<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>komputer Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/komputer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/komputer/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:21:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>komputer Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/komputer/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tur Kamar Saya (Sisi Timur)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/tur-kamar-saya-sisi-timur/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/tur-kamar-saya-sisi-timur/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Mar 2021 03:55:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[desain]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[interior]]></category>
		<category><![CDATA[kamar]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[meja]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[tur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4745</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah tertunda dua bulan, akhirnya Penulis bisa kembali melanjutkan tulisan tentang tur kamar. Kali ini, Penulis akan menjelaskan tentang sisi timur dari kamarnya. Sebenarnya penundaan ini ada berkahnya juga karena ada perombakan yang lumayan banyak. Penulis mengganti meja dan menambah beberapa aksesoris. Sisi timur adalah sisi tempat Penulis paling banyak menghabiskan waktunya, baik untuk bekerja [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tur-kamar-saya-sisi-timur/">Tur Kamar Saya (Sisi Timur)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah tertunda dua bulan, akhirnya Penulis bisa kembali melanjutkan <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tur-kamar-saya-sisi-selatan-dan-barat/">tulisan tentang tur kamar</a>. Kali ini, Penulis akan menjelaskan tentang <strong>sisi timur dari kamarnya</strong>.</p>



<p>Sebenarnya penundaan ini ada berkahnya juga karena ada perombakan yang lumayan banyak. Penulis mengganti meja dan menambah beberapa aksesoris.</p>



<p>Sisi timur adalah sisi tempat Penulis<strong> paling banyak menghabiskan waktunya</strong>, baik untuk bekerja maupun bermain game. Sisi utara menyimpan koleksi buku terbanyak.</p>



<p>Semoga artikel ini bisa memberikan inspirasi bagi Pembaca yang hendak melakukan dekorasi kamar atau ruang kerjanya!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Sisi Timur Kamar</h1>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="607" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-header-1024x607.jpg" alt="" class="wp-image-4786" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-header-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-header-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-header-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-header.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Sisi timur adalah sisi kamar yang menghadap ke halaman belakang. Aliran udara pagi bisa masuk melalui kedua jendela secara langsung.</p>



<p>Pada sisi ini, terdapat sebuah meja kerja lengkap dengan berbagai aksesorisnya. Di sebelah kanannya, terdapat rak buku tiga tingkat yang merangkap sebagai tempat laptop.</p>



<p>Karena bagian ini banyak berisikan barang yang menarik untuk dibeli, Penulis akan cantumkan harganya di bawah.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><em>Keyboard Tray</em></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="607" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-1-1024x607.jpg" alt="" class="wp-image-4781" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Penulis akan mulai dari meja terlebih dahulu. Aslinya, meja ini merupakan meja makan yang tidak terpakai. Oleh karena itu, kakinya lumayan tinggi sehingga kurang ergonomis untuk bekerja.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis membelikan <em><strong>keyboard tray</strong> </em>berukuran 60 x 30 cm di Tokopedia agar posisi <em>keyboard </em>dan <em>mouse </em>bisa lebih rendah sehingga lebih nyaman untuk digunakan bekerja.</p>



<p>Penulis menggunakan <em>keyboard </em><strong>Logitech K380</strong> dan <em>mouse </em><strong>Logitech M331 Silent</strong>. Keduanya sama-sama <em>wireless </em>sehingga bisa menimbulkan kesan minimalis dan rapi.</p>



<p>Permukaan <em>keyboard drawer </em>yang Penulis beli ini memiliki permukaan licin sehingga <em>mouse </em>tidak bisa digunakan. Untuk mengatasi masalah ini, Penulis membeli <strong><em>mousepad </em>berukuran 60&#215;30</strong> dengan harga murah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Monitor dan Berbagai Akesorisnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="607" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-2-1024x607.jpg" alt="" class="wp-image-4782" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Beralih ke bagian atas meja. Sebagai penunjang kerja, Penulis menggunakan layar <strong>Samsung Curved 24″ LED LC24F390</strong>. Tidak alasan khusus kenapa Penulis menggunakan layar <em>curved</em>, biar beda saja.</p>



<p>Penulis juga memiliki sebuah <em>webcam </em><strong>NYK Nighthawk A80</strong> yang diletakkan di atas monitor. Alasan Penulis membelinya adalah agar ketika mendapatkan undangan <em>interview </em>kerja, Penulis memiliki kamera yang layak.</p>



<p>Di bagian belakang monitor, ada <em>speaker </em><strong>Dell AY410</strong> yang sudah cukup lama Penulis gunakan. Suaranya terdengar mantap dan jernih, cukup untuk memenuhi standar Penulis.</p>



<p>Di sebelah kanan monitor, ada <strong>lampu Miniso</strong> yang lebih sering Penulis gunakan ketika bekerja di malam hari. Lampu ini memiliki tiga mode pencahayaan, tapi Penulis lebih sering menggunakan mode warna kuning biar lebih estetik.</p>



<p>Di dekat lampu, ada sebuah <strong>gelas Mastercard </strong>yang Penulis alih-fungsikan sebagai tempat alat tulis. Ada lumayan banyak, mengingat Penulis gemar membuat catatannya terlihat warna-warni.</p>



