<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kaisar Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/kaisar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/kaisar/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Jun 2024 14:56:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>kaisar Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/kaisar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Napoleon III: “Gak Bisa Jadi Presiden Lagi? Ya, Tinggal Ubah Aturannya!”</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 15:03:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaisar]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon III]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7339</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara menulis tentang nepotisme yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte (selanjutnya akan Penulis sebut Napoleon I) secara kebablasan, Penulis jadi penasaran dengan sosok Louis-Napoleon Bonaparte, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Napoleon III. Meskipun bukan keturunan langsung dari Napoleon I (karena Napoleon II meninggal di usia muda), Napoleon III merupakan keponakan langsungnya. Ia merupakan anak dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/">Napoleon III: “Gak Bisa Jadi Presiden Lagi? Ya, Tinggal Ubah Aturannya!”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Gara-gara menulis tentang <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/">nepotisme yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte</a> (selanjutnya akan Penulis sebut Napoleon I) secara kebablasan, Penulis jadi penasaran dengan sosok <strong>Louis-Napoleon Bonaparte</strong>, atau yang lebih dikenal dengan sebutan <strong>Napoleon III</strong>.</p>



<p>Meskipun bukan keturunan langsung dari Napoleon I (karena Napoleon II meninggal di usia muda), Napoleon III merupakan keponakan langsungnya. Ia merupakan anak dari Louis Bonaparte, adik Napoleon I yang pernah menjadi raja Belanda.</p>



<p>Napoleon III pertama kali menjadi presiden pada periode 1848-1852. Saat itu, Prancis baru saja melakukan reformasi (lagi) dengan menggulingkan raja terakhir Prancis, Louis Philippe I. Naas, Napoleon III justru membangkitkan lagi kekaisaran Prancis seperti zaman pamannya dulu.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Napoleon III Sebelum Menjadi Presiden Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7371" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Revolusi Prancis Kedua pada Tahun 1948 (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Revolutions_of_1848">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Pada tahun 1808, Charles-Louis Napoléon Bonaparte lahir dari pasangan <strong>Louis Bonaparte </strong>dan <strong>Hortense de Beauharnis</strong>, yang merupakan merupakan anak tgiri Napoleon I alias anak dari Josephine dari pernikahan sebelumnya. </p>



<p><em>(Fun fact: Tanggal lahir Napoleon III sama dengan Penulis, yakni 20 April)</em></p>



<p>Ketika semua keluarga Bonaparte diasingkan setelah lengsernya Napoleon I, ia pun harus berpindah-pindah tempat tinggal hingga akhirnya lebih banyak menetap di Swiss. Semasa remaja hingga beranjak dewasa, Napoleon III menyadari kalau simpatisan Bonaparte di Prancis ternyata masih cukup besar. </p>



<p>Hal tersebut memotivasi Napoleon III untuk melakukan kudeta pada tahun 1836 terhadap raja yang saat itu sedang berkuasa, <strong>Louis-Philippe</strong>. Sayangnya, kudeta tersebut gagal total dan ia pun melarikan diri kembali ke Swiss.</p>



<p>Kegagalan kudeta tidak mematahkan semangatnya untuk menjadi pemimpin Prancis. Pada tahun 1840, ketika ia hidup di London, Napoleon III merencanakan untuk melakukan kudeta kedua. Sekali lagi, kudeta tersebut gagal total dan membuatnya dipenjara seumur hidup.</p>



<p>Pada tahun 1848, Prancis kembali mengalami revolusi yang membuat Raja Louis Phillippe turun tahta. Napoleon III, yang sebelumnya berhasil kabur dari penjara dan kembali ke Inggris, mengambil kesempatan tersebut untuk kembali ke Prancis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Napoleon III Sebagai Presiden Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7372" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Napoleon III (<a href="https://art.thewalters.org/detail/597/portrait-of-napoleon-iii/">The Walters</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah revolusi tersebut, diadakanlah pemilu untuk memilih presiden, di mana Napoleon III mencalonkan diri dan berhasil menang dengan jumlah suara yang mencapai 74,2%. Setelah puluhan tahun berlalu, seorang Bonaparte kembali menjadi pemimpin Prancis. </p>



<p>Napoleon III mulai menjabat sebagai presiden Prancis pada tahun <strong>1848</strong>. Pada saat itu, masa jabatan presiden hanya e<strong>mpat tahun dan tidak boleh mencalonkan lagi untuk kedua kalinya</strong>. </p>



