<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>idola Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/idola/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/idola/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Oct 2022 03:23:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>idola Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/idola/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tetap Dalam Jiwa: Isyana Sarasvati</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tetap-dalam-jiwa-isyana-sarasvati/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tetap-dalam-jiwa-isyana-sarasvati/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2022 13:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[isyana]]></category>
		<category><![CDATA[Isyana Sarasvati]]></category>
		<category><![CDATA[klasik]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[opera]]></category>
		<category><![CDATA[penyanyi]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[pop]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5613</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis mengakui kalau dirinya tidak begitu sering mendengarkan lagu Indonesia di masa remajanya. Lagu-lagu rock dari barat terdengar lebih menggoda dan cocok dengan selera musik Penulis. Walaupun begitu, Penulis masih memiliki beberapa penyanyi atau band lokal favorit seperti Peterpan (sebelum menjadi Noah). Untuk penyanyi, Penulis sempat mengidolakan Gita Gutawa. Bahkan, ada teman SMA Penulis yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tetap-dalam-jiwa-isyana-sarasvati/">Tetap Dalam Jiwa: Isyana Sarasvati</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis mengakui kalau dirinya tidak begitu sering mendengarkan lagu Indonesia di masa remajanya. Lagu-lagu <em>rock </em>dari barat terdengar lebih menggoda dan cocok dengan selera musik Penulis.</p>



<p>Walaupun begitu, Penulis masih memiliki beberapa penyanyi atau <em>band </em>lokal favorit seperti <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/">Peterpan</a> (sebelum menjadi Noah). Untuk penyanyi, Penulis sempat mengidolakan Gita Gutawa. Bahkan, ada teman SMA Penulis yang sampai memberikan poster bergambar dirinya.</p>



<p>Bertahun-tahun kemudian, Penulis baru menemukan lagi sesosok penyanyi perempuan yang diidolakan. Ia adalah <strong>Isyana Sarasvati</strong>, orang yang sering dianggap sebagai komedian berkedok penyanyi.</p>



<p>Melalui tulisan kali ini, Penulis ingin berbagi sedikit mengenai bagaimana Penulis bisa mengidolakan Isyana Sarasvati dan pendapatnya tentang musik-musik yang ia ciptakan.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Pertemuan dengan Isyana Sarasvati</h2>



<p><em>Fun fact</em>, Isyana Sarasvati adalah satu-satunya idola yang berhasil Penulis ajak untuk foto bareng. Menariknya, kejadian tersebutlah yang membuat Penulis menjadikannya sebagai sesosok idola. Artikel lengkapnya bisa dibaca di sini:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-whathefan wp-block-embed-whathefan"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="84RnN8OyH0"><a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-bertemu-isyana-sarasvati/">Pengalaman Bertemu Isyana Sarasvati</a></blockquote><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted"  title="&#8220;Pengalaman Bertemu Isyana Sarasvati&#8221; &#8212; Whathefan!" src="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-bertemu-isyana-sarasvati/embed/#?secret=84RnN8OyH0" data-secret="84RnN8OyH0" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
</div></figure>



<p>Kesempatan untuk bisa mendengarkan konsernya secara langsung, berfoto dan bersalaman dengannya (walaupun hanya pucuk tangannya), hingga mendapatkan CD-nya secara gratis membuat Penulis ingin mendalami musikalitas Isyana.</p>



<p>Tidak hanya itu, Penulis juga banyak menonton video-videonya di YouTube, terutama video yang berkaitan dengan &#8220;kekocakan&#8221; yang dimilikinya. Perpaduan antara musik yang ia ciptakan dengan karakter yang dimilikinya jelas meninggalkan kesan tersendiri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perkenalan Isyana di Industri Musik Indonesia</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5732" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Isyana dan Album <em>Explore!</em> (<a href="https://www.liputan6.com/showbiz/read/2375951/album-explore-wakili-jiwa-isyana-sarasvati">Liputan6</a>)</figcaption></figure>



<p>Sama seperti kebanyakan pendengar Isyana, Penulis mengenal lagu Isyana dari <em>single-single </em>awalnya seperti <em><strong>Keep Being You</strong> </em>dan <em><strong>Tetap Dalam Jiwa</strong> </em>yang masuk ke dalam album pertamanya, <em><strong>Explore!</strong></em> (2015).</p>



<p>Sebagai album perkenalan Isyana, album ini menurut Penulis masih mengikuti pasar Indonesia dan bisa didengarkan oleh banyak orang karena <em>easy listening</em>. Penulis sendiri bukan penggemar genre tersebut, tetapi masih bisa menikmatinya.</p>



<p>Selain dua lagu yang menjadi <em>single </em>utama dari album tersebut, Penulis juga menyukai lagu <strong><em>Kau Adalah</em> </strong>yang merupakan hasil kolaborasinya dengan personil Ran, Rayi Putra. Hingga kini, Penulis masih mendengarkan lagu-lagu tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5733" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Isyana dan Album <em>Paradox </em>(<a href="https://youtu.be/BaSCPxAEdN8">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Selang dua tahun (2017), Isyana kembali menelurkan album baru yang berjudul <em><strong>Paradox</strong></em>. Penulis berhasil mendapatkan album aslinya ketika beli makan di KFC. Dibandingkan dengan album sebelumnya, lagu-lagu yang terdapat di album ini terasa lebih berwarna.</p>



<p>Jika membaca dari beberapa sumber, album ini banyak mengangkat kisah pribadi Isyana, berbanding terbalik dengan album sebelumnya yang kerap bercerita tentang kisah temannya atau sepenuhnya fiktif.</p>



<p>Salah satu lagu yang menjadi <em>hits </em>di album ini tentu saja lagu <em><strong>Anganku Anganmu </strong></em>yang ia nyanyikan bersama Raisa. Kedua penyanyi ini sama- sama cantik dan bersuara emas. Apalagi, banyak orang yang kerap membandingkan keduanya.</p>



<p>Di antara semua lagu yang ada di album ini, Penulis paling menyukai lagu <em><strong>Lembaran Buku </strong></em>yang walaupun terkesan <em>gloomy</em>, entah mengapa liriknya terasa begitu dalam. Lagu lain yang Penulis sukai di album ini adalah <em><strong>Nada Cinta </strong></em>yang kesannya ceria dan bahagia. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Jujur kepada Diri Sendiri</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5734" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Isyana dan Album <em>Lexicon </em>(<a href="https://m.fimela.com/entertainment/read/4123653/lexicon-luapan-energi-terpendam-isyana-sarasvati">Fimela</a>)</figcaption></figure>



<p>Mungkin isi lagu dari album <em>Paradox </em>memang lebih menggambarkan seorang Isyana. Namun, secara musikalitas sebenarnya Isyana masih &#8220;bermain aman&#8221; dan mengikuti pasar Indonesia. Di album ketiganya, <em><strong>Lexicon</strong></em> (2019), barulah Isyana benar-benar berani <a href="https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/">keluar dari zona nyaman</a>.</p>



<p>Jika dua albumnya lebih bergenre <em>pop </em>dan <em>R&amp;B</em>, maka di album ini terasa bergenre klasik dan <em>rock </em>progresif. Hal ini dapat dimaklumi, mengingat Isyana memang memiliki <em>background </em>pendidikan di genre-genre tersebut. </p>



<p>Ini tentu cukup menimbulkan kekagetan di antara penggemar dan menimbulkan polarisasi. Ada yang menganggap Isyana telah keluar jalur, ada yang menyebut kalau inilah diri Isyana yang sebenarnya. Tak heran, ada beberapa anggapan yang menyebutkan banyak pendengar Isyana berpaling darinya.</p>



<p>Penulis sendiri sebagai penikmat musik <em>rock </em>sebenarnya terima-terima saja dengan keputusan Isyana dan tidak mempermasalahkannya. Jujur kepada diri sendiri merupakan hal penting, termasuk dalam pemilihan musikalitas sang penyanyi.</p>



<p>Di antara semua lagu yang ada di album ini, Penulis memiliki satu judul favorit, yakni <em><strong>Untuk Hati yang Terluka</strong></em>. Untuk lagu-lagu lainnya, Penulis kurang bisa menikmatinya karena tidak sesuai dengan selera saja. Namun, album ini memang benar-benar berbeda.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa yang Menyangka Isyana akan Merilis Lagu Metal?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5735" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/isyana-sarasvati-tetap-dalam-jiwa-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Isyana di Video Klip <em>Il Sogno </em>(<a href="https://www.nme.com/en_asia/news/music/isyana-sarasvati-and-deadsquad-share-music-video-for-il-sogno-3146709">NME</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak perilisan album ketiganya, Penulis tidak terlalu mengikuti lagu-lagu terbaru Isyana. Bahkan, Penulis hampir tidak pernah mendengarkan album mininya yang berkolaborasi dengan Afgan dan Rendy Pandugo.</p>



<p>Namun, Penulis kembali mendengarkan lagu Isyana berkat <em>single</em> <strong><em>Il Sogno </em></strong>(2021) yang juga menjadi <em>soundtrack </em>dari film <em>Teka-Teki Tika</em>. Gila, siapa yang menyangka Isyana akan menciptakan lagu sekeras ini. Perpaduan antara <em>rock</em>, classic, dan suara opera Isyana benar-benar cocok di telinga Penulis.</p>



