<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kenangan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/kenangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/kenangan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Nov 2019 05:26:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>kenangan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/kenangan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ingin Hilang Ingatan</title>
		<link>https://whathefan.com/cerpen/ingin-hilang-ingatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2019 05:11:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[ingatan]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3116</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hilang ingatan. Aku ingin hilang ingatan. Tidak perlu semuanya, cukup tiga hingga empat tahun terakhir. Aku ingin melupakan semua kenangan yang terjadi pada rentang waktu itu. Aku ingin semuanya seolah-olah tidak pernah terjadi. Bisakah keinginanku ini dikabulkan oleh Tuhan? *** Aku lupa tanggal pastinya, tapi kejadian itu terjadi sekitar tiga setengah tahun lalu tanpa sengaja. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/cerpen/ingin-hilang-ingatan/">Ingin Hilang Ingatan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hilang ingatan. Aku ingin hilang ingatan. Tidak perlu semuanya, cukup tiga hingga empat tahun terakhir. Aku ingin melupakan semua kenangan yang terjadi pada rentang waktu itu. Aku ingin semuanya seolah-olah tidak pernah terjadi. Bisakah keinginanku ini dikabulkan oleh Tuhan?</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Aku lupa tanggal pastinya, tapi kejadian itu terjadi sekitar tiga setengah tahun lalu tanpa sengaja. Pada hari itu, seorang tetangga baru datang menempati rumah kosong yang berlokasi tepat di depan rumahku.</p>
<p>Dari desas-desus yang aku dengar dari orangtuaku, penghuni rumah tersebut merupakan keluarga kecil yang terdiri dari papa, mama, dan seorang anak perempuan yang sepertinya seusiaku.</p>
<p>Kata mama, ia sudah bertemu dengan keluarga tersebut. Mereka keluarga yang ramah dan anaknya cantik sekali. Pertemuan ini terjadi di kala aku masih berada di kampus, sehingga aku belum berkesempatan untuk bertatap muka dengan mereka.</p>
<p>Aku pun penasaran dengan keluarga ini, sehingga sesekali mengintip tetangga depan melalui jendela ruang tamu. Aku telah melihat sekilas pasangan suami istri tersebut yang nampaknya sangat bahagia. Namun, aku belum pernah melihat putri mereka sekalipun.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>&#8220;Mas Bayu, kan?&#8221;</p>
<p>Aku menoleh ke arah sumber suara. Terlihat seorang perempuan berambut sebahu tersenyum dengan lesung pipi menghiasi kedua pipinya. Aku melihatnya keheranan, bagaimana perempuan ini bisa tahu namaku?</p>
<p>&#8220;Namaku Cleo, tetangga baru yang tinggal di depan rumah mas. Boleh aku duduk di sini?&#8221; tanyanya sembari menarik kursi di hadapanku meskipun belum terucap kata iya dari bibirku.</p>
<p>Kejadian ini berlangsung di kafe dekat rumah, tempat favoritku untuk mengerjakan tugas kuliah yang selalu menumpuk seolah tak ada habisnya. Selain karena kenal dengan pemilik tempat ini, aku juga terbiasa memanfaatkan Wi-Fi gratis yang ada di sini.</p>
<p>&#8220;Kamu kok tahu aku?&#8221; tanyaku padanya, tetap berusaha memasang pagar pembatas karena aku tak pernah merasa nyaman dengan orang asing.</p>
<p>&#8220;Aku pernah ke rumah mas buat kenalan sama orangtuanya mas. Di sana, aku lihat foto keluarga besar dan mamanya mas ngasih tahu aku nama mas. Pas ke sini aku lihat ada orang yang mirip dengan foto itu, jadi sambil mastiin aku sekalian mau kenalan sama mas. Apalagi, mas kan gampang dikenalin dengan rambut gondrongnya itu.&#8221;</p>
<p>Jawabannya logis, sehingga aku tidak meragukan kejadian tersebut. Kuteguk segelas kopi hitam yang ada di sebelah laptopku dan mengambil sebatang rokok dari saku kemejaku.</p>
<p>&#8220;Keberatan kalau aku merokok?&#8221;</p>
<p>&#8220;Silakan mas, asal jangan disemburkan ke mukaku, ya!&#8221;</p>
<p>Perempuan ini nampaknya kerap mengeluarkan hawa dan energi positif. Jawabannya yang mempersilakan justru membuatku mengurungkan niat dan kembali melirik laptop. Tugas telah menanti di sana untuk diselesaikan, tapi obyek di depanku jauh lebih menarik. Akhirnya kami pun berdiskusi banyak hal, mulai dari yang remeh-temeh hingga permasalahan serius.</p>
<p>Ketika kami akan pulang ke rumah masing-masing, pagar pembatas yang kupasang telah terlepas dengan sempurna.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Selain tetangga depan rumah, ternyata kami juga melanjutkan studi di kampus yang sama walaupun berbeda fakultas. Aku mengambil jurusan Hubungan Internasional, sedangkan ia mengambil jurusan Akuntansi di Fakultas Ilmu Administrasi. Ia satu angkatan di bawahku.</p>