<p>Ketika mengajukan amandemen ke Majelis Nasional agar ia bisa mencalonkan diri lagi, ternyata suara yang dibutuhkan kurang, sehingga upayanya gagal. Itulah alasan mengapa Napoleon III merebut kekuasaan secara paksa dengan melakukan kudeta ke Majelis Nasional. </p>



<p>Napoleon III juga melakukan pemungutan suara untuk mengetahui pendapat publik tentang kudeta yang ia lakukan kepada Majelis Nasional, di mana ada banyak manipulasi dan ancaman agar publik banyak yang menyetujuinya.</p>



<p>Berbekal hal tersebut, Napoleon III pun mengubah konstitusi untuk memuluskan langkahnya tetap menjadi penguasa Prancis. Tidak main-main, ia membuat peraturan di mana presiden dapat menjabat selama 10 tahun tanpa batas waktu. Untuk memuluskan langkah-langkahnya, ia juga kerap menangkap para oposisinya.</p>



<p>Ternyata, menjadi presiden dengan jangka waktu panjang tidak memuaskan Napoleon III. Pada tahun 1952, ia menobatkan dirinya sendiri menjadi kaisar Prancis. Referendum diadakan, di mana 97% suara mendukung kekaisaran Napoleon III.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Napoleon III Sebagai Kaisar Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7373" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perang Prancis vs Prussia pada Tahun 1870 (<a href="https://www.cheminsdememoire.gouv.fr/en/franco-prussian-war-1870-71">Chemins de Memoire</a>)</figcaption></figure>



<p>Meskipun menghabiskan oposisinya, ada banyak hal positif yang berhasil Napoleon III raih selama ia menjadi kaisar. Salah satu yang paling terasa hingga saat ini adalah ia memutuskan untuk melakukan rekonstruksi besar-besaran terhadap Paris yang saat itu sangat kumuh. </p>



<p>Selain itu, Napoleon III juga berhasil melakukan modernisasi perekonomian Prancis, memperluas jaringan kereta, dan memperluas wilayah kolonial Prancis di luar benua Eropa. Ia juga menjalin kerja sama dengan negara-negara Eropa lainnya untuk memperkuat perekonomian negaranya.</p>



<p>Napoleon III juga banyak membuat kebijakan yang terkesan pro rakyat, seperti memberikan para pekerja untuk mogok dan berorganisasi. Yang lebih menarik adalah bagaimana ia memberikan hak agar kaum perempuan bisa kuliah di universitas-universitas Prancis.</p>



<p>Dari sisi militer, walaupun <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">tak sedahsyat pamannya</a>, Napoleon III juga mencatatkan beberapa upaya untuk membuat pengaruh Prancis menjadi kuat lagi, seperti ketika Prancis bersekutu dengan Inggris dalam melawan Rusi di Perang Krimea (1853-1856).</p>



<p>Masa kekaisaran Napoleon III harus berakhir ketika perang antara Prancis dan Prussia berlangsung. Prussia, yang dipimpin oleh Otto von Bismarck, berhasil menang dengan cepat dan telak. Setelah tak lagi menjadi kaisar, Napoleon III diasingkan sama seperti Napoleon I, dan meninggal dunia tiga tahun kemudian.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Mungkin karena menyandang nama besar Napoleon, Napoleon III merasa bahwa dirinya bisa sehebat pamannya tersebut. <em>Mindset </em>tersebut yang membuatnya memutuskan untuk membuat Kekaisaran Prancis Jilid II. Menariknya, ia menjadi kaisar lebih lama dari Napoleon I.</p>



<p>Jika ditotal dengan masa jabatannya ketika menjadi presiden, Napoleon III memimpin Prancis selama 22 tahun lamanya. Sebagai perbandingan, masa jabatan Napoleon I menjadi kaisar hanya setengahnya saja (walau begitu, Napoleon berhasil menguasai setengah Eropa).</p>



<p>Namun, tak ada yang abadi, apalagi cuma sekadar kekuasaan yang direbut paksa dengan berbagai pembenaran. Kekalahan atas Prussia di bawah komando Otto von Bismarck menghabiskan kekaisarannya dan juga <a href="https://whathefan.com/politik-negara/dinasti-politik-di-kursi-kekuasaan-boleh-atau-tidak/">dinasti Bonaparte di kursi kekuasaan Prancis</a>.</p>