<p>Bahkan, versi kolaborasinya dengan Deadsquad (rilis 2022) membuat lagu ini semakin enak (dan tentunya makin keras!) saja didengar dan membuat Penulis melakukan <em>headbang </em>ketika sedang mendengarkannya. Lagu ini benar-benar keren!</p>



<p><em>Il Sogno </em>jugalah yang membuat Penulis akhirnya kembali mendengarkan lagu-lagu Isyana dan menemukan beberapa lagu yang ternyata cukup enak. Salah satunya adalah <em><strong>Unlock the Key</strong> </em>(2020)<em> </em>yang juga bergenre <em>rock</em>. Semoga saja Isyana makin sering membuat lagu bergenre <em>rock </em>progresif!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis sebenarnya bukan tipe orang yang menyukai seorang penyanyi karena lebih menyukai <em>band</em>. Penulis bisa menyebutkan banyak nama <em>band </em>favoritnya, tetapi akan kebingungan jika ditanya siapa penyanyi favoritnya.</p>



<p>Kehadiran Isyana di ranah musik Indonesia membuat Penulis tak ragu menjadikannya penyanyi favorit. Mengikuti evolusi musikalitasnya dari debut hingga sekarang benar-benar menarik dan menurut Penulis cukup unik. Tak banyak penyanyi yang berani keluar dari zona nyamannya.</p>



<p>Oleh karena itu, Isyana Sarasvati akan tetap ada di dalam jiwa Penulis sampai kapan pun. Apalagi, Penulis memiliki kenangan indah ketika bisa berjumpa dengannya dan berfoto bareng.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 21 Februari 2022, terinspirasi setelah mendengarkan lagu-lagu Isyana Sarasvati</p>



<p>Foto: <a href="https://www.ussfeed.com/lagu-il-sogno-isyana-sarasvati-cerita-tentang-mimpi/">USS Feed</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tetap-dalam-jiwa-isyana-sarasvati/">Tetap Dalam Jiwa: Isyana Sarasvati</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tetap-dalam-jiwa-isyana-sarasvati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Safa, Fanatisme Idola, dan Hubungan Parasosial</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/safa-fanatisme-idola-dan-hubungan-parasosial/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/safa-fanatisme-idola-dan-hubungan-parasosial/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 May 2022 13:45:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fanatisme]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[parasosial]]></category>
		<category><![CDATA[penggemar]]></category>
		<category><![CDATA[Safa]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5714</guid>

					<description><![CDATA[<p>Baru-baru ini, ada kejadian yang sedang ramai diperbincangkan di Twitter. Mungkin Pembaca juga sudah tahu mengenai kasus Safa yang &#8220;disidang&#8221; secara daring di Space Twitter akibat ulahnya yang melakukan hate speech kepada member boyband asal Korea, NCT. Kasus ini sempat membuatnya menjadi trending topic di internet. Bahkan, beberapa public figure sudah membuat semacam video reaction [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/safa-fanatisme-idola-dan-hubungan-parasosial/">Safa, Fanatisme Idola, dan Hubungan Parasosial</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Baru-baru ini, ada kejadian yang sedang ramai diperbincangkan di Twitter. Mungkin Pembaca juga sudah tahu mengenai kasus Safa yang &#8220;disidang&#8221; secara daring di Space Twitter akibat ulahnya yang melakukan <em>hate speech </em>kepada <em>member boyband </em>asal Korea, NCT.</p>



<p>Kasus ini sempat membuatnya menjadi <em>trending topic </em>di internet. Bahkan, beberapa <em>public figure </em>sudah membuat semacam video <em>reaction </em>yang menyoroti betapa &#8220;uniknya&#8221; kasus ini di mata mereka dan menunjukkan betapa <em>gregetan-</em>nya<em> </em>mereka.</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis ingin mencoba menjabarkan akar permasalahan ini sekaligus mencoba untuk mencari hikmah apa yang bisa kita dapatkan dari perisitiwa yang bagi sebagian orang dianggap konyol dan norak ini.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Rangkuman Kasus Safa di Twitter</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5719" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Safa Space (via <a href="https://www.youtube.com/watch?v=t6axA96UujU">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Safa merupakan <em><strong>solostan</strong></em>, istilah untuk menyebutkan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-bucin/">penggemar yang hanya mengidolakan salah satu <em>member </em>dari sebuah kelompok</a>. Nah, ia pun melancarkan <em>hate speech </em>ke <em>member </em>NCT lain yang tidak ia idolakan, bahkan menggunakan istilah-istilah yang sangat buruk.</p>



<p>Nah, para penggemar <em>member </em>yang dihina dan <em>fans </em>NCT secara umum merasa gerah dengan perbuatan Safa ini. Jika <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/cari-perhatian-di-media-sosial/">mengamati media sosial</a>, Safa sebenarnya sempat ditegur secara personal, tetapi tidak ada perubahan dan ia tetap mengeluarkan <em>hate speech</em>.</p>



<p>Alhasil, akhirnya dibentuklah Space tersebut dengan Safa sebagai &#8220;tertuduh&#8221; utama. Entah berapa orang yang ikut menyidang Safa pada momen tersebut. Sampai di titik ini, kita masih bisa melihat kewajaran mengapa Safa sampai terseret kasus ini.</p>



<p>Safa dituntut untuk membuat surat pernyataan minta maaf di atas materai dan ditandatangani orang tua, serta membuat semacam video klarifikasi. Hal ini ditolak Safa karena dianggap melanggar privasinya. Penolakan inilah yang menjadi <em>trigger</em> kemarahan orang-orang yang berada di dalam Space tersebut. </p>



<p>Bahkan, ada satu orang yang menggunakan semacam <em>power abuse </em>untuk mengintimidasi Safa dengan menyebutkan berbagai anggota keluarga dan kenalannya yang memiliki pengaruh, mulai kader Golkar sampai anggota tentara dan kepolisian.</p>



<p>Tidak hanya itu, ia juga memberikan ancaman kalau dirinya bisa membuat ayah Safa, yang juga merupakan polisi, untuk dimutasi atau diturunkan pangkatnya. Ia juga menyebutkan bahwa dirinya akan membawa kasus ini ke ranah hukum dengan dasar UU ITE.</p>



<p><strong>Iya, Safa diancam akan dibawa ke kepolisian &#8220;hanya&#8221; karena menghina <em>idol </em>Korea yang bahkan tidak tahu kalau mereka eksis di dunia ini.</strong></p>



<p>Ancaman memidanakan Safa tidak hanya dilakukan oleh mbak-mbak berusia 29 tahun dan aktivis HAM ini, melainkan dilakukan oleh anggota Space yang lain juga. Bahkan, ada yang mengaku sebagai &#8220;emaknya&#8221; atau perwakilan dari anggota NCT.</p>



<p>Menghadapi serangan dari berbagai arah, Safa terlihat mampu mengendalikan diri dan tidak kalah begitu saja. Ia mengakui perbuatan salahnya, tetapi ia menganggap memperkarakan ini hanya akan ditertawakan oleh pihak yang berwajib.</p>



<p>Penulis kurang tahu pasti bagaimana <em>ending </em>dari Space tersebut. Penulis sempat membaca kalau Space tersebut ditutup ketika Safa bertanya apa kesimpulan dari diskusi tersebut karena ia harus mengerjakan tugasnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Fanatisme Idola</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5721" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Begitu Fanatik kepada Idola (via <a href="https://www.thestar.com.my/tech/tech-news/2021/08/10/indonesia-country-with-most-k-pop-fans-and-most-tweets-about-it">The Star</a>)</figcaption></figure>



<p>Kebanyakan netizen pun berpendapat bahwa apa yang dilakukan orang-orang di dalam Space tersebut sangat berlebihan. Sebegitu hebatnya mereka membela <em>idol </em>mereka hingga rasanya bagi kita mereka begitu aneh dan norak.</p>



<p>Melihat kasus tersebut, tentu banyak orang (termasuk Penulis) yang menganggapnya sebagai sebuah fanatisme. Apalagi, ini menyangkut tentang penggemar K-Pop yang sudah kadung dicap publik sebagai kalangan penggemar yang paling &#8220;keras&#8221; dan tidak bisa disenggol.</p>



<p>Sebenarnya, fanatisme terhadap seorang idola tidak hanya terlihat dari penggemar K-Pop. Fanatisme seseorang juga bisa terjadi kepada sosok politik, klub bola, karakter anime, aktor film, dan masih banyak lagi lainnya.</p>



<p>Bahkan, terkadang fanatisme terhadap hal-hal tersebut telah memberikan dampak yang lebih parah daripada menyidang Safa di Twitter. Contoh, suami-istri yang cerai karena beda pilihan calon presiden atau kematian akibat perkelahian antarklub sepak bola.</p>



