<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jagad Sinema Bumilangit Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/jagad-sinema-bumilangit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/jagad-sinema-bumilangit/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Dec 2022 16:27:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Jagad Sinema Bumilangit Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/jagad-sinema-bumilangit/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Menonton Sri Asih</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sri-asih/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sri-asih/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2022 16:25:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[Gundala]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Jagad Sinema Bumilangit]]></category>
		<category><![CDATA[Sri Asih]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6240</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karena sudah pernah menonton Gundala, Penulis jadi merasa &#8220;berkewajiban&#8221; untuk menonton film superhero terbaru dari Jagad Sinema Bumilangit, Sri Asih. Film ini dibintangi oleh Pevita Pearce yang sudah sempat muncul sekilas di film Gundala. Sebelumnya, Penulis sedikit familiar dengan karakter Sri Asih karena membaca manganya di aplikasi Webtoon. Sayangnya, Webtoon tersebut sedang hiatus (hampir dua [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sri-asih/">Setelah Menonton Sri Asih</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Karena sudah pernah menonton <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-gundala/">Gundala</a></em>, Penulis jadi merasa &#8220;berkewajiban&#8221; untuk menonton film <em>superhero </em>terbaru dari Jagad Sinema Bumilangit, <em><strong>Sri Asih</strong></em>. Film ini dibintangi oleh <strong>Pevita Pearce </strong>yang sudah sempat muncul sekilas di film <em>Gundala</em>.</p>



<p>Sebelumnya, Penulis sedikit familiar dengan karakter Sri Asih karena membaca manganya di aplikasi Webtoon. Sayangnya, Webtoon tersebut sedang hiatus (hampir dua tahun) untuk mempersiapkan <em>season </em>terbarunya. </p>



<p>Penulis menonton film ini sekitar dua minggu yang lalu sendirian karena tidak ada teman Penulis yang tertarik untuk menonton film <em>superhero </em>lokal. Hal ini wajar saja, karena bagi mereka film buatan Marvel atau DC jelas lebih menarik.</p>





<p>Lantas, apakah film <em>Sri Asih </em>mampu lebih baik dari <em>Gundala</em> dan mampu mengubah stigma masyarakat yang cenderung negatif ke film <em>superhero </em>buatan lokal? Tampaknya, menurut Penulis, masih belum. <em><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Sri Asih</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="SRI ASIH - OFFICIAL TRAILER | 17 NOV 2022 DI SELURUH BIOSKOP INDONESIA" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/564eG_1Mvf0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Cerita Sri Asih dibuka dengan adegan orang tua <strong>Alana </strong>(Pevita Pearce) yang meninggal ketika berusaha menyelamatkan diri dari letusan gunung berapi. Sejak itu, ia tinggal di panti asuhan hingga akhirnya ia diadopsi oleh seorang wanita kaya bernama <strong>Sarita Hamzah</strong> (Jenny Zhang).</p>



<p>Dalam menjalani hidupnya, Alana selalu merasa dikuasi oleh amarah dan kerap melihat sosok makhluk api, yang kelak akan diketahui bernama <strong>Dewi Api</strong> (Dian Sastrowardoyo). Namun, dengan bantuan ibu angkatnya ia selalu melatih dirinya untuk bisa mengendalikannya. </p>



<p>Alana memiliki kemampuan bela diri yang baik dan menjadi seorang pegulat profesional. Hal tersebut menarik perhatian <strong>Mateo Adinegara</strong> (Randy Pangalila), sosok sombong dan semaunya sendiri, sekaligus anak dari konglomerat <strong>Prayogo Adinegara </strong>(Surya Saputra). Ia pun menantang Alana untuk berduel satu lawan satu.</p>



<p>Awalnya Alana berencana untuk menuruti keinginan anak buah Prayogo untuk mengalah dalam pertandingan tersebut. Namun, ia lepas kendali dan membuat Prayogo Adinegara. Akibatnya, klub gulat milik ibunya dihancurkan dan ibunya sendiri harus dirawat di rumah sakit.</p>



