<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Palestina Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/palestina/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/palestina/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Jun 2024 15:28:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Palestina Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/palestina/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kok Bisa, ya, Masih Ada Orang yang Berusaha Membela Israel?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/kok-bisa-ya-masih-ada-orang-yang-berusaha-membela-israel/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/kok-bisa-ya-masih-ada-orang-yang-berusaha-membela-israel/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 May 2024 15:55:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[netizen]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[Rafah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7288</guid>

					<description><![CDATA[<p>Israel kembali memancing amarah banyak warga dunia setelah serangannya ke Rafah, Palestina. Bagaimana tidak, Rafah adalah tempat berlindung para warga Palestina yang harus menyingkir karena agresi yang dilancarkan oleh Israel selama tujuh bulan terakhir. Melansir dari Tirto, jumlah korban dari serangan tersebut mencapai 66 orang, di mana mayoritas merupakan anak-anak dan perempuan. Serangan ini seolah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kok-bisa-ya-masih-ada-orang-yang-berusaha-membela-israel/">Kok Bisa, ya, Masih Ada Orang yang Berusaha Membela Israel?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Israel kembali memancing amarah banyak warga dunia setelah serangannya ke Rafah, Palestina. Bagaimana tidak, Rafah adalah tempat berlindung para warga Palestina yang harus menyingkir karena agresi yang dilancarkan oleh Israel selama tujuh bulan terakhir.</p>



<p>Melansir dari <em><a href="https://tirto.id/serangan-ke-rafah-tewaskan-66-orang-apa-dalih-pm-israel-gY7y">Tirto</a></em>, jumlah korban dari serangan tersebut mencapai 66 orang, di mana mayoritas merupakan anak-anak dan perempuan. Serangan ini seolah menegaskan kalau tidak ada lagi tempat aman untuk warga Palestina di wilayahnya sendiri.</p>



<p>Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan sejak agresi militer dilancarkan oleh Israel di bulan Oktober tahun lalu, total korban jiwa yang sudah diderita Palestina sudah mencapai 36 ribu orang. Kalau ini tidak bisa dianggap sebagai kejahatan perang, entah istilah apa yang patut disematkan.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Israel yang Kebal Hukum</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7291" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Neraka Menantimu, Benjamin! (<a href="https://edition.cnn.com/2013/01/01/middleeast/benjamin-netanyahu-fast-facts/index.html">CNN</a>)</figcaption></figure>



<p>Perdana Menteri Israel, <strong>Benjamin Netanyahu</strong>, dengan entengnya mengatakan bahwa serangan tersebut “sesuatu yang tidak disengaja terjadi secara tragis.” Bagaimana ia dan Israel masih bisa lolos sanksi dari hukum internasional merupakan sesuatu yang mengejutkan sekaligus tidak mengejutkan.</p>



<p>Mengapa mengejutkan? Coba bandingkan dengan kasus invasi Rusia ke Ukraina. Saat itu, semua negara dengan <em>gercep </em>langsung memberikan berbagai sanksi berat ke Rusia. Bahkan, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/">pemilik Chelsea Roman Abramovic sampai harus menjual klubnya tersebut</a>.</p>



<p>Mengapa tidak mengejutkan? Karena sudah bertahun-tahun Israel melakukan kejahatan dan tidak pernah satu kali pun mendapatkan sanksi. Selama &#8220;kakak&#8221; mereka yang bernama Amerika Serikat pasang badan untuk mereka, maka Israel akan selalu lolos dari sanksi.</p>



<p>Hal ini tentu terasa tidak adil, bagaimana sebuah negara yang <a href="https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/">dari awal prosesnya sudah tidak benar bisa begitu semena-mena terhadap bangsa lain</a>. Sebuah negara, yang terus berbuat kejahatan mengerikan, bisa dibiarkan begitu saja.</p>



<p>Bahkan, secara menjijikkan ketika pos <strong>&#8220;All Eyes on Rafah&#8221;</strong> menjadi viral di seluruh dunia, tanpa merasa malu Israel membuat pos tandingan dengan tajuk <strong>&#8220;Where Were Your Eyes on October 7?&#8221;</strong> yang mengungkit serangan Hamas pada waktu itu.</p>



<p>Sikap yang kekanakan tersebut tentu menggelikan karena membuat Israel terlihat seperti anak kecil yang terus mengungkit satu kejadian. Padahal, serangan Hamas tersebut tidak akan terjadi seandainya Israel tidak pernah menjajah Palestina dari awal. </p>



<p>Serangan tersebut adalah konsekuensi dari apa yang Israel perbuat dari berpuluh-puluh tahun lalu. Kini, Israel justru merengek-rengek seolah mereka adalah korban yang paling tersakiti. <em>Playing victim </em>dari Israel benar-benar membuat Penulis merasa ingin muntah.</p>



<p>Namun, ada satu hal yang juga membuat Penulis merasa ingin muntah: <strong>masih adanya orang-orang yang berusaha membela Israel</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kok Bisa Masih Membela Israel?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7293" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bermasalah Sejak Awal Pendiriannya (<a href="https://mosaicmagazine.com/observation/israel-zionism/2021/09/whose-rights-did-israel-recognize-in-1948/">Mosaic Magazine</a>)</figcaption></figure>



<p>Di sini, Penulis tidak akan membahas Amerika Serikat dan negara-negara lain yang berada di belakang Israel. Yang Penulis maksudnya di sini adalah netizen, terutama netizen Indonesia, yang masih membela Israel dengan berbagai alasan tidak masuk akalnya.</p>



<p>Argumen yang dikeluarkan pun kurang lebih sama dengan apa yang dikeluarkan Israel: <strong>seandainya Hamas tidak melakukan serangan pada 7 Oktober, perang ini tidak akan terjadi.</strong> Orang yang berargumen seperti itu artinya <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-belajar-sejarah/">tidak pernah belajar sejarah dengan benar</a>.</p>



