<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>luar angkasa Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/luar-angkasa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/luar-angkasa/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Apr 2026 12:44:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>luar angkasa Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/luar-angkasa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton Project Hail Mary</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 12:30:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[astronot]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[luar angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Project Hail Mary]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8651</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak menonton trailernya tahun lalu, Penulis sudah meniatkan diri untuk menonton Project Hail Mary. Selain karena Penulis lumayan astrophile (pecinta luar angkasa), Penulis punya feeling film ini akan bagus. Penulis pun akhirnya menontonnya pada hari Sabtu minggu kemarin di MOPIC Malang, sekalian mencoba pengalaman menonton di bioskop tersebut. Harusnya film ini rilis secara global ketika [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/">[REVIEW] Setelah Menonton Project Hail Mary</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sejak menonton trailernya tahun lalu, Penulis sudah meniatkan diri untuk menonton <em><strong>Project Hail Mary</strong></em>. Selain karena Penulis lumayan <em>astrophile</em> (pecinta luar angkasa), Penulis punya <em>feeling </em>film ini akan bagus.</p>



<p>Penulis pun akhirnya menontonnya pada hari Sabtu minggu kemarin di MOPIC Malang, sekalian mencoba pengalaman menonton di bioskop tersebut. Harusnya film ini rilis secara global ketika lebaran, yang sayangnya harus tergeser karena slotnya digunakan untuk menayangkan film horor lokal.</p>



<p>Lantas, apakah film ini berhasil memenuhi ekspektasi Penulis? Apakah benar kata orang-orang yang memuji film ini setinggi langit? Singkat kata, Penulis menyukainya dengan beberapa catatan yang membuat skornya tidak terlalu tinggi.</p>



<p class="has-text-align-center"><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">SPOILER ALERT!!!</mark></strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Header-via-pakistyles.com_-300x184.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Header-via-pakistyles.com_-300x184.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Header-via-pakistyles.com_-768x472.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Header-via-pakistyles.com_-356x219.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Header-via-pakistyles.com_.jpg 900w " alt="Ritual untuk Bangun Pagi" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/ritual-untuk-bangun-pagi/">Ritual untuk Bangun Pagi</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Film Project Hail Mary</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Project Hail Mary</em></li>



<li>Sutradara: Phil Lord, Christopher Miller</li>



<li>Cast: Ryan Gosling, Sandra Hüller, James Ortiz, Lionel Boyce</li>



<li>Durasi: 156 Menit</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Cerita Project Hail Mary?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Project Hail Mary - Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/m08TxIsFTRI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>Project Hail Mary</em> diangkat dari sebuah novel karya Andy Weir berjudul sama. Buat yang merasa familier dengan nama tersebut, beliau adalah penulis buku <em>The Martian</em>, yang juga diangkat menjadi film dan dibintangi oleh Matt Damon.</p>



<p>Premis <em>Project Hail Mary </em>sebenarnya sederhana, di mana sebuah misi penyelamatan bumi sedang dilakukan oleh seorang guru sains di sebuah SMP bernama <strong>Ryland Grace</strong> (Ryan Gosling).</p>



<p>Ceritanya, matahari di tata surya kita sedang sekarat karena alien bernama <strong>Astrophage</strong> (pemakan bintang). Makhluk tersebut berkembang biak di matahari dan membuatnya meredup. Otomatis, suhu di bumi pun langsung <em>drop.</em></p>



<p>Hal yang sama terjadi di tata surya lain kecuali satu, yakni <strong>Tau Ceti</strong>. Perjalanan antariksa pun dilakukan untuk mengetahui apa yang membuat tata surya tersebut selamat. Misi tersebut, disebut Project Hail Mary, dipimpin oleh <strong>Eva Stratt </strong>(Sandra Hüller).</p>



<p>Awalnya, Grace direkrut bersama banyak ilmuwan lainnya untuk meneliti Astrophage yang berhasil ditangkap. Nah, Grace-lah yang berhasil menemukan alasan mengapa alien tersebut sampai membentuk garis antara matahari dan Venus (disebut <strong>Petrova Line</strong>).</p>



