Motivasi Itu Omong Kosong

Pernah mendengar atau membaca kalimat hidup tak semudah cocote Mario Teguh? Penulis yakin mayoritas dari pembaca pernah mengetahuinya, setidaknya satu kali.

Mario Teguh terkenal sebagai seorang motivator ulung yang pandai berkata-kata. Setiap kalimat yang meluncur dari mulutnya seolah menggambarkan betapa idealnya kehidupan dengan menerapkan nasehatnya.

Lantas, ia tertimpa masalah keluarga dan hancurlah reputasi tersebut. Semua kalimat manisnya seolah tak bisa ia terapkan untuk dirinya dan kehidupannya sendiri.

Penulis bukan penggemarnya, sehingga tidak merasakan apa-apa. Tapi, bagaimana dengan orang-orang yang sangat percaya dengan kata-katanya?

Apakah mereka menjadi kecewa dan mengatakan motivasi itu omong kosong?

Toxic Positivity

Toxic Positivity (Aarón Blanco Tejedor)

Rekan kantor memperkenalkan istilah toxic positivity, yang secara sederhana kurang lebih berarti motivasi positif bisa menjadi racun untuk kita.

Menurut penulis, istilah tersebut ada benarnya. Alasannya, tidak ada yang baik dengan berlebihan, termasuk memelihara pikiran untuk selalu positif dalam keadaan apapun.

Masalahnya, kita hanya manusia biasa lengkap dengan segala kekurangannya. Di saat lapang mungkin mudah untuk berpikir positif, namun di saat sempit? Susahnya bukan main, dan Mario Teguh telah membuktikan hal tersebut.

Penulis mengambil contoh kepunahan burung Dodo yang legendaris untuk menggambarkan betapa bahayanya memiliki pola pikir yang terlalu positif.

Ketika manusia datang ke pulau tempat mereka tinggal, burung Dodo tidak menaruh curiga apapun. Mereka berpikir positif bahwa manusia adalah makhluk yang baik. Akibatnya? Mereka punah karena habis diburu oleh manusia.

Pikiran-pikiran negatif pasti datang menghampiri kita pada saat-saat tertentu. Terkadang, mengusirnya dengan pikiran positif justru makin memperparah keadaan tersebut.

Ini juga berlaku terhadap orang lain. Jika ada yang mengeluhkan permasalahannya ke kita, jangan asal menyemburkan kalimat penyemangat.

Lihat dulu situasi, kondisi, dan karakteristik orang yang bercerita. Tidak semua orang mampu menangkap energi positif ketika sedang terpuruk. Yang ada, mereka akan menjadi semakin down (dan penulis sering melakukan kesalahan tersebut).

Lantas, apakah motivasi itu omong kosong?

Kembali ke permasalahan utama, apakah motivasi itu omong kosong? Jawabannya adalah iya, jika hanya sekadar berbentuk teori tanpa ada praktek.

Semua kata-kata Mario Teguh terasa sebagai omong kosong karena yang mengucapkannya sendiri tidak mampu mempraktekkannya hingga menghancurkan kehidupannya sendiri.

Semua tulisan penulis yang berbau motivasi di Whathefan ini juga akan menjadi omong kosong jika tidak penulis terapkan untuk kehidupannya sendiri.

(Salah satu alasan mengapa penulis sering menulis tulisan berbau motivasi adalah agar dirinya terpacu untuk melakukan apa yang ditulis. Itu juga sebagai terapi menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang berlebihan)

Motivasi itu perlu dan dibutuhkan manusia untuk melanjutkan hidup. Orang yang tidak memiliki motivasi hidup biasanya hidupnya terombang-ambing tanpa arah yang jelas.

Akan tetapi, motivasi yang berlebihan (mungkin dari motivator ataupun buku) juga tidak baik untuk kita. Terlalu banyak motivasi bisa memicu efek toxic positivity kepada diri kita.

Penulis pun masih berusaha menemukan formula bagaimana kita harus menyeimbangkan antara pikiran positif dan negatif dalam diri. Butuh banyak referensi dan diskusi untuk bisa menemukan jawabannya.

Yang jelas, hidup dengan pikiran yang selalu positif juga kurang baik untuk kita. Kita akan menjadi makhluk yang naif dan mudah dikecoh oleh orang-orang yang berniat jahat ke kita.

Penutup

Penulis merupakan orang yang suka membaca buku-buku motivasi, mulai John C. Maxwell hingga Anthony Robbins. Ada beberapa yang berusaha penulis terapkan dalam kehidupan sehari-hari, walau ada juga yang sulit untuk dipraktekkan.

Sekarang, penulis mulai mengurangi membaca buku-buku motivasi. Alasannya, penulis merasa cukup dan memutuskan untuk lebih banyak bertindak daripada memakan teori-teori melulu.

Namun, jika ada buku motivasi yang menarik, mengapa tidak? Penulis masih ingin membaca buku karya Stephen R. Corey yang berjudul The 7 Habits of Highly Effective People. Akan tetapi untuk sekarang, penulis merasa cukup.

Penulis tidak pernah menganggap motivasi itu omong kosong. Sama seperti baterai, kehidupan ini terkadang juga butuh diisi ulang dan salah satu caranya adalah dengan menggunakan motivasi dari mana pun asalnya.

Akan tetapi, jika diisi berlebihan hingga melebihi kapasitas, yang ada adalah ledakan, BOOM!

 

 

Kebayoran Lama, 21 Oktober 2019, terinspirasi dari banyak macam hal seputar motivasi

Foto: Nordic Business Forum