<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>IVE Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/ive/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/ive/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Dec 2025 16:32:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>IVE Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/ive/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 16:24:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[tier list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karena sudah di penghujung tahun, maka seperti biasa aplikasi YouTube Music yang Penulis gunakan merilis rekap untuk tahun 2025. Tahun ini, Top 5 artis favorit Penulis adalah IVE, Linkin Park, ONE OK ROCK, NOAH, dan TWICE. Sebuah kombinasi yang unik. Penulis memang merasa tahun ini sangat sering mendengarkan lagu-lagu IVE. Bahkan, Penulis mendengarkan semua lagunya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/">Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Karena sudah di penghujung tahun, maka seperti biasa aplikasi <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">YouTube Music</a> yang Penulis gunakan merilis rekap untuk tahun 2025. Tahun ini, Top 5 artis favorit Penulis adalah <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/"><strong>IVE</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/"><strong>Linkin Park</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/"><strong>ONE OK ROCK</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/"><strong>NOAH</strong></a>, dan <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/"><strong>TWICE</strong></a>. Sebuah kombinasi yang unik.</p>



<p>Penulis memang merasa tahun ini sangat sering mendengarkan lagu-lagu IVE. Bahkan, Penulis mendengarkan semua lagunya, bukan hanya judul-judul utama saja. Penulis belum pernah melakukan ini ke genre<em> </em>K-Pop. Kalau <a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">genre <em>rock</em></a>, sering.</p>



<p>Alasannya sederhana, Penulis merasa cocok dengan mayoritas lagu IVE. Tidak terlalu imut-imut, tapi juga tidak terlalu <em>badass</em>. Pas di tengah-tengah. Apalagi, IVE sering mengangkat tema <em>self-confidence</em> dan <em>self-love</em>, sehingga banyak lagunya yang membuat Penulis merasa <em>related</em>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-768x513.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-1024x684.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash-356x238.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/rawpixel-1065670-unsplash.jpg 1050w " alt="Uang Saya Lari Ke Mana Ya?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/">Uang Saya Lari Ke Mana Ya?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Tier List IVE</h2>



<p>Berbeda dengan <em>tier list </em>Linkin Park, tidak ada Tier S di sini karena <em>tier </em>tersebut memang khusus untuk satu lagu saja. Penulis hanya menggunakan Tier A yang terbaik hingga Tier E yang terburuk.</p>



<p>Rinciannya, Tier A adalah lagu-lagu yang masuk ke ke <em>playlist </em>dan sering kali Penulis sengaja dengarkan ketika pertama kali membuka YouTube Music. Lagu-lagu yang masuk ke <em>tier </em>ini juga mendominasi rekap tahun 2025 ini karena sering disetel.</p>



<p>Selanjutnya adalah Tier B, yang masih masuk <em>playlist</em>, tapi jarang Penulis setel duluan. Tier C adalah lagu yang tidak masuk ke dalam <em>playlist</em>, tapi tidak Penulis <em>skip </em>jika kebetulan muncul. Tier D masih bisa Penulis dengarkan, walau peluang buat di-<em>skip</em>-nya cukup besar. Tier E adalah lagu yang pasti Penulis <em>skip</em>.</p>



<p>Sama seperti artikel <em>tier list </em>sebelumnya, Penulis akan memberikan skor sesuai tiap album dan EP dengan Tier A bernilai 4 dan Tier E bernilai 0. Untuk <em>single </em>rasanya tidak perlu Penulis beri nilai secara khusus. </p>



<p>Mengingat ada banyak yang ingin Penulis bicarakan untuk lagu-lagu IVE, Penulis jadi ingin membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian. Untuk bagian pertama ini, Penulis ingin membahas terlebih dahulu <em>single-single </em>yang pernah dirilis oleh IVE.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Single</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE, David Guetta - Supernova Love Official Music Video" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fyk6vjwI3wc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>A: Supernova Love (2024)</li>



<li>B: After LIKE (2022), I Want (2023)</li>



<li>C: Eleven (2021), Take It (2021), Love Dive (2022), SUMMER FESTA (2024)</li>



<li>D: Royal (2022), My Satisfaction (2022), All Night (2024)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Sebagaimana grup K-Pop pada umumnya, IVE pun debut lewat <em>single</em>&#8211;<em>single</em> terlebih dulu. Saat pertama kali muncul, mereka merilis <em>single </em><strong>&#8220;Eleven&#8221;</strong>, lantas disusul <strong>&#8220;Love Dive&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;After LIKE&#8221;.</strong> Masing-masing <em>single </em>memiliki dua lagu, tapi Penulis kurang menikmati lagu lainnya. </p>



<p>Menariknya, Penulis justru tahu belakangan ketiga <em>single </em>awal ini karena memang Penulis mengenal IVE melalui &#8220;Kitsch&#8221; dan &#8220;I Am&#8221;, yang rilis di tahun 2022. Ketiga lagu utama ini cukup lama bertahan di <em>playlist </em>Penulis, tapi kini tinggal tersisa lagu &#8220;After LIKE&#8221;.</p>



<p>Salah satu alasan yang membuat Penulis cukup menyukai &#8220;After LIKE&#8221; adalah karena gara-gara video konser mereka di kanal YouTube First Take. IVE, yang dulu sempat dicibir karena kurangnya kualitas vokal mereka, telah berevolusi menjadi penyanyi yang solid (terutama Liz).</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE - After LIKE / THE FIRST TAKE" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/BiTEQGmPRfQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah merilis tiga <em>single</em>, IVE rajin merilis EP, bahkan bisa hingga dua kali dalam satu tahun seperti di tahun 2025 ini. Maka dari itu, tidak banyak <em>single </em>yang mereka rilis. Paling lagu kolaborasi dengan Pepsi, yakni <strong>&#8220;I Want&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Summer Festa&#8221;</strong> yang terkesan <em>fun </em>banget.</p>



<p>IVE juga dua kali berkolaborasi dengan artis luar negeri. Pertama ada <strong>&#8220;Supernova Love&#8221; </strong>yang merupakan hasil kolaborasi dengan David Guetta. Ini adalah salah satu yang paling sering Penulis dengarkan di tahun 2025 ini.</p>



<p>Sebagai lagu EDM, lagu ini terasa seru, tapi juga ada sisi melankolisnya. Setelah diselidiki, ternyata lagu ini menggunakan <em>sampling </em>dari lagu &#8220;Merry Christmas, Mr. Lawrence&#8221; karya legenda Jepang, Ryuichi Sakamoto, yang dibuat untuk veteran perang.</p>



