<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pasar Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/pasar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/pasar/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Oct 2022 17:04:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>pasar Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/pasar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dunia Gelap di 2023, Kita Harus Apa?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Oct 2022 11:25:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[2023]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[krisis]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5972</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada akhir bulan September kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat pernyataan yang cukup membuat masyarakat merasa was-was. Bagaimana tidak, di saat situasi tahun ini belum kunjung membaik, beliau mengatakan kalau tahun depan prospek perekonomian secara global akan semakin gelap. &#8220;Dunia sekarang ini dalam posisi yang tidak gampang, posisinya betul-betul pada posisi yang semua negara sulit. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa/">Dunia Gelap di 2023, Kita Harus Apa?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada akhir bulan September kemarin, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/jokowi-dan-prabowo-sama-sama-putra-terbaik-bangsa/"><strong>Presiden Joko Widodo (Jokowi)</strong></a> membuat pernyataan yang cukup membuat masyarakat merasa was-was. Bagaimana tidak, di saat situasi tahun ini belum kunjung membaik, beliau mengatakan kalau tahun depan prospek perekonomian secara global akan semakin gelap.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Dunia sekarang ini dalam posisi yang tidak gampang, posisinya betul-betul pada posisi yang semua negara sulit. Lembaga internasional sampaikan tahun ini, tahun 2022 sangat sulit. Tahun depan (2023) mereka menyampaikan akan lebih gelap,&#8221; kata Jokowi dalam acara BUMN Startup Day minggu lalu (27/9/22).</p></blockquote>



<p>Kata &#8220;gelap&#8221; yang digunakan Jokowi tersebut digunakan untuk merujuk ke kondisi perekonomian yang berada dalam posisi yang tidak baik-baik saja, bahkan diramalkan akan memburuk. Banyak lembaga internasional yang sudah menyampaikan &#8220;dalam posisi yang tidak baik&#8221;.</p>



<p>Jokowi menambahkan kalau krisis perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung reda juga menyebabkan krisis pangan dunia benar-benar terjadi. Menurutnya, ada ratusan juta orang yang mengalami masalah kelaparan di seluruh dunia.</p>



<p>&#8220;330 juta orang kelaparan dan mungkin 6 bulan lagi bisa 800 juta orang akan kelaparan dan kekurangan makan akut karena tidak ada yang dimakan,&#8221; kata Jokowi.</p>





<p>Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) <strong>Kristalina Georgieva</strong> juga memberikan pernyataan yang senada dengan Jokowi. Ia menyebutkan kalau 2023 akan &#8220;gelap gulita&#8221; karena adanya risiko resesi dan ketidakstabilan pasar keuangan. Penyebabnya tentu saja karena pandemi Covid-19, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/">perang Rusia-Ukraina</a>, serta bencana iklim di semua benua.</p>



<p>Bahkan, negara-negara maju seperti Amerika Serikat, China, serta negara di Eropa juga mengalami perlambatan ekonomi. Rusia yang mengalami embargo (larangan lalu lintas barang antarnegara) dari berbagai negara membuat banyak negara, terutama di Eropa, mengalami krisis energi di penghujung tahun.</p>



<p>Di Inggris, harga gas dan listrik melonjak gila-gilaan. Krisis yang terjadi di sana diprediksi bisa separah krisis ekonomi di tahun 2008. Regulator energi di Jerman mendesak konsumennya untuk segera menghemat lebih banyak gas menjelang musim dingin ini.</p>



<p>Sebenarnya, apa yang saja yang menyebabkan dunia berada di posisi sulit seperti sekarang?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa 2023 Dunia akan Semakin Gelap?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="504" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1-1024x504.webp" alt="" class="wp-image-5976" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1-1024x504.webp 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1-300x148.webp 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1-768x378.webp 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1-1536x756.webp 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-1.webp 1610w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Grafik yang Menunjukkan Tingkat Pencetakan Uang di Amerika Serikat (<a href="https://ifreebsd.ru.com/product_tag/70532804_.html">GN Life Assurance</a>)</figcaption></figure>