<p>Penulis merasa penasaran dengan adanya fenomena fantisme yang berlebihan ini, sehingga memutuskan untuk bertanya kepada seorang kawan (sebut saja Naufal) yang Penulis anggap cukup &#8220;ahli&#8221; dalam memberikan pendapat dalam kasus-kasus seperti ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hyperreality dan Hubungan Parasosial</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5720" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Istilah Halus untuk Menggambarkan Halu? (via <a href="https://www.verywellmind.com/parasocial-relationships-covid-5218827">Verywell Mind</a>)</figcaption></figure>



<p>Menurutnya, kita sekarang tengah berada di tengah kondisi <em><strong>hyperreality</strong></em>, sebuah konsep yang diajukan oleh <strong>Jean Baudrillard</strong>, di mana <strong>manusia semakin kesulitan untuk membedakan mana realita mana yang bukan</strong>.</p>



<p>Di era <em>postmodern </em>seperti sekarang, kondisi ini semakin menjadi-jadi berkat &#8220;dukungan&#8221; dari media, teknologi, media sosial, dan lain-lain. Idola yang dulu rasanya jauh, kini terasa dekat seolah mereka benar-benar menjadi bagian dari kehidupan kita secara nyata.</p>



<p>Penggemar yang awalnya hanya mengagumi idola dan karyanya pun berevolusi: Mereka jadi ingin memiliki hubungan yang dekat dengan idola. Ini memunculkan sebuah fenomena lain yang disebut sebagai<strong> <em>parasocial relantionship</em></strong><em> </em>atau hubungan parasosial. </p>



<p>Tambah kawan Penulis, hubungan parasosial ini membuat para penggemar ingin di-<em>notice </em>oleh idolanya. Karena tahu akan sulit, mereka pun menggunakan berbagai cara, bahkan kadang dengan cara yang ekstrem seperti yang dilakukan oleh <em>sasaeng</em>.</p>



<p>Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di Space Safa sebenarnya &#8220;lumrah&#8221; dilakukan di era <em>hyperreality </em>seperti sekarang. Mungkin, karena dilakukan di media sosial-lah yang membuatnya jadi banyak disorot oleh publik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Dari kasus Safa setidaknya kita bisa belajar dua hal: <strong>Jangan melakukan <em>hate speech</em></strong><em> </em>dan <strong>jangan menjadi penggemar yang fanatik</strong>. Apa yang dilakukan oleh Safa memang tidak bisa dibenarkan, tapi apa yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di Space tersebut juga salah.</p>



<p>Di era di mana batas antara mana yang nyata dan tidak semakin tipis seperti sekarang, kita harus bisa menempatkan diri dengan baik. Jangan sampai kita kerap susah membedakan mana yang sungguh-sungguh terjadi mana yang tidak.</p>



<p>Peristiwa yang sebenarnya tak terlalu penting ini ternyata mampu memberi kita pelajaran yang begitu berarti, sekaligus menjadi sebuah peningkatan bahwa apapun yang berlebihan tak pernah berakhir dengan baik.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 29 Mei 2022, terinspirasi setelah membaca &#8220;drama&#8221; mengenai Safa di Twitter satu minggu yang lalu</p>



