<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>program kerja Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/program-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/program-kerja/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:33:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>program kerja Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/program-kerja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menyorot Kebijakan Prabowo-Gibran: Dari Makan Siang Gratis hingga 300 Fakultas Kedokteran</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/menyorot-kebijakan-prabowo-gibran-dari-makan-siang-gratis-hingga-300-fakultas-kedokteran/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/menyorot-kebijakan-prabowo-gibran-dari-makan-siang-gratis-hingga-300-fakultas-kedokteran/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Mar 2024 15:20:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran Rakabuming Raka]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[program kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7047</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun pengumuman hasil pilpres 2024 masih belum keluar, tangan Penulis sudah gatal ingin menyoroti beberapa kebijakan yang dibuat oleh calon presiden terpilih (sementara) kita, yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Ada banyak alasan mengapa Penulis ingin membahas program kerja mereka sekarang, tapi salah satunya adalah karena program unggulan mereka, makan siang dan susu gratis, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/menyorot-kebijakan-prabowo-gibran-dari-makan-siang-gratis-hingga-300-fakultas-kedokteran/">Menyorot Kebijakan Prabowo-Gibran: Dari Makan Siang Gratis hingga 300 Fakultas Kedokteran</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Meskipun pengumuman hasil pilpres 2024 masih belum keluar, tangan Penulis sudah gatal ingin menyoroti beberapa kebijakan yang dibuat oleh calon presiden terpilih (sementara) kita, yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.</p>



<p>Ada banyak alasan mengapa Penulis ingin membahas program kerja mereka sekarang, tapi salah satunya adalah karena program unggulan mereka, makan siang dan susu gratis, sudah dibahas di rabat kabinet, sebelum pengumuman resmi keluar.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis pun berpikir untuk apa menunggu mereka dilantik untuk mengomentar program kerja mereka? Alhasil, jadilah tulisan ini sebagai bentuk kritik dan masukan Penulis untuk pemerintah yang akan datang, jika benar-benar terpilih.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mengintip Apa Saja Program Kerja Prabowo Gibran</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7052" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka (<a href="https://nasional.kompas.com/read/2024/02/17/07463641/tkn-sebut-anak-muda-anggap-prabowo-pahlawan-sedangkan-gibran-bisa-cari">Kompas</a>)</figcaption></figure>



<p>Melalui tulisan &#8220;<a href="https://whathefan.com/politik-negara/mengamati-pilpres-2024-bagian-2-menyelami-paslon-lebih-dalam/">Mengamati Pilpres 2024 Bagian 2: Menyelami Paslon Lebih Dalam</a>&#8220;, Penulis sudah mencantumkan visi misi berserta program kerja dari masing-masing paslon. Namun, Penulis ingin menyebutkan beberapa program kerjanya yang rasanya perlu kita catat.</p>



<p>Daftar di bawah ini Penulis lansir dari <a href="https://www.instagram.com/p/C3ZaQsTJCNW/?img_index=2">akun Instagram @ngomonginuang:</a></p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Makan siang gratis untuk anak sekolah, ibu hamil, dan santri</li>



<li>19 juta lapangan pekerjaan</li>



<li>Menaikkan 8% gaji ASN (terutama guru dan nakes), TNI/Polri, dan pejabat</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list">
<li>Mengembangkan Smart Farming</li>



<li>Program kredit untuk perusahaan <em>startup</em></li>



<li>Melanjutkan program hilirisasi tambang dan digital</li>



<li>Menambah Fakultas Kedokteran menjadi 300 fakultas</li>



<li>Beasiswa 10 ribu pelajar Saintek ke luar negeri</li>



<li>Mendirikan Badan Penerimaan Negara</li>



<li>Meningkatkan rasio penerimaan negara terhadap PDB menjadi 23%</li>



<li>Membangun 3 juta rumah untuk <em>homeless</em> (1 juta di pedesaan, 1 juta di pesisir, 1 juta di perkotaan)</li>



<li>Dana desa ditingkatkan menjadi 5 miliar per desa per tahun</li>
</ul>



<p>Yang namanya janji kampanye tentu selalu terdengar indah. Untuk realisasinya, biar waktu yang menjawab. Penulis tidak akan mengomentari semua janji di atas, hanya beberapa yang membuat Penulis sedikit mengkerutkan alis.</p>



<p>Selain beberapa daftar janji kampanye di atas, pasangan Prabowo-Gibran juga terkenal karena ingin melanjutkan apa yang telah dikerjakan oleh pemerintah sebelumnya. Oleh karena itu, Penulis juga akan mengkritik beberapa program kerja yang akan dilanjutkan oleh mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Makan Siang dan Susu Gratis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-makan-siang-gratis-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7053" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-makan-siang-gratis-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-makan-siang-gratis-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-makan-siang-gratis-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-makan-siang-gratis.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Makan Siang Gratis (<a href="https://www.rri.co.id/nasional/579240/pemerintah-masih-bingung-soal-anggaran-makan-siang-gratis?__cf_chl_rt_tk=5CPY2aimJL0KJangN_ST0QANlrtJ_0D63AtqziGaCoQ-1709565138-0.0.1.1-1749">RRI</a>)</figcaption></figure>



