<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bencana Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/bencana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/bencana/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Dec 2025 17:19:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>bencana Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/bencana/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bahkan Sekadar Empati pun Pejabat Kita Tidak Punya</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/bahkan-sekadar-empati-pun-pejabat-kita-tidak-punya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/bahkan-sekadar-empati-pun-pejabat-kita-tidak-punya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[empati]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pejabat]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8453</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelum memulai tulisan ini, Penulis ingin mengungkapkan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada korban bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera. Hingga tulisan ini dibuat, sudah lebih dari 800 korban jiwa dan jutaan orang terdampak. Jelas, skala bencana menjelang pergantian tahun ini sangat masif. Anehnya (atau justru sudah menjadi &#8220;normalnya&#8221;?), sampai saat ini pemerintah belum juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/bahkan-sekadar-empati-pun-pejabat-kita-tidak-punya/">Bahkan Sekadar Empati pun Pejabat Kita Tidak Punya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebelum memulai tulisan ini, Penulis ingin mengungkapkan duka cita yang sedalam-dalamnya  kepada korban bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera. Hingga tulisan ini dibuat, sudah lebih dari 800 korban jiwa dan jutaan orang terdampak.</p>



<p>Jelas, skala bencana menjelang pergantian tahun ini sangat masif. Anehnya (atau justru sudah menjadi &#8220;normalnya&#8221;?), sampai saat ini pemerintah belum juga menetapkan hal tersebut sebagai darurat bencana nasional dengan berbagai argumen.</p>



<p>Lebih parahnya lagi, banyak sekali tindakan maupun ucapan dari pejabat publik, terutama presiden, yang justru menyakiti banyak perasaan masyarakat, seolah mereka tidak memiliki empati untuk para korban. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-banner-1-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-banner-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-banner-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-banner-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-banner-1.jpg 1280w " alt="Pembubaran Panitia Agustusan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/pembubaran-panitia-agustusan/">Pembubaran Panitia Agustusan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Daftar Ucapan Kontroversial Pejabat Terkait Bencana di Sumatera</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Bahkan-Sekadar-Empati-pun-Pejabat-Kita-Tidak-Punya-a-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8457" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Bahkan-Sekadar-Empati-pun-Pejabat-Kita-Tidak-Punya-a-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Bahkan-Sekadar-Empati-pun-Pejabat-Kita-Tidak-Punya-a-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Bahkan-Sekadar-Empati-pun-Pejabat-Kita-Tidak-Punya-a-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Bahkan-Sekadar-Empati-pun-Pejabat-Kita-Tidak-Punya-a.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Presiden Prabowo Ketika Pidato Karunia Kelapa Sawit (via <a href="https://www.tribunnews.com/nasional/7763814/prabowo-sebut-kelapa-sawit-karunia-tuhan-usai-banjir-sumatra-jatam-demi-selamatkan-bisnisnya">Tribun</a>)</figcaption></figure>



<p><strong>&#8220;Memang kemarin kelihatannya mencekam, ya, karena berseliweran di media sosial.&#8221; <br></strong>Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, ketika banyak <em>footage </em>yang menggambarkan betapa mencekamnya situasi di lapangan.</p>



<p><strong>&#8220;Gelondongan kayu yang ikut tersapu banjir adalah kayu lapuk.&#8221;</strong><br>Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, Dwi Januanto, seolah ingin menutupi aktivitas penebangan hutan yang menjadi salah satu alasan bencana bisa terjadi.</p>



<p><strong>&#8220;Kalau bisa Pak Prabowo [Subianto] jadi presiden seumur hidup.&#8221;</strong><br>Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, yang seolah justru menjadikan bencana ini sebagai ajang untuk menjilat.</p>



<p><strong>“Daripada dibawa lagi ke pangkalan udara, lebih baik di-<em>drop</em> dan dapat dimanfaatkan masyarakat.”</strong><br>Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, ketika muncul kritik mengenai proses pembagian bantuan kepada korban bencana yang dilempar dari atas helikopter dan membuat banyak makanan jadi terbuang secara sia-sia</p>



<p><strong>&#8220;Kami juga mengucapkan terima kasih atas kepeduliannya, tapi kami yakin kami masih bisa mengatasinya.”</strong><br>Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, yang bersikukuh menolak bantuan dari luar negeri.</p>



<p><strong>&#8220;Saya kira situasi membaik. Saya kira kondisi yang sekarang (darurat provinsi) sudah cukup.”</strong><br>Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, setelah mengunjungi salah satu daerah yang terdampak bencana.</p>



<p><strong>&#8220;Tapi kita diberi karunia oleh Yang Maha kuasa kita punya kelapa sawit.&#8221;</strong><br>Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (lagi), dalam sebuah acara yang justru menglorifikasi kelapa sawit ketika itu menjadi salah satu sumber bencana di Sumatera.</p>



<p>Belum lagi berbagai aktivitas &#8220;pencitraan&#8221; yang dilakukan oleh banyak pihak, mulai pelepasan bantuan oleh anggota DPR lengkap dengan spanduk, Zulkifli Hasan yang membawa karung beras, hingga Verrel Bramasta yang menggunakan <em>vest </em>ala <em>PUBG</em>.</p>



<p>Namun, Penulis justru teringat ucapan <a href="https://whathefan.com/politik-negara/menatap-masa-depan-ikn-di-bawah-kepemimpinan-prabowo/">Presiden Prabowo</a> akhir tahun 2024 lalu, ketika ia mengatakan kalau pohon kelapa sawit juga &#8220;pohon&#8221;, sebuah ucapan yang membuat Penulis sangat geram ketika mendengarkannya untuk pertama kalinya.</p>



