Connect with us

Permainan

Koleksi Board Game #3: Catan

Published

on

Beberapa hari yang lalu, Penulis mendengar bahwa Klaus Teuber, pembuat board game Catan, baru saja meninggal dunia di usia yang ke-70. Bagi Penulis, board game tersebut adalah favorit nomor satunya.

Kebetulan, saat ini adalah waktunya untuk menulis tentang board game tersebut, setelah sebelumnya menulis tentang Ticket to Ride: London. Apalagi, Penulis punya sejarah yang cukup menarik dengan board game ini.

Awal pertemuan Penulis dengan Catan adalah ketika Pandu membelinya dengan harga miring karena yang dibeli adalah edisi lama, di mana namanya masih The Settler of Catan. Penulis langsung jatuh cinta ketika memainkannya.

Lantas, Penulis akhirnya memutuskan untuk membeli versi digitalnya. Namun, sensasi yang dirasakan tentu berbeda jika dibandingkan dengan bermain secara langsung. Hanya saja, harga board game-nya cukup mahal, yakni Rp860 ribu.

Belajar dari Ticket to Ride: London yang kurang diminati, Penulis pun memutuskan untuk membuat versi “demonya” terlebih dahulu menggunakan peralatan seadanya, termasuk mendesain sendiri kartu-kartunya.

Ternyata, responsnya positif! Hal ini pun membulatkan tekad Penulis untuk membeli Catan. Fun fact, ketika barangnya datang, ternyata City berwarna putihnya tidak ada di dalam kotak. Untungnya, tokonya dengan berbaik hati mau mengirimkan gantinya.

Detail Board Game

  • Judul: Catan
  • Desainer: Klaus Teuber
  • Publisher: KOSMOS
  • Tahun Rilis: 1995
  • Jumlah Pemain: 2 – 4 pemain
  • Waktu Bermain: 60 – 120 menit
  • Rating BGG: 7.1
  • TIngkat Kesulitan: 2.30/5

Cara Bermain Catan

Catan pertama kali dirilis pada tahun 1995, membuatnya menjadi salah satu board game klasik. Tak heran jika Catan memiliki banyak sekali versi dan expansion, tapi di artikel ini Penulis hanya akan membahas base game-nya saja.

Catan bisa dimainkan oleh 3 hingga 4 orang saja. Konsep utamanya adalah mengenai pendatang-pendatang yang baru mendarat di sebuah pulau (dengan bentuk heksagon), di mana mereka berusaha menguasai pulau tersebut.

Objektif dari Catan adalah siapa yang tercepat mengumpulkan 10 poin terlebih dahulu yang disebut sebagai Victory Points (VP). Poin ini bisa didapatkan melalui berbagai cara, yakni (istilah-istilahnya akan Penulis jelaskan di bawah:

  • Membangun Settlement (1 poin)
  • Meningkatkan Settlement menjadi City (2 poin)
  • Victory Points dari Development Cards (1 poin per kartu)
  • Longest Road (memiliki jalan terpanjang di antara pemain lain, mulai dari 5 jalan)
  • Largest Army (memiliki kartu Knight terbanyak, mulai dari 3 kartu)

Ketika melakukan setup, pasang blok-blok heksagon secara acak, lantas tempatkan angka di atasnya juga secara acak. Ini menentukan setiap blok (yang melambangkan resources yang akan didapatkan) bisa didapatkan jika pemain mendapatkan angka di atasnya.

Di awal permainan, para pemain akan secara bergantian meletakkan dua Settlement (berbentuk rumah) di pertemuan tiga garis antarblok, lantas meletakkan dua jalan di dekat masing-masing Settlement.

Ada beberapa peraturan dalam meletakkan Settlement di dalam Catan. Pertama, Settlement baru (ke-3, ke-4, dan seterusnya) harus tersambung dengan Settlement yang sudah kita buat di awal permainan. Selain itu, ada jarak minimal 2 garis dari Settlement lain.

Penempatan ini bisa dibilang menjadi kunci permainan ini, karena dari sanalah para pemain bisa mendapatkan resources yang berguna untuk banyak hal. Ada lima resource di permainan ini, yakni Kayu, Bata, Wol, Padi, dan Batu.

Contoh, Penulis meletakkan Settlement-nya di atas blok Kayu nomor 6. Ketika Penulis mengocok dadu dan muncul angka 6, maka Penulis akan mendapatkan resources berupa Kayu. Pemain lain yang meletakkan Settlement di atas blok nomor 6 juga mendapatkan resources.