<p>Ned Davis Research dari Amerika Serikat menyatakan bahwa Model Probablitas Resesi saat ini berada <strong>di angka 98.1%</strong>. Ini angka yang sangat tinggi semenjak <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">masa-masa awal pandemi</a> Covid-10 dan Great Financial Crisis 2008-2009.</p>



<p>Sejak awal pandemi, kata &#8220;resesi&#8221; memang sangat sering terdengar. Tersendatnya roda perekonomian di awal masa pandemi Covid-19 jelas memengaruhi banyak sektor, bahkan hingga sekarang. </p>



<p>Bahkan, Amerika Serikat <strong>mencetak uang sangat banyak</strong> untuk rakyatnya demi membuat roda perekonomiannya tetap berputar. Bayangkan, mereka mencetak sekitar 3,3 triliun dolar! Dengan banyaknya uang yang beredar, inflasi pun menjadi ancaman nyata untuk Amerika Serikat.</p>



<p>Akibatnya, pemerintah Amerika Serikat pun memutuskan untuk <strong>menaikkan suku bunga</strong> untuk menarik orang menyimpan uangnya di bank. Masalahnya, hal ini menyebabkan banyak investor yang lebih memilih uangnya untuk disimpan di bank saja karena lebih aman dan bunganya tinggi.</p>



<p>Nah, <em>startup </em>yang termasuk investasi dengan risiko tinggi pun seolah kehilangan daya tariknya dan ditinggal oleh para investor. Alhasil, banyak <strong><em>startup </em>yang melakukan PHK</strong>. Di Indonesia sendiri, sudah ada beberapa yang terkena imbasnya seperti Shopee Indonesia dan Zenius.</p>



<p>Hal ini diperparah dengan perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan <strong>krisis energi dan pangan</strong>. Bukti mudahnya seperti yang sudah terlihat di Inggris, bagaimana biaya hidup dan sewa rumah di sana melonjak tinggi sehingga banyak orang yang menjadi <em>homeless</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Housing Bubble akan Pecah di 2023?</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-2.1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5982" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-2.1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-2.1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-2.1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-2.1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Evergrande di China Menjadi Contoh Housing Bubble (<a href="https://www.insider.com/evergrandes-impending-collapse-forcing-chinese-millennials-reconsider-life-plans-2021-10">Insider</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu hal yang paling ditakutkan di tahun 2023 adalah pecahnya <em><strong>housing bubble</strong> </em>atau <strong><em>real</em> <em>estate bubble</em> </strong>yang dampaknya tidak main-main. Penulis akan coba jelaskan secara sederhana mengenai fenomena tersebut.</p>



<p>Istilah tersebut digunakan untuk menjelaskan fenomena ketika <strong>harga rumah/properti melonjak karena tingginya permintaan</strong> dari masyarakat. Permintaan banyak, pasokan pun menjadi berkurang. Maka developer properti pun akan segera menambah pasokannya.</p>



<p>Masalahnya, pada titik tertentu <strong>permintaan pasar akan menurun</strong> yang akan berakibat pada anjloknya harga properti. Gelembungnya pecah,<strong> industri properti pun babak belur</strong>. Contoh yang bisa kita lihat terjadi pada perusahaan properti Evergrande di China, yang meninggalkan banyak bangunan hantu di sana karena kena imbas dari hal ini.</p>



<p>Saat pemerintah AS memberikan uang untuk rakyatnya di masa pandemi, banyak yang menginvestasikannya ke properti. Ini membuat harga properti di sana menjadi naik karena tingginya permintaan.</p>



<p>Nah, rumah itu kan nyicilnya lama, bisa puluhan tahun. Jika resesi semakin parah, kemungkinan akan banyak orang kehilangan pekerjaan, yang membuatnya kehilangan pendapatan. Artinya, mereka tidak akan mampu melunasi kredit rumahnya. Ini bisa membuat harga properti terjun bebas.</p>



