Tentang Leon, Kenji, dan Gisel

Pada tulisan kali ini, penulis akan menjelaskan tentang karakter-karakter yang ada pada novel Leon dan Kenji. Untuk yang pertama, penulis akan menceritakan tiga karakter yang lumayan mendominasi keseluruhan cerita, yakni Leon, Kenji, dan Gisel.

Alexander Napoleon Caesar

Awalnya, penulis memberi nama tokoh utama ini dengan nama Blacksmith, yang terinspirasi dari anime Blackjack. Namun, karena dirasa lebay, penulis memutuskan untuk mengganti namanya walaupun penulis senang dengan panggilannya, Black, seperti karakter di Harry Potter.

Alexander Napoleon Caesar (mungkin sebenarnya terdengar lebih lebay) terinspirasi dari tiga nama kaisar di dunia. Alexander the Great, Napoleon Bonaparte, dan Julius Caesar.

Dengan panggilan Leon¬†(seperti nama penjual tahu telur di dekat rumah), penulis menanggap namanya lebih normal daripada Black, walaupun untuk memanggilnya harus menjadi “Le” yang sama dengan panggilan anak laki-laki orang Jawa.

Latar belakangnya yang ambisius untuk mendidik anaknya menjadi orang hebat membuat ayah Leon memasukkan ketiga nama penguasa dunia tersebut. Ia tak peduli bahwa ketiga orang tersebut telah membantai banyak manusia tak bersalah demi ekspansi kekuasaannya.

Napoleon Bonaparte (caminteresse.fr)

Leon menjadi anak yang keras karena masa lalunya yang berat. Ditinggal bunuh diri oleh ibunya, ditelantarkan oleh ayahnya, dan dirundung oleh teman-teman sekolahnya.

Ia memutuskan untuk melawan balik, sehingga ia senantiasa memasang tatapan permusuhan agar tidak ada yang berani menganggu dia. Pertemuannya dengan Kenji membuat ia berubah secara bertahap, menjadi manusia yang lebih hangat.

Ia berusaha untuk berubah dan mulai membuka hubungan dengan orang lain, terutama dengan teman-teman kelasnya. Satu per satu mereka mulai menerima Leon sehingga ia merasa seperti hidup kembali.

Leon memiliki kecerdasan di atas rata-rata, selain karena tempaan ayahnya yang membuat ia terbiasa belajar dengan giat. Kemampuan otaknya yang luar biasa hanya bisa dikalahkan oleh Kenji.

Muhammad Kenji Yasuda

Nama Kenji penulis ambil dari nama tengah personil Linkin Park, Mike Shinoda. Bahkan, dulu penulis menggunakan nama Kenji Shinoda, sebelum menggantinya dengan Yasuda yang terdengar seperti ya sudah. Penulis bahkan tidak tahu apakah benar ada marga Yasuda di Jepang.

Seperti yang sudah dituliskan pada tulisan sebelumnya, Kenji terinspirasi oleh karakter Gera pada anime Blackjack yang selalu ceria dan berpikiran positif walaupun penakut.

Perbedaan karakter antara Leon dan Kenji justru memperat hubungan mereka berdua sebagai kawan, walaupun latar belakang hidup tanpa orangtua juga berperan penting untuk memperkuat hal tersebut.

Mike Kenji Shinoda (revolvermag.com)

Ia selalu berusaha menyebar kebaikan di lingkungan sekitarnya, terkadang tidak peduli dirinya menjadi babak belur seperti ketika ia berusaha menyadarkan Sarah dan Leon.

Kenji seringkali menjadi juru bicara kelas karena kemampuan menata bahasanya yang luar biasa, yang terjadi akibat kegemarannya membaca buku. Nada suaranya selalu tenang dan tak pernah marah sekalipun.

Mengajar merupakan passion yang dimiliki Kenji karena ia merasa bisa menyebar ilmu yang bermanfaat kepada orang lain. Hal ini ditunjukkan dengan inisiatifnya mengajar Gisel dan tambahan kelas sepulang sekolah.

Kenji memiliki kemampuan analisa seperti Sherlock Holmes, karena penulis memang penggemar berat karakter fiksi buatan Sir Arthur Conan Doyle tersebut. Leon seringkali terperangah dan terlihat seperti Dr. Watson.

Gisella Margaret Spencer

Tokoh Gisel penulis buat sebagai “pelampiasan” karena tidak memiliki adik perempuan. Ia penulis buat sebagai anak kecil berkulit putih, terlihat ringkih dan berambut panjang.

Penulis memilih nama Gisel hanya karena suka saja dengan nama tersebut. Untuk Margaret, penulis ambil dari mantan perdana menteri Inggris, Margaret Thatcher, sedangkan Spencer penulis ambil dari nama keluarga putri Diana.

Margaret Thatcher (biography.com)

Leon menjadikan Gisel sebagai kambing hitam atas segala kesusahan yang ia alami. Walaupun tubuhnya kurus, mental Gisel sangat tangguh untuk anak seusianya.

Gisel selalu sabar menerima berbagai perlakuan buruk dari kakaknya. Untunglah semenjak bertemu dengan Kenji, Gisel diperlakukan sebagaimana adik oleh Leon.

Terkait sekolahnya, penulis terinspirasi oleh Thomas Alva Edison yang dikeluarkan dari sekolah karena selalu bertanya di luar konteks pelajaran. Pada akhirnya Edison diajari oleh ibunya, sedangkan Gisel diajari oleh Kenji dan kakaknya sambil menunggu ajaran tahun berikutnya.

 

 

Jelambar, 21 Oktober 2018

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.