Connect with us

Permainan

Koleksi Board Game #8: Wingspan

Published

on

Dengan dalih “hadiah ulang tahun”, Penulis memutuskan untuk membeli board game Wingspan. Hingga saat ini, board game bertema burung ini masih menjadi yang termahal dengan harga beli Rp890 ribu.

Seperti yang sudah Penulis singgung di tulisan sebelumnya, butuh pertimbangan matang-matang sebelum akhirnya Penulis memutuskan untuk membeli board game ini karena 1) Harganya mahal 2) Kompleksitasnya tinggi.

Namun, karena tergiur dengan komponen-komponennya yang outstanding, akhirnya Penulis tetap memutuskan untuk membelinya. Pikirnya, walaupun nanti jarang dimainkan, setidaknya barangnya memang sangat layak untuk dikoleksi.

Detail Board Game

  • Judul: Wingspan
  • Desainer: Elizabeth Hargrave
  • Publisher: Stonemaier Games
  • Tahun Rilis: 2019
  • Jumlah Pemain: 1- 5 pemain
  • Waktu Bermain: 40 – 70 menit
  • Rating BGG: 8.1
  • Tingkat Kesulitan: 2.45/5

Cara Bermain Wingspan

Karena cukup kompleks, Penulis hanya akan memberikan peraturan dasar dalam bermain Wingspan pada tulisan kali ini. Untuk tutorial yang lebih detail, Pembaca bisa menonton video yang telah Penulis sertakan

Komponen dan Setup Permainan Wingspan

Pertama, Penulis akan jelaskan komponen-komponennya terlebih dahulu, yaitu setumpuk kartu burung, setumpuk kartu misi, banyak token telur, dan banyak token makanan yang terdiri dari lima jenis (Penulis menyebutnya cacing, padi, ceri, ikan, tikus).

Lalu ada board untuk masing-masing pemain lima buah, dadu makanan lima buah, setumpuk token misi yang digunakan untuk per ronde, sejumlah kubus kecil yang dibagi menjadi lima warna, tray plastik, hingga dice tower untuk mengocok dadu berbentuk sarang burung.

Di awal permainan, pemain akan mengambil lima kartu burung dan lima token makanan (masing-masing satu), lalu memilih hingga kombinasi keduanya berjumlah lima. Contoh, jika kita mengambil dua kartu burung, maka makanan yang bisa diambil adalah tiga.

Selain itu, kita juga haru mengambil dua kartu misi yang harus diselesaikan untuk mendapatkan tambahan poin (boleh pilih salah satu, boleh ambil keduanya). Beberapa kartu burung memiliki efek agar pemain bisa menambah kartu misinya.

Board dan Kartu Burung Wingspan

Lalu perhatikan board dari permainan ini yang terbagi menjadi tiga kolom berdasarkan habitat, yaitu Hutan untuk produksi makanan, Ladang untuk produksi telur, dan Danau untuk produksi kartu tangan. Burung yang kita mainkan harus sesuai dengan habitatnya.

Setiap putaran, Pemain harus meletakkan kubusnya di salah satu kolom tersebut, atau di pojok kiri atas jika ingin memainkan kartu. Semakin banyak kartu burung yang ada di board kita, semakin banyak yang kita dapatkan.

Kartu burung memiliki beberapa detail, seperti habitat dan jenis makanan yang harus dibayarkan, poin yang dimiliki, jenis sarang yang dimiliki (berfungsi untuk menjalani misi per ronde), jumlah telur yang bisa ditampung, rentang sayap yang dimiliki, hingga efek kartunya.

Secara sederhana, kartu Wingspan dibagi menjadi tiga berdasarkan warnanya, yakni Putih yang aktif sekali pakai, Hijau yang aktif setiap Pemain memilih salah satu dari tiga kolom di board, dan Pink yang akan aktif dari efek kartu lawan.

Apa yang Dilakukan Setiap Putaran dan Cara Menentukan Pemenang

Wingspan terdiri dari empat ronde, di mana tiap rondenya para pemain harus memilih satu di antara empat aksi yang bisa dipilih: Memainkan kartu burung dari tangan, memilih salah satu dadu makanan yang ada di tray, meletakkan telur di burung, dan menarik kartu burung.