<p>Ini adalah program kerja yang paling sering digaungkan oleh Prabowo-Gibran. Bahkan ketika debat capres terakhir, segala masalah yang ditanyakan kepada Prabowo selalu berputar di sekitar makan siang gratis.</p>



<p>Sejak awal, program kerja <strong>makan siang dan susu gratis </strong>ini sudah menjadi pro-kontra. Dengan anggaran jumbo mencapai 450 triliun per tahun, tentu ini akan memberatkan APBN kita. Saking beratnya, akan ada banyak subsidi + kenaikan pajak agar program tersebut bisa berjalan.</p>



<p>Kalau tidak percaya, bisa baca beberapa sumber berikut ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Dari APBN: <a href="https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20240301202306-92-1069462/makan-gratis-ala-prabowo-dalam-sepekan-masuk-apbn-2025-mulai-simulasi">Makan Gratis Ala Prabowo dalam Sepekan: Masuk APBN 2025-Mulai Simulasi (cnnindonesia.com)</a></li>



<li>Dari Pemotongan Subsidi: <a href="https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20240216153334-532-1063603/subsidi-bbm-akan-dipangkas-prabowo-demi-makan-siang-gratis">Subsidi BBM Akan Dipangkas Prabowo Demi Makan Siang Gratis (cnnindonesia.com)</a></li>



<li>Dari Peningkatan Rasio Pajak: <a href="https://nasional.kontan.co.id/news/dongkrak-rasio-pajak-demi-penuhi-program-makan-siang-gratis-mungkinkah">Dongkrak Rasio Pajak Demi Penuhi Program Makan Siang Gratis, Mungkinkah? (kontan.co.id)</a></li>



<li>Dari Dana BOS: <a href="https://bisnis.tempo.co/read/1839528/airlangga-sebut-biaya-makan-siang-gratis-dari-dana-bos-ini-jenis-dan-peruntukannya">Airlangga Sebut Biaya Makan Siang Gratis dari Dana BOS, Ini Jenis dan Peruntukannya &#8211; Bisnis Tempo.co</a></li>
</ul>



<p>Memang, program makan siang dan susu gratis sudah diterapkan di banyak negara. Namun, perlu diingat kalau mayoritas dari negara-negara tersebut merupakan negara maju yang kondisi keuangannya telah stabil. Lha, kita, cari dana untuk membangun IKN saja sudah setengah mati.</p>



<p>Sama seperti pembangunan IKN, yang akan Penulis bahas lebih rinci setelah ini, Penulis merasa kalau pengadaan makan siang gratis bukan sesuatu yang <em>urgent </em>dan tidak menjadi solusi untuk banyak masalah yang diharapkan selesai dengan program ini.</p>



<p>Menurunkan harga bahan pokok sehingga bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat dan menjaga stok barang agar selalu terjelas lebih <em>urgent </em>dibandingkan dengan program makan siang yang kesannya hanya memberi &#8220;ikan&#8221;.</p>



<p>Selain itu, skema yang jelas mengenai pelaksanaan program kerja ini juga masih belum jelas. Idealnya, program kerja yang ditawarkan kepada publik setidaknya harus sudah memiliki <em>blueprint </em>agar kita sebagai masyarakat bisa membayangkan pelaksanaannya.</p>



<p>Jika melihat <em>track record </em>dari Prabowo, Penulis jadi berprasangka kalau nantinya perusahaan yang akan diajak untuk melaksanakan program ini ya kroni-kroninya Prabowo (atau Gibran/Jokowi) semua. </p>



<p>Lihat saja PT TMI untuk pengadaan alutista dan PT Agrinas untuk <em>food estate.</em> Nepotisme seolah memang bukan hal yang tabu untuk capres-cawapres kita.</p>



<p><em>Catatan: Penulis sudah terbayang bagaimana bentuk pembelaan dari pendukung mereka, yang kurang lebih akan berbunyi, &#8220;Memang sengaja pakai rekanannya Prabowo-Gibran agar kontrolnya lebih mudah dan tidak dikorupsi.&#8221;</em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Melanjutkan Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN)</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-ikn-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7054" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-ikn-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-ikn-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-ikn-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-ikn.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Progres Pembangunan IKN (<a href="https://kalimantan.bisnis.com/read/20231013/407/1704001/pembangunan-ikn-nusantara-30-proyek-segera-groundbreaking">Bisnis</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak awal, Penulis sudah merasa kontra dengan rencana Jokowi untuk <strong>membangun ibukota negara baru</strong>. Ide untuk memindahkan ibu kota memang bukan hal baru dan mungkin dibutuhkan, tapi menurut Penulis tidak untuk sekarang ketika kondisi keuangan negara belum benar-benar fit.</p>



<p>Ada yang menyebut kalau kawasan <a href="Jokowi: Lahan IKN Nusantara Hutan Produksi, Bukan Hutan Alam - Halaman 1 (beritasatu.com)">hutan yang dibabat di IKN adalah kawasan hutan industri</a>, tapi jangan lupa ada laporan juga kalau <a href="https://www.voaindonesia.com/a/pembangunan-ikn-ancam-orangutan-lumba-lumba-irrawaddy/7016197.html">habitat orang utan di sana tergusur secara paksa</a>. Belum lagi adanya <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjduamQ69qEAxXh9zgGHXjAAGkQFnoECBYQAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Farticles%2Fc3g0gp2d246o&amp;usg=AOvVaw1q39wIxgU4KGFHrt4vqdJ7&amp;opi=89978449">konflik agraria (lagi) dengan petani </a>yang haknya belum terpenuhi karena lahannya dipakai untuk IKN.</p>



