<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Living Things Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/living-things/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/living-things/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 12:38:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Living Things Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/living-things/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Linkin Park dan Living Things</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-living-things/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2020 12:30:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[Living Things]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3735</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat kelas 11-12 SMA, selera musik Penulis mulai merambah ke dunia lain yang waktu itu sedang&#160;booming: K-Pop. Ada alasannya, namun rasanya tidak akan Penulis ceritakan di sini. Karena genre musik tersebut benar-benar baru, maka Penulis banyak menghabiskan waktu untuk mendengarkan lagu-lagunya terutama dari SNSD dan Super Junior. Akibatnya, Penulis sampai tidak menyadari kalau Linkin Park [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-living-things/">Linkin Park dan Living Things</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Saat kelas 11-12 SMA, selera musik Penulis mulai merambah ke dunia lain yang waktu itu sedang&nbsp;<em>booming</em>: <strong>K-Pop</strong>. Ada alasannya, namun rasanya tidak akan Penulis ceritakan di sini.</p>



<p>Karena genre musik tersebut benar-benar baru, maka Penulis banyak menghabiskan waktu untuk mendengarkan lagu-lagunya terutama dari SNSD dan Super Junior.</p>



<p>Akibatnya, Penulis sampai tidak menyadari kalau Linkin Park mengeluarkan album baru!</p>



<h1 class="wp-block-heading">Album dengan Jarak Terpendek</h1>



<p>Penulis pertama kali mengetahui kalau Linkin Park mengeluarkan album baru adalah dari tetangga. Katanya, Linkin Park punya&nbsp;<em>single&nbsp;</em>baru yang berjudul&nbsp;<em>Burn It Down</em>.</p>



<p>Waktu itu Penulis tidak percaya dan mengatakan kalau itu merupakan lagu dari Avenged Sevefold. Ketika dicek, ternyata memang benar kalau Linkin Park baru merilis album baru berjudul <strong><em>Living Things</em></strong>.</p>



<p>Hal ini memang sangat mengejutkan Penulis karena jarak album ini dengan album sebelumnya,&nbsp;<em><a href="https://whathefan.com/musikfilm/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a>, </em>hanya 2 tahun. Bisa dibilang, ini merupakan rekor tercepat.</p>



<p>Sebagai perbandingan, jarak antara&nbsp;<em><a href="https://whathefan.com/musikfilm/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a>&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>Meteora&nbsp;</em>adalah 3 tahun. Jarak <em><a href="https://whathefan.com/musikfilm/linkin-park-dan-meteora/">Meteora</a>&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>Minutes to Midnight&nbsp;</em>adalah 4 tahun.&nbsp;<a href="https://whathefan.com/musikfilm/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/"><em>Minutes to&nbsp;Midnight</em></a> ke&nbsp;<em>A Thousand Suns&nbsp;</em>juga 3 tahun.</p>



<p>Oleh karena itu, di tahun 2012 Penulis sama sekali tidak menyangka kalau band ini akan merilis album baru mereka. Meskipun sedang menggandrungi K-Pop, album baru Linkin Park adalah sesuatu yang wajib didengarkan.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Lagu-Lagu <em>Living Things</em></h1>



<p><i>Living Things </i>berisikan 12 lagu dan terdengar &#8220;normal&#8221; jika dibandingkan dengan album sebelumnya, <em>A Thousand Suns</em>. Linkin Park mengatakan kalau album ini menggabungkan unsur-unsur yang ada di empat album sebelumnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before { padding-top: 0; } wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="LOST IN THE ECHO [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/co4YpHTqmfQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Album dibuka dengan lagu&nbsp;<em><strong>Lost in the Echo</strong>&nbsp;</em>yang menggabungkan&nbsp;<em>rap&nbsp;</em>Mike Shinoda dan vokal Chester di bagian&nbsp;<em>reff.&nbsp;</em>Bisa dibilang, inilah formula standar untuk lagu-lagu Linkin Park.</p>



<p>Selanjutnya ada lagu&nbsp;<em><strong>In My Remains</strong>&nbsp;</em>yang cukup Penulis sukai. Musiknya enak, suara Chester terdengar sangat merdu dan&nbsp;<em>powerful</em>, suara Mike di&nbsp;<em>bridging&nbsp;</em>berhasil membuat Penulis merinding ketika mendengarkannya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before { padding-top: 0; } wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="BURN IT DOWN [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/dxytyRy-O1k?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>Single&nbsp;</em>pertama dari album ini adalah&nbsp;<em><strong>Burn It Down</strong>&nbsp;</em>yang video klipnya terlihat seperti dari film Transformers dan banyak adegan <em>slow-motion</em>. Sayangnya, Penulis kurang menyukai lagu ini.</p>



