<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dadu Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/dadu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/dadu/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 Jun 2024 15:15:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>dadu Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/dadu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Koleksi Board Game #18: King of the Dice</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-18-king-of-the-dice/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-18-king-of-the-dice/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Jun 2024 15:15:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[dadu]]></category>
		<category><![CDATA[King of the Dice]]></category>
		<category><![CDATA[push your luck]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7433</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu unsur dalam board game yang Penulis sukai adalah dadu. Banyak board game milik Penulis yang memiliki dadu, mulai dari Monopoly, Catan, King of New York, Wingspan, Bang! The Dice Game, Machi Koro 2, hingga Bahamas. Alasan Penulis menyukai dadu (bukan dipakai judi seperti Yudhistira) adalah ketidakpastian yang dihadirkan sehingga permainan menjadi tidak tertebak. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-18-king-of-the-dice/">Koleksi Board Game #18: King of the Dice</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Salah satu unsur dalam <em>board game </em>yang Penulis sukai adalah dadu. Banyak <em>board game </em>milik Penulis yang memiliki dadu, mulai dari <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-1-monopoly/">Monopoly</a>, <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-3-catan/">Catan</a>, <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-6-king-of-new-york/">King of New York</a>, <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-8-wingspan/">Wingspan</a>, Bang! <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-9-bang-the-dice-game/">The Dice Game</a>, <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-10-machi-koro-2/">Machi Koro 2</a>, hingga <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-16-bahamas/">Bahamas</a>.</p>



<p>Alasan Penulis menyukai dadu (bukan dipakai <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/">judi seperti Yudhistira</a>) adalah ketidakpastian yang dihadirkan sehingga permainan menjadi tidak tertebak. Mau menyusun strategi secanggih apapun, kalau lemparan dadunya jelek, ya ujung-ujungnya bakal kalah.</p>



<p>Oleh karena itu, ketika mengetahui ada <em>board game </em>bernama <strong>King of the Dice</strong>, tentu Penulis jadi tertarik dan ingin mengenalnya lebih jauh. Nah, sewaktu ke Jakarta, Penulis menemukan <em>board game </em>ini di Arcanum, Kuningan City, dan langsung memutuskan untuk membelinya!</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game King of the Dice</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: King of the Dice</li>



<li>Desainer: Nils Nilsson</li>



<li>Publisher: HABA</li>



<li>Tahun Rilis: 2017</li>



<li>Jumlah Pemain: 2-5 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 20-30 menit</li>



<li>Rating BGG: 6,8</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1,08/5</li>



<li>Harga: Rp375.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain King of the Dice</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="HABA - How to Play King of the Dice with Taylor &amp; Rachel" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Jh8pMnnIT3Y?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Komponen yang dimiliki oleh King of the Dice sebenarnya sederhana saja, yakni 65 kartu (15 kartu Village, 10 kartu Penalty, 40 kartu Citizen) dan enam dadu. Keenam dadu tersebut memiliki mata dadu 1-6 dan terbagi menjadi tiga warna, yakni biru, hijau, dan merah.</p>



<p>Untuk <em>setup</em>, jejerkan kartu Village dan Citizen dalam lima baris. Ada lima jenis kartu Village, yakni City , Mine, Workshop, Orc Village, dan Enchanted Forest. Masing-masing lokasi terdiri tiga kartu dengan angka 2-4 dan memiliki warna yang berbeda-beda.</p>



<p>Dadu yang ada digunakan untuk merekrut kartu Citizen yang jumlahnya cukup banyak dan caranya pun bervariasi. Ada yang harus mengumpulkan mata dadu tertentu, warna tertentu, harus berjumlah minimal/maksimal berapa, dan lain sebagainya. </p>



<p>Jika pemain berhasil mengumpulkan dadu sesuai <em>requirement</em>, maka pemain akan mendapatkan kartu Citizen tersebut, yang memiliki poin tertentu. Semakin sulit <em>requirement </em>sebuah kartu, semakin sulit untuk mendapatkannya.</p>



<p>Selain itu, jika kartu Citizen yang didapatkan memiliki warna yang sama dengan kartu Village di atasnya ketika kartu diambil, maka pemain juga akan mendapatkan kartu Village tersebut sebagai tambahan poin. </p>