<p>Sampai saat ini, belum ada kasus <em>housing bubble</em> di Amerika Serikat yang separah kasus Evergrande di China. Di Indonesia pun belum terdengar banyak beritanya. Namun, kita perlu tetap merasa waspada dan melakukan antisipasi agar tidak terkena dampaknya terlalu berat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dunia Makin Gelap, Kita Harus Apa?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5978" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Harus Mulai Lebih Rajin Menabung (<a href="https://www.cnet.com/home/smart-home/save-money-around-the-house-all-year-long-27-cost-cutting-hacks/">CNET</a>)</figcaption></figure>



<p>Mungkin banyak masyarakat yang beranggapan kalau pernyataan Presiden Jokowi dan pemberitaan di media massa hanya untuk menakut-nakuti. Padahal, jika mau lapang dada dan menerima informasi ini dengan kepala dingin, kita bisa <strong>melakukan antisipasi</strong> dan <strong>bersiap diri</strong> jika sampai hal-hal buruk sampai terjadi.</p>



<p>Banyak yang menyebutkan kalau dalam masa-masa sulit seperti ini, <em><strong>cash is king</strong></em>. Bukan dalam artian kita harus punya uang tunai sebanyak mungkin, tapi kita menaruh uang di aset-aset investasi yang relatif aman dan mudah dicairkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.</p>



<p>Dengan adanya peringatan dini ini, kita jadi bisa <strong><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/uang-saya-lari-ke-mana-ya/">lebih bijak dalam mengeluarkan uang</a></strong>. Pengeluaran yang bersifat sekunder bahkan tersier bisa ditunda dulu, kita alihkan untuk menabung terlebih dahulu. Jadi jika dalam kondisi sulit, kita masih punya pegangan hidup.</p>



<p>Mungkin Pembaca pernah tahu kalau dalam kondisi krisis, orang kaya justru makin kaya. Kenapa? Karena mereka bisa <strong>membeli aset-aset investasi yang harganya sedang jatuh</strong> seperti saham. Istilahnya, mereka akan &#8220;menyerok&#8221; di kala orang lain melepas saham mereka karena butuh <em>cash</em>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5979" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Cash is King</em> di 2023? (<a href="https://blog.amartha.com/cara-kelola-idle-money-di-tengah-pandemi/idle-cash/">Amartha Blog</a>)</figcaption></figure>



<p>Nah, nanti uang <em>cash </em>yang kita simpan bisa digunakan beberapa untuk membeli aset-aset investasi yang harganya sedang turun. Ini tentu butuh banyak belajar secara mendalam, bukan hanya sekadar ikut kata orang. Jadi, kita harus berhati-hati jika ingin melakukan hal ini.</p>



<p>Selain itu, sebisa mungkin <strong>hindari hutang</strong> baik ke bank maupun pinjaman <em>online </em>(pinjol). Kalau tidak benar-benar mendesak, benar-benar tahan diri. Ini sebagai antisipasi jika bunga hutang juga ikut naik mengikuti kenaikan suku bunga.</p>



<p>Jika penghasilan bulanan kita dirasa kurang dan ada waktu luang, tidak ada salahnya untuk <strong>memiliki tambahan pendapatan dengan mencari kerja sampingan. </strong>Untuk itu, selalu belajar hal dan <em>skill </em>baru mutlak dibutuhkan untuk menghadapi era yang serba tidak pasti seperti sekarang ini. </p>



<p>Penulis paham tidak semua orang memiliki <em>privilege </em>untuk melakukan semua hal di atas. Boro-boro untuk nabung, untuk makan besok aja belum tentu ada. Untuk itu, Penulis berdoa agar kita selalu dilindungi oleh Tuhan diberi kecukupan untuk bisa menghadapi masalah-masalah yang ada di depan mata ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Dari lubuk hati yang paling dalam, tentu Penulis berharap bahwa tahun 2023 dunia tidak akan benar-benar gelap dan kita bisa melewatinya dengan baik. Semoga saja prediksi-prediksi di atas salah dan tidak terjadi.</p>



<p>Namun, tidak ada salahnya juga untuk <em><strong>prepare for the worst </strong></em>untuk berjaga-jaga. Toh, seandainya yang dikhawatirkan tidak terjadi, dana yang sudah kita siapkan pun nantinya bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain. Setidaknya, kita bisa menjadi lebih hemat dalam beberapa bulan ke depan.</p>