<p>Oh iya, IVE memang terkenal karena suka menggunakan <em>sampling </em>dari lagu lain. &#8220;After LIKE&#8221; misalnya, mengambil <em>sample </em>dari &#8220;I Will Survive&#8221; karya Gloria Gaynor. Namun, lagu tersebut memang cukup sering dijadikan <em>sample </em>oleh musisi lain.</p>



<p><em>Single </em>dengan artis internasional kedua adalah<strong> &#8220;All Night&#8221; </strong>bersama Saweetie. Lagu ini mengingatkan Penulis kepada lagu-lagu pop tahun 2010-an. Karena Penulis bukan penggemar lagu pop, maka Penulis tidak terlalu menyukai lagu ini.</p>



<p>Secara lirik, lagu-lagu di atas memiliki tema yang lebih ringan dan seputar percintaan, sehingga tidak ada yang istimewa bagi Penulis dari sisi ini. Beda cerita dengan dua lagu berbahasa Jepang yang akan Penulis bahas di poin berikutnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">EP Jepang (WAVE, Alive, Be Alright)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE 아이브 &#039;Be Alright&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/gC7cURZsiH8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>A: Be Alright (2025), DARE ME (2025)</li>



<li>B: Crush (2024)</li>



<li>C: &#8211;</li>



<li>D: WAVE (2022), Classic (2022), Will (2024)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>IVE dikenal karena kerap merilis lagu<em> </em>berbahasa Jepang (mungkin karena ada Rei yang berasal dari Jepang). Bukan hanya menerjemahkan yang sudah ada ke versi Jepang, tapi benar-benar membuat lagu baru dalam format <em>extended play </em>(EP).</p>



<p>Memang ada beberapa lagu hit mereka yang diterjemahkan ke bahasa Jepang, tapi lagu-lagu tersebut menjadi sekadar pelengkap saja untuk lagu orisinalnya. Setiap EP Jepang akan merilis dua lagu baru beserta tiga lagu &#8220;terjemahan&#8221;. </p>



<p>Awalnya, Penulis tidak terlalu memedulikan lagu-lagu Jepang ini karena menurut Penulis memang tidak terlalu enak. Dari dua EP pertama,<em>WAVE</em> (2022) dan <em>Alive</em> (2024), hanya lagu <strong>&#8220;Crush&#8221;</strong> yang masih masuk ke telinga Penulis.</p>



<p>Namun, semua berubah ketika EP <em>Be Alright </em>rilis di tahun ini. Dua <em>single </em>utamanya, <strong>&#8220;Be Alright&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;DARE ME&#8221;</strong>, benar-benar menjadi favorit baru Penulis. Bukan hanya karena musiknya enak, tapi juga maknanya yang dalam dan datang di saat Penulis membutuhkannya!</p>



<p>Penulis tidak ingat bagaimana pertama kali mendengarkan lagu &#8220;Be Alright&#8221;, tapi rasanya lagu itu tiba-tiba muncul begitu saja. Kebetulan, waktu itu ada orang dekat Penulis yang sedang khawatir dengan situasi kehidupannya. Lagu ini pun Penulis kirimkan kepadanya.</p>



<p>Sesuai dengan judulnya, lagu ini menjadi semacam penyemangat kalau semua akan baik-baik saja, seberat apa pun rasanya saat ini. Lagu ini juga membuat Penulis teringat lagu &#8220;Three Little Birds&#8221; dari Bob Marley. Penulis akan taruh liriknya di bawah ini:</p>



<p><strong>It&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Ini akan baik-baik saja</em></p>



<p><strong>Don&#8217;t worry about tomorrow 弾ける<strong>(hajikeru)</strong></strong> <strong>emotion</strong> <br><em>Jangan khawatirkan hari esok, emosi yang meluap</em></p>



<p><strong>心配いらない (shinpai iranai</strong>) <strong>it&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Tidak perlu khawatir, ini akan baik-baik saja</em></p>



<p><strong>超えてゆく想像 さあおいでよ (koete yuku souzou</strong> <strong>saa oide yo )</strong> <strong>follow<br></strong><em>Melampaui imajinasi, ayo ikutlah (padaku)</em></p>



<p><strong>I know it&#8217;s gonna be, it&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Aku tahu ini akan jadi, ini akan baik-baik saja</em></p>



<p>Lagu ini sekarang Penulis jadikan &#8220;alat&#8221; ketika mulai merasa khawatir berlebihan terhadap segala sesuatu. Lagu ini jadi pengingat bahwa semua akan baik-baik saja, yang penting fokus dengan apa yang kita lakukan saat ini.</p>



<p>Sementara itu, Penulis jatuh cinta dengan lagu &#8220;DARE ME&#8221; karena IVE membawakan lagu ini di kanal First Take juga. Jika &#8220;Be Alright&#8221; mengingatkan kita untuk tidak <em>overthinking </em>berlebihan, maka lagu ini jadi pengingat untuk percaya ke diri sendiri. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE - DARE ME / THE FIRST TAKE" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/8k0Myd9F8to?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Coba saja lihat liriknya di bawah ini pada bagian <em>chorus </em>dan<em> post chorus-</em>nya berikut ini:</p>



<p><strong>[CHORUS]</strong></p>



<p><strong>Dare me, dare me!<br></strong><em>Tantang aku, tantang aku!</em></p>



<p><strong>Believe myself<br></strong><em>Percayai diriku sendiri</em></p>



<p><strong>ダメな自分も愛して (Dame na jibun mo aishite)<br></strong><em>Cintai juga dirimu yang tidak sempurna</em></p>



<p><strong>I know that I can shine again<br></strong><em>Aku tahu bahwa aku bisa bersinar lagi</em></p>



<p><strong>さぁ羽を広げて (Saa hane o hirogete)<br></strong><em>Ayo, rentangkan sayapmu</em></p>



<p><strong>Don&#8217;t be afraid to make mistakes<br></strong><em>Jangan takut membuat kesalahan</em></p>



<p><strong>Keep trying, trying daily<br></strong><em>Teruslah mencoba, mencoba setiap hari</em></p>



<p><strong>Just keep moving toward your dream, yeah<br></strong><em>Teruslah bergerak menuju impianmu, yeah</em></p>