<p>Penulis paling menyukai <strong>Staedtler Triplus Fineliner</strong> karena ujungnya yang kecil dan tidak mudah <em>mblobor</em>. Sayangnya di Malang Penulis tidak menemukan yang warna hitam, sehingga memilih <strong>Staedtler Pigment Liner</strong> berukuran 0.3 sebagai penggantinya.</p>



<p>Ada juga bulpen Faber Castle yang ketika zaman kuliah menjadi andalan. Sebagai pewarna, Penulis juga memiliki <em>highlighter </em>dari Joyko. Selebihnya adalah alat tulis biasa seperti pensil dan <em>correction pen</em>.</p>



<p>Di sebelah kiri monitor, ada sebuah <strong>jam digital</strong> dan <em><strong>aroma diffuser</strong> </em>yang Penulis beli di Ace Hardware ketika diskon. Di dekatnya, ada <strong>dua buku catatan</strong> yang Penulis gunakan untuk <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/">menulis <em>to-do-list </em>harian</a>.</p>



<p>Selebihnya adalah <em>action figure </em>yang baru Penulis beli. Ada <strong>Shuichi Akai</strong> dari <strong><a href="https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/">Detective Conan</a></strong>, ada <strong>Midoriya</strong> dan <strong>Ochaco </strong>dari<strong> My Hero Academia</strong>. Ada juga miniatur mobil Mini Cooper dan sebuah mobil klasik yang tidak Penulis ketahui.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Manajemen Kabel</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="607" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-3-1024x607.jpg" alt="" class="wp-image-4783" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Mengingat ada banyak sekali barang elektronik di sekitar meja, kabelnya pun bisa dipastikan ada banyak sekali. Jika tidak diatur, maka meja kerja Penulis akan terlihat berantakan.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis membeli sebuah <em><strong>box organizer</strong> </em>untuk menyembunyikan stop kontak Xiaomi. Selain itu, Penulis menggunakan semacam perekat untuk menyembunyikan kabel-kabel.</p>



<p>Trik yang Penulis gunakan adalah membuat kabel-kabel tersebut mengelilingi kaki-kaki meja. Dengan demikian, bagian tengah-belakang meja akan bersih dari kabel.</p>



<p>Di bagian kanan, ada sebuah rak <strong>Tevalen</strong> berwarna putih yang Penulis beli di IKEA. Bagian atas Penulis gunakan untuk menyimpan berbagai macam buku catatan, sedangkan bagian bawah untuk <em>subwoofer </em>dari <em>speaker </em>Dell yang Penulis gunakan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Rak Buku</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="607" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-5-1024x607.jpg" alt="" class="wp-image-4785" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-5-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-5-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-5-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Di sisi kanan meja, ada sebuah <strong>rak tiga tingkat</strong>. Bagian atapnya Penulis gunakan untuk meletakkan laptop beserta berbagai akseorisnya seperti kipas dan USB Hub.</p>



<p>Rak pertama berisikan buku-buku yang memiliki keterkaitan dengan <a href="https://whathefan.com/buku/revolusi-diri-karena-steve-jobs/"><strong>Steve Jobs</strong> dan <strong>Apple</strong></a>. Maklum, Penulis lumayan mengagumi sosok beliau sehingga memiliki banyak buku biografinya.</p>



<p>Rak kedua dan ketiga berisikan buku-buku sejarah, baik sejarah Indonesia maupun sejarah luar negeri. Yang paling Penulis suka adalah Seri Buku Tempo dan Seri Buku Perang Eropa karya P. K. Ojong.</p>



<p>Selain itu, rak ini Penulis gunakan untuk menyimpan <em>gamepad</em>-nya. Penulis menggunakan Rexus Gladius GX100, yang sayangnya ketika tulisan ini dibuat sedang rusak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagian-Bagian Lainnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-style-default"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="607" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-4-1024x607.jpg" alt="" class="wp-image-4784" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Untuk tempat duduk, Penulis menggunakan kursi <em>gaming </em><strong>Rexus RGC R50 Sporty</strong>. Bukan karena Penulis suka main game, tapi lebih karena kursi ini memiliki sandaran untuk tangan dan kepala.</p>



<p>Tembok di sisi ini sebenarnya digunakan untuk memajang foto-foto. Hanya saja, Penulis memutuskan untuk menggantinya dengan Peta yang sebelumnya ada di tembok bagian barat.</p>



<p>Foto-foto tersebut Penulis pindahkan ke sisi barat dengan presisi sesempurna mungkin. Ketika proses pemasangan, Penulis menggunakan berbagai alat bantu untuk memastikan semuanya lurus.</p>



<p>Untuk bagian jendela, Penulis memasang <strong>tirai DIY</strong> dengan memanfaatkan kain bekas dengan sebuah tiang serbaguna. Hanya saja, tirainya gampang jatuh jika ditarik terlalu keras.</p>



<p>Di dekat jendela ada sebuah pajangan kucing tiga (mungkin melambangkan Penulis dan dua saudaranya) dan <em>action figure </em>dari My Hero Academia.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Daftar Harga</h1>



