<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>distraksi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/distraksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/distraksi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Jul 2024 16:14:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>distraksi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/distraksi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Saya Hilangkan Kebiasaan Buruk Dikit-Dikit Cek HP</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/cara-menghilangkan-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/cara-menghilangkan-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jul 2024 16:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[distraksi]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7637</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika sedang suwung atau menganggur, apa yang akan Pembaca lakukan pertama kali? Kalau Penulis, satu hal yang sangat mungkin dilakukan adalah mengecek ponselnya, entah untuk mengecek pesan WhatsApp yang masuk ataupun scrolling media sosial. Parahnya lagi, Penulis kerap berganti-ganti platform ketika sudah cek HP. Bosan buka Instagram, pindah ke X. Bosan di X, pindah ke [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/cara-menghilangkan-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp/">Cara Saya Hilangkan Kebiasaan Buruk Dikit-Dikit Cek HP</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika sedang <em>suwung </em>atau menganggur, apa yang akan Pembaca lakukan pertama kali? Kalau Penulis, satu hal yang sangat mungkin dilakukan adalah <strong>mengecek ponselnya</strong>, entah untuk mengecek pesan WhatsApp yang masuk ataupun <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/alasan-kenapa-mindless-scrolling-adalah-pelarian-yang-buruk/"><em>scrolling </em>media sosial</a>.</p>



<p>Parahnya lagi, Penulis kerap berganti-ganti platform ketika sudah cek HP. Bosan buka Instagram, pindah ke X. Bosan di X, pindah ke YouTube. Bosan di YouTube, pindah ke Pinterest. Begitu terus hingga screentime ponsel Penulis menjadi berjam-jam.</p>



<p>Penulis sebenarnya menyadari kalau sedikit-sedikit mengecek ponsel merupakan kebiasaan yang buruk karena seolah-olah otak ini tidak boleh diberi jeda sedikit pun dari konsumsi-konsumsi konten. Otak (dan organ tubuh lainnya) ini seolah tidak boleh istirahat. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<p>Padahal, jeda sejenak dari segala kegiatan dan konsumsi konten bagus untuk otak. Membiarkan pikiran mengembara atau merenung terkadang menjadi sesuatu yang kita butuhkan di tengah berbagai tuntutan hidup.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis pun berusaha mengurangi ketergantungan dirinya yang sedikit-sedikit mengecek ponsel. Awalnya memang sangat sulit karena sudah menjadi kebiasaan, tapi lama-kelamaan Penulis mulai terbiasa untuk menjauhinya dan menggantinya dengan aktivitas lain.</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis ingin berbagi pengalaman dirinya berusaha mengurangi kebiasaan buruk ini untuk bisa meningkatkan produktivitas dirinya. Penulis tidak membuat daftarnya berdasarkan riset mendalam, hanya dari pengalaman pribadinya saja.</p>



<h2 class="wp-block-heading">1. Memberikan Batasan ke Aplikasi</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/cara-mengurangi-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp-banner-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7684" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/cara-mengurangi-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp-banner-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/cara-mengurangi-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp-banner-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/cara-mengurangi-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp-banner-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/cara-mengurangi-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp-banner.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Aplikasi Rekomendasi Penulis (<a href="https://www.opal.so/blog/opal-the-1-screen-time-app">Opal</a>)</figcaption></figure>



<p>Hampir semua media sosial menghadirkan konten tak terbatas yang bertujuan untuk membuat kita betah berlama-lama di platform mereka. Akibatnya, kita suka lupa waktu jika sudah bermain media sosial, terutama jika sedang mengonsumsi konten-konten video pendek.</p>



<p>Penulis termasuk yang kesulitan untuk mengerem kebiasaan buruk ini, sehingga membutuhkan bantuan<em> </em>aplikasi. Untungnya, hampir di semua ponsel pintar saat ini telah memiliki fitur untuk membatasi penggunaan aplikasi dalam jangka waktu panjang.</p>