<p><strong>&#8220;Saya kira ke depan kita juga harus tambah tanam kelapa sawit. Enggak usah takut. Apa itu katanya membahayakan, <em>deforestation</em>. Namanya kelapa sawit ya pohon, ya kan? Benar enggak, kelapa sawit itu pohon, ada daunnya kan? Dia menyerap karbondioksida, dari mana kok kita dituduh yang boten-boten saja itu orang-orang itu.&#8221;</strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Sesulit Itu untuk Berempati?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Bahkan-Sekadar-Empati-pun-Pejabat-Kita-Tidak-Punya-b-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8458" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Bahkan-Sekadar-Empati-pun-Pejabat-Kita-Tidak-Punya-b-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Bahkan-Sekadar-Empati-pun-Pejabat-Kita-Tidak-Punya-b-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Bahkan-Sekadar-Empati-pun-Pejabat-Kita-Tidak-Punya-b-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Bahkan-Sekadar-Empati-pun-Pejabat-Kita-Tidak-Punya-b.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Contoh Korban Bencana Banjir Sumatera (via <a href="https://nasional.kompas.com/read/2025/12/01/20322621/data-bnpb-korban-jiwa-bencana-banjir-sumatera-bertambah-jadi-604-orang">Kompas</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak bencana ini terjadi pada akhir bulan November, sebenarnya Penulis sudah menahan diri untuk tidak berkomentar terlalu banyak atas ke-<em>asbun</em>-an para pejabat. Toh, memang kualitas pejabat kita ya memang cuma sebatas itu.</p>



<p>Namun, makin ke sini, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/pemerintah-selalu-benar-yang-salah-selalu-rakyat/">Penulis merasa kok nirempatinya makin ke sini makin parah</a>. Jumlah korban seolah cuma menjadi statistik semata, karena mereka nyatanya lebih memedulikan kepentingannya masing-masing.</p>



<p>Salah satu hal yang paling kontroversial dan banyak dituntut oleh masyarakat adalah penetapan status darurat bencana nasional, yang hingga kini masih belum dilakukan Presiden Prabowo selaku yang berwenang berdasarkan UU 24/2007 Pasal 51. </p>



<p>Karena hal tersebut juga tawaran bantuan dari negara lain juga ditolak, seperti yang sudah dijelaskan oleh Kemenlu. Padahal, banyak yang melaporkan kalau masih ada daerah yang terisolasi dan belum mendapatkan bantuan, hingga ada korban kelaparan.</p>



<p>Tentu jadi wajar jika masyarakat menjadi curiga, apakah jangan-jangan tidak ditetapkannya status darurat bencana nasional dikarenakan <a href="https://whathefan.com/politik-negara/menyorot-kebijakan-prabowo-gibran-dari-makan-siang-gratis-hingga-300-fakultas-kedokteran/">Presiden Prabowo</a> punya bisnis kelapa sawit di Sumatera, yang menjadi salah satu penyebab bencana?</p>



<p>Hal ini menjadi masuk akal karena Presiden Prabowo juga berkali-kali membahas kelapa sawit dalam berbagai kesempatan, bahkan melakukan glorifikasi yang menurut Penulis sudah berlebihan, tanpa mempertimbangkan dampak lingkungannya.</p>



<p>Para pejabat, kalau belum bisa kerja dengan benar, minimal belajar empati dulu, deh. Belajar gimana membuat pernyataan yang tidak menimbulkan amarah publik. Belajar gimana cara agar apa yang keluar dari mulut tidak menyakiti banyak pihak. Itu udah rendah banget <em>bare minimum</em>-nya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Bencana alam yang terjadi di Sumatera, bagi Penulis, merupakan akibat dari keserakahan manusia yang terus menghabisi hutan demi kepentingan bisnis kelompok tertentu. Hutan yang salah satu fungsinya adalah menahan air justru dibabat habis-habisan.</p>



<p>Para korban tidak sedikipun kecipratan keuntungan dari bisnis-bisnis yang memakan hutan Sumatera, tapi merekalah yang justru menjadi pihak yang membayar. Para konglomerat yang kaya dari bisnis-bisnis tersebut masih bisa makan malam enak di rumah mewah mereka.</p>



<p>Semoga para korban keserakahan di Sumatera diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi bencana ini. Semoga orang-orang yang secara langsung maupun tidak langsung menjadi penyebab bencana ini akan mendapatkan balasan yang setimpal, baik di dunia maupun akhirat.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 7 Desember 2025, terinspirasi setelah emosi membaca berbagai komentar pejabat publik yang nirempati</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://nasional.kompas.com/read/2025/12/05/17460191/update-bnpb-korban-tewas-banjir-sumatera-capai-867-orang">Kompas</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.bbc.com/indonesia/articles/cy9500835y1o">Lima pernyataan dan tindakan para pejabat yang dinilai &#8216;tidak empati&#8217; kepada korban banjir Sumatra – &#8216;Perlu empati yang lebih baik&#8217; &#8211; BBC</a></li>



<li><a href="https://magdalene.co/story/kontroversi-pernyataan-pejabat-banjir-sumatera/">6 Pernyataan Asbun dari Pejabat Publik Saat Banjir &#8211; Magdalene</a></li>



<li><a href="https://jambi.tribunnews.com/news/1183429/kontroversi-pernyataan-lama-prabowo-soal-kelapa-sawit-dan-pohon-korban-bencana-di-aceh-dan-sumatera">Kontroversi Pernyataan Lama Prabowo Soal Kelapa Sawit dan Pohon-Korban Bencana di Aceh dan Sumatera &#8211; Tribun</a></li>