<p>Selain itu, alasan pemerataan yang selalu dikumandangkan juga tidak Penulis setujui. Ide dari kubu 01 yang ingin membangun 40 kota setara Jakarta lebih masuk sebagai solusi dibandingkan membangun <a href="https://ekonomi.bisnis.com/read/20240219/47/1742172/heboh-penduduk-ikn-dibatasi-hanya-2-juta-orang-otorita-angkat-bicara">satu kota baru yang hanya akan dihuni oleh 2 juta orang saja</a>.</p>



<p>Selain itu, entah mengapa pemerintah kita seolah tidak belajar dari kegagalan negara-negara lain yang telah memindahkan ibukota mereka. Contoh paling dekat adalah Myanmar, yang memindahkan ibukota dari Rangoon ke Naypyidaw. </p>



<p>Alasannya sama, agar ibukota terletak lebih ke pusat untuk mendorong pemerataan ekonomi. Hasilnya, kota tersebut sepi dan nyaris terlihat seperti kota mati. Pembaca bisa menonton video ulasannya di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Myanmar&#039;s $4BN Mega Ghost City" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/ZOFcGHmBB4s?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dengan konsep keberlanjutan ditambah telah disahkan melalui undang-undang, Penulis yakin IKN akan menjadi salah satu prioritas Prabowo-Gibran. Uangnya dari mana? Entahlah, semoga saja kabar kalau ada <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwigpcef7NqEAxX5hGMGHTL1B2sQvOMEKAB6BAgJEAE&amp;url=https%3A%2F%2Fekonomi.bisnis.com%2Fread%2F20240303%2F47%2F1746027%2Finvestor-china-dan-malaysia-masuk-ikn-tahun-ini-investasi-rp40-triliun&amp;usg=AOvVaw1qVD6CtzAHe7CxtCcwuAQ0&amp;opi=89978449">banyak investor yang tertarik untuk membiayai IKN benar-benar terjadi</a>.</p>



<p>Lantas, seandainya tidak dilanjutkan, jadi rugi dong karena sudah keluar banyak biaya? Betul, tapi menurut pendapat Penulis, sesuatu yang hasilnya tidak baik lebih baik dihentikan di tengah jalan daripada dilanjutkan. Semoga saja pendapat Penulis ini salah, dan IKN memang terbukti berhasil.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hilirisasi Segala Macam</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-hilirisasi-nikel-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7055" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-hilirisasi-nikel-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-hilirisasi-nikel-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-hilirisasi-nikel-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-hilirisasi-nikel.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Hilirisasi Nikel (<a href="https://www.trumecs.com/article/Hilirisasi-Nikel-di-Indonesia--Pintu-Menuju-Kemajuan-Ekonomi-atau-Tantangan-Lingkungan-">Trumecs</a>)</figcaption></figure>



<p>Secara ide, Penulis sangat setuju dengan <strong>program hilirisasi</strong>. Tak heran jika ketiga pasang capres-cawapres kemarin sama-sama memasukkan hilirisasi ke dalam programnya. Namun, jika melihat yang sudah dikerjakan oleh pemerintah saat ini, rasanya terlalu ugal-ugalan dan hanya berorientasi pada uang.</p>



<p>Akibatnya, kerusakan alam dan dampak buruk bagi masyarakat seolah diabaikan begitu saja. Sudah ada banyak laporan dari berbagai lembaga mengenai kerusakan yang terjadi akibat hilirisasi yang ugal-ugalan ini. </p>



<p>Banyak masyarakat di sekitar area hilirisasi jadi harus hidup di lingkungan yang tidak sehat dan kesulitan untuk sekadar mendapatkan air bersih. Tidak percaya? Coba tonton salah satu contoh video dokumentasi dan twit di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Reaksi Eks Menteri Susi dan Faisal Basri Soal Eksploitasi Nikel China di Pulau Obi | Buka Mata" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/BCi_TSYJhIk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-twitter wp-block-embed-twitter"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true"><p lang="in" dir="ltr">Buat kamu yang jauh dari Kawasi, Pulau Obi, Maluku Utara, beginilah kondisi perairan laut di sana. <br><br>📷 <a href="https://twitter.com/rabulsawal?ref_src=twsrc%5Etfw">@rabulsawal</a> <a href="https://t.co/1vUN5EdXKa">https://t.co/1vUN5EdXKa</a> <a href="https://t.co/wiILplKvSI">pic.twitter.com/wiILplKvSI</a></p>&mdash; Melky Nahar (@melky_nahar) <a href="https://twitter.com/melky_nahar/status/1644411288628641793?ref_src=twsrc%5Etfw">April 7, 2023</a></blockquote><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>
</div></figure>