<p>Setelah menjelaskan apa saja barang yang ada di sisi timur, Penulis ingin berbagai informasi mengenai harga-harganya. Bukan untuk pamer, hanya berbagi informasi karena siapa tahu Pembaca tertarik untuk membeli barang yang sama.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><em><strong>Keyboard Tray</strong></em>: Rp150.000</li><li><strong><em>Keyboard </em>Logitech L380</strong>: Rp355.000</li><li><strong><em>Mouse </em>Logitech M331 Silent</strong>: Rp177.000</li><li><strong><em>Mouse Pad</em> Motif Peta</strong>: Rp26.800</li><li><strong>Samsung Curved 24″ LED LC24F390</strong>: Rp1.650.000</li><li><strong><em>Webcam </em>NYK Nighthawk A80</strong>: Rp350.000</li><li><em><strong>S</strong></em><strong><em>peaker </em>Dell AY410</strong>: Rp650.000</li><li><strong>Lampu Miniso</strong>: Rp120.000</li><li><strong>Jam Kayu Digital</strong>: Rp109.000</li><li><strong>Ultrasmith <em>Aroma Diffuser</em></strong>: Rp199.000</li><li><strong><em>Action Figure </em>Shuichi Akai</strong>: Rp49.000</li><li><strong><em>Action Figure </em>My Hero Academia Set (5pcs)</strong>: Rp150.000</li><li><em><strong>Box Organizer</strong></em>: Rp55.000</li><li><strong>Rak IKEA Tevalen</strong>: Rp120.000</li><li><strong><em>Cooling Pad </em>Havit HV-F2050</strong>: Rp165.000</li><li><strong><em>Gamepad </em>Rexus Gladius GX100</strong>: Rp245.000</li><li><strong>Kursi <em>Gaming </em>Rexus RGC R50 Sporty</strong>: Rp1.450.000</li><li><strong>Peta Dunia + Pigura</strong>: Rp88.200 + Rp300.000</li><li><strong>Tiang Gorden</strong>: Rp18.700</li></ul>



<h1 class="wp-block-heading">Penutup</h1>



<p>Kurang lebih seperti itu penjelasan mengenai sisi kamar bagian timur. Sisi ini menjadi bagian yang paling produktif jika dibandingkan sisi kamar lainnya.</p>



<p>Selanjutnya Penulis akan membahas mengenai sisi kamar bagian utara, sisi kamar yang menyimpan segudang koleksi buku Penulis dan berbagai macam jenis pajangan dinding!</p>



