<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dirumahaja Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/dirumahaja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/dirumahaja/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Oct 2021 10:41:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>dirumahaja Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/dirumahaja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2020 04:21:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bosan]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[dirumahaja]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3679</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan 100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 1). Penulis memutuskan untuk membaginya menjadi dua bagian agar jatah menulis berkurang tidak terlalu panjang. Setelah 50 aktivitas di tulisan sebelumnya, apa saja 50 aktivitas lainnya? Melakukan Ibadah, karena tempat ibadah pada ditutup. Kalau muslim mungkin bisa membaca Alquran ataupun menonton ceramah agama di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-2/">100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini merupakan lanjutan dari <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-1/">tulisan 100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 1)</a>. Penulis memutuskan untuk membaginya menjadi dua bagian agar <del>jatah menulis berkurang</del> tidak terlalu panjang.</p>
<p>Setelah 50 aktivitas di tulisan sebelumnya, apa saja 50 aktivitas lainnya?</p>
<ol>
<li><strong>Melakukan Ibadah</strong>, karena tempat ibadah pada ditutup. Kalau muslim mungkin bisa membaca Alquran ataupun menonton ceramah agama di Youtube, begitupun penganut agama lain.</li>
<li><strong>Makan dan <em>nyamil</em></strong>, jangan sampai lupa mengisi perut.</li>
<li><strong>Menulis Buku Harian atau Jurnal</strong>, catat aja apa yang dilakukan hari ini. Siapa tahu suatu saat bisa diterbitkan.</li>
<li><strong>Membuat <em>Time Capsule</em></strong>, isi dengan barang-barang yang paling membuat sentimentil. Membuat pesan untuk diri di masa depan juga boleh. Jangan dibuka hingga puluhan tahun ke depan.</li>
<li><strong>Melihat Album Keluarga</strong>, melihat betapa lucu dan polosnya kita dulu.</li>
<li><strong>Membuat Pohon Keluarga</strong>, jangan-jangan ada teman kita yang ternyata masih memiliki hubungan saudara.</li>
<li><strong><em>Scan </em>Foto-Foto Lama</strong>, supaya kita punya file digitalnya.</li>
<li><strong>Main Game</strong>, main apapun tergantung perangkat yang dimiliki. Kalau punya laptop ya main game Steam, kalau punya HP ya main game HP.</li>
<li><strong>Main Media Sosial</strong>, walaupun Penulis yakin banyak yang sudah bosan melakukannya.</li>
<li><strong>Jadi Youtuber</strong>, bikin aja <em>daily vlog </em>atau konten lainnya tanpa peduli jumlah penontonnya.</li>
<li><strong>Membuat Video Dokumenter</strong>, misal merekam ibu yang sedang memasak atau kucing yang sedang bermain dengan bola.</li>
<li><strong>Membuat Film</strong>, minimal membuat <em>script </em>dan alur ceritanya. Kalau bisa, ajak orang rumah untuk melakukan akting di depan kamera.</li>
<li><strong>Karaoke</strong>, pakai aplikasi Smule dan sejenisnya. Bisa juga dilakukan di kamar mandi.</li>
<li><strong>Menghafal Lirik Lagu</strong>, jadi kalau nonton konser artis favorit bisa ikutan nyanyi.</li>
<li><strong>Menerjemahkan Lirik Lagu Asing Favorit</strong>, supaya paham makna lagunya sekaligus menambah <em>vocabulary</em>.</li>
<li><strong>Cover Dance K-Pop</strong>, misal cover dance-nya <a href="https://whathefan.com/musikfilm/forever-young-blackpink/">Blackpink</a>. Joget-joget enggak jelas juga boleh.</li>
<li><strong>Jadi Artis TikTok</strong>, biar nge-<em>hits</em> dan melatih kreativitas.</li>