Pemilihan aksi ini akan diwakili dengan kubus yang masing-masing pemain akan mendapatkan delapan kubus. Setiap ronde, jumlah kubus yang bisa digunakan pemain akan berkurang karena akan digunakan sebagai indikasi pemenang misi per ronde.

Ini akan terus berulang hingga ronde terakhir. Pemenang dengan jumlah skor tertinggi akan menjadi pemenangnya, yang bisa didapatkan dari banyak hal seperti jumlah poin yang tertera di kartu burung dan jumlah poin dari kartu misi yang berhasil terselesaikan.

Apakah hanya itu? Tentu tidak. Apa yang tersisa di board juga dihitung, seperti jumlah telur, jumlah makanan yang di-cache di kartu burung, jumlah kartu yang disisipkan di bawah kartu burung. Jumlah poin dari misi per ronde juga dihitung.

Wingspan juga memiliki versi permainan solonya, yang berapa kali pun mencoba, Penulis tetap tidak bisa memahaminya. Jika Penulis ingin bermain Wingspan, lebih baik Penulis memainkannya di PC melawan bot.

Setelah Bermain Wingspan

Wingspan (My Kind of Meeple)

Untuk Penulis pribadi, sebenarnya Wingspan menjadi salah satu favoritnya. Bukan hanya karena kompleksitasnya, Wingspan juga menawarkan permainan yang membuat pemainnya harus menentukan akan fokus ke mana.

Sepanjang permainan, ada banyak engine yang harus diperhatikan: Apakah mau fokus produksi makanan, produksi telur, drawing kartu burung yang deras, dan lain sebagainya. Selain itu, jangan lupa untuk mengincar misi-misi yang ada.

Burung-burung yang ada di kartunya juga merupakan burung asli yang hidup di dataran Amerika Utara, sehingga penggemar satwa akan merasa tertarik untuk melihatnya. Apalagi, ada trivia-trivia menarik yang bisa dibaca di tengah-tengah permainan.

Seperti yang sudah Penulis singgung, komponen yang dimiliki oleh Wingspan benar-benar juara. Dari segi berat saja, board game ini menjadi yang paling berat. Desain kartu dan kualitas komponen seperti telur benar-benar layak untuk dikoleksi.

Sayangnya, board game ini bisa dibilang kurang kompetitif karena termasuk ke kategori deck building. Tidak banyak hal yang bisa membuat kita “senggol-senggolan” dengan pemain lain karena setiap pemain harus fokus dengan board-nya masing-masing.

Selain itu, kompleksitas yang dimiliki membuat Wingspan tidak mudah untuk dimainkan. Alhasil, bisa dibilang board game ini menjadi salah satu koleksi Penulis yang “tidak laku” karena sangat jarang dimainkan.

Penulis sampai harus membuat versi sederhananya agar board game ini pernah dimainkan. Caranya adalah dengan fokus mengocok dadu makanan, lalu bisa klaim kartu burung jika memenuhi persyaratan. Permainan berakhir jika salah satu board pemain terisi penuh.

***

Belajar dari Wingspan, Penulis memutuskan untuk ke depannya tidak akan membeli board game yang terlalu kompleks. Percuma saja jika Penulis menyukainya, tetapi tidak ada teman yang mau memainkannya.

Oleh karena itu, untuk selanjutnya Penulis lebih memilih board game yang kompetitif dan penuh unsur senggol-senggolan, serta mudah dipahami agar bisa dimainkan oleh semua orang. Ada beberapa yang sudah menjadi incaran.

Namun, sebelumnya Penulis akan membahas mengenai board game yang menjadi hadiah ulang tahun Penulis dari kedua adiknya. Ini salah satu yang Penulis incar, dan tampaknya mereka tahu. Board game tersebut adalah Bang! The Dice Game.


Lawang, 8 Juli 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game ini

Permainan

Koleksi Board Game #10: Machi Koro 2

Published

on

Di masa-masa awal menggeluti hobi board game, Catan menjadi patokan utama dalam menentukan board game seperti apa yang disukai oleh circle Penulis. Jika level keseruannya di bawah Catan, maka alamat board game tersebut akan lama menganggur.

