<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>waktu Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/waktu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/waktu/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Oct 2022 15:14:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>waktu Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/waktu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Productivity Hacks #3: Time Blocking</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-3-time-blocking/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-3-time-blocking/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2022 15:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen waktu]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[time block]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5960</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kurang lebih sudah hampir 2 tahun Penulis full bekerja dari rumah alias Work from Home. Di saat tempat lain sudah mulai bekerja dari kantor, kebijakan di tempat Penulis masih mempersilakan karyawannya untuk tetap kerja dari rumah. Tantangan dari bekerja di rumah adalah harus pintar mengelola waktu. Meskipun sama-sama memiliki jam masuk dan pulang, kita harus [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-3-time-blocking/">Productivity Hacks #3: Time Blocking</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kurang lebih sudah hampir 2 tahun Penulis <em>full </em>bekerja dari rumah alias <em><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/agar-wfh-tetap-produktif/">Work from Home</a></em>. Di saat tempat lain sudah mulai bekerja dari kantor, kebijakan di tempat Penulis masih mempersilakan karyawannya untuk tetap kerja dari rumah.</p>



<p>Tantangan dari bekerja di rumah adalah <strong>harus pintar mengelola waktu</strong>. Meskipun sama-sama memiliki jam masuk dan pulang, kita harus bisa menjadi &#8220;bos&#8221; untuk diri sendiri dalam mengerjakan tugas-tugasnya.</p>



<p>Selama dua tahun tersebut, tidak jarang Penulis menemukan kesulitan dalam hal tersebut karena berbagai alasan, termasuk <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/saya-ini-pemalas/">rasa malas</a> yang sangat menggoda. Untuk itu, Penulis perlu menemukan sebuah metode yang bisa membantunya mengatur waktu.</p>





<p>Dari berbagai metode yang pernah dicoba, membuat <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/"><strong><em>to-do list </em>harian</strong></a> sangat membantu Penulis untuk menentukan skala prioritas dan daftar pekerjaan apa yang harus diselesaikan. Selain itu, <em><strong>time blocking</strong> </em>juga sangat membantu. Apa itu?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Itu Time Blocking?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="896" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-1.bak_-1024x896.png" alt="" class="wp-image-5963" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-1.bak_-1024x896.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-1.bak_-300x263.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-1.bak_-768x672.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-1.bak_-1536x1344.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-1.bak_.png 1778w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Visual Ketika Melakukan Time Blocking (<a href="https://todoist.com/productivity-methods/time-blocking">Todoist</a>)</figcaption></figure>



<p>Secara sederhana, <em>time blocking </em>adalah sebuah <strong>metode manajemen waktu yang membagi hari menjadi beberapa blok</strong> tertentu. Seringnya, blok waktu tersebut akan bersifat &#8220;umum&#8221; dan selama periode tersebut tidak boleh melakukan pekerjaan lain.</p>



<p>Contoh, ada blok waktu &#8220;Kerja&#8221; antara pukul 9 sampai 6. Nah, di dalam blok waktu tersebut kita tidak boleh melakukan aktivitas lain yang berpotensi mengalihkan pikiran kita ke hal lain<em> </em>yang mampu mendistraksi fokus kita.</p>



<p>Jadi selama blok waktu &#8220;Kerja&#8221;, aktivitas seperti bermain <em>game</em>, nonton YouTube, bahkan menulis artikel blog tidak boleh dilakukan. Harus benar-benar berusaha mengendalikan fokus, kalau perlu singkirkan semua distraksi seperti ponsel.</p>



<p><em>Time blocking </em>merupakan metode yang akan menyederhanakan daftar pekerjaan atau aktivitas yang akan dilakukan pada hari tersebut. Dengan lebih fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu (<em>bye bye multitasking</em>), pekerjaan pun akan selesai lebih cepat.</p>



<p>Bagi Penulis, adanya <em>time blocking </em>seperti ini sangat membantu untuk<strong> mengetahui akan melakukan apa hari ini </strong>dan<strong> mana yang perlu diprioritaskan</strong>, apalagi jika dibantu dengan <em>to-do list </em>harian. </p>