<p><strong>[POST-CHORUS]</strong></p>



<p><strong>Believe me, believe me, believe myself<br></strong><em>Percayalah padaku, percayalah padaku, percayai diriku sendiri</em></p>



<p><strong>誰に何を言われたって yeah (Dare ni nani o iwaretatte yeah)<br></strong><em>Tidak peduli orang akan mengatakan apa pun (padaku) yeah</em></p>



<p><strong>I L-O-V-E M-E, yes<br></strong><em>Aku C-I-N-T-A D-I-R-I-K-U, ya</em></p>



<p><strong>Believe me, believe me, just be myself<br></strong><em>Percayalah padaku, percayalah padaku, jadilah diriku sendiri saja</em></p>



<p><strong>ありのままの私でいいの yeah (Ari no mama no watashi de ii no yeah)<br></strong><em>Tidak apa-apa menjadi diriku apa adanya, yeah</em></p>



<p><strong>I L-O-V-E M-E, yes<br></strong><em>Aku C-I-N-T-A D-I-R-I-K-U, ya</em></p>



<p>Karena liriknya yang mendalam dan kebetulan secara musik juga enak, tak heran kalau kedua lagu masuk ke Tier A dan belakangan begitu sering Penulis dengarkan. Apalagi harmonisasi suara Yujin dan Liz di lagu &#8220;DARE ME&#8221;, pantas mendapatkan apresiasi.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Setelah bertahun-tahun mendengarkan lagu K-Pop, baru kali ini Penulis merasa begitu memperhatikan liriknya. Penulis tidak bahasa Korea, tapi ketika mendengarkan lagu IVE, Penulis punya <em>feeling </em>lagunya ingin menyampaikan pesan penting dan ternyata memang terbukti.</p>



<p>Padahal, baru dua lagu dari EP Jepang yang Penulis jadikan contoh. Masih ada banyak lagi lagu lain yang bertema <em>self-love</em>, <em>self-confidence</em>, bahkan <em>self-acceptance </em>di lagu-lagu utama mereka, yang akan Penulis bahas di artikel selanjutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 11 Desember 2025, terinspirasi setelah IVE menjadi artis yang paling sering Penulis dengarkan di tahun 2025 melalui aplikasi YouTube Music</p>



<p>Foto Featured Image: YouTube</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/">Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>I AM: IVE</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/i-am-ive/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/i-am-ive/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[girlband]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[self-confidence]]></category>
		<category><![CDATA[self-love]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7593</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis pernah memberikan pendapatnya mengenai kualitas vokal yang agak kurang dari Gen 4 girlband K-Pop. Namun, bukan berarti Penulis tidak mendengarkan mereka karena kualitas vokal bukan menjadi satu-satunya parameter dalam sebuah lagu. Suara yang biasa saja, jika musiknya enak, ya tetap bisa didengarkan. Oleh karena itu, Penulis masih bisa menikmati lagu-lagu dari Gen 4. Di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">I AM: IVE</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis pernah memberikan pendapatnya mengenai <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">kualitas vokal yang agak kurang dari Gen 4</a> <em>girlband </em>K-Pop. Namun, bukan berarti Penulis tidak mendengarkan mereka karena kualitas vokal bukan menjadi satu-satunya parameter dalam sebuah lagu.</p>



<p>Suara yang biasa saja, jika musiknya enak, ya tetap bisa didengarkan. Oleh karena itu, Penulis masih bisa menikmati lagu-lagu dari Gen 4. Di antara semua yang sudah pernah Penulis coba dengarkan, musikalitas <strong>IVE</strong> menjadi yang paling cocok dengan telinganya. </p>



<p>Kebetulan, IVE menjadi <em>girlband </em>keempat yang akan Penulis bahas di blog ini, setelah <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Blackpink</a>, <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Twice</a>, dan <a href="https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/">Red Velvet</a>, sekaligus Gen 4 pertama yang Penulis bahas. Itu menunjukkan kalau <em>girlband </em>ini memang cukup spesial bagi Penulis.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/setelah-membaca-a-happy-life-banner.jpg 1200w " alt="[REVIEW] Setelah Membaca A Happy Life: Sebuah Perenungan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-a-happy-life-sebuah-perenungan/">[REVIEW] Setelah Membaca A Happy Life: Sebuah Perenungan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Sekilas tentang IVE</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7596" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dari Kiri: Rei, Leeseo, Wonyung, Yujin, Gaeul, Liz (<a href="https://www.billboard.com/music/pop/ive-kpop-star-profile-1235310237/">Billboard</a>)</figcaption></figure>



<p>IVE merupakan sebuah <em>girlband </em>di bawah naungan Starship Entertainment, agensi yang juga pernah menaungi <em>girlband </em>legendaris Sistar. IVE yang melakukan debut pada tanggal 1 Desember 2021 terdiri dari enam anggota, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Yujin </strong>(Ahn Yujin) sebagai Leader, Main Dancer, Vocalist</li>



<li><strong>Gaeul </strong>(Kim Gaeul) sebagai Main Dancer, Lead Rapper, Sub Vocalist</li>



<li><strong>Rei </strong>(Naoi Rei) sebagai Main Rapper, Sub Vocalist</li>



<li><strong>Wonyoung </strong>(Jang Wonyoung) sebagai Vocalist, Dancer, Visual</li>



<li><strong>Liz </strong>(Kim Ji-won) sebagai Main Vocalist</li>



<li><strong>Leeseo </strong>(Lee Hyun-seo) sebagai Lead Dancer, Sub Vocalist, Visual, Maknae</li>
</ul>



<p>Salah satu hal yang paling menonjol dari IVE, terlepas dari sisi musik, adalah anggotanya yang tinggi-tinggi. Wonyoung dan Yujin menjadi yang tertinggi dengan 173 cm, diikuti oleh Liz (171 cm), Rei (170 cm), Leeseo (168 cm), dan Gaeul (164 cm). </p>



<p>Lucunya, Gaeul yang paling mungil adalah <em>member </em>tertua di IVE karena lahir di tahun 2002. Di bawahnya ada sang <em>leader </em>Yujin (2003), disusul angkatan 2004 (Rei, Liz, Wonyoung), dan paling muda adalah Leeseo (2007). Penulis jadi merasa sangat tua. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Perkenalan dengan IVE dan Musikalitasnya</h2>