Ada dua elemen utama yang dimiliki oleh Catan yang membuatnya menarik, yakni adanya pengumpulan resource dan pengocokan dadu untuk menentukan resource yang didapatkan. Oleh karena itu, Penulis pun mencari board game lain yang memiliki kedua elemen tersebut.

Setelah melakukan riset, Penulis akhirnya menemukan sebuah board game bernama Machi Koro 2. Meskipun tidak memiliki papan seperti Catan, ternyata mekanisme bermainnya memang cukup mirip, sehingga membuatnya cukup seru untuk dimainkan.

Detail Board Game

  • Judul: Machi Koro 2
  • Desainer: Masao Suganuma
  • Publisher: Pandasaurus Games
  • Tahun Rilis: 2021
  • Jumlah Pemain: 2- 5 pemain
  • Waktu Bermain: 45 menit
  • Rating BGG: 7.2
  • Tingkat Kesulitan: 1.43/5

Cara Bermain Machi Koro 2

Machi Koro 2 memiliki komponen yang sejatinya tidak terlalu banyak. Ada setumpuk kartu yang terbagi menjadi tiga, yakni Establishment 1-6, Establishment 7-12, dan Landmark. Ada juga dua buah dadu yang ukurannya cukup jumbo, serta sejumlah koin bernilai 1, 5, dan 10.

Establishment digunakan untuk mendapatkan resource berupa uang untuk membeli Landmark, yang harganya memang lumayan. Untuk bisa memenangkan permainan, pemain harus bisa membeli tiga Landmark terlebih dahulu.

Ada empat jenis kartu Establishment di Machi Koro 2, yakni Kartu Biru (Primary Industries), Kartu Hijau (Secondary Industries), Kartu Merah (Restaurants), dan Kartu Ungu (Major Establishments). Semuanya akan membantu kita mendapatkan uang.

Kartu Biru akan aktif kapan pun, selama angka dadunya keluar (mirip Catan). Kartu Hijau dan Kartu Ungu hanya aktif jika angka dadunya keluar di giliran kita. Angka merah hanya aktif jika angka dadunya keluar di giliran lawan, yang efeknya adalah mencuri uang lawan.

Semua kartu memiliki elemen yang sama, yakni angka dadu di bagian atas dan harga kartu yang ada di bagian kiri agak bawah. Setiap putaran, pemain bisa membeli 1 kartu selama memiliki uang yang cukup.

Untuk setup, jejerkan ketiga deck secara vertikal, lalu bentuk baris yang terdiri dari lima kartu. Tumpuk kartu yang sudah muncul, sehingga lima kartu yang ada di arena akan menjadi berbeda-beda. Setelah itu, bagikan masing-masing 5 koin untuk modal awal bermain.

Machi Koro 2 memiliki “mode pemanasan”, di mana pemain bisa memilih untuk membeli kartu Establishment dalam 3 putaran dengan modal 5 koin yang telah diberikan. Artinya, pemain bisa membeli kartu hingga 3 kartu, tergantung harga kartu yang tertera.

Setelah itu, barulah permainan benar-benar dimulai. Pemain bisa memilih untuk mengocok 1 dadu saja atau 2 dadu sekaligus. Setiap putaran pemain secara bergantian akan mengocok dadu dan mengaktifkan kekuatan kartunya jika persyaratannya terpenuhi.

Kartu-kartu Establishment memiliki urutan untuk aktif. Kartu merah akan aktif terlebih dahulu, baru disusul kartu Biru, Hijau, Ungu, baru kartu Landmark yang masing-masing memiliki efek unik yang bisa menguntungkan diri sendiri atau juga orang lain.

Setelah Bermain Machi Koro 2

Machi Koro 2 (What’s Eric Playing)

Machi Koro 2 memang memiliki dua elemen penting yang membuat Catan menjadi begitu menarik. Namun, hal tersebut tak serta merta membuat board game ini menjadi versi yang lebih baik dari Catan.