<p>Lantas, bagaimana seorang guru SMP bisa terjebak dalam pesawat ruang angkasa? Nanti di bagian akhir cerita akan dijelaskan, karena film ini menggunakan POV Grace yang mengalami amnesia. Ketika sadar, ia sudah berada di dalam pesawat tersebut.</p>



<p>Nantinya sepanjang cerita, kita akan dibawa maju-mundur karena ingatan Grace perlahan kembali. Jadi, akan ada dua lini waktu di film ini, yakni ketika Grace masih di bumi dan direkrut oleh Strat, serta ketika ia telah berada di luar angkasa.</p>



<p>Dalam misinya tersebut, ketika pesawat Grace sudah mendekati Tau Ceti, ia melihat pesawat alien. Ternyata di dalamnya ada sesosok alien berbentuk batu dengan lima kaki (atau lengan, tergantung digunakan untuk apa).</p>



<p>Menariknya, ternyata alien tersebut juga merupakan satu-satunya yang tersisa di pesawat tersebut, sama seperti Grace. Mereka berdua pun jadi menjalin persahabatan karena tujuan mereka sama, yakni meneliti mengapa Tau Ceti bisa selamat. Grace memberi nama alien tersebut <strong>Rocky</strong>.</p>



<p>Karena menurut Penulis filmnya sangat layak untuk ditonton, Penulis tidak akan bercerita lebih jauh dari ini. Intinya, mereka berdua pun bekerja sama untuk menyelamatkan planet mereka masing-masing dari kepunahan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Project Hail Mary</h2>



<p>Setelah menonton <em>Project Hail Mary</em>, Penulis memahami mengapa film ini begitu dicintai oleh para penontonnya. <strong>Visual dan <em>scoring</em>-nya benar-benar memanjakan mata dan telinga</strong>. Sayang, Penulis tidak menonton film ini di IMAX.</p>



<p>Ada banyak hal yang ingin Penulis bahas tentang film ini, termasuk kekurangan yang cukup mengganggu Penulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Protagonis yang Mirip Mark Watney</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8655" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mark Watney (Kiri) dan Ryland Grace (<a href="https://the-martian.fandom.com/wiki/Mark_Watney/Film">Fandom</a>) </figcaption></figure>



<p>Mengingat sumbernya sama, wajar jika <em>Project Hail Mary </em>memiliki kemiripan dengan <em>The Martian</em>. Tidak hanya tema <em>sci-fi </em>yang diusung, kepribadian dan situasi yang harus dihadapi oleh protagonisnya pun mirip.</p>



<p>Pertama, Grace dan Mark Watney (protagonis di The Martian) sama-sama <strong>terjebak di luar angkasa sendirian</strong>. Bedanya, Watney masih &#8220;dekat&#8221; karena di Mars, sedangkan Grace sudah beda semesta. &#8220;Mainnya&#8221; Grace lebih jauh.</p>



<p>Meskipun berada di kondisi yang sulit, mereka berdua sama-sama <strong>tetap optimis dan berusaha ceria</strong>. Selain itu, fokus cerita kedua film juga sama-sama ke protagonisnya yang harus bisa keluar dari krisis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Hangatnya Hubungan Grace dan Rocky</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8656" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rocky (<a href="https://projecthailmary.fandom.com/wiki/Rocky">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika dibandingkan dengan <em>Interstellar</em> yang lebih mikir, <em>Project Hail Mary</em> lebih <strong>menonjolkan sisi dramanya dibandingkan sainsnya</strong>. Memang banyak istilah fisika, kimia, dan biologi di film ini, tapi masih dalam taraf yang mudah dipahami.</p>



<p>Salah satu unsur drama yang paling menarik sepanjang film adalah <strong>hubungan Grace dan Rocky yang terasa hangat</strong>. Kita tidak bisa tidak menyukai kedua karakter tersebut, terutama Rocky.</p>



<p>Dengan desain yang unik dan sebenarnya tidak menggemaskan (karena <em>literally </em>berbentuk batu), ia berhasil <strong>membuat penonton merasa ingin ikut melindunginya</strong>, apalagi setelah krisis di <em>act three </em>film ini. </p>



<p>Salah satu momen paling mengharukan sepanjang film adalah ketika <strong>Rocky bilang bisa memberikan bahan bakar Astrophage agar Grace bisa pulang ke Bumi</strong>. Project Hail Mary awalnya adalah <em>one way ticket</em>, sehingga Grace sudah menerima bahwa ia tak akan pernah pulang. </p>



