<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>perpisahan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/perpisahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/perpisahan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Aug 2021 15:06:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>perpisahan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/perpisahan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sayang ya, Akhir Kisah Kita Kurang Baik&#8230;</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2021 14:57:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[akhir]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[perpisahan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5222</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hubungan antar manusia, apapun bentuknya, pasti memiliki akhirnya masing-masing. Mau hubungan keluarga, pertemanan, percintaan, semua akan berakhir dengan berbagai alasan. Ada yang karena kematian, berbeda pandangan, ada yang pisah baik-baik karena merasa itu yang terbaik untuk kedua belah pihak, pertengkaran hebat, renggang tanpa sebab, macam-macam alasannya. Karena perpisahan pasti akan terjadi, tentu kebanyakan manusia akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik/">Sayang ya, Akhir Kisah Kita Kurang Baik&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hubungan antar manusia, apapun bentuknya, pasti memiliki akhirnya masing-masing. Mau hubungan keluarga, pertemanan, percintaan, semua akan berakhir dengan berbagai alasan.</p>



<p>Ada yang karena kematian, berbeda pandangan, ada yang pisah baik-baik karena merasa itu yang terbaik untuk kedua belah pihak, pertengkaran hebat, renggang tanpa sebab, macam-macam alasannya. </p>



<p>Karena perpisahan pasti akan terjadi, tentu kebanyakan manusia akan memilih untuk memiliki akhir yang baik. Sayangnya, kadang realita bisa menjadi sangat kejam.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>





<p>Bayangkan kita memiliki seorang sahabat yang begitu dekat. Hampir setiap hari kita menghabiskan waktu bersama dengan mereka dengan menyenangkan.</p>



<p>Lantas, seiring dengan bertambahnya usia, kita mulai memiliki kesibukan masing-masing hingga intensitas pertemuan menjadi jauh berkurang. Kadang masih sering bertukar kabar, sekadar ingin tahu sedang apa sekarang.</p>



<p>Pada akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri masa lajangnya, menikahi pujaan hati. Kita pun menjadi senang sekaligus sedih dalam waktu bersamaan. Senang karena mereka akan punya bahagia, sedih karena menyadari kalau mereka akan punya prioritas lain.</p>



<p>Walaupun begitu, perasaan senangnya pasti akan lebih mendominasi daripada perasaan sedihnya. Melihat orang yang kita sayangi bahagia, tentu akan membuat kita merasa bahagia juga.</p>



<p>Perpisahan atau akhir seperti itu, menurut Penulis adalah akhir yang baik. Kita hanya berpisah jalan karena telah menemukan jalan hidupnya masing-masing. Walau tak bisa lagi bersama seperti dulu, kita bisa merelakannya dengan senyum karena ikut bahagia.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Penulis pernah mendengar cerita dari seorang teman. Katanya, hubungannya dengan sahabat dekatnya harus merenggang karena ia memacari mantan pacar sahabatnya. Mereka mencintai, atau setidaknya pernah mencintai orang yang sama.</p>



<p>Ada juga cerita di mana sepasang kekasih yang sudah menjalin hubungan selama bertahun-tahun harus berpisah dengan berbagai alasan. Lamanya waktu kenal bukan menjadi alasan untuk bertahan.</p>



<p>Kisah yang tak kalah pahit adalah bagaimana hubungan harus tiba-tiba berakhir tanpa alasan yang jelas. Tiba-tiba semuanya berubah dan kita merasa tidak siap dengan hal tersebut.</p>



<p>Penulis yakin ada banyak contoh bagaimana sebuah hubungan manusia harus berakhir dengan kurang baik. Tiga contoh di atas hanya sebagian kecil. Masih banyak perpisahan yang lebih pahit dari cerita-cerita tersebut.</p>



<p>Penulis akan menyayangkan apabila harus mengalami akhir hubungan atau perpisahan dengan buruk. Rasanya benar-benar tidak enak, seolah tidak rela untuk memutuskan hubungan yang selama ini sudah terjalin dengan baik.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Biasanya, akhir yang kurang baik dialami oleh dua insan yang menjalin hubungan dengan status pacaran. Alasannya, jika berakhir dengan baik maka mereka akan melenggang ke pelaminan.</p>