Pertama, Machi Koro 2 cukup terkesan repetitif meskipun sangat mengandalkan dadu. Mungkin hal ini disebabkan oleh kurang bervariasinya efek kartu yang dimiliki, walaupun itu mungkin dilakukan untuk menjaga kesederhanaan peraturan board game ini.

Kedua, meskipun cukup bisa senggol-senggolan, Machi Koro 2 tidak bisa membuat kita menarget seseorang seperti di Catan. Alhasil, jika ada seseorang yang terlihat akan menang, tidak banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyabotasenya.

Terlepas dari kekurangannya, Machi Koro 2 tetap menjadi board game yang cukup menyenangkan dan sering dimainkan oleh circle Penulis. Pemilihan strategi dan mengamati “META” angka dadu yang sering keluar menjadi beberapa alasannya.

Kartu Merah seperti Hamburger Stand (8) dan Family Restaurant (9 10) berhasil menjadi yang sering ditakuti karena hampir semua pemain memiliki kartu ini. Alhasil, uang yang susah-payah dikumpulkan pun harus dibagikan ke pemain lain yang memiliki kartu tersebut.

Sepengalaman Penulis bermain, kartu yang kerap menjadi favorit adalah Stadium (7), yang efeknya adalah mengambil 3 koin dari masing-masing pemain. Kartu Mine (11 12) juga lumayan disukai karena bisa langsung memberikan 6 koin jika angka dadunya keluar.

Kartu hijaulah yang paling dihindari oleh pemain karena efeknya yang hanya aktif di giliran kita. Apalagi, ada kartu kombo yang akan aktif jika memiliki kartu dengan simbol tertentu, yang pada prakteknya cukup sulit untuk dilakukan.

***

Saat membeli Machi Koro 2, ada satu board game lagi yang Penulis beli secara bersamaan. Ketika menonton video playthrough-nya, board game ini bukan hanya senggol-senggolan, tapi juga “bacok-bacokan” karena kita bisa menyerang pemain lain secara langsung.

Apalagi, board game ini juga menjadi bagian dari Dungeon & Dragons yang sangat terkenal. Board game tersebut adalah Dungeon Mayhem, sebuah board game battle royale di mana pemain yang bisa bertahan terakhir adalah pemenangnya!


Lawang, 22 Juli 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game ini

Continue Reading

Permainan

Koleksi Board Game #9: Bang! The Dice Game

Published

on

Di antara semua koleksi board game-nya, hanya satu yang merupakan hadiah dari orang lain, yakni Bang! The Dice Game. Board game ini merupakan hadiah ulang tahun untuk Penulis dari kedua adiknya.

Kebetulan, Bang! The Dice Game memang menjadi salah satu incarannya. Salah satu alasannya adalah karena board game ini memiliki unsur deduktif dan saling curiga seperti Werewolf yang sering Penulis mainkan, dengan tema Wild West alias dunia perkoboian.

Namun, ada banyak unsur lain yang dimiliki oleh board game ini yang tidak dimiliki oleh Werewolf, seperti adanya unsur luck dari lemparan dadunya yang menentukan pergerakan kita. Untuk lebih jelasnya, Penulis akan membahasnya di bawah.

Detail Board Game

  • Judul: Bang! The Dice Game
  • Desainer: Michael Palm, Lukas Zach
  • Publisher: DV Games
  • Tahun Rilis: 2013
  • Jumlah Pemain: 3- 8 pemain
  • Waktu Bermain: 15 menit
  • Rating BGG: 6.9
  • Tingkat Kesulitan: 1.28/5

Cara Bermain Bang! The Dice Game

Secara garis besar, ada tiga tim di permainan Bang! The Dice Game. Pertama ada Sheriff bersama para deputinya, Outlaws yang merupakan sekelompok penjahat utamanya, dan Renegade yang harus bisa menjadi one last man standing.

Objektif untuk masing-masing tim tentu berbeda. Sheriff dan deputi harus bisa membunuh semua Outlaw dan Renegade, Outlaw hanya perlu membunuh Sheriff, dan Renegade harus menyingkirkan semuanya.

Selain Sheriff, para pemain harus merahasiakan identitasnya agar tidak ketahuan oleh pemain lainnya. Hanya peran Sheriff-lah yang diketahui oleh semua pemain. Ketika ada pemain yang kehabisan nyawa, maka identitasnya pun akan terkuak.