<li><a href="https://www.hukumonline.com/berita/a/ini-ketentuan-status-bencana-nasional--otoritas-penetapan-dan-indikatornya-lt692fa9e6a59b6/?page=2">Ini Ketentuan Status Bencana Nasional, Otoritas Penetapan dan Indikatornya</a></li>



<li><a href="https://www.kompas.id/artikel/situasi-pascabencana-dinilai-membaik-presiden-belum-tingkatkan-status-bencana-di-sumatera">Situasi Pascabencana Dinilai Membaik, Presiden Belum Tingkatkan Status Bencana di Sumatera &#8211; Kompas</a></li>



<li><a href="https://www.tribunnews.com/nasional/7763814/prabowo-sebut-kelapa-sawit-karunia-tuhan-usai-banjir-sumatra-jatam-demi-selamatkan-bisnisnya">Prabowo Sebut Kelapa Sawit Karunia Tuhan usai Banjir Sumatra, JATAM: Demi Selamatkan Bisnisnya &#8211; Tribun</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/bahkan-sekadar-empati-pun-pejabat-kita-tidak-punya/">Bahkan Sekadar Empati pun Pejabat Kita Tidak Punya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/bahkan-sekadar-empati-pun-pejabat-kita-tidak-punya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mungkin Alam Mulai Enggan Bersahabat dengan Kita&#8230;</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/mungkin-alam-mulai-enggan-bersahabat-dengan-kita/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/mungkin-alam-mulai-enggan-bersahabat-dengan-kita/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2021 11:02:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[2021]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[sumber daya]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4279</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang Kita semua nampaknya sepakat kalau tahun 2020 adalah tahun yang memprihatinkan. Selain banyaknya kejadian yang membuat kita mengelus dada, adanya pandemi Covid-19 makin memperparah keadaan. Jutaan orang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/mungkin-alam-mulai-enggan-bersahabat-dengan-kita/">Mungkin Alam Mulai Enggan Bersahabat dengan Kita&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita<br />
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa<br />
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita<br />
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang</p></blockquote>
<p>Kita semua nampaknya sepakat kalau tahun 2020 adalah tahun yang memprihatinkan. Selain banyaknya kejadian yang membuat kita mengelus dada, adanya <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/"><strong>pandemi Covid-19</strong></a> makin memperparah keadaan.</p>
<p>Jutaan orang terjangkit penyakit ini, pembatasan terjadi di mana-mana yang memukul telak berbagai industri. Orang-orang banyak yang kehilangan pekerjaan, perusahaan banyak yang pailit.</p>
<p>Keseriusan pemerintah menangani musibah ini dipertanyakan oleh rakyatnya. Di sisi lain, banyak orang yang <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/relativitas-kebenaran/">skeptis terhadap kebenaran virus ini</a>.</p>
<p>Oleh karena itu, banyak yang berharap di tahun 2021 ini akan menjadi tahun yang lebih bersahabat untuk kita semua. Kita begitu optimis menyongsong tahun baru.</p>
<p>Sayang, <strong>tahun ini diawali dengan berbagai kejadian buruk.</strong></p>
<h3 style="text-align: left;">Deretan Bencana di Awal Tahun</h3>
<p>Januari baru berlangsung 20 hari ketika tulisan ini disusun. Walaupun begitu, jumlah bencana yang terjadi di Indonesia sudah begitu banyak.</p>
<p>Kita dihebohkan dengan kejadian <strong>jatuhnya pesawat Sriwijaya Air</strong> di dekat Kepulauan Seribu, Jakarta. Duka merundung negeri atas kejadian yang mengerikan tersebut.</p>
<p>Belum pulih dari kejadian tersebut, Indonesia diberondong berbagai bencana di berbagai daerah.<strong> Gempa bumi</strong> di Sulawesi Barat,<strong> banjir bandang</strong> di Kalimantan Selatan, <strong>erupsi gunung</strong> Sinabung dan Semeru.</p>
<p><strong>Banjir</strong> juga terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, Aceh, Jember, Indramayu, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Tasikmalaya, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jombang, Pulau Bawean, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Sampang, Sidoarjo, dan Sulawesi Tenggara,</p>
<p>Itu belum semua. Masih ada <strong>longsor</strong> di Sumedang, Batam, Cianjur, Manado, Aceh. Ada <strong>gelombang tinggi</strong> di Manado dan Natuna. Sudah habis? Belum, masih ada daerah yang mengalami <strong>cuaca ekstrem</strong> seperti Cirebon, Natuna, Sumatera Utara, Aceh.</p>
<p><em>Astaghfirullah</em>&#8230;</p>
<h3>Melupakan Persahabatan dengan Alam</h3>
<p>Bencana alam yang bertubi-tubi menimpa Indonesia seolah menjadi pengingat, <strong>apakah selama ini kita sudah melupakan persahabatan dengan alam?</strong></p>
<p>Apakah bencana yang terjadi ini akibat kelalaian kita sebagai manusia yang tidak bisa menjaga kelestarian alam? Apakah ini hukuman dari Tuhan karena kita begitu serakah mengambil sumber daya alam?</p>
<p>Seandainya bencana merupakan bentuk hukuman dari Tuhan, <strong>kenapa yang terkena dampaknya justru rakyat kecil yang tak memetik keuntungan dari pengerukan alam?</strong></p>
<p>Sumber daya terus diludeskan, pepohonan terus ditebangi. Rakyat kecil dapat apa dari itu semua? Mereka justru kehilangan harta benda, keluarga, tempat tinggal.</p>
<p>Sementara para pengusaha yang menikmati hasil perusakan alam mungkin sedang duduk di rumah mewahnya dengan segelas wine di tangan, sembari membaca laporan keuntungan yang terus meroket.</p>
<p>Jelas itu merupakan misteri Ilahi kenapa ketidakadilan bisa terjadi seperti itu. Kapasitas kita sebagai manusia tak akan mampu menjangkaunya.</p>
<p>Berbagai bencana yang melanda tanah air bisa kita jadikan pengingat, kalau alam bisa menjadi demikian mengerikan apabila kita merusaknya.</p>