<p>Penulis sudah pernah membahas pada satu tulisan khusus mengenai <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/">sejarah konflik antara Israel dari Palestina</a>. Intinya, sejak didirikan Israel itu sudah bermasalah dan salah. Palestina hanya berusaha mempertahankan tanah airnya yang telah ditempati sejak lama.</p>



<p>Israel selalu berargumen kalau mereka adalah manusia yang telah dijanjikan untuk menempati tanah tersebut. Hal ini tentu konyol, karena bayangkan saja jika suku Indian asli meminta semua orang Amerika Serikat pergi dari tanah mereka. Mana mungkin mereka mau?</p>



<p>Mereka yang masih membela Israel ini merasa kalau konflik ini terjadi selama beberapa tahun terakhir. Padahal, konflik ini sudah berlangsung sejak tahun 1948, sejak Israel memproklamasikan kemerdekaannya di tanah orang seenaknya sendiri. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Yang Dukung Palestina Malah Ribut Sendiri Gara-gara Boikot</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7292" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/all-eyes-on-rafah-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Foto M. Shadow, Vokalis Avenged Sevenfold, Mengibarkan Bendera Israel</figcaption></figure>



<p>Selain masih ada yang membela Israel, netizen-netizen yang membela Palestina sendiri pun kadang malah ribut sendiri. Salah satu penyebab utamanya adalah <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pro-dan-kontra-boikot-produk-pendukung-israel/">pro-kontra produk yang berafiliasi dengan Israel</a>.</p>



<p>Banyak netizen yang pro boikot terus menyuarakan boikot di berbagai platform. Contoh paling segar adalah ketika Avenged Sevenfold menggelar konser di Jakarta. Ada netizen yang bertanya, &#8220;kok masih ada yang nonton <em>band </em>yang pro Israel?&#8221;</p>



<p>Tuduhan tersebut bukannya tanpa dasar. Pada salah satu konsernya, Avenged Sevenfold memang sempat mengibarkan bendera Israel, mungkin ketika mereka menggelar konser di sana. Penulis tidak menemukan info yang cukup untuk hal ini.</p>



<p>Nah, ketika ada yang berkomentar seperti itu, banyak netizen yang membalasnya dengan mengatakan &#8220;ngapain pakai Instagram, ini juga buatannya Yahudi&#8221; dan semacamnya. Mereka selalu melakukan <em>counter </em>dengan pola seperti itu, seolah menuduh yang boikot itu hipokrit.</p>



<p>Penulis berusaha berpikiran positif dengan menganggap kedua kubu sebenarnya sama-sama mendukung Palestina. Mereka hanya tidak sepakat dengan masalah boikot produk yang berafiliasi dengan Israel karena pertimbangannya masing-masing.</p>



<p>Hanya saja, Penulis merasa sedikit geram dengan cara mereka melakukan <em>counter</em>. Padahal, inti dari gerakan boikot tersebut adalah berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menggunakan produk yang pro Israel. Kalau ada yang belum bisa ditinggalkan, ya tidak apa-apa.</p>



<p>Analoginya, kalau ada orang Islam terus ditanya &#8220;katanya Islam, kok minum alkohol?&#8221; atau &#8220;katanya Islam, kok enggak pakai hijab?&#8221;, tentu akan ada perasaan jengkel, bukan? Ya, sama, boikot juga seperti itu, bertahap dan semampunya dulu, bukan masalah pilih-pilih.</p>



<p>Lantas, kalau belum bisa boikot 100%, apakah dilarang menyuarakan boikot karena dirinya sendiri belum sempurna? Ya, tidak juga, karena di Islam pun ada kewajiban untuk saling mengingatkan. Kalau mau diingatkan ya syukur, kalau enggak ya enggak masalah.</p>



<p>Pertanyaan seperti &#8220;kok masih ada yang nonton <em>band </em>yang pro Israel&#8221; mungkin bentuk menyuarakan boikot versi netizen. Hanya saja, memang menurut Penulis kalimat seperti itu bernada <em>nyinyir</em>, sehingga pesan yang ingin disampaikan justru jadi memancing keributan.</p>



<p>Penulis hanya menyayangkan energi yang seharusnya bisa difokuskan untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina malah dipakai untuk ribut karena perbedaan pandangan. Yang mau boikot silakan, yang enggak mau juga silakan. Mari kita maksimalkan dukungan untuk saudara-saudara kita di Palestina dengan apapun caranya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Ketika tulisan ini dibuat, ada kabar yang menyebutkan kalau International Criminal Court (ICC) telah mengeluarkan surat penangkapan ke Netanyahu dan beberapa petinggi Israel lainnya. Beberapa orang Hamas pun juga diberi surat penangkapan.</p>



<p>Netanyahu tentu tidak tinggal diam. Seperti biasa, ia mengadu ke &#8220;<em>big bro</em>&#8221; Amerika Serikat dan memintanya untuk menghukum ICC. Namun, untuk masalah yang satu itu tampaknya enggan dilakukan oleh Amerika Serikat.</p>



<p>Penulis sendiri merasa pesimis kalau Netanyahu dan Israel bisa diberi sanksi oleh siapapun. Apalagi kalau sampai Donald Trump berhasil menjadi presiden Amerika Serikat lagi, Penulis yakin Israel akan semakin semena-mena karena punya <em>backup </em>yang sangat kuat.</p>



<p>Mungkin tidak akan ada hukuman di dunia yang akan diterima oleh Israel. Namun, Penulis yakin kalau hukuman akhirat yang berat telah menanti mereka semua. Dunia memang bukan tempat untuk keadilan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 30 Mei 2024, terinspirasi setelah melihat betapa kejinya serangan Israel ke Rafah dan merasa heran dengan orang-orang yang masih mendukung Israel</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://time.com/6983344/all-eyes-on-rafah-ai-post-viral/">TIME</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/research/20240530123431-128-542429/all-eyes-on-rafah-36000-orang-tewas-karena-keganasan-israel">All Eyes on Rafah: 36.000 Orang Tewas Karena Keganasan Israel (cnbcindonesia.com)</a></li>