Selain pembagian tim, masing-masing pemain juga akan mendapatkan kartu karakter yang masing-masing memiliki kemampuan unik yang bisa memberikan benefit di dalam permainan. Nama-namanya pun terinspirasi dari para legenda di dunia Wild West.

Tiap pemain akan punya peluru yang melambangkan nyawa mereka, yang jumlahnya sesuai dengan angka yang tertera di kartu karakter mereka. Khusus untuk Sheriff, ia akan memiliki dua nyawa ekstra, mengingat banyak orang yang mengincar kepalanya.

Komponen utama dari permainan ini adalah dadu-dadunya yang berjumlah lima buah. Setiap putaran, pemain akan melemparkan dadu dan memiliki kesempatan untuk reroll hingga dua kali. Tiap sisi dari dadu ini memiliki simbol dan efek khusus, yaitu:

  • Angka 1: Bisa menembak (mengurangi nyawa) pemain yang berjarak satu pemain
  • Angka 2: Bisa menembak pemain yang berjarak dua pemain
  • Bir: Menambah 1 nyawa
  • Panah: Akan mendapatkan panah Indian yang akan mengurangi nyawa semua pemain jika stok panah yang tersedia habis
  • Dinamit: Tidak bisa di-reroll, jika sampai mendapatkan tiga dinamit maka akan mengurangi nyawa pemain
  • Gatling Gun: Jika berhasil mendapatkan tiga Gatling Gun, maka akan membuang semua panah yang dimiliki sekaligus mengurangi satu nyawa untuk semua pemain lain.

Permainan akan berakhir jika salah satu tim berhasil mencapai objektifnya.

Setelah Bermain Bang! The Dice Game

Bang! The Dice Game (Gameology)

Sebagai permainan deduktif, tentu Bang! The Dice Game lebih cocok dimainkan ramai-ramai. Sayangnya, jumlah maksimal pemainnya hanya 8 orang, berbeda dengan Werewolf yang bisa dibilang bisa sebanyak apapun asalkan moderatornya sanggup.

Namun, salah satu kelebihan board game ini adalah tidak diperlukannya seorang moderator, sehingga semua orang bisa ikut main. Aksinya pun dilakukan terang-terangan ala Wild West, tidak ada yang sembunyi-sembunyi seperti Werewolf.

Hanya peran Sheriff yang langsung diketahui sejak awal permainan, sehingga jangan heran kalau banyak yang “menjilat” Sheriff agar dipercaya kalau dirinya Deputy yang merupakan bawahannya. Berpura-pura melindungi atau memberi nyawa adalah hal yang lumrah.

Hanya saja, dari beberapa kali memainkan board game ini, keberadaan kartu karakter sering terlupakan. Ketika pemain sudah tersingkir dari permainan, biasanya mereka baru ingat kalau karakter mereka sebenarnya bisa melakukan sesuatu yang berguna.

Selain itu, faktor luck yang dimiliki juga menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi bisa membuat permainan tidak tertebak dan semakin susah untuk mengetahui mana kawan mana lawan. Di satu sisi, game ini membutuhkan unsur luck yang cukup tinggi.

Dibandingkan dengan Werewolf, bermain Bang! The Dice Game bisa menjadi sangat cepat, apalagi jika para pemainnya bermain secara agresif dan begitu bernafsu untuk menghabiskan nyawa pemain lain.

Dengan tema Wild West yang dibawakan, bisa dibilang Bang! The Dice Game sudah cukup berhasil mengemasnya dengan menarik. Penulis hampir tidak memiliki keluhan berarti terhadap board game ini.

***

Board game selanjutnya yang Penulis bahas adalah board game yang memiliki kemiripan mekanisme dengan Catan, yang sangat mengandalkan keberuntungan dadu. Board game tersebut adalah Machi Koro 2, yang lumayan menjadi favorit bagi teman-teman Penulis.


Lawang, 6 Agustus 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game ini

Continue Reading

Permainan

Koleksi Board Game #7: Survive: Escape from Atlantis!