<p>Mungkin dampaknya ke Indonesia hingga saat ini belum terlalu terasa. Harga BBM dan beberapa hal lain memang naik, tapi setidaknya krisis yang kita alami tidak seperti negara-negara lain yang terlihat lebih gila lagi.</p>



<p>Sekali lagi, semoga saja dengan adanya peringatan ini, kita bisa jadi lebih siap jika hal-hal buruk benar-benar terjadi.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 8 Oktober 2022, terinspirasi setelah membaca dan menonton beberapa informasi mengenai prediksi 2023 yang tampaknya akan gelap</p>



<p>Foto: <a href="https://www.pinterest.nz/pin/478577897887501132/">Pinterest</a></p>



<p>Sumber Artikel: </p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20220927091628-4-375203/gejalanya-mulai-terihat-jokowi-dunia-gelap-2023-itu-nyata">Gejalanya Mulai Terihat! Jokowi: Dunia Gelap 2023 Itu Nyata! (cnbcindonesia.com)</a></li><li><a href="https://nasional.kontan.co.id/news/jokowi-ingatkan-ekonomi-dunia-semakin-gelap-apa-maksudnya">Jokowi Ingatkan Ekonomi Dunia Semakin Gelap, Apa Maksudnya? (kontan.co.id)</a></li><li><a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20221007/620/1585209/bos-imf-beri-peringatan-ekonomi-global-2023-akan-gelap-gulita">Bos IMF Beri Peringatan: Ekonomi Global 2023 akan Gelap Gulita! (bisnis.com)</a></li><li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20220928062505-4-375473/gelapnya-dunia-orang-kelaparan-kini-ada-di-mana-mana">Gelapnya Dunia, Orang Kelaparan Kini Ada di Mana-mana (cnbcindonesia.com)</a></li><li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20221008130420-4-378194/krisis-inggris-makin-mencekik-ini-skenario-terburuknya">Krisis Inggris Makin &#8216;Mencekik&#8217;, Ini Skenario Terburuknya! (cnbcindonesia.com)</a></li><li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20221005073926-4-377271/alert-seluruh-dunia-sudah-dilanda-krisis-ini-daftarnya">Alert! Seluruh Dunia Sudah Dilanda Krisis, Ini Daftarnya (cnbcindonesia.com)</a></li><li><a href="https://www.beritasatu.com/fokus/evergrande-dan-housing-bubble#:~:text=Housing%20bubble%2C%20atau%20real%20estate,lebih%20lama%20untuk%20menambah%20pasokan.">Evergrande dan Housing Bubble (beritasatu.com)</a></li><li><a href="https://seekingalpha.com/article/4545249-with-7-percent-mortgage-rates-its-game-over-for-the-housing-bubble">With 7% Mortgage Rates, It&#8217;s Game Over For The Housing Bubble (BATS:ITB) | Seeking Alpha</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=Nhw6OWZjHVU&amp;feature=youtu.be">2023: Menuju KEHANCURAN DUNIA &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.cnbcindonesia.com/tech/20221007095043-37-377947/makin-banyak-ini-daftar-perusahaan-yang-phk-karyawan-2022">Makin Banyak! Ini Daftar Perusahaan yang PHK Karyawan 2022 (cnbcindonesia.com)</a></li><li><a href="https://finance.detik.com/foto-bisnis/d-6328283/miris-gelandangan-di-inggris-makin-bertebaran-gegara-krisis">Miris! Gelandangan di Inggris Makin Bertebaran Gegara Krisis (detik.com)</a></li><li><a href="https://www.instagram.com/p/CjVUJ1Xh096/">Finfolk | Media Finance on Instagram</a></li><li><a href="https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/09/22/ikuti-the-fed-bi-naikkan-suku-bunga-bi-7-day-pada-september-2022">Ikuti The Fed, BI Naikkan Suku Bunga BI-7 Day pada September 2022 (katadata.co.id)</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa/">Dunia Gelap di 2023, Kita Harus Apa?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/dunia-gelap-di-2023-kita-harus-apa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memudarnya Etika Jurnalistik Dalam Tragedi</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/memudarnya-etika-jurnalistik-dalam-tragedi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/memudarnya-etika-jurnalistik-dalam-tragedi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2021 03:57:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[daring]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[kode etik]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4250</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelumnya Penulis ingin mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya terhadap korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan kode penerbangan SJ-182. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran atas musibah yang tengah melanda mereka. Setiap ada berita pesawat jatuh, suasana duka pasti langsung menyelimuti negeri ini. Tak terbayangkan betapa ngerinya suasana kabin pesawat sesaat sebelum jatuh. Membayangkan berada di posisi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/memudarnya-etika-jurnalistik-dalam-tragedi/">Memudarnya Etika Jurnalistik Dalam Tragedi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya Penulis ingin mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya terhadap korban jatuhnya pesawat <strong>Sriwijaya Air</strong> dengan kode penerbangan <strong>SJ-182</strong>. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran atas musibah yang tengah melanda mereka.</p>
<p>Setiap ada berita pesawat jatuh, suasana duka pasti langsung menyelimuti negeri ini. Tak terbayangkan betapa ngerinya suasana kabin pesawat sesaat sebelum jatuh.</p>
<p>Membayangkan berada di posisi keluarga korban, terasa begitu pedih rasanya kehilangan orang-orang tersayang secara tragis. Al Fatihah untuk para korban.</p>
<p>Sayangnya, ada saja hal-hal yang membuat kita mengelus dada. Salah satunya adalah judul-judul berita <em>click-bait </em>yang tidak berempati dan melanggar privasi.</p>
<h3>Memudarnya Etika Jurnalistik</h3>
<p><div id="attachment_4252" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4252" class="size-large wp-image-4252" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/memudarnya-etika-jurnalistik-dalam-tragedi-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/memudarnya-etika-jurnalistik-dalam-tragedi-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/memudarnya-etika-jurnalistik-dalam-tragedi-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/memudarnya-etika-jurnalistik-dalam-tragedi-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/memudarnya-etika-jurnalistik-dalam-tragedi-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4252" class="wp-caption-text">Memudarnya Etik Jurnalistik (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@climatereality">The Climate Reality Project</a>)</p></div></p>
<p>Penulis tidak hafal dengan yang namanya <strong>kode etik jurnalistik</strong>. Penulis hanya pernah membaca rangkuman singkatnya.</p>
<p>Walaupun begitu, tanpa mengetahui pasal per pasal yang ada di dalam kode etik jurnalistik, Penulis bisa berpendapat kalau media-media sekarang kerap melakukan hal yang tidak etis dalam memberitakan suatu kejadian, termasuk tragedi sekali pun.</p>
<p>Penulis ambil contoh dari peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air ini. Sangat wajar dan memang dibutuhkan informasi terkait pesawat tersebut, terutama di mana lokasi pesawat jatuh dan bagaimana kondisi korban.</p>
<p>Yang membuat banyak geram, ada saja media yang membuat judul seperti:</p>
<p><em>&#8220;Ini firasat keluarga korban sebelum jatuhnya pesawat&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Ini gaji pilot pesawat yang menerbangkan pesawat&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Ini ramalan yang menyatakan tahun 2021 akan ada pesawat jatuh&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Ini tanggapan keluarga korban atas jatuhnya pesawat&#8221;</em></p>
<p>Belum lagi ada yang berusaha mencari <em>instastory </em>dari korban, seolah-olah itu adalah pesan terakhir dari mereka. Ada juga yang mengaitkan dengan peristiwa lain yang sebenarnya tidak ada kaitannya.</p>
<p>Cerita tentang bagaimana para pencari berita mewawancarai keluarga korban yang tengah bercucuran air mata, jelas bukan merupakan hal yang etis.</p>
<h3>Masyarakat yang Doyan Berita <em>Click-Bait</em></h3>