<p>Lebih parahnya lagi, menurut beberapa laporan termasuk dari ekonom Faisal Basri, sebenarnya keuntungan dari hilirisasi ini, terutama nikel, lebih dinikmati oleh pihak asing seperti China. Coba tonton video beliau di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="RI Rugi! Faisal Basri Sebut 90% Hasil Hilirisasi Nikel Lari ke China" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/GAkEL9QOQAc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ke depannya, jika memang ingin melakukan hilirisasi, cobalah untuk memperhatikan aspek lain, jangan hanya fokus ke proses produksi hingga mengabaikan rakyatnya sendiri. Belum lagi jika nanti hilirisasi ugal-ugalannya membuat pasokan melebihi permintaan, sehingga <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjHx_CH7dqEAxW82DgGHUjsBbQQFnoECCcQAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.cnnindonesia.com%2Fekonomi%2F20240207151545-85-1059837%2Fharga-nikel-dunia-anjlok-di-tengah-banjir-pasokan&amp;usg=AOvVaw0pFoUhdOIvxUeKNxCB43dn&amp;opi=89978449">harganya menjadi jatuh</a>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Gaji Pejabat Dinaikkan, Pajak Rakyat Juga Dinaikkan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-naikkan-gaji-pejabat-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7056" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-naikkan-gaji-pejabat-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-naikkan-gaji-pejabat-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-naikkan-gaji-pejabat-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-naikkan-gaji-pejabat.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Yakin, Mau Dinaikkan Gajinya? (<a href="https://rmol.id/read/2018/09/08/356322/Anggota-Dewan-Tertidur,-Fahri-Hamzah:-Nggak-Pakai-Doa-">RMOL</a>)</figcaption></figure>



<p>Pada tulisan sebelumnya, Penulis sudah membandingkan bagaimana ketiga pasangan capres-cawapres menghadapi kasus korupsi di Indonesia. Tentu ada beberapa yang bagus dan perlu didukung, tetapi ada satu yang membuat Penulis merasa geleng-geleng kepala:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Naikkan Gaji Pejabat Negara</p>
</blockquote>



<p>Entah apa yang membuat Prabowo begitu yakin kalau menaikkan gaji pejabat adalah solusi untuk memberantas korupsi yang seolah sudah mendarah daging di kita ini. Padahal, gaji dan harta para tersangka koruptor itu sudah di atas rata-rata UMR Indonesia.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga masih geram dengan beberapa pernyataan Prabowo yang seolah menyepelekan kasus korupsi. Pada tahun 2019, ia pernah mengatakan kalau korupsinya tidak seberapa itu tidak apa-apa. Penulis masih ingat betul ucapan tersebut hingga hari ini.</p>



<p>Pendukungnya pun sama saja, yang meyakini kalau sudah kaya tidak mungkin korupsi. Padahal, seperti kata Ahok, orang kaya itu kalau korupsi lebih mengerikan karena yang diinginkan sangat mewah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Program Kerja Lainnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-naikkan-fakultas-kedokteran-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7057" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-naikkan-fakultas-kedokteran-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-naikkan-fakultas-kedokteran-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-naikkan-fakultas-kedokteran-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/prabowo-gibran-naikkan-fakultas-kedokteran.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Apakah Realistis Membangun 300 Fakultas Kedokteran? (<a href="https://bic.id/blog/71-daftar-universitas-kedokteran-di-indonesia/">BIC</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain empat program utama yang sudah Penulis bahas di atas, ada beberapa program kerja lain yang ingin Penulis singgung. Pertama, adalah tentang rencana untuk <strong>membangun <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwj0uIKb79qEAxU4wzgGHTDDCbEQFnoECBIQAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fnasional.tempo.co%2Fread%2F1831006%2Fprabowo-janjikan-bangun-300-fakultas-kedokteran-apa-tanggapan-idi-dan-idai&amp;usg=AOvVaw3-QnojxCVA9kwvHFM8wTjy&amp;opi=89978449">300 Fakultas Kedokteran</a></strong><a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwj0uIKb79qEAxU4wzgGHTDDCbEQFnoECBIQAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fnasional.tempo.co%2Fread%2F1831006%2Fprabowo-janjikan-bangun-300-fakultas-kedokteran-apa-tanggapan-idi-dan-idai&amp;usg=AOvVaw3-QnojxCVA9kwvHFM8wTjy&amp;opi=89978449"> </a>dengan tujuan untuk menambah jumlah tenaga medis di Indonesia yang masih defisit.</p>



<p>Jujur, bagi Penulis ide ini terlihat tidak realistis. Selain karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit, seberapa banyak orang tua calon mahasiswa yang mampu membayar biaya masuk FK yang terkenal sangat mahal itu? Kecuali ada beasiswa khusus, Penulis merasa program kerja ini terlalu mustahil untuk diwujudkan.</p>



<p>Kedua adalah <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjbwPSS79qEAxWb-DgGHZjOBkcQFnoECA4QAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fkumparan.com%2Fkumparanbisnis%2Fprabowo-janji-naikkan-dana-desa-jadi-rp-5-m-per-desa-2237BwT9Fh8&amp;usg=AOvVaw17ohojeS3xD2lD0MF3rkT5&amp;opi=89978449"><strong>dana desa 5 miliar untuk tiap desa</strong></a> <strong>per tahun</strong>, dari yang semula 1 miliar. Program kerja ini juga sempat disampaikan oleh pihak 01 ketika kampanye, dan itu tidak membuat Penulis menyetujui ide ini. </p>