<p></p>



<p></p>



<p>Lawang, 11 Maret 2021, terinspirasi setelah menyelesaikan dekorasi ulang sisi timur kamar</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tur-kamar-saya-sisi-timur/">Tur Kamar Saya (Sisi Timur)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/tur-kamar-saya-sisi-timur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pencuri Bernama Jobs dan Gates</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/pencuri-bernama-jobs-dan-gates/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/pencuri-bernama-jobs-dan-gates/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2020 02:29:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Bill Gates]]></category>
		<category><![CDATA[GUI]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Xerox PARC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4039</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalo ditanya tentang siapa tokoh teknologi yang paling berpengaruh di abad 21, pasti akan banyak yang menjawab Steve Jobs dan Bill Gates.  Jobs terkenal karena berhasil membawa Apple menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, sedangkan Gates kerap menjadi orang terkaya dunia berkat kesuksesan Microsoft. Di balik kesuksesan kedua tokoh ini, ada sebuah peristiwa yang bisa dibilang kurang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/pencuri-bernama-jobs-dan-gates/">Pencuri Bernama Jobs dan Gates</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo ditanya tentang siapa tokoh teknologi yang paling berpengaruh di abad 21, pasti akan banyak yang menjawab <strong>Steve Jobs </strong>dan <strong>Bill Gates<em>. </em></strong></p>
<p>Jobs terkenal karena berhasil membawa Apple menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, sedangkan Gates kerap menjadi orang terkaya dunia berkat kesuksesan Microsoft.</p>
<p>Di balik kesuksesan kedua tokoh ini, ada sebuah peristiwa yang bisa dibilang kurang beretika pada tahun 70 hingga 80-an. Keduanya kerap dianggap sebagai seorang pencuri ide dan sukses dari curian tersebut. Bagaimana kisahnya?</p>
<h3>Lahirnya <em>Graphic User Interface (GUI)</em></h3>
<p>Penulis hobi membaca buku yang berkaitan dengan sejarah komputer, mulai era <strong>Charles Babbage</strong> dan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ada-lovelace-dan-pemikirannya-tentang-komputer/"><strong>Ada Lovelace</strong></a> hingga era <strong>Sergey Brin</strong> dan <strong>Larry Page</strong>.</p>
<p>Oleh karena itu Penulis bisa mengerti kalau di awal komputer tercipta, hanya orang-orang tertentu yang bisa menggunakannya. Orang awam akan kesulitan untuk mengoperasikan komputer untuk perhitungan sederhana.</p>
<p><div id="attachment_4043" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4043" class="size-large wp-image-4043" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4043" class="wp-caption-text">Xerox PARC (<a href="https://www.techspot.com/guides/477-xerox-parc-tech-contributions/"><span class="pM4Snf">TechSpot</span></a>)</p></div></p>
<p>Tampilan antarmuka seperti Windows maupun MacOS yang kita gunakan sekarang baru lahir pada tahun 70-an. Coba tebak, perusahaan apa yang menemukannya? Jawabannya adalah <strong>XEROX</strong>!</p>
<p>Mungkin kita hanya mengenal perusahaan ini sebagai penghasil mesin fotokopi, mungkin yang terbaik di dunia. Namun pada era tersebut, mereka memiliki departemen <em><strong>Palo Alto Research Center (PARC)</strong> </em>yang sangat inovatif.</p>
<p><div id="attachment_4042" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4042" class="size-large wp-image-4042" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4042" class="wp-caption-text">Komputer Revolusioner (<a href="https://spectrum.ieee.org/view-from-the-valley/tech-history/silicon-revolution/the-xerox-alto-struts-its-stuff-on-its-40th-birthday"><span class="pM4Snf">IEEE Spectrum</span></a>)</p></div></p>
<p>Mereka membuat sebuah komputer yang memiliki <em>Graphic User Interface </em>(GUI) dan bisa digerakkan dengan sebuah perangkat bernama <em>mouse </em>(tetikus).</p>
<p>Penemuan tersebut sangat revolusioner, namun manajemen Xerox tidak terlalu memedulikannya. Justru seorang pria berusia 20-an lah yang melihat potensi dari inovasi yang ditemukan oleh tim PARC ini.</p>
<h3>Pencuri Bernama Jobs dan Gates</h3>
<p>Pada saat yang bersamaan, Jobs sedang disibukkan dengan proyek <strong>Lisa</strong> dan <strong>Macintosh</strong>. Beberapa pegawainya berusaha meyakinkan Jobs untuk berkunjung ke departemen PARC yang dimiliki oleh Xerox.</p>
<p><div id="attachment_4044" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4044" class="size-large wp-image-4044" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4044" class="wp-caption-text">Jobs dan Gates Muda (<a href="https://id.pinterest.com/pin/619878336187930292/"><span class="pM4Snf">Pinterest</span></a>)</p></div></p>
<p>Sempat enggan berkali-kali, akhirnya Jobs memutuskan untuk menengok apa yang dimiliki oleh mereka pada tahun 1979. Di sanalah ia melihat bagaimana komputer bisa dioperasikan oleh manusia dengan mudah menggunakan GUI.</p>
<p>Jobs pun berambisi untuk bisa menerapkan GUI tersebut ke komputernya sendiri. Ia menawarkan 10.000 saham Apple ke Xerox agar dirinya bisa melihat GUI lebih dalam dan detail.</p>
<p>Omong-omong, bukan hanya Jobs yang menyadari kehadiran GUI milik Xerox. Bill Gates juga melihat betapa GUI akan menjadi masa depan komputer.</p>
<p>Bahkan, Gates lebih dulu meluncurkan sistem operasinya yang bernama Windows pada tahun 1983, setahun sebelum Macintosh rilis ke pasaran.</p>
<p>Kemiripan sistem GUI yang dimiliki keduanya membuat Jobs murka dan berusaha menuntut Gates. Dari sini, keluarlah kalimat terkenal dari Gates:</p>
