<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>smarpthone Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/smarpthone/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/smarpthone/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jun 2023 15:10:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>smarpthone Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/smarpthone/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Smartphone adalah Distraksi Terberat untuk Produktivitas</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2023 07:10:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[distraksi]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[smarpthone]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6597</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak orang yang menginginkan hidup produktif. Namun, tidak banyak orang yang berhasil melakukannya. Beberapa alasannya adalah rasa malas, kurang motivasi, hingga adanya distraksi atau gangguan yang menghambat kita untuk produktif. Rasa malas atau kurang motivasi berasal dari internal, sehingga cara mengatasinya pun mau tidak mau harus dari diri sendiri. Kita harus bisa mengendalikan diri kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/">Smartphone adalah Distraksi Terberat untuk Produktivitas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Banyak orang yang menginginkan hidup produktif. Namun, tidak banyak orang yang berhasil melakukannya. Beberapa alasannya adalah <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/saya-ini-pemalas/">rasa malas</a>, kurang motivasi, hingga adanya distraksi atau gangguan yang menghambat kita untuk produktif.</p>



<p>Rasa malas atau kurang motivasi berasal dari internal, sehingga cara mengatasinya pun mau tidak mau harus dari diri sendiri. Kita harus bisa mengendalikan diri kita sendiri untuk bisa mengusir hal-hal yang menghambat produktivitas tersebut.</p>



<p>Nah, lain halnya dengan adanya distraksi yang kerap datang dari luar atau eksternal diri kita. Bentuknya pun macam-macam. Namun, ada satu distraksi yang Penulis anggap sebagai yang terbesar sekaligus terbesar, yaitu <strong>adanya <em>smartphone</em> alias ponsel pintar</strong>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/setelah-membaca-the-art-of-the-good-life-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/setelah-membaca-the-art-of-the-good-life-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/setelah-membaca-the-art-of-the-good-life-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/setelah-membaca-the-art-of-the-good-life-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/setelah-membaca-the-art-of-the-good-life-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Membaca The Art of the Good Life" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-the-art-of-the-good-life/">Setelah Membaca The Art of the Good Life</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Smartphone adalah Distraksi Terbesar?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6600" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Distraksi Terbesar Saat Bekerja atau Belajar (<a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/tangan-iphone-smartphone-laptop-5077039/">cottonbro studio</a>)</figcaption></figure>



<p>Selama beberapa tahun terakhir, <em>smartphone </em>kita terus berevolusi menjadi sebuah gawai yang sangat canggih, hingga seolah-olah kita bisa melakukan semua hal menggunakannya. Ini semakin dilengkapi dengan berbagai aplikasi yang jumlahnya mungkin mencapai jutaan.</p>



<p>Salah satu dampak terbesar yang dihasilkan oleh <em>smartphone </em>adalah meningkatnya interaksi antarmanusia hingga seolah tak berbatas ruang dan waktu. Kita bisa melihat berbagai kejadian di seluruh dunia hanya dalam kedipan mata saja melalui media sosial.</p>



<p>Ada banyak pilihan media sosial yang bisa kita gunakan, mulai Facebook, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/twitter-dan-tuntutan-kesempurnaannya/">Twitter</a>, Instagram, <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/">TikTok</a>, hingga Pinterest. Sarana hiburan untuk menonton tayangan visual pun banyak, mulai yang gratis seperti YouTube hingga yang berbayar seperti <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya/">Netflix</a>, Disney+, Vidio, dan lainnya.</p>



<p>Jangan lupakan juga judul-judul <em>game </em>yang bisa membuat kita melupakan kehidupan kita sejenak di dunia nyata. Ada yang menyukai <em>game </em>kompetitif seperti <em>Mobile Legends </em>dan <em><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-menyebar-screenshot-pubg/">PUBG Mobile</a></em>, ada juga yang suka bertualang di <em>Genshin Impact</em>.</p>



<p>Masih banyak yang bisa kita lakukan melalui <em>smartphone</em>, seperti membaca berita, membaca komik, melihat meme, membuat konten viral, dan lain sebagainya. <strong>Banyaknya aktivitas yang bisa dilakukan inilah yang membuat <em>smartphone </em>menjadi distraksi yang luar biasa</strong>.</p>



<p>Bayangkan, setelah merasa bosan dengan Instagram, beralik ke TikTok. Begitu bosan, pindah lagi ke Twitter. Bosan lagi, pindah main <em>game</em>. Capek, <em>refreshing </em>dengan menonton YouTube. Putaran aktivitas ini seolah tak pernah berhenti mengisi hari-hari kita.</p>