<p>Seperti yang sudah Penulis singgung di atas, Penulis lebih suka program kerja yang memberi rakyat kail, bukan ikan, apalagi dengan jumlah yang fantastis. Selain itu, dengan semakin tinggi dana desa, Penulis khawatir peluang untuk mengorupsinya pun semakin besar, sehingga yang diterima oleh rakyat pun berkurang.</p>



<p>Oh, ada satu lagi yang baru muncul akhir-akhir ini, yakni keinginan Prabowo untuk <strong>mengubah singkong menjadi bioetanol</strong>. Apakah singkong di Food Estate yang akan digunakan? Ups, maaf Penulis lupa, kan singkong yang di sana sudah berubah menjadi jagung.</p>



<p>Selain itu, ada juga yang berpendapat kalau singkong sebenarnya tidak terlalu cocok untuk dijadikan bioetanol. Intinya bisa, tapi biayanya diperkirakan akan cukup mahal.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-twitter wp-block-embed-twitter"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="twitter-tweet" data-width="550" data-dnt="true"><p lang="in" dir="ltr">bapak yakin singkong mau diubah jadi biofuel? singkong itu pati loh, pati itu polisakarida, mecahin polisakarida menjadi monosakarida sebelum di proses jadi ethanol fuel itu proses nya lumayan loh, yang ada malah nambah biaya produksi. <a href="https://t.co/46HAJqR8KN">https://t.co/46HAJqR8KN</a></p>&mdash; Osprey514 (@gara_nam) <a href="https://twitter.com/gara_nam/status/1763405896242385359?ref_src=twsrc%5Etfw">March 1, 2024</a></blockquote><script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>
</div></figure>



<p>Penulis sebenarnya merasa heran karena program Food Estate jarang terdengar dari Prabowo-Gibran, baik ketika debat maupun selama masa kampanye. Bahkan, Food Estate tidak terlalu ditonjolkan dalam program kerja yang akan mereka kerjakan.</p>



<p>Padahal, jika memang berhasil, bukankah itu bisa menjadi portofolio untuk Prabowo? Atau, memang sebenarnya segagal itu Food Estate sehingga terkesan &#8220;disembunyikan&#8221;? Ah, jadi gatal rasanya tangan ini ingin menulis tentang Food Estate.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 4 Maret 2024, terinspirasi setelah kaget ketika mendengar program makan gratis telah dibahas di rapat kabinet, meskipun pemenang pilpres belum diumumkan secara resmi</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-66517490">BBC</a></p>