<li><a href="https://tirto.id/serangan-ke-rafah-tewaskan-66-orang-apa-dalih-pm-israel-gY7y">Serangan ke Rafah Tewaskan 66 Orang, Apa Dalih PM Israel? (tirto.id)</a></li>



<li><a href="https://international.sindonews.com/read/1380677/41/icc-akhirnya-minta-pm-israel-benjamin-netanyahu-ditangkap-atas-kejahatan-perang-di-gaza-1716249916">ICC Akhirnya Minta PM Israel Benjamin Netanyahu Ditangkap atas Kejahatan Perang di Gaza (sindonews.com)</a></li>



<li><a href="https://www.cnnindonesia.com/internasional/20240530202915-120-1103984/pm-israel-netanyahu-kecewa-berat-ke-as-karena-ogah-sanksi-icc">PM Israel Netanyahu Kecewa Berat ke AS karena Ogah Sanksi ICC (cnnindonesia.com)</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kok-bisa-ya-masih-ada-orang-yang-berusaha-membela-israel/">Kok Bisa, ya, Masih Ada Orang yang Berusaha Membela Israel?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/kok-bisa-ya-masih-ada-orang-yang-berusaha-membela-israel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pro dan Kontra Boikot Produk (Pendukung) Israel</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/pro-dan-kontra-boikot-produk-pendukung-israel/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/pro-dan-kontra-boikot-produk-pendukung-israel/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2023 00:19:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[boikot]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6966</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semenjak serangan Hamas yang terjadi pada tanggal 7 Oktober 2023 silam, tensi dunia terhadap konflik yang berkepanjangan antara Palestina dan Israel pun meninggi. Banyaknya korban yang berjatuhan membuat aksi protes terjadi di mana-mana. Salah satu gerakan yang paling masif dilakukan adalah BDS Movement, yang merupakan singkatan dari Boycott, Divestment, Sanction. Ini sudah terjadi di berbagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pro-dan-kontra-boikot-produk-pendukung-israel/">Pro dan Kontra Boikot Produk (Pendukung) Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Semenjak serangan Hamas yang terjadi pada tanggal 7 Oktober 2023 silam, tensi dunia terhadap <a href="https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/">konflik yang berkepanjangan antara Palestina dan Israel</a> pun meninggi. Banyaknya korban yang berjatuhan membuat aksi protes terjadi di mana-mana.</p>



<p>Salah satu gerakan yang paling masif dilakukan adalah <strong>BDS Movement</strong>, yang merupakan singkatan dari <strong>Boycott, Divestment, Sanction</strong>. Ini sudah terjadi di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia sendiri yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak.</p>



<p>Namun, boikot yang dilakukan terhadap produk-produk pendukung Israel menuai pro dan kontra. Ada yang menganggap ini sebagai bentuk keberpihakan, ada yang menganggap ini tidak berpengaruh dan hanya menyusahkan tenaga kerja kita sendiri</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner.jpg 1280w " alt="Maskulinitas pada Musik Dewa" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Maskulinitas pada Musik Dewa</a></div></div></div><p></p>


<p>Dalam tulisan kali ini, Penulis akan memberikan berbagai perspektif yang sudah dirinya pelajari dalam beberapa waktu terakhir ini. <em><strong>Disclaimer</strong></em>, tulisan ini tidak bertujuan untuk menggiring opini para Pembaca sekalian.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga tidak akan membahas mengenai penyebab konflik Palestina dan Israel karena sudah pernah menuliskannya di tulisan lain. Untuk Pembaca yang belum sempat membacanya, tautannya Penulis letakkan di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-whathefan wp-block-embed-whathefan"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="noKlFui5b9"><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/">Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel</a></blockquote><iframe loading="lazy" class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted"  title="&#8220;Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel&#8221; &#8212; Whathefan!" src="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/embed/#?secret=mrMOZimwTj#?secret=noKlFui5b9" data-secret="noKlFui5b9" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Itu Boikot dan Mengapa Dilakukan?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6970" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Aksi Seruan Boikot (<a href="https://theintercept.com/2017/07/20/j-street-a-reliable-foe-of-bds-urges-congress-to-oppose-israel-anti-boycott-act-for-now/">The Intercept</a>)</figcaption></figure>



<p>Secara sederhana, boikot adalah sebuah <strong>aksi yang dilancarkan oleh sejumlah massa untuk tidak membeli sebuah produk buatan atau yang berafiliasi dengan pihak yang diboikot</strong>. Dalam kasus ini, boikot ditargetkan kepada produk-produk buatan Israel dan yang mendukung Israel.</p>



<p>Boikot bisa dikatakan sebagai langkah untuk menekan Israel dari segi ekonomi atas tindakannya yang semakin menekan Gaza setelah serangan Hamas, dengan dalih ingin memberantas pasukan Hamas sampai ke akarnya.</p>



<p>Alhasil, sejumlah produk yang secara terang-terangan mendukung Israel pun mulai terkena dampaknya. Beberapa gerai makanan cepat saji di negara mayoritas muslim seperti Timur Tengah terlihat sepi, bahkan nyaris kosong.</p>



<p>Di Indonesia sendiri, dari yang sejauh Penulis amati baik di sekelilingnya maupun di media sosial, ajakan gerakan boikot ini juga terjadi cukup masif. Apalagi, telah beredar nama-nama produk yang masuk ke dalam daftar boikot.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Boikot Efektif?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-3-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6971" style="width:740px;height:auto" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-3-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-3-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-3-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-3.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Apakah Boikot Efektif? (<a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.middleeastmonitor.com%2F20231107-boycott-campaign-against-pro-israel-companies-is-sweeping-the-arab-world%2F&amp;psig=AOvVaw1NDgcxcSu4tYSSfIOX_bDC&amp;ust=1701216351418000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CAUQjB1qFwoTCOjntPSy5YIDFQAAAAAdAAAAABBQ">Middle East Monitor</a>)</figcaption></figure>