<p>Peristiwa ini membuat Alana bertemu dengan <strong>Kala </strong>(Dimas Anggara) dan <strong>Eyang Mariani</strong> (Christine Hakim), sosok yang mengetahui kalau Alana sebenarnya adalah titisan Dewi Asih (Maudy Koesnaedi). Berawal dari sana, ia pun mengetahui kalau dirinya memiliki tugas berat yang harus ia selesaikan.</p>



<p>Awalnya, kita akan &#8220;digiring&#8221; kalau musuh utama di film ini adalah Prayogo Adinegara, yang terlihat ingin membangkitkan Dewi Api. Namun, <em>villain </em>sebenarnya dari film ini adalah <strong>Jatmiko</strong> (Reza Rahadian), anggota kepolisian yang relatif bersih, tetapi penuh dengan kemarahan sehingga ia jadi target yang empuk dari Roh Setan.</p>



<p>Setelah <em>twist </em>tersebut terungkap, Sri Asih bersama Kala dan kawan masa kecilnya <strong>Tangguh </strong>(Jefri Nichol) pun harus menyelamatkan orang-orang yang telah ditangkap oleh <strong>Jatmiko</strong> agar rencananya untuk membangkitkan Dewi Api gagal.</p>



<p>Di bagian <em>post credit scene</em>, kita diperlihatkan sebuah cuplikan yang menampilkan Awang yang akan menjadi <em>superhero </em>Godam, di mana di Bumilangit akan diperankan oleh <a href="http://Chicco Jerikho">Chicco Jerrico</a>.</p>



<p>Kurang lebih seperti itu jalan cerita dari film <em>Sri Asih</em>. Karena sudah agak lama, Penulis tidak bisa ingat terlalu detail cerita film ini. Mungkin, itu juga karena jalan ceritanya yang menurut Penulis kurang kuat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Sri Asih</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="TEASER TRAILER SRI ASIH" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/QnU2f4Kjj50?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dari <em>opening</em>, Penulis sudah memiliki perasaan yang tidak enak karena merasa ganjal dengan adegan orang tua Alana yang menuruni gunung. Namun, yang paling Penulis tidak puas adalah bagaimana film ini berakhir. Penulis akan jelaskan lebih detail di bawah.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Plot Cerita Tumpang Tindih, Kisah Origin Terasa Kurang</h3>



<p>Kesulitan Penulis dalam menulis ulang jalan cerita <em>Sri Asih </em>menjadi bukti kalau plot cerita yang dimiliki cukup kompleks dan tumpang tindih, meskipun eksekusinya sebenarnya sudah cukup rapi.</p>



<p>Penulis bahkan belum menjelaskan mengenai ambisi Prayogo yang ingin menghabisi penduduk miskin dan menganggap mereka sebagai hama. Hal tersebut membuat kisah <em>origin </em>dari Alana sebagai Sri Asih terasa kurang. </p>



<p>Tidak seperti Sancaka (Abimana Aryasatya) yang sempat menolak takdirnya untuk menjadi Gundala, Alana terlihat <em>nrimo </em>saja ketika mengetahui kalau dirinya adalah Sri Asih. Padahal, sebenarnya tidak ada motivasi kuat bagi Alana untuk menjadi seorang <em>superhero</em>.</p>



<p>Apalagi, Alana juga terlihat tidak mengalami kesulitan dalam menguasai kemampuan barunya setelah ia secara &#8220;resmi&#8221; mendapatkan kekuatan dari Dewi Asih. Kekuatan yang dimiliki juga seolah <em>random </em>begitu saja, bahkan tiba-tiba bisa menggunakan <em>Kagebunshin no Jutsu</em>.</p>



<p>Selendang merah, yang jika di Webtoon menjadi salah satu senjata andalannya, juga kurang menonjol di film ini. Padahal, itu menjadi salah satu kekuatan utamanya dan menjadi pembeda Sri Asih dengan <em>superhero </em>lainnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Ending yang Cukup Kacau dan Penuh Tanda Tanya</h3>