<p>Dengan begitu, Penulis akan bisa memiliki hari yang lebih produktif karena di dalam <em>mindset</em>-nya ada target-target yang harus diselesaikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh Time Blocking di Tempat Kerja</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="700" height="341" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-2.png" alt="" class="wp-image-5964" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-2.png 700w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-2-300x146.png 300w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption> Contoh Time Blocking (<a href="https://noteplan.co/blog/static/1af6d825065e6469537f9c2d892d193b/39600/time-blocking-example.png">NotePlan</a>)</figcaption></figure>



<p>Kalau Penulis pribadi, biasanya akan <strong>membagi waktunya secara umum</strong> dulu, baru <strong>di-<em>breakdown </em>menjadi lebih rinci</strong> lagi melalui <em>to-do list </em>harian. Penulis akan memberikan contoh dalam<em> </em>dalam blok kerja.</p>



<p>Jika hanya diblok kerja selama 8-9 jam, ada potensi di sela-sela waktu tersebut akan melakukan hal-hal lain karena kurang spesifiknya pekerjaan yang akan dikerjakan. Untuk itu, Penulis akan memisahnya menjadi beberapa bagian. </p>



<p>Misal, blok kerja pertama antara jam 9 hingga jam 11/12 digunakan untuk rapat, cari topik, <em>brainstorm</em>, cek surel, dan beberapa pekerjaan non-edit lainnya. Dengan kata lain, pekerjaan-pekerjaan &#8220;remeh&#8221; dan tidak membutuhkan waktu lama dikerjakan di sini.</p>



<p>Setelah jam istirahat siang, biasanya Penulis akan lebih fokus untuk melakukan edit tulisan karena di jam itulah para <em>writer </em>sudah menyelesaikan beberapa tulisannya. Jika sedang tidak ada artikel yang diedit, maka Penulis biasanya mencari berita-berita baru.</p>



<p>Sore menjelang jam pulang kantor, Penulis melakukan pekerjaan seputar cek ulang dari pekerjaan-pekerjaan yang sudah dilakukan pada hari tersebut, seperti memeriksa apakah semua artikel yang dijadwalkan tayang sudah selesai atau belum. </p>



<p>Selain itu, jika ada pekerjaan-pekerjaan baru yang di luar rutinitasnya, Penulis akan memasukkannya ke dalam slot yang paling kosong. Misal, jika ada artikel yang perlu ditulis, Penulis akan menulisnya di pagi hari atau menjelang jam pulang.</p>



<p>Mungkin orang lain yang tidak terikat jam kantor seperti <em>content creator </em>akan memiliki metode waktu yang berbeda, seperti melakukan blok tergantung harinya (Senin fokus <em>brainstorm </em>ide, Selasa pengambilan konten, dst). Namun, konsepnya tetap sama.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Time Blocking untuk Waktu-Waktu Lainnya?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5965" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Bisa Diterapkan di Luar Kerja? (<a href="https://glints.com/id/lowongan/manfaat-blogging/">Glintz</a>)</figcaption></figure>



<p>Itu untuk waktu kerja, bagaimana dengan waktu di luar itu? Penulis pun berusaha untuk tetap menerapkan <em>time blocking</em>, walau untuk bisa merealisasikannya lebih berat dibandingkan <em>time blocking </em>di waktu kerja (terutama karena disiplin diri yang kurang).</p>



<p>Idealnya, Penulis ingin memiliki blok waktu antara jam 5 hingga 7 pagi untuk melakukan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">rutinitas pagi harian</a>. Setelah itu, ada blok waktu untuk belajar sesuatu yang baru seperti tentang kepenulisan maupun SEO.</p>



<p>Selepas jam kantor antara jam 7-8 adalah blok waktu untuk makan malam dan istirahat. Jam 8-9 adalah blok waktu untuk menulis artikel di blog ini. Setelah itu, jam 9 ke atas adalah blok waktu untuk rutinitas malam dan aktivitas santai lainnya.</p>