<p>Lantas, apakah boikot benar-benar efektif? Penulis, hingga artikel ini ditulis, belum menemukan data yang menjelaskan berapa kerugian yang diderita oleh Israel semenjak adanya boikot ini.</p>



<p>Namun, sebagian orang berpendapat kalau boikot ini memang sejak awal tidak menargetkan untuk melemahkan ekonomi Israel yang sejatinya cukup kuat dan mendapatkan <em>backing</em>-an dari negara-negara Barat. <strong>Boikot ini adalah tentang keberpihakan</strong>.</p>



<p>Penulis membuat analogi seperti ini. Misal Penulis memiliki dua orang tetangga, yang satu sahabat Penulis dan yang satu lagi pemilik toko kelontong. Penulis sering membeli di toko tersebut. Akan tetapi, suatu ketika si pemilik toko berkonflik dan menyerang sahabat Penulis.</p>



<p>Merasa tidak terima, Penulis pun memutuskan untuk tidak membeli lagi di toko tersebut. Penulis melakukan boikot karena solidaritas kepada sahabat Penulis yang disakiti. Toko tersebut kehilangan satu konsumennya atas konsekuensi yang dilakukan pemiliknya.</p>



<p>Lantas, apakah toko tersebut akan menjadi bangkrut begitu saja? Tentu tidak, karena masih ada banyak pembeli lainnya yang tetap membeli di sana karena berbagai alasan seperti harganya yang terjangkau. Penulis tidak lagi membeli di sana karena berpihak ke sahabatnya.</p>



<p>Itu pula yang terjadi saat ini di antara konflik Palestina dan Israel. Kaum Pro-Palestina melakukan boikot terhadap produk-produk yang menyatakan dukungan kepada Israel secara terang-terangan dan memberikan bantuan dalam peperangan.</p>



<p>Apa yang dilakukan oleh mereka adalah <strong>bentuk solidaritas kepada Palestina</strong>. &#8220;Karena kamu mendukung Israel yang merupakan musuh Palestina, maka kami tidak akan membeli lagi produk-produkmu,&#8221; kurang lebih seperti itu premisnya.</p>



<p>Kalaupun ada yang berniat ingin melumpuhkan ekonomi Israel, ya tidak apa-apa. Ketika Nabi Ibrahim dibakar, sekelompok semut berusaha memadamkannya dengan tenaganya yang kecil, menyiprat-nyipratkan air ke api tersebut.</p>



<p>Usaha mereka pun ditertawakan oleh burung gagak karena dianggap tidak akan memberikan pengaruh apa-apa. Namun, semut berkata, &#8220;Walaupun upayaku ini tidak terlalu berdampak, setidaknya Allah tahu di mana kami berpihak.&#8221;</p>



<h2 class="wp-block-heading">Boikot kok Pilih-Pilih?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6969" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Beberapa Produk yang Kerap Diserukan untuk Diboikot (<a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DLMoxTdpEXCE&amp;psig=AOvVaw1NDgcxcSu4tYSSfIOX_bDC&amp;ust=1701216351418000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CAUQjB1qFwoTCOjntPSy5YIDFQAAAAAdAAAAABA0">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Bagi mereka yang kontra terhadap boikot, sering muncul pertanyaan, &#8220;Kalau begitu, boikot semuanya dong, jangan pilih-pilih!&#8221; Sebenarnya ekspresi ini wajar saja, di mana pihak pro-boikot dituntut untuk menunjukkan konsistensinya.</p>



<p>Seperti yang kita tahu, produk-produk teknologi dan digital seperti Google, Microsoft, Meta (Facebook) juga menjadi salah satu pendukung Israel yang paling vokal. Namun, produk-produk mereka masih digunakan untuk mereka yang mengklaim dirinya pro-boikot.</p>



<p>Mengutip dari berbagai ustaz yang Penulis lihat di media sosial (yang merupakan buatan Meta dan Google), pada dasarnya boikot yang dilakukan ini adalah <strong>meminimalisir penggunaan produk yang menjadi pendukung Israel</strong>.</p>



<p>Harus diakui kalau ada banyak sektor yang di mana kita sangat tergantung padanya. Contoh gampangnya adalah Instagram dan YouTube yang sudah menjadi keseharian kita. Apakah ada media lain yang sebanding dan bisa menggantikannya? Sampai saat ini belum ada.</p>



<p>Contoh lainnya adalah Windows buatan Microsoft atau Android buatan Google. Apakah ada sistem operasi alternatif yang bisa jadi penggantinya? Belum ada. Lantas, apakah kita bisa hidup tanpa produk tersebut? Bagi sebagian orang termasuk Penulis, jawabannya tidak.</p>



<p>Mengutip perkataan kawan Penulis, kita bisa menggunakan produk-produk tersebut untuk menyerukan kebaikan. Kita buat hal yang bermanfaat atau bahkan menyerukan kemerdekaan Palestina menggunakan media-media tersebut.</p>



<p>Nah, kalau sudah ada produk yang sebanding, maka para pro-boikot menganjurkan untuk menggantinya. Lebih baik lagi kalau <strong>menggantinya dengan produk-produk lokal</strong>, hitung-hitung mendukung produk buatan negeri sendiri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lantas, Bagaimana dengan Nasib Pekerja?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6972" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pekerja di Salah Satu Perusahaan yang Sedang Diboikot (<a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Ffortune.com%2F2014%2F07%2F29%2Fmcdonalds-worker-rights-wages-nlrb%2F&amp;psig=AOvVaw2NViYDUdm8cZ_TL8GOQ2xG&amp;ust=1701216806436000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CAUQjB1qFwoTCJiD4M205YIDFQAAAAAdAAAAABAE">Fortune</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu dilema yang dihadapi oleh pro-boikot adalah <strong>dampak yang diterima oleh para pekerjanya</strong>, yang notabene menggantungkan hidup melalui produk-produk yang diboikot. Padahal, mereka semua belum tentu menjadi pendukung Israel.</p>