<p><div id="attachment_4253" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4253" class="size-large wp-image-4253" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/memudarnya-etika-jurnalistik-dalam-tragedi-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/memudarnya-etika-jurnalistik-dalam-tragedi-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/memudarnya-etika-jurnalistik-dalam-tragedi-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/memudarnya-etika-jurnalistik-dalam-tragedi-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/memudarnya-etika-jurnalistik-dalam-tragedi-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4253" class="wp-caption-text">Masyarakat Doyan Click-Bait (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@danicanibano">Daniel Cañibano</a>)</p></div></p>
<p>Sebagai orang yang bekerja di media, Penulis paham kenapa media daring sekarang begitu sering membuat berita <em>click-bait </em>walaupun dihujat dari kanan dan kiri.</p>
<p><strong>Demi klik, demi jumlah <em>views</em>, demi meningkatnya <em>traffic</em>, dan ujung-ujungnya demi uang.</strong></p>
<p>Kenapa berita dengan judul <em>click-bait </em>bisa mendapatkan <em>traffic </em>yang tinggi? Karena ada pasarnya, karena ada pembacanya, <strong>karena masyarakat menyukai berita-berita semacam itu</strong>.</p>
<p>Artinya, sebenarnya kita punya kuasa untuk menghentikan judul-judul berita seperti contoh di atas <strong>dengan tidak membaca beritanya</strong>.</p>
<p>Jika tidak ada yang membaca berita seperti itu, lama kelamaan media juga akan menghentikan produksi artikel yang kurang berfaedah seperti itu.</p>
<p>Selama masyarakat masih gemar menyumbang <em>traffic </em>untuk berita-berita seperti itu, media pun tidak akan pernah menghentikannya.</p>
<p><strong><em>Lha mong </em></strong><strong>cuannya mengalir terus, ngapain berhenti.</strong></p>
<p>Belum lagi kebiasaan buruk masyarakat kita yang gemar menyebarkan foto ataupun video terkait tragedi yang terjadi. <em>Ngapain </em>sih mereka melakukan itu? Demi mendapatkan perhatian dan<a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-viral/"> jadi viral?</a></p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Penulis bukannya mau sok suci, toh Penulis juga berkecimpung di dunia tersebut meskipun beda lingkup wilayah. Hanya saja, hati nurani Penulis mengatakan kalau hal tersebut sangat tidak etis.</p>
<p>Kita butuh banyak informasi terkait kecelakaan pesawat yang terjadi, tapi kita tidak butuh tahu bagaimana perasaan korban yang ditinggalkan atau firasat yang dirasakan mereka.</p>
<p><b>Tanpa diberitakan pun, kita sudah tahu bagaimana perasaan keluarga korban. Mau firasat mau ramalan, kita tidak butuh bumbu-bumbu yang tidak penting.</b></p>
<p>Semoga saja iklim pemberitaan di Indonesia ke depannya bisa menjadi lebih baik. Tidak hanya mengutamakan cuan, tapi juga mengedepankan etika-etika yang berlaku di masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 10 Desember 2020, terinspirasi karena geramnya Penulis dengan beberapa judul berita terkait jatuhnya pesawat Sriwijaya Air</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@markuswinkler">Markus Winkler</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/memudarnya-etika-jurnalistik-dalam-tragedi/">Memudarnya Etika Jurnalistik Dalam Tragedi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/memudarnya-etika-jurnalistik-dalam-tragedi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Andai Steve Jobs Masih Hidup</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2018 08:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Apple Pencil]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1385</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akankah ia akan merilis sebuah ponsel bernama iPhone Xs Max? Akankah ada inovasi yang lebih hebat dari sekedar dual-sim? Akankah muncul produk-produk yang nantinya akan ditiru oleh perusahaan lain? Banyak sekali pertanyaan yang muncul ketika penulis memperhatikan perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak bernama Apple tersebut. Penulis, dan kebanyakan orang, merasa Apple semakin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/">Andai Steve Jobs Masih Hidup</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Akankah ia akan merilis sebuah ponsel bernama iPhone Xs Max? Akankah ada inovasi yang lebih hebat dari sekedar <em>dual-sim</em>? Akankah muncul produk-produk yang nantinya akan ditiru oleh perusahaan lain?</p>