<p>Film ini berusaha menghadirkan <em>plot twist </em>dengan membuat Jatmiko, karakter yang sempat menolong Alana, menjadi <em>villain </em>utama berkat kemarahan yang ia miliki. Namun, Penulis sebenarnya sudah lama menduganya bahkan sebelum film ini tayang.</p>



<p>Aktingnya sebagai <em>villain </em>sebenarnya tidak ada masalah, mengingat Reza Rahadian adalah salah satu aktor terbaik Indonesia. Hanya saja, bagaimana film ini menghadirkan<em> final act </em>terasa sangat kacau dan menimbulkan banyak tanda tanya.</p>



<p>Bagaimana tidak, Jatmiko yang sudah susah payah mengumpulkan 1000 orang untuk dijadikan tumbal malah seolah tidak menjaga tawanannya sama sekali. Kalau ia cerdas, tentu ia akan fokus melindungi penjaranya tersebut agar tidak bisa dibobol.</p>



<p>Apalagi, setelah pertarungan dengan kloning Alana, Jatmiko malah menghilang begitu saja. Bagi Penulis, adegan klimaks yang dimiliki oleh film ini adalah faktor utama mengapa Penulis menganggap film ini buruk.</p>



<p>Selain itu, adegan Alana yang melemparkan bom dengan terbang ke angkasa mirip dengan adegan Iron Man di film <em>The Avengers </em>yang mengirimkan rudal nuklir ke angkasa. Kebetulan atau memang disengaja?</p>



<h3 class="wp-block-heading">Yang Positif dari Sri Asih</h3>



<p>Hal positif dari film ini dibandingkan <em>Gundala </em>adalah efek CGI-nya yang sudah jauh lebih baik. Meskipun belum sempurna, setidaknya ada progres nyata yang menjadi indikator positif untuk dunia perfilman <em>superhero </em>Indonesia.</p>



<p>Adegan <em>action </em>yang dimiliki juga cukup oke. Pertarungan terakhir antara Alana dan Jatmiko sebenarnya bagus, cuma tertutup karena ada banyak hal yang mengganjal dan membuat Penulis mengerutkan alis.</p>



<p>Selain itu, dialog yang dimiliki oleh karakternya juga tidak sekaku film <em>Gundala</em>. Interaksi antara Kala dan Tangguh mungkin menjadi salah satu yang paling luwes dan menarik. Hanya saja, tetap ada dialog yang terasa kaku dan tidak natural.</p>



<p>Penulis juga senang dengan kemunculan <strong>Ario Bayu</strong> sebagai<strong> Ghani Zulham</strong>, di mana ia adalah otak di balik kebangkitan Ki Wilawuk (Sujiwo Tejo) di film <em>Gundala</em>. Tampaknya, karakter ini akan lebih sering muncul di film-film Bumilangit selanjutnya.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Secara pribadi, Penulis menganggap <em>Gundala </em>masih lebih baik dari <em>Sri Asih</em>. Memang ada beberapa poin dari film ini yang lebih baik dari <em>Gundala</em>, tetapi secara <em>overall </em>Penulis menganggap <em>Gundala </em>masih lebih baik.</p>