<p>Jika boikot berlangsung masif, bukan tidak mungkin omset perusahaan akan menurun yang akan memicu <em>layoff </em>besar-besaran. McDonald&#8217;s di Mesir mengatakan penjualan turun hingga 70%, sedangkan di Malaysia turun di kisaran 20%.</p>



<p>Harus diakui kalau boikot akan memengaruhi kehidupan banyak orang. Penulis pernah menemukan sebuah curhatan dari abang Grab yang mengatakan pendapatannya menurut drastis karena aksi boikot ini, apalagi Grab juga jadi salah satu sasaran boikot.</p>



<p>Namun, ini opini pribadinya, Penulis meyakini kalau <strong>rezeki itu diatur Tuhan, bukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut</strong>. Penulis meyakini kalau Tuhan tidak akan diam saja jika boikot ini sampai membuat banyak saudara kita kehilangan pekerjaan.</p>



<p>Ketika kita melakukan boikot terhadap sebuah produk, otomatis kita akan beralih ke produk lain. Jadi, secara hitung-hitungan matematis sebenarnya kebutuhan masyarakat tidak berkurang, hanya berpindah saja.</p>



<p>Idealnya, ketika kita beralih ke produk lain (termasuk produk lokal), maka omset mereka naik. Karena <em>demand </em>naik, maka mereka akan membuka lowongan-lowongan pekerjaan baru. Ini memang <em>too good to be true </em>dan utopis, tapi Penulis meyakini kalau hal ini bisa terjadi.</p>



<p>Mungkin ada yang beranggapakan kalau Penulis bisa ngomong seenteng itu karena tidak bekerja di sana, dan itu ada benarnya. Jika Penulis bekerja di sana dan terancam terkena <em>layoff </em>karena boikot, mungkin Penulis tidak akan berpikir setenang itu.</p>



<p>Namun, sejauh yang Penulis temukan lewat media sosial, justru mereka yang bekerja di sana terlihat lebih legawa. Abang Grab yang Penulis sebutkan tadi justru berkata dirinya ikhlas karena itu bagian dari perjuangannya mendukung Palestina.</p>



<p>Dalam kasus lain, beberapa toko kelontong dan swalayan memutuskan untuk tidak menjual (bahkan membuang) produk-produk yang masuk ke dalam daftar boikot sebagai bentuk dukungan nyata mereka ke Palestina (walau ada yang tidak setuju karena jadi mubazir).</p>



<p>Pasti akan ada yang mengeluh mengapa di saat pekerjaan susah didapatkan seperti sekarang, kita justru membuat mereka kehilangan pekerjaan. Tak sedikit yang menuntut kepada pendukung boikot untuk &#8220;bertanggung jawab&#8221; atas hilangnya pekerjaan mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jika sudah membaca sampai sini, mungkin para Pembaca akan menyimpulkan <strong>Penulis pro-boikot</strong>, dan itu memang benar. Jadi Penulis minta maaf jika Pembaca merasa opininya digiring, meskipun di atas sudah ada <em>disclaimer </em>kalau tidak ada niatan ke sana.</p>



<p>Yang perlu Pembaca ketahui, <strong>awalnya Penulis pun tidak pro-boikot</strong>. Sudah dampaknya tidak seberapa, yang kena getahnya justru masyarakat kita sendiri karena mereka berpotensi kehilangan pekerjaannya. </p>



<p>Hanya saja, semakin Penulis mendalami masalah perboikotan ini, hati nurani Penulis semakin terdorong untuk mendukung boikot yang sebenarnya bisa dianggap sebagai aksi paling damai dibandingkan mengangkat senjata yang belum tentu kita mampu. </p>



<p>Memang masih banyak aksi lain yang bisa kita lakukan untuk mendukung Palestina, seperti bersuara di media sosial dan memberikan sumbangan semampunya. Namun, tidak ada salahnya juga untuk menunjukkan keberpihakan kita dengan mendukung boikot.</p>



<p>Penulis juga berusaha mendengar bagaimana pendapat para ahli agama yang jelas iman dan ilmunya lebih tinggi dari Penulis. Karena mayoritas mendukung boikot, maka Penulis pun semakin mantap untuk pro-boikot.</p>



<p>Lantas, apakah yang kontra dengan boikot itu salah? <strong>Jelas tidak sama sekali</strong>. Mereka juga punya pertimbangan masing-masing yang Penulis yakini juga didasari atas kebaikan dan kemanusiaan.</p>



<p>Oleh karena itu, silakan mau pro ataupun kontra terhadap gerakan boikot produk-produk Israel dan pendukungnya. Mari kita saling menghargai pilihan masing-masing <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-sih-harus-judgemental/">tanpa menghakimi</a> dan merasa dirinya yang paling benar. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Foto Banner: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.middleeastmonitor.com%2F20230915-uk-trade-union-backs-boycott-of-israel-settlement-project%2F&amp;psig=AOvVaw3WmHL1fXbPRuGRNNOPscIa&amp;ust=1701211059956000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CAUQjB1qFwoTCJiqtZmf5YIDFQAAAAAdAAAAABAJ">Middle East Monitor</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.reuters.com/business/retail-consumer/boycott-campaigns-over-gaza-war-hit-western-brands-some-arab-countries-2023-11-22/">Boycott campaigns over Gaza war hit Western brands in some Arab countries &#8211; Reuters</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pro-dan-kontra-boikot-produk-pendukung-israel/">Pro dan Kontra Boikot Produk (Pendukung) Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/pro-dan-kontra-boikot-produk-pendukung-israel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sedikit Opini tentang Konflik Palestina-Israel</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 May 2021 14:55:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[penjajahan]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4983</guid>

					<description><![CDATA[<p> “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Pembukaan Undang-undang dasar 1945 Sebelumnya, Penulis sudah menuliskan sedikit tentang Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel. Walaupun tidak bisa 100%, Penulis berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap obyektif pada tulisan tersebut. Nah, kalau tulisan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/">Sedikit Opini tentang Konflik Palestina-Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p> “Bahwa sesungguhnya <strong>kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa</strong>, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”</p><cite>Pembukaan Undang-undang dasar 1945</cite></blockquote>