<li><strong>Bermain Teater</strong>, bisa membuat sendiri atau mengambil kisah klasik seperti karya-karya Shakespeare.</li>
<li><strong>Latihan Membaca Puisi</strong>, siapa tahu waktu 17-an dilombakan.</li>
<li><strong>Main Werewolf via Telegram</strong>, dijamin seru karena ada interaksi dengan orang lain.</li>
<li><strong>Main Board Game dengan Keluarga</strong>, apalagi kalau <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">koleksi seperti Mas Pandu</a>.</li>
<li><strong>Buat Board Game Baru</strong>, sekarang Penulis sedang membuat <em>board game </em>ketiganya yang terinspirasi dari <em>Exploding Kittens. </em>Bahannya dari kartu Yugioh dan kertas label.</li>
<li><strong>Main Kuis Ala <em>Tonight Show</em></strong>, mulai Tebak Gambar, Tebak Satu Kata, Tebak Bibir, dan lain sebagainya.</li>
<li><strong>Mencoba Fitur HP yang Belum Pernah Digunakan</strong>, seperti aplikasi <em>Stocks</em> di iPhone.</li>
<li><strong>Kustomisasi Tampilan HP</strong>, ganti tema biar enggak gitu-gitu aja tampilannya.</li>
<li><strong>Menghapus Aplikasi HP yang Sudah Lama Tidak Terpakai</strong>, lumayan untuk mengurangi beban HP.</li>
<li><strong>Menghapus Gambar Enggak Jelas di Galeri HP</strong>, daripada nunggu memori penuh. Yang kapasitas memori internalnya besar rasanya tidak akan memusingkan hal ini.</li>
<li><strong>Memeriksa Email</strong>, pasti ada ratusan email enggak jelas yang masuk ke Inbox. Tapi, siapa tahu ada email penting yang terselip.</li>
<li><strong>Mencari Nada Dering Telepon</strong>, biasanya kita akan memainkannya satu per satu hingga menemukan yang cocok.</li>
<li><strong>Nonton Televisi, </strong>kalau masih ada stasiun televisi yang bener.</li>
<li><strong>Nonton Film</strong>, tonton film baru ataupun film-film yang sudah lama tidak ditonton. Coba deh tonton ulang semua film Marvel.</li>
<li><strong>Nonton Serial atau Anime</strong>, kalau perlu marathon sampai tamat. Bisa di Netflix, YouTube, dan lain sebagainya. Tapi awas, kalau kelamaan bisa pusing sendiri.</li>
<li><strong>Nonton Ulang Pertandingan Olahraga</strong>, karena hampir semua jenis olahraga berhenti sementara hingga waktu yang tidak ditentukan. Kasihan Liverpool.</li>
<li><strong>Mendengarkan Musik Favorit</strong>, kalau perlu sambil menghayati liriknya.</li>
<li><strong>Membuat <em>Playlist </em>Spotify Baru</strong>, kalau yang <em>follow </em>banyak lumayan bisa jadi duit (katanya).</li>
<li><strong>Bermain Alat Musik</strong>, kalau punya instrumennya dan bisa memainkannya. Kalau enggak bisa, coba mulai belajar.</li>
<li><strong>Membuat Lagu</strong>, teruntuk yang pandai memainkan intrumen musik dan menulis lirik.</li>
<li><strong>Mendengarkan Podcast</strong>, lumayan dapat wawasan baru. Melatih kemampuan <em>listening </em>Bahasa Inggris juga.</li>
<li><strong>Mencoba Aplikasi <em>Dating</em></strong>, siapa tahu akhirnya menemukan jodoh yang telah lama diidam-idamkan.</li>
<li><strong>Liburan Virtual</strong>, buka YouTube dan tentukan destinasi ingin liburan ke mana. Disarankan menggunakan VR.</li>
<li><strong>Perang Bantal</strong>, asal jangan sampai perang beneran.</li>
<li><strong>Baca Komik</strong>, apalagi kalau punya koleksi yang sudah tidak dibaca. Baca komik online semacam Webtoon juga disarankan.</li>
<li><strong>Belanja Online</strong>, dengan syarat langsung cuci tangan setelah menerima paketnya.</li>
<li><strong>Merakit Gundam</strong>, dijamin waktu akan bergulir hingga tak terasa waktu berlalu.</li>
<li><strong>Refleksi Diri</strong>, agar diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.</li>
<li><strong>Merenungi Kehidupan</strong>, seperti yang sering Penulis lakukan ketika insomnia.</li>
<li><a href="https://whathefan.com/renungan/perlukah-hidup-memiliki-tujuan/"><strong>Mencari Tujuan Hidup</strong></a>, supaya diri tidak terombang-ambiing tanpa arah yang jelas. Kalau Pembaca tipe orang yang mengalir begitu saja ya tidak apa-apa.</li>
