<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Meta Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/meta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/meta/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Jul 2023 16:43:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Meta Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/meta/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Threads: The Right Thing at the Right Time</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/threads-the-right-thing-at-the-right-time/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/threads-the-right-thing-at-the-right-time/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jul 2023 16:43:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Elon Musk]]></category>
		<category><![CDATA[Mark Zuckerberg]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Threads]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6670</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari Kamis (6/23) kemarin menjadi hari rilisnya Threads, sebuah media sosial baru dari Meta (induk perusahaan dari Facebook, Instagram, WhatsApp) yang text-oriented. Dalam sekejap aplikasi ini langsung mendapatkan atensi dan berhasil mendapatkan puluhan juga user. Banyak yang menyebut kalau aplikasi ini pada dasarnya sama dengan Twitter, yang kini dimiliki oleh Elon Musk. Tak heran jika [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/threads-the-right-thing-at-the-right-time/">Threads: The Right Thing at the Right Time</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hari Kamis (6/23) kemarin menjadi hari rilisnya <strong>Threads</strong>, sebuah media sosial baru dari Meta (induk perusahaan dari Facebook, Instagram, WhatsApp) yang <em>text-oriented</em>. Dalam sekejap aplikasi ini langsung mendapatkan atensi dan berhasil mendapatkan puluhan juga <em>user</em>.</p>



<p>Banyak yang menyebut kalau aplikasi ini pada dasarnya sama dengan Twitter, yang kini dimiliki oleh Elon Musk. Tak heran jika Musk sampai menuliskan surat untuk Mark Zuckerberg (bos Meta) dan mengancam akan menuntut Threads.</p>



<p>Jika dilihat secara sekilas, memang Threads sangat mirip dengan Twitter, bahkan banyak yang menganggap aplikasi ini mirip dengan Twitter di masa-masa awal. Apalagi, Threads memiliki tampilan yang minimalis dan belum akan ada iklan untuk sementara waktu.</p>





<p>Terlepas dari segala permasalahan yang ada, Penulis ingin membahas mengenai bagaimana Threads muncul sebagai hal yang tepat di waktu yang tepat, tentang bagaimana sebuah aplikasi muncul di saat aplikasi sejenis sedang mengalami berbagai problematika.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Threads Hadir di Kala Twitter Bermasalah</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="763" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/gettyimages-1258928014-1024x763.jpg" alt="" class="wp-image-6673" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/gettyimages-1258928014-1024x763.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/gettyimages-1258928014-300x224.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/gettyimages-1258928014-768x572.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/gettyimages-1258928014.jpg 1240w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mark Zuckerberg (Kiri) dan Elon Musk (<a href="https://www.cbsnews.com/news/threads-zuckerberg-millions-of-signups-within-hours/">CBS News</a>)</figcaption></figure>



<p>Seperti yang kita ketahui bersama, Twitter jadi banyak masalah (dan drama) semenjak <strong>Elon Musk</strong> mengakuisisi perusahaan pada bulan Oktober 2022. Contoh yang paling mudah adalah banyaknya karyawan yang ia pecat dengan berbagai alasan.</p>



<p>Kebijakan yang ia buat untuk Twitter pun kerap menjadi polemik, seperti centang biru berbayar hingga adanya pembatasan pos yang bisa dilihat oleh <em>user </em>yang tidak membayar paket <em>subscription </em>tertentu.</p>



<p>Di tengah kekacauan yang membuat sebagian pengguna Twitter merasa jengah, <strong>Meta tiba-tiba muncul dengan Threads</strong>. Mereka menyediakan sebuah aplikasi alternatif untuk mereka yang merasa makin malas menggunakan Twitter.</p>



<p>Penulis sendiri akhir-akhir ini semakin malas membuka <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/twitter-dan-tuntutan-kesempurnaannya/">Twitter karena isinya berantem mulu</a>. Meskipun tidak mengikuti akun-akun yang berpotensi menimbulkan kericuhan, ada teman-teman di Twitter yang melakukan <em>repost </em>atau muncul sebagai iklan.</p>



<p>Nah, kemunculan Threads menjadi alternatif yang tepat karena sebagai aplikasi baru, mayoritas isi <em>timeline </em>Penulis merupakan tulisan dari teman-temannya yang juga baru mencoba. Namun, bukan tidak mungkin ke depannya Threads akan ikut rusuh.</p>