<p>Catatan: Sumber artikel sudah ada di dalam teks</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/menyorot-kebijakan-prabowo-gibran-dari-makan-siang-gratis-hingga-300-fakultas-kedokteran/">Menyorot Kebijakan Prabowo-Gibran: Dari Makan Siang Gratis hingga 300 Fakultas Kedokteran</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/menyorot-kebijakan-prabowo-gibran-dari-makan-siang-gratis-hingga-300-fakultas-kedokteran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Laporan Pertanggungjawaban Karang Taruna</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/laporan-pertanggungjawaban-karang-taruna/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2019 16:09:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[ketua]]></category>
		<category><![CDATA[laporan]]></category>
		<category><![CDATA[LPJ]]></category>
		<category><![CDATA[program kerja]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3140</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika meletakkan jabatan sebagai Ketua Karang Taruna, penulis tidak lupa untuk membuat laporan pertanggunjawaban mengenai program kerja apa saja yang terlaksana dan tidak terlaksana. Penulis menjabat sebagai ketua selama 1 tahun 9 bulan 28 hari, terhitung sejak 3 September 2016 hingga 30 Juni 2018. Seperti yang pernah penulis sampaikan sebelumnya, fokus penulis adalah membentuk fondasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/laporan-pertanggungjawaban-karang-taruna/">Laporan Pertanggungjawaban Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika meletakkan jabatan sebagai Ketua Karang Taruna, penulis tidak lupa untuk membuat laporan pertanggunjawaban mengenai program kerja apa saja yang terlaksana dan tidak terlaksana.</p>
<p>Penulis menjabat sebagai ketua selama <strong>1 tahun 9 bulan 28 hari</strong>, terhitung sejak 3 September 2016 hingga 30 Juni 2018. Seperti yang pernah penulis sampaikan sebelumnya, fokus penulis adalah membentuk <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/membangun-fondasi-organisasi/">fondasi organisasi</a> yang kuat.</p>
<p>Salah satu caranya adalah dengan membuat program kerja yang cukup banyak dan bervariasi dan membuat beberapa divisi yang berbeda. Kali ini, penulis ingin berbagi semua tentang itu.</p>
<h3>Divisi-Divisi Karang Taruna</h3>
<p>Pertama kali terbentuk, Karang Taruna memiliki enam divisi yang berbeda:</p>
<ul>
<li>Agama dan Kerohanian</li>
<li>Olahraga</li>
<li>Pendidikan dan Kesenian</li>
<li>Media dan Kerja Sama</li>
<li>Keterampilan dan Kewirausahaan</li>
<li>Sosial dan Lingkungan Hidup</li>
</ul>
<p>Setelah berjalan beberapa bulan, komposisi ini dirasa terlalu gemuk dan kurang efektif. Akhirnya, divisi-divisi ini pun dipadatkan menjadi empat divisi saja:</p>
<ul>
<li>Agama dan Lingkungan</li>
<li>Olahraga dan Pendidikan</li>
<li>Media dan Kerja Sama</li>
<li>Keterampilan dan Kewirausahaan</li>
</ul>
<p>Formasi empat divisi ini pun masih dirasa kurang efektif, sehingga pada akhirnya tinggal tersisa tiga divisi yang masih bertahan hingga sekarang di bawah kepengurusan yang baru:</p>
<ul>
<li>Agama dan Lingkungan</li>
<li>Pengembangan Sumber Daya Manusia</li>
<li>Media dan Humas</li>
</ul>
<p>Keberadaan divisi-divisi ini menjadi penting dalam terlaksananya progran kerja yang telah disusun. Selama penulis menjabat, terdapat <strong>29 program kerja</strong>, di mana 19 proker terlaksana, 2 terlaksana namun terhenti, dan 8 proker tidak terlaksana.</p>
<h4>Proker Terlaksana</h4>
<ol>
<li>Tadarusan Ketika Bulan Puasa</li>
<li>Memeringati Hari Raya Agama</li>
<li>Kerja Bakti</li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-barang-bekas/">SWI Barang Bekas</a></li>
<li>Bakar-Bakar</li>
<li>Mengelola Akun Media Sosial</li>
<li>Mading</li>
<li>Pengadaan Kalender</li>
<li>Sore Sehat</li>
<li>Bermain Bersama</li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar/">SWI Mengajar</a></li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-english-day/">SWI English Day</a></li>
<li>Rapat Rutin</li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">Peringatan 17-an</a></li>
<li>Jualan di Acara <em>Car Free Day</em></li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/next-gen-development-project/"><em>Next Gen Development Project</em></a></li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/gen-x-swi-awards/"><em>Gen X SWI Awards</em></a></li>
<li>Pondok Ramadhan</li>
<li>Pemilihan Ketua Karang Taruna Periode 2018-2021</li>
</ol>
<h4>Proker Terlaksana Namun Terhenti</h4>
<ol>
<li>SWI Bermain Musik</li>
<li>SWI Berbahasa Indonesia</li>
</ol>
<h4>Proker Tidak Terlaksana</h4>
<ol>
<li>Ikut Pengajian dan Rutin Pergi ke Masjid</li>
<li>Studi Banding ke Karang Taruna Lain</li>
<li>Bakti Sosial</li>
<li>Mengikuti dan Mengadakan Lomba Antar RW</li>
<li>Desain Stiker Mobil untuk Warga</li>
<li>Karya Ilmiah dan Prakarya Remaja</li>
<li>Menjadi Tempat Pembayaran Listrik dan Air</li>
<li>Senam Sehat</li>
</ol>
<h3>Kendala Selama Menjabat</h3>
<p>Tentu saja ada banyak kendala yang penulis alami selama menjabat sebagai ketua di Karang Taruna. Apalagi, organisasi sosial ini benar-benar baru sehingga kami harus membuat patokan sendiri.</p>
<p>Masalah terbesar dan selalu berulang adalah masalah inisiatif anggota. Ada yang begitu semangat mencurahkan waktu dan tenaganya, tapi ada juga yang setengah-setengah. Ada anggota yang aktif, ada anggota yang jarang muncul.</p>
<p>Memang sebenarnya kami juga tidak bisa memaksa mereka untuk keluar. Akan tetapi, ajakan kami yang sedikit memaksa sebenarnya untuk kebaikan bersama. Sudah banyak anggota yang dulunya lebih sering di rumah, sekarang aktif bukan main.</p>
<p>Masalah konsistensi juga menjadi poin utama yang perlu diperhatikan. Sering sebuah proker sempat terhenti karena berbagai masalah dan alasan.</p>
