<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>air Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/air/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/air/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Oct 2024 16:20:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>air Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/air/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bagaimana Jika Air Bersih di Bumi Habis?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/bagaimana-jika-air-bersih-di-bumi-habis/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/bagaimana-jika-air-bersih-di-bumi-habis/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 16:08:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7971</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam beberapa hari terakhir, di daerah Penulis terjadi &#8220;krisis air&#8221; yang cukup menyusahkan, walau belum sampai tahap berbahaya. Penulis tidak mengetahui apa penyebabnya, tapi yang jelas tandon Penulis yang terletak di atas hampir tidak pernah terisi. Untungnya, keran depan masih bisa mengalirkan air dengan lancar, sehingga setidaknya Penulis sekeluarga tinggal memasang selang hingga ke kamar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bagaimana-jika-air-bersih-di-bumi-habis/">Bagaimana Jika Air Bersih di Bumi Habis?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam beberapa hari terakhir, di daerah Penulis terjadi &#8220;krisis air&#8221; yang cukup menyusahkan, walau belum sampai tahap berbahaya. Penulis tidak mengetahui apa penyebabnya, tapi yang jelas tandon Penulis yang terletak di atas hampir tidak pernah terisi.</p>



<p>Untungnya, keran depan masih bisa mengalirkan air dengan lancar, sehingga setidaknya Penulis sekeluarga tinggal memasang selang hingga ke kamar mandi. Walau sedikit merepotkan, setidaknya &#8220;krisis air&#8221; ini masih bisa teratasi dengan baik.</p>



<p>Mengalami hal seperti ini membuat Penulis kembali merenungkan satu hal yang sebelumnya sudah sering direnungkan: <strong>bagaimana jika air bersih di bumi sampai habis?</strong> Mumpung momennya pas, Penulis ingin membahas tentang hal ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Pengalaman Krisis Air Paling Parah</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-7975" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/krisis-air-bersih-1-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/krisis-air-bersih-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/krisis-air-bersih-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/krisis-air-bersih-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/krisis-air-bersih-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Ilustrasi Krisis Air (<a href="https://uk.allianzgi.com/en-gb/insights/outlook-and-commentary/liquid-capital-water-crisis">AllianzGI</a>)</p>
</div></div>



<p>Krisis air yang Penulis alami saat ini bukanlah yang paling parah yang pernah Penulis hadapi. Sewaktu magang di Tangerang, rumah teman Penulis sempat mengalami mati air sama sekali hingga kami harus pergi ke rumah saudaranya untuk meminta air.</p>



<p>Waktu itu, kami harus memasukkan air ke dalam tangki berwarna biru, lalu harus mengangkatnya ke mobil dan menurunkannya di rumah. Karena waktu itu magang, tentu tidak mungkin Penulis tidak mandi sebelum berangkat ke kantor.</p>



<p>Untuk menghemat, Penulis harus pandai-pandai mengelola air ketika mandi. Penulis ingat pernah memanfaatkan tidak sampai sepuluh guyuran gayung lengkap untuk sikat gigi, keramas, dan menyabuni badan. Segitunya untuk menghemat air yang berhenti mengalir.</p>



<p>Tentu saja pengalaman krisis tersebut tidak ada apa-apanya dengan orang lain, katakanlah di Afrika. Penulis ingat di salah satu video pesulap David Blaine, ada orang Afrika yang melatih kemampuan menyimpan air bersih di perutnya karena di negaranya, air bersih sangat sulit untuk didapatkan.</p>



<p>Jika mengingat hal-hal seperti ini, Penulis sering termenung ketika air bersih sedang melimpah. Misal ketika berwudhu, Penulis menyadari ada banyak sekali air bersih yang terbuang ketika transisi dari satu gerakan ke gerakan lain.</p>



<p>Saat krisis air seperti yang terjadi seperti sekarang, Penulis jadi harus benar-benar berhemat ketika berwudhu dengan tetap memastikan kalau semua bagian tubuh yang diwajibkan harus terkena air. Kira-kira butuh sekitar 10 gayung.</p>



<p>Dengan keterbatasan air seperti sekarang, Penulis jadi merasa bersyukur selama ini masih bisa menikmati air bersih yang sangat melimpah. Pertanyaan besarnya, sampai kapankah kita bisa menikmati air bersih seperti saat ini?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kerusakan Alam yang Makin Parah</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-7974" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/krisis-air-bersih-2-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/krisis-air-bersih-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/krisis-air-bersih-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/krisis-air-bersih-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/krisis-air-bersih-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Pencemaran Air karena Hilirisasi (<a href="https://walhisulsel.or.id/4253-aliansi-sulawesi-respon-pernyataan-gibran-di-debat-perdana-cawapres-hilirisasi-nikel-hancurkan-masa-depan-sulawesi-merusak-bentang-alam-dan-kehidupan-masyarakat-khususnya-perempuan/">WALHI Sulsel</a>)</p>
</div></div>