<p>Jadi jika disimpulkan, blok waktu harian yang Penulis idamkan (karena belum terlaksana semua) adalah sebagai berikut:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>05:00 &#8211; 07:00 Rutinitas Pagi Harian (Membersihkan Kamar, Olahraga Pagi, Mencatat To-Do List dll)</li><li>07:00 &#8211; 08:00 Belajar Hal Baru (Ikut Kelas Online, Belajar Lewat Aplikasi, Baca Buku, dll)</li><li>08:00 &#8211; 08:30 Persiapan Kerja (Sarapan, Mandi)</li><li>08:30 &#8211; 12:00 Kerja (Riset Topik Artikel, Morning Concall, Brainstorm, Cek Email, Menulis Artikel, dll)</li><li>12:00 &#8211; 13:00 Istirahat, Sholat, Makan Siang</li><li>13:00 &#8211; 15:30 Kerja (Edit Artikel)</li><li>15:30 &#8211; 16:00 Istirahat, Sholat</li><li>16:00 &#8211; 18:30 Kerja (Edit Artikel, Menulis Artikel, Cek Pekerjaan Harian, dll)</li><li>18:30 &#8211; 20:00 Istirahat, Sholat, Makan Malam</li><li>20:00 &#8211; 21:00 Menulis Artikel Blog</li><li>21:00 &#8211; 22:00 Waktu Santai</li><li>22:00 &#8211; 23:00 Rutinitas Malam Harian (Minum Vitamin, Mencatat Jurnal Harian, Cuci Muka, dll)</li><li>23:00 &#8211; 05:00 Tidur</li></ul>



<p>Salah satu tujuan dari Penulis membuat artikel ini memang untuk memotivasi lagi dirinya agar bisa melakukan <em>time blocking </em>seperti yang sudah disusun di atas. Ah, alangkah indahnya jika Penulis bisa melakukannya<em> </em>secara konsisten.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Beneran Seproduktif Itu?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5966" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/productivity-hacks-3-time-blocking-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Percaya deh, Time Blocking Itu Susah! (<a href="https://noteplan.co/blog/getting-started-with-timeblocking/">NotePlan</a>)</figcaption></figure>



<p>Terdengar sangat produktif? Iya, tapi pada kenyataannya Penulis merasa sangat sulit bisa mendisiplinkan diri untuk memenuhi blok-blok waktu yang sudah dibuatnya. Blok di waktu kerja saja kadang meleset, apalagi blok waktu lain yang relatif tidak terlalu mengikat.</p>



<p>Hal sederhana seperti tidak tidur lagi setelah sholat Shubuh pun masih Penulis lakukan, sehingga kehilangan waktu untuk belajar. Malam hari, Penulis lebih suka <em>leyeh-leyeh </em>sambil nonton TV di kamar atau main gim daripada menulis artikel blog.</p>



<p>Hanya saja, Penulis merasa bahwa <em>time blocking </em>ini sangat <strong>cocok untuk orang-orang yang menyukai keteraturan</strong>. Oleh karena itu, meskipun sudah gagal berkali-kali, Penulis akan terus mencobanya karena merasa yakin ini akan berdampak positif untuk dirinya sendiri.</p>



<p>Selain itu, biasanya Penulis akan sedikit melonggarkan diri pada <em>weekend </em>dengan tidak membuat <em>time blocking</em>. Hidup terlalu tertata juga tidak enak, perlu ada waktu yang longgar. Nanti kalau <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-justru-suka-hari-senin/">sudah masuk hari Senin</a>, baru kita <em>time blocking </em>kembali.</p>



<p>Perlu diingat bahwa memang baik jika kita mampu melakukan <em>time blocking</em> dengat tepat. Hanya saja, jangan terlalu kaku juga. Jika dirasa tidak cocok, tata ulang saja blok waktunya. Selain itu, blok yang terlalu padat juga tidak baik untuk yang baru memulainya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis pernah mencoba untuk hidup tanpa berbagai rencana dan penjadwalan seperti ini, dan hasilnya kacau balau. Hidup Penulis benar-benar berantakan dan tidak teratur. Banyak sekali pekerjaan yang tidak selesai dan terabaikan, serta pola hidup yang jauh dari kata sehat.</p>



<p><em>Time blocking</em>, ditambah dengan <em>to-do list </em>harian, Penulis akui sangat membantu dirinya untuk mengatur waktu ketika bekerja dari rumah. Penulis jadi tahu apa yang akan dilakukan hari ini dan terpacu untuk menyelesaikannya.</p>