<p>Selain itu, mungkin orang juga bisa menjadikan Threads sebagai <strong>jeda dari konten yang bersifat visual</strong> seperti <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/">TikTok</a>, Reels, hingga Shorts. Walau konsep <em><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/alasan-kenapa-mindless-scrolling-adalah-pelarian-yang-buruk/">infinity short videos</a> </em>menyenangkan bagi sebagian orang, lama-lama pasti juga akan merasa jenuh.</p>



<p>Berdasarkan pengalaman menggunakan aplikasi ini selama dua hari, Penulis memang merasa kalau Threads digunakan oleh orang-orang untuk berceloteh apapun yang ada di pikiran mereka, mirip dengan konsep Twitter dulu yang seolah telah hilang saat ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Threads akan Menjadi Twitter Killer?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="640" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/TELEMMGLPICT000341617460_16886354877960_trans_NvBQzQNjv4BqNJjoeBT78QIaYdkJdEY4CnGTJFJS74MYhNY6w3GNbO8-1024x640.jpeg" alt="" class="wp-image-6674" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/TELEMMGLPICT000341617460_16886354877960_trans_NvBQzQNjv4BqNJjoeBT78QIaYdkJdEY4CnGTJFJS74MYhNY6w3GNbO8-1024x640.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/TELEMMGLPICT000341617460_16886354877960_trans_NvBQzQNjv4BqNJjoeBT78QIaYdkJdEY4CnGTJFJS74MYhNY6w3GNbO8-300x188.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/TELEMMGLPICT000341617460_16886354877960_trans_NvBQzQNjv4BqNJjoeBT78QIaYdkJdEY4CnGTJFJS74MYhNY6w3GNbO8-768x480.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/TELEMMGLPICT000341617460_16886354877960_trans_NvBQzQNjv4BqNJjoeBT78QIaYdkJdEY4CnGTJFJS74MYhNY6w3GNbO8.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tampilan Aplikasi Threads (<a href="https://www.telegraph.co.uk/business/2023/07/06/threads-instagram-app-twitter-sign-up-download-celebrities/">The Telegraph</a>)</figcaption></figure>



<p>Begitu Threads muncul, Musk langsung <strong>mengancam akan menuntut Meta</strong>. Alasannya, aplikasi tersebut dianggap sebagai tiruan dari Twitter, terlebih banyak mantan karyawan Twitter direkrut oleh Meta, sehingga &#8220;kebocoran informasi internal&#8221; sangat mungkin terjadi.</p>



<p>Melalui <em>tweet</em>-nya (tentu saja di Twitter, bukan di Threads), Musk mengatakan bahwa sebuah kompetisi untuk Twitter sah-saja saja. Namun, ia tidak bisa menolerir kecurangan. Nah, apa yang Meta lakukan dengan Threads ia anggap sebagai kecurangan.</p>



<p>Apakah Musk takut dengan kemunculan Threads? Bisa saja, mengingat konsep dari kedua platform memang benar-benar sama. Hingga saat ini, Penulis belum bisa menemukan perbedaan antara keduanya.</p>



<p>Threads memiliki keunggulan karena ia terintegrasi dengan Instagram. Begitu mendaftar, kita bisa <em>login </em>dengan akun Instagram kita untuk mendapatkan profil dan daftar teman atau akun yang ikuti di Instagram, bahkan jika mereka belum <em>join </em>ke Threads.</p>



<p>Dengan meledaknya jumlah pengguna hanya dalam waktu dua hari, wajar jika Musk ketar-ketir kalau pengguna Twitter akan berpindah haluan ke Threads. Namun, jika dipikir-pikir lagi, sebenarnya <strong>kemunculan Threads bisa jadi karena ulahnya sendiri</strong>.</p>



<p>Sebagaimana yang telah diulas di atas, Musk banyak memecat karyawan Twitter, sehingga mereka bergabung dengan kompetitor. Selain itu, ia juga kerap membuat kebijakan yang membuat <em>user </em>tidak nyaman dengan Twitter, sehingga wajar mereka pindah ke Threads.</p>