<p>Prancis sendiri akhirnya kembali menjadi negara demokrasi yang dipimpin oleh seorang presiden hingga saat ini. Walaupun begitu, pengaruh dua kekaisaran Napoleon yang berlangsung ratusan tahun lalu masih terasa hingga saat ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 7 Juni 2024, terinspirasi setelah banyak menonton video seputar Napoleon III</p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/cn7Bxsqhcps">Napoleon III: The Forgotten Bonaparte &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/xmym8lyWzmQ">The Other Napoleon | The Life &amp; Times of Napoleon III &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/G9fHdYEu-WQ">In The Shadow of Napoleon &#8211; The 2nd French Empire Before 1870 I GLORY &amp; DEFEAT &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Napoleon_III">Napoleon III &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_heads_of_state_of_France">List of heads of state of France &#8211; Wikipedia</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/">Napoleon III: “Gak Bisa Jadi Presiden Lagi? Ya, Tinggal Ubah Aturannya!”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Biografi Singkat Napoleon Pada Misteri Napoleon</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/biografi-singkat-napoleon-pada-misteri-napoleon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2019 08:33:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[kaisar]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2352</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun terkenal sebagai seorang diktaktor yang kejam, entah mengapa penulis sangat suka membaca buku tentang Napoleon Bonaparte. Bahkan, tokoh utama di novel penulis bernama Napoleon. Mungkin, karena waktu kecil sudah sering membaca komik biografinya. Di komik tersebut, kekejaman Napoleon tidak terlalu digambarkan secara mendetail. Di komik tersebut, Napoleon digambarkan sebagai seorang pemimpin yang baik (walau gemar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/biografi-singkat-napoleon-pada-misteri-napoleon/">Biografi Singkat Napoleon Pada Misteri Napoleon</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun terkenal sebagai seorang diktaktor yang kejam, entah mengapa penulis sangat suka membaca buku tentang <strong>Napoleon Bonaparte</strong>. Bahkan, <a href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/tentang-leon-kenji-dan-gisel/">tokoh utama di novel penulis bernama Napoleon</a>.</p>
<p>Mungkin, karena waktu kecil sudah sering membaca komik biografinya. Di komik tersebut, kekejaman Napoleon tidak terlalu digambarkan secara mendetail.</p>
<p>Di komik tersebut, Napoleon digambarkan sebagai seorang pemimpin yang baik (walau gemar berperang), mengutamakan tentara dan rakyatnya, bahkan sempat menolak ketika ditunjuk sebagai kaisar. Penulis merasa ada fakta yang salah.</p>
<p>Oleh karena itu, waktu berjalan-jalan di Gramedia Pondok Indah Mall, penulis tanpa berpikir panjang langsung mengambil buku berjudul <strong><em>Misteri Napoleon</em> </strong>karangan <strong>Jean Rocher </strong>ini.</p>
<h3><strong>Apa Isi Buku Ini?</strong></h3>
<p>Seperti yang tertera pada judul, buku ini menjelaskan perjalanan sosok Napoleon Bonaparte secara ringkas, mulai dari ia lahir di pulai kecil bernama <strong>Corsica</strong> sampai pembuangannya terkahir di pulau <strong>Saint Helena</strong>.</p>
<p>Buku ini terbagi menjadi lima bab, yakni:</p>
<ul>
<li><strong>Bagian Satu, Pekerja Keras dan Ambisius (1769-1793)</strong></li>
</ul>
<p>Pada bagian ini, kita akan membaca awal mula bagaimana seorang Napoleon bisa menjadi penguasa Eropa. Terlahir di pulau kecil Corsica, ia sering dirundung kawan satu akademi militer karena logat bicaranya yang aneh.</p>
<p>Napoleon bukanlah murid yang cemerlang. Ia bukan orang yang menduduki peringkat pertama di akademi. Walaupun begitu, ia memang seorang ahli taktik yang jenius.</p>
<p>Banyak peperangan yang ia menangkan di awal karir militernya, walaupun ekspedisi Mesirnya menjadi kekalahan pertamanya.</p>
<ul>
<li><strong>Bagian Dua, Naik ke Tampuk Kekuasaan (1799-1804)</strong></li>
</ul>
