa kali diisukan muncul? Kita tunggu saja!

Peringkat: 8 dari 10.

Lawang, 2 Oktober 2021, terinspirasi setelah menonton Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings

Foto: Bandwagon Asia

Continue Reading

Fanandi's Choice

Copyright © 2021 Whathefan