<p>Banyak sekali pertanyaan yang muncul ketika penulis memperhatikan perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak bernama Apple tersebut. Penulis, dan kebanyakan orang, merasa Apple semakin miskin inovasi semenjak meninggalnya Jobs pada tahun 2011 karena kanker.</p>
<p><strong>Apple Pencil</strong></p>
<p>Penulis pernah menulis tentang Apple Pencil ketika dirilis pada tahun 2015. Tentu hal tersebut membuat penulis mengangkat alis karena keheranan. Bukankah Steve Jobs membenci <em>stylus</em>, walapun diberi nama pensil?</p>
<p>Singkat cerita, ketika Steve Jobs kembali ke Apple pada tahun 1996 (setelah perusahaan tersebut terus menerus mengalami kerugian), Apple telah terjun ke pasar <em>Personal Digital Assistant </em>(PDA) dengan nama Newton. Ketika Jobs pada akhirnya naik jabatan, ia langsung menghentikan produksi Newton (dan berbagai produk lainnya yang dianggap Jobs sebagai sampah).</p>
<p><div id="attachment_1388" style="width: 778px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1388" class="size-full wp-image-1388" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213.jpg" alt="" width="768" height="213" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213-300x83.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213-356x99.jpg 356w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><p id="caption-attachment-1388" class="wp-caption-text">Apple Pencil (http://www.idownloadblog.com/2017/05/24/apple-patent-pencil-iphone/)</p></div></p>
<p>Ketika iPhone pertama rilis pada tahun 2007, ia dengan secara gamblang menyatakan ketidaksukaannya akan <em>stylus</em>. Alasannya sederhana, kita telah dianugerahi <em>stylus </em>terbaik, yakni jari -jari kita.</p>
<p>Berdasarkan fakta itu, penulis jelas berpendapat bahwa adanya produk tersebut jelas bertentangan dengan filosofi yang dianut oleh Jobs. Beda cerita seandainya Jobs meralat ucapannya, sesuatu yang nampaknya sangat jarang terjadi karena ia memiliki keyakinan dan insting yang bagus.</p>
<p><strong>Ke Mana Apple Mengarah?</strong></p>
<p>Visi Jobs dengan Apple sangat jelas, menciptakan pasar. Hampir semua produk yang dirilis di bawah komandonya menjadi pionir. Sebutkan saja iPod, iPhone, hingga iPad. Walaupun pada kenyataannya, produk Apple jarang menjadi yang pertama dalam menciptakan inovasi tersebut.</p>
<p>Sekarang, apa yang menjadi inovasi pada Apple di bawah pimpinan Tim Cook? Coba dibandingkan dengan Samsung dengan layar lengkungnya ataupun Oppo dengan kamera naik turunnya. Mungkin hal inovatif terakhir yang dilakukan oleh Apple adalah Face ID, walaupun penulis yakin pengembang <em>smartphone </em>lainnya juga sudah lama menyiapkan hal tersebut.</p>
<p><div id="attachment_1387" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1387" class="size-large wp-image-1387" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1387" class="wp-caption-text">Inovatif (youtube.com)</p></div></p>
<p>Yang menjadi pertanyaan, akankah Apple berubah haluan dari pencipta pasar menjadi mengikuti arus pasar seperti yang dilakukan oleh John Sculley (mantan CEO Apple yang memecat Jobs) dulu? Apakah Apple membutuhkan penyegaran seperti yang dilakukan Microsoft dengan menuntuk Satya Nadella sebagai CEO menggantikan Steve Balmer?</p>
<p>Mari kita amati bersama-sama perkembangan Apple dan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya ke depannya. Tentu yang bisa kita harapkan, perkembangan teknologi yang mereka kembangkan bisa membawa kebaikan untuk kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 23 September 2018, terinpirasi setelah penulis membutuhkan portofolio untuk tes kerja di Mainspring Technology</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://time.com/3757765/steve-jobs-biography/">http://time.com/3757765/steve-jobs-biography/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/">Andai Steve Jobs Masih Hidup</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