<p>Setiap ada kartu Citizen di ambil, maka kartu-kartu Citizen lain akan bergeser dari kiri ke kanan untuk mengisi kekosongan tersebut dan satu kartu baru akan mengisi slot di sebelah kiri sendiri. Apalabila tidak ada kartu Citizen yang diambil, maka kartu paling kanan akan dibuang dan sisanya akan bergeser seperti biasa.</p>



<p>Dadu yang dikocok bisa di-<em>reroll </em>hingga maksimal tiga kali. Pemain tidak perlu me-<em>reroll </em>semua dadunya, cukup dadu yang diinginkan saja. Jika sampai tiga kali mengocok masih juga belum bisa mendapatkan kartu Citizen, maka pemain akan mendapatkan kartu Penalty yang memiliki poin minus.</p>



<p>Permainan akan berakhir jika memenuhi salah satu dari kondisi berikut: <em>draw pile </em>kartu Citizen habis, kartu Penalty habis, atau salah satu dari kartu Village habis. Setelah itu, pemain akan menjumlahkan poin yang berhasil dikumpulkan dan yang tertinggi akan menjadi pemenangnaya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah bermain King of the Dice</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/king-of-the-dice-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7447" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/king-of-the-dice-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/king-of-the-dice-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/king-of-the-dice-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/king-of-the-dice-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">King of the Dice (<a href="https://www.youtube.com/watch?app=desktop&amp;v=23H1FZJ45sQ">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Seperti yang sudah bisa diduga, King of the Dice merupakan tipikal <em>board game </em>yang bergenre <em>push your luck</em>. Kalau kita bukan  ahli melempat dadu, tingkat kesulitan untuk mendapatkan mata dadu yang diinginkan benar-benar dipengaruhi oleh faktor hoki.</p>



<p>Permainan ini memiliki <em>gameplay </em>yang sederhana dan mudah untuk dipahami. Pemain hanya perlu mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dengan mengandalkan kocokan dadu. Apalagi, King of the Dice memiliki kotak yang relatif kecil, sehingga cocok dibawa ke tongkrongan. </p>



<p>Mungkin <em>board game </em>ini terdengar cukup membosankan dan memiliki <em>replaybility </em>yang cukup rendah. Kenyataannya tidak seperti itu. Selain karena faktor <em>push your luck</em>, King of the Dice bisa sering dimainkan karena kita tidak akan pernah tahu kartu Citizen apa yang akan keluar.</p>



<p>Selain itu, posisi kartu Village juga selalu berubah-ubah, sehingga setiap permainan pasti unik. Adanya kartu yang bisa memberikan nilai minus kepada lawan seperti kartu Naga juga menambah keseruan dan perseteruan antarpemain.</p>



<p>Bumbu-bumbu lain yang membuat King of the Dice menarik adalah adanya &#8220;ritual&#8221; yang dilakukan oleh para pemain sebelum melemparkan dadunya. Walaupun hampir tidak memberikan efek, kesan lucunya dapat banget.</p>



<p>Sama seperti Bahamas, yang mungkin bisa menjadi kekurangan King of the Dice justru kesederhanaan <em>gameplay</em>-nya. Ini adalah <em>board game </em>yang hanya cocok untuk pemain kasual, bukan pemain <em>hardcore. Overall</em>, King of the Dice cocok untuk yang suka main <em>board game</em> santai.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 8/10</mark></p>
</blockquote>



<p>Setelah membeli dua <em>board game </em>di Jakarta (<a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-17-unstable-unicorns/">Unstable Unicorns</a> dan King of the Dice) pada bulan Januari 2023, cukup lama hingga Penulis memutuskan untuk menambah koleksinya. Pada bulan April 2023, Penulis memutuskan untuk menambah dua, di mana salah satunya memiliki unsur nama King juga, yakni <strong>Kingdomino</strong>. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 16 Juni 2024, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri <em>board game </em>ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-18-king-of-the-dice/">Koleksi Board Game #18: King of the Dice</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-18-king-of-the-dice/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