<p>Dalam tulisan sebelumnya, Penulis pernah bercerita kalau lagu pertama dari IVE yang didengar adalah &#8220;<strong>Kitsch</strong>,&#8221;<strong> </strong>yang lewat secara <em>random </em>ketika Penulis sedang mendengarkan lagu di YouTube Music. Lagu ini langsung berhasil menarik perhatian Penulis karena <em>bass-</em>nya yang nendang banget.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;Kitsch&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/pG6iaOMV46I?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Namun, sebenarnya perkenalan Penulis pertama dengan IVE bukan lewat lagu tersebut, melainkan lewat <em>Runningman</em>, sebuah <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/korea-selatan-dan-reality-show-sarana-promosi-negara-ke-dunia/">acara <em>reality show </em>yang sangat populer</a>. Di salah satu episode, IVE menjadi bintang tamu dari acara tersebut.</p>



<p>Penulis hanya menonton potongannya di YouTube, itu pun karena judulnya yang menarik: &#8220;<strong><em>IVE Rei making Yoo Jae-suk wants to give up on MC-ing</em></strong>.&#8221;Ketika Penulis tonton, memang interaksi antara Rei dan Jae-suk sangat lucu, bahkan Penulis akhirnya menonton episode lengkapnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE Rei making Yoo Jae-suk wants to give up on MC-ing" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/csK4qPYd-YI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Berawal dari sana, Penulis jadi tertarik untuk mendengarkan lagu-lagu IVE, yang dimulai dari lagu &#8220;Kitsch&#8221; yang <em>catchy</em>. Sebagai seorang <em>basshead</em>, lagu ini benar-benar memuaskan telinga Penulis, apalagi kalau <em>setting</em> <em>bass </em>Penulis disetel hingga maksimal.</p>



<p>Lagu kedua IVE yang berhasil menarik perhatian Penulis adalah &#8220;<strong>I AM</strong>,&#8221; yang satu album dengan lagu &#8220;Kitsch.&#8221; Meskipun Penulis menganggap IVE sebagai salah satu <em>girlband </em>yang tidak memiliki vokal menonjol, menariknya di lagu ini nada tinggi dari Yujin.</p>



<p>Lagu ini juga memiliki lirik yang keren pada bagian <em>reff</em>-nya, di mana jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi, &#8220;<em>menjadi seorang penulis yang bergenre fantasi</em> (<em>be a writer, 장르로는 판타지</em>). Rasanya puitis saja lirik ini, tidak biasa.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="[BE ORIGINAL] IVE(아이브) &#039;I AM&#039; (4K)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/cU0JrSAyy7o?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah mendengarkan kedua lagu tersebut, barulah Penulis mendengarkan lagu-lagu lama mereka, mulai dari lagu debut mereka &#8220;<strong>Eleven</strong>&#8221; hingga &#8220;<strong>Love Dive</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>After Like</strong>.&#8221; Menariknya, semua <em>title song </em>tersebut masuk ke telinga Penulis.</p>



<p>Ketika sudah terbiasa dengan IVE, mini album <em><strong>I&#8217;VE MINE</strong></em> rilis pada pertengahan 2023. Penulis langsung cocok dengan lagu &#8220;<strong>Baddie</strong>&#8221; yang sekali lagi berhasil memuaskan <em>basshead </em>seperti Penulis. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;Off The Record&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/_ApV7Lm87cg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Tidak hanya itu, lagu &#8220;<strong>Either Way</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Off the Record</strong>&#8221; yang lebih <em>ballad </em>juga cocok dengan selera musik Penulis. Untuk lagu &#8220;Off the Record,&#8221; bisa dibilang lagu ini adalah lagu favoritnya dari IVE setelah lagu &#8220;I AM&#8221; karena mampu menghadirkan nuansa sendu ketika mendengarkannya.</p>



<p>Di tahun ini, IVE melakukan <em>comeback </em>dengan merilis album <em><strong>I&#8217;VE SWITCH</strong></em>. Lagu utamanya, &#8220;<strong>HEYA (해야)</strong>,&#8221; lagi-lagi cocok dengan selera Penulis. Sayang, lagu utama kedua &#8220;<strong>Ascendio</strong>&#8221; kurang cocok, meskipun Penulis masih bisa menikmatinya. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;해야 (HEYA)&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/07EzMbVH3QE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dalam menikmati lagu Korea, Penulis tidak terlalu memedulikan liriknya karena memang tidak paham bahasanya. Namun, dari banyak sumber, Penulis mengetahui kalau tema yang sering diusung oleh IVE adalah <em>self-confidence </em>dan <em>self-love</em>.</p>



<p>Tema tersebut, mungkin, direpresentasikan dengan dominannya <em>bass </em>pada musiknya. Entah itu benar atau tidak, hanya perasaan Penulis. Yang jelas, Penulis merasa hampir di setial lagu IVE (kecuali yang <em>ballad</em>) selalu memiliki unsur <em>bass </em>yang cukup menonjol.</p>



<p>Karena hal tersebu, nuansa yang ingin dihadirkan IVE jadi berbeda dengan <em>girlband </em>lain, seperti aespa dengan konsep futuristiknya, NewJeans dengan konsep <em>fresh</em>-nya, atau NMIXX dengan berbagai ekperimental yang dilakukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dari Musik ke Reality Show</h2>



<p>Berbanding terbalik dengan Twice yang menarik Penulis setelah menonton acara <em>reality show</em>-nya, Penulis justru tertarik menonton <em>reality show </em>IVE setelah mendengarkan lagu-lagunya. Apalagi, mereka memiliki <em>reality show</em>-nya sendiri yang berjudul <em><strong>1,2,3 IVE</strong></em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="1,2,3 IVE EP.1" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/qNQvMrGf96w?list=PLPhtNKiHTFypb16Xu0dxP8BHOHQ1bdxTa" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis telah menonton semua keempat <em>season</em>-nya dan sama seperti <em>Time to Twice</em>, ada saja tingkah kocak dan konyol dari para anggotanya. Walaupun tidak seabsurd <em>member </em>Twice, para <em>member </em>IVE juga cukup lawak.</p>



<p>Di antara semua episode <em>1, 2, 3, IVE</em>, Penulis paling menyukai episode-episode jurit malam alias horor. Rei dan Gaeul menjadi <em>member </em>yang paling berani, sedangkan Liz menjadi <em>member </em>paling penakut, yang membuatnya menjadi hiburan utama.</p>



<p>Salah satu hal yang paling <em>memorable </em>di semua episodenya adalah kebaikan yang diperlihatkan oleh Rei. Contohnya adalah ketika dia berusaha menutup staf yang berbuat kesalahan dan berhenti di belakang Liz ketika tidak ada yang mau.</p>