<li><strong>Memikirkan Masalah Bangsa</strong>, walau sepertinya kita tidak akan menemukan solusinya.</li>
<li><strong>Mencatat Kegiatan Apa Saja yang Dilakukan Setelah Isolasi Berakhir</strong>, biar enggak bingung nantinya.</li>
<li><strong>Mencatat 100 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Ketika #dirumahaja Seperti yang Penulis Lakukan Sekarang.</strong></li>
</ol>
<p>Itulah 100 aktivitas yang bisa kita lakukan selama di rumah. Beberapa bisa dilakukan dengan mudah, beberapa lagi membutuhkan peralatan yang belum tentu semua punya.</p>
<p>Selain itu, Penulis juga tidak memasukkan aktivitas yang sifatnya 17+. Kalau ikut dimasukkan, daftarnya bisa bertambah menjadi 200.</p>
<p>Semoga saja tulisan ini dapat membantu Pembaca sekalian yang merasa bingung harus melakukan apa di rumah. <em>Stay health everyone!</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Beberapa aktivitas diambil dari berbagai sumber, baik lokal maupun internasional</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 Maret 2020, terinspirasi setelah membaca banyaknya keluhan bosan di masa-masa sulit ini.</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@joshrh19">Joshua Rawson-Harris</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-2/">100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2020 02:47:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bosan]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[dirumahaja]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3675</guid>

					<description><![CDATA[<p>Merasa bosan karena enggak bisa ke mana-mana? Jika iya, maka kita patut bersyukur karena masih bisa merasa bosan. Banyak orang yang masih harus keluar rumah demi sesuap nasi. Jika merasa bosan, coba ingat para korban kegananas virus Corona yang harus diisolasi di rumah sakit. Ingatlah para tim medis yang harus berjuang menyembuhkan para korban dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-1/">100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Merasa bosan karena enggak bisa ke mana-mana? Jika iya, maka kita patut bersyukur karena masih bisa merasa bosan. Banyak orang yang masih harus keluar rumah demi sesuap nasi.</p>
<p>Jika merasa bosan, coba ingat para korban kegananas virus Corona yang harus diisolasi di rumah sakit. Ingatlah para tim medis yang harus berjuang menyembuhkan para korban dengan mempertaruhkan nyawa mereka.</p>
<p>Walaupun begitu, merasa bosan bahkan stres di saat seperti ini adlaah hal yang manusiawi. Penulis sendiri terkadang masih merasakan seperti itu, apalagi tempat tinggal Penulis berada di daerah yang memiliki <em>suspect </em>Corona.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk memberikan tips seputar <strong>100 aktivitas yang bisa dilakukan ketika #dirumahaja!</strong></p>
<ol>
<li><strong>Membaca Buku</strong>, aktivitas yang bagi sebagian orang mungkin terasa membosankan. Mumpung #dirumahaja, coba mulai baca buku-buku yang ringan terlebih dahulu. <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/mengapa-kita-harus-gemar-membaca/">Membaca memiliki banyak manfaat</a>, kok.</li>
<li><strong>Menulis Blog</strong>, karena aktivitas menulis telah terbukti banyak membantu kinerja otak kita. Menulis juga bisa dijadikan sebagai pelampiasan emosi yang tak tersalurkan. Blog hanya menjadi salah satu media yang bisa digunakan.</li>
<li><strong>Mengarang Cerita</strong>, seperti yang sudah sering Penulis lakukan melalui novel dan cerpennya. Membiarkan imajinasi berlari liar merupakan kegiatan yang cukup menyenangkan.</li>
<li><strong>Menulis Puisi</strong>, penikmat musik <em>indie </em>biasanya jago, nih. Yang sedang galau juga bisa disalurkan melalui puisi.</li>