<p>PR utamanya adalah bagaimana kita bisa menjaga konsistensi, sesuatu yang harus diakui sangat sulit untuk dilakukan. Namun, resistansi kita ketika gagal dan mencoba lagi bisa menjadi amunisi utama untuk itu.</p>



<p>Semoga tulisan ini bisa menginspirasi para Pembaca sekalian yang tertarik untuk mencoba <em>time bloking </em>dalam kesehariannya.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 6 Oktober 2022, terinspirasi setelah dirinya merasa perlu untuk kembali mengelola waktunya dengan lebih baik lagi</p>



<p>Foto: <a href="https://noteplan.co/blog/getting-started-with-timeblocking/">NotePlan</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://todoist.com/productivity-methods/time-blocking">The Complete Guide to Time Blocking (todoist.com)</a></li><li><a href="https://noteplan.co/blog/getting-started-with-timeblocking/">Getting Started with Time Blocking [Template Included] | NotePlan Blog</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-3-time-blocking/">Productivity Hacks #3: Time Blocking</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-3-time-blocking/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mau Kayak Gini Sampai Kapan?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/mau-kayak-gini-sampai-kapan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Dec 2019 05:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[berubah]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan buruk]]></category>
		<category><![CDATA[menunda]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[nanti]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[tunda]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3066</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis pernah mengakui bahwa dirinya termasuk pemalas. Entah berapa kali penulis merasa telah menyia-nyiakan waktu untuk melakukan hal yang kurang produktif, walaupun memang kita membutuhkannya dengan dosis yang terkontrol. Sebagai orang yang kerap overthinked, penulis pun melakuan interopeksi diri ketika menyadari bahwa dirinya telah melakukan hal tersebut. Biasanya, penulis akan memberikan motivasi kepada diri sendiri dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/mau-kayak-gini-sampai-kapan/">Mau Kayak Gini Sampai Kapan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis pernah mengakui bahwa <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/saya-ini-pemalas/">dirinya termasuk pemalas</a>. Entah berapa kali penulis merasa telah menyia-nyiakan waktu untuk melakukan hal yang kurang produktif, walaupun memang kita membutuhkannya dengan dosis yang terkontrol.</p>
<p>Sebagai orang yang kerap <em>overthinked</em>, penulis pun melakuan interopeksi diri ketika menyadari bahwa dirinya telah melakukan hal tersebut.</p>
<p>Biasanya, penulis akan memberikan motivasi kepada diri sendiri dengan berkata dalam hati, <em>mau kayak gini sampai kapan?</em></p>
<h3>Kebiasaan Menunda-Nunda</h3>
<p>Salah satu kebiasaan buruk yang sering penulis lakukan adalah menunda-nunda pekerjaan yang semestinya harus segera diselesaikan. Contohnya adalah aktivitas mencatat agenda dan keuangan setiap hari.</p>
<p>Tak jarang karena suka menunda, akhirnya penulis sama sekali tidak mencatat dalam jangka waktu yang cukup lama. Paling lama pernah satu bulan.</p>
<p>Ketika sadar bahwa dirinya telah berbuat salah, penulis pun melakukan <em>self-punishment</em>. Bagaimana caranya? Dengan memaksa diri untuk mencatat segala kegiatan dan arus keuangan selama satu bulan itu!</p>
<p>Itu merupakan kegiatan sangat melelahkan dan butuh waktu berjam-jam untuk menyelesaikannya. Bayangkan, bagaimana bisa penulis mengingat apa yang penulis lakukan satu bulan yang lalu pada jam tertentu.</p>
<p>Kalau aktivitas mungkin bisa sedikit dikarang, tapi bagaimana dengan pemasukan dan pengeluaran penulis? Sebagai orang yang perfeksionis, ada beberapa <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/uang-saya-lari-ke-mana-ya/">rupiah yang tidak diketahui lari ke mana</a> merupakan siksaan sendiri,</p>
<p>Setelah selesai menjalani &#8220;masa hukuman&#8221; tersebut, biasanya penulis berjanji ke diri sendiri untuk tidak lagi menunda-nunda. Yah, walaupun pada kenyataannya penulis masih sering mengulangi kesalahan tersebut.</p>
<h3>Tidak Ada Kata Nanti</h3>
<p>Pernah merasakan munculnya perasaan bahagia karena merasa telah melakukan banyak hal produktif? Itulah yang mendorong penulis rajin menulis agenda mulai awal kuliah hingga sekarang.</p>
<p>Sisi buruknya adalah ketika kebiasaan menunda-nunda dan rasa malas datang menghampiri. Dengan tidak menuliskan agenda harian, penulis bisa terlihat seperti kehilangan motivasi dan banyak menghabiskan waktu dengan sia-sia.</p>
<p>Mungkin terlihat aneh, bagaimana satu peristiwa kecil bisa memengaruhi kehidupan penulis secara keseluruhan. Tapi ini menjadi bukti bahwa menunda pekerjaan bisa menjadi buruk bagi diri kita.</p>
<p>Oleh karena itu selain bergumam <em>mau sampai kapan kayak gini</em>, penulis juga berkata dalam hati <em>tidak ada kata nanti. </em>Kalau mau melakukan sesuatu, segera lakukan saat ini juga.</p>
<p>Apakah berat? Jika tidak diiringi dengan niat yang kuat, hal ini bisa teramat berat. Semuanya berawal dari diri kita sendiri, mau berubah atau tidak.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Dari banyaknya buku-buku biografi dan <em>self-improvement </em>yang sudah penulis baca, salah satu kunci kesuksesan pada hidup adalah dengan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.</p>
<p>Hal ini bukan berarti kita tidak boleh bersantai, ya. Bersantai adalah kewajiban yang harus kita lakukan agar tidak stres dan melepaskan penat. Cuma kalau terlalu santai juga tidak boleh.</p>
<p><em>Mau sampai kapan kayak gini? </em>Kata-kata ini penulis jadikan pelecut semangat seusai melakukan interopeksi diri. Penulis yakin perubahan itu dimulai dari diri sendiri.</p>
<p>Kata-kata tersebut juga sering penulis gumamkan dalam hati ketika mengulangi kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya sebagai pengingat diri, karena kita hidup hari ini tanpa tahu apa yang akan terjadi keesokan hari.</p>
<p>Kalau kita merasa ada sesuatu yang salah dengan diri kita, coba mulai lihat ke dalam diri sendiri dan lakukan perubahan dari yang terkecil. Memang sulit, tapi bisa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 7 Desember 2019, terinspirasi setelah kembali mengulang kebiasaan menunda-nunda pekerjaan</p>
<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@maiq">Tom Morel</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/mau-kayak-gini-sampai-kapan/">Mau Kayak Gini Sampai Kapan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waktu Bergulir</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/waktu-bergulir/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/waktu-bergulir/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jan 2018 14:17:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[bergulir]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=156</guid>