<blockquote><p><em>I think it’s more like we both had this rich neighbor named Xerox and I broke into his house to steal the TV set and found out that you had already stolen it</em></p>
<p>Aku pikir itu lebih seperti kita berdua memiliki tetangga kaya bernama Xerox ini dan saya masuk ke rumahnya untuk mencuri TV dan mengetahui bahwa Anda telah mencurinya</p></blockquote>
<p>Ketika dibawa ke pengadilan pun, hakim tidak bisa menemukan apa kesalahan yang dilakukan oleh pihak Gates dan Microsoft. Jobs harus menerima kenyataan kalau GUI bukan hanya miliki dirinya semata.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Ada sebuah <em>quote </em>yang terkenal dari mendiang Steve Jobs:</p>
<blockquote><p><em>It’s more fun to be a pirate than to join the navy.</em></p>
<p>Lebih menyenangkan menjadi bajak laut daripada bergabung dengan angkatan laut.</p></blockquote>
<p>Jiwa pemberontak yang ada di dalam diri Jobs memang membuatnya lebih memilih untuk menjadi bajak laut daripada angkatan laut yang serba kaku. Bisa saja, <i>quote </i>tersebut digunakan sebagai pembenaran ketika ia mencuri ide GUI dari Xerox PARC.</p>
<p>Memang, Xerox PARC mendemonstrasikan inovasinya tersebut secara terbuka. Hanya saja, Jobs memiliki kebiasaan untuk mengklaim inovasi orang lain sebagai inovasinya sendiri. Ada banyak sekali contohnya.</p>
<p>Apakah mereka berdua bisa dianggap sebagai seorang pencuri ide? Tidak sepenuhnya seperti itu. GUI yang dimiliki oleh Xerox PARC masih memiliki banyak kekurangan. Jobs dan Gates melakukan banyak perbaikan di sana-sini.</p>
<p>Tapi setidaknya kita harus mengetahui bahwa kemudahan kita menggunakan laptop seperti sekarang berawal dari sebuah perusahaan yang terkenal karena mesin fotokopinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 19 September 2020, terinspirasi setelah teringat kisah legendaris GUI</p>
<p>Foto: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=1Bk-qTzN7vE">YouTube</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://medium.com/bc-digest/the-xerox-thieves-steve-jobs-bill-gates-6e1b36fc1ec4">Medium</a>, buku <strong><em>Steve Jobs</em></strong> karya Walter Isaacson</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/pencuri-bernama-jobs-dan-gates/">Pencuri Bernama Jobs dan Gates</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/pencuri-bernama-jobs-dan-gates/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Lovelace dan Pemikirannya Tentang Komputer</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/ada-lovelace-dan-pemikirannya-tentang-komputer/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Mar 2019 16:17:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[ada lovelace]]></category>
		<category><![CDATA[charles babbage]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2241</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mungkin namanya terdengar asing bagi sebagian orang. Padahal, ia memiliki peran yang cukup berarti dalam perkembangan dunia teknologi, khususnya komputer. Augusta Ada King atau lebih dikenal sebagai Ada Lovelace adalah seorang putri dari seorang penyair terkenal. Hal tersebut tidak membuatnya terjun ke dunia seni, melainkan mendalami ilmu matematika. Meskipun begitu, Ada juga suka menulis puisi untuk mengungkapkan perasaannya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ada-lovelace-dan-pemikirannya-tentang-komputer/">Ada Lovelace dan Pemikirannya Tentang Komputer</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin namanya terdengar asing bagi sebagian orang. Padahal, ia memiliki peran yang cukup berarti dalam perkembangan dunia teknologi, khususnya komputer.</p>
<p><strong>Augusta Ada King </strong>atau lebih dikenal sebagai <strong>Ada Lovelace </strong>adalah seorang putri dari seorang penyair terkenal. Hal tersebut tidak membuatnya terjun ke dunia seni, melainkan mendalami ilmu matematika.</p>
<p>Meskipun begitu, Ada juga suka menulis puisi untuk mengungkapkan perasaannya yang tak bisa dideskripsikan dengan angka dan simbol.</p>
<h3>Kisah Hidup Ada</h3>
<p>Penulis pertama kali mengetahui sosok Ada adalah ketika membaca buku <em>The Innovators </em>karya Walter Isaacson. Buku tersebut membahas sejarah komputer secara rinci, termasuk ketika masih berupa konsep pemikiran Ada.</p>
<p>Lahir di Inggris pada tahun 1815, Ada termasuk anak yang kurang mendapatkan kasih sayang. Orang tuanya bercerai semenjak ia kecil. Ditambah lagi kondisi fisiknya yang lemah membuat ia sering sakit-sakitan.</p>
<p>Sama seperti kisah motivasi umum lainnya, Ada berhasil melewati itu semua. Gurunya menganggap Ada memiliki bakat di bidang matematika, sehingga ia didorong untuk terus mengasah kemampuannya.</p>
<p><div id="attachment_2243" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2243" class="size-large wp-image-2243" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/03/Alamy-charles-babbage-xlarge-1024x640.jpg" alt="" width="800" height="500" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/03/Alamy-charles-babbage-xlarge-1024x640.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/03/Alamy-charles-babbage-xlarge-300x188.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/03/Alamy-charles-babbage-xlarge-768x480.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/03/Alamy-charles-babbage-xlarge.jpg 1280w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2243" class="wp-caption-text">Charles Babbage (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwiFnoWilpvhAhUIKo8KHR_IBRsQjB16BAgBEAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.telegraph.co.uk%2Fonly-in-britain%2Fcharles-babbage-engineer-and-mathematician%2F&amp;psig=AOvVaw1eQpNogul9_Tv2KjkbjRhG&amp;ust=1553530506274069" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiFnoWilpvhAhUIKo8KHR_IBRsQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">The Telegraph</span></a>)</p></div></p>