<li><strong>Belajar Skill Baru</strong>, misal Penulis yang tertarik dengan dunia <em>digital marketing </em>dan <em>social media </em>akan memanfaatkan waktunya untuk mendalami bidang tersebut. Pembaca bisa menyesuaikan <em>skill </em>apa yang diinginkan.</li>
<li><strong>Belajar Bahasa Baru</strong>, karena mempelajari bahasa baru memiliki banyak keuntungan. Kalau ingin mendalami Bahasa Inggris ataupun Jepang, ada banyak sekali kursus online yang bisa diakses secara gratis.</li>
<li><strong><em>Quality Time </em>Bersama Keluarga</strong>, yang bisa kumpul sama keluarga coba dimanfaatkan waktunya untuk punya waktu berkualitas.</li>
<li><strong>Bermesraan dengan Pasangan</strong>, tidak berlaku untuk <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-saya-jomblo/">kaum jomblo</a> dan pasangan LDR.</li>
<li><strong>Diskusi dengan Orang Rumah</strong>, pasti ada saja topik diskusi yang bisa dicomot. Hindari pertanyaan &#8220;kapan nikah&#8221; sebisa mungkin.</li>
<li><strong>Berbakti Kepada Orangtua</strong>, misal dengan memijat kakinya tanpa berharap imbalan uang saku.</li>
<li><strong><em>Chatting </em>Bersama Pacar, Sahabat, atau siapapun</strong>, mau telepon atau <em>video call </em>juga boleh.</li>
<li><strong>Mengerjakan Tugas</strong>, berlaku untuk pelajar ataupun mahasiswa yang sekolah/kampusnya sedang mode online.</li>
<li><strong>Menyelesaikan Pekerjaan Kantor</strong>, khusus yang mendapatkan kesempatan <em>work from home</em>.</li>
<li><strong>Membuat atau Memperbaiki CV</strong>, buat yang sedang mencari pekerjaan baru.</li>
<li><strong>Mencari Pekerjaan <em>Freelance</em></strong><em>, </em>dengan syarat memiliki pengalaman dan <em>skill </em>yang mumpuni.</li>
<li><strong>Belajar Fotografi</strong>, dengan memanfaatkan obyek-obyek yang ada di rumah.</li>
<li><strong>Belajar Bikin Kopi</strong>, siapa tahu bisa jadi bisnis.</li>
<li><strong>Merajut Syal atau Sweater</strong>, seperti yang sering dilakukan oleh nenek kita.</li>
<li><strong>Menemukan Bakat atau <em>Passion</em></strong>, coba aja semua hal yang membuat kita penasaran. Kalau sudah tahu coba diasah lebih dalam.</li>
<li><strong>Mempelajari Virus Corona Secara Mendalam</strong>, siapa tahu kita bisa membuat obat penangkalnya.</li>
<li><strong>Melakukan Eksperimen Sains</strong>, seperti Penulis yang pernah membuat roket air bersama teman-temannya.</li>
<li><strong>Mencari Negara-Negara yang Belum Pernah Didengar</strong>, seperti St. Kitts &amp; Nevis, South Sudan, Nauru, São Tomé and Príncipe, dan lain sebagainya.</li>
<li><strong>Menghafal <em>Army Alphabeth</em></strong>, mulai <em>Alpha, Bravo, Charlie, Delta, Echo,</em> hingga <em>Zulu</em>.</li>
<li><strong>Menggambar atau Mewarnai</strong>, terlepas kita punya bakat atau tidak. Kalau bisa melukis ya <em>monggo</em>.</li>
<li><strong>Belajar Membuat Tulisan Indah</strong>, siapa tahu kegiatan mencatat materi pelajaran menjadi lebih menyenangkan.</li>
<li><strong>Membuat Origami</strong>, lumayan bisa jadi hiasan kamar.</li>
<li><strong>Olahraga</strong>, bisa dilakukan di kamar ataupun teras rumah. Siapa tahu setelah situasi kembali normal, perut kita berubah menjadi <em>six-pack</em>.</li>
<li><strong>Meditasi dan Yoga</strong>, supaya hidup lebih tenang dan tidak gampang merasa <em>insecure</em>.</li>
<li><strong>Melakukan Perawatan Diri</strong>, biar punya kulit yang <em>glowing </em>atau kuku cantik yang indah dipandang.</li>
<li><strong>Eksperimen <em>Make-Up</em></strong>, jadi kalau gagal enggak bakal malu karena enggak bakal keluar rumah.</li>
<li><strong>Mencoba Masak Resep Baru</strong>, kalau punya dapur serta berbagai bahan masakan.</li>
<li><strong>Membuat Kue</strong>, lumayan buat camilan di kamar.</li>
<li><strong>Piknik <em>Indoor</em></strong>, gelar tikar dan hidangkan makanan di atasnya.</li>
<li><strong>Mendirikan Tenda di Dalam Rumah</strong>, tapi jangan bikin api unggun.</li>
<li><strong>Bermain Bersama Hewan Peliharaan</strong>, kalau punya.</li>