<p>Jika Musk tidak berbenah dengan Twitter-nya (terlepas ia telah mengatakan telah menunjuk CEO pengganti dirinya), bukan tidak mungkin kalau Threads benar-benar akan menjadi <em>Twitter-killer</em> di masa depan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Monopoli Meta di Dunia Media Sosial?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/GettyImages-1501994091-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6675" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/GettyImages-1501994091-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/GettyImages-1501994091-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/GettyImages-1501994091-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/GettyImages-1501994091.jpg 1440w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Berusaha Memonopoli Dunia Media Sosial? (<a href="https://www.foxbusiness.com/technology/zuckerberg-says-threads-instagrams-new-twitter-like-app-launched-5-million-users-elon-musk-responds">Fox Business</a>)</figcaption></figure>



<p>Dari sisi Meta, kita pun harus waspada karena mereka terlihat sedang ingin <strong>memonopoli <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/dilema-media-sosial-kita/">dunia media sosial</a></strong>. Ketika dunia ramai oleh TikTok, mereka membuat fitur Reels untuk Instagram. Kini, mereka seolah ingin mengambil alih pasar yang dimiliki oleh Twitter.</p>



<p>Sama seperti Microsoft yang sedang dikejar oleh Free Trade Commission (FTC) karena berusaha mengakuisisi Activision Blizzard, bisa jadi Meta juga akan diincar karena dianggap melanggar undang-undang antimonopoli.</p>



<p>Apalagi, sebelumnya sudah banyak media sosial lain yang tumbang karena tidak mampu bersaing dengan mereka. Sebut saja Google+, Path, Vine, hingga MySpace. Jika Twitter sampai bernasib seperti aplikasi-aplikasi tersebut, tentu itu akan mempertegas monopoli Meta.</p>



<p>Threads pun mendapatkan tantangan untuk membuktikan kalau mereka berbeda dari Twitter. Jika ternyata ini hanya fenomena sesaat dari orang-orang yang rindu akan Twitter lama, maka Threads pun berpotensi untuk kehilangan pengguna yang merasa bosan.</p>



<p>Saat ini, masih banyak fitur yang belum dimiliki oleh Threads, seperti <em>hashtag</em>, mengirim pesan ke pengguna lain, <em>trending topic</em>, dan sebagainya. Masalahnya, semua fitur tersebut sudah ada di Twitter, sehingga jika ada pun akan membuat Threads semakin mirip Twitter.</p>



<p>Kalau kasus Twitter vs Threads benar-benar dibawa ke persidangan dan terbukti kalau Threads hanya <em>copycat </em>dan sebuah upaya untuk memonopoli dunia media sosial, maka bisa jadi Threads tidak akan berumur panjang. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Sejauh ini, Penulis menikmati penggunaan Threads yang terasa segar berkat banyaknya teman-teman Penulis yang menggunakannya untuk berbagi berbagai macam hal dan tampilannya yang minimalis. </p>



<p>Mungkin yang pusing adalah mereka yang kerjanya di bidang media sosial, karena pekerjaan mereka otomatis akan bertambah (yang kemungkinan tidak diiringi dengan bertambahnya gaji). Semangat untuk mereka semua!</p>



<p>Memang ada perasaan pesimis kalau Threads akan menjadi fenomena sesaat saja, terutama jika kalah sidang melawan Twitter. Belajar dari tutupnya Helo yang dimiliki Bytedance, bukan tidak mungkin hal yang sama bisa terjadi terhadap Threads.</p>



<p>Namun, Meta sebagai perusahaan induk pasti telah menyiapkan berbagai strategi untuk membuat Threads bisa <em>survive</em>. Yang jelas, mereka sangat cerdik karena bisa memberikan hal yang tepat di waktu yang tepat, ketika Twitter dilanda banyak permasalahan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 7 Juli 2023, terinspirasi dari kemunculan aplikasi Threads</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.telegraph.co.uk/business/2023/07/06/threads-instagram-app-twitter-sign-up-download-celebrities/">The Telegraph</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.cbsnews.com/news/threads-zuckerberg-millions-of-signups-within-hours/">Zuckerberg claims tens of millions of Threads signups within hours of launch</a> &#8211; <a href="https://www.cbsnews.com/news/threads-zuckerberg-millions-of-signups-within-hours/">CBS News</a></li>



<li><a href="https://www.telegraph.co.uk/business/2023/07/06/threads-instagram-app-twitter-sign-up-download-celebrities/">What is Threads – and can it beat Twitter? &#8211; The Telegraph</a></li>