<p>Bicara tentang Rei, ia adalah <em>member </em>favorit Penulis di IVE (alias <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">bias</a>). Bahkan, Penulis sampai membuat ratusan stiker dengan wajahnya di WhatsApp karena menemukan banyak foto lucunya di Pinterest. Penulis juga merupakan <em>subscriber </em>dari kanal YouTube-nya, <em>Follow Rei</em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="아이브 레이&amp;리즈의 첫 덕질💖 에버랜드 푸바오 코스 총정리! | 따라해볼레이 EP.13" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fAizNJMhjYg?list=PLvGP2JpRxVlCGFshQuu-avxGQcth2sMdB" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Adanya <em>reality show </em>seperti <em>1, 2, 3, IVE </em>yang memperlihatkan sisi lain dari seorang <em>idol </em>membuat Penulis semakin menikmati musik-musik IVE. Penulis pernah mencoba menonton <em>reality show </em>dari <em>girlband </em>lain, tapi tidak ada yang benar-benar Penulis suka.</p>



<p>Yang jelas, kombinasi antara musikalitas yang cocok dengan selera, tema grup yang dibawakan, para <em>member </em>yang unik dan konyol, hingga konsep acara <em>reality show </em>yang menarik membuat IVE memiliki tempat spesial bagi Penulis. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 4 Juli 2024, terinspirasi ketika mendengarkan lagu-lagu IVE </p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://ive.fandom.com/wiki/IVE">Fandom</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">I AM: IVE</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/i-am-ive/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2024 15:16:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[aespa]]></category>
		<category><![CDATA[Girls' Generation]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ITZY]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Le Sserafim]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[NewJeans]]></category>
		<category><![CDATA[Twice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7159</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam bagian pertama, Penulis sudah membahas beberapa lagu K-Pop dari Gen 4 yang sudah Penulis dengarkan. Cukup banyak yang Penulis dengarkan dalam rentang waktu satu tahun, mulai dari NewJeans hingga ITZY. Dari banyaknya lagu yang Penulis dengarkan dan nikmati, jujur saja Penulis tidak bisa membedakan suara mereka dan tidak ada yang bisa dikatakan menonjol. Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam bagian pertama, Penulis sudah membahas beberapa lagu K-Pop dari Gen 4 yang sudah Penulis dengarkan. Cukup banyak yang Penulis dengarkan dalam rentang waktu satu tahun, mulai dari NewJeans hingga ITZY.</p>



<p>Dari banyaknya lagu yang Penulis dengarkan dan nikmati, jujur saja Penulis<strong> tidak bisa membedakan suara mereka </strong>dan <strong>tidak ada yang bisa dikatakan menonjol</strong>. Penulis bisa menikmati lagu mereka hanya karena musiknya yang enak di telinga.</p>



<p>Pada tulisan bagian kedua ini, Penulis akan memberikan opininya terkait (seolah) hilangnya <em>main vocal </em>yang menonjol dari <em>girlband </em>yang menjadi bagian dari Gen 4. Apakah ini merupakan bentuk evolusi musik K-Pop?</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1.jpg 2048w " alt="Chapter 10 Perjanjian Damai" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/chapter-10-perjanjian-damai/">Chapter 10 Perjanjian Damai</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Apakah Girlband Gen 4 (dan Seterusnya) Sudah Tidak Butuh Vokalis?</h2>



<p>Pada dasarnya, sebuah <em>girlband </em>adalah sekumpulan perempuan yang menyanyi dan menari di atas panggung. Oleh karena itu, wajar jika sebuah <em>girlband </em>memiliki beberapa &#8220;tugas&#8221; yang berbeda seperti <em>vocal</em>, <em>rap</em>, visual, hingga <em>dancer</em>.</p>



<p>Karena &#8220;jualan&#8221; utamanya adalah lagu, maka wajar jika setiap <em>girlband </em>harus memiliki <em>main vocal</em>. Tidak harus semua bisa menyanyi, tapi setidaknya ada beberapa anggota yang memiliki kemampuan vokal di atas rata-rata.</p>



<p>Penulis ambil contoh Twice. Meskipun kerap dianggap hanya bertumpu pada Nayeon dan Jihyo dalam masalah vokal, setidaknya mereka memang memiliki anggota yang bisa bernyanyi dan kerap menjadi pengisi di <em>reff</em>. </p>



<p>Jika mau ditarik mundur lagi ke Gen 2, <em>girlband </em>seperti Girls&#8217; Generation sangat menonjolkan vokalnya. Bayangkan, setengah dari anggotanya yang berjumlah sembilan tersebut bisa mengisi posisi <em>main vocal </em>karena memang suaranya tidak kaleng-kaleng.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7154" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Main Vocal Legendaris (<a href="https://www.pinterest.com/pin/671036413206909715/">Pinterest</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika melakukan riset, sebenarnya masing-masing <em>girlband </em>memiliki <em>main vocal</em>-nya masing-masing. Di NewJeans ada <strong>Hanni</strong>, di LE SSERAFIM ada <strong>Yujin </strong>(yang wajahnya mirip sekali dengan Dewi Persik), di IVE ada <strong>Liz</strong>, di aespa ada <strong>Ningning</strong>, dan di IVE ada <strong>Lia</strong>.</p>



<p>Namun, coba bandingkan mereka dengan Taeyeon atau Jessica yang suaranya begitu legendaris. Kalau terlalu jauh, bandingkan dengan vokal yang dimiliki oleh Wendy atau Seulgi dari Red Velvet. Secara objektif, Penulis menilai kualitas vokal mereka kalah telak.</p>



<p>Akibatnya, <strong>distribusi pembagian lirik pun bisa dibilang menjadi cukup berimbang </strong>di antara anggota dan tidak ada jarak yang terlalu jauh. Hal ini beda dengan <em>girlband </em>yang memiliki vokal menonjol, di mana mereka akan cukup dominan dan sering kebagian versi <em>reff</em>.</p>



<p>Contoh, di Twice, bisa dipastikan kalau anggota yang mendapatkan porsi terbanyak adalah Nayeon dan Jihyo. Sementara itu, Momo dan Dahyun kerap menjadi anggota yang kebagian lirik paling sedikit, apalagi jika tidak ada bagian <em>rap </em>di lagu tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7155" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jihyo Kerap Mendapatkan Porsi Besar dalam Sebuah Lagu (<a href="https://www.allure.com/story/jihyo-twice-red-hair-allure-interview">Allure</a>)</figcaption></figure>