<p>Jika alam sudah mengamuk, kita sebagai manusia seolah tak berdaya menghadapinya. Lantas, mengapa kita begitu angkuh hidup di dunia ini?</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Lirik lagu <em><strong>Berita Kepada Kawan</strong> </em>yang dinyanyikan oleh<strong> Ebiet G. Ade</strong> sangat cocok untuk menggambarkan kondisi sekarang, terutama lirik yang terdapat pada awal tulisan.</p>
<p>Beberapa bencana memang murni terjadi karena kejadian alam, tapi sebagian lainnya <a href="https://whathefan.com/renungan/bencana-datang-karena-maksiat/">terjadi karena ulah manusia sendiri</a>.</p>
<p>Penulis berdoa agar semua korban bencana alam di tanah air bisa tabah melewati ujian ini. Jika ada korban jiwa, semoga mereka diampuni dosanya dan diterima di sisi-Nya.</p>
<p>Semoga sederet bencana di awal tahun ini bukan pertanda kalau tahun ini akan sama atau lebih kelabu dari tahun kemarin.</p>
<p>Semoga saja sederet bencana ini bisa menjadi pengingat kita yang masih diberi keselamatan untuk terus bersyukur atas nikmat yang telah diberikan.</p>
<p>Semoga saja sederet bencana ini juga bisa menjadi pengingat kita untuk terus bersahabat dengan alam dengan menjaga kelestariannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 20 Januari 2021, terinspirasi dari komik buatan Mice Cartoon</p>
<p>Foto: <a href="https://koran.tempo.co/read/nasional/461640/10-daerah-di-kalsel-dilanda-banjir?">Tempo</a></p>
<p>Sumber Artikel:</p>
<p><a href="https://www.instagram.com/p/CKLYpkWlelj/">@micecartoon.co.id • Instagram photos and videos</a></p>
<p><a href="https://tirto.id/daftar-bencana-alam-januari-2021-gempa-banjir-gunung-meletus-f9lW">Daftar Bencana Alam Januari 2021: Gempa, Banjir, Gunung Meletus &#8211; Tirto.ID</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/mungkin-alam-mulai-enggan-bersahabat-dengan-kita/">Mungkin Alam Mulai Enggan Bersahabat dengan Kita&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/mungkin-alam-mulai-enggan-bersahabat-dengan-kita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Jakarta Salah Siapa?</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/banjir-jakarta-salah-siapa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Feb 2020 10:42:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[salah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3567</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indonesia tengah dikepung banjir di berbagai daerah. Walaupun yang sering disorot hanya Jakarta, sebenarnya ada banyak titik lain yang juga tidak kalah parah. Kita, seperti biasa, berlomba-lomba mencari kambing hitam yang harus bertanggung jawab atas bencana ini. Kita seolah-olah memiliki pendapat yang pasti benar, sama seperti era Pilpres kemarin. Di sini, Penulis hanya akan menyoroti [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/banjir-jakarta-salah-siapa/">Banjir Jakarta Salah Siapa?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia tengah dikepung banjir di berbagai daerah. Walaupun yang sering disorot hanya Jakarta, sebenarnya ada banyak titik lain yang juga tidak kalah parah.</p>
<p>Kita, seperti biasa, berlomba-lomba mencari kambing hitam yang harus bertanggung jawab atas bencana ini. Kita seolah-olah memiliki pendapat yang pasti benar, sama seperti era Pilpres kemarin.</p>
<p>Di sini, Penulis hanya akan menyoroti banjir Jakarta sebagai contoh. Selain karena paling sering diberitakan oleh media, kita juga terlihat sering ribut membahasnya.</p>
<h3>Banjir Jakarta Salah Siapa?</h3>
<p>Siapa yang paling sering disorot karena dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas &#8220;tenggelamnya&#8221; Jakarta? Siapa lagi kalau bukan gubernurnya.</p>
<p><div id="attachment_3569" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3569" class="size-large wp-image-3569" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/banjir-jakarta-salah-siapa-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/banjir-jakarta-salah-siapa-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/banjir-jakarta-salah-siapa-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/banjir-jakarta-salah-siapa-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/banjir-jakarta-salah-siapa-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3569" class="wp-caption-text">Gubernur dan Banjir (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://www.rmoljakarta.com/read/2020/02/26/61920/1/Sindir-Jokowi,-Anies-Harus-Jadi-Presiden-Dulu-Agar-Banjir-Jakarta-Tuntas" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjlr4uRx_bnAhWaV30KHTK2Cs0QjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">RMOL Jakarta</span></a>)</p></div></p>
<p>Banyak pihak, termasuk lawan politik, menudingnya tidak becus dan tidak serius dalam mengatasi masalah banjir. Hitung saja sudah berapa kali Jakarta banjir dalam tahun 2020.</p>
<p>Mereka pun membandingkannya kinerja gubernur yang sekarang dengan gubernur sebelumnya. Disebutkan beberapa kebijakan lama yang terlihat tidak diteruskan pada kepemimpinan yang sekarang.</p>
<p>Kebijakan-kebijakan yang diambil gubernur untuk mengatasi banjir dianggap tidak solutif. Toa banjir yang anggarannya mencapai milyaran rupiah kerap ditertawakan karena manfaatnya dirasa kurang.</p>
<p>Apalagi, jajaran Pemkot Jakarta juga ngotot untuk tetap menyelenggarakan ajang Formula E yang dijadwalkan pada pertengahan tahun. Gubernur dan jajarannya dianggap tidak peka atas penderitaan korban banjir, apalagi dengan tingginya anggaran yang dikeluarkan.</p>
