Linkin Park dan Meteora

Di antara semua album Linkin Park, yang menjadi favorit adalah Meteora. Dirilis pada tahun 2003, banyak lagu-lagu favorit Penulis yang berasal dari album ini.

Selain itu, dua dari tiga lagu Linkin Park pertama yang Penulis dengarkan berasal dari album ini: Somewhere I Belong dan Faint. Walaupun begitu, pada akhirnya Penulis memutuskan untuk menomorsatukan lagu lain dari album ini.

Kenapa Namanya Meteora?

Mendengar nama albumnya, mungkin kita akan merasa penasaran dengan artinya. Apakah ada hubungannya dengan meteor? Ternyata bukan.

Meteora, Yunani (Klook)

Dari beberapa sumber yang pernah Penulis baca, Meteora diambil dari sebuah tempat suci (semacam biara) di Yunani. Penulis tidak mengetahui alasan pemilihan tempat tersebut.

Album ini terdengar sama seperti pendahulunya, Hybrid Theory, di mana ketika mendengarkan lagunya kita tahu kalau lagu tersebut merupakan lagu Linkin Park.

Lagu-Lagu Meteora

Album ini berisikan 13 lagu, meskipun track nomor satu, Foreword, hanya terdengar seperti suara dentingan besi. Durasinya pun super singkat, hanya beberapa detik. Mungkin lagu ini dimaksudkan sebagai intro album.

Lagu langsung disambung dengan Don’t Stay. Pada lagu ini, kita hanya akan mendengarkan vokal Chester yang kuat. Yang membuat Penulis lumayan menyukai lagu ini apalagi kalau bukan gesekan turntables dari Mr. Han.

Selanjutnya ada lagu Somewhere I Belong yang sangat terkenal. Penulis masih sangat menyukai lagu ini karena memiliki paket lengkap: rap Mike, vokal kuat dari Chester, gesekan DJ, dan iringan musik yang keras.

Selain lagunya, Penulis juga menyukai konsep video klipnya yang pada bagian awal menunjukkan kamar minimalis ala Jepang dan ada Gundamnya. Keinginan Penulis memiliki Gundam mungkin berawal dari video klip ini.

Lying from You merupakan paket lengkap lainnya yang mendapatkan bintang 5 dari Penulis. Lagu ini terdengar lebih keras karena Chester berteriak pada lagu ini. Sayang, lagu ini tidak memiliki video klip.

Lagu kelima dari album ini adalah Hit the Floor yang terdengar sangat keras. Lagu ini termasuk yang paling jarang dinyanyikan Linkin Park ketika konser.

Lagu selanjutnya, Easier to Run, juga termasuk jarang dinyanyikan. Padahal, Penulis sangat menyukainya,terutama karena liriknya yang terkesan suram dan depresif. Penulis sempat membuat artikel yang terinspirasi dari judul lagu ini.

Justru lagu selanjutnya, Faint, yang termasuk sering ada di konser. Maklum, lagu ini menjadi salah satu lagu Linkin Park yang paling terkenal walau Penulis hanya menyukai sekadarnya.

Penulis tidak terlalu menyukai lagu Figure walau masih bisa menikmatinya. Beda cerita dengan lagu selanjutnya, Breaking the Habit, lagu terkenal Linkin Park lainnya.

Dibandingkan dengan lagu-lagu lainnya, lagu ini terdengar lebih “lembut”. Bahkan sepanjang lagu kita tidak akan mendengarkan genjrengan gitar keras seperti biasanya.

Vokal tinggi Chester dipamerkan di bagian bridge lagu. Biasanya kalau konser, Chester akan menyanyikan reff-nya tanpa diiringi musik yang akan memukau penonton. Sebagai tambahan, video klip dengan gaya animasi yang dimiliki juga sangat keren.

Setelah Breaking the Habit. ada lagu From the Inside yang juga menjadi salah satu favorit Penulis. Lagu ini termasuk paket lengkap plus screaming dari Chester.

Video klipnya juga meninggalkan kesan untuk Penulis, di mana kita akan melihat anak kecil yang seolah terjebak dalam situasi rusuh di kotanya. Lagu ini benar-benar badass.

Album berlanjut dengan lagu Nobody Listening yang kesannya Jepang banget. Penulis memaklumi hal ini karena Mike Shinoda merupakan keturunan Jepang.

Jika di album Hybrid Theory ada lagu Cure for the Itch sebagai lagu instrumental, maka Meteora memiliki lagu Session. Di sini, kemampuan Mr. Han sebagai DJ benar-benar terdengar.

Nah, lagu penutup dari album ini merupakan lagu nomor satu Penulis dari Linkin Park. Sampai kapanpun, posisinya tidak akan tergantikan oleh lagu lain. Numb menjadi lagu terakhir dari album Meteora.

Mungkin lagu ini tidak termasuk paket lengkap seperti Somewhere I Belong atau Lying from You karena tidak ada rap. Hanya ada suara Mike sebagai backing vocal di bagian bridge.

Pada tulisan sebelumnya, Penulis mengatakan bahwa dirinya merupakan tipe yang mendengarkan musik tanpa terlalu memedulikan lirik. Beda kasus dengan lagu ini yang liriknya benar-benar Penulis perhatikan.

Penulis menangkap kalau lagu ini berusaha menggambarkan seseorang yang telah lelah menjadi orang lain hingga kehilangan jati dirinya sendiri. Hal ini diperkuat oleh video klipnya.

Bisa dibilang lagu ini merupakan lagu yang paling sering membuat Penulis menangis. Padahal Penulis tidak merasa terlalu related dengan lagu ini, mungkin karena merasa terbawa oleh lagunya saja.

Ketika konser memperingati kematian Chester, Linkin Park memainkan lagu ini tanpa suara vokal. Suara penonton yang menjadi penggantinya. Saat melihatnya, air mata Penulis jatuh begitu saja.

Penutup

Meteora merupakan album favorit Penulis dari Linkin Park, atau bahkan album favorit dari semua grup musik. Komposisi daftar lagu yang ada di dalamnya benar-benar cocok dengan selera Penulis.

Apalagi, setelah album ini Linkin Park seperti mengalami perubahan genre musik. Mike Shinoda pada satu kesempatan menyebutnya sebagai proses evolusi band.

Walaupun begitu, Penulis tetap mendengarkan semua lagu yang dikeluarkan oleh Linkin Park sembari tetap mendengarkan lagu-lagu yang telah melambungkan nama mereka.

Album selanjutnya, Minutes to Midnight. Stay tuned!

 

NB: Ketika menulis artikel ini, Penulis menonton ulang video klip yang berasal dari album ini. Ketika sampai di lagu Numb, Penulis kembali menangis.

 

 

Kebayoran Lama, 8 Maret 2020, terinspirasi karena ingin menulis sesuatu tentang Linkin Park

Foto: Amazon