<p>Untuk menutupi kekurangan di bagian vokal ini, salah satu strateginya adalah dengan <strong>memasukkan posisi <em>rapper</em></strong>. Contohnya adalah IVE yang memiliki dua <em>rapper </em>pada sosok Rei dan Gaeul, serta Ryujin di ITZY yang menjadi <em>main rapper.</em></p>



<p>Strategi lainnya adalah tentu dengan membuat<strong> lagu yang tidak terlalu sulit untuk dinyanyikan</strong> dan <strong>tidak membutuhkan teknik vokal kelas tinggi</strong>. Oleh karena itu, tak salah jika lagu-lagu yang Penulis sebutkan bisa dikatakan <em>easy listening</em>, tak perlu usaha ekstra untuk bisa menikmatinya.</p>



<p>Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, apakah memang kemampuan vokal di atas rata-rata sudah tidak dibutuhkan lagi oleh <em>girlband </em>saat ini? Seolah yang penting cukup punya suara yang tidak memalukan, visual yang menarik, <em>personality </em>yang memikat penggemar, dan mampu melakukan koreografi secara kompak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tidak Ada Main Vocal: Evolusi atau Kemunduran?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7157" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sakura dari LE SSERAFIM Dianggap Memiliki Kemampuan Vokal yang Buruk (<a href="https://www.teenvogue.com/story/le-sserafim-flawless-foundation-trick">Teen Vogue</a>)</figcaption></figure>



<p>Meskipun tidak memiliki <em>main vocalist </em>yang menonjol seperti era Girls&#8217; Generation, setidaknya Penulis menikmati musik mereka. Apresiasi harus diberikan kepada produser musik dari masing-masing <em>girlband </em>yang mampu menciptakan lagu <em>catchy </em>yang menarik.</p>



<p>Sisi buruknya, banyak hujatan yang diarahkan kepada mereka. Contoh yang paling sering Penulis temukan adalah LE SSERAFIM, terutama kepada <strong>Sakura</strong>. Meskipun telah memiliki pengalaman 12 tahun di industri hiburan, kemampuan bernyanyinya benar-benar buruk.</p>



<p>Oleh karena itu, meskipun Penulis sempat menyinggung mengenai distribusi lirik yang lebih merata, ada beberapa kasus di mana ketimpangan terjadi. Contohnya ya Sakura ini, yang benar-benar &#8220;irit lirik&#8221; sehingga kerap dianggap &#8220;hanya modal tampang&#8221; untuk menjadi idola. </p>



<p>Mungkin, ini juga bagian dari evolusi musik K-Pop yang terkesan<strong> lebih mementingkan visual daripada audio</strong>. Jika visual menarik dengan suara biasa sudah bisa mendatangkan penggemar (dan otomatis, keuntungan), mengapa harus <em>extra effort </em>untuk mencari vokalis yang <em>extraordinary</em>?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7158" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perpaduan Visual dan Vokal Seperti IU Sangat Jarang (<a href="https://www.koreaboo.com/stories/iu-mother-approved-dreams-singer/">Koreaboo</a>)</figcaption></figure>



<p>Ironinya, ini akan terasa tidak adil untuk orang-orang yang memiliki kualitas vokal bagus, tetapi tidak didukung dengan visual yang menarik. Apalagi, standar kecantikan di Korea Selatan cukup tinggi, hingga mungkin operasi plastik pun tak akan bisa mendongkrak kariernya.</p>



<p>Walaupun vokal sudah bukan menjadi elemen utama, Penulis menilai bahwa para agensi memiliki strateginya tersendiri untuk menggaet penggemar. Selain dari visual, mereka pun berusaha untuk <strong>mendekatkan jarak antara idola dan penggemar</strong>.</p>



<p>Contohnya, hampir semua <em>girlband </em>saat ini memiliki kanal dan acara sendiri di YouTube, seperti<a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/"> Time to Twice yang sudah pernah Penulis bahas</a>. Jenis kontennya pun beragam, mulai dari <em>behind the scene</em>, <em>vlog</em>, <em>game</em>, dan lain sebagainya.</p>



<p>Alhasil, penggemar yang menonton konten-konten tersebut pun merasa dekat dengan idolanya. Maka dari itu, para idola pun dituntut untuk memiliki kepribadian yang menyenangkan agar penonton menjadi betah menonton mereka.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="1,2,3 IVE 4 BEHIND2" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/dLiNZjmuoyU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pada akhirnya, ini adalah tentang strategi yang dilakukan oleh masing-masing agensi untuk mendulang penggemar sebanyak mungkin. Bisa jadi, Gen 4 adalah hasil dari banyak percobaan untuk menemukan formula yang paling pas untuk mendulang keuntungan terbesar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Tentu tidak semua <em>girlband </em>di Gen 4 tidak memiliki <em>main vocal </em>yang menonjol. Penilaian ini murni bersifat subjektif atas apa yang telah Penulis dengarkan. Apalagi, meskipun mengkritik bagian vokal, Penulis tetap menyukai dan menikmati musik mereka.</p>



<p>Berdasarkan wawancara terhadap teman Penulis yang merupakan pengamat K-Pop kelas tinggi, ia menyebutkan bahwa (G)-Idle dan NMIXX masih memiliki <em>main vocal </em>yang patut diacungi jempol. Mungkin Penulis akan mencoba mendengarkan mereka lain waktu.</p>



<p>Jadi, jawaban dari pertanyaan yang tertera di judul &#8220;<em><strong>Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi?</strong></em>&#8221; adalah <strong>iya</strong>, walau jawaban ini tidak berlaku untuk semuanya. Banyak <em>girlband </em>yang walaupun kemampuan vokalnya biasa saja, mereka bisa <em>survive </em>karena memiliki kelebihan di sektor lain.</p>