Published

on

Seperti yang sudah disebutkan di tulisan sebelumnya, Penulis berkesempatan untuk mencoba beberapa board game baru seperti Ratland dan Survive: Escape From Atlantis! saat sedang nongki di Board Game Academy yang berlokasi di Surabaya.

Nah, board game yang disebutkan belakangan berhasil menarik minat Penulis. Bahkan, Penulis juga sempat mencicipi varian Survive: Space Attack! di sana yang ternyata lebih ribet dan desainnya pun kurang sedap dipandang oleh mata.

Sialnya, Survive: Escape from Atlantis! waktu itu sudah cukup langka karena tidak banyak yang menjual versi barunya. Oleh karena itu, Penulis mencoba menghubungi Nexus Board Game Cafe, tempat Penulis membeli 7 Wonders dan King of New York.

Awalnya, Penulis hanya minta tolong dikabari kalau semisal tahu ada orang yang hendak menjual Survive!-nya. Ternyata, kebetulan, toko tersebut sedang menjual Survive!-nya, sehingga negosiasi pun dilakukan.

Harga yang dipasang untuk board game ini adalah Rp700 ribu, lebih mahal sekitar 50 ribu dari harga baru pasarannya. Karena gagal melakukan tawar-menawar ditambah perasaan impulsif, terpaksa Penulis mengambil board game tersebut dengan harga segitu.

Beberapa bulan kemudian setelah membeli board game tersebut, Penulis membaca berita kalau Survive: Escape from Atlantis! telah diambil alih oleh suatu perusahaan dan akan kembali dibuat secara massal. Harganya pun lebih murah, Rp645 ribu.

Sejak itu, Penulis belum membeli board game bekas lagi.

Detail Board Game

  • Judul: Survive: Escape from Atlantis!
  • Desainer: Julian Courtland-Smith
  • Publisher: Parker Brothers dan Stronghold Games
  • Tahun Rilis: 1982
  • Jumlah Pemain: 2 – 4 pemain
  • Waktu Bermain: 45 – 60 menit
  • Rating BGG: 7.3
  • Tingkat Kesulitan: 1.70/5

Cara Bermain Survive!

Konsep permainan dari Survive: Escape from Atlantis! sebenarnya sederhana saja. Kita harus berusaha menyelamatkan 10 meeple milik kita dari pulau Atlantis yang akan tenggelam (masing-masing meeple memiliki skor di bawahnya) ke sudut papan permainan.

Untuk set up, papan permainan dari Survive akan diisi oleh tile heksagon yang terdiri dari tiga jenis, yakni pantai, hutan, dan gunung. Setelah itu, secara bergantian masing-masing pemain akan meletakkan meeple-nya hingga tidak ada tile yang kosong.

Setelah itu, masing-masin pemain akan meletakkan perahu yang bisa diisi hingga tiga penumpang. Perahu ini memiliki peran yang vital karena bisa menggerakkan beberapa meeple sekaligus dalam satu kali action. Penulis akan jelaskan lebih detail nanti.

Upaya penyelamatan ini tentu tidak mudah, karena lautan dihuni oleh berbagai makhluk laut mulai paus, hiu, hingga naga yang sering Penulis sebut sebagai Godzilla. Masing-masing makhluk ini memiliki kemampuan berbahaya yang bisa membunuh meeple pemain.

Paus dapat bergerak hingga tiga tile, tetapi hanya bisa menghancurkan kapal dan tak bisa memakan meeple. Hiu memiliki kemampuan sebaliknya, dan dapat bergerak hingga dua tile. Godzilla hanya bisa bergerak satu tile bisa menghancurkan kapal sekaligus memakan meeple.

Setiap tile yang ada di permainan masing-masing akan memiliki efek tertentu. Ada yang langsung aktif (berwarna merah, biasanya memiliki efek summon makhluk laut), ada yang bisa disimpan untuk digunakan nanti (berwarna hijau).

Tile yang harus diambil pemain secara urut adalah pantai terlebih dahulu. Setelah semua tile pantai habis, baru pemain boleh mengambil tile hutan. Setelah hutan habis, barulah tile gunung bisa diambil.