<p><div id="attachment_3570" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3570" class="size-large wp-image-3570" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/banjir-jakarta-salah-siapa-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/banjir-jakarta-salah-siapa-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/banjir-jakarta-salah-siapa-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/banjir-jakarta-salah-siapa-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/banjir-jakarta-salah-siapa-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3570" class="wp-caption-text">Proses Evakuasi (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://dompetdhuafa.org/id/berita/detail/Banjir-Jakarta-Datang-Lagi-Respon-Cepat-DMC-Terjunkan-Tim-Rescue" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjg0rPGxvbnAhUPeysKHQMvAYgQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Dompet Dhuafa</span></a>)</p></div></p>
<p>Tentu saja pendukung sang gubernur juga memiliki argumen pembelaan. Mereka mengatakan bahwa curah hujan tahun ini memang sangat tinggi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga banjir menjadi tidak terhindarkan.</p>
<p>Mereka juga menilai gubernur dan Pemkot Jakarta telah berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisir dampak banjir. Evakuasi dan penyaluran bantuan kepada korban juga terus dilakukan dengan bantuan berbagai pihak.</p>
<p>Ada yang melakukan serangan balik dengan menunjuk presiden. Rupanya masih banyak yang ingat, di tahun 2014 beliau pernah berkata bahwa penanganan banjir di Jakarta akan lebih mudah jika menjadi presiden.</p>
<p><div id="attachment_3571" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3571" class="size-large wp-image-3571" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/banjir-jakarta-salah-siapa-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/banjir-jakarta-salah-siapa-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/banjir-jakarta-salah-siapa-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/banjir-jakarta-salah-siapa-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/banjir-jakarta-salah-siapa-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3571" class="wp-caption-text">Dituduh Jadi Penyebab Banjir (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://voi.id/artikel/baca/3148/pemicu-penggerudukan-aeon-mall-jgc-dan-penindakan-kriminal-kasus-perusakannya" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwj7yrLqx_bnAhXZfH0KHbr4D34QjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Voi.id</span></a>)</p></div></p>
<p>Yang netral mengatakan bahwa banjir terjadi karena ulah masyarakatnya sendiri. Sebagai daerah dataran rendah, banyak titik rawa di Jakarta yang berfungsi sebagai wadah penampungan air.</p>
<p>Masalahnya, titik-titik tersebut telah beralih fungsi yang kebanyakan menjadi bangunan properti. Bisa dibayangkan, air yang kehilangan wadah pun harus mencari tempat lain dan menyerang pemukiman warga.</p>
<p>Hal ini diperparah dengan kebiasaan buruk masyarakat kita yang masih kurang sadar betapa pentingnya kebersihan lingkungan. Para pengembang properti pun kerap mengabaikan hal ini.</p>
<h3>Jadi, Salahnya Siapa?</h3>
<p>Mungkin Gubernur dan para stafnya memang kurang maksimalkan dalam mencegah dan menangani banjir. Jika seperti itu, silakan dikritik sesuai dengan kapabilitas kita. Nanti ketika Pilgub, jangan pilih beliau lagi.</p>
<p>Lawan politik gubernur juga melihat adanya kesempatan untuk menyerang. Bahkan ada anggota partai baru yang mengaitkan hal ini dengan tidak pantasnya sang gubernur untuk menjadi calon presiden di Pemilu 2024 mendatang.</p>
<p>Pemerintah pusat juga terlihat tidak bisa berbuat banyak. Mungkin karena masih dipusingkan dengan berbagai hal lain, termasuk realisasi <a href="https://whathefan.com/politik/analogi-perpindahan-ibu-kota/">pemindahan ibu kota</a>.</p>
<p>Ada juga yang bertindak anarki dengan melakukan perusakan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Alasannya, sebelum bangunan atau blok tersebut dibangun, daerah sekitarnya belum pernah banjir. Bentrokan yang diiringi teriakan rasis pun terjadi.</p>
<p>Bisa dilihat dari tulisan di atas, tidak akan ada habisnya jika kita mencari siapa yang salah dari masalah banjir yang melanda Jakarta dan beberapa daerah lainnya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Menurut Penulis, daripada mencari siapa yang salah, lebih baik kita sama-sama mencari solusi dari permasalahan ini. Lakukan apa yang bisa kita lakukan sesuai kemampuan masing-masing.</p>
<p>Mungkin ada yang merasa bisa mengatasi banjir sehingga berambisi untuk masuk ke dalam pemerintahan. Sekadar mengumpulkan donasi untuk korban bencana pun termasuk berbuat sesuatu.</p>
<p>Penulis sendiri tidak bisa berbuat banyak. Paling <em>banter </em>cuma bisa berdoa dan menjaga lingkungan sekitarnya, seperti membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan plastik.</p>
<p>Yang jelas, banjir di Jakarta dan beberapa tempat lainnya adalah masalah kita bersama. Sudah seharusnya kita saling bergandeng tangan untuk mengatasi masalah ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 29 Februari 2020, terinspirasi dari masifnya berita banjir Jakarta</p>
<p>Foto: <a href="https://voi.id/artikel/baca/3065/anies-dan-ironi-banjir-jakarta">Voi.id</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/banjir-jakarta-salah-siapa/">Banjir Jakarta Salah Siapa?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bencana Datang karena Maksiat?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/bencana-datang-karena-maksiat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jan 2020 14:40:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[azab]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[maksiat]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3259</guid>