<p>Berkat banyaknya kemenangan yang ia raih, popularitas Napoleon melonjak drastis di mata rakyat Prancis. Ia dianggap sebagai orang yang tepat untuk memimpin bangsa sejak revolusi Prancis yang bergulir mulai tahun 1989.</p>
<p>Setelah beberapa sistem dianggap gagal dalam mengelola negara, akhirnya Napoleon mendaulat dirinya sendiri sebagai kaisar Prancis, bukan raja maupun presiden.</p>
<p>Di rentang waktu inilah, ambisi Napoleon untuk menguasai seluruh Eropa dimulai.</p>
<ul>
<li><strong>Bagian Tiga, Master Perang (1805-1809)</strong></li>
</ul>
<p>Pada periode ini, Napoleon banyak sekali meraih kemenangan di berbagai wilayah. Hal ini membuat banyak negara seperti Rusia terpaksa menandatangani perjanjian damai agar wilayahnya tidak diinvasi.</p>
<p>Bisa dibilang, Napoleon berhasil menguasai hampir seluruh daratan Eropa kecuali wilayah Balkan, Rusia, dan Skandinavia. Akan tetapi, kejayaan tersebut tidak berlangsung terlalu lama.</p>
<ul>
<li><strong>Bagian Empat, Spiral Kegagalan dan Kejatuhan yang Spektakuler (1808-1815)</strong></li>
</ul>
<p>Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. Itulah yang terjadi pada Napoleon. Setelah rentetan kemenangan, ia harus mengalami beberapa kekalahan yang pahit.</p>
<p>Pertama adalah kekalahan dari pemberontak Spanyol, di mana Napoleon menempatkan kakaknya, <strong>Joseph</strong>, sebagai raja di wilayah tersebut.</p>
<p>Napoleon memang melakukan nepotisme demi melanggengkan kekuasannya. Buktinya, ia menempatkan adiknya, <strong>Louis</strong>, sebagai raja di Belanda.</p>
<p>Tapi, kekalahan terburuk adalah perang melawan Rusia yang menjadi<a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/"> kekalahan terburuk Napoleon</a> sepanjang karirnya. Setelah itu, ia dibuang ke <strong>pulau Elba</strong>, dekat Italia.</p>
<p>Pembuangan Napoleon tidak lama. Ia kembali satu tahun kemudian dan memimpin Prancis pada peperangan terakhirnya di Waterloo.</p>
<ul>
<li><strong>Bagian Lima, Legenda Abadi (1815-1821)</strong></li>
</ul>
<p>Peperangan di Waterloo menghasilkan kekalahan terakhir, dan kali ini Napoleon dibuang lebih jauh, ke pulau <strong>Saint Helena </strong>yang terletak di Samudera Atlantik. Ia tinggal di sana hingga menghembuskan napas terakhirnya.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Buku ini ditulis dengan gaya bahasa akademis yang tidak terlalu berat. Penulis bisa memahami buku ini karena telah membaca komik biografinya di masa kecil.</p>
<p>Yang tidak penulis pahami adalah pemilihan judul. Jujur, penulis tidak menemukan misteri apa yang diungkap oleh Rocher selaku penulis buku ini. Bagi penulis, informasi yang dipaparkan sudah menjadi rahasia umum</p>
<p>Ditulis secara kronologis, buku ini mungkin akan membuat bingung karena banyak sekali nama tokoh yang muncul. Selain itu, banyak sekali tanda <strong>[&#8230;] </strong>yang penulis sendiri tidak tahu apa maknanya.</p>
<p>Kalau pembaca sekalian suka sejarah dan ingin mengetahui tentang sosok Napoleon Bonaparte, penulis merekomendasikan buku ini karena cocok dijadikan sebagai awalan untuk mempelajari sang kaisar Prancis tersebut.</p>
<p>Nilainya: <strong>3.8/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayorang Lama, 12 Mei 2019, terinspirasi setelah menamatkan buku <em><strong>Misteri Napoleon </strong></em>karya<strong> Jean Rocher</strong></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/biografi-singkat-napoleon-pada-misteri-napoleon/">Biografi Singkat Napoleon Pada Misteri Napoleon</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kekalahan Terburuk Napoleon Bonaparte</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 May 2018 04:55:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[jenderal]]></category>
		<category><![CDATA[kaisar]]></category>
		<category><![CDATA[kekalahan]]></category>
		<category><![CDATA[musim dingin]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon Bonaparte]]></category>
		<category><![CDATA[pasukan]]></category>
		<category><![CDATA[Perancis]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[strategi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=717</guid>