<p>Sebelumnya, Penulis sudah menuliskan sedikit tentang <em><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/">Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel</a></em>.  Walaupun tidak bisa 100%, Penulis berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap obyektif pada tulisan tersebut.</p>



<p>Nah, kalau tulisan yang satu ini bisa dipastikan 100% bersifat subyektif. Penulis akan mengungkapkan opini pribadinya tentang konflik Palestina-Israel sejujur mungkin.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dalih Israel Mengambil Tanah Palestina</h2>



<p>Di awal tulisan, Penulis mengutip pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang selalu kita dengarkan ketika upacara bendera di hari Senin. Kalaupun tidak bisa menghafal seluruh pembukaan, setidaknya kita akan ingat kalimat pertamanya.</p>



<p>Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Penjajahan, dalam bentuk apapun, harus dilenyapkan dari muka bumi ini. Dalam kasus Palestina-Israel, menurut Penulis Israel telah berperan sebagai penjajah yang datang ke tanah orang.</p>



<p>Penulis telah menonton satu video di YouTube, di mana orang Israel diberi satu pertanyaan sederhana: Mengapa mereka mencuri tanah dari orang Palestina.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Jewish Settlers: Why do you steal Palestinian land?" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/yHRuULJ97vQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jawabannya mereka seragam. Semua menolak disebut mencuri tanah orang dan berdalih bahwa tanah tersebut merupakan <strong>&#8220;Tanah Perjanjian&#8221;</strong> yang diberikan kepada Tuhan untuk mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Analogi Tanah Pemberian Tuhan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4985" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Orang Indian (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="http://thegrandmalogbook.blogspot.com/2019/02/geronimo-one-who-yawns-apache-tribe.html">&#8212; THE GRANDMA&#8217;S LOGBOOK &#8212;</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis menghargai keyakinan bangsa Israel tentang Tanah Perjanjian tersebut. Hanya saja, Penulis menganggap di dalam hukum internasional yang serba plural, kita tidak bisa memaksakan keyakinan kita kepada bangsa lain, apalagi sampai mengusir mereka dari rumahnya sendiri.</p>



<p>Seandainya bangsa Indian meminta tanah di California karena menurut keyakinan mereka itu adalah tanah leluhur yang dijanjikan Tuhan mereka, apakah Amerika Serikat akan secara sukarela memberikan tanah tersebut kepada mereka?</p>



<p>Atau seandainya bangsa Aborigin meminta tanah di Sydney karena itu adalah tanah suci mereka, apakah Australia dan Inggris rela melepas kota tersebut hanya karena keyakinan sebuah kelompok?</p>



<p>Padahal, nyatanya mereka jelas-jelas penduduk asli sana. Mereka yang diusir dari kampung halamannya sendiri ketika orang-orang Barat memulai masa-masa ekspedisi mereka. Akan tetapi, tidak ada satupun dari mereka yang mendapatkan keistimewaan yang didapatkan oleh Israel.</p>



<p>Dunia ini penuh dengan konspirasi. Kita secara tidak sadar dikendalikan oleh orang-orang yang memiliki ambisi dunia dan ingin kita bergerak sesuai dengan keinginan mereka. Israel bisa lahir karena mereka memang ingin Israel lahir di Timur Tengah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tamu yang Tidak Tahu Diri</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4986" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Holocaust (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.bbc.com/news/world-europe-50743973">BBC</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu alasan mengapa Theodor Herzl menyebarkan Zionisme adalah karena tingginya sikap anti-semitisme masyarakat dunia. <a href="https://whathefan.com/animekomik/antara-eren-thanos-dan-hitler/">Genosida yang dilancarkan oleh Hitler</a> makin meyakinkan mereka untuk membuat negara Yahudi sendiri.</p>



<p>Hanya saja, tanah yang mereka inginkan adalah tanah yang sudah dihuni oleh bangsa lain. Setelah kejatuhan Kesultanan Ottoman dan wilayah mereka dikuasai oleh Inggris, bangsa Palestina sudah ingin menjadi negara merdeka dan berdaulat.</p>



<p>Bangsa Yahudi yang sudah pernah mengalami bagaimana rasanya diusir dari rumah sendiri harusnya tahu bagaimana sakitnya diperlakukan secara demikian. Peristiwa genosida yang menghabisi 6 juta orang Yahudi seharusnya membuat mereka memiliki empati yang tinggi.</p>



<p>Ternyata tidak. Mereka bersikukuh dengan konsep Zionisme dari Herzl dan ingin mendirikan negara Yahudi di tanah Palestina. Mereka melobi Inggris dan bantuan pun datang. Jalan mereka untuk memiliki negara Yahudi semakin mulus setelah Perang Dunia II berakhir.</p>



<p>Migrasi orang Yahudi ke daerah Palestina makin lama makin tinggi. Ibarat tamu yang tidak tahu diri, mereka membawa serombongan keluarga besar untuk bertamu dan menghabiskan makanan milik tuan rumah.</p>



<p>Israel kerap protes serangan bangsa Palestina (seringnya lewat Hamas) ke negaranya. Jika dianalogikan, ini seperti Belanda memprotes tentara Indonesia yang menyerang benteng mereka. Padahal, keberadaan mereka di sana saja sudah menyalahi banyak aturan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Konflik Palestina-Israel akan Berakhir?</h2>



<p>Penulis tidak tahu bagaimana konflik antara Palestina dan Israel akan berakhir. Perundingan damai telah dilakukan setidaknya lima kali. Penawaran konsep dua negara juga selalu ditolak oleh Palestina dan itu wajar. Kita juga tidak ingin berbagi wilayah dengan Belanda.</p>



<p>Rasanya, hanya kiamat yang bisa menghentikan konflik ini. Palestina hanya ingin diakui sebagai negara dan Israel angkat kaki dari wilayah mereka. Israel bersikukuh ingin menjadi negara Yahudi di tanah yang dijanjikan oleh Tuhan mereka.</p>