<p>Rumah kami yang berdekatan membuat aku sering menawarkan tumpangan kepadanya, baik ketika berangkat maupun pulang. Awalnya ia merasa tidak enak karena takut merepotkan, walau pada akhirnya ia selalu menerima tawaranku. Kami pun menjadi dekat hingga diisukan berpacaran oleh para tetangga yang selalu <em>nyinyir</em>.</p>
<p>Sebagai laki-laki normal, tentu saja aku tertarik dengan Cleo. Ia cantik, ramah, terbuka, <em>open-minded</em>, berwawasan luas, dan memiliki banyak kesamaan denganku. Kami sama-sama suka baca buku, terutama karya-karya penulis seperti George Orwell dan Ernest Hemingway. Kami juga tidak terlalu suka menonton film karena merasa tidak ingin imajinasi kami diatur oleh sutradara.</p>
<p>Sekitar tiga tahun kami menjalin hubungan yang dekat seperti ini tanpa status apapun. Aku, yang belum pernah jatuh cinta seumur hidup, merasakan dorongan untuk mengungkapkan perasaan hingga ke taraf yang tak tertahankan. Aku pun mencoba untuk masuk ke topik ini ketika kami sedang berada di kafe dekat rumah untuk mengerjakan tugas masing-masing.</p>
<p>&#8220;Kamu percaya cinta?&#8221; tanyaku secara tiba-tiba, membuatnya tersedak karena aku bertanya ketika ia sedang menenggak minumannya.</p>
<p>&#8220;Apa sih mas kok tiba-tiba banget, aku kan jadi kaget.&#8221;</p>
<p>&#8220;Maaf, aku cuma penasaran.&#8221;</p>
<p>&#8220;Enggak apa-apa kok, aku cuma kaget aja. Cinta, ya? Hmmm, percaya kok. Cinta dari orangtua, dari sahabat, banyak cinta yang udah aku dapatkan hingga sekarang.&#8221;</p>
<p>&#8220;Termasuk dari tetangga ya,&#8221; kataku memberi sedikit kode.</p>
<p>&#8220;Hahaha, bisa aja mas.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku sayang sama kamu Cleo.&#8221;</p>
<p>Cleo terdiam beberapa saat, sebelum menjawab pernyataanku.</p>
<p>&#8220;Aku juga sayang sama mas . . . sebagai kakak.&#8221;</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Setelah kejadian di kafe itu, kami berusaha menjalin hubungan seperti biasa. Masalahnya, aku jadi kesusahan mengontrol diriku. Aku menjadi perhatian berlebihan, posesif, sering mempertengkarkan hal sepele, cemburu buta, dan lain sebagainya.</p>
<p>Hal ini membuat Cleo secara perlahan mulai menjauhi diriku. Kami sudah jarang berangkat bersama karena ia menolak untuk pergi denganku. Kamu juga jarang menghabiskan waktu bersama di kafe seperti biasa. Pesanku pun mulai sering diabaikan olehnya.</p>
<p>Mungkin karena belum pernah jatuh cinta, aku menjadi terobsesi berlebihan kepadanya. Merasakan sesuatu yang belum pernah dirasakan terkadang membuat seseorang menjadi tolol tak terkira.</p>
<p>Aku menjadi bukti nyatanya. Aku jadi merasa tidak bisa hidup tanpanya, merasa hampa, merasa Cleo adalah satu-satunya perempuan yang cocok untukku. Kesalahanku adalah karena aku terlalu mencintainya, terlalu sayang kepadanya, terlalu peduli kepadanya.</p>
<p>Ingin mengakhiri semua penderitaan ini, aku memutuskan untuk mengajak bicara Cleo untuk yang terakhir kalinya. Aku mengajaknya untuk bertemu di sebuah taman dekat kompleks perumahan yang terkenal sepi. Ia pun menyanggupi permintaan tersebut.</p>
<p>&#8220;Kamu tahu, aku merasa hubungan kita akhir-akhir ini memburuk,&#8221; kataku membuka percakapan. Cleo hanya menganggukkan kepalanya tanpa melirik sedikitpun ke arahku.</p>
<p>&#8220;Aku tahu ini salahku. Seharusnya aku tidak mengungkapkan perasaanku waktu itu. Dengan demikian, hubungan kita akan baik-baik saja seperti dulu, seperti tiga tahun terakhir ini.&#8221;</p>
<p>Cleo masih tidak memberikan respon apa-apa.</p>
<p>&#8220;Kamu tahu, tiga tahun terakhir ini bisa dibilang masa-masa terindah dalam hidupku. Aku membuat banyak kenangan sama kamu. Aku membuat banyak cerita indah sama kamu. Seharusnya aku sudah puas dengan itu, tapi aku malah meminta lebih.&#8221;</p>
<p>Aku menatap Cleo yang pandangan matanya entah mengarah ke mana.</p>
<p>&#8220;Aku ingin diberikan kesempatan kedua, aku ingin memperbaiki semuanya. Kalau kamu sayang aku sebagai kakak, aku akan berusaha menjadi kakak yang baik buat kamu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Maaf mas, tapi aku enggak bisa.&#8221;</p>
<p>Jawaban tersebut sungguh di luar dugaan dan membuatku tersentak. Cleo, perempuan yang selama ini kukenal karena kebaikannya yang luar biasa, bisa memberi penolakan yang sangat menusuk hati.</p>
<p>&#8220;Kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku udah punya pacar.&#8221;</p>
<p>Tanpa sadar, aku mengarahkan tanganku ke lehernya dan memberikan tekanan yang kuat. Benar kata orang, kemarahan bisa menambah kekuatan seseorang berkali-kali lipat. Tubuh Cleo yang meronta-ronta bisa kutahan dengan sedemikian rupa. Pada dasarnya, laki-laki memang ditakdirkan lebih kuat dari wanita kebanyakan, sehingga ia tak akan bisa melepaskan diri dariku.</p>
