<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/catan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/catan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Jul 2023 05:02:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Catan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/catan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Koleksi Board Game #3: Catan</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-3-catan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-3-catan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Apr 2023 14:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[Catan]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6407</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu, Penulis mendengar bahwa Klaus Teuber, pembuat board game Catan, baru saja meninggal dunia di usia yang ke-70. Bagi Penulis, board game tersebut adalah favorit nomor satunya. Kebetulan, saat ini adalah waktunya untuk menulis tentang board game tersebut, setelah sebelumnya menulis tentang Ticket to Ride: London. Apalagi, Penulis punya sejarah yang cukup [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-3-catan/">Koleksi Board Game #3: Catan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa hari yang lalu, Penulis mendengar bahwa Klaus Teuber, pembuat <em>board game </em><strong>Catan</strong>, baru saja meninggal dunia di usia yang ke-70. Bagi Penulis, <em>board game </em>tersebut adalah favorit nomor satunya.</p>



<p>Kebetulan, saat ini adalah waktunya untuk menulis tentang <em>board game </em>tersebut, setelah sebelumnya menulis tentang <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-2-ticket-to-ride-london/">Ticket to Ride: London</a><em>. </em>Apalagi, Penulis punya sejarah yang cukup menarik dengan <em>board game </em>ini.</p>



<p>Awal pertemuan Penulis dengan Catan adalah ketika <a href="https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">Pandu</a> membelinya dengan harga miring karena yang dibeli adalah edisi lama, di mana namanya masih The Settler of Catan. Penulis langsung jatuh cinta ketika memainkannya.</p>





<p>Lantas, Penulis akhirnya memutuskan untuk membeli versi digitalnya. Namun, sensasi yang dirasakan tentu berbeda jika dibandingkan dengan bermain secara langsung. Hanya saja, harga <em>board game</em>-nya cukup mahal, yakni <strong>Rp860 ribu</strong>.</p>



<p>Belajar dari Ticket to Ride: London yang kurang diminati, Penulis pun memutuskan untuk membuat versi &#8220;demonya&#8221; terlebih dahulu menggunakan peralatan seadanya, termasuk mendesain sendiri kartu-kartunya.</p>



<p>Ternyata, responsnya positif! Hal ini pun membulatkan tekad Penulis untuk membeli Catan. <em>Fun fact</em>, ketika barangnya datang, ternyata City berwarna putihnya tidak ada di dalam kotak. Untungnya, tokonya dengan berbaik hati mau mengirimkan gantinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Catan</li>



<li>Desainer: Klaus Teuber</li>



<li>Publisher: KOSMOS</li>



<li>Tahun Rilis: 1995</li>



<li>Jumlah Pemain: 2 &#8211; 4 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 60 &#8211; 120 menit</li>



<li>Rating BGG: 7.1</li>



<li>TIngkat Kesulitan: 2.30/5</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Catan</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Catan - How To Play" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/oiQ6SgBzfqY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Catan pertama kali dirilis pada tahun 1995, membuatnya menjadi salah satu <em>board game </em>klasik. Tak heran jika Catan memiliki banyak sekali versi dan <em>expansion</em>, tapi di artikel ini Penulis hanya akan membahas <em>base game-</em>nya saja.</p>



<p>Catan bisa dimainkan oleh 3 hingga 4 orang saja. Konsep utamanya adalah mengenai pendatang-pendatang yang baru mendarat di sebuah pulau (dengan bentuk heksagon), di mana mereka berusaha menguasai pulau tersebut.</p>



<p>Objektif dari Catan adalah siapa yang tercepat mengumpulkan <strong>10 poin terlebih dahulu </strong>yang disebut sebagai Victory Points (VP). Poin ini bisa didapatkan melalui berbagai cara, yakni (istilah-istilahnya akan Penulis jelaskan di bawah:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Membangun Settlement (1 poin)</li>



<li>Meningkatkan Settlement menjadi City (2 poin)</li>



<li>Victory Points dari Development Cards (1 poin per kartu)</li>



<li>Longest Road (memiliki jalan terpanjang di antara pemain lain, mulai dari 5 jalan)</li>



<li>Largest Army (memiliki kartu Knight terbanyak, mulai dari 3 kartu)</li>
</ul>



<p>Ketika melakukan <em>setup</em>, pasang blok-blok heksagon secara acak, lantas tempatkan angka di atasnya juga secara acak. Ini menentukan setiap blok (yang melambangkan <em>resources </em>yang akan didapatkan) bisa didapatkan jika pemain mendapatkan angka di atasnya.</p>