<p>Semoga saja film dan serial selanjutnya dari Bumilangit, <em>Virgo and the Sparklings </em>dan <em>Tira </em>bisa lebih baik dari <em>Sri Asih </em>agar semangat Penulis menonton film <em>superhero </em>lokal bisa bertahan.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 11 Desember 2022, terinspirasi setelah menonton <em>Sri Asih</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.suaramerdeka.com/hiburan/pr-045730123/review-sri-asih-angkat-standar-kualitas-film-super-hero-indonesia-ke-level-berikutnya">Suara Merdeka</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sri-asih/">Setelah Menonton Sri Asih</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sri-asih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Gundala</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-gundala/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Sep 2019 14:28:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Gundala]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jagad Sinema Bumilangit]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2655</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai penggemar superhero, penulis langsung menonton film Gundala ketika hari perdananya tayang, bersama teman-teman kantor seusai menyelesaikan kewajiban pekerjaannya. Salah satu hal yang membuat film ini membuat penulis merasa antusias adalah karena formatnya yang akan mirip dengan Marvel Cinamatic Universe. Bedanya, Gundala berada di Jagad Sinema Bumilangit. Sebelum lanjut, SPOILER ALERT! Jalan Cerita Gundala Sancaka merupakan seorang anak yang harus [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-gundala/">Setelah Menonton Gundala</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai penggemar superhero, penulis langsung menonton film <strong>Gundala</strong> ketika hari perdananya tayang, bersama teman-teman kantor seusai menyelesaikan kewajiban pekerjaannya.</p>
<p>Salah satu hal yang membuat film ini membuat penulis merasa antusias adalah karena formatnya yang akan mirip dengan <em>Marvel Cinamatic Universe. </em>Bedanya, Gundala berada di <strong>Jagad Sinema Bumilangit</strong>.</p>
<p>Sebelum lanjut, <strong>SPOILER ALERT!</strong></p>
<h3>Jalan Cerita Gundala</h3>
<p><strong>Sancaka </strong>merupakan seorang anak yang harus hidup seorang diri di jalanan setelah kematian ayahnya dan kepergian ibunya entah ke mana. Di tengah kerasnya kehidupan, ia bertemu Awang (nanti menjadi Godam) yang melatihnya bela diri.</p>
<p>Suatu hari, Awang ingin berpindah ke sebuah daerah yang disebut Tenggara. Sayang, Sancaka tidak bisa mengejar kereta dan akhirnya kembali sebatang kara. Setelah beranjak dewasa, ia menjadi petugas keamanan di salah satu penerbit koran.</p>
<p><div id="attachment_2697" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2697" class="size-large wp-image-2697" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-5-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-5-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-5-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-5-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2697" class="wp-caption-text">Sancaka dan Awang (<a href="https://www.viva.co.id/showbiz/film/1141046-misteri-awang-di-teaser-gundala-benarkah-dia-godam">Viva</a>)</p></div></p>
<p>Di sisi lain, terdapat seorang mafia bernama <strong>Pengkor</strong>. Bisa dibilang, hampir semua orang yang duduk di kursi parlemen adalah berkat bantuannya. Pengkor sering dipanggil dengan nama <strong>Bapak</strong>.</p>
<p>Pengkor, yang juga merupakan anak yatim piatu, memiliki rencana jahat untuk meracuni persediaan beras nasional yang telah disuntik serum berbahaya. Serum tersebut mampu merusak moral janin yang ada di dalam kandungan ibu hamil.</p>
<p><div id="attachment_2698" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2698" class="size-large wp-image-2698" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-6-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-6-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-6-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-6-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-6.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2698" class="wp-caption-text">Pengkor (<a href="https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/08/31/review-gundala-awalan-yang-bagus-untuk-pembuka">Good News For Indonesia</a>)</p></div></p>