<p><em>Negaranya sendiri aja belum beres kok sok-sokan mau ngurus negara lain!</em></p>



<p>Ya, negara kita memang memiliki masalah yang tidak kalah kompleks. Walaupun begitu, bukan berarti kita harus tutup mata atas kejadian yang menimpa bangsa lain. Kalau tidak bisa membantu dengan mengangkat senjata, setidaknya doakan lah yang terbaik untuk mereka.</p>



<p>Penulis membuat ringkasan konflik Palestina-Israel juga sebagai bentuk kepeduliannya, walau memang efeknya hampir tidak ada sama sekali. Harapannya, tulisan Penulis bisa sedikit memberi pengetahuan tentang akar permasalahan dari konflik ini.</p>



<p>Setidaknya, Penulis melakukan apa yang bisa Penulis lakukan. Penulis berbuat sesuatu sesuai dengan kapasitasnya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 21 Mei 2021, terinspirasi setelah mempelajari konflik Palestina-Israel</p>



<p>Foto: <a href="https://www.reuters.com/world/middle-east/reactions-israeli-palestinian-fighting-2021-05-12/">Reuters</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/">Sedikit Opini tentang Konflik Palestina-Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 May 2021 13:59:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4976</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa minggu terakhir, konflik antara Palestina dan Israel kembali memanas. Ada banyak penyebabnya, Penulis sendiri tidak begitu tahu mana yang jadi pemantik utamanya. Kemungkinan besar adalah adanya sabotease Israel terhadap masjid Al-Aqsa. Hanya saja, Penulis jadi merasa penasaran atas konflik yang telah berlangsung puluhan tahun ini. Apa sebenarnya akar permasalahannya? Mengapa Israel menduduki tanah Palestina? [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/">Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa minggu terakhir, konflik antara Palestina dan Israel kembali memanas. Ada banyak penyebabnya, Penulis sendiri tidak begitu tahu mana yang jadi pemantik utamanya. Kemungkinan besar adalah adanya sabotease Israel terhadap masjid Al-Aqsa.</p>



<p>Hanya saja, Penulis jadi merasa penasaran atas konflik yang telah berlangsung puluhan tahun ini. Apa sebenarnya akar permasalahannya? Mengapa Israel menduduki tanah Palestina? Apa yang menjadi dasar Israel bisa menjadi sebuah negara dan diakui dunia?</p>



<p>Atas dasar itulah Penulis melakukan riset kecil-kecilan dengan menonton beberapa video di YouTube. Video-video tersebut menjadi sumber utama artikel kali ini, artikel tentang sejarah singkat konflik Palestina-Israel.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Theodor Herzl dan Zionisme</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4981" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Theodor Herzl (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.myjewishlearning.com/article/theodor-herzl/">My Jewish Learning</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika ditarik ke belakang, bangsa Yahudi memiliki sejarah yang begitu panjang hingga ke zaman para nabi. Singkat cerita, banyak orang Yahudi yang harus meninggalkan tanah Palestina dan tersebar ke berbagai penjuru dunia karena berbagai konflik yang terjadi.</p>



<p>Di akhir tahun 1800-an, tanah Palestina secara <em>de jure </em>berada di wilayah kekuasaan Kesultanan Ottoman. Di wilayah tersebut, orang Muslim, Nasrani, dan Yahudi hidup berdampingan secara relatif damai.</p>



<p>Lantas, seorang tokoh Austria-Hungarian bernama <strong>Theodor Herzl</strong> memperkenalkan ide <strong>Zionisme</strong>, sebuah konsep negara Yahudi di tanah leluhur mereka, Palestina. </p>



<p>Alasannya, menurut kitab kepercayaan mereka tanah tersebut adalah tanah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka. Nenek moyang mereka berasal dari sana dan pernah tinggal di sana.</p>



<p>Salah satu latar belakang ideologi ini adalah rasisme dan tingginya sikap antisemitisme masyarakat dunia terhadap orang-orang keturunan bangsa Yahudi. Mereka merasa harus memiliki negara sendiri agar merasa aman dan terlindungi.</p>



<p>Inilah cikal bakal dari berdirinya negara Israel dan mengapa mereka memilih wilayah Palestina di Timur Tengah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kejatuhan Kesultanan Ottoman</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarang-singkat-konflik-palestina-israel-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4978" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarang-singkat-konflik-palestina-israel-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarang-singkat-konflik-palestina-israel-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarang-singkat-konflik-palestina-israel-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarang-singkat-konflik-palestina-israel-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Wilayah Kekuasaan Ottoman (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://quizizz.com/admin/quiz/6066e2f1d9f9b7001bce20ce/the-golden-era">Quizizz</a>)</figcaption></figure>



<p>Beberapa tahun berselang setelah Herzl mengungkapkan teorinya, Perang Dunia I. <strong>Kesultanan Ottoman </strong>ternyata bersatu dengan Jerman dan Austro-Hungaria sebagai Blok Sentral. Mereka melawan Blok Sekutu yang beranggotakan Inggris, Prancis, dan lainnya.</p>



<p>Setelah perang berkecamuk, Blok Sentral harus menderita kekalahan. Kesultanan Ottoman hancur hampir tak bersisa. Wilayahnya dicaplok pemenang perang, termasuk Palestina yang saat itu dikuasai oleh Inggris.</p>



<p>Orang-orang Yahudi pun bernegosiasi, meminta agar impian mereka mendirikan negara Yahudi di Palestina dapat terwujud dengan bantuan Inggris. Permintaan tersebut dikabulkan, sehingga setelah Perang Dunia I banyak orang-orang Yahudi yang bermigrasi ke Palestina.</p>



<p>Bangsa Palestina saat itu juga tengah berusaha mengusir Inggris dari tanah mereka. Sama seperti bangsa terjajah lainnya, mereka menginginkan kemerdekaan dan berdiri di atas kaki mereka sendiri.</p>