<p>Beberapa menit aku mencekik lehernya, tubuhnya menjadi lunglai. Tak ada lagi perlawanan darinya. Ia sudah mati, mati di tangan orang yang begitu mencintainya.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Hilang ingatan. Aku ingin hilang ingatan. Begitu yang terpikirkan di kepalaku setelah aku membunuh Cleo, satu-satunya perempuan di dunia ini yang begitu aku cintai. Aku terlalu mencintainya hingga aku telah membunuhnya. Aku harus membunuhnya agar ia hanya menjadi milikku seorang. Tidak boleh ada laki-laki lain yang boleh memilikinya.</p>
<p>Tapi aku tetap ingin hilang ingatan. Ingatan pernah bertemu dengan Cleo, kenangan yang pernah kubuat dengan Cleo, hingga fakta bahwa aku baru saja melakukan tindakan kriminal dengan membunuh seorang perempuan. Aku ingin semua itu hilang dari ingatanku dan kembali menjalani rutinitasku sebagai mahasiswa yang normal.</p>
<p>Ternyata Tuhan tidak mengabulkan keinginanku. Ingatan tersebut tetap tersimpan di kepalaku dan tak mau lepas. Aku masih terbayang-bayang wajah Cleo, mulai dari awal pertama kali bertemu dengan senyum dan lesung pipitnya, hingga wajah sesaknya ketika aku mencengkeram lehernya.</p>
<p>Aku tidak bisa menghilangkan ingatan tersebut. Ingatan tersebut kini justru menghantuiku dan membuatku takut. Cleo seolah tak rela ia mati sendirian. Ia ingin aku ikut bersamanya, menemaninya di alam baka.</p>
<p>Itulah mengapa sekarang aku berada di pinggir jembatan, ketika pihak kepolisian mulai mencari keberadaanku. Pasti mereka sudah menemukan mayat Cleo yang aku tinggalkan begitu saja di taman sepi itu.</p>
<p>Aku memandangi air sungai dangkal yang mengalir tenang di bawah sana. Aku melihat wajah Cleo memantul di permukaan sungai. Ia tersenyum kepadaku seolah menyambut kedatanganku. Senyum itu sama dengan yang ia berikan ketika kami bertemu pertama kali. Siapa yang menyangka, senyum itu pula yang aku lihat terakhir darinya.</p>
<p>Aku membalas senyum itu dan melangkahkan kaki ke arahnya. Aku datang Cleo.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 November 2019, terinspirasi setelah menamatkan anime <em>Golden Time</em></p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@gum_meee">Michael Heuser</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/cerpen/ingin-hilang-ingatan/">Ingin Hilang Ingatan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pada Akhirnya Kita Semua Akan Dipisahkan Oleh Waktu</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Nov 2019 01:28:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[memori]]></category>
		<category><![CDATA[perpisahan]]></category>
		<category><![CDATA[pertemuan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3093</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis memang sudah mengurangi intensitas bermain Twitter. Walaupun begitu, sesekali penulis masih mengintip untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di luar sana. Kemarin, penulis menemukan sebuah gambar yang diambil dari sebuah anime. Dari Ayu, penulis mengetahui bahwa anime tersebut berjudul Hotarubi no Mori e. Apa yang istimewa dari gambar tersebut? Kalimatnya, yang jika diresapi cukup membuat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu/">Pada Akhirnya Kita Semua Akan Dipisahkan Oleh Waktu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis memang sudah mengurangi intensitas bermain Twitter. Walaupun begitu, sesekali penulis masih mengintip untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di luar sana.</p>
<p>Kemarin, penulis menemukan sebuah gambar yang diambil dari sebuah anime. Dari Ayu, penulis mengetahui bahwa anime tersebut berjudul <em>Hotarubi no Mori e</em>.</p>
<p>Apa yang istimewa dari gambar tersebut? Kalimatnya, yang jika diresapi cukup membuat penulis terinspirasi membuat tulisan ini.</p>
<blockquote><p><em>Time might seperate us some day. But until then, let&#8217;s stay together</em></p></blockquote>
<h3>Di Mana Ada Pertemuan, Di Situ Ada Perpisahan</h3>
<div id="attachment_3095" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3095" class="size-large wp-image-3095" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3095" class="wp-caption-text">Perpisahan Itu Terkadang Menyedihkan (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@mili_vigerova">Milada Vigerova</a>)</p></div>
<p>Semenjak merantau ke Jakarta, penulis jadi belajar sedikit tentang artinya perpisahan. Meninggalkan keluarga dan teman yang selama ini selalu bersama adalah hal yang cukup berat.</p>