<p>Kembali ke Sancaka. Ia bertemu dengan tetangganya yang bernama <strong>Wulan</strong> (nanti <em>harusnya</em> menjadi Merpati). Sancaka membantu Wulan untuk berhadapan dengan beberapa preman pasar. Ajaibnya, ia berhasil mengalahkan 30 preman sendirian.</p>
<p>Wulan pun meminta bantuan agar Sancaka membantunya melindungi pasar, yang ditolaknya karena merasa dirinya kebetulan bisa menghabisi para preman sendirian. Akibat penolakannya ini, pasar pun ludes terbakar.</p>
<p>Kejadian ini menyadarkan Sancaka untuk mulai bertarung membela kebenaran. Dibantu oleh Wulan dan beberapa orang lainnya, ia pun mulai belajar mengendalikan kekuatan petirnya dan membuat kostum. Sancaka telah menjadi simbol harapan.</p>
<p><div id="attachment_2695" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2695" class="size-large wp-image-2695" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-4-1024x512.png" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-4-1024x512.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-4-300x150.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-4-768x384.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-4.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2695" class="wp-caption-text">Kekuatan Sancaka (<a href="https://cianjurtoday.com/tayang-bulan-depan-begini-sinopsis-film-gundala/">Cianjur Today</a>)</p></div></p>
<p>Ketika mencari informasi terkait pembakaran, Sancaka mengetahui bahwa pelaku pembakaran adalah seorang pemain biola terkenal, <strong>Adi Sulaiman</strong>.</p>
<p>Setelah pertarungan singkat, Adi tewas tertabrak bus. Sebelumnya, Adi mengatakan bahwa dirinya merupakan salah satu anak dari Pengkor.</p>
<p>Kematian Adi membuat Pengkor memutuskan untuk melepaskan anak-anaknya yang tersebar di segala penjuru negeri. Anak-anak ini telah dilatih oleh Pengkor untuk menjadi pembunuh profesional.</p>
<p>Di sisi lain, antiserum untuk menetralisir serum di beras telah selesai dan siap didistribusikan. Akan tetapi, salah satu anggota parlemen bernama <strong>Ridwan Bahri </strong>menemukan fakta bahwa justru antiserum itulah yang berbahaya.</p>
<p><div id="attachment_2693" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2693" class="size-large wp-image-2693" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2693" class="wp-caption-text">Sancaka Melawan Anak-Anak Bapak (<a href="https://www.theverge.com/2019/9/13/20864305/gundala-review-indonesian-superhero-film-bumilangit-cinematic-universe">The Verge</a>)</p></div></p>
<p>Sancaka berhasil diberitahu oleh Ridwan untuk menghentikan distribusi serum, namun dicegat oleh anak-anak Pengkor. Setelah pertarungan yang berat sebelah, Sancaka berhasil mengalahkan mereka semua.</p>
<p>Ketika Pengkor hendak menyerang Sancaka dari belakang, Ridwan muncul dan menembak mati Pengkor. Anak-anak Pengkor sendiri menuruti perkataan Pengkor untuk pergi dari sana. Setelah Pengkor tewas, Sancaka berusaha mengejar mobil yang membawa antiserum.</p>
<p>Rencananya, ia akan menggunakan salah satu sampel antiserum dan menggunakannya untuk memecahkan botol antiserum lain yang tersebar di seluruh kota.</p>
<p>Sempat kesulitan, muncul wanita misterius (<strong>Sri Asih</strong>, diperankan oleh Pevita Pearce) yang membantu Sancaka untuk menghentikan mobil tersebut. Sancaka pun berhasil memecahkan semua botol serum.</p>
<p><div id="attachment_2699" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2699" class="size-large wp-image-2699" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-7-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-7-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-7-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-7-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-7.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2699" class="wp-caption-text">Sri Asih (<a href="https://www.liputan6.com/showbiz/read/4041260/film-sri-asih-bakal-tayang-menyusul-gundala-ini-bocorannya">Liputan 6</a>)</p></div></p>
<p>Di tengah huru-hara ini, rekan Pengkor bernama <strong>Ghani Zulham</strong> alias <strong>Ghazul </strong>sedang membongkar sebuah makam kuno yang terkubur di sebuah museum kota.</p>
<p>Menggunakan darah Sancaka, ia berhasil membangkitkan <strong>Ki Wilawuk</strong>, seorang iblis kuat yang berasal dari zaman kuno. Ia memerintahkan Ghazul untuk mengumpulkan tentara karena perang besar akan datang!</p>
<h3>Kesan Setelah Menonton Gundala</h3>
<p>Penulis menyaksikan film ini bersama teman-teman kantor sepulang kerja. Komentar yang diberikan pun berbeda-beda, mulai yang menghujat hingga yang memberikan apresiasi tinggi.</p>