<p>Namun, Penulis merasa aplikasi bawaan tersebut kurang ketat karena bisa kita ubah dengan mudah. Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk menggunakan aplikasi yang lebih ketat seperti <strong>AppBlock </strong>dan <strong>Opal</strong>. Jika batas durasinya sudah lewat, maka Oval tersebut akan otomatis memblokir aplikasi tersebut.</p>



<p>Di ponsel, Penulis memberi batasan penggunaan semua media sosial 1,5 jam per hari, mulai dari YouTube, Instagram, X, <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/">TikTok</a>, hingga <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/threads-the-right-thing-at-the-right-time/">Threads</a>. Durasi 1,5 jam bukan untuk per aplikasi, tapi kombinasi dari semuanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">2. Menjauhkan Ponsel dari Jangkauan</h2>



<p>Cara pertama yang sering Penulis lakukan adalah menjauhkan ponsel sejauh mungkin dari jangkauannya. Biasanya ini Penulis terapkan ketika kerja, di mana Penulis meletakkan ponselnya di tempat yang tidak kelihatan hingga lupa di mana menaruhnya.</p>



<p>Cara ini cukup efektif jika Penulis ingin <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/">mengurangi distraksi ketika jam kerja</a>, apalagi <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/agar-wfh-tetap-produktif/">Penulis <em>work from home</em></a>. Penulis harus bisa mendisiplinkan diri sendiri karena tidak ada orang lain yang mengawasi. Alhasil, <em>screentime </em>Penulis terutama di jam kerja (9-6) bisa berkurang drastis. </p>



<p>Tidak hanya itu, kita juga bisa mematikan notifikasi ponsel dengan mengubahnya ke Mode Hening atau mengaktifkan fitur Do Not Disturb. Dengan begitu, suara-suara notifikasi yang seolah tak ada habisnya itu bisa diredam dan tidak membuat kita merasa penasaran lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">3. Install WhatsApp atau Aplikasi Chat di PC/Laptop</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/cara-mengurangi-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7685" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/cara-mengurangi-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/cara-mengurangi-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/cara-mengurangi-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/cara-mengurangi-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Install Aplikasi WhatsApp Dekstop (<a href="https://www.cnet.com/tech/services-and-software/whatsapps-new-desktop-app-for-windows-how-to-download-it-on-your-pc/">CNET</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu alasan mengapa Penulis suka mengecek ponselnya adalah karena ingin memeriksa apakah ada pesan WhatsApp yang masuk. Oleh karena itu, Penulis memilih untuk meng-<em>install</em> aplikasi WhatsApp versi<em> </em>PC, sehingga dirinya tak perlu lagi mengecek ponsel.</p>



<p>Kebetulan, di tempat kerja Penulis WhatsApp menjadi media utama untuk berkomunikasi, sehingga tidak mungkin Penulis tidak memeriksa WhatsApp. Bahkan, Penulis menggunakan layar kedua menggunakan tablet untuk selalu menampilkan WhatsApp, karena Penulis juga punya kebiasaan buruk sedikit-sedikit cek WhatsApp.</p>



<p>Tidak hanya WhatsApp, semua aplikasi <em>chat </em>yang Penulis gunakan juga Penulis <em>install </em>di PC, mulai dari Skype hingga Discord. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan <em>urgent </em>untuk mengecek ponsel di jam kerja.</p>



<h2 class="wp-block-heading">4. Jangan Gunakan Ponsel Sebagai Alarm Pagi</h2>



<p>Selain godaan di kala menganggur dan di jam kerja, salah satu godaan terbesar untuk mengecek ponsel adalah di pagi hari. Penulis punya kebiasaan buruk setelah mematikan alarm, Penulis akan membuka aplikasi media sosial sebentar.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis menyarankan untuk menggunakan alarm konvensional di pagi hari, bukan alarm yang ada di ponsel. Kalau perlu, jauhkan juga ponsel dari jangkauan sebelum tidur. </p>