<p>Harapan yang diberikan oleh Rocky, dengan mengorbankan waktu kepulangannya yang lebih lama, <strong>membuat Grace (dan penonton) menangis</strong>. Momen ini berhasil disajikan dengan sangat baik. Kita ikut merasakan apa yang dirasakan oleh karakter di dalam film.</p>



<p>Interaksi antara keduanya juga menyenangkan untuk dilihat. Mengingat keduanya terjebak di kondisi yang mirip, wajar jika akhirnya mereka memiliki hubungan yang dekat, bahkan Grace rela menunda kepulangannya ke Bumi demi menyelamatkan Rocky.</p>



<p>Rasanya semua yang sudah menonton film ini bisa sepakat, kalau kita sama-sama sayang Rocky.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Plot Armor Grace</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8657" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Grace dalam Misi Penyelamatan Bumi (<a href="https://www.slashfilm.com/2096092/project-hail-mary-footage-description-potential-best-2026-sci-fi-movie/">SlashFilm</a>)</figcaption></figure>



<p>Meskipun sudah banyak menyebutkan kelebihannya, ada beberapa kekurangan di film ini yang mengganjal Penulis. Pertama adalah latar belakang Grace yang hanya guru dan ilmuwan<strong> tanpa pernah ada latar sebagai <a href="https://whathefan.com/pengalaman/perjalanan-cita-cita-saya/">astronot</a></strong>.</p>



<p>Di <em>The Martian</em>, Watney memang seorang astronot, sehingga wajar jika ia tahu bagaimana cara bertahan hidup di luar angkasa karena memang sudah dibekali. Nah, beda cerita dengan Grace yang harus dibius dan dibuat koma dulu (karena ia sebenarnya menolak) sebelum dipaksa menjalankan misi Project Hail Mary.</p>



<p>Grace memang pintar, tapi mau sepintar apa pun ia, rasanya sulit diterima <strong>ia bisa melanjutkan misi tersebut seorang diri</strong>, meskipun memang <a href="https://whathefan.com/renungan/bagaimana-manusia-diperbudak-oleh-ciptaannya-sendiri/">dibantu AI</a> di sana. Belum lagi masalah kondisi fisik astronot yang harus ditempa bertahun-tahun.</p>



<p>Apalagi, dua rekannya justru sudah meninggal dunia, meskipun Andy Weir selaku penulis novelnya mengatakan bahwa penyebab kematian mereka memang masih disimpan untuk &#8220;potensi sekuel.&#8221; </p>



<p>Untuk orang yang dipaksa menjalankan misi (sendirian pula), <strong>Grace terlalu mulus menyelesaikan Project Hail Mary nyaris tanpa cacat</strong>. Memang ia hampir tak selamat, tapi ujungnya kehadiran Rocky berhasil menyelamatkan nyawanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Bahasa Rocky yang Terlalu Mudah Dipahami</h3>



<p>Selain masalah <em>plot armor</em> yang dimiliki oleh Grace, salah satu hal yang Penulis sorot adalah <strong>mudahnya ia dalam menerjemahkan bahasa yang dimiliki oleh Rocky</strong>. Sebagai perbandingan, kata atasan Penulis, film <em>Arrival</em> (2016) mampu menggambarkan sulitnya hal tersebut.</p>



<p>Memang, masalah durasi membuat hal tersebut disederhanakan. Hanya saja, kembali lagi, <strong>Grace yang manusia biasa terasa jadi punya <em>superpower</em></strong> yang bisa melakukan ini itu dengan cepat. </p>



<p>Jangan lupakan bagaimana Grace mampu membuat alat yang bisa menerjemahkan bahasa Rocky secara <em>live</em> dengan alat seadanya. Jika memang semudah itu, harusnya kita juga bisa membuat alat penerjemah bahasa kucing atau paus dengan mudah.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Bagi Penulis, Film Ini Terlalu Happy Ending</h3>



<p>Peringatan <em>spoiler</em>, film ini bagi Penulis <strong>terlalu <em>happy ending</em>. </strong>Akhir film ini terlalu sempurna. Grace dan Rocky sama-sama berhasil menyelamatkan planet mereka, Grace yang tak punya siapa-siapa di bumi juga mendapatkan tempat di Erid, planet asal Rocky.</p>