Resources yang ada di Catan berguna untuk membangun sesuatu, yakni:

  • Jalan: 1 Kayu dan 1 Bata
  • Settlement: 1 Kayu, 1 Bata, 1 Wol, dan 1 Padi
  • City: 2 Padi, 3 Batu
  • Development Cards: 1 Wol, 1 Padi, 1 Batu

Settlement bisa di-upgrade menjadi City apabila memiliki resources yang dibutuhkan. Secara otomatis, resources yang akan didapatkan dari blok di bawahnya akan langsung mendapatkan 2 resources sekaligus.

Lalu, ada juga Development Cards yang memiliki berbagai kartu yang membantu pemain untuk mengembangkan permainan. Paling banyak adalah kartu Knight yang bisa digunakan untuk memindahkan Bandit.

Omong-omong soal Bandit, sosok ini cukup ditakuti di Catan. Pasalnya, setiap ada pemain yang mendapatkan angka 7, maka ia akan membuat pemain tersebut mampu memindahkan pion Bandit dan mencuri satu kartu dari pemain yang didatangi oleh sang Bandit.

Bandit menutup pemasukan resources dari blok yang ia tutup. Jadi, ketika angka dadu yang tepat keluar, tapi ada Bandit, pemain tidak akan mendapatkan resources. Selain itu, setiap keluar angka 7, pemain yang punya kartu tangan di atas 7 harus membuang setengahnya.

Pemain bisa menukarkan 4 kartu resources yang sama dengan 1 kartu resource lain ke Bank. Namun, ada yang namanya Pelabuhan, di mana jika kita membangun Settlement di sana (terletak di pinggir papan), jumlah resources yang ditukarkan bisa berkurang.

Merasa harga pertukarannya terlalu mahal? Tenang, kita bisa melakukan pertukaran dengan pemain lainnya. Namun, belum tentu pemain lain mau melakukan barter ke kita. Biasanya, mereka akan mau jika pertukaran tersebut juga menguntungkan mereka.

Di setiap putaran, hal yang harus dilakukan oleh pemain adalah mengocok dadu, mendapatkan resources jika mendapatkannya, lantas bisa membangun Jalan, Settlement, City, hingga membeli atau memainkan Development Cards (satu kartu satu putaran).

Permainan pun akan terus berjalan di mana masing-masing pemain berusaha memperluas “kekuasaan” mereka dan mengumpulkan resources sebanyak mungkin. Tentu saja dalam perjalanannya, aksi sikut-sikutan akan terus terjadi.

Setelah Bermain Catan

Salah satu yang membuat Penulis menjadikan Catan sebagai board game favoritnya adalah bagaimana kita harus memikirkan strategi terbaik sembari menghalangi lawan untuk mendapatkan poin tambahan.

Ketika bermain, tak jarang aksi saling blokir menggunakan jalan dilakukan karena kebetulan titik yang diincar sama. Hadirnya Bandit juga membuat pemain tak segan untuk menutup “rezeki” lawan agar resources yang mereka dapatkan bisa berkurang.

Meskipun seolah hanya push-your-luck karena mengandalkan angka dadu untuk mendapatkan resources, sebenarnya game ini juga butuh strategi dan insting dalam penempatan Settlement. Frase “posisi menentukan prestasi” benar-benar digambarkan oleh board game ini.

Tentu angka-angka yang memiliki peluang muncul lebih sering akan paling sering diincar, seperti 6 dan 8 yang probabilitasnya tinggi. Namun, di Catan terkadang probabilitas tersebut sama sekali tidak relevan. Angka yang sering muncul justru angka lain.

Penulis sudah mencoba beberapa versi dan expansion-nya, seperti edisi Game of Throne dan Seafearer yang Penulis beli secara digital. Namun, tetap saja base game-nya yang terbaik untuk dimainkan.

Meskipun terkesan gitu-gitu aja, Catan memiliki replayability yang cukup tinggi. Hal ini karena ketika melakukan setup papan dan angkanya, jumlah kombinasinya ada begitu banyak, sehingga setiap permainan akan terasa berbeda.

Kekurangan dari board game ini adalah jumlah pemainnya yang hanya bisa maksimal 4 orang. Bisa membeli expansion agar bisa bermain hingga 6 orang, tapi harganya cukup mahal, sehingga Penulis mengurungkan niat tersebut.