<p>Apalagi, kini semakin banyak platform yang menyediakan fitur <em><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/alasan-kenapa-mindless-scrolling-adalah-pelarian-yang-buruk/">infinity scroll</a> </em>di mana kita secara tak terbatas diberikan konten video pendek. Berdasarkan pengalaman Penulis, fitur ini kerap membuat kita merasa lupa waktu karena tidak tahu kapan harus berhenti.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana agar Smartphone Tidak Menjadi Sebuah Distraksi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="528" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-1024x528.jpg" alt="" class="wp-image-6601" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-1024x528.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-300x155.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-768x396.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest.jpg 1250w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah Satu Aplikasi yang Membantu Mengatasi Distraksi Smartphone (<a href="https://www.datingadvice.com/for-women/forest-app-helps-people-be-present-in-relationships">Dating Advice</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika sedang bekerja atau belajar, kita kerap beralih ke <em>smartphone </em>kita dengan dalih &#8220;<em>refreshing</em>&#8221; karena merasa suntuk. Niatnya hanya 5 menit, tahu-tahu bertambah menjadi 50 menit. Pekerjaan pun akhirnya tertunda, menumpuk, atau bahkan tidak selesai.</p>



<p>Penulis kerap berniat untuk menjalani hari yang produktif, seperti menulis beberapa artikel blog, membaca buku <em>self-improvement</em>, atau mulai menulis novel lagi. Namun, jika sudah main <em>smartphone </em>dan rebahan, niat tersebut pun sirna begitu saja, kalah oleh rasa malas.</p>



<p>Berdasarkan poin di atas, Penulis pun menganggap kalau <em>smartphone </em>adalah distraksi terbesar dalam produktivitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan beberapa cara agar kita bisa menghindari distraksi tersebut semaksimal mungkin.</p>



<p>Kalau yang mau ekstrem, Penulis di jam kerja biasanya <strong>menjauhkan <em>smartphone </em>sejauh mungkin dari jangkauan</strong>. Dengan membuatnya &#8220;tidak terlihat&#8221;, rasa penasaran ingin mengeceknya pun bisa menjadi berkurang.</p>



<p>Lalu, apa yang bisa kita lakukan ketika merasa suntuk atau penat? Lakukan <strong>aktivitas fisik yang tidak melibatkan <em>smartphone</em></strong><em>.</em> Beberapa hal yang Penulis lakukan adalah baca buku, bermain bersama kucing, duduk melihat tanaman, hingga rebahan sejenak.</p>



<p>Seandainya tidak bisa menahan diri untuk mengecek <em>smartphone</em>, mungkin kita butuh bantuan aplikasi seperti <strong>Forest</strong> dan <strong>AppBlock</strong>. Bisa juga menggunakan fitur bawaan dari <em>smartphone </em>yang mengatur berapa jam maksimal kita menggunakan aplikasi tertentu.</p>



<p>Penulis merasa terbantu dengan aplikasi-aplikasi ini agar Penulis bisa berhenti membuka aplikasi-aplikasi tertentu di jam profuktif. Namun, terkadang diri kita pun &#8220;nakal&#8221; dan justru memilih untuk menghapus aplikasi-aplikasi tersebut.</p>



<p>Jadi, pada dasarnya <strong>semua kembali ke diri sendiri</strong>, apakah kita benar-benar ingin menghilangkan distraksi tersebut atau tidak. Kalau keinginan dan tekad kita benar-benar kuat, bahkan tanpa bantuan aplikasi pun kita bisa menyingkirkan distraksi tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Selain <em>smartphone</em>, tentu masih ada distraksi lain mengingat kebanyakan aplikasi-aplikasi yang ada di <em>smartphone </em>juga tersedia di laptop. Namun, setidaknya laptop tidak bisa digunakan sambil rebahan karena kurang nyaman dan berat.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis benar-benar berusaha membatasi penggunaan <em>smartphone </em>hariannya karena terbukti sangat sering membuat hari Penulis menjadi tidak produktif. Entah sudah berapa banyak waktu yang terbuang karena <em>smartphone </em>ini.</p>



<p>Penulis pun memiliki target agar penggunaan <em>smartphone </em>dalam sehari tidak melebihi 5 jam. Sejauh ini, target ini relatif bisa dicapai di <em>weekday</em> karena adanya rutinitas pekerjaan. Di <em>weekend</em>, angka penggunaan bisa naik walau tidak terlalu banyak.</p>