<p>Ada banyak sekali alasan mengapa Penulis berpendapat bahwa air bersih di bumi bisa saja akan sulit untuk diakses oleh manusia, bahkan yang tinggal di peradaban paling modern sekalipun. Satu alasan paling kuat adalah <strong>perusakan alam yang makin menggila</strong>.</p>



<p>Contoh yang paling dekat adalah bagaimana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang memengaruhi air bersih yang bisa dinikmati oleh warga sekitar. Dalam video dokumentasi yang dibuat oleh tim Narasi, bisa dilihat bagaimana perjuangan mereka untuk mendapatkan air bersih, termasuk harus mengeluarkan uang yang cukup besar.</p>



<p>Selain itu, proyek hilirisasi yang terjadi di berbagai tempat juga bisa mengakibatkan buruknya kualitas air penduduk sekitar. <a href="https://whathefan.com/politik-negara/memahami-apa-itu-hilirisasi-secara-sederhana-melalui-tropico-6/">Hilirisasi yang ugal-ugalan</a> membuat sumber air mereka menjadi tercemar dan tidak bisa dimanfaatkan seperti dulu lagi.</p>



<p>Belum lagi kebiasaan buruk kita untuk membuang sampah ke sungai. Kualitas air pun menjadi sangat tercemar seperti yang terjadi di banyak perkotaan, di mana kualitas airnya kalah jauh dari kualitas air di pedesaan.</p>



<p>Selain itu, jangan lupa kalau dalam peperangan, terkadang ada cara-cara jahat dengan <strong>meracuni sumber air</strong>. Tentu ini strategi yang tidak manusiawi dan dampaknya pun bisa mengakibatkan <em>butterfly effect</em> yang tidak sepele.</p>



<p>Tentu banyak manusia yang menyadari potensi hilangnya air bersih dari permukaan bumi. Para ilmuwan ataupun akademisi banyak yang berupaya untuk membuat teknologi untuk mengelola air-air yang awalnya tidak bisa digunakan menjadi bisa digunakan.</p>



<p>Namun, <strong>seberapa banyak orang yang dapat merasakan manfaat tersebut? </strong>Teknologi-teknologi semaju itu biasanya membutuhkan biaya yang tinggi. Jika teknologi tersebut memang bisa digunakan secara murah dan massal, tentu krisis air di dunia sudah bisa teratasi.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Perlu diingat bahwa meskipun <a href="https://whathefan.com/renungan/bumi-itu-datar/">planet bumi</a> didominasi oleh air, hanya sekitar <strong>2-3% air bersih</strong> yang bisa digunakan oleh manusia untuk berbagai kebutuhan. Sisanya merupakan air laut yang sangat sulit untuk dimanfaatkan karena tingginya kandungan garam yang dimiliki.</p>



<p>Jika air bersih di bumi sampai benar-benar habis, maka rasanya krisis akan terjadi di mana-mana. Perang untuk memperebutkan sumber air yang masih bersih sangat mungkin terjadi.  Manusia yang bisa bermutasi dengan meminum air kotor akan menjadi spesies yang bertahan.</p>



