<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Chevening Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/chevening/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/chevening/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Nov 2019 14:07:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Chevening Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/chevening/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengalaman Mengejar Beasiswa (dan Gagal Empat Kali)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-mengejar-beasiswa-dan-gagal-empat-kali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Nov 2019 13:57:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Chevening]]></category>
		<category><![CDATA[IELTS]]></category>
		<category><![CDATA[Ignacy Łukasiewicz]]></category>
		<category><![CDATA[LPDP]]></category>
		<category><![CDATA[New Zealand ASEAN Scholarship]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3020</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tulisan Dulu Kerja di Mana, penulis sudah bercerita tentang perjalanannya setelah lulus kuliah dan mengapa baru bekerja formal lebih dari satu setengah tahun setelah wisuda. Alasan terkuatnya adalah penulis yang ingin mengejar beasiswa di luar negeri dan mengejar karir sebagai seorang dosen. Maklum, penulis memiliki passion mengajar hingga menggagas kegiatan SWI Mengajar di lingkungan penulis. Karena [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-mengejar-beasiswa-dan-gagal-empat-kali/">Pengalaman Mengejar Beasiswa (dan Gagal Empat Kali)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tulisan <a href="https://whathefan.com/pengalaman/dulu-kerja-di-mana/">Dulu Kerja di Mana</a>, penulis sudah bercerita tentang perjalanannya setelah lulus kuliah dan mengapa baru bekerja formal lebih dari satu setengah tahun setelah wisuda.</p>
<p>Alasan terkuatnya adalah penulis yang ingin mengejar beasiswa di luar negeri dan mengejar karir sebagai seorang dosen. Maklum, penulis memiliki <em>passion </em>mengajar hingga menggagas kegiatan <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar/">SWI Mengajar</a> di lingkungan penulis.</p>
<p>Karena bulan depan sertifikat IELTS penulis akan kedaluwarsa (masa berlakunya 2 tahun), penulis ingin sedikit berbagi pengalaman tentang kegagalan (atau kebelumberhasilan) dalam mengejar beasiswa.</p>
<h3>Chevening</h3>
<div id="attachment_3021" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3021" class="size-large wp-image-3021" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3021" class="wp-caption-text">Chevening (<a href="https://www.hud.ac.uk/news/2019/march/chevening-scholarship-huddersfield-business-school/">University of Huddersfield</a>)</p></div>
<p>Beasiswa pertama yang penulis kejar adalah <strong><em>Chevening</em></strong>. Bagaimana tidak, penulis <a href="https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/">terobsesi dengan Inggris</a> sejak lama sehingga bisa sekolah di sana tentu menjadi impian.</p>
<p>Apalagi beasiswa Chevening termasuk yang pertama buka, sekitar bulan Agustus sampai November. Pada periode tersebut di tahun 2017, penulis sedang mengambil kursus perisiapan IELTS di Kampung Inggris.</p>
<p>Loh, berarti belum punya sertifkat IELTS, dong? Belum, tapi kita memang bisa mendaftar tanpa IELTS dan mencantumkan keterangan kalau akan menyusulkan hasil tesnya. Toh, tidak ada risiko yang diambil.</p>
<p>Beasiswa Chevening mengharuskan kita memilih tiga jurusan berserta kampusnya. Sebagai orang awam, tentu awalnya penulis mengalami kesulitan kampus mana yang cocok.</p>
<p>Setelah melakukan riset, penulis menemukan ada tiga kampus yang cocok untuk penulis. Kampus tersebut adalah <strong>University of Reading (UR)</strong>, <strong>Manchester Metropolitan University (MMU)</strong>, dan <strong>University of Brighton</strong>.</p>
<p>Jurusan yang diambil kurang lebih bidangnya sama, yakni <strong>Information Management</strong>. Ketiga kampus tersebut memiliki jurusan tersebut dan memiliki peringkat yang tidak terlalu tinggi, tapi lebih tinggi dari kampus Indonesia pada waktu itu.</p>
<p>Untuk lebih memahami jurusan yang akan diambil, penulis rela berangkat ke Yogyakarta untuk menghadiri acara Pameran Studi Luar Negeri, salah satu yang terbesar di Indonesia.</p>