<li><strong>Melatih Hewan Peliharaan</strong>, siapa tahu bisa jadi anggota sirkus. Jangan <em>ding</em>, banyak sisi kelamnya.</li>
<li><strong>Berkebun</strong>, kalau punya halaman.</li>
<li><strong>Merawat Tanaman</strong>, biar enggak susah coba tanam kaktus di pot.</li>
<li><strong>Melakukan Aktivitas Rumah Tangga</strong>, mulai mengepel, menyapu, cuci baju, setrika, dan lain-lain. Lumayan sebagai pengganti olahraga.</li>
<li><strong>Beres-Beres Kamar</strong>, mumpung punya waktu cukup panjang untuk melakukannya.</li>
<li><strong>Dekorasi Kamar</strong>, buat ganti suasana hati. Kalau mau dekorasi ruangan lain juga boleh.</li>
<li><strong>Merapikan Isi Lemari</strong>, kalau ada pakaian yang sudah dipakai bisa disumbangkan.</li>
<li><strong><em>Mix and Match</em> Pakaian</strong>, siapa tahu dapat inspirasi gaya <em>fashion </em>yang baru dan anti <em>mainstream</em>.</li>
<li><strong><em>Cosplay Low-Budget</em></strong>, manfaatkan barang-barang yang ada di sekitar.</li>
<li><strong>Beres-Beres Gudang</strong>, siapa tahu nemu harta karun yang telah terpendam selama bertahun-tahun.</li>
<li><strong>Membuang Barang-Barang yang Sudah Tidak Diinginkan</strong>, seperti kata <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/merapikan-kamar-merapikan-diri/">Marie Kondo</a>, hanya sisakan barang-barang yang membawa kebahagiaan.</li>
<li><strong>Buat Kerajinan dari Barang Bekas</strong>, demi perut penyu yang terbebas dari sampah plastik!</li>
<li><strong>Rebahan</strong>, karena kapan lagi kita bisa memiliki waktu rebahan sepuasnya?</li>
<li><strong>Tidur</strong>, kalau ngantuk. Jangan terlalu lama.</li>
<li><strong>Baca WHATHEFAN! </strong>biar <em>adsense </em>dan <em>traffic-</em>nya nambah</li>
</ol>
<p><em>Bersambung ke Bagian 2&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Beberapa aktivitas diambil dari berbagai sumber, baik lokal maupun internasional</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 Maret 2020, terinspirasi setelah membaca banyaknya keluhan bosan di masa-masa sulit ini.</p>
<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/@minan1398">Min An</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/100-aktivitas-untuk-dirumahaja-bagian-1/">100 Aktivitas untuk #dirumahaja (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Corona dan Dampak Sosial Ekonominya</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2020 11:34:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[dampak]]></category>
		<category><![CDATA[dirumahaja]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[pandemik]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3665</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa hari terakhir ini jika sedang berselancar di media sosial, kita akan disuguhkan banyak sekali berita seputar pandemik Corona yang mulai mengganas di dalam negeri. Bagaimana tidak, hingga hari Jumat (20/3) rasio kematian akibat virus ini mencapai angka 8%, salah satu yang tertinggi di dunia. Banyak yang meyakini hal ini terjadi karena pemerintah termasuk lambat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">Corona dan Dampak Sosial Ekonominya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari terakhir ini jika sedang berselancar di media sosial, kita akan disuguhkan banyak sekali berita seputar pandemik Corona yang mulai mengganas di dalam negeri.</p>
<p>Bagaimana tidak, hingga hari Jumat (20/3) rasio kematian akibat virus ini mencapai angka <strong>8%</strong>, salah satu yang tertinggi di dunia. Banyak yang meyakini hal ini terjadi karena pemerintah termasuk lambat dalam mendeteksi pasien, sehingga angka penderita seharusnya lebih tinggi dari sekarang.</p>
<p>Kepanikan pun menjadi sesuatu yang tidak terhindarkan (<em>inevitable</em>). Orang-orang dengan uang berlebih mulai membeli stok makanan untuk jaga-jaga jika <em>lockdown </em>benar-benar diberlakukan.</p>