<p>Lagu berikutnya,&nbsp;<em><strong>Lies Greed Misery</strong>,&nbsp;</em>baru Penulis sangat sukai. Meskipun terdengar sangat elektronik dan hip-hop, lagu ini terasa sangat enak dan keras untuk didengarkan.</p>



<p>Dua pertiga lagu didominasi oleh&nbsp;<em>rap </em>dari Mike, sedangkan sepertiganya lagi kita akan mendengarkan teriakan Chester yang sangat kuat sampai akhir lagu.</p>



<p>Penulis kurang menyukai lagu&nbsp;<em><strong>I&#8217;ll Be Gone</strong>&nbsp;</em>dan hanya memberikannya bintang dua di iTunes. Penulis sangat jarang memberikan lagu Linkin Park dengan bintang serendah itu.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before { padding-top: 0; } wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="CASTLE OF GLASS [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/ScNNfyq3d_w?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sebaliknya, lagu&nbsp;<em><strong>Castle of Glass</strong>&nbsp;</em>menjadi lagu favorit Penulis di album ini. Gimana ya, sangat susah untuk mendeskripsikan lagu yang satu ini.</p>



<p>Diawali dengan suara&nbsp;<em>sample&nbsp;</em>yang sangat&nbsp;<em>catchy,&nbsp;</em>kita akan mendengarkan suara Mike yang disambung dengan suara Chester di bagian&nbsp;<em>reff</em>. Meskipun terdengar lembut, lagu ini mampu menyayat hati.</p>



<p>Konsep dari video klipnya sendiri sangat Penulis sukai, di mana ada cuplikan game <em>Medal of Honor: Warfighter. </em>Lagu ini memang menjadi soundtrack dari game tersebut.</p>



<p>Tidak hanya lagu Lies Greed Mesery, lagu Victimized juga sangat keras. Durasi lagunya di bawah 3 menit, membuat lagu ini terdengar sangat intens dan padat. <em><strong>Skin to Bone</strong>&nbsp;</em>terdengar aneh, sehingga Penulis kurang menyukainya.</p>



<p>Kalau lagu&nbsp;<em><strong>Until It Breaks</strong>&nbsp;</em>yang bernuansa hip-hop cukup Penulis sukai. Lagunya terasa seperti lagu&nbsp;<em>When They Come for Me&nbsp;</em>di album&nbsp;<em>A Thousand Suns</em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube .wp-embed-responsive .wp-block-embed.wp-embed-aspect-4-3 .wp-block-embed__wrapper:before { padding-top: 0; } wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="ABRAHAM LINCOLN: VAMPIRE HUNTER feat. POWERLESS (Trailer) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/VPTdlrN4AFI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Selanjutnya adalah <em><strong>Tinfoil</strong>&nbsp;</em>yang merupakan <em>interlude </em>dari lagu terakhir,&nbsp;<strong><em>Powerless</em></strong>. Lagu ini menjadi salah satu&nbsp;<em>soundtrack&nbsp;</em>film&nbsp;<em>Abraham Lincoln: Vampire Hunter.</em></p>



<p>Lirik lagu ini terasa dalam dan memilukan karena menunjukkan ketidakberdayaan kita.&nbsp; Oleh karena itu, lagu ini menjadi favorit Penulis lainnya dari album ini.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Penutup</h1>



<p>Setelah melakukan dua eksperimen di album&nbsp;<em>Minutes to Midnight&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>A Thousand Suns</em>, Linkin Park merasa menemukan zona nyaman baru mereka sehingga terciptalah album ini.</p>



<p>Album ini memang terdengar segar, namun tidak meninggalkan identitas Linkin Park yang selama ini dikenal oleh publik. Sayangnya, suara gesekan <em>turntables </em>sudah tidak terdengar lagi, mungkin sudah dianggap ketinggalan zaman<em>.</em></p>



<p>Jika disimpulkan, album ini masih mengusung genre <em>alternative rock</em>, <em>electronic rock</em>, dan <em>rap rock.&nbsp;</em>Genre-genre tersebut sudah lama identik dengan Linkin Park sehingga Penulis lumayan menyukai lagu-lagu yang ada di album ini.</p>



<p>Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, Penulis akhirnya memasang mata agar tidak ketinggalan album barunya. Benar saja, dua tahun kemudian, Linkin Park kembali merilis albumnya yang paling rusuh!</p>



<p>Album selanjutnya,&nbsp;<em><strong>The Hunting Party</strong>. Stay Tuned!</em></p>



<p>Kebayoran Lama, 12 April 2020, terinspirasi karena ingin menulis serial artikel tentang Linkin Park</p>



<p>Foto:&nbsp;<a href="https://www.amazon.com/Living-Things-Linkin-Park/dp/B007UQ5Z1G">Amazon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-living-things/">Linkin Park dan Living Things</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