<p>Kalau mengikuti selera Penulis, harapannya adalah <strong>salah satu antara Grace atau Rocky harus mati karena keadaan</strong>. Misal, Rocky mati setelah menyelamatkan Grace, yang membuat Grace pergi ke Erid untuk menyelamatkan planet tersebut.</p>



<p>Toh, Grace sudah membuat alat penerjemah, sehingga ia bisa berkomunikasi dengan penduduk Erid lainnya. Nilai pengorbanan yang dilakukan Rocky akan berdampak besar bagi Grace, tanpa melupakan misi Project Hail Mary.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h2>



<p>Terlepas dari beberapa kekurangan yang Penulis sebutkan, <em>Project Hail Mary </em>tetap menjadi film yang bagus dan <em>enjoyable</em>. Penulis sangat senang karena film pertama yang ditonton di tahun ini sebagus ini.</p>



<p>Jika disuruh merangkum, ada tiga kata Rocky yang bisa menggambarkan perasaan Penulis setelah selesai menonton film ini: <em><strong>amaze, amaze, amaze</strong></em>.</p>



<p><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">SKOR: 8/10</mark></strong></p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Lawang, 18 April 2026, setelah menonton film <em>Project Hail Mary</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/">[REVIEW] Setelah Menonton Project Hail Mary</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Listopia Space</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-listopia-space/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Feb 2020 12:36:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[luar angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[semesta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3375</guid>