<p>Foto Banner: <a href="https://kpop.fandom.com/wiki/NCT">Kpop Wiki &#8211; Fandom</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Hyperreality#cite_note-12">Hyperreality &#8211; Wikipedia</a></li><li><a href="https://twitter.com/badutkenyal/status/1526984679504879616">Twitter: &#8220;Kumpulan space safa, karna perlu dikenang dalam sejarah: A thread🙏🏼&#8221; / Twitter</a></li><li><a href="https://www.instagram.com/p/Cdx3On0Bhkp/">Satu Persen &#8211; Indonesian Life School (@satupersenofficial) • Instagram photos and videos</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/safa-fanatisme-idola-dan-hubungan-parasosial/">Safa, Fanatisme Idola, dan Hubungan Parasosial</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/safa-fanatisme-idola-dan-hubungan-parasosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Idolaku Adalah Milikku, Bukan Milikmu</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Feb 2020 16:24:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[fanatik]]></category>
		<category><![CDATA[fans]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[kencan]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[public figure]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3420</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kemarin pagi ada reply dari story Instagram Penulis yang memasang foto pernikahan Isyana dan suaminya. Ia bertanya, apa yang dirasakan oleh seorang fans jika melihat idolanya menikah dengan orang lain. Karena Penulis bukan fans fanatik yang bakal galau tujuh hari tujuh malam ketika melihat idolanya berada di pelaminan, Penulis tidak tahu pasti mengenai jawabannya. Hanya saja, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu/">Idolaku Adalah Milikku, Bukan Milikmu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin pagi ada <em>reply </em>dari <em>story </em>Instagram Penulis yang memasang foto pernikahan Isyana dan suaminya. Ia bertanya, apa yang dirasakan oleh seorang fans jika melihat idolanya menikah dengan orang lain.</p>
<p>Karena Penulis bukan fans fanatik yang bakal galau tujuh hari tujuh malam ketika melihat idolanya berada di pelaminan, Penulis tidak tahu pasti mengenai jawabannya.</p>
<p>Hanya saja, Penulis memiliki beberapa asumsi dari pengamatan pribadi mengenai fenomena di mana fans marah, hancur, pedih ketika melihat idolanya harus merajut asmara dengan orang lain.</p>
<h3>Ketika Cinta Tak Direstui</h3>
<p>Pada topik kali ini, Penulis akan mengambil contoh dari idola-idola Korea Selatan khususnya dari dunia K-Pop. Alasannya sederhana, banyak sekali contoh nyata mengenai ketidakrestuan fans ketika idolanya berkencan atau menikah dengan pasangannya.</p>
<p><div id="attachment_3424" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3424" class="size-large wp-image-3424" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3424" class="wp-caption-text">Sungmin dan Kim Sa-eun (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.youtube.com/watch?v=r0j1ICr_TUA" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjBpIXVoLjnAhV1ILcAHU35AXoQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">YouTube</span></a>)</p></div></p>
<p>Mungkin yang paling Penulis ingat adalah kasus <strong>Sungmin Super Junior</strong>. Ia kini vakum dari <em>boyband </em>yang membesarkan namanya tersebut karena boikot dari para fans.</p>
<p>Apa sebabnya? Karena ia memutuskan untuk menikah dengan wanita yang ia cintai, <strong>Kim Sa Eung</strong>, pada tahun 2014. Banyak fans yang tidak siap mental dengan keadaan ini. Mereka seolah tak bisa menerima kenyataan tersebut.</p>
<p><div id="attachment_3430" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3430" class="size-large wp-image-3430" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-1.5.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3430" class="wp-caption-text">Taeyeon dan Baekhyun (<a class="o5rIVb a-no-hover-decoration irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwi-5IWOqLjnAhUO6XMBHU_gDNEQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Finikpop.com%2F15-pasangan-idols-yang-mungkin-tak-kamu-ketahui-pernah-pacaran-sebelumnya-part-2%2F&amp;psig=AOvVaw2ASv2wdtzgOAwFfPuqlPBc&amp;ust=1580919993471105" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi-5IWOqLjnAhUO6XMBHU_gDNEQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">iniKpop</span></a>)</p></div></p>
<p>Kasus lainnya dialami oleh <strong>Taeyeon SNSD </strong>dan <strong>Baekhyun EXO</strong>. Pada saat mereka berkencan (sekitar tahun 2014), SNSD sudah berada di puncak popularitas dan EXO sedang merintis karir mereka.</p>
<p>Banyak fans EXO menganggap Baekyhyun telah mengkhianati mereka. Penulis sendiri tidak tahu mengapa mereka merasa seperti itu, mungkin karena Baekhyun pernah berjanji untuk tidak kencan dengan siapapun terlebih dahulu.</p>
<p>Tidak tanggung-tanggung, muncul petisi dari fans yang menginginkan Baekyun keluar dari <em>boyband </em>tersebut, meskipun hingga sekarang yang bersangkutan masih menjadi anggota EXO.</p>
<p><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/">Almarhumah </a><strong><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/">Sulli f(x)</a> </strong>juga pernah mendapatkan hujatan ketika berpacaran dengan seorang laki-laki yang jauh lebih tua darinya. Sebagai salah satu member paling populer, ia dianggap tidak memedulikan perasaan fans.</p>
<h3>Ketika Cinta Direstui</h3>
<p>Walaupun begitu, ternyata ada juga pasangan idola Korea yang mendapatkan restu dari fans. Contohnya adalah <strong>Yoona SNSD</strong> dan <strong>Lee Seung-gi </strong>yang dianggap cocok satu sama lain oleh para fans, meskipun pada akhirnya mereka berdua harus berpisah jalan.</p>
<p><div id="attachment_3425" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3425" class="size-large wp-image-3425" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3425" class="wp-caption-text">Yoona dan Lee Seung-gi (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.wattpad.com/456795037-shall-we-marry-lee-seung-gi-yoona-lima" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjT7t3bpbjnAhWMcn0KHZzqDXsQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Wattpad</span></a>)</p></div></p>
<p>Ada juga <strong>Kai EXO</strong> yang dikabarkan pernah berpacaran dengan <strong>Krystal f(x) </strong>ataupun dengan <strong>Jennie Blackpink </strong>dalam waktu yang berbeda.</p>
<p>Sebelum Kai dan Krystal resmi berkencan, banyak fans yang menjodoh-jodohkan mereka berdua. Akan tetapi, Penulis menemukan sumber yang mengatakan ada kasus bunuh diri yang diakibatkan oleh hubungan tersebut.</p>
<p>Di sisi lain saat bersama Jennie (yang fotonya bocor pada tahun 2019 lalu), fans juga banyak yang mendukung mereka walau ada juga yang menentangnya.</p>
<p><div id="attachment_3427" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3427" class="size-large wp-image-3427" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3427" class="wp-caption-text">Song-Song Couple (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.kapanlagi.com/korea/song-song-couple-bercerai-pengacara-ungkap-berkas-perceraian-telah-masuk-pengadilan-9989da.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiU1rbkpbjnAhVJXn0KHV0KAdcQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">KapanLagi.com</span></a>)</p></div></p>
<p>Bahkan, pernikahan antara <strong>Song Jong-ki</strong> dan <strong>Song Hye-kyo</strong> dianggap terjadi karena dorongan fans yang berharap mereka menjadi pasangan sungguhan di dunia nyata. Sayangnya, umur pernikahan tersebut tidak bertahan lama.</p>
<h3>Kenapa Bisa Seperti Itu?</h3>
<p>Sebenarnya tidak semua pasangan idol akan dibenci ataupun didukung sepenuhnya oleh para fansnya. Pasti lebih banyak kasus di mana orang-orang terbelah menjadi dua kubu, yang pro dan yang kontra.</p>
<p><div id="attachment_3428" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3428" class="size-large wp-image-3428" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu-2-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3428" class="wp-caption-text">Suzy dan Minho ()</p></div></p>
<p>Ketika aktris cantik <strong>Bae Suzy </strong>berkencan dengan <strong>Lee Min Ho</strong>, banyak yang merestui hubungan tersebut karena keduanya terlihat serasi. Walaupun begitu, tidak sedikit fans dari kedua belah pihak yang tidak bisa menerimanya.</p>
<p>Ada juga <strong>Heechul Super Junior</strong> dan <strong>Momo Twice</strong> yang jarak usianya dianggap terlalu jauh, walau tak sedikit yang mendukung mereka berdua. Bahkan kisah Kai dan Jennie dikabarkan tidak disetujui oleh beberapa pihak.</p>
<p>Menjadi seorang <em>public figure </em>memang memiliki konsekuensi kehidupan kita akan di utak-atik oleh khalayak ramai. Apapun yang kita lakukan seolah dipantau oleh CCTV yang tak kasat mata.</p>
<p>Walaupun begitu, mereka tetaplah manusia biasa yang berhak untuk mencintai dan dicintai. Bagi mereka, aktivitas normal tersebut bisa menjadi sangat berisiko jika sudah dihadapkan dengan para fans.</p>
<p>Bagi beberapa fans garis keras (sering disebut sebagai <em><b>sasaeng</b></em>), seorang idola merupakan obsesi bahkan sumber kehidupan mereka. Imajinasi sering mereka ciptakan di dalam kepala untuk membuat mereka merasa hidup.</p>
<p>Kencan dan pernikahan sang idola akan merusak kenyamanan tersebut. Mereka khawatir sang idola akan fokus kepada pasangannya dan melupakan para fans yang sudah menemaninya selama ini.</p>