<p>Pacaran kerap digunakan sebagai sarana perkenalan dan mengenal satu sama lain secara dekat. Ada yang butuh bertahun-tahun untuk merasa yakin, ada yang hanya hitungan bulan.</p>



<p>Penulis sendiri tidak terlalu berpengalaman dalam hal pacaran, sehingga kurang bisa memberikan contoh. Namun, dari cerita-cerita yang Penulis dengar, banyak sekali akhir hubungan yang berakhir dengan menyedihkan, jika tidak tragis.</p>



<p>Ada yang diselingkuhi, ada yang capek dengan sifat buruk pasangannya, ada yang tiba-tiba kehilangan keyakinan, ada yang dihalangi perbedaan keyakinan, macam-macam alasan untuk berpisah.</p>



<p>Walaupun begitu, bukan berarti akhir yang buruk tidak dialami oleh bentuk hubungan lain. Bahkan keluarga yang terikat darah pun bisa mengalami akhir yang kurang baik.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Bagaimana dengan perpisahan karena kematian? Hal tersebut memang menyedihkan karena kita akan berpisah dengan orang yang berharga bagi kita untuk selamanya. Terpisah secara jiwa dan raga pasti menyakitkan.</p>



<p>Hanya saja, bagi Penulis kematian adalah bentuk perpisahan yang tidak bisa dihindari karena sudah ditakdirkan. Mau melawan seperti apapun, kita tidak akan bisa mengubah kenyataan tersebut.</p>



<p>Bahkan, kita perlu menanamkan pikiran bahwa orang yang dipisahkan dari kita akan segera melanjutkan kehidupannya di alam lain. Yang bisa kita lakukan adalah menerimanya dan mendoakan agar segala amalnya diterima dan dosanya diampuni.</p>



<p>Selain itu, kematian juga bisa menjadi pengingat kita yang masih hidup di dunia. Ketika waktunya kita sudah tiba, sebisa mungkin kita ingin memberikan akhir yang seindah mungkin untuk yang akan kita tinggalkan.</p>



<p>Berbeda dengan perpisahan yang terjadi karena sebab-sebab yang buruk seperti pertengkaran, pengkhianatan, perselisihan, dan hal-hal buruk lainnya. Bisa jadi, luka yang ditinggalkan lebih mengiris daripada perpisahan karena kematian.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Perpisahan yang pahit pasti rasanya tidak menyenangkan. Perasaan kecewa, marah, sedih, merasa ditinggalkan, frustasi, menyalahkan diri sendiri, semua seolah bercampur aduk menjadi satu.</p>



<p>Oleh karena itu, sebisa mungkin Penulis menghindari bentuk perpisahan yang seperti itu. Penulis sadar setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Hanya saja, kalau bisa berpisahnya secara baik-baik atau terjadi secara alami karena waktu.</p>



<p>Jika harus mengalami akhir yang buruk, terkadang kita berharap untuk memiliki <em>alternative ending </em>yang lebih baik. Andai saja waktu bisa diputar kembali, pasti kita ingin memperbaiki kesalahan-kesalahan kita agar memiliki akhir yang lebih baik.</p>



<p>Sayang, kenyataan memang kadang tak seindah angan-angan. Yang sudah terjadi, biasanya susah untuk diulang kembali dan kita dituntut untuk menerimanya (kalau bisa) secara ikhlas.</p>



<p>Waktu memang akan memisahkan kita. Pasti. Sampai waktu itu datang, Penulis ingin terus membuat kenangan-kenangan indah bersama orang-orang yang Penulis sayangi.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 18 Agustus 2021, terinspirasi dari pengalamannya sendiri</p>