					<description><![CDATA[<p>Big Bad Wolf merupakan salah satu ajang pameran buku yang Penulis rutin kunjungi setiap tahun. Hingga saat ini, Penulis sudah empat kali ke sana. Tiga kali di Surabaya, satu kali di Tangerang. Kalau kata teman kantor Penulis, buku yang dijual pada ajang ini selalu itu-itu saja. Pernyataan ini memang benar, akan tetapi justru membawa keuntungan tersendiri [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-listopia-space/">Setelah Membaca Listopia Space</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Big Bad Wolf </em>merupakan salah satu ajang pameran buku yang Penulis rutin kunjungi setiap tahun. Hingga saat ini, Penulis sudah empat kali ke sana. Tiga kali di Surabaya, satu kali di Tangerang.</p>
<p>Kalau kata teman kantor Penulis, buku yang dijual pada ajang ini selalu itu-itu saja. Pernyataan ini memang benar, akan tetapi justru membawa keuntungan tersendiri bagi Penulis.</p>
<p>Bagaimana bisa? Dengan stok buku yang sama, Penulis bisa membeli buku yang dulu tak terbeli. Contohnya adalah <em><strong>Listopia Space</strong> </em>yang satu ini.</p>
<p>Penulis pertama kali menemukannya di tahun 2016 atau 2017. Ketika itu, Penulis memutuskan untuk tidak membelinya karena lebih memilih buku bertemakan luar angkasa yang lain.</p>
<p>Untunglah pada tahun 2019 kemarin, akhirnya Penulis bisa membeli buku imut ini yang tamat hanya dalam waktu 2 jam saja.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Buku berbahasa Inggris ini memiliki subjudul <em>50 Fascinating Top 10 Lists!</em> yang artinya isinya adalah seputar 10 fakta menarik seputar luar angkasa.</p>
<p>Ketika melakukan pengecekan di daftar isi, memang ada 50 fakta berbentuk daftar, masing-masing berisikan 10 benda atau makhluk ataupun lainnya.</p>
<p>Hanya saja, tidak ada pengategorian khusus yang membagi tiap-tiap daftar untuk lebih mempermudah navigasi. Bagi Penulis, akan lebih baik jika ada pembagian seperti fakta tentang planet, bintang, astronot, dan lain sebagainya.</p>
<p>Walaupun begitu, daftar fakta di buku ini seolah diurutkan sesuai dengan kategorinya. Pada bab-bab awal, kita akan mengetahui fakta-fakta seputar sistem tata surya kita.</p>
<p>Selanjutnya, ada beberapa fakta mengenai usaha manusia dalam mengeksplorasi alam semesta. Bagian ini, bagi Penulis, tidak begitu menarik.</p>
<p>Baru lah setelahnya dibahas mengenai obyek-obyek yang ada di luar sistem tata surya kita, seperti bintang terdekat ataupun galaksi teraneh yang ada.</p>
<p>Karena bentuknya yang seperti kumpulan fakta, tidak banyak yang bisa Penulis ceritakan dari buku ini.</p>
<h3>Setelah Membaca <em>Listopia Space</em></h3>
<p>Seharusnya, buku-buku semacam ini dinikmati oleh anak-anak karena berisikan banyak gambar yang menarik dan teks yang tidak terlalu banyak. Karena keterbatasan kemampuan bahasa Inggris, Penulis lebih menyukai buku seperti itu agar bisa mencernanya dengan mudah.</p>
<p>Sebagai buku yang <em>full color</em>, aroma dari buku ini sangat enak untuk dinikmati bagi kaum penyuka bau buku seperti Penulis. Fakta tersebut menjadi salah satu alasan mengapa buku ini layak dikoleksi.</p>
<p>Bahasanya juga tidak ada yang berat, mengingat target pasar buku ini diperuntukkan untuk anak kecil. Setiap fakta atau bagian akan menghabiskan dua hingga empat halaman saja.</p>
<p>Penulis menyayangkan tidak semua daftar di buku ini dilengkapi dengan ilustrasi. Hanya beberapa yang dianggap penting saja sehingga yang tidak dilengkapi dengan ilustrasi akan membuat kita berimajinasi.</p>
<p>Yang jelas, buku ini akan menambah wawasan bagi kita. Penulis merekomendasikan buku ini bagi para <em>astrophilia </em>seperti Penulis entah untuk menambah koleksi, hiburan, ataupun ingin mencari sesuatu yang baru.</p>
<p>Nilainya: <strong>4.0/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 1 Februari 2020, terinspirasi setelah membaca buku <em>Listopia Space </em>karya Mike Goldsmith</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-listopia-space/">Setelah Membaca Listopia Space</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Terjadi Sebelum Big Bang?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/apa-yang-terjadi-sebelum-big-bang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jun 2019 00:13:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[Big Bang]]></category>
		<category><![CDATA[luar angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Stephen Hawking]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2431</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mayoritas astronom dan masyarakat awam sepakat bahwa Big Bang adalah teori penciptaan alam semesta yang paling masuk akal. Sama seperti kata Wong pada film Avengers: Infinity Wars, sebelumnya tidak ada apa-apa dan boom, jadilah alam semesta. Awalnya seluruh alam semesta ini lebih kecil dari sebuah atom, sebelum akhirnya meledak dan terus mengembang (expanding universe) hingga seperti yang kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/apa-yang-terjadi-sebelum-big-bang/">Apa yang Terjadi Sebelum Big Bang?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mayoritas astronom dan masyarakat awam sepakat bahwa <strong>Big Bang </strong>adalah teori penciptaan alam semesta yang paling masuk akal. Sama seperti kata Wong pada film <a href="https://whathefan.com/musikfilm/setelah-menonton-avengers-infinity-wars/"><em>Avengers: Infinity Wars</em></a>, sebelumnya tidak ada apa-apa dan <em>boom,</em> jadilah alam semesta.</p>