<p>Rasa jenuh bisa menjadi salah satu alasannya. Oleh karena itu, kami menggagas banyak acara yang sifatnya santai dan bertujuan untuk meningkatkan <em>chemistry </em>antar anggota.</p>
<p>Selain acara bakar-bakar yang telah menjadi rutinitas, kamu juga membuat acara-acara menarik seperti <em>Next Gen Development Project </em>dan <em>Gen X SWI Awards</em>. Acara ini mampu membuat kami semua berkumpul dan saling kenangan yang berarti.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Bagi penulis, Karang Taruna adalah bentuk pengabdian penulis kepada lingkungan tempatnya tinggal. Karena itulah penulis <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">mengalokasikan waktu dan tenaga</a> yang cukup besar untuk organisasi ini.</p>
<p>Apalagi, penulis menanggung beban sebagai ketua pertama setelah organisasi remaja ini vakum belasan tahun. Kalau fondasi yang penulis bangun tidak kuat, organisasi ini bisa rubuh kapanpun.</p>
<p>Tapi penulis merasa optimis bahwa organisasi ini akan bertahan di masa depan dengan beberapa catatan. Semoga saja, makin banyak proker yang bisa dilaksanakan oleh Karang Taruna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 November 2019, lagi malas nulis yang berat-berat, jadinya nulis ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/laporan-pertanggungjawaban-karang-taruna/">Laporan Pertanggungjawaban Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Transisi Gen X SWI</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2018 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[periode]]></category>
		<category><![CDATA[program kerja]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Wuni Indah]]></category>
		<category><![CDATA[tim]]></category>
		<category><![CDATA[transisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1497</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti yang sudah sering disebut sebelumnya, salah satu kesalahan penulis selama menjabat sebagai ketua Karang Taruna adalah seringnya menyelesaikan sendiri tugas organisasi, terutama jika kondisi mendesak. Hal ini tentu menghambat proses kaderisasi anggota. Oleh karena itu sejak awal tahun, beberapa sebelum proses pergantian ketua, penulis memutuskan untuk membentuk semacam tim transisi. Harapannya, tim transisi inilah yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/">Tim Transisi Gen X SWI</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang sudah sering disebut sebelumnya, salah satu <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/">kesalahan penulis</a> selama menjabat sebagai ketua Karang Taruna adalah seringnya menyelesaikan sendiri tugas organisasi, terutama jika kondisi mendesak. Hal ini tentu menghambat proses kaderisasi anggota.</p>
<p>Oleh karena itu sejak awal tahun, beberapa sebelum proses pergantian ketua, penulis memutuskan untuk membentuk semacam tim transisi. Harapannya, tim transisi inilah yang akan menjadi tulang punggung organisasi di periode selanjutnya.</p>
<p><strong>Siapa Anggota Tim Transisi?</strong></p>
<p>Tim transisi terdiri dari dua orang senior: penulis selaku ketua dan Hersandi selaku bendahara. Tim juga berisikan anggota yang pada waktu itu sudah duduk di bangku kelas tiga dan akan lulus pada tahun 2018.</p>
<p>Total terdapat 5 orang, yakni Ekky, Angela, Paskah, Shanti, dan Phillip. Tiga nama yang disebutkan pertama merupakan bakal calon ketua Karang Taruna Gen X SWI periode 2018-2021, mengikuti masa jabatan ketua RW di Sumber Wuni Indah.</p>
<p><strong>Apa yang Dilakukan Tim Transisi?</strong></p>
<p>Tugas pertama yang wajib dilakukan oleh tim transisi ini adalah menyiapkan acara pemilihan ketua Karang Taruna yang diadakan pada tanggal 9 Juni 2018. Mereka harus menyusun <em>rundown </em>acara dan menyiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan.</p>
<p>Sebelum itu, grup Whatsapp tim transisi juga rajin mendiskusikan masalah-masalah yang terjadi di dalam organisasi. Penulis dan bendahara kerap menanyakan solusi kepada mereka.</p>
<p>Terkadang, kami juga meminta mereka mengambil kesimpulan atau hikmah yang bisa diambil dari setiap kejadian yang terjadi. Pelajaran apa yang kira-kira bisa mereka petik sebagai modal ketika nanti akan memimpin organisasi.</p>
<p><strong>Pemilihan Ketua</strong></p>
<p>Setelah beberapa bulan berjalan, sampailah pada puncak acara pemilihan ketua baru. Ketiga calon diberikan waktu untuk menjabarkan visi dan misi mereka jika terpilh nantinya.</p>
<p><div id="attachment_1502" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1502" class="wp-image-1502 size-large" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1502" class="wp-caption-text">Suasana Pemilihan</p></div></p>
<p>Selain itu, acara juga diisi dengan debat seperti yang dilakukan oleh calon presiden di televisi. Mereka harus menjawab pertanyaan yang diajukan oleh moderator dan penonton.</p>
<p>Pada akhirnya, Angela terpilih menjadi ketua dengan meraih suara lebih dari 50%. Anggota yang datang mencapai 20 orang, belum termasuk yang melakukan pemilihan melalui WA karena berhalangan hadir.</p>
<p><strong>Sertijab</strong></p>
<p>Sertijab dilakukan pada tanggal 30 Juni 2018 setelah lebaran. Di sini, penulis melakukan laporan pertanggungjawaban selama menjabat sebagai ketua, program kerja (proker) apa saja yang terlaksana dan tidak terlaksana lengkap dengan alasannya.</p>
<p>Alhamdulillah, selama 666 hari masa kepemimpinan penulis, dari 29 proker yang direncanakan terdapat 19 proker yang terlaksana, 2 proker yang terhenti, dan 8 proker yang tidak terlaksana. Nanti akan penulis bahas lebih rinci pada tulisan berikutnya.</p>
<p><div id="attachment_1523" style="width: 775px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1523" class="size-full wp-image-1523" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47.jpg" alt="" width="765" height="537" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47.jpg 765w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47-300x211.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47-356x250.jpg 356w" sizes="(max-width: 765px) 100vw, 765px" /><p id="caption-attachment-1523" class="wp-caption-text">Proses Sertijab dengan Ketua Terpilih</p></div></p>