<p>Dengan mengurangi penggunaan <em>smartphone</em>, Penulis berharap bisa menjadi pribadi yang lebih produktif lagi, memiliki pola hidup yang lebih teratur, dan mampu melakukan banyak hal yang lebih bermanfaat.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 12 Juni 2023, terinspirasi karena merasa <em>smartphone </em>adalah distraksi terbesar ketika dirinya ingin memiliki hidup yang produktif</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.marketwatch.com/story/the-dos-and-donts-of-using-your-cell-phone-at-work-2018-01-08">MarketWatch</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/">Smartphone adalah Distraksi Terberat untuk Produktivitas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Perangkat, Banyak Hiburan</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/satu-perangkat-banyak-hiburan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/satu-perangkat-banyak-hiburan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2021 10:19:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[smarpthone]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4282</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika sedang menjelajahi linimasa Twitter, Penulis menemukan tweet yang menanyakan apakah generasi kelahiran 2000 ke bawah masih bisa baca komik cetak? Tweet tersebut tidak bermaksud merendahkan generasi muda, hanya sekadar bertanya karena sekarang kebanyakan dari kita lebih sering membaca komik dari ponsel. Jawabannya pun bervariasi. Ada yang mengaku tidak bisa, ada yang mengaku bisa karena kakaknya koleksi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/satu-perangkat-banyak-hiburan/">Satu Perangkat, Banyak Hiburan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika sedang menjelajahi linimasa Twitter, Penulis menemukan <em>tweet </em>yang menanyakan <strong>apakah generasi kelahiran 2000 ke bawah masih bisa baca komik cetak?</strong></p>
<p><em>Tweet</em> tersebut tidak bermaksud merendahkan generasi muda, hanya sekadar bertanya karena sekarang kebanyakan dari kita lebih sering membaca komik dari ponsel.</p>
<p>Jawabannya pun bervariasi. Ada yang mengaku tidak bisa, ada yang mengaku bisa karena kakaknya koleksi komik, dan lain sebagainya.</p>
<p><em>Tweet </em>sederhana tersebut berhasil mengusik Penulis dan membuat berpikir,<strong> apakah sekarang media hiburan memang hanya bisa didapatkan dari satu atau dua perangkat?</strong></p>
<h3>Mencari Hiburan ke Mana-Mana</h3>
<p><div id="attachment_4286" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4286" class="size-large wp-image-4286" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4286" class="wp-caption-text">Persewaan Komik (<a href="https://guidable.co/move_to_japan/the-specialized-library-collects-only-manga/"><span class="pM4Snf">Guidable</span></a>)</p></div></p>
<p>Saat masih kecil, kira-kira usia SD, Penulis sudah gemar <strong>membaca komik</strong>. Selain dibelikan orang tua, Penulis juga kerap menyewa komik di persewaan komik di dekat rumah nenek.</p>
<p>Tidak hanya itu, Penulis juga mendapatkan &#8220;warisan&#8221; <a href="https://whathefan.com/animekomik/detail-pada-karya-don-rosa/">komik Donal Bebek</a> dan Tintin dari Pakde. Bahkan, hobi membaca komik ini masih Penulis geluti sampai sekarang.</p>
<p>Karena itu, Penulis bisa memahami komik Jepang (yang kebanyakan dari kanan kekiri) ataupun komik Barat (dari kiri ke kanan).</p>
<p>Kalau mau <strong>baca buku</strong>? Dulu Penulis belum terlalu suka baca buku. Pertama kali baca novel mungkin SMP, yakni novel <em>Sherlock Holmes</em> pemberian almarhumah kakak sepupu.</p>
<p>Ketika SMA, Penulis juga masih jarang membeli buku. Paling menyewa novel <em>Harry Potter </em>dari perpustakaan sekolah.</p>
<p><strong>Lihat film</strong>? Dulu persewaan film ada banyak sekali. Penulis dan teman-temannya akan berburu film untuk ditonton bersama. Selain itu, bisa juga menunggu film yang tayang di televisi.</p>
<p>Mau<strong> internetan</strong> untuk sekadar cari<em> wallpaper </em>atau download lagu dan video? Penulis akan pergi ke warnet sambil membawa <em>flash disk</em>.</p>
<p>Kalau <strong>main game</strong>? Ada persewaan <em>Playstation </em>atau kalau mau main game PC bisa ke warnet. <em>Alhamdulillah </em>Penulis punya konsol game yang dibeli menggunakan uang sunat.</p>
<p>Bagaimana dengan <strong>mendengarkan musik</strong>? Seringnya, dan ini jangan ditiru, Penulis akan mengunduh lagu bajakan di situs-situs yang menyediakan lagu gratis.</p>