Gara-gara Catan, Penulis menjadi kembali bersemangat untuk menambah koleksi board game-nya. Penulis pun berusaha mencari board game klasik yang wajib dimiliki oleh pemula. Akhirnya, pilihan tersebut jatuh kepada Carcassonne.

Selanjutnya -> Carcassonne


Lawang, 6 April 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game di blog ini

Permainan

Koleksi Board Game #12: Saboteur

Published

on

By

Pada satu waktu, Penulis memutuskan untuk membeli beberapa board game sekaligus yang dulunya pernah dimainkan dan harganya relatif terjangkau. Tentu, board game yang pernah dimainkan tersebut karena Pandu memilikinya.

Ada tiga board game yang Penulis beli waktu itu, Saboteur, Coup, dan Sekata. Pada tulisan kali ini, Penulis akan membahas tentang Saboteur yang cukup menarik dan masih sering dimainkan hingga saat ini.

Saboteur Penulis beli dengan harga Rp250.000. Awalnya Penulis tertarik untuk membeli versi The Lost Mines yang lebih baru dan lebih kompleks. Namun, pada akhirnya Penulis memilih untuk membeli versi orisinalnya saja karena lebih sederhana.

Detail Board Game

  • Judul: Saboteur
  • Desainer: Fréderic Moyersoen
  • Publisher: AMIGO
  • Tahun Rilis: 2004
  • Jumlah Pemain: 3 – 10 pemain
  • Waktu Bermain: 30 menit
  • Rating BGG: 6.5
  • Tingkat Kesulitan: 1.32/5

Cara Bermain Saboteur

Saboteur memiliki objektif mengumpulkan emas sebanyak mungkin. Siapa yang memiliki emas terbanyak di akhir permainan (yang biasanya terdiri dari 3 ronde) akan menjadi pemenangnya.

Arena dari Saboteur berukuran 5 x 9 kartu, di mana artinya jarak antara tempat start dan finish berjarak 7 kartu. Di bagian finish, acak tiga kartu yang terdiri dari 1 emas dan 2 batu. Permainan akan dimenangkan oleh Kurcaci jika mereka bisa mencapai emas.

Di awal permainan, bagikan kartu peran kepada masing-masing pemain. Di antara peran Kurcaci, terselip peran Saboteur yang jumlahnya menyesuaikan jumlah pemain. Saboteur harus menyabotase agar Kurcaci gagal mencapai emas.

Setelah itu, bagikan kartu jalan dan action kepada masing-masing pemain (jumlah kartu menyesuaikan). Setiap putaran, pemain harus memilih antara memainkan satu kartu di tangannya atau menutup satu kartu jika tidak melakukan apa-apa.

Ada beberapa jenis kartu action yang bisa digunakan, yakni kartu untuk memblokir pemain lain (ada tiga simbol yang berbeda), untuk membuka blokir, untuk membongkar jalan, dan untuk mengintip satu dari tiga kartu finish.

Permainan akan berakhir jika memenuhi salah satu kondisi berikut: Kurcaci berhasil mencapai emas atau jumlah kartu di deck maupun di tangan habis. Saboteur harus bisa menutupi perannya hingga mendekati akhir permainan agar tidak diblokir oleh para Kurcaci.

Ketika satu ronde berakhir dan dimenangkan Kurcaci, maka mereka akan menarik kartu emas (masing-masing kartu berisi 1-3 emas) dari deck dan membaginya secara berurutan (dengan kata lain, pemain di urutan terakhir akan mendapat emas paling kecil).

Kalau Saboteur berhasil menggagalkan upaya Kurcaci mendapatkan emas, maka mereka akan mendapatkan emas dalam jumlah tertentu. Permainan akan berlangsung selama tiga ronde, walaupun sah-sah saja jika ingin lebih.

Setelah Bermain Saboteur

Saboteur (Zatu Game)

Saboteur adalah salah satu party board game yang mudah dipahami untuk semua kalangan. Apalagi, board game ini memberikan kepuasan tersendiri ketika bisa menghubungkan jalan dengan simetris. Desain kartunya juga sangat baik sehingga semua terasa pas.

Konsep menyambungkan jalan demi jalan ini mirip dengan board game Carcassonne. Bedanya, di Saboteur hanya bisa menyambungkan jalan, sedangkan Carcassonne bisa menyambungkan City dan tanah kosong.

Jika ada kekurangan dari Saboteur, mungkin kesederhanaannya yang bisa menjadi kekurangan untuk para pemain board game yang sudah cukup expert. Jelas board game ini kurang bisa memberikan tantangan karena memang fungsinya untuk seru-seruan.