<p>Foto: <a href="https://edit.sundayriley.com/breakup-apps/">Sunday Edit</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik/">Sayang ya, Akhir Kisah Kita Kurang Baik&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Melepaskan</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/belajar-melepaskan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/belajar-melepaskan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2020 00:19:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kesepian]]></category>
		<category><![CDATA[melepaskan]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[perpisahan]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>
		<category><![CDATA[sendiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3937</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika mendengar kata melepaskan, apa yang akan muncul di benak kita? Tentu intepretasinya akan bermacam-macam, tergantung sudut pandang mana yang akan digunakan. Kata melepaskan kerap diidentikkan dengan perpisahan, baik terpisah secara fisik mampan batin. Perpisahan secara fisik bisa diatasi dengan pertemuan. Bagaimana dengan perpisahan batin? Nah, ini yang menjadi sedikit rumit. *** Orangtua kerap melepas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/belajar-melepaskan/">Belajar Melepaskan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p style="text-align: left;">Jika mendengar kata <strong>melepaskan</strong>, apa yang akan muncul di benak kita? Tentu intepretasinya akan bermacam-macam, tergantung sudut pandang mana yang akan digunakan.</p>
<p style="text-align: left;">Kata melepaskan kerap diidentikkan dengan <strong>perpisahan</strong>, baik terpisah secara fisik mampan batin.</p>
<p style="text-align: left;">Perpisahan secara fisik bisa diatasi dengan pertemuan. Bagaimana dengan perpisahan batin? Nah, ini yang menjadi sedikit rumit.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: left;">Orangtua kerap melepas anaknya ke tanah rantau, baik untuk studi ataupun mencari kesempatan lainnya. Di sini, orangtua harus belajar melepaskan anaknya dan mulai membiasakan diri untuk hidup jauh dari anaknya.</p>
<p style="text-align: left;">Awalnya, pasti orangtua akan merasa berat. Ada saja hal yang akan membuat mereka khawatir, mulai dari keteraturan makan, kesehatan, hingga faktor ekonomi.</p>
<p style="text-align: left;">Namun seiring berjalannya waktu, mereka akan menjadi tenang. Sang anak ternyata mampu hidup mandiri di kota orang.</p>
<p style="text-align: left;">Di dalam perjalanan tersebut, orangtua belajar melepaskan anaknya. Awalnya memang sangat berat, namun pada akhirnya mereka bisa mengatasi permasalahan tersebut.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: left;">Melepaskan menjadi sesuatu yang <strong>berat karena cinta</strong>. Mau bagaimanapun, disuruh berpisah dengan orang yang kita cintai itu berat.</p>