<p>Karena <em>handphone </em>zaman itu belum punya kemampuan untuk menyetel musik, Penulis sampai menggunakan uang tabungannya untuk membeli MP4 Player. Lagu yang diunduh tadi akan ditransfer ke perangkat MP4 tersebut.</p>
<p>Bisa dilihat ketika Penulis masih kecil hingga usia sekolah, dibutuhkan &#8220;usaha&#8221; lebih untuk mendapatkan hiburan apapun bentuknya.</p>
<p>Sekarang, semua bisa dilakukan hanya melalui satu atau dua perangkat bernama <strong><em>smartphone</em></strong>.</p>
<h3>Satu Perangkat, Banyak Pilihan Hiburan</h3>
<p><div id="attachment_4287" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4287" class="size-large wp-image-4287" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/banyaknya-pilihan-hiburan-di-satu-perangkat-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4287" class="wp-caption-text">Semua di Satu Perangkat (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@nordwood">NordWood Themes</a>)</p></div></p>
<p>Kehadiran <em>smartphone </em>diawali dengan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/"><strong>rilisnya iPhone</strong></a> pada tahun 2007. Setelah itu, Google merilis Android pada tahun 2008. Semenjak itu, kita seolah-olah bisa melakukan apapun melalui perangkat yang ada di genggaman kita.</p>
<p>Mau baca komik? Kita bisa <strong>baca komik secara gratis dan legal</strong> melalui aplikasi seperti <em>Webtoon</em>. Yang ilegal lebih banyak lagi, terutama yang ingin membaca komik Jepang secara online.</p>
<p>Mau baca buku? Kini hampir<strong> semua judul ada versi digitalnya</strong> dan bisa diakses dengan mudah. File PDF-nya juga mudah sekali didapatkan.</p>
<p>Mau lihat film? <strong>Layanan <em>streaming </em>macam <em>Netflix </em>dan <em>Disney+ </em>begitu menjamur</strong> hingga kita dibuat bingung ingin berlangganan yang mana. Apalagi, sekarang ada YouTube yang menyediakan berbagai konten.</p>
<p>Mau internetan? Kapan pun kita butuh informasi atau sekadar kepo akan sesuatu, kita <strong>tinggal mengetikkannya di Google</strong>. Mau cari apapun akan muncul dengan cepat.</p>
<p>Mau main game? Jangan ditanya, sekarang <strong>pemain game <em>mobile</em> ada di mana-mana</strong>. Dibandingkan game konsol dan PC, bermain game di <em>smartphone </em>jauh lebih murah.</p>
<p>Mau mendengarkan musik? <strong>Layanan <em>streaming </em>musik pun ada sangat banyak</strong>, mulai <em>Spotify, Apple Music, </em><em>Joox, </em>hingga <em>YouTube Music</em>.</p>
<p>Belum lagi sekarang ada <strong>media sosial</strong> yang menjadi salah satu penyebab mengapa kita begitu betah dan adiktif di depan layar ponsel.</p>
<p>Memang lebih praktis karena kita bisa melakukan berbagai hal hanya melalui satu perangkat, tapi kok kayaknya jadi ada yang hilang.</p>
<h3>Ketergantungan Terhadap Satu Perangkat</h3>
<p><em>Smartphone </em>memang sangat praktis dan membantu kita di banyak hal. Hanya saja, kecanggihannya secara tidak langsung membuat kita <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone/"><strong>merasa ketergantungan</strong></a>.</p>
<p>Coba bayangkan satu hari tanpa <em>smartphone</em>, pasti kita akan cepat merasa bosan. Rasanya, ada yang hilang dalam hidup ini.</p>
<p>Dampak buruk lainnya adalah membuat <strong>banyak bisnis tutup</strong> karena terlindas zaman. Tempat penyewaan komik dan film sudah pada tutup, begitu pula dengan warnet.</p>
<p>Untungnya, masih ada banyak aktivitas yang tidak bisa digantikan oleh <em>smartphone </em>seperti <em>travelling </em>dan memasak. Masih ada banyak kegiatan yang bisa kita lakukan tanpa perlu memandang layar ponsel.</p>
<p>Di sini, Penulis ingin mengingatkan kalau<strong> jangan sampai kita terlena dengan kenyamanan yang diberikan oleh <em>smartphone</em></strong>.</p>
<p>Benda tersebut memang memberikan begitu banyak pilihan hiburan, tapi jangan sampai kita menjadi lalai dan menyia-nyiakan waktu yang ada.</p>
<p>Gunakan <em>smarpthone </em>kita secara bijak, jangan mau diperbudak olehnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 21 Januari 2020, terinspirasi dari sebuah <em>tweet </em>yang menanyakan apakah generasi muda sekarang masih bisa membaca komik cetak</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@jonasleupe">Jonas Leupe</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/satu-perangkat-banyak-hiburan/">Satu Perangkat, Banyak Hiburan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/satu-perangkat-banyak-hiburan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