<p>Di sana, penulis bertemu dengan perwakilan dari University of Reading dan Manchester Metropolitan University secara langsung. Setelah pertemuan, penulis pun mendaftar ke kampus-kampus tersebut untuk mendapatkan <em>Letter of Acceptance </em>atau LoA.</p>
<p>Alhamdulillah, penulis berhasil mendapatkan LoA <em>conditional</em> dari UR dan MMU yang artinya penulis telah diterima di kampus tersebut.</p>
<p>Penulis tinggal berusaha mendapatkan nilai IELTS dan melengkapi berbagai persyaratan Chevening lainnya, termasuk menjawab empat pertanyaan Chevening.</p>
<p>Empat pertanyaan tersebut adalah tentang <em>Leadership &amp; Influence, Networking, Studying in the UK</em>, dan <em>Career Plan</em>. Penulis juga membuat <em>Motivation Letter</em>. Mungkin kapan-kapan, penulis akan membagikan jawaban-jawaban tersebut di blog ini.</p>
<p>Karena berhasil mendapatkan nilai minimum IELTS (6.5), penulis berhasil menngubah LoA di UR menjadi <em>unconditional</em>. Untuk MMU belum karena surat rekomendasinya dianggap kurang memenuhi syarat.</p>
<p>Sayangnya pada awal tahun 2018, penulis mendapatkan pengumuman kalau belum berhasil mendapatkan beasiswa Chevening yang begitu didambakan.</p>
<p>Sebenarnya, penulis mendapatkan beasiswa sebesar 5.000 poundsterling dari MMU, akan tetapi jumlah uang sekolahnya 13.000 poundsterling. Penulis tidak akan sanggup membayar sisa uang tersebut.</p>
<h3>New Zealand ASEAN Scholarship (NZAS)</h3>
<div id="attachment_3023" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3023" class="size-large wp-image-3023" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-2-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-2-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-2-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-2-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-2.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3023" class="wp-caption-text">New Zealand ASEAN Scholarship (<a href="https://www.oxbridge.in.th/education-news/new-zealand-scholars-2016">Oxbridge</a>)</p></div>
<p>Sempat <em>drop </em>karena kegagalan pertama, penulis mencoba beasiswa lainnya yang tersedia. Salah satu yang menarik minat penulis adalah <strong><em>New Zealand ASEAN Scholarship </em>(NZAS)</strong>.</p>
<p>Penulis melakukan pendaftaran di sela-sela pelatihan menjadi <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-menjadi-volunteer-asian-games-awal-dari-segalanya/"><em>volunteer </em>Asian Games</a>, di mana penulis memutuskan untuk ikut setelah kegagalan mendapatkan beasiswa <em>Chevening</em>.</p>
<p>Selandia Baru adalah negara yang menarik. Apalagi, mereka juga menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi sehingga akan membantu banyak.</p>
<p>Sama seperti <em>Chevening</em>, penulis pun melakukan pendaftaran beasiswa. Penulis juga berusaha mendapatkan LoA dari kampus-kampus yang dituju walaupun tidak mendapatkan balasan.</p>
<p>Dibandingkan dengan <em>Chevening</em>, ada banyak pertanyaan yang harus dijawab ketika kita ingin mendaftar. Kalau tidak salah, ada belasan soal esai yang harus penulis selesaikan.</p>
<p>Persiapan yang penulis lakukan untuk mendaftar di kampus ini tidak segigih ketika mendaftar di <em>Chevening</em>, sehingga bisa ditebak jika penulis pun gagal mendapatkan beasiswa NZAS.</p>
<h3>Ignacy Łukasiewicz</h3>
<div id="attachment_3024" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3024" class="size-large wp-image-3024" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-3-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-3-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-3-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-3-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-3.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3024" class="wp-caption-text">Ignacy Łukasiewicz (<a href="https://nawa.gov.pl/en/students/foreign-students/the-ignacy-lukasiewicz-scholarship-programme">NAWA</a>)</p></div>
<p>Dua kali kegagalan cukup membuat penulis semakin merasa <em>drop</em>, tapi tidak cukup untuk menghentikan penulis untuk mencoba mendapatkan beasiswa. <em><strong>Ignacy Łukasiewicz </strong></em>dari Polandia menjadi target selanjutnya.</p>