<p>Beruntung jika pasangan mereka bisa diterima dengan baik. Jika tidak? Alamat karir bisa anjlok karena tidak ada yang tertarik dengannya lagi.</p>
<p>Apalagi, banyak fans yang melakukan justifikasi apakah seseorang layak atau tidak menjadi kekasih idolanya. Hal ini aneh, mengingat kebanyakan fans sebenarnya tidak benar-benar kenal dengan idola ataupun pasangannya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Bagi sebagian orang, seorang idola haruslah menjadi milik bersama, bukan menjadi milik seseorang saja. Idola bisa menjadi idola berkat kehadiran fans, sehingga mereka merasa berhak untuk melakukan hal tersebut.</p>
<p>Sebenarnya mengidolakan orang lain sama sekali tidak masalah. Hanya saja, jika sampai berlebihan sampai muncul rasa memiliki yang posesif juga kurang baik.</p>
<p>Para <em>public figure </em>juga berhak memiliki kehidupan pribadi mereka, walaupun risiko untuk diuntit akan selalu ada. Menurut Penulis, fans sejati seharusnya akan mendahulukan kebahagiaan sang idola dibandingkan ego mereka sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Note: Mohon maaf jika ada kesalahan data ataupun fakta di atas</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 4 Februari 2020, terinspirasi dari sebuah pertanyaan teman di Instagram</p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://www.koreaboo.com/stories/kpop-idol-dating-scandals-acceptance-real-reasons/">Koreaboo</a>, <a href="https://www.jazminemedia.com/2019/09/kpop-idols-who-paid-a-heavy-price-for-falling-in-love/">Jazzmine Media</a>, <a href="https://www.quora.com/Why-are-K-pop-fans-against-their-idols-marrying-dating">Quora</a>, <a href="https://www.allkpop.com/forum/threads/if-idols-were-open-about-their-dating-life-will-fans-stop-being-delucional.72150/">Allkpop</a>, <a href="https://www.kpopmap.com/why-dating-is-so-complicated-in-kpop/">Kpop Map</a>,</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/idolaku-adalah-milikku-bukan-milikmu/">Idolaku Adalah Milikku, Bukan Milikmu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wanita 2D vs Wanita 3D</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Nov 2019 05:25:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[bias]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[waifu]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3105</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bekerja di tempat yang sekarang membuat penulis banyak berkecimpung di dunia yang berbau anime dan Korea. Tak jarang muncul diskusi antar rekan kantor untuk mendiskusikan hal-hal seputar dua bidang tersebut. Untungnya penulis memiliki &#8220;pengalaman&#8221; di kedua hal tersebut, sehingga tidak menemukan kesulitan yang berarti saat mengerjakan artikel. Oleh karena itu, sekarang penulis tertarik untuk menulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">Wanita 2D vs Wanita 3D</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bekerja di tempat yang sekarang membuat penulis banyak berkecimpung di dunia yang berbau anime dan Korea. Tak jarang muncul diskusi antar rekan kantor untuk mendiskusikan hal-hal seputar dua bidang tersebut.</p>
<p>Untungnya penulis memiliki &#8220;pengalaman&#8221; di kedua hal tersebut, sehingga tidak menemukan kesulitan yang berarti saat mengerjakan artikel.</p>
<p>Oleh karena itu, sekarang penulis tertarik untuk menulis tentang wanita 2D versus wanita 3D atau lebih tepatnya, <em><strong>waifu vs bias</strong></em>.</p>
<h3><em>Waifu </em>vs<em> Bias</em></h3>
<p><div id="attachment_3108" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3108" class="size-large wp-image-3108" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3108" class="wp-caption-text">Lisa dan Hinata</p></div></p>
<p>Istilah <strong><em>waifu</em></strong> merujuk kepada karakter anime perempuan (kalau laki-laki disebut <em>husbando</em>) yang dijadikan sebagai pasangan fantasinya. Misalnya ada yang menjadikan Hinata Hyuuga dari Naruto sebagai <em>waifu</em>-nya.</p>
<p>Di sisi lain, <strong><em>bias</em></strong> menurut sepengetahuan penulis merupakan pilihan idola dari banyaknya member sebuah <em>girlband </em>ataupun <em>boyband</em> yang kebanyakan berasal dari Korea Selatan.</p>
<p>Perannya pun macam-macam. Ada yang menjadikannya sebagai <em>oppa </em>atau <em>unnie </em>tersayang, ada juga yang menjadikannya sebagai pacar imajinasi, dan lain sebagainya.</p>
<p>Berdasarkan hasil pengamatan penulis, kedua kubu antara penyuka anime dan K-Pop saling tidak menyukai, bahkan cenderung saling meremehkan. Padahal, penulis menemukan beberapa persamaan antara <em>waifu</em> dan <em>bias</em> ini.</p>
<h3>Persamaan <em>Waifu dan Bias</em></h3>
<p>Pertama, <strong>mereka sama-sama tidak mungkin dimiliki oleh kita</strong>. Yang <em>waifu </em>berada di dunia dua dimensi, yang satu ada di negeri seberang. Walaupun mereka datang ke Indonesia, tetap saja mereka tak akan menyadari eksistensi kita.</p>
<p>Kedua, <strong>mereka sama-sama berbentuk nyaris sempurna seolah tanpa celah</strong>. Baik <em>waifu </em>ataupun <em>bias</em>, pasti akan memiliki kecantikan di atas rata-rata atau sifat yang terlihat sempurna.</p>
<p>Ketiga, <strong>penggemarnya bisa ngamuk kalau sampai <em>waifu/bias</em>-nya dilecehkan</strong>. Mereka merasa memiliki tanggung jawab untuk membela harga diri dari <em>waifu/bias</em>-nya.</p>
<p><em>Tapi kan bias manusia asli, beda sama waifu yang cuma kartun gambaran tangan!</em></p>
<p>Menurut penulis, sebenarnya itu hanya masalah selera saja. Ada yang lebih suka dengan manusia sungguhan, ada yang lebih terobsesi dengan karakter anime. Seharusnya, tidak boleh langsung dijustifikasi seperti itu.</p>
<h3>Kenapa Punya <em>Waifu/Bias</em>?</h3>
<p><div id="attachment_3110" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3110" class="size-large wp-image-3110" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-3.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3110" class="wp-caption-text">Terobsesi Secara Berlebihan (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.pinterest.com/pin/111534528251061815/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi3ofaMy__lAhXGdCsKHSXSASUQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Pinterest</span></a>)</p></div></p>
<p>Baik memilih untuk memiliki <em>waifu </em>ataupun <em>bias</em> sebenarnya tidak masalah. Penulis memandangnya seperti kita mengidolakan seseorang. Hanya saja jika sampai taraf yang menakutkan, tentu tidak baik untuk kehidupan kita.</p>
<p>Dari beberapa sumber yang penulis baca dan tonton, alasan yang paling kuat kenapa orang terobsesi secara berlebihan dengan <em>waifu/bias</em>-nya adalah karena memiliki permasalahan di kehidupan nyata.</p>
<p>Penulis pernah membuat artikel di tempat kerja mengenai apa yang membuat para <em>wibu </em>lebih memilih karakter dua dimensi. Ketika riset, penulis menemukan fakta bahwa mereka menganggap wanita asli sebagai makhluk yang mengerikan.</p>
<p>Mereka juga membandingkan kondisi fisik karakter anime yang dianggap sempurna jika dibandingkan dengan manusia sungguhan. Penemuan ini cukup mencengangkan bagi penulis.</p>
<p>Di sisi lain, orang-orang yang terobsesi dengan <em>bias-</em>nya secara berlebihan menganggap <em>oppa-</em>nya tidak akan pernah menyakiti perasaan mereka.</p>
<p>Mungkin mereka pernah disakiti oleh pasangannya di dunia nyata, sehingga merasa trauma dan melarikan diri ke idolanya. <em>Oppa-oppa </em>tersebut memang tidak akan menyakiti kita, <em>mong</em> tahu kita hidup di dunia ini aja enggak.</p>
<p>Orang yang terobsesi dengan karakter anime sering dianggap tidak normal. Menurut penulis, yang tidak normal adalah <strong>terobsesi berlebihan kepada apapun hingga memengaruhi perilakunya sehari-hari</strong>.</p>
<p>Terkadang ada yang bisa menikmati keduanya seperti penulis, tapi rasanya jumlahnya tidak terlalu banyak. Lebih banyak yang memilih salah satu. Lebih banyak lagi yang tidak memilih keduanya.</p>
<h3>Siapa <em>Waifu/Bias</em> Penulis?</h3>
<p><div id="attachment_3109" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3109" class="size-large wp-image-3109" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/wanita-2d-vs-wanita-3d-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3109" class="wp-caption-text">Dari Kiri: Kosaki Onodera, Mio Akiyama, Jessica Jung</p></div></p>
<p>Jika disuruh memilih, penulis akan memilih wanita sungguhan yang bisa hadir menemani hari-hari kita. Pasti akan ada momen saling menyakiti, namun itu pasti terjadi di dalam sebuah hubungan antar manusia.</p>
<p>Tapi jika disuruh menyebutkan siapa <em>waifu</em> atau <em>bias</em>-nya, penulis juga sudah menyiapkan jawabannya.</p>
<p>Untuk <em>waifu</em>, penulis suka dengan sifat yang kalem, dewasa, baik hati, ceria, sedikit pemalu, dan penuh dengan energi positif.  Sifat-sifat tersebut dimiliki oleh <strong>Kosaki Onodera</strong> dari anime Nisekoi dan <strong>Mio Akiyama</strong> dari anime K-On!</p>
<p>Bagaimana dengan <strong>Rikka Takanashi </strong>yang sering disebut di blog ini? Penulis suka dengan sifatnya yang polos, ceria, penuh energi dan fantasi, tapi merasa kurang <em>srek</em> dengan sifat kekanakan yang ia miliki.</p>
<p>Bagaimana dengan <em>bias</em>? Seperti pada tulisan sebelumnya, penulis akan memilih <strong><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/jessica-oh-jessica/">Jessica Jung</a> </strong>mantan personil Girls&#8217; Generation yang tinggal menunggu waktu unuk bubar seutuhnya.</p>