<p>Sayangnya hingga Perang Dunia II berakhir, kemerdekaan itu tak kunjung mereka dapatkan. Justru, mereka harus rela ada bangsa lain yang &#8220;baru datang&#8221; langsung diakui sebagai negara.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kelahiran Negara Israel</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4980" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Wilayah Israel dan Palestina (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://voi.id/en/memori/21331/the-history-of-the-division-of-palestinian-territories-that-israel-continues-to-violate">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p><em>United Nations </em>alias Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) lahir di tahun 1945 setelah organisasi sebelumnya, <em>League of Nation</em> (Liga Bangsa-Bangsa), dianggap gagal menjalankan salah satu fungsinya sebagai penjaga kedamaian dunia.</p>



<p>Nah, salah satu hal pertama yang dilakukan oleh PBB adalah menyelesaikan konflik di tanah Palestina antara bangsa Arab dan Yahudi sebagai pendatang. </p>



<p>Pada tahun 1947, mereka memutuskan untuk membagi wilayah Palestina menjadi dua bagian, satu untuk orang-orang Yahudi dan satu untuk bangsa Arab. Satu tahun kemudian pada tahun 1948, <strong>Israel </strong>memproklamasikan kemerdekaannya dan diakui oleh PBB.</p>



<p>Nah, proklamasi inilah yang memantik emosi bangsa Palestina dan bangsa Arab lainnya. Perang pun tak terhindarkan yang berhasil dimenangkan oleh Israel. Wilayah Palestina yang sudah dibagi oleh PBB seolah menjadi tak berlaku, Israel memperluas wilayahnya dengan memakan &#8220;jatah&#8221; bangsa Palestina.</p>



<p>Semenjak itu, perang seolah menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Negara-negara tetangga seperti Mesir dan Suriah sempat memerangi Israel (dikenal dengan nama Perang Enam Hari), tetapi lagi-lagi Israel berhasil memenangkan peperangan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perlawanan Palestina</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4979" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Yasser Arafat (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.gettyimages.fi/detail/news-photo/palestinian-leader-yasser-arafat-waves-15-october-2001-upon-news-photo/51391303">Getty Images</a>)</figcaption></figure>



<p>Semenjak pemisahan wilayah yang dilakukan oleh PBB pada tahun 1947, bangsa Palestina terbagi menjadi ke dua wilayah: Jalur Gaza dan Tepi Barat (<em>West Bank</em>). Hanya saja, wilayah ini pun makin ke sini makin dicaplok oleh Israel yang ingin memperluas wilayahnya.</p>



<p>Bangsa Palestina jelas tidak diam saja melihat wilayahnya makin lama makin habis. <em>Palestine Liberation Organization</em> (PLO) berdiri pada tahun 1964. Salah satu tokohnya yang paling terkenal adalah <strong>Yasser Arafat</strong>, yang nantinya juga menjadi pemimpin PLO. </p>



<p>Organisasi ini mengupayakan kemerdekaan mutlak untuk bangsa Palestina, termasuk melakukan penyerangan terhadap Israel. Gelombang serangan masif yang pertama adalah <strong>Intifada pertama</strong> yang terjadi pada tahun 1987 sampai 1993. <strong>Intifada kedua</strong> terjadi pada tahun 2000 sampai 2005. </p>



<p>Selain kedua penyerangan tersebut, masih ada banyak perlawanan yang dilakukan oleh Palestina demi mendapatkan hak mereka yang direbut secara paksa. Hanya saja, sampai saat ini Israel masih berdiri kukuh di atas tanah mereka.</p>



<p>Ada upaya damai yang berusaha dilakukan, seperti <strong>Perjanjian Camp David</strong> pada tahun 1978 dan <strong>Perjanjian Oslo</strong> yang dilakukan pada tahun 1993. Hanya saja, efek damai yang diharapkan tidak pernah muncul.</p>



<p>Israel beberapa kali menawarkan &#8220;kemerdekaan&#8221; untuk Palestina, namun selalu ditolak karena mereka ingin kedaulatan penuh di seluruh wilayah mereka. Bangsa Palestina tidak pernah setuju dengan konsep dua negara yang ditawarkan oleh Israel.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h2>



<p>Sejarah singkat yang Penulis rangkum di atas jelas tidak cukup untuk menjelaskan semua akar permasalahan konflik Palestina-Israel. Oleh karena itu, Penulis menyantumkan video-video yang dapat menjelaskan konflik ini secara lebih rinci.</p>



<p>Jika mau diringkas lagi, awal masalahnya adalah ketika Inggris menguasai wilayah Palestina setelah kejatuhan Kesultanan Ottoman. Mereka mengizinkan bangsa Yahudi untuk masuk ke wilayah tersebut, upaya pertama agar Zionisme bisa terlaksana.</p>



<p>Orang-orang Palestina yang sudah ada di sana sejak lama jelas tidak ingin wilayahnya diambil alih secara paksa, apalagi sampai dijadikan sebagai satu-satunya negara Yahudi di dunia. Akhirnya, konflik berdarah pun terus berlangsung hingga saat ini.</p>



<p>Lantas, bagaimana pendapat Penulis atas konflik ini? Apakah ada solusi untuk mengatasi pertikaian ini? Bagaimana pandangan generasi muda terhadap permasalahan ini? Semua akan Penulis jelaskan pada tulisan selanjutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 19 Mei 2021, terinspirasi setelah mempelajari banyak sejarah seputar konflik Palestina-Israel</p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.euneighbours.eu/en/south/stay-informed/news/palestinian-and-israeli-presidents-address-meps">| EU Neighbours</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=Gl2uR-FfDes">Sejarah Baitul Maqdis &#8211; Akar Krisis Palestina (1/2) &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=Urc7hXeIKlk">Sejarah Baitul Maqdis &#8211; Solusi Krisis Palestina (2/2) &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=AWKmazrRIwA">Geography Now! ISRAEL &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=iRYZjOuUnlU">The Israel-Palestine conflict: a brief, simple history &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=1wo2TLlMhiw">Conflict in Israel and Palestine: Crash Course World History 223 &#8211; YouTube</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/">Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