<p>Penulis memilih negara ini bukan tanpa alasan. Penulis memiliki teman yang sudah melakukan studi di sana, sehingga setidaknya penulis memiliki referensi secara langsung. Penulis juga mendaftar di kampus dan jurusan yang sama dengannya.</p>
<p>Selain mengerjakan esai, untuk pertama kalinya penulis diminta untuk membuat surat keterangan sehat. Hal ini tidak dipersyaratkan oleh kedua beasiswa yang penulis coba sebelumnya.</p>
<p>Setelah menyelesaikan berbagai proses administrasi, lagi-lagi penulis harus menelan kekecewaan karena belum berhasil mendapatkan beasiswa. Bedanya, penulis sempat masuk ke dalam daftar cadangan walau akhirnya juga tidak mendapatkan panggilan.</p>
<h3>Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)</h3>
<div id="attachment_3022" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3022" class="size-large wp-image-3022" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pengalaman-mendaftar-beasiswa-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3022" class="wp-caption-text">LPDP (<a href="https://www.kamiindonesia.id/detail-artikel/kamu-sudah-diwisuda-ini-beasiswa-lpdp-yang-bisa-kamu-raih">Kami Indonesia</a>)</p></div>
<p>Tiga kali kegagalan membuat penulis mulai melupakan impiannya untuk mendapatkan beasiswa (dianggap mental lemah enggak apa-apa, kok). Oleh karena itu ketika LPDP mulai membuka pendaftaran, penulis agak setengah hati mengerjakannya.</p>
<p>Kegagalan mendaftar beasiswa yang satu ini bukan karena tidak memenuhi persyaratan, melain karena penulis memutuskan untuk tidak jadi mendaftar.</p>
<p>Salah satu persyaratan mendaftar adalah memiliki surat bebas dari penyakit TBC. Ketika coba pergi ke Rumah Sakit Sumber Waras, ternyata biayanya cukup tinggi dan butuh waktu agak lama.</p>
<p>Mendengar kabar tersebut, penulis memutuskan untuk membatalkan niat mendaftar LPDP. Apalagi, penulis mulai disibukkan dengan berbagai kegiatan Asian Games waktu itu.</p>
<h3>Mengapa Bisa Gagal?</h3>
<p>Setelah lewat satu tahun, terkadang penulis melakukan kontemplasi untuk mencari alasan mengapa bisa gagal mendapatkan beasiswa hingga empat kali. Jawabannya adalah karena <strong>diri penulis sendiri</strong>.</p>
<p>Pertama, penulis kurang mempersiapkan diri. Semua serba mendadak dan tidak dipersiapkan secara matang. Apalagi setelah menonton video Jerome Polin, penulis semakin yakin kalau <em>start</em>-nya sedikit terlambat.</p>
<p>Kedua, penulis kurang mencurahkan waktunya untuk belajar. Memang penulis berhasil mendapatkan nilai IELTS yang dipersyaratkan, akan tetapi lebih banyak waktu penulis yang habis untuk hal yang sia-sia.</p>
<p>Seharusnya, penulis mengalokasikan waktunya untuk melakukan riset tentang kampus, jurusan, negara tujuan, target ke depan, rencana karir, dan lain sebagainya.</p>
<p>Hal-hal tersebut tentu akan membantu penulis dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang harus penulis jawab ketika mendaftar. Ini menjadi alasan ketiga mengapa penulis gagal.</p>
<p>Alasan terakhir yang mungkin juga menjadi alasan utama adalah jawaban-jawaban esai penulis yang kurang mengena, terlalu muluk, dan kurang realistis. Penulis menyadari hal ini ketika membaca ulang jawaban-jawaban penulis.</p>
<p>Mungkin ada alasan-alasan lain yang menyebabkan penulis gagal, namun keempat hal tersebut penulis anggap sebagai alasan utamanya. Yang jelas, penulis tidak akan menuduh <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/motivasi-itu-omong-kosong/">buku-buku motivasi ataupun orang-orang yang memberi semangat sebagai <em>toxic positivity</em></a>.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Apakah penulis merasa menyesal karena sudah membuang waktunya satu tahun lebih untuk mengejar beasiswa? Jawabannya tentu saja <strong>TIDAK</strong>.</p>
<p>Selama proses mendapatkan beasiswa, penulis mendapatkan banyak sekali pelajaran kehidupan yang berharga. Banyak sekali hal yang baru penulis ketahui, banyak kejadian yang menjadi pemicu mengapa penulis berada di tempatnya sekarang.</p>
<p>Penulis membuat blog ini juga sebagai upaya mendapatkan beasiswa. Penulis mendaftar sebagai <em>volunteer </em>Asian Games juga ketika sedang mengejar beasiswa.</p>
<p>Oleh karena itu, penulis ingin berbagi pengalaman ini kepada pembaca sekalian. Kalau kata pakde penulis, <em>jangan hanya berlajar dari keberhasilan seseorang, belajarlah dari kegagalannya juga</em>.</p>