<p>Memang sedikit kontradiktif, mengingat sifat-sifat Jessica (setidaknya yang terlihat dari berbagai videonya) cukup berbeda dengan kritera <em>waifu </em>penulis. Entah mengapa bisa seperti itu.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Penulis tekankan sekali lagi, <strong>tidak ada yang salah jika ingin punya <em>waifu </em>ataupun <em>bias</em></strong>. Yang salah itu jika terlalu terobsesi dengan mereka secara berlebihan hingga mengganggu interaksi sosial kita di dunia nyata.</p>
<p>Kita punya hak untuk menyukai apapun, namun perlu diingat kalau kita tidak hidup sendirian di dunia ini dan tidak akan pernah bisa hidup sendirian.</p>
<p>Jangan sampai kita tenggelam ke dalam obsesi berlebihan terhadap <em>waifu/bias </em>yang ujung-ujungnya malah merugikan diri kita sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 23 November 2019, terinspirasi dari perdebatan mana yang lebih baik antara wanita 2D dan 3D</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwi4vuqQvPzlAhVLKo8KHZkKDw8QjB16BAgBEAM&amp;url=http%3A%2F%2Fru.fanpop.com%2Fclubs%2Fmio-akiyama%2Fimages%2F16562095%2Ftitle%2Fmio-akiyama-screencap&amp;psig=AOvVaw1s4KWD8bCbUHyvPotHZwwL&amp;ust=1574465752521775">Fanpop</a> &amp; <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwiTjozSvPzlAhWCeisKHe6LA0UQjB16BAgBEAM&amp;url=http%3A%2F%2Fadmdub.ru%2F24846-snsd-jessica-jung-wallpaper.html&amp;psig=AOvVaw1d4Uf8HtspsBcdNSxlUn9i&amp;ust=1574465889774878">Wallpapers and backgrounds</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">Wanita 2D vs Wanita 3D</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Idola Bernama Michael Schumacher</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jan 2019 08:14:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[balapan]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Schumacher]]></category>
		<category><![CDATA[Schumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2069</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dibandingkan dengan Moto GP, penulis lebih menggemari Formula 1 (F1). Penyebabnya, sewaktu kecil penulis lebih banyak membaca majalah yang berhubungan dengan balap jet darat tersebut. Majalah F1 yang penulis lupa namanya tersebut menampilkan satu sosok (sebenarnya ada dua, tapi orang yang sama, jadi ya dihitungnya satu) yang menjadi idola penulis hingga sekarang. Ia bernama Michael [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/">Idola Bernama Michael Schumacher</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dibandingkan dengan <strong>Moto GP,</strong> penulis lebih menggemari <strong>Formula 1 (F1)</strong>. Penyebabnya, sewaktu kecil penulis lebih banyak membaca majalah yang berhubungan dengan balap jet darat tersebut.</p>
<p>Majalah F1 yang penulis lupa namanya tersebut menampilkan satu sosok (sebenarnya ada dua, tapi orang yang sama, jadi ya dihitungnya satu) yang menjadi idola penulis hingga sekarang. Ia bernama <strong>Michael Schumacher</strong>.</p>
<h3>Formula 1 Musim 2002</h3>
<p>Penulis lupa musim berapa pertama kali mengetahui tentang F1. Antara tahun 2001 atau tahun 2002. Setelah mencari-cari informasi, nampaknya tahun 2002 lah yang benar karena ada beberapa pembalap di tahun 2001 yang tidak penulis ketahui.</p>
<p><div id="attachment_2071" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2071" class="size-large wp-image-2071" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/F1-Fansite.com-2002-HD-wallpaper-F1-GP-Germany_24-1024x576.jpg" alt="" width="800" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/F1-Fansite.com-2002-HD-wallpaper-F1-GP-Germany_24-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/F1-Fansite.com-2002-HD-wallpaper-F1-GP-Germany_24-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/F1-Fansite.com-2002-HD-wallpaper-F1-GP-Germany_24-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/F1-Fansite.com-2002-HD-wallpaper-F1-GP-Germany_24.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2071" class="wp-caption-text">Musim 2002 (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.racedepartment.com/downloads/series-f1-2002-granprix.15392/" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjayOrn9PvfAhWJQ48KHZhaCEwQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">RaceDepartment</span></a>)</p></div></p>
<p>Pada waktu itu, <strong>Schumi</strong>, nama panggilan akrab Schumacher, sedang merajai F1 dengan berhasil meraih gelar juara dunianya yang ke lima. Apalagi, rival sekaligus sahabatnya, <strong>Mika Hakkinen</strong>, telah memutuskan pensiun pada tahun 2001.</p>
<p>Gelar juara Schumi memang sempat menjadi kontroversi karena adanya <em>team order</em>, di mana rekan satu tim Schumi, <strong>Rubens Barrichello</strong>, disuruh mengalah agar jalan Schumi menuju juara menjadi mulus. Ferrari mendapatkan denda satu juta dolar karena hal ini.</p>
<p>Rival Schumi pada tahun tersebut adalah <strong>Juan Pablo Montoya</strong> dari tim <strong>William-BMW</strong>. Tidak seperti dengan Mika, hubungan Schumi dengan Montoya bisa dibilang tidak terlalu baik, seolah-olah mereka saling bermusuhan.</p>
<p>Pada tahun tersebut, muncul pembalap-pembalap muda yang nantinya akan menjadi juara dunia, seperti <strong>Kimi Raikonnen</strong>,<strong> Jenson Button</strong>, hingga <strong>Fernando Alonso</strong>.</p>
<h3>Berakhirnya Dominasi dan Comeback 2010</h3>
<p>Di antara mereka, Alonso lah yang berhasil menghentikan dominasi Schumi menjadi juara dunia, tepatnya pada musim 2005. Pada musim itu, Schumi hanya berhasil juara di Grand Prix Amerika Serikat. Itu pun karena tim yang menggunakan ban Michelin tidak bisa mengikuti balapan karena beberapa hal.</p>
<p><div id="attachment_2070" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2070" class="size-large wp-image-2070" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/michael-schumacher-joins-mercedes-gp-petronas-f1-team-1024x551.jpg" alt="" width="800" height="430" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/michael-schumacher-joins-mercedes-gp-petronas-f1-team-1024x551.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/michael-schumacher-joins-mercedes-gp-petronas-f1-team-300x161.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/michael-schumacher-joins-mercedes-gp-petronas-f1-team-768x413.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/michael-schumacher-joins-mercedes-gp-petronas-f1-team.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2070" class="wp-caption-text">Schumi dan Mercedes (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://mynameiskhan.ca/2011/09/07/the-unforgetable-senna/michael-schumacher-joins-mercedes-gp-petronas-f1-team/" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiCg4e08_vfAhVJpI8KHT_uDuwQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">MY NAME IS HOLLYWOOD KHAN</span></a>)</p></div></p>
<p>Setelah dua musim berturut-turut dikalahkan oleh Alonso, pembalap yang mengawali karirnya di Jordan pada tahun 1991 tersebut memutuskan untuk pensiun. Sang legenda hidup menggantungkan stirnya.</p>
<p>Akan tetapi, pada musim 2010 Schumi melakukan <em>comeback</em>. Bukan kembali bergabung dengan Ferrari, melainkan dengan Mercedes. Hal ini sempat mengejutkan publik. Bahkan petinggi Ferrari mengatakan bahwa Schumi yang ia kenal tak akan mengemudikan mobil tim lain selain Ferrari.</p>
<p>Tidak ada lagi gelar juara yang diraih oleh Schumi bersama tim barunya. Setelah tiga musim berlaga, Schumi kembali memutuskan untuk pensiun untuk kedua kalinya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Apa yang penulis suka dari Michael Schumacher adalah keramahan yang dimiliki olehnya. Ia jauh dari sifat arogan meskipun memegang rekor sebagai juara dunia terbanyak sepanjang masa.</p>
<p>Ditambah lagi kemampuan balapan yang dimilikinya. Ia adalah legenda hidup yang telah memberi inspirasi kepada orang-orang untuk menggapai impiannya dengan bekerja keras.</p>
<p>Pada tahun 2013, Schumi mengalami kecelakaan ketika bermain ski. Hingga saat ini, setelah beberapa hari yang lalu ia berusia 50 tahun, belum ada tanda-tanda Schumi akan sembuh dari cedera kepalanya. Sebagai penggemarnya, tentu penulis mendoakan yang terbaik untuknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Starbucks Kebayoran Lama, 20 Januari 2019, terinspirasi setelah teringat kepada sang idola pada suatu malam</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.theweek.co.uk/formula-1/98585/f1-ferrari-museum-exhibition-michael-schumacher-50th-birthday" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwj5nbH89PvfAhVBNI8KHTqLCtIQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">The Week UK</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/">Idola Bernama Michael Schumacher</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fenomena Bucin</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-bucin/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-bucin/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2019 00:43:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bucin]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[fanatik]]></category>
		<category><![CDATA[fans]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[hujat]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2042</guid>