<p>Di mata penulis sendiri, film ini sudah lumayan sebagai pembukaan dari Jagad Sinema Bumilangit. Akan tetapi, memberinya rating 10 dari 10 juga terlalu berlebihan. Bahkan, ada yang beranggapan Gundala adalah film terjelek yang pernah dibuat oleh <strong>Joko Anwar</strong>.</p>
<p><div id="attachment_2696" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2696" class="size-large wp-image-2696" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2696" class="wp-caption-text">Gundala (<a href="https://cultura.id/gundala-film-adaptasi-superhero-asli-indonesia/">Cultura Indonesia</a>)</p></div></p>
<p>Kehadiran <em>Marvel Cinematic Universe </em>penulis anggap memiliki andil besar dalam perilisan film ini dan film-film yang akan datang selanjutnya. Kehadirannya memberikan dampak terhadap perfilman Indonesia.</p>
<p>Alur cerita Gundala sendiri kurang lebih sama seperti film superhero pada umumnya, di mana tokoh utama mendapatkan motivasi menjadi pembela kebenaran setelah mengalami sebuah peristiwa.</p>
<p>Kata teman penulis, adegan <em>action </em>dari film ini kurang terasa <em>greget</em> jika dibandingkan dengan film <em>action </em>Indonesia lain seperti <strong>The Raid</strong>. Karena tidak pernah menonton film-film yang disebutkan, penulis tidak bisa melakukan pembandingan.</p>
<p>Mungkin salah satu hal yang membuat penonton merasa <em>gregetan </em>adalah ketika Sancaka berhadapan dengan semua anak-anak Pengkor.</p>
<p>Alih-alih menyerangnya secara bersamaan, mereka bergiliran menyerang Sancaka. Yang sedang tidak bertarung terlihat seperti karakter game yang hendak dipilih sebelum bermain.</p>
<p>Akan tetapi, jika penulis berusaha mengingat-ingat, film sekelas <a href="https://whathefan.com/musikfilm/film-favorit-saya-the-dark-knight/">The Dark Knight</a> atau film-film Marvel saja masih seperti itu, sehingga penulis memaklumi hal ini.</p>
<p><div id="attachment_2694" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2694" class="size-large wp-image-2694" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-3-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-3-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/setelah-menonton-gundala-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2694" class="wp-caption-text">CGI-nya Oke? (<a href="https://beritagar.id/artikel/seni-hiburan/hantaran-industrial-rock-glosalia-untuk-laga-gundala">Beritagar</a>)</p></div></p>
<p>Omong-omong soal anak-anak Bapak, teman-teman penulis sedikit kebingungan dengan semboyan <em>yatim harus bersatu</em>. Apakah motivasi mereka menjadi seorang pembunuh kelas kakap karena mereka merasa menderita sebagai anak yatim?</p>
<p>CGI-nya sendiri cukup oke, meskipun adegan ketika Sancaka dibuang dari atap bangunan sedikit menggelikan. Penulis berharap untuk film-film selanjutnya, penerapan CGI-nya bisa lebih rapi lagi.</p>
<p>Pesan moralnya juga tidak ada yang baru, sama dengan film superhero yang sudah pernah kita tonton. Film ini juga memberikan sindiran halus tentang bobroknya anggota sistem pemerintahan kita sekarang.</p>
<p>Bagian yang paling mengejutkan, setidaknya bagi penulis, adalah ketika <strong><a href="https://whathefan.com/buku/menikmati-buku-buku-sujiwo-tejo/">Sujiwo Tejo</a> </strong>ikut mengambil peran di film ini sebagai Ki Wilawuk! Penulis tentu menantikan bagaimana sang dalang edan akan beradu akting dengan para aktor muda.</p>
<p>Kehadiran <strong>Pevita Pearce</strong> di tengah-tengah dan <em>post-credit </em>film juga memberikan efek kejut yang lumayan. Mau tidak mau, kita akan dibuat penasaran dengan film Sri Asih yang dijadwalkan rilis pada tahun 2020 mendatang.</p>
<p>Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, penulis akan berusaha untuk mengikuti semua film-film yang ada di semesta Bumilangit ini. Sudah ada pihak yang berusaha untuk menghidupkan kembali superhero Indonesia, dan penulis belajar untuk menghargai hal tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Sebenarnya masih banyak yang ingin penulis tuliskan tentang film ini, hanya saja tertunda berminggu-minggu membuat penulis lupa apa yang ingin ditulis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 September 2019, terinspirasi setelah menonton film Gundala</p>
<p>Foto: <a href="https://www.thejakartapost.com/life/2019/08/30/indonesian-superhero-gundala-takes-theaters-by-storm.html">The Jakarta Post</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-gundala/">Setelah Menonton Gundala</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