<p>Apakah penulis akan menyerah untuk mendapatkan beasiswa? Untuk sementara waktu, iya. Sertifkat IELTS yang penulis miliki akan habis bulan depan, dan penulis harus belajar secara intens lagi untuk bisa mendapatkan sertifikat yang baru.</p>
<p>Penulis masih mendapatkan email dari <em>University of Reading </em>dan <em>Manchester Metropolitan University</em>. Sekarang sudah agak jarang sih, mungkin sudah di-<em>blacklist </em>karena penulis mengundurkan diri tanpa keterangan.</p>
<p>Untuk sekarang, penulis ingin belajar di luar kampus terlebih dahulu. Penulis akan <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology/">menikmati pekerjaan yang sekarang dimiliki</a> dan akan terus belajar hal baru. Jika ada kesempatan untuk melanjutkan studi lagi, mengapa tidak?</p>
<p>Semoga tulisan ini bisa memberikan inspirasi dan semangat bagi pembaca yang sedang mengejar atau memiliki impian melanjutkan studi di luar negeri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 9 November 2019, terinspirasi setelah teringat sertifikat IELTS-nya akan kedaluwarsa bulan depan</p>
<p>Foto:</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-mengejar-beasiswa-dan-gagal-empat-kali/">Pengalaman Mengejar Beasiswa (dan Gagal Empat Kali)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terobsesi Oleh Inggris</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Feb 2018 17:02:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Chevening]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[LoA. kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester Metropolitan University]]></category>
		<category><![CDATA[Union Jack]]></category>
		<category><![CDATA[United Kingdom]]></category>
		<category><![CDATA[University of Birkbeck]]></category>
		<category><![CDATA[University of Reading]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=422</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dilihat dari gambar yang tertera sebagai gambar utama, nampak penulis sangat menyukai Inggris. Mulai dari wallpaper laptop, tepak, selimut, seprei hingga kursi semua bermotif Union Jack. Belum lagi jam dinding yang tidak masuk ke dalam frame. Lantas mengapa penulis begitu terobsesi dengan negara Ratu Elizabeth tersebut? Mungkin alasan pertama, suka dengan motif benderanya. Sebagai penggemar hal-hal unik, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/">Terobsesi Oleh Inggris</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dilihat dari gambar yang tertera sebagai gambar utama, nampak penulis sangat menyukai Inggris. Mulai dari <em>wallpaper</em> laptop, tepak, selimut, seprei hingga kursi semua bermotif <em>Union Jack</em>. Belum lagi jam dinding yang tidak masuk ke dalam <em>frame</em>. Lantas mengapa penulis begitu terobsesi dengan negara Ratu Elizabeth tersebut?</p>
<p>Mungkin alasan pertama, suka dengan motif benderanya. Sebagai penggemar hal-hal unik, jelas bendera Inggris Raya masuk ke dalam kategori tersebut. Sebenarnya Nepal juga memiliki bendera yang unik, sayangnya agak susah mencari aksesori bercorak bendera Nepal.</p>
<p>Alasan kedua, sekaligus alasan utama, penulis adalah penggemar berat serial Mr. Bean sejak kecil. Kesukaan akan kotanya, kehidupan masyarakat di sana seperti yang tercermin pada keseharian tokoh yang diperankan oleh Rowan Atkinson tersebut, melekat pada memori penulis hingga sekarang.</p>
<p><strong>Bermimpi Ke Inggris</strong></p>
<p>Sebenarnya penulis hanya berani berkhayal ke sana, tanpa tahu bagaimana bisa meraih impian tersebut. Lantas, setelah berbagai kejadian yang terjadi (bisa dibaca di cerpen Titik-Titik Kehidupan), penulis menemukan bahwa salah satu caranya adalah dengan melanjutkan studi ke sana. Karena biaya kuliah di sana sama dengan satu unit Innova (belum termasuk biaya hidup, tiket pesawat, dan lain-lain), maka penulis harus bisa mendapatkan beasiswa.</p>
<p>Beruntung, ketika sedang persiapan untuk tes IELTS di Kampung Inggris, Pare, penulis mengetahui beasiswa <em>Chevening </em>dari pemerintah Inggris. Dengan modal nekat (karena dibutuhkan pengalaman kerja dua tahun, dan penulis hanya menggunakan pengalaman dari <em>startup</em>), penulis mendaftar beasiswa tersebut dengan tiga pilhan kampus, <em>University of Reading</em>, <em>University of Birkbeck, </em>dan <em>Manchester Metropolitan University </em>dengan jurusan <em>Information Management/Information System.</em></p>