					<description><![CDATA[<p>Napoleon Bonaparte adalah seorang kaisar Perancis yang berhasil menakhlukan dataran Eropa dengan pasukannya. Namanya penulis gunakan sebagai nama karakter utama di novel Kenji (Alexander Napoleon Caesar, gabungan dari tiga pemimpin dunia). Salah seorang jenderal perang yang penulis kagumi sejak kecil karena membaca komik biografinya. Ya, sejak masih duduk di bangku sekolah dasar penulis sudah gemar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">Kekalahan Terburuk Napoleon Bonaparte</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Napoleon Bonaparte adalah seorang kaisar Perancis yang berhasil menakhlukan dataran Eropa dengan pasukannya. Namanya penulis gunakan sebagai nama karakter utama di novel Kenji (Alexander Napoleon Caesar, gabungan dari tiga pemimpin dunia). Salah seorang jenderal perang yang penulis kagumi sejak kecil karena membaca komik biografinya.</p>
<p>Ya, sejak masih duduk di bangku sekolah dasar penulis sudah gemar membaca biografi, meskipun baru berbentuk komik. Yang pertama kali baca adalah Walt Disney, dilanjutkan tokoh-tokoh lain termasuk Napoleon Bonaparte.</p>
<p>Napoleon sebenarnya bukanlah berasal dari Prancis, ia berasal dari pulau kecil Corsica, yang dijual Italia kepada Prancis. Semenjak remaja ia mendambakan untuk memerdekan Corsica, meskipun takdir membuatnya ia menjadi salah satu kaisar Prancis yang paling berpengaruh.</p>
<p><div id="attachment_718" style="width: 973px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-718" class="size-full wp-image-718" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/Corsica-Map.jpg" alt="" width="963" height="650" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/Corsica-Map.jpg 963w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/Corsica-Map-300x202.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/Corsica-Map-768x518.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/Corsica-Map-356x240.jpg 356w" sizes="(max-width: 963px) 100vw, 963px" /><p id="caption-attachment-718" class="wp-caption-text">Pulau Corsica (http://worldofwinetastingadventures.blogspot.co.id/2015/05/france-unit-10b-corsica.html)</p></div></p>
<p>Tentu sebagai penguasa Eropa, banyak perang yang dimenangkan oleh Napoleon. Dari buku yang penulis baca, terdapat tiga perang yang gagal dimenangkan oleh Napoleon. Yang pertama adalah kekalahan armada laut Napoleon yang selalu dikalahkan oleh armada Inggris pimpinan Horatio Nelson. Selanjutnya adalah peperangan terakhir Napoleon di Waterloo, yang membuat ia diasingkan ke pulau St. Helena hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya.</p>
<p>Pertempuran yang paling menyakitkan bagi Napoleon adalah kegagalan menakhlukan Rusia. Banyak faktor yang menyebabkan kekalahan pada perang yang terjadi pada tahun 1812 ini.</p>
<p>Pertama, tentara Rusia yang tidak mau berhadapan langsung dengan tentara Napoleon. Ini merupakan siasat licik untuk mengulur waktu dan memancing pasukan Napoleon semakin masuk ke daerah kekuasaan Rusia. Pasukan Napoleon memang berhasil menguasai Moskwa, ibukota Rusia. Sayangnya, seluruh penduduk maupun pemimpin Rusia telah meninggalkan Moskwa tanpa terlihat ada itikad baik untuk melakukan perundingan.</p>
<p>Kedua, tentara Rusia membakar habis kota-kota yang akan dilewati pasukan Napoleon, sehingga mereka tidak akan menemukan bahan makanan untuk bertahan hidup. Mereka tega menghancurkan rumah-rumah penduduknya sendiri demi memenangkan pertempuran.</p>
<p>Ketiga, dan yang terfatal, adalah kesalahan strategi Napoleon dalam menghadapi musim dingin di Rusia. Napoleon berangkat pada bulan Juni, ketika musim semi masih berlangsung. Akan tetapi, dengan strategi mundur teratur dari pasukan Rusia, Napoleon berada di Rusia hingga musim dingin tiba, sesuatu yang tidak diantisipasi olehnya.</p>
<p><div id="attachment_719" style="width: 743px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-719" class="size-full wp-image-719" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/43367.jpg" alt="" width="733" height="550" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/43367.jpg 733w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/43367-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/43367-340x255.jpg 340w" sizes="(max-width: 733px) 100vw, 733px" /><p id="caption-attachment-719" class="wp-caption-text">Kalah Oleh Musim Dingin (https://www.inyourpocket.com/moscow/The-Patriotic-War-of-1812_72897f)</p></div></p>
<p>Akhirnya, Napoleon memutuskan untuk mundur. Ketika mundur inilah pasukan Rusia melakukan penyerangan secara membabi buta. Dari sekitar 600 ribu pasukan yang dibawa, hanya sekitar 27.000 yang berhasil kembali ke Perancis dengan selamat.</p>
<p>Kekalahan inilah yang memicu kejatuhan Napoleon sebagai penguasa Eropa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 12 Mei 2018, terinspirasi setelah membaca ulang komik Napoleon Bonaparte</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.worldatlas.com/articles/napoleon-bonaparte-world-leaders-in-history.html">https://www.worldatlas.com/articles/napoleon-bonaparte-world-leaders-in-history.html</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">Kekalahan Terburuk Napoleon Bonaparte</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