Selain itu, pemain yang mendapatkan peran Saboteur juga relatif lebih sulit untuk meraih kemenangan. Begitu ketahuan, maka kartu blokir akan datang secara terus-menerus. Apalagi, sesama Saboteur juga sulit untuk membantu karena ada potensi untuk diblokir juga.

Oleh karena itu, di circle Penulis ada peraturan tambahan di mana sebelum permainan dimulai, semua pemain akan menutup mata. Lalu, hanya para Saboteur yang membuka mata untuk mengetahui siapa saja kawan mereka, mirip dengan permainan Werewolf.

Terlepas dari kekurangannya, Werewolf Penulis rekomendasikan sebagai perkenalan terhadap dunia board game karena kesederhanaan sekaligus kerusuhannya. Apalagi ukurannya kecil, sehingga cocok untuk dibawa ke tongkrongan.

Board game selanjutnya juga berpotensi rusuh karena memiliki genre deduksi dan harus pintar berbohong seperti di Werewolf. Sayangnya, board game ini juga harus dilabeli kurang laku karena jarang dimainkan. Board game tersebut adalah Coup.


Lawang, 30 Oktober 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game

Continue Reading

Permainan

Koleksi Board Game #11: Dungeon Mayhem: Monster Madness

Published

on

By

Konsep board game dengan tema saling senggol alias saling serang masih menjadi genre favorit di circle Penulis. Bagaimana bisa menjatuhkan lawan untuk mengunci kemenangan sendiri memang menawarkan permainan yang kompetitif dan seru.

Dari 10 board game yang sudah Penulis bahas di blog ini, 5 di antaranya mengharuskan pemain untuk saling menyenggol untuk mendapatkan kemenangan. Nah, jumlah tersebut dipastikan bertambah setelah Penulis membeli Dungeon Mayhem: Monster Madness.

Awalnya, Penulis tertarik untuk membeli versi aslinya, yakni Dungeon Mayhem yang menggunakan karakter-karakter Hero. Namun, karena hanya untuk empat pemain, Penulis memutuskan untuk membeli yang versi Monster Madness saja yang bisa untuk enam pemain.

Dungeon Mayhem: Monster Madness Penulis beli dengan harga Rp375.000, harga yang sama dengan versi Dungeon Mayhem beserta ekspansinya. Namun, versi ini sudah memiliki box yang lebih rapi dan terorganisir.

Detail Board Game

  • Judul: Dungeon Mayhem: Monster Madness
  • Desainer: Jordan Comar, Roscoe Wetlaufer
  • Publisher: Wizard of the Coast
  • Tahun Rilis: 2020
  • Jumlah Pemain: 2 – 6 pemain
  • Waktu Bermain: 10 menit
  • Rating BGG: 7.5
  • Tingkat Kesulitan: 1.13/5

Cara Bermain Dungeon Mayhem: Monster Madness

Dungeon Mayhem: Monster Madness menawarkan pertarungan antarmonster untuk menemukan one monster last standing. Selayaknya Yu-Gi-Oh!, masing-masing pemain akan punya Life Points (LP) dan beberapa ability yang bisa digunakan dalam permainan.

Ada 6 jenis monster yang bisa dipilih oleh pemain di awal permainan, yakni Blorp, Mimi LeChaise, Hoots McGoots, Dr. Tentaculous, Dellilah Deathray, dan Lord Cinderpuff. Masing-masing memiliki kemampuan khusus yang tidak dimiliki oleh monster lainnya.

Di awal permainan, masing-masing pemain akan mendapatkan papan tracker nyawa dan mulai dengan 10 LP. Selain itu, masing-masing pemain juga akan mendapatkan satu deck sesuai dengan monster yang dipilih, lalu menarik tiga kartu dari deck tersebut.

Secara bergiliran, masing-masing pemain akan memainkan kartu dari tangannya setelah menarik kartu dari deck. Meskipun memiliki art yang berbeda-beda, secara umum ada beberapa efek yang dimiliki oleh masing-masing kartu, yakni:

  • Simbol Pedang: Menyerang (mengurangi LP) lawan, bisa memilih yang mana pun
  • Simbol Perisai: Menambah pertahanan untuk melindungi diri dari serangan lawan, jika lawan menyerang, alih-alih mengurangi nyawa, perisai yang akan hancur
  • Simbol Petir: Bisa memainkan satu kartu lagi
  • Simbol Kartu: Menarik kartu dari deck
  • Simbol Plus: Healing
  • Mighty Power: Masing-masing monster akan mengaktifkan kemampuan spesial mereka

Di setiap kartu, jumlah simbol yang muncul bisa lebih dari satu dan semuanya akan aktif dalam waktu bersamaan. Misal ada kartu dengan simbil dua pedang dan satu kartu, maka pemain bisa mengurangi dua LP lawan sekaligus menarik satu kartu.