<p>Bahkan dalam <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">lingkungan Karang Taruna</a> pun, perpisahan tidak terhindarkan. Satu persatu mulai meninggalkan perumahan tempat penulis tinggal dengan berbagai alasan dan tujuan. Ada yang ke Bali, ke Jakarta, hingga ke Belanda.</p>
<p>Penulis menyadari bahwa perpisahan adalah hal yang tidak bisa kita hindari. Jika waktunya untuk berpisah telah tiba, hampir tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya.</p>
<p>Untuk sekadar melepas rindu dengan memanfaatkan teknologi mungkin bisa, tapi tetap tidak bisa menggantikan intimnya pertemuan langsung.</p>
<p>Mungkin para pujangga bisa saja menuliskan bahwa rindu tidak akan terjadi jika orang tersebut ada di dalam hati kita, tapi pada prakteknya hal semacam itu sangat sulit. Kita tetap butuh pertemuan secara langsung.</p>
<p>Perpisahan pun ada banyak macamnya. Ada yang berpisah hanya karena jarak, ada yang berpisah karena sudah tak bisa bersama, ada yang terpaksa berpisah karena kematian datang menjemput.</p>
<p>Pada akhirnya semua pertemuan akan diakhiri dengan perpisahan, apapun bentuknya.</p>
<h3>Terus Membuat Kenangan</h3>
<div id="attachment_3097" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3097" class="size-large wp-image-3097" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3097" class="wp-caption-text">Membuat Kenangan Selagi Bisa (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@jontyson">Jon Tyson</a>)</p></div>
<p>Dari anime <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/membuat-kenangan-ala-isshuukan-friends/">Isshuukan Friends</a>, </em>penulis belajar bahwa kenangan itu penting, tapi lebih penting untuk terus membuat kenangan bersama orang-orang terkasih.</p>
<p>Perpisahan memang hal yang tidak bisa kita hindari. Kenangan menjadi penting untuk mengisi kekosongan yang terjadi akibat perpisahan tersebut.</p>
<p>Penulis termasuk orang yang sering membayangkan ketika waktu untuk berpisah akhirnya tiba. Akibatnya, penulis sering menjadi murung karena membayangkan kesedihannya.</p>
<p>Penulis sadar daripada terus murung memikirkan apa yang belum terjadi, lebih baik penulis berusaha menikmati hari ini bersama orang-orang tersayang,</p>
<p>Terpisah oleh jarak bukan berarti kita tidak bisa membuat kenangan bersama. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan, walau memang rasanya berbeda jika dibandingkan dengan pertemuan langsung.</p>
<p>Jujur, penulis kemarin merasa sedih ketika tidak bisa ikut <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/pembubaran-panitia-agustusan/">pembubaran panitia 17-an</a> karena harus lanjut mencari nafkah di ibu kota. Penulis sedih karena tidak bisa ikut membuat kenangan bersama mereka.</p>
<p>Itu merupakan konsekuensi yang harus penulis terima. Sedih boleh, tapi jangan berlebihan. Idealnya, penulis harus merasa senang ketika mereka semua terlihat bahagia.</p>
<p>Sayang, praktek selalu lebih susah daripada teorinya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Kenapa harus ada pertemuan jika ujung-ujungnya adalah perpisahan? Agar kita bisa menikmati momen-momen saat bertemu jika waktunya untuk berpisah telah tiba.</p>
<p>Waktu mungkin akan memisahkan kita. Tapi sampai waktunya tiba, mari kita terus bersama. Walaupun sudah berpisah, ayo tetap membuat kenangan bersama hingga maut memisahkan.</p>
<p>Maunya sih begitu, tapi kadang takdir berkata lain.</p>
<p>Bagi penulis, bentuk perpisahan yang paling menyedihkan adalah <strong>dilupakan</strong>. Hubungan yang dulu terasa dekat tiba-tiba merenggang begitu saja. Kadang kita tahu apa penyebabnya, kadang tidak.</p>
<p>Jika disuruh memilih, penulis akan lebih memilih dilupakan daripada melupakan. Biarlah penulis dilupakan oleh orang lain, setidaknya terima kasih atas semua kenangan yang sudah diberikan selama ini.</p>
<p>Hubungan dengan manusia itu memang rumit. Mungkin sampai kapanpun kita tidak akan benar-benar memahaminya, atau setidaknya penulis yang akan merasa seperti itu.</p>
<p>Tapi, penulis memilih untuk menjalani hubungan yang rumit seperti itu daripada harus sendirian. Penulis pernah sendiri, dan itu jauh lebih menyakitkan bahkan jika dibandingkan dengan perpisahan sekalipun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 November 2019, terinspirasi dari sebuah gambar yang penulis temukan di Twitter</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@mantashesthaven">Mantas Hesthaven</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu/">Pada Akhirnya Kita Semua Akan Dipisahkan Oleh Waktu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membuat Kenangan Ala Isshuukan Friends</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/membuat-kenangan-ala-isshuukan-friends/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/membuat-kenangan-ala-isshuukan-friends/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2018 15:59:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[ingatan]]></category>