<li><a href="https://www.foxbusiness.com/technology/zuckerberg-says-threads-instagrams-new-twitter-like-app-launched-5-million-users-elon-musk-responds">Zuckerberg says Threads, Instagram&#8217;s new Twitter-like app, has 30 million users; Elon Musk responds</a> &#8211; <a href="https://www.foxbusiness.com/technology/zuckerberg-says-threads-instagrams-new-twitter-like-app-launched-5-million-users-elon-musk-responds">Fox Business</a></li>



<li><a href="https://variety.com/2023/digital/news/elon-musk-twitter-legal-threat-meta-instagram-threads-1235663115/">Elon Musk’s Twitter Threatens to Sue Meta Over Threads, Alleging Meta Hired ‘Dozens’ of Twitter Employees to Launch Copycat App; Meta Disputes Claim</a> &#8211; <a href="https://variety.com/2023/digital/news/elon-musk-twitter-legal-threat-meta-instagram-threads-1235663115/">Variety</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/threads-the-right-thing-at-the-right-time/">Threads: The Right Thing at the Right Time</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/threads-the-right-thing-at-the-right-time/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Metaverse adalah Distopia</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/metaverse-adalah-distopia/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/metaverse-adalah-distopia/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2021 15:09:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[distopia]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Meta]]></category>
		<category><![CDATA[metaverse]]></category>
		<category><![CDATA[Microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[sosial budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5394</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tanggal 28 Oktober kemarin, Facebook secara resmi mengganti namanya menjadi Meta. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg melalui acara Facebook Connect. Dari berbagai sumber, keputusan ini diambil karena nama Facebook seolah hanya merepresentasikan satu merek mereka. Padahal, Facebook memiliki banyak merek lain seperti WhatsApp dan Instagram. Tidak hanya itu, Zuckerberg juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/metaverse-adalah-distopia/">Metaverse adalah Distopia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada tanggal 28 Oktober kemarin, Facebook secara resmi mengganti namanya menjadi Meta. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg melalui acara Facebook Connect.</p>



<p>Dari berbagai sumber, keputusan ini diambil karena nama Facebook seolah hanya merepresentasikan satu merek mereka. Padahal, Facebook memiliki banyak merek lain seperti WhatsApp dan Instagram.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-1-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-5396" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-1-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-1-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-1-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-1.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Mark Zuckerberg dan Meta (<a href="https://www.theverge.com/2021/10/28/22745234/facebook-new-name-meta-metaverse-zuckerberg-rebrand">The Verge</a>)</figcaption></figure>



<p>Tidak hanya itu, Zuckerberg juga menjelaskan konsep <em><strong>metaverse</strong> </em>yang akan menurutnya akan menjadi lembaran baru untuk dunia internet. Bahkan, ia juga mengatakan kalau Facebook akan menjadi perusahaan <em>metaverse.</em></p>



<p>Menyusul Facebook, raksasa teknologi Microsoft juga mengumumkan akan membuat <em>metaverse </em>versinya sendiri. Mereka akan menerapkannya di aplikasi Microsoft Teams dan di masa depan akan diterapkan di konsol Xbox.</p>



<p>Sayangnya, Penulis melihat <em>metaverse </em>ini sebagai sesuatu yang patut untuk dikhawatirkan.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Apa Itu <em>Metaverse</em>?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5398" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Satya Nadella (<a href="https://www.windowscentral.com/microsoft-ceo-satya-nadella-discusses-metaverse-and-2021-work-norms">Windwos Central</a>)</figcaption></figure>



<p>Secara mudah, <em>metaverse </em>adalah sebuah dunia virtual di mana penggunanya bisa berinteraksi di dalamnya sama seperti di dunia nyata. Atau seperti kata CEO Microsoft Satya Nadella:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;The metaverse enables us to embed computing into the real world and to embed the real world into computing, bringing real presence to any digital space.&#8221;</p><p>&#8220;Metaverse memungkinkan kita untuk menanamkan komputasi ke dunia nyata dan untuk menanamkan dunia nyata ke dalam komputasi, membawa kehadiran nyata ke ruang digital mana pun.&#8221;</p></blockquote>



<p>Dengan mewabahnya pandemi Covid-19, banyak perusahaan yang akhirnya memutuskan agar karyawannya bekerja secara <em>remote </em>dari rumah. Bahkan, hal ini telah menjadi sesuatu yang normal dan dianggap lumrah.</p>