<p>Yang jelas, untuk saat ini Penulis akan tetap menikmati musik-musik K-Pop dari Gen 4, walau secara vokal menurut Penulis terbilang biasa saja. Lha <em>mong </em>saya suka, kok!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Maret 2024, terinspirasi setelah berdiskusi masalah bagaimana <em>idol </em>K-Pop di Gen 4 kurang memiliki vokal yang mumpuni</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2024 15:02:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[aespa]]></category>
		<category><![CDATA[Girls' Generation]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ITZY]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Le Sserafim]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[NewJeans]]></category>
		<category><![CDATA[Twice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7146</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara algoritma YouTube Music yang sudah Penulis singgung sebelumnya, Penulis jadi menyelami dunia K-Pop sekali lagi. Karena baru &#8220;nyemplung&#8221; di tahun 2023, maka kebanyakan lagu yang direkomendasikan pun dari girlband Generasi 4 (Gen 4). Dari beberapa yang direkomendasikan oleh YouTube, ada yang jadi rutin Penulis dengarkan, mulai dari NewJeans, LE SSERAFIM, IVE, aespa, hingga ITZY. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Gara-gara <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">algoritma YouTube Music yang sudah Penulis singgung sebelumnya</a>, Penulis jadi menyelami dunia K-Pop sekali lagi. Karena baru &#8220;nyemplung&#8221; di tahun 2023, maka kebanyakan lagu yang direkomendasikan pun dari <em>girlband </em>Generasi 4 (Gen 4).</p>



<p>Dari beberapa yang direkomendasikan oleh YouTube, ada yang jadi rutin Penulis dengarkan, mulai dari <strong>NewJeans</strong>, <strong>LE SSERAFIM</strong>, <strong>IVE</strong>, <strong>aespa</strong>, hingga <strong>ITZY</strong>. Di antara yang Penulis sebutkan tersebut, secara musikalitas Penulis paling cocok dengan LE SSERAFIM dan IVE.</p>



<p>Namun, ketika mendengarkan mereka semua, Penulis jadi menyadari bahwa <em>girlband </em>saat ini tidak memiliki <em>main vocalist </em>yang suaranya menonjol. Didengarkan berkali-kali pun, Penulis kesulitan untuk membedakan suara masing-masing anggotanya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan-banner.jpg 1280w " alt="Piala Dunia Memang Sering Menghadirkan Kejutan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/piala-dunia-memang-sering-menghadirkan-kejutan/">Piala Dunia Memang Sering Menghadirkan Kejutan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Musik K-Pop Apa Saja yang Penulis Dengarkan</h2>



<p>Sebelum &#8220;menilai&#8221; apakah <em>girlband </em>Gen 4 memang tidak memiliki <em>main vocalist </em>yang menonjol, Penulis ingin berbagi mengenai apa dan siapa saja yang Penulis dengarkan. Penilaian di bawah ini berdasarkan musik K-Pop yang sudah Penulis dengarkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">NewJeans</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="GODS ft. NewJeans (뉴진스) (Official Music Video) | Worlds 2023 Anthem - League of Legends" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/C3GouGa0noM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Twice</a>, <em>girlband </em>selanjutnya yang Penulis dengarkan adalah <strong>NewJeans</strong>, yang terdiri dari Hanni, Haerin, Minji, Danielle, dan Hyein. Hal ini dikarenakan teman Penulis yang merekomendasikannya, dan Penulis terkejut betapa mudanya para anggotanya.</p>



<p>Karena saat itu NewJeans cukup <em>hype </em>sebagai pendatang baru, Penulis langsung memasukkan beberapa lagu seperti <strong>&#8220;OMG&#8221;, &#8220;Hype Boy&#8221;,</strong>  hingga <strong>&#8220;Ditto.&#8221;</strong> Penulis juga menyukai lagu baru mereka seperti <strong>&#8220;Super Shy&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;GODS&#8221; </strong>yang menjadi favorit nomor satunya.</p>



<p>Namun, jangankan untuk membedakan vokalnya, membedakan anggotanya saja sampai sekarang Penulis belum bisa. Hanya Danielle, yang wajahnya cukup bule, yang langsung Penulis kenali. Jika empat <em>member </em>lainnya dijejerkan, Penulis akan kesulitan untuk menyebutkan namanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">LE SSERAFIM</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="LE SSERAFIM (르세라핌) ‘이브, 프시케 그리고 푸른 수염의 아내’ OFFICIAL M/V" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/dZs_cLHfnNA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pertama kali Penulis mengetahui <strong>LE SSERAFIM </strong>(yang merupakan anagram dari <em>I&#8217;m fearless</em>) adalah ketika melihat ada lagu berjudul<strong> &#8220;ANTIFRAGILE&#8221; </strong>di YouTube. Entah mengapa ada dorongan untuk mendengarkannya, dan ternyata memang sangat nempel di telinga karena <em>reff</em>-nya yang <em>catchy </em>dan gampang diingat.</p>



<p>LE SSERAFIM terdiri dari lima anggota, yakni Kim Chaewon, Sakura (keduanya mantan anggota IZONE yang telah bubar), Yunjin, Kazuha, dan Eunchae. Aslinya ada enam, tapi yang satu telah dikeluarkan karena skandal. </p>



<p>Ternyata, setelah mendengarkan lagu mereka yang lain, banyak yang cocok dengan telinga Penulis. Beberapa lagu yang menyusul masuk ke dalam <em>playlist </em>adalah <strong>&#8220;UNFORGIVEN,&#8221; &#8220;FEARLESS,&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;Sour Grapes&#8221; </strong>yang menjadi salah satu favorit Penulis.</p>



<p>Tak hanya berhenti di situ, Penulis juga suka<strong> &#8220;Eve, Psyche &amp; The Bluebeard&#8217;s Wife,&#8221; &#8220;Good Parts,&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Perfect Night&#8221;</strong> yang, sama seperti &#8220;GODS&#8221; dari NewJeans, menjadi <em>soundtrack </em>lagu <em>official </em>dari turnamen <em>esports.</em> Sayangnya, lagu baru mereka seperti &#8220;Easy&#8221; dan &#8220;Smarter&#8221; kurang cocok di telinga Penulis.</p>



<p>Jika dibandingkan dengan NewJeans yang musiknya terkesan <em>flat</em>, secara sederhana Penulis menganggap lagu-lagu LE SSERAFIM memiliki musik &#8220;kuat&#8221; yang bisa memuaskan <em>basshead </em>seperti Penulis, tapi juga bisa menghadirkan musik <em>ballad </em>seperti di lagu &#8220;Sour Grapes.&#8221;</p>



<h3 class="wp-block-heading">IVE</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;Baddie&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Da4P2uT4mVc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jika Penulis merasa cocok dengan LE SSERAFIM karena mampu menghadirkan beberapa lagu yang <em>bass</em>-nya terasa kuat, maka <strong>IVE </strong>bisa memberikan lebih banyak lagi. Bahkan, lagu &#8220;perkenalan&#8221; ke Penulis,<strong> &#8220;Kitsch,&#8221;</strong> mampu memuaskan Penulis.</p>