<p>Lalu ia bertemu dengan <strong>Charles Babbage</strong>, salah seorang matematikawan yang sering dianggap sebagai bapak komputer berkat program <em>Difference Engine</em> yang dapat menyelesaikan permasalahan matematika.</p>
<p>Ada banyak membantu Charles dalam menyelesaikan mesinnya yang lain, yakni <em>Analytical Engine</em>. Banyak yang menobatkan Ada sebagai <em>programmer </em>pertama di dunia berkat program yang ia rancang untuk mesin tersebut.</p>
<p>Konsep yang Ada buat ini telah ia tulis kurang lebih 100 tahun sebelum era komputer modern dimulai, jauh sebelum Alan Turing berhasil membuat mesin untuk memecahkan kode rahasia Nazi.</p>
<p>Sayang, Ada hanya berusia pendek. Pada usia 36 tahun ia harus menghembuskan nafas terakhir karena kanker rahim. Semua pemikirannya di bidang komputer baru ditemukan pada tahun 1950an.</p>
<h3>Pemikiran Ada yang Revolusioner</h3>
<p>Salah satu konstribusi Ada adalah menerjemahkan artikel karya insinyur Italia, <strong>Luigi Federico Menabrea</strong>. Pada tahun 1843, hasil terjemahan tersebut dipublikasikan, lengkap dengan beberapa pemikiran Ada sendiri.</p>
<p>Ia mendeskripsikan beberapa hal, seperti bagaimana huruf dan simbol bisa diproses bersamaan dengan angka. Ada juga proses iterasi sebuah instruksi pada mesin yang kini sering disebut sebagai <em>loop</em>. Selain itu, Ada juga membuat sebuah konsep berpikir di mana:</p>
<blockquote><p>. . . mesin yang dapat berpikir selayaknya manusia . . .</p></blockquote>
<p>Ada juga orang pertama yang menyadari bahwa seharusnya mesin dapat melakukan apapun selama diberi data dan instruksi yang benar.</p>
<p>Bisa dibayangkan betapa revolusionernya pemikiran Ada pada saat itu. Padahal di era ia hidup, sekadar radio maupun telepon masih belum ditemukan.</p>
<p>Ia bisa mengimajinasikan bagaimana peranan mesin di masa depan, masa di mana kita tinggal sekarang. Hampir semua gawai yang ada di sekitar kita memiliki kemampuan untuk berpikir sendiri dan hampir bisa melakukan apapun yang kita inginkan.</p>
<p>Sayangnya, namanya tidak terlalu populer jika dibandingkan dengan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bill-gates-dan-sumpah-pemuda/">Bill Gates</a> ataupun <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/">Steve Jobs</a>. Oleh karena itu, penulis merasa memiliki kewajiban untuk berbagi pengetahuan tentang sosok bernama Ada Lovelace ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 Maret 2019, terinspirasi setelah melihat nama Ada Lovelace muncul di linimasa Twitter</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://en.wikipedia.org/wiki/Ada_Lovelace" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjN66DElpvhAhVbeysKHW8VAmAQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Wikipedia</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ada-lovelace-dan-pemikirannya-tentang-komputer/">Ada Lovelace dan Pemikirannya Tentang Komputer</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Transformasi Budaya Microsoft Pada Hit Refresh</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/transformasi-budaya-microsoft-pada-hit-refresh/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/transformasi-budaya-microsoft-pada-hit-refresh/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2018 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Satya Nadella]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1491</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelum melihat buku ini di Togamas Parahyangan, Bandung, penulis tidak tahu bahwa Steve Ballmer selaku CEO dari Microsoft telah diganti oleh orang India bernama Satya Nadella. Karena penasaran dengan Micosoft dan perkembangannya akhir-akhir ini, penulis memutuskan untuk membeli buku ini. Apa Isi Buku Ini? Secara garis besar, buku ini menerangkan tentang transformasi budaya Microsoft sebagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/transformasi-budaya-microsoft-pada-hit-refresh/">Transformasi Budaya Microsoft Pada Hit Refresh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum melihat buku ini di Togamas Parahyangan, Bandung, penulis tidak tahu bahwa Steve Ballmer selaku CEO dari Microsoft telah diganti oleh orang India bernama Satya Nadella. Karena penasaran dengan Micosoft dan perkembangannya akhir-akhir ini, penulis memutuskan untuk membeli buku ini.</p>
<p><strong>Apa Isi Buku Ini?</strong></p>
<p>Secara garis besar, buku ini menerangkan tentang transformasi budaya Microsoft sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia. Bagaimana sang CEO berusaha memadukan antara teknologi dan misi kemanusiaan untuk mengubah dunia.</p>
<p>Salah satu hal yang membuat penulis memutuskan untuk membeli buku ini adalah rasa penasaran bagaimana Microsoft, yang menjadi raksasa karena Windowsnya, menghadapi era <em>post-computer </em>di mana masyarakat dunia lebih cenderung menggunakan <em>smartphone </em>dibandingkan komputer. Penulis berharap menemukan jawabannya pada buku ini.</p>
<p>Buku ini dibagi menjadi sembilan bab. Dua bab pertama menceritakan seorang Satya Nadella dari kecil hingga bisa bergabung dengan Microsoft. Sebelum diangkat menjadi CEO, Nadella memimpin tim untuk mengembangkan sistem <em>cloud </em>yang dimiliki oleh Microsoft.</p>
<p>Pada bab ketiga dan keempat, Nadella ingin menjabarkan keinginannya untuk mengubah budaya perusahaan. Salah satunya adalah antar departemen yang sering terlihat seolah bekerja sendiri-sendiri.</p>
<p>Bab kelima menjelaskan tentang hubungan Microsoft dengan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya, seperti Apple, Google, hingga Amazon. Empat bab selanjutnya menjelaskan tentang masa depan Microsoft dan dunia teknologi pada umumnya.</p>