<p>Oleh karena itu, sudah sewajarnya kita lebih <strong>menghargai dan mensyukuri air bersih</strong> yang bisa kita nikmati dengan melimpah saat ini. Jangan membuang-buang air bersih untuk hal yang mubazir, gunakan dengan sebijak mungkin.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 7 Oktober 2024, terinspirasi setelah air di rumah mengalami pengurangan volume</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/photo/girl-drinking-water-from-the-pipe-28101461/">illustrate Digital Ug</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bagaimana-jika-air-bersih-di-bumi-habis/">Bagaimana Jika Air Bersih di Bumi Habis?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/bagaimana-jika-air-bersih-di-bumi-habis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Takut Ikan?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-takut-ikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2019 14:55:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[seafood]]></category>
		<category><![CDATA[Sengkaling]]></category>
		<category><![CDATA[tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[trauma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3130</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika ada orang yang baru mengenal penulis, pasti merasa heran ketika mengetahui fakta kalau penulis sama sekali tidak doyan memakan apapun yang berasal dari laut alias seafood. Seumur hidup, rasanya penulis memang belum pernah memakan makanan laut karena sadar. Kalau karena kecelakaan, pernah. Dan, rasa amisnya langsung terasa di lidah sehingga secara refleks akan langsung [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-takut-ikan/">Kenapa Takut Ikan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jika ada orang yang baru mengenal penulis, pasti merasa heran ketika mengetahui fakta kalau penulis sama sekali tidak doyan memakan apapun yang berasal dari laut alias <em>seafood</em>.</p>
<p>Seumur hidup, rasanya penulis memang belum pernah memakan makanan laut karena sadar. Kalau karena kecelakaan, pernah. Dan, rasa amisnya langsung terasa di lidah sehingga secara refleks akan langsung dimuntahkan.</p>
<p>Banyak yang merasa kasihan dengan penulis karena tidak bisa menikmati lezatnya ikan, udang, cumi, dan lain sejenisnya. Penulis pun dalam hati sebenarnya ingin sekali bisa memakan segala makanan.</p>
<p>Apa sebenarnya yang menyebabkan penulis begitu tidak menyukai makanan laut?</p>
<h3>Trauma di Sengkaling</h3>
<p><div id="attachment_3136" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3136" class="size-large wp-image-3136" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/kenapa-takut-ikan-1-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/kenapa-takut-ikan-1-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/kenapa-takut-ikan-1-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/kenapa-takut-ikan-1-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/kenapa-takut-ikan-1-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3136" class="wp-caption-text">Taman Sengkaling (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.youtube.com/watch?v=Rq55DnNUae0" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwisjdydjYPmAhUV5o8KHSTTAqkQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">YouTube</span></a>)</p></div></p>
<p>Salah satu alasan kenapa penulis tidak suka ikan adalah trauma. Penulis pernah tenggelam dan dikerumuni ikan dengan jumlah yang banyak.</p>
<p>Ceritanya ketika penulis masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, penulis diajak keluarga untuk rekreasi ke sebuah tempat wisata di Malang bernama Sengkaling.</p>
<p>Tempat tersebut merupakan taman wisata air yang cukup terkenal di Malang, bahkan memiliki danau buatan yang cukup luas. Banyak kapal-kapal kecil yang digunakan untuk mengelilingi danau tersebut.</p>
<p>Penulis sedang memberi makan ikan dari pinggir danau. Penulis masih ingat, ketika itu makanan yang diberikan adalah tahu. Apakah ikan makan tahu? Entahlah, bisa jadi iya, bisa jadi penulis yang salah mengingat.</p>
<p>Ketika sedang memberikan makan, penulis melihat sebuah kapal yang tertambat di pinggir dermaga. Tiba-tiba, terlintas pikiran untuk memberikan makan dari atas kapal tersebut.</p>
<p>Sebelum pergi ke sana, penulis meminta izin ke ayah. Karena dirasa berbahaya, tentu saja penulis tidak mendapatkan izin. Tapi penulis tetap bersikukuh dan memutuskan untuk tetap melakukannya.</p>
<p>Saat baru mendaratkan satu kaki di kapal tersebut, tiba-tiba kapal tersebut oleng dan membuat penulis tercebur ke danau. Butuh beberapa detik hingga ayah sadar dan segera menolong penulis yang sudah tenggelam.</p>
<p>Nah, kejadian tenggelam itulah yang membuat penulis jadi takut dengan ikan. Entah kenapa mata ikan yang berada di dalam air waktu itu masih sering membayang di kepala penulis, sehingga untuk sekadar melihat ikan pun penulis merasa ngeri.</p>
<p>Selain itu, penulis juga jadi takut berenang dan mudah panik jika berada di dalam air. Hikmah dari kejadian tersebut adalah penulis jadi tidak berani membantah perkataan ayah, bahkan hingga dewasa seperti sekarang.</p>
<h3>Aroma yang Menyengat</h3>
<p>Selain karena trauma, penulis juga tidak suka <em>seafood </em>karena aromanya yang menyengat. Penulis diberi anugerah berupa penciuman yang cukup tajam, sehingga aroma amis sangat mengganggu hidung,</p>
<p>Karena alasan ini, penulis hampir tidak pernah masuk ke dalam pasar tradisional. Sebisa mungkin, penulis akan menghindari tempat tersebut. Jika sedang mengantar ibu, penulis memilih kepanasan di tempat parkir.</p>
<p>Alasan yang sama juga berlaku untuk semua makanan laut. Penulis rasa, semua makanan laut memiliki aroma yang serupa sehingga rasanya penulis tidak akan pernah mencobanya.</p>
<p>Makanan laut paling dekat yang pernah penulis makan adalah kerupuk udang dan terasi. Tapi, kalau masih terasa amisnya juga tidak akan penulis makan.</p>
<p>Omong-omong soal udang, penulis juga geli melihat udang. Bagian yang membuat geli adalah bagian kakinya. Bahkan ketika menulis bagian ini, tubuh penulis langsung merinding hanya dengan membayangkannya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Penulis sering membayangkan pada akhirnya penulis akan makan <em>seafood </em>jika keadaan memaksa. Misal, mendapatkan pekerjaan di Jepang yang notebene surganya <em>seafood</em>. Mau tidak mau, penulis harus doyan makan <em>seafood </em>untuk bertahan hidup.</p>
<p>Tapi untuk sekarang, penulis akan tetap hidup seperti ini. Biarlah Bu Susi akan menenggelamkan penulis, toh penulis memang tidak bisa berenang sehingga pasti tenggelam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 November 2019, enggak terinspirasi apa-apa, lagi pengen aja nulis ini</p>
<p>Foto: <a href="https://www.microsoft.com/en-gb/p/finding-nemo/8d6kgwzl61w8">Microsoft</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-takut-ikan/">Kenapa Takut Ikan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