					<description><![CDATA[<p>Waktu yang bergulir itu fleksibel Ketika kau menikmatinya, ia takkan terasa Sebaliknya, ketika kau gunakan untuk, katakanlah menunggu Ia akan berjaan dengan begitu lambannya Bagaikan merangkak perlahan di keremangan Meraba-raba mencari jalan menuju terang Ketika yang dinanti telah hadir Waktu akan terasa cepat kembali Tentu Jika kau menikmatinya Jika tidak? Selamat merangkak lagi dalam keremangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/waktu-bergulir/">Waktu Bergulir</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu yang bergulir itu fleksibel</p>
<p>Ketika kau menikmatinya, ia takkan terasa</p>
<p>Sebaliknya, ketika kau gunakan untuk, katakanlah menunggu</p>
<p>Ia akan berjaan dengan begitu lambannya</p>
<p>Bagaikan merangkak perlahan di keremangan</p>
<p>Meraba-raba mencari jalan menuju terang</p>
<p>Ketika yang dinanti telah hadir</p>
<p>Waktu akan terasa cepat kembali</p>
<p>Tentu</p>
<p>Jika kau menikmatinya</p>
<p>Jika tidak?</p>
<p>Selamat merangkak lagi dalam keremangan</p>
<p>Hati-hati tersesat!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pare, 22 Oktober 2017, entah setelah melakukan apa</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://unsplash.com/photos/eIkbSc3SDtI">https://unsplash.com/photos/eIkbSc3SDtI</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/waktu-bergulir/">Waktu Bergulir</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/waktu-bergulir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