<p>Selain itu, tentukan jam berapa ponsel boleh mulai dicek, misalnya pukul tujuh pagi setelah <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">rutinitas pagi telah selesai dituntaskan</a>. Namun, jika boleh jujur, di antara semua poin yang ada di artikel ini, poin inilah yang sampai sekarang masih Penulis sulit terapkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">5. Sibukkan Diri dengan Kegiatan Bermanfaat</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/cara-mengurangi-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7686" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/cara-mengurangi-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/cara-mengurangi-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/cara-mengurangi-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/cara-mengurangi-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Baca Buku Favoritmu (<a href="https://www.pexels.com/@adilgkkya/">Adil via Pexels</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu pemicu kita kerap mengecek ponsel adalah karena <em>suwung</em> atau sedang menganggur, seperti yang sudah Penulis singgung di atas. Oleh karena itu, kita harus kreatif mengisi waktu kosong kita dengan aktivitas lain.</p>



<p>Melakukan hobi adalah salah satu cara yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang. Kalau Penulis, biasanya akan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/bagaimana-caranya-agar-semangat-membaca-buku/">membaca buku</a> atau menulis artikel. Kedua aktivitas ini lumayan ampuh bagi Penulis untuk tidak mengecek ponsel.</p>



<p>Di malam hari setelah jam kerja, biasanya Penulis menyempatkan diri untuk menemani ibu menonton televisi. Meskipun bukan kegiatan yang produktif, setidaknya menemani ibu menjadi aktivitas yang bermanfaat sekaligus melepas penat setelah seharian bekerja.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Berselancar di media sosial untuk mencari hiburan bukan hal yang salah. Yang salah adalah jika dilakukan secara berlebihan hingga lupa waktu. Waktu yang kita miliki di dunia ini terbatas, sehingga sayang jika tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya.</p>



<p>Penulis merasa bahwa dirinya sudah terlalu <em>attach </em>dengan ponsel, sehingga muncul kebiasaan sedikit-sedikit ingin mengecek ponsel. Menyadari kekurangan ini, Penulis pun berusaha untuk melakukan tips-tips yang telah disebutkan di atas. </p>



<p>Semoga saja tulisan ini bisa membantu Pembaca yang juga mengalami kesulitan seperti Penulis.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 22 Juli 2024, terinspirasi setelah menyadari kalau dirinya kerap kali mengecek HP-nya setiap tidak ada aktivitas</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/photo/selective-focus-photography-of-person-using-iphone-x-1542252/">Kerde Severin</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/cara-menghilangkan-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp/">Cara Saya Hilangkan Kebiasaan Buruk Dikit-Dikit Cek HP</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/cara-menghilangkan-kebiasaan-dikit-dikit-cek-hp/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Smartphone adalah Distraksi Terberat untuk Produktivitas</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2023 07:10:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[distraksi]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[smarpthone]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6597</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak orang yang menginginkan hidup produktif. Namun, tidak banyak orang yang berhasil melakukannya. Beberapa alasannya adalah rasa malas, kurang motivasi, hingga adanya distraksi atau gangguan yang menghambat kita untuk produktif. Rasa malas atau kurang motivasi berasal dari internal, sehingga cara mengatasinya pun mau tidak mau harus dari diri sendiri. Kita harus bisa mengendalikan diri kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/">Smartphone adalah Distraksi Terberat untuk Produktivitas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Banyak orang yang menginginkan hidup produktif. Namun, tidak banyak orang yang berhasil melakukannya. Beberapa alasannya adalah <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/saya-ini-pemalas/">rasa malas</a>, kurang motivasi, hingga adanya distraksi atau gangguan yang menghambat kita untuk produktif.</p>



<p>Rasa malas atau kurang motivasi berasal dari internal, sehingga cara mengatasinya pun mau tidak mau harus dari diri sendiri. Kita harus bisa mengendalikan diri kita sendiri untuk bisa mengusir hal-hal yang menghambat produktivitas tersebut.</p>