		<category><![CDATA[Isshuukan Friends]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[memori]]></category>
		<category><![CDATA[One Week Friends]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1906</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika mendapatkan tawaran menonton salah satu film pada even Pekan Sinema Jepang di Grand Indonesia, penulis memutuskan untuk menonton One Week Friends setelah beberapa judul lainnya tidak cocok jam tayangnya. Setelah membaca sinopsis singkatnya, penulis merasa penasaran dengan film ini. Diceritakan seorang anak SMA bernama Kaori Fujimiya yang hanya bisa memiliki ingatan tentang temannya dalam waktu satu minggu. Setiap Senin, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/membuat-kenangan-ala-isshuukan-friends/">Membuat Kenangan Ala Isshuukan Friends</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika mendapatkan tawaran menonton salah satu film pada even <strong>Pekan Sinema Jepang </strong>di Grand Indonesia, penulis memutuskan untuk menonton <strong>One Week Friends </strong>setelah beberapa judul lainnya tidak cocok jam tayangnya.</p>
<p>Setelah membaca sinopsis singkatnya, penulis merasa penasaran dengan film ini. Diceritakan seorang anak SMA bernama <strong>Kaori Fujimiya </strong>yang hanya bisa memiliki ingatan tentang temannya dalam waktu satu minggu. Setiap Senin, ia akan lupa dengan teman-temannya.</p>
<div id="attachment_1909" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1909" class="size-large wp-image-1909" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IF-1024x576.png" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IF-1024x576.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IF-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IF-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IF-356x200.png 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IF.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1909" class="wp-caption-text">Kaori dan Yuki (Akiba Nation)</p></div>
<p>Namun hal tersebut tidak menghalangi niat <strong>Yuki Hase</strong> untuk menjadikan Kaori sebagai temannya. Meskipun ditolak berkali-kali, Yuki selalu berusaha meminta Kaori menjadi temannya,</p>
<p>Penulis sempat curiga bahwa film ini diangkat dari serial anime jika dilihat dari model ceritanya. Ternyata benar saja, film ini diangkat dari anime yang berjudul sama, yang dalam bahasa Jepang disebut <strong>Isshuukan Friends.</strong></p>
<h3>Anime vs <em>Live Action</em></h3>
<p>Waktu pertama kali melihat <em>style </em>dari anime ini, penulis langsung suka. Anime ini digambarkan dengan sederhana dengan nuansa warna yang sendu. Rasanya baru kali ini penulis menemukan <em>style </em>anime seperti ini.</p>
<p>Jalan ceritanya versi animenya ini ternyata memiliki beberapa perbedaan dengan versi <em>live action</em>-nya. Sebut saja <strong>Saki Yamagishi </strong>yang pada <em>live action-</em>nya merupakan teman masa kecil Yuki, di animenya justru merupakan teman masa kecil sahabat Yuki yang bernama <strong>Shogo Kiryu</strong>.</p>
<p>Karakter Kaori versi animenya juga lebih ramah dan lebih terbuka kepada orang lain. Ayah Kaori yang lumayan dominan di <em>live action</em>-nya sama sekali tidak pernah muncul di versi animenya.</p>
<div id="attachment_1907" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1907" class="size-large wp-image-1907" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/One-Week-Friends-F-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/One-Week-Friends-F-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/One-Week-Friends-F-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/One-Week-Friends-F-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/One-Week-Friends-F-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/One-Week-Friends-F.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1907" class="wp-caption-text">Live Action (KAORI Nusantara)</p></div>
<p>Perbedaan yang lebih mendasar adalah tentang buku harian Kaori. Jika di versi <em>live action-</em>nya Yuki yang menulis buku tersebut, maka di animenya Kaori sendirilah yang menulis pengalaman-pengalamannya.</p>
<p>Lalu, peristiwa yang menyebabkan Kaori hilang ingatan sebenarnya sama, hanya saja berbeda waktu. Di <em>live action</em>, Kaori kecelakaan sewaktu SMP, sedangkan di animenya terjadi sewaktu SD.</p>
<p>Dua-duanya terjadi dengan sumber permasalahan yang sama. Kaori hendak bertemu dengan temannya yang akan pindah, <strong>Hajime Kujo</strong>, namun dihalangi oleh teman-temannya yang cemburu akan kedekatan Kaori dengan Hajime.</p>