<p>Perkembangan teknologi yang terjadi sangat cepat dilihat oleh Nadella sebagai potensi untuk membantu lebih banyak orang. Bahkan, bisa membantu perekonomian sebuah negara seperti yang ia tuturkan pada bab terakhir.</p>
<p>Lantas, apakah pertanyaan penulis yang terdapat pada paragraf pertama terjawab? Jawabannya, iya. Di bawah kepemimpinan Nadella, Microsoft mulai fokus pada beberapa teknologi kunci seperti <em>artificial intelligence</em> dan <em>cloud computing</em>.</p>
<p>Sang CEO mengubah arah perusahaan sehingga tidak lagi berpusat pada <em>Personal Computer</em> atau PC.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Bagi penggemar dunia teknologi, terutama tentang orang-orang yang berada di belakangnya, buku ini tentu akan menjadi literatur yang menarik untuk dibaca. Banyak istilah teknis yang tidak dipahami oleh orang awam (seperti <em>quantum computing)</em>, namun Nadella berupaya menjelaskannya dengan sederhana.</p>
<p>Buku ini ditulis dengan gaya autobiografi, walaupun Nadella lebih banyak menjelaskan tentang hal-hal teknis. Yang penulis senangi dari buku ini adalah bagaimana Nadella mengajak kita memandang masa depan teknologi bukan hanya sebagai alat, namun sebagai solusi dari segala permasalahan yang ada di dunia ini.</p>
<p>Kekurangan buku ini menurut penulis adalah tidak adanya sub-bab pada tiap babnya. Hal tersebut membuat penulis terkadang bingung karena beberapa tulisan terlalu melebar ke mana-mana, sehingga kita perlu membaca ulang untuk paham. Terkadang, pesan yang ingin disampaikan juga ditulis dengan agak <em>njelimet </em>sehingga membuat kita bingung.</p>
<p>Yang jelas, buku ini akan memperluas cakrawala pikiran kita dalam memandang masa depan dunia teknologi.</p>
<p>Nilainya <strong>3.8/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 15 Oktober 2018, terinspirasi setelah menambatkan buku Hit Refresh tulisan Satya Nadella</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/transformasi-budaya-microsoft-pada-hit-refresh/">Transformasi Budaya Microsoft Pada Hit Refresh</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/transformasi-budaya-microsoft-pada-hit-refresh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Asal Muasal Istilah Bug</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/asal-muasal-istilah-bug/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/asal-muasal-istilah-bug/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2018 08:00:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[bug]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[The Innovators]]></category>
		<category><![CDATA[Walter Isaacson]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1379</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis termasuk penggemar game sepakbola, mulai jaman Winning Eleven pada konsol Playstation hingga FIFA 18 yang sekarang terinstall di laptop penulis. Rasanya semua penggemar sepakbola secara otomatis akan suka bermain game sepakbola, apapun bentuknya. Salah satu hal yang sering menjadi bahan lelucon pada permainan tersebut adalah ketika terjadi bug yang menggelikan. Sebut saja kaki yang memanjang, pemain yang menembus [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/asal-muasal-istilah-bug/">Asal Muasal Istilah Bug</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis termasuk penggemar <em>game</em> sepakbola, mulai jaman Winning Eleven pada konsol Playstation hingga FIFA 18 yang sekarang terinstall di laptop penulis. Rasanya semua penggemar sepakbola secara otomatis akan suka bermain <em>game </em>sepakbola, apapun bentuknya.</p>
<p>Salah satu hal yang sering menjadi bahan lelucon pada permainan tersebut adalah ketika terjadi <em>bug </em>yang menggelikan. Sebut saja kaki yang memanjang, pemain yang menembus pemain lain, dan lain sebagainya. Di Youtube pasti banyak sekali tersedia video kompilasinya.</p>
<p>Istilah <em>bug</em> sendiri sebenarnya digunakan untuk menjelaskan adanya masalah yang mengakibatkan sistem tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tapi mengapa <em>error </em>tersebut diberi nama <em>bug</em>, yang notabene dalam bahasa Inggris memiliki arti serangga?</p>
<p><div id="attachment_1382" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1382" class="size-large wp-image-1382" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-23_193008-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-23_193008-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-23_193008-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-23_193008-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-23_193008-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/2018-09-23_193008.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1382" class="wp-caption-text">Bug Pada FIFA 18 (https://www.youtube.com/watch?v=OraX2eyDSqU&amp;t=521s)</p></div></p>
<p>Walter Isaacson dalam bukunya yang berjudul <em>The Innovators</em> menjelaskan hal ini. Istilah ini pertama kali digunakan di masa ketika komputer belum secanggih sekarang dan masih berukuran satu ruangan. Adalah para kru dari Universitas Havard yang mempopulerkannya, tidak lama setelah perang dunia kedua berakhir.</p>
<p>Ketika itu, tim dari Universitas Harvard sedang mengembangkan komputer Mark II, penerus dari komputer sebelumnya Mark I. Komputer tersebut diletakkan di sebuah gedung yang tidak berjendela. Suatu saat, kerja Mark II terganggu sehingga semua kru sibuk mencari akar permasalahan tersebut.</p>