<p>Penulis yang tinggal dan bekerja di Kebayoran Lama (yang notabene telah memiliki <em>suspect</em>) tentu juga merasa was-was. Seandainya bisa, Penulis akan memilih untuk pulang ke Malang.</p>
<p>Setelah berbagai pertimbangan, Penulis memutuskan untuk tetap tinggal di Jakarta hingga wabah ini mengalami penurunan, atau bahkan hingga benar-benar habis kasusnya.</p>
<p>Kita semua sedang merasa takut karena penyebaran Corona yang amat sangat cepat dan mudah. Ketakutan tersebut memengaruhi banyak sekali aspek kehidupan kita sehari-hari.</p>
<h3>Dampak Ekonomi ke Masyarakat Bawah</h3>
<p>Menjelang tidur, Penulis mendapatkan notifikasi WhatsApp dari Ayu. Ia bertanya, apakah Penulis masih ingat dengan penjual es krim yang biasanya keliling di daerah perumahan.</p>
<p>Penulis menjawab masih mengingat sosoknya yang telah <em>sepuh</em>. Ayu pun melanjutkan ceritanya dengan berkata bahwa es yang ia jual masih penuh pada hari itu. Padahal, biasanya ketika sore dagangannya sudah akan habis.</p>
<div id="attachment_3668" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3668" class="size-large wp-image-3668" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3668" class="wp-caption-text">Harus Keluar Rumah (<a class="o5rIVb irc_hol irc_lth" tabindex="0" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pedagang_kaki_lima" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjzr6W5u6voAhVYeH0KHZMXD7wQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Wikipedia</span></a>)</p></div>
<p>Bisa jadi, orang-orang merasa takut untuk membeli makanan dari luar, terutama yang tingkat higienisnya patut diragukan. Ayu pun jadi kepikiran, bagaimana kalau sang penjual tidak berhasil mendapatkan beberapa lembar rupiah.</p>
<p>Penulis juga teringat perjalanannya ke kantor menggunakan layanan ojek online. Di dalam perjalanan, Penulis bertanya mengenai dampak Corona terhadap jumlah penumpang.</p>
<p>Sang <em>driver </em>mengatakan jumlah penumpang berkurang sangat drastis. Bahkan layanan antar makanan yang Penulis kira akan meningkat juga mengalami stagnasi.</p>
<p>Ini menjadi salah satu contoh bagaimana Corona sebenarnya sangat memukul ke kalangan menengah ke bawah, yang kalau tidak keluar rumah tidak bisa makan. Mereka lebih takut mati kelaparan daripada mati kena virus.</p>
<p>Seperti yang sudah Penulis singgung sebelumnya, orang-orang berduit tidak akan merasakan penderitaan semacam ini. Mereka memiliki tabungan sehingga bisa membeli persediaan makanan. Ketimpangan sosial yang terjadi ini sangat meresahkan.</p>
<h3><em>Lockdown </em>dan Sumbangan dari Si Kaya</h3>
<p>Dari berita yang Penulis baca, tiket pesawat ke Singapura (yang kasus kematian Coronanya 0%) ludes terjual. Bisa jadi, para orang kaya ini kabur ke sana sebelum pemerintah memutuskan <em>lockdown</em>.</p>
<p><em>Lockdown </em>sendiri merupakan salah satu cara paling ekstrem untuk meredam penyebaran virus Corona (selain tembak mati ala Korea Utara). Masalahnya, siapkah masyarakat kita terisolasi dalam jangka waktu yang belum bisa dipastikan?</p>
<div id="attachment_3669" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3669" class="size-large wp-image-3669" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3669" class="wp-caption-text">Lockdown (<a class="o5rIVb irc_hol irc_lth" tabindex="0" href="https://www.thejakartapost.com/news/2020/03/19/covid-19-does-indonesia-need-a-lockdown-it-depends-on-how-you-define-it.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwj38OPEu6voAhUKeisKHbtvDBIQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">The Jakarta Post</span></a>)</p></div>
<p>Masyarakat menengah ke bawah jelas menolak ide ini. Jangankan untuk membeli stok makanan, untuk makan hari ini saja belum tentu punya. Yang kaya <em>mah </em>enak bisa makan sambil nonton <em>Netflix</em>.</p>