Pemain yang LP-nya menyentuh angka 0 akan tersingkir dari permainan yang akan terus berlangsung hingga tersisa satu pemain di arena.

Setelah Bermain Dungeon Mayhem: Monster Madness

Dungeon Mayhem: Monster Madness (The Pop Insider)

Meskipun secara teori board game ini memiliki konsep battle royale menarik, entah mengapa Dungeon Mayhem: Monster Mayhem kurang populer di circle Penulis. Konsep senggol-senggolan yang sangat kental seolah tidak memberikan daya tarik.

Kalau mau menebak-nebak, Penulis akan menganggap dibutuhkannya strategi dalam memainkan kartu yang ada di tangan menjadi salah satunya. Walaupun terkesan mudah, timing pemilihan kartu yang akan dimainkan tidak bisa sembarangan.

Selain itu, gerakan kita pun terbatas dengan kartu yang ada di tangan. Jika dalam kondisi terdesak tetapi kartu tangan jelek-jelek, hampir tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri. Artinya, faktor keberuntungan pun cukup berpengaruh di sini.

Bagi Penulis sendiri, sebenarnya board game ini tetap menarik karena pada dasarnya Penulis menyukai trading card game (TCG), sehingga bisa menikmati TCG versi sederhana seperti yang dimiliki oleh board game ini.

Dungeon Mayhem: Monster Madness pun harus menerima label sebagai salah satu board game yang agak jarang dimainkan oleh circle Penulis, meskipun tidak sejarang Wingspan yang dianggap rumit.

Selanjutnya, Penulis akan mengulas board game yang cukup populer dan sering dimainkan. Sebelum membelinya, Penulis sudah pernah memainkannya bersama circle Penulis setelah meminjam milik Pandu. Board game tersebut adalah Saboteur.

Skor: 7/10


Lawang, 22 Oktober 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game ini

Continue Reading

Permainan

Koleksi Board Game #10: Machi Koro 2

Published

on

By

Di masa-masa awal menggeluti hobi board game, Catan menjadi patokan utama dalam menentukan board game seperti apa yang disukai oleh circle Penulis. Jika level keseruannya di bawah Catan, maka alamat board game tersebut akan lama menganggur.

Ada dua elemen utama yang dimiliki oleh Catan yang membuatnya menarik, yakni adanya pengumpulan resource dan pengocokan dadu untuk menentukan resource yang didapatkan. Oleh karena itu, Penulis pun mencari board game lain yang memiliki kedua elemen tersebut.

Setelah melakukan riset, Penulis akhirnya menemukan sebuah board game bernama Machi Koro 2. Meskipun tidak memiliki papan seperti Catan, ternyata mekanisme bermainnya memang cukup mirip, sehingga membuatnya cukup seru untuk dimainkan.

Detail Board Game

  • Judul: Machi Koro 2
  • Desainer: Masao Suganuma
  • Publisher: Pandasaurus Games
  • Tahun Rilis: 2021
  • Jumlah Pemain: 2- 5 pemain
  • Waktu Bermain: 45 menit
  • Rating BGG: 7.2
  • Tingkat Kesulitan: 1.43/5

Cara Bermain Machi Koro 2

Machi Koro 2 memiliki komponen yang sejatinya tidak terlalu banyak. Ada setumpuk kartu yang terbagi menjadi tiga, yakni Establishment 1-6, Establishment 7-12, dan Landmark. Ada juga dua buah dadu yang ukurannya cukup jumbo, serta sejumlah koin bernilai 1, 5, dan 10.

Establishment digunakan untuk mendapatkan resource berupa uang untuk membeli Landmark, yang harganya memang lumayan. Untuk bisa memenangkan permainan, pemain harus bisa membeli tiga Landmark terlebih dahulu.

Ada empat jenis kartu Establishment di Machi Koro 2, yakni Kartu Biru (Primary Industries), Kartu Hijau (Secondary Industries), Kartu Merah (Restaurants), dan Kartu Ungu (Major Establishments). Semuanya akan membantu kita mendapatkan uang.