<p>Nah, lain halnya dengan adanya distraksi yang kerap datang dari luar atau eksternal diri kita. Bentuknya pun macam-macam. Namun, ada satu distraksi yang Penulis anggap sebagai yang terbesar sekaligus terbesar, yaitu <strong>adanya <em>smartphone</em> alias ponsel pintar</strong>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner.jpg 1280w " alt="Siapa yang Akhirnya Menang?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/siapa-yang-akhirnya-menang/">Siapa yang Akhirnya Menang?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Smartphone adalah Distraksi Terbesar?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6600" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Distraksi Terbesar Saat Bekerja atau Belajar (<a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/tangan-iphone-smartphone-laptop-5077039/">cottonbro studio</a>)</figcaption></figure>



<p>Selama beberapa tahun terakhir, <em>smartphone </em>kita terus berevolusi menjadi sebuah gawai yang sangat canggih, hingga seolah-olah kita bisa melakukan semua hal menggunakannya. Ini semakin dilengkapi dengan berbagai aplikasi yang jumlahnya mungkin mencapai jutaan.</p>



<p>Salah satu dampak terbesar yang dihasilkan oleh <em>smartphone </em>adalah meningkatnya interaksi antarmanusia hingga seolah tak berbatas ruang dan waktu. Kita bisa melihat berbagai kejadian di seluruh dunia hanya dalam kedipan mata saja melalui media sosial.</p>



<p>Ada banyak pilihan media sosial yang bisa kita gunakan, mulai Facebook, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/twitter-dan-tuntutan-kesempurnaannya/">Twitter</a>, Instagram, <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/">TikTok</a>, hingga Pinterest. Sarana hiburan untuk menonton tayangan visual pun banyak, mulai yang gratis seperti YouTube hingga yang berbayar seperti <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya/">Netflix</a>, Disney+, Vidio, dan lainnya.</p>



<p>Jangan lupakan juga judul-judul <em>game </em>yang bisa membuat kita melupakan kehidupan kita sejenak di dunia nyata. Ada yang menyukai <em>game </em>kompetitif seperti <em>Mobile Legends </em>dan <em><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-menyebar-screenshot-pubg/">PUBG Mobile</a></em>, ada juga yang suka bertualang di <em>Genshin Impact</em>.</p>



<p>Masih banyak yang bisa kita lakukan melalui <em>smartphone</em>, seperti membaca berita, membaca komik, melihat meme, membuat konten viral, dan lain sebagainya. <strong>Banyaknya aktivitas yang bisa dilakukan inilah yang membuat <em>smartphone </em>menjadi distraksi yang luar biasa</strong>.</p>



<p>Bayangkan, setelah merasa bosan dengan Instagram, beralik ke TikTok. Begitu bosan, pindah lagi ke Twitter. Bosan lagi, pindah main <em>game</em>. Capek, <em>refreshing </em>dengan menonton YouTube. Putaran aktivitas ini seolah tak pernah berhenti mengisi hari-hari kita.</p>



<p>Apalagi, kini semakin banyak platform yang menyediakan fitur <em><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/alasan-kenapa-mindless-scrolling-adalah-pelarian-yang-buruk/">infinity scroll</a> </em>di mana kita secara tak terbatas diberikan konten video pendek. Berdasarkan pengalaman Penulis, fitur ini kerap membuat kita merasa lupa waktu karena tidak tahu kapan harus berhenti.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana agar Smartphone Tidak Menjadi Sebuah Distraksi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="528" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-1024x528.jpg" alt="" class="wp-image-6601" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-1024x528.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-300x155.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-768x396.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest.jpg 1250w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah Satu Aplikasi yang Membantu Mengatasi Distraksi Smartphone (<a href="https://www.datingadvice.com/for-women/forest-app-helps-people-be-present-in-relationships">Dating Advice</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika sedang bekerja atau belajar, kita kerap beralih ke <em>smartphone </em>kita dengan dalih &#8220;<em>refreshing</em>&#8221; karena merasa suntuk. Niatnya hanya 5 menit, tahu-tahu bertambah menjadi 50 menit. Pekerjaan pun akhirnya tertunda, menumpuk, atau bahkan tidak selesai.</p>