<p>Kita bisa melakukan rapat di kamar hanya dengan bermodalkan laptop dan berinteraksi dengan teman-teman kantor lainnya. <em>Metaverse </em>akan membawa kita melampaui hal tersebut.</p>



<p><em>Metaverse </em>akan membuat kita merasa berada di dalam sebuah ruang digital dengan alat bantu seperti <em>headset </em>VR. Kita juga bisa membuat avatar 3D sebagai representasi kita di dunia virtual tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5397" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sword Art Online (<a href="https://duniaku.idntimes.com/geek/culture/chiize/teknologi-fulldive-sao">Duniaku</a>)</figcaption></figure>



<p>Contoh mudah untuk membayangkan <em>metaverse </em>adalah melalui film <em><strong>The Matrix</strong></em> dan <em><strong>Ready Player One </strong></em>atau anime <em><strong>Sword Art Online</strong></em>. </p>



<p>Penulis tidak pernah menonton <em>Sword Art Online,</em> tapi tahu kalau ceritanya adalah sekelompok remaja yang bermain gim dengan menggunakan alat yang membuat kita merasa benar-benar berada di dalam gim tersebut.</p>



<p>Bahkan, sebenarnya ada beberapa gim VR yang membuat kita berada di dalam dunia digital sungguhan seperti <em>Beat Saber</em> dan <em>Half-Life Alyx.</em> Tidak hanya dari sisi <em>software</em>, <em>hardware </em>pendukung pun semakin berkualitas.</p>



<p>Kedengarannya <em>metaverse </em>adalah sesuatu yang menyenangkan, bukan? Masa depan teknologi yang terlihat begitu cerah. Sayangnya Penulis tidak bisa berpikir seperti itu.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><em>Metaverse </em>dan Distopia yang Dibuatnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5399" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Novel Snow Crash (<a href="https://reclaimthenet.org/snow-crash-tv-series-hbo/">Reclaim the Net</a>)</figcaption></figure>



<p>Istilah <em>metaverse </em>dianggap pertama kali muncul dari novel berjudul <em><strong>Snow Crash</strong> </em>karangan Neal Stephenson yang rilis pada tahun 1992. Sayangnya, novel tersebut bertema distopia dan itu bukan pertanda baik.</p>



<p>Menurut KBBI, distopia adalah:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Tempat khayalan yang segala sesuatunya sangat buruk dan tidak menyenangkan serta semua orang tidak bahagia atau ketakutan, lawan dari utopia&#8221;</p></blockquote>



<p>Di dalam novel tersebut, Stephenson menyebutkan bahwa, &#8220;… metaverse itu sendiri adalah tempat yang membuat ketagihan, penuh kekerasan, dan memungkinkan dorongan terburuk kita.”</p>



<p>Seperti yang kita ketahui bersama, tanpa <em>metaverse </em>pun kita sudah begitu ketagihan menghabiskan waktu di dunia maya, entah karena <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/alasan-kenapa-mindless-scrolling-adalah-pelarian-yang-buruk/"><em>scrolling </em>media sosial</a>, nonton YouTube, hingga bermain gim.</p>



<p>Bayangkan jika kita bisa merasakan apa yang kita dapatkan di media sosial, seolah-olah kita sedang berada di sana secara langsung, apa malah tidak membuat kita semakin betah dan ketagihan?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Media Sosial Itu Sangat Adiktif (<a href="https://www.healthline.com/health/social-media-addiction">Healthline</a>)</figcaption></figure>



<p>Banyak yang menjadikan media sosial sebagai &#8220;pelarian&#8221; dari dunia nyata. Mau pusing atau ada masalah seperti apapun, media sosial seolah selalu berhasil mengalihkan pikiran kita ke tempat lain.</p>



<p>Dengan adanya <em>metaverse</em>, kita benar-benar bisa kabur ke dunia virtual dan merasakannya secara nyata. Mungkin jika sesekali masih bisa dimaklumi, tapi bagaimana jika kita menjadi ketergantungan terhadapnya?</p>



<p>Selain itu, konsep hidup di dunia maya telah terbukti melahirkan orang-orang <em>toxic </em>yang merasa berani karena identitas mereka yang asli tertutupi oleh akun maya mereka. Jika mereka bisa muncul dengan avatar yang anonim, bukan tidak mungkin ke-<em>toxic</em>-an mereka akan semakin menjadi-jadi.</p>