Kartu Biru akan aktif kapan pun, selama angka dadunya keluar (mirip Catan). Kartu Hijau dan Kartu Ungu hanya aktif jika angka dadunya keluar di giliran kita. Angka merah hanya aktif jika angka dadunya keluar di giliran lawan, yang efeknya adalah mencuri uang lawan.

Semua kartu memiliki elemen yang sama, yakni angka dadu di bagian atas dan harga kartu yang ada di bagian kiri agak bawah. Setiap putaran, pemain bisa membeli 1 kartu selama memiliki uang yang cukup.

Untuk setup, jejerkan ketiga deck secara vertikal, lalu bentuk baris yang terdiri dari lima kartu. Tumpuk kartu yang sudah muncul, sehingga lima kartu yang ada di arena akan menjadi berbeda-beda. Setelah itu, bagikan masing-masing 5 koin untuk modal awal bermain.

Machi Koro 2 memiliki “mode pemanasan”, di mana pemain bisa memilih untuk membeli kartu Establishment dalam 3 putaran dengan modal 5 koin yang telah diberikan. Artinya, pemain bisa membeli kartu hingga 3 kartu, tergantung harga kartu yang tertera.

Setelah itu, barulah permainan benar-benar dimulai. Pemain bisa memilih untuk mengocok 1 dadu saja atau 2 dadu sekaligus. Setiap putaran pemain secara bergantian akan mengocok dadu dan mengaktifkan kekuatan kartunya jika persyaratannya terpenuhi.

Kartu-kartu Establishment memiliki urutan untuk aktif. Kartu merah akan aktif terlebih dahulu, baru disusul kartu Biru, Hijau, Ungu, baru kartu Landmark yang masing-masing memiliki efek unik yang bisa menguntungkan diri sendiri atau juga orang lain.

Setelah Bermain Machi Koro 2

Machi Koro 2 (What’s Eric Playing)

Machi Koro 2 memang memiliki dua elemen penting yang membuat Catan menjadi begitu menarik. Namun, hal tersebut tak serta merta membuat board game ini menjadi versi yang lebih baik dari Catan.

Pertama, Machi Koro 2 cukup terkesan repetitif meskipun sangat mengandalkan dadu. Mungkin hal ini disebabkan oleh kurang bervariasinya efek kartu yang dimiliki, walaupun itu mungkin dilakukan untuk menjaga kesederhanaan peraturan board game ini.

Kedua, meskipun cukup bisa senggol-senggolan, Machi Koro 2 tidak bisa membuat kita menarget seseorang seperti di Catan. Alhasil, jika ada seseorang yang terlihat akan menang, tidak banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyabotasenya.

Terlepas dari kekurangannya, Machi Koro 2 tetap menjadi board game yang cukup menyenangkan dan sering dimainkan oleh circle Penulis. Pemilihan strategi dan mengamati “META” angka dadu yang sering keluar menjadi beberapa alasannya.

Kartu Merah seperti Hamburger Stand (8) dan Family Restaurant (9 10) berhasil menjadi yang sering ditakuti karena hampir semua pemain memiliki kartu ini. Alhasil, uang yang susah-payah dikumpulkan pun harus dibagikan ke pemain lain yang memiliki kartu tersebut.

Sepengalaman Penulis bermain, kartu yang kerap menjadi favorit adalah Stadium (7), yang efeknya adalah mengambil 3 koin dari masing-masing pemain. Kartu Mine (11 12) juga lumayan disukai karena bisa langsung memberikan 6 koin jika angka dadunya keluar.

Kartu hijaulah yang paling dihindari oleh pemain karena efeknya yang hanya aktif di giliran kita. Apalagi, ada kartu kombo yang akan aktif jika memiliki kartu dengan simbol tertentu, yang pada prakteknya cukup sulit untuk dilakukan.

***

Saat membeli Machi Koro 2, ada satu board game lagi yang Penulis beli secara bersamaan. Ketika menonton video playthrough-nya, board game ini bukan hanya senggol-senggolan, tapi juga “bacok-bacokan” karena kita bisa menyerang pemain lain secara langsung.

Apalagi, board game ini juga menjadi bagian dari Dungeon & Dragons yang sangat terkenal. Board game tersebut adalah Dungeon Mayhem, sebuah board game battle royale di mana pemain yang bisa bertahan terakhir adalah pemenangnya!


Lawang, 22 Juli 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game ini

Continue Reading

Facebook

Tag

Fanandi's Choice

Copyright © 2018 Whathefan