					<description><![CDATA[<p>Awal tahun 2020 harus dibuka dengan banyaknya bencana di berbagai tempat, mulai dari banjir di Indonesia hingga kebakaran di Australia yang seolah tak kunjung padam. Di Twitter, sempat ramai cuitan salah satu komedian yang tujuannya menyindir orang-orang yang kerap menghubung-hubungkan terjadinya bencana dengan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia. Sepengamatan Penulis, cuitan tersebut mendapatkan respon negatif [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bencana-datang-karena-maksiat/">Bencana Datang karena Maksiat?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Awal tahun 2020 harus dibuka dengan banyaknya bencana di berbagai tempat, mulai dari banjir di Indonesia hingga kebakaran di Australia yang seolah tak kunjung padam.</p>
<p>Di Twitter, sempat ramai cuitan salah satu komedian yang tujuannya menyindir orang-orang yang kerap menghubung-hubungkan terjadinya bencana dengan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia.</p>
<p>Sepengamatan Penulis, cuitan tersebut mendapatkan respon negatif dan kebanyakan netizen merutuknya, walaupun tak sedikit yang membelanya (mungkin dari para fansnya yang &#8220;<em>open-minded</em>&#8220;).</p>
<p>Terlepas dari kontroversi tersebut, benarkah bencana bisa datang karena perbuatan maksiat yang dilakukan oleh manusia?</p>
<h3>Definisi Maksiat</h3>
<p><div id="attachment_3261" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3261" class="size-large wp-image-3261" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3261" class="wp-caption-text">Apa Itu Maksiat? (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.ibiza-spotlight.com/magazine/2019/08/clubbing-on-ibiza-on-budget" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwj4gpWIpP7mAhWQdn0KHQ5pBNUQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Ibiza Spotlight</span></a>)</p></div></p>
<p>Dalam pemahaman sehari-hari, kata &#8220;<strong>maksiat</strong>&#8221; sering diidentikkan dengan perbuatan tercela yang biasanya dilarang oleh agama. Contohnya yang paling mudah adalah berzina dan mabuk-mabukan.</p>
<p>Jika menggunakan logika manusia, jelas seolah tidak ada hubungannya antara berzina dan timbulnya bencana alam. Paling mentok kita akan menganggap bencana tersebut datang sebagai bentuk azab kepada manusia.</p>
<p>Penulis pernah menemukan lelucon di media sosial yang mengatakan bahwa jika memang seperti itu, maka orang Kalimantan adalah orang yang baik-baik karena jarang terkena bencana.</p>
<p>Setahu Penulis, gempa bumi hampir tidak pernah mampir ke sana, beda dengan mayoritas daerah lain di wilayah Indonesia. Mungkin itu yang menjadi salah satu alasan mengapa <a href="https://whathefan.com/politik/analogi-perpindahan-ibu-kota/">ibu kota akan dipindahkan ke sana</a>.</p>
<p>Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pemahaman tersebut menjadi lebih luas seperti yang tertera di bawah ini:</p>
<blockquote><p><b class="main highlight">maksiat</b><span class="per-suku">/mak·si·at/</span> <em class="jk" title="nomina (kata benda)">n</em> perbuatan yang melanggar perintah Allah; perbuatan dosa (tercela, buruk, dan sebagainya): <em>salat itu mencegah &#8211;;</em></p></blockquote>
<p>Artinya, semua perbuatan yang melanggar aturan agama adalah perbuatan maksiat. Nah, ketika sholat Jumat kemarin, Penulis mendapatkan pencerahan dari sang khotib mengenai korelasi antara bencana dan maksiat.</p>
<h3>Merusak Alam adalah Bentuk Kemaksiatan</h3>
<p><div id="attachment_3262" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3262" class="size-large wp-image-3262" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/bencana-datang-karena-maksiat-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3262" class="wp-caption-text">Greta Thunberg (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.businessinsider.com/greta-thunberg-nobel-peace-prize-why-she-didnt-win-2019-10" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiyzbeOpP7mAhUVVH0KHa7tCDcQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Business Insider</span></a>)</p></div></p>
<p>Penulis yakin semua agama mengajarkan kita untuk menjaga dan melestarikan alam. Kita adalah bagian mereka, sehingga tak patut bagi kita untuk merusaknya dengan berbagai aktivitas.</p>
<p>Perusakan alam, menurut sang khotib sholat Jumat, merupakan <strong>salah satu bentuk kemaksiatan yang kita lakukan kepada lingkungan</strong>. Bisa berupa hal besar seperti deforestasi hingga yang sepele seperti membuang sampah tidak pada tempatnya.</p>
<p>Jika kita sudah mengedapan ego dan melupakan tugas kita untuk menjaganya, alam pun akan murka dan memberikan balasan kepada kita. Sudah banyak sekali contoh yang menghampiri kita.</p>
<p>Lantas, apa yang bisa kita lakukan sekarang? Jika tidak bisa melakukan hal besar seperti yang dilakukan oleh <strong>Greta Thunberg</strong>, mulailah dari hal-hal yang sepele dan ada di sekitar kita.</p>
<p>Mengurangi penggunaan sampah plastik, hidup secukupnya tanpa perlu berlebihan, hingga menanam pohon merupakan contoh-contoh kecil yang bisa kita lakukan untuk tidak melakukan kemaksiatan kepada alam.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Di dalam kepercayaan yang Penulis yakini, memang ada yang menyebutkan bahwa kemaksiatan bisa menimbulkan azab berupa bencana alam. Akan tetapi, Penulis tidak menganggap hanya kemaksiatan seperti berzina yang bisa menimbulkan azab tersebut.</p>