<p style="text-align: left;">Jika kita sudah menyayangi seseorang atau kelompok, kita pasti ingin bersama mereka terus. Kita ingin sebanyak-banyaknya membuat momen yang akan menjadi kenangan indah.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Hanya saja, terkadang takdir membuat kita harus berpisah dengan beragam alasan.</em></p>
<p style="text-align: left;">Misal ketika kita harus terpaksa berpisah dengan kekasih yang sangat disayangi. Ketika kita berada di titik tersebut, pasti melepaskan akan menjadi sesuatu yang sangat berat.</p>
<p style="text-align: left;">Kita akan terus <strong>merasa ketakutan bagaimana hidup ini jadinya</strong>. Tak pernah terbayangkan bagaimana dunia tanpa kehadiran dirinya.</p>
<p style="text-align: left;">Kenangan-kenangan yang pernah dibuat justru semakin menambah luka di hati. Kita ingin lebih banyak lagi membuat kenangan seperti itu.</p>
<p style="text-align: left;">Beragam cara dilakukan agar kita berhasil <em>move on</em>. Memblokir kontak, tidak kepo dengan aktivitasnya di media sosial, menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: left;">Hasilnya? Ada yang berhasil, ada yang <em>gamon </em>alias gagal <em>move on</em>. Mau pakai cara apapun, sosoknya masih selalu terbayang-bayang di pikiran.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Di sinilah kita butuh belajar melepaskan.</em></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p><em>People come and go</em>. <strong>Orang akan selalu datang dan pergi dalam kehidupan kita</strong>. Ada yang pergi karena kematian, ada yang tiba-tiba menghilang, ada yang karena konflik, macam-macam.</p>
<p>Semua yang ada di dunia ini sifatnya <strong>fana dan sementara</strong>. Tidak ada yang benar-benar abadi. Di sini lah pentingnya untuk belajar melepaskan, bahkan melepaskan orang yang sangat disayang sekalipun.</p>
<p>Dari pengalaman pribadi, Penulis merasa salah satu penghalang terbesar untuk melepaskan adalah <strong>perasaan sayang yang berlebihan</strong>. Perasaan tersebut justru menjadi benalu yang membelenggu diri sendiri.</p>
<p>Seperti yang sudah sering Penulis sebutkan di dalam blog ini, apapun yang berlebihan tidak pernah baik. Perasaan sayang menjadi salah satunya.</p>
<p>Dalam kasus ini, cara belajar melepaskan adalah <strong>mengurangi kadar sayang</strong> tersebut. Bukan berarti kita menjadi jahat. Sayangilah orang lain dalam kadar yang secukupnya. Memang sulit karena tidak ada takaran sayang yang pasti, tapi harus dilakukan.</p>
<p>Kita juga harus tahu kalau orang memiliki kehidupannya masing-masing. Bisa jadi, diri kita sudah tidak masuk di dalam rencana hidupnya. Bisa jadi, kita yang terlalu tinggi menilai diri sendiri.</p>
<p>Perlu dicatat, kita <strong>tidak bisa mengendalikan perasaan orang lain</strong>. Yang bisa kita kendalikan adalah perasaan diri sendiri. Maka dari itu, kita harus fokus untuk mengendalikan perasaan sendiri.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Salah satu upaya yang bisa membantu kita untuk melepaskan adalah <strong>membuka diri ke orang baru</strong>. Orang <em>introvert </em>macam Penulis jelas akan kesulitan melakukannya.</p>
<p>Akan tetapi, hal ini penting untuk dilakukan. Melepaskan kerap menimbulkan <a href="https://whathefan.com/pengalaman/rasa-takut-akan-sendirian-emotional-dependency-disorder/">perasaan takut kesepian</a> yang cukup parah. Dengan bertemu orang-orang baru dan berusaha berbaur dengan mereka, kita (seharusnya) tidak akan merasa kesepian.</p>
<p>Penulis merasa dirinya termasuk sulit untuk membuka diri. Di sisi lain, Penulis kerap merasa kesepian karena sendirian di tanah rantau.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis harus belajar secara bertahap agar lebih bisa membuka dirinya dan menjalin hubungan dengan orang-orang baru. </p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Melepaskan, apalagi dengan ikhlas, memang berat. Terkadang membutuhkan waktu yang singkat untuk bisa menerimanya, tapi rasanya lebih sering berdurasi panjang.</p>
<p>Perasaan sayang yang berlebihan tidak baik karena kita jadi sulit untuk melepaskan. Agar bisa belajar melepaskan, kita harus bisa mengendalikan perasaan diri sendiri.</p>
<p>Sulit, tapi bisa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 8 Juni 2020, terinspirasi dari perenungan selama berhari-hari</p>