Urutan Aksi untuk Tiap Pemain

Punya Beberapa Urutan Aksi (Dicing with Depth)

Setiap giliran, para pemain akan memiliki urutan aksi yang bisa dilakukan. Aksi pertama (opsional) adalah memainkan tile hijau yang dimiliki. Beberapa efek tile hijau yang dimiliki adalah memindahkan atau membunuh makhluk laut.

Aksi kedua yang harus dilakukan oleh pemain adalah menggerakkan meeple atau perahu hingga tiga langkah. Jika masih di daratan, pemain bisa menggerakkan satu meeple yang sama hingga tiga kali.

Kalau di laut, pemain hanya bisa sekali menggerakkan sekali untuk masing-masing meeple ataupun perahu. Di sinilah peran perahu menjadi penting, karena kita bisa menggerakkan tiga meeple sekaligus, jika tidak disusupi oleh meeple dari pemain lain.

Aksi ketiga adalah mengambil salah satu tile yang ada, sesuai dengan urutan yang telah Penulis jelaskan di atas. Tile yang diambil boleh memiliki meeple di atasnya, dengan konsekuensi meeple tersebut jatuh ke laut.

Aksi terakhir dalam permainan ini adalah mengocok dadu yang menentukan makhluk laut mana yang bisa kita gerakkan. Sebagai board game bertema survival, tentu tidak seru jika kita tidak bisa menjegal lawan-lawan kita.

Aksi-aksi ini akan terus dilakukan hingga tile dengan gambar gunung meletus muncul, yang menjadi penanda kalau permainan telah berakhir. Pemain dengan jumlah angka terbanyak dari meeple yang selamat akan keluar sebagai pemenangnya.

Setelah Bermain Survive!

Survive: Escape from Atlantis! (YouTube)

Di antara semua board game yang sudah Penulis miliki, Survive: Escape from Atlantis! menjadi salah satu yang paling mudah dipahami oleh teman-temannya. Konsepnya yang sederhana dan memiliki unsur senggol-senggolan menjadi daya tarik tersendiri.

Board game ini memiliki lebar papan yang cukup besar, mungkin yang terbesar di antara koleksi Penulis. Kualitas meeple, tile, dan juga komponen lain bisa dibilang rata-rata saja, tidak begitu istimewa.

Tidak banyak strategi yang bisa dilakukan di permainan ini, karena mau buat sebagus dan serapi apapun strateginya, ada kemungkinan lawan akan menyenggol kita menggunakan berbagai makhluk laut yang ada.

Sayangnya, kesederhanaan yang dimiliki oleh board game ini juga menjadi bumerang karena mengurangi replaybility-nya. Jika dimainkan terlalu sering, Survive: Escape from Atlantis! akan terkesan monoton dan membosankan.

Meskipun masing-masing tile yang diambil memiliki efek, sebenarnya efeknya juga cuma itu-itu saja. Mungkin satu-satunya tile yang diincar oleh semua pemain adalah tile yang bisa membantu kita maju beberapa langkah ke depan agar lebih cepat mencapai sudut papan.

Selain itu, bisa dibilang tempo permainan board game ini juga cenderung lambat karena ada banyak aksi yang harus dilakukan oleh para pemain. Apalagi, pergerakan meeple juga sangat terbatas sehingga tidak banyak yang bisa selamat hingga akhir permainan.

***

Setelah memiliki board game dengan kompleksitas yang rendah, Penulis ingin memiliki board game yang kompleksitasnya lebih tinggi. Hingga Survive: Escape the Atlantis!, bisa dibilang Catan-lah yang paling “ribet” cara bermainnya.

Setelah menonton beberapa video di YouTube, ada satu board game yang secara visual sangat menarik mata. Kualitas komponennya pun terlihat jempolan dan terasa sangat worth it untuk harga yang harus dikeluarkan.

Apalagi, board game tersebut memiliki kompleksitas yang cukup rumit, hingga Penulis harus menonton tutorialnya berkali-kali. Setelah melalui beberapa pertimbangan termasuk membeli versi digitalnya di Steam, Penulis pun akhirnya memutuskan untuk membeli Wingspan.


Lawang, 18 Juni 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game ini

Continue Reading

Fanandi's Choice