<p>Oleh karena itu, muncul suara-suara di media sosial yang menuntut orang-orang kaya mengeluarkan sumbangan demi mengatasi Corona ini, terutama mereka yang gemar pamer barang-barang <em>branded </em>mereka.</p>
<p>Mereka meminta korporat dan <em>public figure </em>meniru Korea Selatan yang <em>jor-joran </em>dalam memberikan sumbangan. Beberapa sudah melakukannya, beberapa mungkin diam-diam melakukannya. Berprasangka baik saja.</p>
<h3>#dirumahaja</h3>
<p>Sebelum <em>lockdown </em>diberlakukan secara resmi, pemerintah pusat maupun daerah sama-sama menghimbau untuk #dirumahaja sebagai bentuk antisipasi. Masyarakat diminta membatasi  interaksinya dengan orang lain semaksimal mungkin.</p>
<p>Tapi ya sekali lagi, tidak semua bisa merasakan <em>privilege </em>ini. Ada orang-orang yang tidak bisa bekerja dari rumah. Kemarin ketika naik lift barang, Penulis bertemu dengan beberapa <em>security. </em>Mereka jelas tidak bisa bekerja dari rumah.</p>
<div id="attachment_3670" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3670" class="size-large wp-image-3670" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3670" class="wp-caption-text">#dirumahsaja (<a class="o5rIVb irc_hol irc_lth" tabindex="0" href="https://www.dailymail.co.uk/news/article-8129619/NHS-frontline-staff-battling-coronavirus-tell-Britons-responsible-stay-home.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjm7fHsu6voAhUA7HMBHR9DBM8QjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Daily Mail</span></a>)</p></div>
<p>Tidak hanya di dunia kerja, himbauan ini juga berlaku untuk mahasiswa dan pelajar. Sekolah dan kampus tidak diliburkan, mereka belajar di rumah secara online.</p>
<p>Masalahnya, banyak yang mengeluh kalau mereka mulai bosan di rumah terus. Padahal, sebelumnya mereka selalu mendambakan rebahan sepuasnya. Kontradiksi ini membuktikan ketidakkonsistenan manusia.</p>
<p>Seharusnya, kita merasa bersyukur masih bisa di rumah saja. Merasa bosan itu manusiawi, tapi setidaknya jangan mengeluarkan keluhan tersebut di ruang publik seperti media sosial. Kasihan mereka yang tidak bisa bekerja dari rumah, lebih-lebih tim medis yang menangani pasien Corona.</p>
<p>Bahkan, para ulama dan petinggi agama lainnya telah menyepakati agar aktivitas ibadah dilakukan di rumah untuk sementara waktu. Ini menunjukkan bahwa virus ini bukan sesuatu yang main-main.</p>
<p>Banyak penduduk negara lain yang meremehkan virus ini dan tetap beraktivitas di luar seperti biasa. Hasilnya? Bisa dilihat sendiri jumlah penderita dan korban jiwa dari negara tersebut.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Isolasi di rumah mungkin berat untuk kaum ekstrovert, namun ringan bagi kaum introvert yang sudah terbiasa. Penulis menemukan kalimat ini di media sosial, sebuah <em>joke </em>di tengah duka yang tengah melanda.</p>
<p>Virus Corona memang tidak hanya menyerang kesehatan, namun juga berdampak pada kondisi sosial ekonomi. Lakukan apa yang bisa kita lakukan, walaupun itu hanya berdiam diri di rumah.</p>
<p>Beberapa negara yang mulai mencari obat dan vaksinnya. Negara yang telah bangkit dari terjangan Corona juga mulai membantu negara-negara lain yang baru terkena dampaknya.</p>
<p>Semoga tulisan ringan ini bisa menjadi pengingat. Semoga kita semua diberikan perlindungan agar bisa melewati badai ujian ini bersama-sama. <em>Every cloud has a silver lining</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 Maret 2020, terinspirasi dari banyaknya berita seputar virus Corona</p>
<p>Foto: <a href="https://www.who.int/images/default-source/health-topics/coronavirus/corona-virus-getty.tmb-1200v.jpg?Culture=en&amp;sfvrsn=217a6a68_6">WHO</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">Corona dan Dampak Sosial Ekonominya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