<p>Foto: <a href="https://blog.bridgebetween.com/6-small-changes-to-becoming-your-best-self/balloon-release-let-it-go/">Bridge Between</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/belajar-melepaskan/">Belajar Melepaskan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/belajar-melepaskan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pada Akhirnya Kita Semua Akan Dipisahkan Oleh Waktu</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Nov 2019 01:28:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[memori]]></category>
		<category><![CDATA[perpisahan]]></category>
		<category><![CDATA[pertemuan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3093</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis memang sudah mengurangi intensitas bermain Twitter. Walaupun begitu, sesekali penulis masih mengintip untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di luar sana. Kemarin, penulis menemukan sebuah gambar yang diambil dari sebuah anime. Dari Ayu, penulis mengetahui bahwa anime tersebut berjudul Hotarubi no Mori e. Apa yang istimewa dari gambar tersebut? Kalimatnya, yang jika diresapi cukup membuat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu/">Pada Akhirnya Kita Semua Akan Dipisahkan Oleh Waktu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis memang sudah mengurangi intensitas bermain Twitter. Walaupun begitu, sesekali penulis masih mengintip untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di luar sana.</p>
<p>Kemarin, penulis menemukan sebuah gambar yang diambil dari sebuah anime. Dari Ayu, penulis mengetahui bahwa anime tersebut berjudul <em>Hotarubi no Mori e</em>.</p>
<p>Apa yang istimewa dari gambar tersebut? Kalimatnya, yang jika diresapi cukup membuat penulis terinspirasi membuat tulisan ini.</p>
<blockquote><p><em>Time might seperate us some day. But until then, let&#8217;s stay together</em></p></blockquote>
<h3>Di Mana Ada Pertemuan, Di Situ Ada Perpisahan</h3>
<p><div id="attachment_3095" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3095" class="size-large wp-image-3095" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3095" class="wp-caption-text">Perpisahan Itu Terkadang Menyedihkan (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@mili_vigerova">Milada Vigerova</a>)</p></div></p>
<p>Semenjak merantau ke Jakarta, penulis jadi belajar sedikit tentang artinya perpisahan. Meninggalkan keluarga dan teman yang selama ini selalu bersama adalah hal yang cukup berat.</p>
<p>Bahkan dalam <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">lingkungan Karang Taruna</a> pun, perpisahan tidak terhindarkan. Satu persatu mulai meninggalkan perumahan tempat penulis tinggal dengan berbagai alasan dan tujuan. Ada yang ke Bali, ke Jakarta, hingga ke Belanda.</p>
<p>Penulis menyadari bahwa perpisahan adalah hal yang tidak bisa kita hindari. Jika waktunya untuk berpisah telah tiba, hampir tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya.</p>
<p>Untuk sekadar melepas rindu dengan memanfaatkan teknologi mungkin bisa, tapi tetap tidak bisa menggantikan intimnya pertemuan langsung.</p>
<p>Mungkin para pujangga bisa saja menuliskan bahwa rindu tidak akan terjadi jika orang tersebut ada di dalam hati kita, tapi pada prakteknya hal semacam itu sangat sulit. Kita tetap butuh pertemuan secara langsung.</p>
<p>Perpisahan pun ada banyak macamnya. Ada yang berpisah hanya karena jarak, ada yang berpisah karena sudah tak bisa bersama, ada yang terpaksa berpisah karena kematian datang menjemput.</p>
<p>Pada akhirnya semua pertemuan akan diakhiri dengan perpisahan, apapun bentuknya.</p>
<h3>Terus Membuat Kenangan</h3>
<p><div id="attachment_3097" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3097" class="size-large wp-image-3097" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3097" class="wp-caption-text">Membuat Kenangan Selagi Bisa (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@jontyson">Jon Tyson</a>)</p></div></p>
<p>Dari anime <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/membuat-kenangan-ala-isshuukan-friends/">Isshuukan Friends</a>, </em>penulis belajar bahwa kenangan itu penting, tapi lebih penting untuk terus membuat kenangan bersama orang-orang terkasih.</p>
<p>Perpisahan memang hal yang tidak bisa kita hindari. Kenangan menjadi penting untuk mengisi kekosongan yang terjadi akibat perpisahan tersebut.</p>
<p>Penulis termasuk orang yang sering membayangkan ketika waktu untuk berpisah akhirnya tiba. Akibatnya, penulis sering menjadi murung karena membayangkan kesedihannya.</p>
<p>Penulis sadar daripada terus murung memikirkan apa yang belum terjadi, lebih baik penulis berusaha menikmati hari ini bersama orang-orang tersayang,</p>