					<description><![CDATA[<p>Istilah bucin bisa dibilang sedang booming saat ini. Merupakan kepanjangan dari budak cinta, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu berkorban demi menyenangkan pasangannya. Kita tentu sering melihat orang-orang yang rela mengurangi waktu kebersamaan bersama teman maupun keluarga demi sang kekasih. Lebih dari itu, mereka seolah rela melakukan apa saja yang diminta dan patuh terhadap segala perintah yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-bucin/">Fenomena Bucin</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Istilah <strong>bucin </strong>bisa dibilang sedang <em>booming </em>saat ini. Merupakan kepanjangan dari <em>budak cinta</em>, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang <a href="http://whathefan.com/renungan/cinta-tak-perlu-merasa-berkorban/">terlalu berkorban</a> demi menyenangkan pasangannya.</p>
<p>Kita tentu sering melihat orang-orang yang rela mengurangi waktu kebersamaan bersama teman maupun keluarga demi sang kekasih. Lebih dari itu, mereka seolah rela melakukan apa saja yang diminta dan patuh terhadap segala perintah yang dititahkan.</p>
<p>Nah, kata bucin tersebut bagi penulis telah mengalami perluasan makna. Bukan hanya kepada pacar (karena tidak semua orang memilikinya), tetapi bisa juga mem<em>bucin</em>kan diri ke idola. Fenomena inilah yang akan penulis bahas kali ini.</p>
<h3>Definisi Bucin</h3>
<p>Penulis tidak menyalahkan orang-orang yang mengidolakan individu ataupun grup tertentu. Penulis sendiri juga memiliki idola. Namun, yang menjadi permasalahan adalah ketika tingkat mengidolakan seseorang ini mencapai tahap yang <a href="http://whathefan.com/sosialpolitik/akar-fanatisme-membabi-buta/">terlalu fanatik</a>.</p>
<p>Dari hasil wawancara kepada seseorang yang mengaku bucin kepada salah satu <em>boyband </em><a href="http://whathefan.com/musikfilm/%EB%A6%AC%EC%8C%8D-%ED%9E%99%ED%95%A9-%EB%93%80%EC%98%A4-%EC%BD%94%EB%A6%AC%EC%95%84/">Korea</a>, penulis mencari tahu apa penyebab para bucin mem<em>bucin</em>kan diri kepada idolanya dan apa saja yang membuat seseorang menjadi bucin.</p>
<p><div id="attachment_2045" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2045" class="size-large wp-image-2045" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Super-Junior-1024x576.jpg" alt="" width="800" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Super-Junior-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Super-Junior-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Super-Junior-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/Super-Junior.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2045" class="wp-caption-text">Idol Korea (Pusat Informasi Anti Hoax)</p></div></p>
<p>Yang pertama, jelas karena suka dengan mereka, baik karena faktor wajah, suara yang memikat, dan lain sebagainya. Untuk contoh yang lebih ekstrem, para bucin merasa telah &#8220;diselamatkan&#8221; oleh lagu-lagu yang dibawakan oleh idola mereka.</p>
<p>Ada juga alasan karena menghargai perjuangan yang telah ditempuh idola mereka demi meraih puncak popularitas. Penulis mengiyakan pendapat ini karena tahu, meskipun secara tidak langsung, bagaimana para <em>public figure </em>terutama di Korea harus menjalani <em>training </em>selama bertahun-tahun.</p>
<p>Para bucin ini memiliki ciri-ciri tertentu. Salah satu yang paling kentara adalah terlalu sering mengunggah foto idola mereka di <a href="http://whathefan.com/karakter/media-sosial-sebagai-tempat-pelampiasan-emosi/">media sosial</a> yang dimiliki. Hal ini (mungkin) membuat teman-temannya yang bukan bucin merasa risih.</p>
<p>Sering juga ketika idola mereka berulangtahun, mereka akan mengucapkan selamat ulang tahun dengan begitu antusias seolah pesan mereka benar-benar akan dibaca. Tentu hal tersebut menjadi miris jika hal yang sama tidak dilakukan kepada orang-orang terdekat, terutama keluarga.</p>
<h3>Sensitivitas Bucin</h3>
<p>Salah satu hal yang mengerikan dari bucin adalah betapa galaknya mereka jika idola mereka dihujat. Mereka akan berdiri di garda terdepan jika ada yang berani berkata buruk terhadap idola yang dipujinya.</p>
<p>Mereka akan mengeluarkan berbagai pembelaan demi melindungi harga diri idola mereka. Contohnya, betapa orang-orang yang menghujat tersebut tidak memahami perjuangan idolanya demi bisa meraih kesuksesan.</p>
<p>Dan itu tidak salah.</p>
<p><div id="attachment_2047" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2047" class="size-large wp-image-2047" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/12302034_f520-1024x701.jpg" alt="" width="800" height="548" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/12302034_f520-1024x701.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/12302034_f520-300x205.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/12302034_f520-768x526.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/12302034_f520-130x90.jpg 130w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/12302034_f520.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2047" class="wp-caption-text">Berkata Buruk (Rebel Circus)</p></div></p>
<p>Menghujat, dalam bentuk apapun, adalah salah. Mengatakan semua orang Korea melakukan operasi plastik tentu kejam, karena pada kenyataannya tidak seperti itu. Memang banyak yang melakukan oplas, tapi banyak juga idola Korea yang sudah tampan maupun cantik sejak lahir.</p>
<p>Mungkin kita sering tak habis pikir bagaimana para bucin bisa begitu mencintai idolanya. Akan tetapi, berkata buruk juga tidak akan membantu kita untuk memahami mereka.</p>
<p>Yang bisa kita lakukan adalah berusaha menghargai mereka. Andai kata tindakan mereka dirasa telah melampaui batas, kita ingatkan secara perlahan tanpa adanya unsur menyebar kebencian.</p>
<p>Untuk para bucinnya sendiri, juga jangan terlalu galak. Jika ada yang menghujat idola kalian, terangkan secara baik-baik bahwa apa yang mereka katakan itu tidak bermanfaat dan merugikan diri mereka sendiri.</p>
<p>Seandainya kedua belah pihak bisa menahan diri dengan baik, tentu perdebatan kusir yang kerap kali terjadi di media sosial bisa berkurang.</p>
<h3>Tingkat Bucin yang Berbahaya</h3>
<p>Bicara soal melampaui batas, ada yang membuat penulis mengelus dada ketika memperhatikan para bucin ini. Beberapa bucin terkadang melakukan suatu hal ekstrem yang meresahkan orang lain, termasuk pujaannya sendiri.</p>
<p>Salah satu hal yang mengejutkan penulis adalah ketika mengetahui ada penggemar wanita yang melemparkan <em>Breast Holder</em> alias <strong>BH </strong>kepada idolanya ketika menggelar konser.</p>
<p><div id="attachment_2044" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2044" class="size-large wp-image-2044" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/635760317085038089-1671254765_nyc-live-28-1024x576.jpg" alt="" width="800" height="450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/635760317085038089-1671254765_nyc-live-28-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/635760317085038089-1671254765_nyc-live-28-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/635760317085038089-1671254765_nyc-live-28-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/635760317085038089-1671254765_nyc-live-28.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2044" class="wp-caption-text">Konser Idola (Odyssey)</p></div></p>
<p>INI APA MAKSUDNYA COBA?</p>
<p>Penulis benar-benar tidak memahami tujuan dari tindakan tersebut. Yang jelas, bagi penulis orang-orang yang berbuat demikian telah menjatuhkan harga diri mereka sedemikian rendahnya.</p>
<p>Selain itu, seperti yang sudah disebutkan pada tulisan <a href="http://whathefan.com/karakter/racun-literasi-pada-platform-digital/">Racun Literasi Pada Platform Digital</a>, banyak fans usia sekolah yang membuat cerita fantasi seks dengan membuat idolanya menjadi subyek. Mereka menulis dan menyebarkannya di ruang publik secara gratis.</p>
<p>Mirisnya, <em>fans fiction</em> tersebut laris manis dan dibaca ratusan ribu hingga jutaan kali. Penulis akan membantah dengan keras jika ada yang bilang hal tersebut merupakan bentuk kreativitas. Yang ada, itu merupakan bentuk pelampiasan nafsu kepada sang idola.</p>
<p>Bagi penulis, bucin seperti inilah yang <em>toxic</em>. Mereka bisa meracuni orang lain dengan aktivitas negatif yang mereka lakukan. Bucin seperti inilah yang butuh pencerahan entah dari siapa yang bisa menyadarkan mereka.</p>
<h3>Pencurahan Cinta yang Kurang Tepat</h3>
<p>Poin-poin yang telah disebutkan di atas membuat penulis membuat hipotesis dangkal. Para bucin mencurahkan cinta mereka ke idola (secara berlebihan) karena di sekeliling mereka merasa <strong>tidak ada orang yang layak dicintai dengan baik</strong>, entah karena memang tidak ada atau tidak sadar.</p>
<p><div id="attachment_2046" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2046" class="size-large wp-image-2046" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1529180979161-06b8b6d6f2be-1024x683.jpg" alt="" width="800" height="534" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1529180979161-06b8b6d6f2be-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1529180979161-06b8b6d6f2be-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1529180979161-06b8b6d6f2be-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1529180979161-06b8b6d6f2be.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2046" class="wp-caption-text">Lebih Layak Dicintai (Mike Scheid)</p></div></p>
<p>Tentu tidak semua seperti itu, ada juga yang mem<em>bucin</em>kan diri sebagai pelampiasan keadaan semata, ada juga yang sekadar suka tanpa perlu alasan lebih lanjut. Akan tetapi, penulis yakin ada orang-orang yang merasa seperti itu.</p>
<p>Seandainya hipotesis tersebut benar, tentu penulis akan merasa prihatin. Jika kita sadar, sebenarnya kita dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangi kita sehingga lebih layak untuk kita cintai. Tidak perlu pacar, tengoklah keluarga dan teman-teman kita.</p>
<p><em>&#8220;Tapi aku memang enggak punya orang yang layak dicintai. Aku sering bertengkar sama orangtua, di sekolah juga enggak punya teman yang ngertiin aku!&#8221;</em></p>
<p>Jika demikian, coba <a href="http://whathefan.com/renungan/hikayat-kontemplasi/">tengok ke dalam diri</a> terlebih dahulu. Mungkin ada yang salah dengan diri kita sehingga orang-orang berlaku demikian. Jika merasa tidak ada yang salah, setidaknya kamu masih punya <a href="http://whathefan.com/renungan/bagaimana-tuhan-diciptakan/">Tuhan</a>. Berdoalah, karena Tuhan tentu lebih mendengar daripada idolamu.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Bolehkan mem<em>bucin</em>kan diri? Tidak ada yang salah dengan mengidolakan orang lain, selama tidak berlebihan hingga melanggar norma-norma tertentu.</p>
<p>Kita yang merasa bukan bucin, harus berusaha menghargai mereka yang merasa bucin. Yang merasa bucin, harus menerima secara lapang dada apabila diingatkan oleh yang merasa bukan bucin.</p>
<p>Seandainya sikap saling menghargai tersebut dipelihara oleh masing-masing dari kita, tentu hidup rukun bukan lagi menjadi hal yang susah untuk digapai.</p>