<p>Awalnya seluruh alam semesta ini lebih kecil dari sebuah atom, sebelum akhirnya meledak dan terus mengembang (<em>expanding universe</em>) hingga seperti yang kita huni sekarang ini.</p>
<p>Prediksi yang dibuat oleh para astronom, alam semesta telah muncul sejak belasan miliar tahun yang lalu. Tata surya kita sendiri diperkirakan baru berusia 5 miliar tahun (dan akan hidup untuk 5 miliar tahun ke depan).</p>
<p>Meskipun telah ditemukan satu teori yang dapat menjelaskan secara akurat tentang dari mana alam semesta muncul, muncul pertanyaan lainnya.</p>
<h3><strong><em>Apa yang terjadi sebelum peristiwa Big Bang?</em></strong></h3>
<p><div id="attachment_2433" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2433" class="size-large wp-image-2433" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/apa-yang-terjadi-sebelum-big-bang-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/apa-yang-terjadi-sebelum-big-bang-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/apa-yang-terjadi-sebelum-big-bang-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/apa-yang-terjadi-sebelum-big-bang-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/apa-yang-terjadi-sebelum-big-bang-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2433" class="wp-caption-text">Stephen Hawking (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwiUs5iS0-LiAhVum-AKHRb_Bd0QjB16BAgBEAQ&amp;url=http%3A%2F%2Ftime.com%2F4507656%2Fstephen-hawking-richard-branson-virgin-spaceshiptwo-space-travel%2F&amp;psig=AOvVaw0Sr1m3VEd_Af4rNGCCHF30&amp;ust=1560384431470037" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiUs5iS0-LiAhVum-AKHRb_Bd0QjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Time Magazine</span></a>)</p></div></p>
<p>Bahkan orang sekaliber <strong><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/stephen-hawking-dan-perenungan-alam-semesta/">Stephen Hawking</a> </strong>pun belum bisa menemukan jawabannya, walau ia punya beberapa pendapat. Seolah jawaban dari pertanyaan ini tak akan mampu dijangkau oleh manusia atau <em>memang tidak akan mungkin dijangkau oleh manusia</em>?</p>
<p>Apakah sebelum peristiwa Big Bang memang tidak ada apa-apa? Apakah apapun yang ada ketika itu belum terikat oleh ruang dan waktu? Ataukah terbentuknya alam semesta hanya sebuah <em>looping </em>tanpa akhir yang artinya kita pernah punya kehidupan lain?</p>
<p>Sebagai orang yang memiliki agama, tentu penulis berkeyakinan bahwa semua ini -termasuk penciptaan alam semesta dan apa yang terjadi sebelum peristiwa Big Bang- merupakan kehendak Tuhan yang Maha Esa.</p>
<p>Oleh karenanya, kita tidak akan mampu menjangkaunya karena di luar kemampuan manusia yang serba terbatas. Banyak hal yang tidak akan bisa dipecahkan oleh kita, sebesar apapun kapasitas otak yang dimiliki.</p>
<p>Mungkin bagi ilmuwan yang tidak percaya keberadaan Tuhan, teori tersebut dianggap sebagai keputusasaan karena tidak berhasil menemukan jawabannya.</p>
<p>Akan tetapi, penulis merasa bahwa misteri tentang alam semesta dan kehidupan ini memang sengaja diciptakan untuk menunjukkan betapa kecilnya kita sebenarnya sehingga tak pantas untuk berlaku sombong.</p>
<h3>Kita Tidak Tahu Apa-Apa</h3>
<p>Benarlah kata <strong>Socrates </strong>bahwa <em>the only true wisdom is in knowing you know nothing. </em>Semakin kita mencari tahu, semakin kita sadar bahwa sebenarnya kita tidak tahu apa-apa.</p>
<p>Jangankan mengetahui apa yang terjadi sebelum peristiwa Big Bang, <em>mengetahui apa yang ada di bawah kaki kita </em>saja belum ada yang bisa menjelaskannya secara pasti.</p>
<p>Secuil pengetahuan yang kita miliki hanya butiran debu atau setetes embun dari luasnya ilmu pengetahuan itu sendiri. Masih banyak misteri yang belum terungkap di alam semesta ini.</p>
<p>Penulis dari kecil sangat suka membaca hal-hal yang berbau luar angkasa. Seperti yang sudah pernah penulis singgung pada tulisan-tulisan sebelumnya, hal tersebut membuat penulis sadar betapa kecilnya kita dibandingkan alam semesta yang maha luas.</p>
<p>Dengan menyadari kekerdilan manusia, tentu penulis semakin meyakini akan keberadaan Tuhan. Semua peristiwa dan keteraturan di alam semesta tidak mungkin tercipta dari ketidaksengajaan. Ada Tuhan di sana yang membuatnya menjadi seperti itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 12 Juni 2019, terinspirasi setelah membaca buku <strong>Stephen Hawking: A Mind Without Limits</strong></p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.videoblocks.com/video/big-bang-huge-explosion-in-space-55pkrm3" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwizhZiH0-LiAhVCTd8KHaumCmEQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Video Blocks</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/apa-yang-terjadi-sebelum-big-bang/">Apa yang Terjadi Sebelum Big Bang?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