<p>Di awal permainan, para pemain akan secara bergantian meletakkan dua Settlement (berbentuk rumah) di pertemuan tiga garis antarblok, lantas meletakkan dua jalan di dekat masing-masing Settlement. </p>



<p>Ada beberapa peraturan dalam meletakkan <strong>Settlement </strong>di dalam Catan. Pertama, Settlement baru (ke-3, ke-4, dan seterusnya) harus tersambung dengan Settlement yang sudah kita buat di awal permainan. Selain itu, ada jarak minimal 2 garis dari Settlement lain.</p>



<p>Penempatan ini bisa dibilang menjadi kunci permainan ini, karena dari sanalah para pemain bisa mendapatkan <em>resources</em> yang berguna untuk banyak hal. Ada lima <em>resource </em>di permainan ini, yakni Kayu, Bata, Wol, Padi, dan Batu.</p>



<p>Contoh, Penulis meletakkan Settlement-nya di atas blok Kayu nomor 6. Ketika Penulis mengocok dadu dan muncul angka 6, maka Penulis akan mendapatkan <em>resources </em>berupa Kayu. Pemain lain yang meletakkan Settlement di atas blok nomor 6 juga mendapatkan <em>resources.</em></p>



<p><em>Resources </em>yang ada di Catan berguna untuk membangun sesuatu, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Jalan: 1 Kayu dan 1 Bata</li>



<li>Settlement: 1 Kayu, 1 Bata, 1 Wol, dan 1 Padi</li>



<li>City: 2 Padi, 3 Batu</li>



<li>Development Cards: 1 Wol, 1 Padi, 1 Batu</li>
</ul>



<p>Settlement bisa di-<em>upgrade </em>menjadi <strong>City </strong>apabila memiliki <em>resources </em>yang dibutuhkan. Secara otomatis, <em>resources </em>yang akan didapatkan dari blok di bawahnya akan langsung mendapatkan 2 <em>resources </em>sekaligus.</p>



<p>Lalu, ada juga <strong>Development Cards</strong> yang memiliki berbagai kartu yang membantu pemain untuk mengembangkan permainan. Paling banyak adalah kartu <strong>Knight </strong>yang bisa digunakan untuk memindahkan Bandit.</p>



<p>Omong-omong soal <strong>Bandit</strong>, sosok ini cukup ditakuti di Catan. Pasalnya, setiap ada pemain yang mendapatkan angka 7, maka ia akan membuat pemain tersebut mampu memindahkan pion Bandit dan mencuri satu kartu dari pemain yang didatangi oleh sang Bandit.</p>



<p>Bandit menutup pemasukan <em>resources </em>dari blok yang ia tutup. Jadi, ketika angka dadu yang tepat keluar, tapi ada Bandit, pemain tidak akan mendapatkan <em>resources</em>. Selain itu, setiap keluar angka 7, pemain yang punya kartu tangan di atas 7 harus membuang setengahnya.</p>



<p>Pemain bisa menukarkan 4 kartu <em>resources </em>yang sama dengan 1 kartu <em>resource </em>lain ke Bank. Namun, ada yang namanya <strong>Pelabuhan, </strong>di mana jika kita membangun Settlement di sana (terletak di pinggir papan), jumlah <em>resources </em>yang ditukarkan bisa berkurang.</p>



<p>Merasa harga pertukarannya terlalu mahal? Tenang, kita bisa melakukan pertukaran dengan pemain lainnya. Namun, belum tentu pemain lain mau melakukan barter ke kita. Biasanya, mereka akan mau jika pertukaran tersebut juga menguntungkan mereka.</p>



<p>Di setiap putaran, hal yang harus dilakukan oleh pemain adalah mengocok dadu, mendapatkan <em>resources </em>jika mendapatkannya, lantas bisa membangun Jalan, Settlement, City, hingga membeli atau memainkan Development Cards (satu kartu satu putaran).</p>



<p>Permainan pun akan terus berjalan di mana masing-masing pemain berusaha memperluas &#8220;kekuasaan&#8221; mereka dan mengumpulkan <em>resources </em>sebanyak mungkin. Tentu saja dalam perjalanannya, aksi sikut-sikutan akan terus terjadi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Catan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/koleksi-board-game-3-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6409" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/koleksi-board-game-3-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/koleksi-board-game-3-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/koleksi-board-game-3-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/koleksi-board-game-3-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Salah satu yang membuat Penulis menjadikan Catan sebagai <em>board game </em>favoritnya adalah bagaimana kita harus memikirkan strategi terbaik sembari menghalangi lawan untuk mendapatkan poin tambahan.</p>