<p>Namun, Penulis justru mulai serius mendengarkan IVE lewat lagu selanjutnya, yakni<strong> &#8220;I AM.&#8221;</strong> Sejak itu, Penulis jadi makin mendengarkan lagu-lagu lama mereka seperti <strong>&#8220;Eleven,&#8221; &#8220;Love Dive,&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;After Like.&#8221;</strong> Di lagu baru mereka yang berjudul <strong>&#8220;Baddie,&#8221;</strong> barulah IVE kembali menghadirkan lagu yang <em>bass</em>-nya nendang.</p>



<p>Menariknya, IVE juga bisa menghadirkan lagu-lagu bernuansa <em>ballad </em>seperti <strong>&#8220;Off the Record,&#8221; &#8220;Either Way,&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;I Want.&#8221; </strong>Penulis jarang suka lagu-lagu <em>ballad</em>, tapi entah mengapa lagu-lagu dari IVE berhasil Penulis nikmati.</p>



<p>IVE terdiri dari enam anggota, yakni Gaeul, Yujin, Rei (Penulis<em> </em>merupakan <em>s</em><a href="https://www.youtube.com/watch?v=yUcWTZkNbvI&amp;list=PLvGP2JpRxVlCGFshQuu-avxGQcth2sMdB"><em>ubscriber </em>dari kanal YouTube pribadinya</a>), Wonyoung, Liz, dan Leeseo. Yujin dan Wonyoung, sama seperti Chaweon dan Sakura, merupakan mantan anggota IZONE.</p>



<p>Di antara <em>girlband </em>yang Penulis sebutkan di tulisan ini, IVE adalah penyumbang lagu terbanyak yang berhasil masuk ke dalam <em>playlist</em>. Memang jumlahnya kalah dari Twice dan Red Velvet (yang akan Penulis bahas secara terpisah), tapi itu menunjukkan kalau musik IVE cocok dengan selera Penulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">aespa</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="aespa 에스파 &#039;Better Things&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/gfk3QLU1x0E?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sebelum mendengar nama NewJeans, LE SSERAFIM, atau IVE, Penulis sudah pernah mendengarkan nama <strong>aespa</strong>, sebuah <em>girlband </em>dari SM Entertainment yang terdiri dari Karina, Winter, Giselle, dan Ningning. </p>



<p>Namun, Penulis baru memberi perhatian ke mereka sejak menonton video mereka mengikuti kuis bahasa Indonesia. Penulis merekomendasikan untuk <a href="https://www.youtube.com/watch?v=I4nn2oXI1bw&amp;t=108s&amp;pp=ygUWYWVzcGEgYmFoYXNhIGluZG9uZXNpYQ%3D%3D">menontonnya di YouTube</a>, karena video tersebut sangat lucu sekaligus menggemaskan.</p>



<p>Sejujurnya, musik aespa kurang masuk ke telinga Penulis. Bahkan, Penulis sampai pernah minta rekomendasi lagu apa yang enak dari aespa ke teman kantor, dan ia pun merekomendasikan beberapa lagu.</p>



<p>Beberapa lagu aespa yang masuk ke dalam <em>playlist </em>adalah<strong> &#8220;Black Mamba,&#8221; &#8220;Girls,&#8221; &#8220;Next Level,&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;Spicy.&#8221; </strong>Namun, jujur, lagu-lagu tersebut terkesan B saja bagi Penulis dan sangat mungkin terdepak dari <em>playlist</em>. Untungnya, beberapa lagu baru mereka seperti <strong>&#8220;Better Things&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Drama&#8221; </strong>cukup cocok untuk telinga Penulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>ITZY</strong></h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="ITZY &quot;BORN TO BE&quot; M/V @ITZY" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/4R7vRFGJr3k?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jika Penulis tertarik mendengarkan aespa karena video mereka (berusaha) berbahasa Indonesia, maka Penulis tertarik mendengarkan <strong>ITZY </strong>karena kelancaran para anggotanya dalam berbahasa Inggris.</p>



<p>Biasanya, anggota yang bisa berbahasa Inggris<em> </em>adalah mereka yang memang besar di luar Korea Selatan. Di ITZY, yang tinggal lama di luar negeri adalah Lia, sehingga wajar bahasa Inggris-nya sangat lancar. Namun, anggota yang lain terutama Ryujin juga cukup fasih berbahasa Inggris. </p>



<p>Tiga anggota lainnya, Yeji, Chaeryeong, dan Yuna, bisa dikatakan masih oke jika dibandingkan dengan anggota<em> girlband </em>lain. Tengok saja Twice, kesembilan anggotanya bisa dibilang tidak ada yang benar-benar <em>fluent </em>dalam bahasa Inggris!</p>



<p>Sayangnya, sama seperti aespa, ketertarikan tersebut tidak berhasil dikonversi jadi menggemari musik mereka karena ketidakcocokan genre. Setelah mendengarkan beberapa lagunya (seperti &#8220;Cake&#8221; dan &#8220;Sneakers&#8221;), hanya lagu terbaru mereka <strong>&#8220;Born to Be&#8221;</strong> yang bisa Penulis benar-benar nikmati.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Itulah beberapa <em>girlband </em>dan musik mereka yang sering Penulis dengarkan. Alasan Penulis menjabarkan secara cukup rinci seperti di atas adalah sebagai &#8220;bukti&#8221; kalau Penulis benar-benar mengamati musik mereka.</p>



<p>Selain yang disebutkan di atas, sebenarnya masih ada beberapa <em>girlband </em>lain yang Penulis dengarkan. Hanya saja, jumlah lagu yang didengarkan tidak begitu banyak, sehingga kurang kuat untuk menjadi dasar penilaian. </p>



<p>Pada bagian kedua, Penulis akan menjelaskan mengenai hilangnya <em>main vocal </em>yang menonjol di Gen 4, tidak seperti era-era sebelumnya. Apakah ini bagian dari evolusi musik K-Pop untuk bisa terus bertahan melawan genre lain?</p>



<p><em><a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/"><strong>Baca bagian kedua di sini&#8230;</strong></a></em></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Maret 2024, terinspirasi setelah berdiskusi masalah bagaimana <em>idol </em>K-Pop di Gen 4 kurang memiliki vokal yang mumpuni</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