<p>Yang jelas, versi <em>live action</em>-nya lebih drama dibandingkan animenya, dan penulis kurang menyukainya. Mungkin ada perbedaan-perbedaan lainnya, tapi penulis tidak akan membahasnya lagi. Sekarang, penulis ingin membahas lebih dalam tentang animenya.</p>
<h3>Anime yang Membuat Sesak Dada</h3>
<p>Anime ini tergolong singkat, hanya memiliki 12 episode. Episode 1 sampai 8 menceritakan perjuangan Yuki untuk bisa menjadi teman Kaori, diawali dari makan siang bersama di atap sekolah.</p>
<p>Yuki juga banyak membantu Kaori untuk bisa berteman dengan teman kelas lainnya. Perjuangan Yuki tidak sia-sia. Lama-kelamaan, Kaori bisa mengingat teman-temannya tersebut, tentu dengan bantuan buku harian yang ia tulis.</p>
<div id="attachment_1908" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1908" class="size-large wp-image-1908" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Vivid-Isshuukan-Friends-08-SmallAnime.com-2F79639A.mkv_snapshot_23.36_2014.05.28_07.33.18-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Vivid-Isshuukan-Friends-08-SmallAnime.com-2F79639A.mkv_snapshot_23.36_2014.05.28_07.33.18-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Vivid-Isshuukan-Friends-08-SmallAnime.com-2F79639A.mkv_snapshot_23.36_2014.05.28_07.33.18-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Vivid-Isshuukan-Friends-08-SmallAnime.com-2F79639A.mkv_snapshot_23.36_2014.05.28_07.33.18-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Vivid-Isshuukan-Friends-08-SmallAnime.com-2F79639A.mkv_snapshot_23.36_2014.05.28_07.33.18-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Vivid-Isshuukan-Friends-08-SmallAnime.com-2F79639A.mkv_snapshot_23.36_2014.05.28_07.33.18.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1908" class="wp-caption-text">Teman-Teman Kaori (Red Utopia)</p></div>
<div class="mceTemp"></div>
<p>Semakin bertambahnya hari, kemampuan mengingat Kaori semakin membaik. Hingga teman SD-nya yang bernama Hajime pindah ke kelas Yuki dan Kaori. Di hari pertamanya, ia menyebut Kaori sebagai pengkhianat, membuat Kaori jatuh pingsan dan kehilangan lagi ingatannya.</p>
<p>Bayangkan, selama 8 episode berjuang secara bertahap agar dirinya bisa menjadi teman dan diingat oleh Kaori, langsung sirna pada satu episode. Buku harian yang dibaca Kaori setelahnya tidak banyak membantu, dan itu membuat Yuki merasa sedih.</p>
<p>Ketika terbongkar penyebab ketidakmampuan Kaori mengingat tentang teman, Yuki memutuskan untuk menjauh dari Kaori. Ia tidak ingin membuat Kaori mengalami kejadian-kejadian serupa yang membuatnya hilang ingatan.</p>
<div id="attachment_1911" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1911" class="size-large wp-image-1911" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/vlcsnap-2014-06-02-01h47m32s233-1024x576.png" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/vlcsnap-2014-06-02-01h47m32s233-1024x576.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/vlcsnap-2014-06-02-01h47m32s233-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/vlcsnap-2014-06-02-01h47m32s233-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/vlcsnap-2014-06-02-01h47m32s233-356x200.png 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/vlcsnap-2014-06-02-01h47m32s233.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1911" class="wp-caption-text">Hajime Kujo (JUS @nimanga &#8211; WordPress.com)</p></div>
<p>Episode 9 sampai 11 merupakan episode-episode yang membuat sesak dada karena melihat Yuki yang terpaksa menjauh demi kebaikan Kaori. Kaori yang sebenarnya ingin tetap berteman baik dengan Yuki pun seperti tidak tahu harus berbuat apa.</p>
<p>Untunglah, di episode terakhir, semua berakhir dengan bahagia. Ketika mereka berdoa di depan kuil setelah tak sengaja bertemu, Kaori mengucapkan harapannya sambil menangis untuk tetap bisa berteman dengan Yuki seperti biasanya.</p>
<p>Harapan tersebut dijawab dengan teriakan dari Yuki, mengucapkan bahwa ia menginginkan hal yang sama. Tawa bahagia keluar dari mereka berdua, dan hubungan pertemanan mereka pun kembali normal. Tamat!</p>
<p><em>Ending</em>-nya memiliki perbedaan dengan versi manganya (iya, anime ini sebenarnya diangkat dari sebuah manga). Di versi manga, semua ingatan Kaori kembali setelah ia mengetahui penyebab kecelakaannya. Di versi anime maupun <em>live action</em>, hal ini tidak terjadi.</p>
<p>Sebagai tambahan, <em>background music </em>dari anime ini sangat enak untuk didengarkan.</p>
<h3>Terus Membuat Kenangan Baru</h3>
<p>Penulis sangat menyukai kalimat yang keluar dari Yuki ketika episode terakhir akan habis:</p>
<blockquote><p><i>Kenangan memang penting, tetapi ada hal yang jauh lebih penting. Hal itu adalah terus membuat kenangan baru.</i></p></blockquote>
<p>Yuki mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah dalam membuat kenangan baru. Meskipun ingatan Kaori hanya bertahan satu minggu, ia tidak pernah mundur dan menyerah.</p>