<p>Selain melaporkan proker, penulis juga menjelaskan perubahan divisi yang terjadi selama penulis menjabat. Total, terdapat 3 kali revisi untuk menyesuaikan organisasi dengan kurangnya anggota yang dimiliki.</p>
<p>Penulis juga membuatkan sebuah video yang menggambarkan perjalanan Karang Taruna dari awal pembentukanya hingga masa pergantian pengurus. Jika sempat, penulis akan segera mengunggahnya di Youtube.</p>
<p><strong>Posisi Penulis Sekarang</strong></p>
<p>Lantas, apakah penulis melepas begitu saja Karang Taruna yang telah dipimpinnya selama bertahun-tahun? Tentu tidak. Penulis masih terus memantau keadaan dari jauh.</p>
<p>Selain itu, ketua yang baru juga sering berkonsultasi ke penulis tentang banyak hal, mulai proker hingga masalah klasik tentang minimnya anggota yang aktif. Intinya, penulis tidak lepas tangan begitu saja karena penulis berposisi sebagai penasihat organisasi.</p>
<p>Semoga saja dengan terbentuknya tim transisi sebelum pergantian pengurus, Karang Taruna Gen X SWI periode sekarang bisa lebih baik dari Karang Taruna periode sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 18 Oktober 2018, terinspirasi setelah pulang sebentar ke Lawang dan bertemu dengan anggota Karang Taruna</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/">Tim Transisi Gen X SWI</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SWI Barang Bekas</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/swi-barang-bekas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/swi-barang-bekas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2018 14:07:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[barang bekas]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[program kerja]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Wuni Indah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=504</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebenarnya ini bukan sesuatu hal yang baru, karena sudah banyak komunitas atau kelompok yang memiliki ide untuk menghasilkan uang dari barang bekas. Akan tetapi, tetap saja ada poin-poin yang bisa dipetik dari penyelenggaraan program kerja (proker) SWI Barang Bekas ini. Latar belakang dari proker ini adalah uang. Bukan matre, namun Karang Taruna membutuhkan pemasukan sebagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/swi-barang-bekas/">SWI Barang Bekas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya ini bukan sesuatu hal yang baru, karena sudah banyak komunitas atau kelompok yang memiliki ide untuk menghasilkan uang dari barang bekas. Akan tetapi, tetap saja ada poin-poin yang bisa dipetik dari penyelenggaraan program kerja (proker) SWI Barang Bekas ini.</p>
<p>Latar belakang dari proker ini adalah uang. Bukan matre, namun Karang Taruna membutuhkan pemasukan sebagai biaya operasional. Kita tidak bisa hanya mengandalkan uang kas bulanan karena anggota, terkadang, lupa membayar kewajibannya tersebut. Sehingga dibutuhkan sesuatu yang kreatif untuk menghasilkan uang.</p>
<p><strong>Pelaksanaan SWI Barang Bekas</strong></p>
<p>SWI Barang Bekas dilakukan setiap hari Minggu pagi, karena kalau hari lain banyak anggota yang bersekolah dan warganya pun harus bekerja. Acara dimulai jam tujuh pagi hingga jam sembilan pagi di balai RW. Warga bisa mengumpulan sendiri barang bekasnya, atau menghubungi pihak Karang Taruna agar barangnya diambil.</p>
<p>Bermodalkan kereta dorong untuk mengangkut barang, kami juga berkeliling perumahan untuk lebih banyak lagi menjaring barang bekas. Untunglah, kami memiliki toa alami yang suaranya tidak kalah dengan toa sungguhan.</p>
<p>Uang yang dihasilkan bervariasi, rata-rata sekitar 50 ribu setiap bulannya. Jika ada rejeki nomplok, misal ada yang menyumbang besi berkilo-kilo, uang yang masuk bisa mencapai angka 150 ribu.</p>
<p><strong>Permasalahan SWI Barang Bekas</strong></p>
<p>Saya tidak menganggap kurangnya barang bekas yang berhasil dikumpulkan sebagai sebuah permaslahan, karena sedikitnya barang dapat diatasi dengan menyimpannya terlebih dahulu untuk digabungkan dengan barang bekas yang akan didapat di bulan berikutnya.</p>
<p>Permasalahan terbesarnya adalah, anggota yang bangun siang. Proker ini memang dimulai pagi hari, selain karena tukang rombengnya biasa lewat di waktu ini, juga agar anggota tidak bisa menikmati<strong> bangun siang di hari libur</strong>.</p>
<p>Sebagai generasi penerus bangsa, seharusnya kita membiasakan diri bangun pagi, kapanpun.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Banyak sektor yang masih harus dibenahi agar proker ini dapat menjadi lumbung uang untuk Karang Taruna. Yang paling penting adalah penyampaian informasi kepada warganya harus dibuat lebih efektif daripada membuat edaran yang dibagi seminggu sebelum pelaksanaan.</p>
<p>Selain itu, anggota Karang Taruna sendiri pun kurang aktif dalam mengumpulkan barang-barang bekas. Seharusnya, anggota juga mempunyai wadah sendiri di rumah masing-masing untuk mengumpulkan, katakanlah, botol bekas.</p>
<p>Ke depannya, kami akan melakukan studi banding ke Karang Taruna lain yang memiliki proker serupa. Kami akan menilai, mana-mana saja yang dapat diterapkan di Perumahan Sumber Wuni Indah agar proker ini dapat berjalan lebih baik lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perpustakaan Nasional Lantai 24, 14 Maret 2018, setelah menulis artikel Merapikan Kamar, Merapikan Diri</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/swi-barang-bekas/">SWI Barang Bekas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/swi-barang-bekas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