<p>Perusakan lingkungan menjadi salah satu bentuk kemaksiatan yang fatal karena dampaknya bisa mengenai semua orang, termasuk yang tidak melakukannya. Bahkan makhluk hidup lain yang tak bersalah pun menjadi korbannya.</p>
<p>Yang bisa kita lakukan adalah mengurangi perusakan lingkungan dan melakukan antisipasi agar dampak yang ditimbulkan bencana tersebut bisa diminimalisir di masa depan. Jika mampu, berilah bantuan kepada korban bencana sesuai kemampuan kita.</p>
<p>Semoga saudara-saudara kita yang terdampak bencana, di mana pun mereka berada, segera diberikan kemudahan dan ketabahan untuk menghadapinya. Amin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 12 Januari 2020, terinspirasi setelah mendengarkan khotbah Sholat Jumat di masjid Gandaria City</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwiGkLj7o_7mAhXTbX0KHS_dATcQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.nbcnews.com%2Fnews%2Fworld%2Faustralia-wildfire-map-2020-n1109741&amp;psig=AOvVaw2K6fdiVFIb1OHXp1mcRo24&amp;ust=1578926031404097">NBC News</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bencana-datang-karena-maksiat/">Bencana Datang karena Maksiat?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kecil Krakatau</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-krakatau/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-krakatau/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2018 18:41:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[letusan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1864</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika berusaha keras mengingat kapan pertama kali penulis tahu tentang Krakatau, muncul memori masa kecil. Di memori tersebut, jika tidak salah, penulis sedang membaca sebuah majalah tua milik pakde penulis. Penulis tidak ingat apa yang dibaca waktu itu. Hanya gambar sebuah gunung meletus yang penulis ingat. Saat telah beranjak dewasa, penulis menyadari bahwa itu merupakan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-krakatau/">Sejarah Kecil Krakatau</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika berusaha keras mengingat kapan pertama kali penulis tahu tentang Krakatau, muncul memori masa kecil. Di memori tersebut, jika tidak salah, penulis sedang membaca sebuah majalah tua milik pakde penulis.</p>
<p>Penulis tidak ingat apa yang dibaca waktu itu. Hanya gambar sebuah gunung meletus yang penulis ingat. Saat telah beranjak dewasa, penulis menyadari bahwa itu merupakan ilustrasi dari meletusnya gunung Krakatau pada tahun <strong>1883</strong>.</p>
<p>Letusan gunung Krakatau pada tahun tersebut merupakan <strong>salah satu letusan gunung terbesar</strong> di era modern. Dampaknya begitu luas hingga mencapai Eropa dan Amerika. Letusan terjadi tidak hanya sekali, melainkan berkali-kali.</p>
<p><div id="attachment_1867" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1867" class="size-full wp-image-1867" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/092358600_1474346254-Krakatau_2.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/092358600_1474346254-Krakatau_2.jpg 640w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/092358600_1474346254-Krakatau_2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/092358600_1474346254-Krakatau_2-356x200.jpg 356w" sizes="auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-1867" class="wp-caption-text">Gunung Krakatau (Liputan6.com)</p></div></p>
<p>Kekuatan ledakannya setara dengan <strong>200 megaton TNT</strong>. Lontaran asap vulkanik mencapai 27 km. Itu sama dengan ketinggian <strong>90 Menara Eiffel</strong>.</p>
<p>Bumi menjadi gelap selama berbulan-bulan dan suhu turun sebesar 1.2 derajat celcius. Pola cuaca menjadi tidak beraturan selama bertahun-tahun. Banyak orang yang meninggal akibat perubahan cuaca ini.</p>
<p>Suara letusannya terdengar hingga ke Australia, di mana penduduk sana mengira sedang mendengar meriam kapal. Diperkirakan 1/8 penduduk Bumi waktu itu bisa mendengarnya.</p>
<p><div id="attachment_1865" style="width: 717px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1865" class="size-full wp-image-1865" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/707px-Krakatoa_eruption_lithograph.jpg" alt="" width="707" height="899" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/707px-Krakatoa_eruption_lithograph.jpg 707w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/707px-Krakatoa_eruption_lithograph-236x300.jpg 236w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/707px-Krakatoa_eruption_lithograph-201x255.jpg 201w" sizes="auto, (max-width: 707px) 100vw, 707px" /><p id="caption-attachment-1865" class="wp-caption-text">Ilustrasi Meletusnya Krakatau (wikipedia.com)</p></div></p>
<p>Korban jiwa yang tercatat lebih dari 30 ribu orang (ada yang mengatakan 120 ribu), termasuk seluruh penduduk <strong>pulau Sebesi</strong> yang terletak di dekat Krakatau (13 km).</p>
<p>Selain itu, dampak lain dari letusan tersebut adalah lenyapnya gunung Krakatau, meninggalkan kaldera di Selat Sunda. Selain Krakatau, letusan ini juga menghancurkan gunung Danan dan Perbuwatan, serta sebagian gunung Rakata.</p>
<p>Di antara sisa-sisa gunung tersebut, muncul <strong>gunung Anak Krakatau</strong> yang pertama kali diketahui pada tahun <strong>1927</strong>. Semenjak itu, gunung tersebut tumbuh tersebut sekitar setengah meter per tahun.</p>