<p>Mungkin kita pernah terjebak dalam kenangan, berharap kenangan indah tersebut akan terulang kembali. Padahal, yang lebih penting adalah membuat lebih banyak kenangan baru meskipun tidak seindah kenangan yang telah terjadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 30 Desember 2018, terinspirasi setelah menonton anime <strong>Isshuukan Friends</strong></p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://arekploso24.blogspot.com/2014/11/isshuukan-friend-quotes.html" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiugbe2ysXfAhWBK48KHcnABnIQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Arek Ploso</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/membuat-kenangan-ala-isshuukan-friends/">Membuat Kenangan Ala Isshuukan Friends</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/membuat-kenangan-ala-isshuukan-friends/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sajak-Sajak Perpisahan</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/sajak-sajak-perpisahan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/sajak-sajak-perpisahan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2018 07:02:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[jarak]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[perpisahan]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sepi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=940</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perpisahan bukanlah akhir Ia hanyalah jeda yang memisahkan untuk sementara Agar tak merasa hampa ketika jeda tersebut tiba Buatlah kenangan seindah mungkin dengan orang terkasih Ketika rindu tiba Kenangan itulah yang akan membuat sepi menjauh *** Sepi itu menyiksa jika hati terasa hampa Sepi itu menyiksa jika pikiran tak henti bekerja Isilah sepi dengan doa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/sajak-sajak-perpisahan/">Sajak-Sajak Perpisahan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Perpisahan bukanlah akhir</p>
<p>Ia hanyalah jeda yang memisahkan untuk sementara</p>
<p>Agar tak merasa hampa ketika jeda tersebut tiba</p>
<p>Buatlah kenangan seindah mungkin dengan orang terkasih</p>
<p>Ketika rindu tiba</p>
<p>Kenangan itulah yang akan membuat sepi menjauh</p>
<p>***</p>
<p>Sepi itu menyiksa jika hati terasa hampa</p>
<p>Sepi itu menyiksa jika pikiran tak henti bekerja</p>
<p>Isilah sepi dengan doa</p>
<p>Isilah sepi dengan kenangan</p>
<p>Jangan biarkan sepi menyiksamu</p>
<p>***</p>
<p>Terkadang cara terbaik untuk melupakan adalah menjauh</p>
<p>Berharap jarak akan mengikis rasa yang telah tertanam</p>
<p>Tapi benarkah itu?</p>
<p>Ataukah jarak justru membuat rasa semakin terasah?</p>
<p>Justru membuat kita semakin sulit untuk melepas?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://unsplash.com/photos/ZUMuU3aFc5k">https://unsplash.com/photos/ZUMuU3aFc5k</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/sajak-sajak-perpisahan/">Sajak-Sajak Perpisahan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/sajak-sajak-perpisahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menemukan Kenangan Lama yang Telah Hilang</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/menemukan-kenangan-lama-yang-telah-hilang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/menemukan-kenangan-lama-yang-telah-hilang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 May 2018 04:13:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[bekas]]></category>
		<category><![CDATA[Donal Bebek]]></category>
		<category><![CDATA[Hatori]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[masa kecil]]></category>
		<category><![CDATA[nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[toko buku bekas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=709</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti biasa, ketika sedang berkunjung ke suatu daerah, penulis akan berusaha untuk menyempatkan waktu untuk berkunjung ke toko buku bekas. Pada hari Rabu kemarin, penulis menyempatkan untuk berkunjung ke Toko Buku Bekas Delawas yang terletak di Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Seperti yang tertulis pada Detail Pada Karya Don Rosa, yang penulis cari adalah Donal Bebek [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/menemukan-kenangan-lama-yang-telah-hilang/">Menemukan Kenangan Lama yang Telah Hilang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa, ketika sedang berkunjung ke suatu daerah, penulis akan berusaha untuk menyempatkan waktu untuk berkunjung ke toko buku bekas. Pada hari Rabu kemarin, penulis menyempatkan untuk berkunjung ke <strong>Toko Buku Bekas Delawas </strong>yang terletak di Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.</p>