<p>Terakhir, sebelum mencintai orang yang bahkan tidak tahu kita ada, alangkah baiknya kita memperhatikan orang-orang yang berada di dekat kita. Mereka lebih layak mendapatkan cinta kita daripada orang yang berada jauh di sana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 16 Januari 2019, terinspirasi dari fenomena bucin yang tengah terjadi pada generasi pemuda Indonesia</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.koreaboo.com/lists/list-things-never-kpop-concert-remember/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiKmufT_vDfAhVJqI8KHa-TAO0QjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Koreaboo</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-bucin/">Fenomena Bucin</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-bucin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Bertemu Isyana Sarasvati</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-bertemu-isyana-sarasvati/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-bertemu-isyana-sarasvati/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2018 16:39:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[isyana]]></category>
		<category><![CDATA[konser]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[penyanyi]]></category>
		<category><![CDATA[sarasvati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=252</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tulisan kali ini, saya ingin sedikit bernostalgia tentang salah satu momen yang paling saya ingat seumur hidup. Peristiwa ini terjadi sekitar dua tahun yang lalu, ketika saya berfoto dan bersalaman dengan Isyana Sarasvati, ketika ia diundang oleh salah satu radio lokal dalam rangka ulang tahunnya. *** Sebenarnya tidak ada rencana pada hari itu untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-bertemu-isyana-sarasvati/">Pengalaman Bertemu Isyana Sarasvati</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tulisan kali ini, saya ingin sedikit bernostalgia tentang salah satu momen yang paling saya ingat seumur hidup. Peristiwa ini terjadi sekitar dua tahun yang lalu, ketika saya berfoto dan bersalaman dengan <strong>Isyana Sarasvati</strong>, ketika ia diundang oleh salah satu radio lokal dalam rangka ulang tahunnya.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Sebenarnya tidak ada rencana pada hari itu untuk melihat Isyana di Malang Town Square, apalagi saya bukan tipe orang yang suka menonton konser. Bahkan infonya tanpa sengaja saya ketahui dari <em>wall </em>Instagram. Entah karena insting ataupun kebetulan, saya mengajak teman-teman kuliah saya untuk makan di sana sekaligus melihat Isyana dengan mata kepala sendiri.</p>
<p>Ketika saya sampai di lokasi pukul tiga sore, sudah banyak <em>isyanation</em> yang berkumpul di depan panggung. Padahal, Isyana dijadwalkan tampil pada pukul 17.30. Sambil menunggu datangnya Isyana, saya dan teman-teman memilih untuk cangkruk di kafe yang ada di dekat lift. Pemilihan ini bukan tanpa sebab, karena kami memprediksi Isyana akan datang melalui lift. Mungkin akan datang kesempatan untuk <em>selfie </em>bersama Isyana ketika dia lewat.</p>
<p>Sayangnya ketika Isyana benar-benar datang, saya kurang cepat mengambil gambar sehingga gagal mendapatkan <em>selfie </em>tersebut. Selain itu, Isyana dikelilingi oleh tim keamanan yang melingkari dirinya. Tidak apa-apa, masih ada kesempatan <em>selfie </em>di depan panggung.</p>
<p>Sembari menikmati penampilan Isyana yang sore itu membawakan empat buah lagunya (Mimpi, Kau Adalah, Keep Being You dan Tetap Dalam Jiwa), saya berusaha mengambil <em>selfie </em>dari berbagai sudut, mulai dari sudut kiri, tengah hingga kanan. Namun karena tingginya animo penonton, saya hanya bisa berusaha <em>selfie </em>dari jauh. Bisa ditebak, sangat sulit menangkap wajah Isyana di kamera.</p>
<p><div id="attachment_253" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-253" class="size-full wp-image-253" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Isyana-dari-Kejauhan-Foto-Istimewa.jpg" alt="" width="900" height="675" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Isyana-dari-Kejauhan-Foto-Istimewa.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Isyana-dari-Kejauhan-Foto-Istimewa-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Isyana-dari-Kejauhan-Foto-Istimewa-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Isyana-dari-Kejauhan-Foto-Istimewa-340x255.jpg 340w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-253" class="wp-caption-text">Isyana dari Kejauhan (Foto Istimewa)</p></div></p>
<p>Kami memutuskan untuk pindah ke sisi panggung dekat eskalator. Lebih jelas, namun tetap saja wajah Isyana belum tertangkap. Oleh karena itu, kami akhirnya mencoba untuk pindah ke belakang panggung. Karena hanya berjarak sekitar 5 meter, disinilah wajah Isyana mulai terlihat jelas meskipun lebih sering memunggungi kami.</p>
<p><div id="attachment_254" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-254" class="size-full wp-image-254" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Sosok-Isyana-dari-Belakang-Panggung-Foto-Istimewa.jpg" alt="" width="900" height="506" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Sosok-Isyana-dari-Belakang-Panggung-Foto-Istimewa.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Sosok-Isyana-dari-Belakang-Panggung-Foto-Istimewa-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Sosok-Isyana-dari-Belakang-Panggung-Foto-Istimewa-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Sosok-Isyana-dari-Belakang-Panggung-Foto-Istimewa-356x200.jpg 356w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-254" class="wp-caption-text">Sosok Isyana dari Belakang Panggung (Foto Istimewa)</p></div></p>
<p>Setelah lagu terakhir, MC mengatakan bahwa ada sesi <em>meet and greet </em>di lantai paling bawah. Tentu para i<em>syanation </em>yang berada di depan panggung langsung berteriak histeris mendengar kabar tersebut. Sontak saja begitu Isyana turun panggung, semua penonton langsung berhamburan ke eskalator.</p>
<p>Dengan alasan keamanan, kami memilih untuk turun ketika suasana sudah agak tenang. Selain itu, waktu itu sudah waktunya untuk Sholat Maghrib. Maka dari itu, daripada <em>rebutan </em>di bawah, lebih baik menunaikan ibadah sholat terlebih dahulu.</p>
<p>Setelah sholat, kami menuju supermarket yang juga terletak di lantai terbawah. Sudah banyak yang menunggu di depan supermarket, karena belum tahu dimana lokasi <em>meet and greet</em>. Melalui temannya teman saya, diketahui bahwa sesi <em>meet and greet </em>akan diadakan di dalam supermarket ini. Artinya, pilihan kami untuk menuju supermarket ini sudah tepat.</p>
<p>Tidak lama kemudian, datanglah Isyana Sarasvati lengkap dengan fansnya yang membuntuti di belakang. Karena itu kami, yang pada saat itu berada di depan mereka, memilih untuk mundur agak ke belakang agar mereka dapat lewat. Setelah lewat, barulah kami mengikuti mereka dan sekali lagi kami harus melihat Isyana dari kejauhan. Namun setidaknya, jumlah <em>Isyanation </em>disini tidak sebanyak di panggung tadi, sehingga wajah Isyana dapat terlihat dengan jelas.</p>
<p><div id="attachment_255" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-255" class="size-full wp-image-255" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Suasana-Meet-and-Greet-Foto-Istimewa.jpg" alt="" width="900" height="550" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Suasana-Meet-and-Greet-Foto-Istimewa.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Suasana-Meet-and-Greet-Foto-Istimewa-300x183.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Suasana-Meet-and-Greet-Foto-Istimewa-768x469.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Suasana-Meet-and-Greet-Foto-Istimewa-356x218.jpg 356w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-255" class="wp-caption-text">Suasana Meet and Greet (Foto Istimewa)</p></div></p>
<p>Setelah bercakap-cakap dengan beberapa orang, diketahui bahwa syarat bisa berfoto dengan Isyana adalah dengan membeli produk sponsor seharga 50 ribu rupiah. Nantinya, nota pembelian dapat ditukar dengan kupon antrian untuk berfoto dengan Isyana. Tentu bukan jumlah yang kecil, namun karena penasaran saya mencoba untuk menghampiri gerai produk sponsor tersebut.</p>
<p>Apesnya, mbak-mbak yang menjaga <em>stand </em>mengatakan bahwa pembelian produk sudah <em>closed</em>, sudah tidak bisa dibeli lagi. Dengan sedikit kecewa, saya kembali ke spot semula, di belakang para i<em>syanation</em>. Selang beberapa waktu kemudian, saya mencoba lagi dan ternyata kali ini bisa. Langsung saja saya mengambil sembarang produk, membayarnya ke kasir dan sedikit berlari karena takut kehabisan kupon. Benar saja, waktu ingin menukarkan nota pembelian, mbak-mbak tersebut berkata kuponnya sudah habis.</p>
<p>Tentu ada perasaan jengkel. Bahkan ada orang di belakang saya yang berbisik-bisik bahwa ini sudah merupakan tidakan penipuan. Saya berusaha tetap santai sambil menikmati Isyana bercakap-cakap dengan MC. Tak lama kemudian ada lagi orang yang ingin menukarkan notanya. Akhirnya mbak-mbak tersebut memberi kompensasi dengan memberikan album Isyana yang berjudul <em>Explore!</em>. Ada keinginan saya untuk ikut menukarkannya, namun ada sesuatu di dalam hati, seperti bisikan yang berkata &#8220;jangan&#8221;. Maka, saya urungkan niat tersebut.</p>
<p>Akhirnya, para pemegang kupon pun dipanggil satu persatu. Nomer satu dipanggil, nomer dua dipanggil dan seterusnya. Saya tetap berdiri di gerai produk sponsor tersebut sambil melihat rona-rona bahagia yang terpancarkan dari wajah-wajah mereka.</p>
<p>Lantas datanglah keajaiban tersebut. Dari jauh datanglah seorang mbak-mbak produk sponsor membawa segenggam kupon. Lalu dengan gerakan secepat kilat mbak-mbak lain yang berdiri di samping saya mengambil nota milik saya dan langsung memberikan kupon untuk berfoto dengan Isyana.</p>
<p>Nomer 46, nomernya Valentino Rossi. Padahal, sebelumnya saya telah melihat kupon nomer 99 dibagikan. Mungkin ini kupon yang tertinggal, sehingga tidak terbagikan. Mungkin ini rejeki karena kesabaran saya.</p>
<p>MC sudah menyebutkan nomer 40, maka saya pun maju ke belakang panggung untuk ikut antri. Dan begitu nomer 46 disebutkan, TARAA! Saya pun berhasil foto bareng Isyana Sarasvati. Ditambah dapat albumnya pula, album yang oleh beberapa pengunjung diperoleh dengan menukarkan nota belanjanya. Dengan perasaan puas karena berhasil foto ditambah bersalaman -walaupun hanya mendapat ujung tangannya Isyana-, saya mengajak teman-teman untuk pulang ke rumah.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Sebelum saya melihat Isyana dan menyentuhnya secara langung, saya tidak terlalu suka mendengarkan lagu-lagunya. Setelah mendapatkan CD aslinya, lama kelamaan saya menemukan kecocokan pada musik yang Isyana gubah. Saya yang pada dasarnya kurang menyukai lagu lokal, bisa menikmati lagu-lagunya. Mungkin pertemuan tersebut memiliki andil dalam hal ini.</p>
<p>Saya masih sering mengingat momen ini ketika mendengarkan lagu-lagu Isyana. Hal yang membuat peristiwa ini sangat berkesan adalah banyaknya pelajaran yang saya petik. Misalnya saja, kejadian tersebut membuktikan bahwa kesabaran akan selalu berbuah manis. Selain itu, dengan keyakinan, usaha, doa, dan tawakal, kita bisa mencapai apapun yang kita inginkan. Mengambil kesempatan yang terlihat juga menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk saya. Terakhir dan yang paling penting adalah, jangan pernah tinggalkan sholatmu meskipun ada sesuatu yang sangat sayang untuk dilewatkan. Jika kita ditakdirkan untuk meraih tersebut, yakinlah kita akan mendapatkannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 25 Januari 2018, setelah mengantar Ibu tahlilan di Malang</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-bertemu-isyana-sarasvati/">Pengalaman Bertemu Isyana Sarasvati</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-bertemu-isyana-sarasvati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