<p>Bagaimana jika karena seringnya kita mengunjungi dunia virtual ini, kita akan mengalami kesulitan untuk membedakan mana dunia nyata dan dunia virtual? Bagaimana jika kita menolak hidup di dunia nyata dan memilih hidup di dunia &#8220;impian&#8221; yang tidak nyata?</p>



<p>Mungkin semua yang diutarakan di atas terdengar berlebihan dan terlalu paranoid, tapi Penulis merasa hal-hal tersebut bisa benar-benar terjadi, terutama jika kita tidak bijaksana dalam memanfaatkan teknologi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-6-1024x683.png" alt="" class="wp-image-5401" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-6-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-6-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-6-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-6.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Gambaran Avatar Kita di Metaverse (<a href="https://techcrunch.com/2021/11/02/microsoft-teams-gets-3d-animated-avatars-because-metaverse/">TechCrunch</a>)</figcaption></figure>



<p>Facebook dan Microsoft jelas memiliki sumber daya yang lebih cukup untuk membangun <em>metaverse </em>mereka sendiri. Mau diiklankan dengan bahasa seindah apapun, Penulis tetap sedikit merasa was-was dengannya.</p>



<p>Menurut Penulis pribadi, daripada harus membuat dunia virtual terasa nyata, <strong>kenapa kita tidak berusaha untuk memperbaiki dunia nyata yang sudah ada? </strong></p>



<p>Apakah dunia ini sudah begitu rusak sehingga kita perlu membuat dunia virtual terasa begitu indah? Apakah memang Bumi tempat kita tinggal ini sudah tidak bisa diperbaiki lagi?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-7-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5402" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-7-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-7-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-7-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/metaverse-adalah-distopia-7.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Serusak Itukah Realita Kita? (<a href="https://id.pinterest.com/pin/531776668475809237/">Pinterest</a>)</figcaption></figure>



<p>Tidak hanya itu, potensi <em>metaverse </em>yang bisa membuat penggunanya ketagihan juga membuat Penulis khawatir. <em>Metaverse </em>sangat bisa untuk menjadi tempat pelarian kita dari masalah yang dihadapi di dunia nyata.</p>



<p>Menjadikan dunia maya dan <em>metaverse </em>sebagai pelarian benar-benar ide yang sangat berbahaya. Kita tidak bisa terus kabur dan lari dari masalah. Masalah pasti akan selalu hadir, bahkan di dunia virtual sekalipun.</p>



<p>Penulis tidak tahu bagaimana masa depan <em>metaverse </em>ini selama beberapa tahun ke depan. Beberapa orang sudah menyebutkan kegelisahannya yang mirip dengan yang Penulis rasakan.</p>



<p>Kehadiran <em>metaverse </em>jelas tidak bisa kita hindari. Yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan diri kita agar jangan sampai kita yang dikendalikan oleh teknologi-teknologi distopia tersebut.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 3 November 2021, terinspirasi setelah membaca beberapa artikel seputar <em>metaverse</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.vice.com/en/article/v7eqbb/the-metaverse-has-always-been-a-dystopia">Vice</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.news18.com/news/buzz/mark-zuckerbergs-metaverse-inspired-by-dystopian-novel-snow-crash-twitter-thinks-so-4378457.html">Mark Zuckerberg&#8217;s &#8216;Metaverse&#8217; Inspired by Dystopian Novel &#8216;Snow Crash&#8217;? Twitter Thinks So (news18.com)</a></li><li><a href="https://www.vice.com/en/article/v7eqbb/the-metaverse-has-always-been-a-dystopia">The Metaverse Has Always Been a Dystopian Idea (vice.com)</a></li><li><a href="https://nianticlabs.com/blog/real-world-metaverse/">The Metaverse is a Dystopian Nightmare. Let’s Build a Better Reality. – Niantic (nianticlabs.com)</a></li><li><a href="https://medium.com/highstreet-market/all-the-different-ways-the-metaverse-is-being-built-today-c791245b4da4">All the Unique Ways the Metaverse is Being Built Today | by Travis Wu | Highstreet | Medium</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/metaverse-adalah-distopia/">Metaverse adalah Distopia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/metaverse-adalah-distopia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