<p><div id="attachment_1381" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1381" class="size-full wp-image-1381" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Mark-II-via-prezi.com_.jpg" alt="" width="900" height="512" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Mark-II-via-prezi.com_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Mark-II-via-prezi.com_-300x171.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Mark-II-via-prezi.com_-768x437.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Mark-II-via-prezi.com_-356x203.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-1381" class="wp-caption-text">Mark II (via prezi.com)</p></div></p>
<p>Lalu coba tebak, apa yang menyebabkan hal tersebut? Ternyata ada seekor ngengat yang memiliki rentang sayap 10 cm tersangkut di salah satu <em>relay </em>elektromatis dari Mark II, hingga serangga tersebut menjadi gepeng. Berawal dari peristiwa tersebutlah istilah <em>bug </em>digunakan. Proses perbaikan <em>bug </em>juga disebut dengan istilah <em>debugging</em>.</p>
<p>Memang terkadang sejarah tercipta dari sebuah ketidaksengajaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 23 September 2018, pernah dimuat di oyibanget.com dengan judul Asal Muasal Istilah Bug Pada Dunia Komputer Berasal Dari Peristiwa Ini</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://ericp27.deviantart.com">ericp27.deviantart.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/asal-muasal-istilah-bug/">Asal Muasal Istilah Bug</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/asal-muasal-istilah-bug/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merealisasikan Doraemon</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/merealisasikan-doraemon/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/merealisasikan-doraemon/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2018 15:46:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Doraemon]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[robot]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[The Innovators]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=302</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun diputar sejak tahun 90an, saya rasa generasi milenial pun masih mengetahui tokoh robot kucing biru yang bernama Doraemon ini. Kondisi yang berbeda dialami oleh kartun lain, semisal Saint Seiya dan Sailor Moon. Salah satu faktor yang membuat Doraemon tak lekang oleh waktu adalah keajaiban dari kantongnya yang dapat mengeluarkan berbagai alat masa depan untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/merealisasikan-doraemon/">Merealisasikan Doraemon</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun diputar sejak tahun 90an, saya rasa generasi milenial pun masih mengetahui tokoh robot kucing biru yang bernama Doraemon ini. Kondisi yang berbeda dialami oleh kartun lain, semisal Saint Seiya dan Sailor Moon. Salah satu faktor yang membuat Doraemon tak lekang oleh waktu adalah keajaiban dari kantongnya yang dapat mengeluarkan berbagai alat masa depan untuk membantu Nobita. Selain itu, meskipun ia berbentuk robot, ia memiliki perasaan dan emosi layaknya manusia biasa. Singkatnya, Doraemon adalah teman idaman bagi semua orang.</p>
<p><em><strong>Pertanyaannya, apakah robot yang memiliki emosi seperti Doraemon akan benar-benar hadir di dunia?</strong></em></p>
<p>Dalam buku <strong><em>The Innovators</em></strong> karya Walter Isaacson, Ada Lovelace, salah satu pelopor dunia komputer bersama Charles Babbage, berpendapat bahwa sebuah mesin tidak akan dapat berpikir sendiri. Mesin hanya dapat membuat keputusan dari data-data yang dimasukkan oleh pengguna, bukannya memiliki inisiatif untuk mengeluarkan keputusannya sendiri.</p>
<p>Lalu antara tahun 1940 hingga 1950 ketika marak komputer-komputer awal seperti ENIAC, pembahasan mengenai apakah komputer dapat berpikir mulai muncul ke permukaan. Dengan ditemukannya transistor dan microchip semakin menambah optimisme para ahli komputer untuk membuat robot yang menyerupai manusia semirip mungkin.</p>
<p>Akhir 90an, Garry Kasparov, seorang Grand Master Catur dunia, berhasil dikalahkan oleh <em>Deep Blue</em>, sebuah komputer buatan raksasa teknologi, IBM. Hanya saja kemenangan ini dikarenakan <em>Deep Blue</em> dapat memprediksi langkah-langkah berdasarkan data yang dimasukkan oleh <em>programmer</em>, bukan karena ia dapat berpikir sendiri.</p>
<p><em><strong>Kecerdasan Buatan</strong></em></p>
<p>Kecerdasan buatan atau <em>Artificial Intelligence </em>juga semakin berkembang. Kini mereka dapat mengembangkan diri mereka sendiri dengan proses <em>self-</em><em>learning</em>. Namun perlu diingat bahwa mereka tetap butuh data awal yang diberikan oleh si pembuat. Karena itu, sejak digadang-gadang pada tahun 50an, mesin yang bisa berpikir sendiri belum benar-benar berhasil ditemukan.</p>
<p>Nah, jika harapan “berpikir sendiri” saja belum bisa ditemukan, bagaimana dengan robot yang memilki emosi seperti Doraemon? Bagaimana caranya memasukkan emosi ke dalam sebuah mesin? Bisa saja menggunakan logika berbasis kondisi, misal jika mesin tersebut diperlakukan jahat, maka mesin tersebut akan merespon dengan marah. Namun tetap saja, itu merupakan mesin yang di <em>setting</em> oleh manusia, bukan mesin yang dapat berpikir sendiri.</p>
<p>Mungkin saja satu abad lagi, masa dimana Doraemon lahir, telah ditemukan teknologi yang akan merealisakan Doraemon.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 30 Januari 2018, setelah mencoba kombinasi beberapa teknik di Pare pada SWI Mengajar</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://evfxonline.com">evfxonline.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/merealisasikan-doraemon/">Merealisasikan Doraemon</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/merealisasikan-doraemon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