<div id="attachment_424" style="width: 759px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-424" class="size-full wp-image-424" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/chevening_logo_solas_2-750x400.jpg" alt="" width="749" height="181" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/chevening_logo_solas_2-750x400.jpg 749w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/chevening_logo_solas_2-750x400-300x72.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/chevening_logo_solas_2-750x400-356x86.jpg 356w" sizes="(max-width: 749px) 100vw, 749px" /><p id="caption-attachment-424" class="wp-caption-text">Chevening Scholarship (https://www.arch2o.com/chevening-scholarships-applications-open-20172018-chevening-awards/)</p></div>
<p>Awal November tahun kemarin, setelah melakukan pendaftaran <em>Chevening</em>, penulis pergi ke Yogyakarta untuk datang ke acara <em>education fair</em> untuk bertemu dengan perwakilan dari <em>Reading </em>dan <em>Manchester</em>. Di sana penulis bercerita bahwa telah memilih kampus-kampus tersebut untuk beasiswa <em>Chevening</em>.</p>
<p>Entah karena telah bertemu dengan mereka atau memang karena berkas-berkas penulis memenuhi syarat, penulis berhasil mendapatkan <em>LoA </em>dari kedua kampus tersebut.</p>
<p><strong>Ujian Pertama</strong></p>
<p><em>LoA </em>yang didapatkan penulis masih bersifat <em>conditional</em>, yang artinya masih bersyarat. Agar berubah menjadi <em>unconditional</em>, penulis harus mengirimkan sertifikat IELTS di atas 6.5 dan surat rekomendasi dari dosen ataupun atasan. Surat rekomendasi sudah dikantongi berkat komunikasi yang intens dengan dosen pembimbing skripsi dan atasan selama penulis kerja di Surabaya. Artinya, kurang nilai IELTS, sesuatu yang penulis tekuni selama empat bulan.</p>
<p>Dengan alasan <em>feeling </em>dan saran dari beberapa orang, penulis memutuskan untuk melakukan tes di Yogyakarta bersama seorang teman penulis sejak kuliah. Alhamdulillah, dua minggu setelah tes, penulis berhasil mendapatkan nilai yang dibutuhkan untuk mencari beasiswa.</p>
<p><strong>Bukan Akhir dari Mimpi</strong></p>
<p>Setelah mendapatkan <em>LoA unconditional, </em>nilai IELTS dan paspor, maka penulis melakukan <em>update </em>terhadap lamaran beasiswa penulis di situs <em>Chevening</em> dengan harapan bisa memperbesar peluang untuk lolos ke tahap wawancara.</p>
<p>Sayang, belum rezeki penulis untuk terbang ke Inggris.</p>
<p>Padahal, tiga hari sebelum pengumuman, penulis bertemu dengan Irem Oscoy, perwakilan dari <em>University of Reading</em>, di JW Marriot Surabaya dalam acara <em>education fair </em>juga. Di sana penulis bertanya tentang ini itu, termasuk bagaimana memberitahukan kepada pihak kampus bahwa kita tidak bisa membayar deposit awal karena masih menunggu beasiswa.</p>
<div id="attachment_425" style="width: 630px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-425" class="size-full wp-image-425" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/5991931412_72263a8235_b2-620x330.jpg" alt="" width="620" height="330" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/5991931412_72263a8235_b2-620x330.jpg 620w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/5991931412_72263a8235_b2-620x330-300x160.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/5991931412_72263a8235_b2-620x330-356x189.jpg 356w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /><p id="caption-attachment-425" class="wp-caption-text">Henley, University of Reading (https://sparknewspaper.co.uk/news/henley-business-school-rises-in-the-rankings/)</p></div>
<p>Tidak apa-apa, masih ada 999 jalan lain menuju Inggris. Bagaimana caranya, penulis belum tahu, setidaknya penulis tidak akan menyerah untuk menemukan ke 999 jalan tersebut. Berhenti percaya terhadap mimpi bukanlah pilihan penulis, walaupun jalan terjal harus dilalui untuk itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 21 Februari 2018, setelah <em>sharing </em>dengan Nabilla, Angela, dan Claudia perihal <em>next step </em>yang harus diambil</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/">Terobsesi Oleh Inggris</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/terobsesi-oleh-inggris/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