<p><div id="attachment_1866" style="width: 710px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1866" class="size-full wp-image-1866" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_Anak_Krakatau_TMnr_10027438.jpg" alt="" width="700" height="502" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_Anak_Krakatau_TMnr_10027438.jpg 700w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_Anak_Krakatau_TMnr_10027438-300x215.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_Anak_Krakatau_TMnr_10027438-356x255.jpg 356w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-1866" class="wp-caption-text">Gunung Anak Krakatau (wikipedia.com)</p></div></p>
<p>Banyak yang mendokumentasikan peristiwa bersejarah ini. Salah satunya adalah <strong>Don Rosa</strong> melalui komiknya, <strong><a href="http://whathefan.com/animekomik/detail-pada-karya-don-rosa/">Paman Gober</a></strong>. Pada komik tersebut, digambarkan betapa dahsyatnya ledakan gunung Krakatau.</p>
<p>Bencana yang terjadi di Banten dan Lampung terjadi berasal dari aktivitas gunung Anak Krakatau. <a href="http://whathefan.com/renungan/ketika-alam-sudah-berbicara/">Kejadian alam tersebut seolah menegur</a> kita yang masih diberi keselamatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 25 Desember 2018, terinspirasi dari aktivitas gunung Anak Krakatau, data dilansir dari <strong>Wikipedia</strong></p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.ikons.id/gunung-krakatau-fakta-di-sekitar-letusan-1883/" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjE0bb8jbnfAhUaU30KHVEzBiAQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">ikons.id</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-krakatau/">Sejarah Kecil Krakatau</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-krakatau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Alam Sudah Berbicara&#8230;</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/ketika-alam-sudah-berbicara/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/ketika-alam-sudah-berbicara/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2018 17:41:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1859</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indonesia kembali diterpa ujian. Beberapa daerah terkena dampak gelombang tsunami yang diakibatkan oleh aktivitas gunung Anak Krakatau. Ratusan korban jiwa melayang akibat bencana ini. Ketika alam sudah berbicara seperti ini, nampaklah ketidakberdayaan kita sebagai manusia. Mau sekaya, setampan, sekuat apapun kita, tidak ada yang bisa melawan kekuatan alam. Jika faktanya seperti itu, lantas untuk apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/ketika-alam-sudah-berbicara/">Ketika Alam Sudah Berbicara&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia kembali diterpa ujian. Beberapa daerah terkena dampak gelombang tsunami yang diakibatkan oleh aktivitas gunung Anak Krakatau. Ratusan korban jiwa melayang akibat bencana ini.</p>
<p><strong>Ketika alam sudah berbicara seperti ini</strong>, nampaklah ketidakberdayaan kita sebagai manusia. Mau sekaya, setampan, sekuat apapun kita, tidak ada yang bisa melawan kekuatan alam.</p>
<p>Jika faktanya seperti itu, lantas untuk apa kita sombong? Segala yang kita sombongkan bisa dalam sekejap dilenyapkan oleh kekuatan alam. Tentu sesuai dengan kehendak-Nya.</p>
<p><strong>Ketika alam sudah berbicara seperti ini</strong>, kita tersadarkan untuk menjalin hubungan yang hangat dengan alam. Mungkin kita sedang ditegur untuk melindungi lingkungan dari keserakahan kita.</p>
<p>Meskipun aktivitas yang terjadi di perut bumi berada di luar kemampuan manusia, setidaknya kita ikut menjaga apa yang nampak di permukaan. Minimal menjaga kebersihan di lingkungan sekitar.</p>
<p><strong>Ketika alam sudah berbicara seperti ini</strong>, apa yang bisa kita lakukan selain meminta pertolongan kepada-Nya? Apakah aktivitas alam ini merupakan peringatan Tuhan kepada kita yang sering lalai dalam menjalani perintah dan menjauhi larangannya?</p>
<p>Mungkin Tuhan masih sayang kepada kita yang masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup, walaupun Sujiwo Tejo mengatakan bahwa yang meninggal mungkin lebih selamat daripada kita yang masih hidup.</p>
<blockquote><p><i>Every cloud has a silver</i> <em>lining</em></p></blockquote>
<p>Setiap peristiwa pasti memiliki hikmah yang bisa dipetik, baik untuk keluarga yang ditinggalkan maupun kita yang tidak tersentuh bencana tersebut. Setidaknya, kita bisa sadar bahwa <strong>kematian itu begitu dekat</strong> dan bisa datang kapan saja tanpa permisi.</p>
<p>Jangan sampai kita, terlebih penulis sendiri, menyia-nyiakan waktu yang masih dimiliki.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 25 Desember 2018, terinspirasi dari bencana alam yang terjadi di Selat Sunda</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.medcom.id/foto/news/akWG9Dak-erupsi-anak-krakatau-di-selat-sunda" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiwhfiG-7jfAhUMvY8KHd0VDOYQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Medcom.id</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/ketika-alam-sudah-berbicara/">Ketika Alam Sudah Berbicara&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/ketika-alam-sudah-berbicara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