<p>Terpisah oleh jarak bukan berarti kita tidak bisa membuat kenangan bersama. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan, walau memang rasanya berbeda jika dibandingkan dengan pertemuan langsung.</p>
<p>Jujur, penulis kemarin merasa sedih ketika tidak bisa ikut <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/pembubaran-panitia-agustusan/">pembubaran panitia 17-an</a> karena harus lanjut mencari nafkah di ibu kota. Penulis sedih karena tidak bisa ikut membuat kenangan bersama mereka.</p>
<p>Itu merupakan konsekuensi yang harus penulis terima. Sedih boleh, tapi jangan berlebihan. Idealnya, penulis harus merasa senang ketika mereka semua terlihat bahagia.</p>
<p>Sayang, praktek selalu lebih susah daripada teorinya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Kenapa harus ada pertemuan jika ujung-ujungnya adalah perpisahan? Agar kita bisa menikmati momen-momen saat bertemu jika waktunya untuk berpisah telah tiba.</p>
<p>Waktu mungkin akan memisahkan kita. Tapi sampai waktunya tiba, mari kita terus bersama. Walaupun sudah berpisah, ayo tetap membuat kenangan bersama hingga maut memisahkan.</p>
<p>Maunya sih begitu, tapi kadang takdir berkata lain.</p>
<p>Bagi penulis, bentuk perpisahan yang paling menyedihkan adalah <strong>dilupakan</strong>. Hubungan yang dulu terasa dekat tiba-tiba merenggang begitu saja. Kadang kita tahu apa penyebabnya, kadang tidak.</p>
<p>Jika disuruh memilih, penulis akan lebih memilih dilupakan daripada melupakan. Biarlah penulis dilupakan oleh orang lain, setidaknya terima kasih atas semua kenangan yang sudah diberikan selama ini.</p>
<p>Hubungan dengan manusia itu memang rumit. Mungkin sampai kapanpun kita tidak akan benar-benar memahaminya, atau setidaknya penulis yang akan merasa seperti itu.</p>
<p>Tapi, penulis memilih untuk menjalani hubungan yang rumit seperti itu daripada harus sendirian. Penulis pernah sendiri, dan itu jauh lebih menyakitkan bahkan jika dibandingkan dengan perpisahan sekalipun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 November 2019, terinspirasi dari sebuah gambar yang penulis temukan di Twitter</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@mantashesthaven">Mantas Hesthaven</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu/">Pada Akhirnya Kita Semua Akan Dipisahkan Oleh Waktu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sajak-Sajak Perpisahan</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/sajak-sajak-perpisahan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/sajak-sajak-perpisahan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2018 07:02:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[jarak]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[perpisahan]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sepi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=940</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perpisahan bukanlah akhir Ia hanyalah jeda yang memisahkan untuk sementara Agar tak merasa hampa ketika jeda tersebut tiba Buatlah kenangan seindah mungkin dengan orang terkasih Ketika rindu tiba Kenangan itulah yang akan membuat sepi menjauh *** Sepi itu menyiksa jika hati terasa hampa Sepi itu menyiksa jika pikiran tak henti bekerja Isilah sepi dengan doa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/sajak-sajak-perpisahan/">Sajak-Sajak Perpisahan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Perpisahan bukanlah akhir</p>
<p>Ia hanyalah jeda yang memisahkan untuk sementara</p>
<p>Agar tak merasa hampa ketika jeda tersebut tiba</p>
<p>Buatlah kenangan seindah mungkin dengan orang terkasih</p>
<p>Ketika rindu tiba</p>
<p>Kenangan itulah yang akan membuat sepi menjauh</p>
<p>***</p>
<p>Sepi itu menyiksa jika hati terasa hampa</p>
<p>Sepi itu menyiksa jika pikiran tak henti bekerja</p>
<p>Isilah sepi dengan doa</p>
<p>Isilah sepi dengan kenangan</p>
<p>Jangan biarkan sepi menyiksamu</p>
<p>***</p>
<p>Terkadang cara terbaik untuk melupakan adalah menjauh</p>
<p>Berharap jarak akan mengikis rasa yang telah tertanam</p>
<p>Tapi benarkah itu?</p>
<p>Ataukah jarak justru membuat rasa semakin terasah?</p>
<p>Justru membuat kita semakin sulit untuk melepas?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://unsplash.com/photos/ZUMuU3aFc5k">https://unsplash.com/photos/ZUMuU3aFc5k</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/sajak-sajak-perpisahan/">Sajak-Sajak Perpisahan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/sajak-sajak-perpisahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