<p>Seperti yang tertulis pada <a href="http://whathefan.com/2018/02/14/detail-pada-karya-don-rosa/">Detail Pada Karya Don Rosa</a>, yang penulis cari adalah Donal Bebek edisi jadul. Ketika penulis menyisir toko buku tersebut, penulis menemukan dua Donal Bebek Edisi Nostalgia yang masih dalam kondisi layak dibaca. Penulis simpan buku tersebut, dan melihat-lihat buku yang lain.</p>
<p><strong>Komik Hatori Volume 3</strong></p>
<p>Tempat tersebut dipenuhi dengan komik-komik, seperti Naruto dan Detective Conan yang masih sangat mulus tanpa cacat. Seandainya saja toko buku tersebut terletak di Malang, pasti sudah penulis borong.</p>
<p>Ketika menjelajah, penulis menemukan komik Hatori yang penulis baca sewaktu masih kecil. Penulis mencari volume 3 yang telah lama raib dari rak buku, entah ke mana. Yang penulis temukan hanya volume 1, 5, 14 dan volume-volume lain yang tidak menarik perhatian.</p>
<p>Karena penasaran, penulis pun membongkar-bongkar tumpukan komik tersebut, dan EUREKA! Penulis menemukan komik Hatori volume 3 dan langsung membuka halamannya untuk memastikan bahwa komik inilah yang penulis cari selama ini.</p>
<p>Apa yang istimewa dengan komik ini? Di dalamnya terdapat cerita bahwa keluarga Hatori pindah ke Tokyo dan bertetangga dengan Kenichi. Rumah tersebut dirombak menjadi ala rumah ninja yang penuh dengan ruang rahasia. Inilah yang membuat penulis ketika kecil berimajinasi memiliki kamar seperti Hatori, seperti menganggap atas lemari sebagai tempat rahasia.</p>
<div id="attachment_713" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-713" class="size-large wp-image-713" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-49-1024x768.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-49-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-49-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-49-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-49-340x255.jpg 340w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-49.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-713" class="wp-caption-text">Rumah Ninja</p></div>
<p>Jika dipikir-pikir lagi, hobi penulis mendekorasi kamar mungkin terpengaruh oleh komik ini, sadar maupun tidak sadar.</p>
<p><strong>Donal Bebek Edisi Nostalgia Volume 15.</strong></p>
<p>Setelah menemukan komik bersejarah tersebut, penulis bertanya kepada pemilik toko, apakah ada komik Donal Bebek Edisi Nostalgia lagi selain dua buku yang penulis temukan. Oleh pemilik toko penulis langsung diarahkan ke tempat komik tersebut berada.</p>
<p>Penulis harap-harap cemas, berharap menemukan dua Komik Donal Bebek Edisi Nostalgia volume 15 dan 26, yang nasibnya sama seperti komik Hatori volume 3.</p>
<p>Setelah penulis lihat satu per satu, penulis menemukan volume 15, EUREKA LAGI! Merinding rasanya begitu membuka lembar demi lembar komik tersebut, hingga bibir ini membentuk senyum dengan sendirinya. Kenangan indah memang dengan mudah membuat kita bahagia.</p>
<p>Salah satu alasan penulis menyukai edisi ini adalah adanya karya Don Rosa di sana, yang menceritakan perjuangan Paman Gober menemukan emas pertamanya di Klondike, Alaska. Beruntunglah penulis, dua komik Donal Bebek Edisi Nostalgia yang dimiliki ketika kecil memuat karya-karya Don Rosa, membuat penulis menggemari karya-karya, hingga sekarang.</p>
<div id="attachment_712" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-712" class="size-large wp-image-712" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-52-1024x768.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-52-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-52-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-52-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-52-340x255.jpg 340w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/photo_2018-05-12_11-08-52.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-712" class="wp-caption-text">Karya Don Rosa</p></div>
<p>Akhirnya, penulis membeli komik-komik tersebut. Selain komik yang telah lama hilang, penulis memborong 11 volume komik Donal Bebek Edisi Nostalgia lainnya. Total uang yang penulis keluarkan adalah Rp 55.000.</p>
<p>Harga komik Hatori dan Donal Bebek yang pernah hilang tersebut hanya Rp. 10.000, tapi nilai kenangannya tak akan tergantikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 12 Mei 2018, terinspirasi setelah menemukan kedua komik tersebut di Toko Buku Bekas Delawas</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/menemukan-kenangan-lama-yang-telah-hilang/">Menemukan Kenangan Lama yang Telah Hilang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/menemukan-kenangan-lama-yang-telah-hilang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