<p>Penulis kerap berniat untuk menjalani hari yang produktif, seperti menulis beberapa artikel blog, membaca buku <em>self-improvement</em>, atau mulai menulis novel lagi. Namun, jika sudah main <em>smartphone </em>dan rebahan, niat tersebut pun sirna begitu saja, kalah oleh rasa malas.</p>



<p>Berdasarkan poin di atas, Penulis pun menganggap kalau <em>smartphone </em>adalah distraksi terbesar dalam produktivitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan beberapa cara agar kita bisa menghindari distraksi tersebut semaksimal mungkin.</p>



<p>Kalau yang mau ekstrem, Penulis di jam kerja biasanya <strong>menjauhkan <em>smartphone </em>sejauh mungkin dari jangkauan</strong>. Dengan membuatnya &#8220;tidak terlihat&#8221;, rasa penasaran ingin mengeceknya pun bisa menjadi berkurang.</p>



<p>Lalu, apa yang bisa kita lakukan ketika merasa suntuk atau penat? Lakukan <strong>aktivitas fisik yang tidak melibatkan <em>smartphone</em></strong><em>.</em> Beberapa hal yang Penulis lakukan adalah baca buku, bermain bersama kucing, duduk melihat tanaman, hingga rebahan sejenak.</p>



<p>Seandainya tidak bisa menahan diri untuk mengecek <em>smartphone</em>, mungkin kita butuh bantuan aplikasi seperti <strong>Forest</strong> dan <strong>AppBlock</strong>. Bisa juga menggunakan fitur bawaan dari <em>smartphone </em>yang mengatur berapa jam maksimal kita menggunakan aplikasi tertentu.</p>



<p>Penulis merasa terbantu dengan aplikasi-aplikasi ini agar Penulis bisa berhenti membuka aplikasi-aplikasi tertentu di jam profuktif. Namun, terkadang diri kita pun &#8220;nakal&#8221; dan justru memilih untuk menghapus aplikasi-aplikasi tersebut.</p>



<p>Jadi, pada dasarnya <strong>semua kembali ke diri sendiri</strong>, apakah kita benar-benar ingin menghilangkan distraksi tersebut atau tidak. Kalau keinginan dan tekad kita benar-benar kuat, bahkan tanpa bantuan aplikasi pun kita bisa menyingkirkan distraksi tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Selain <em>smartphone</em>, tentu masih ada distraksi lain mengingat kebanyakan aplikasi-aplikasi yang ada di <em>smartphone </em>juga tersedia di laptop. Namun, setidaknya laptop tidak bisa digunakan sambil rebahan karena kurang nyaman dan berat.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis benar-benar berusaha membatasi penggunaan <em>smartphone </em>hariannya karena terbukti sangat sering membuat hari Penulis menjadi tidak produktif. Entah sudah berapa banyak waktu yang terbuang karena <em>smartphone </em>ini.</p>



<p>Penulis pun memiliki target agar penggunaan <em>smartphone </em>dalam sehari tidak melebihi 5 jam. Sejauh ini, target ini relatif bisa dicapai di <em>weekday</em> karena adanya rutinitas pekerjaan. Di <em>weekend</em>, angka penggunaan bisa naik walau tidak terlalu banyak.</p>



<p>Dengan mengurangi penggunaan <em>smartphone</em>, Penulis berharap bisa menjadi pribadi yang lebih produktif lagi, memiliki pola hidup yang lebih teratur, dan mampu melakukan banyak hal yang lebih bermanfaat.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 12 Juni 2023, terinspirasi karena merasa <em>smartphone </em>adalah distraksi terbesar ketika dirinya ingin memiliki hidup yang produktif</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.marketwatch.com/story/the-dos-and-donts-of-using-your-cell-phone-at-work-2018-01-08">MarketWatch</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/">Smartphone adalah Distraksi Terberat untuk Produktivitas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