<p>Ketika bermain, tak jarang aksi saling blokir menggunakan jalan dilakukan karena kebetulan titik yang diincar sama. Hadirnya Bandit juga membuat pemain tak segan untuk menutup &#8220;rezeki&#8221; lawan agar <em>resources </em>yang mereka dapatkan bisa berkurang.</p>



<p>Meskipun seolah hanya <em>push-your-luck </em>karena mengandalkan angka dadu untuk mendapatkan <em>resources</em>, sebenarnya <em>game </em>ini juga butuh strategi dan insting dalam penempatan Settlement. Frase &#8220;posisi menentukan prestasi&#8221; benar-benar digambarkan oleh <em>board game </em>ini.</p>



<p>Tentu angka-angka yang memiliki peluang muncul lebih sering akan paling sering diincar, seperti 6 dan 8 yang probabilitasnya tinggi. Namun, di Catan terkadang probabilitas tersebut sama sekali tidak relevan. Angka yang sering muncul justru angka lain.</p>



<p>Penulis sudah mencoba beberapa versi dan <em>expansion</em>-nya, seperti edisi Game of Throne dan Seafearer yang Penulis beli secara digital. Namun, tetap saja <em>base game</em>-nya yang terbaik untuk dimainkan.</p>



<p>Meskipun terkesan gitu-gitu aja, Catan memiliki <em>replayability </em>yang cukup tinggi. Hal ini karena ketika melakukan <em>setup </em>papan dan angkanya, jumlah kombinasinya ada begitu banyak, sehingga setiap permainan akan terasa berbeda.</p>



<p>Kekurangan dari <em>board game </em>ini adalah jumlah pemainnya yang hanya bisa maksimal 4 orang. Bisa membeli <em>expansion </em>agar bisa bermain hingga 6 orang, tapi harganya cukup mahal, sehingga Penulis mengurungkan niat tersebut.</p>



<p>Gara-gara Catan, Penulis menjadi kembali bersemangat untuk menambah <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/">koleksi <em>board game</em>-nya</a>. Penulis pun berusaha mencari <em>board game </em>klasik yang wajib dimiliki oleh pemula. Akhirnya, pilihan tersebut jatuh kepada <strong>Carcassonne</strong>.</p>



<p><em>Selanjutnya -&gt; Carcassonne</em></p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span><span style="color:#1767ef">★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p>Lawang, 6 April 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri<em> board game</em> di blog ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-3-catan/">Koleksi Board Game #3: Catan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-3-catan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game Saya (Bagian 3)</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-3/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-3/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2022 11:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[Bahamas]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[Catan]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Machi Koro]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Splendor]]></category>
		<category><![CDATA[Wingspan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6142</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada dua tulisan sebelumnya (Bagian 1 dan Bagian 2), Penulis telah bercerita mengenai &#8220;perjalanannya&#8221; dalam mengoleksi board game. Bahkan hingga sekarang, Penulis masih sering merasa heran mengapa dirinya rela mengeluarkan uang yang cukup banyak. Hanya saja jika dipikir-pikir kembali, alokasi dana untuk membeli board game sebenarnya berasal dari alokasi belanja buku bulanan, di mana akhir-akhir [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-3/">Koleksi Board Game Saya (Bagian 3)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada dua tulisan sebelumnya (<em>Bagian 1 </em>dan <em>Bagian 2</em>), Penulis telah bercerita mengenai &#8220;perjalanannya&#8221; dalam mengoleksi <em>board game</em>. Bahkan hingga sekarang, Penulis masih sering merasa heran mengapa dirinya rela mengeluarkan uang yang cukup banyak.</p>



<p>Hanya saja jika dipikir-pikir kembali, alokasi dana untuk membeli board game sebenarnya berasal dari alokasi belanja buku bulanan, di mana akhir-akhir ini Penulis cukup banyak mengurangi pembelian buku (yang juga sudah dirasa cukup banyak).</p>



<p>Melalui bagian terakhir dari tulisan <em>Koleksi Board Game Saya</em>, Penulis ingin berbagi sedikit mengenai <em>board game </em>mana yang jadi favoritnya, mengapa pada akhrinya memutuskan untuk mengoleksi <em>board game</em>, dan apa saja <em>board game </em>selanjutnya yang ingin dibeli. </p>





<h2 class="wp-block-heading">Board Game Favorit Saya</h2>



<p>Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hingga kini total Penulis sudah memiliki 16 <em>board game</em> yang menjadi koleksinya. Jika dirangkum, berikut adalah daftar lengkapnya:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Othello Set</li><li>UNO! Flip</li><li>Monopoly</li><li>Ticket to Ride: London</li><li>Catan</li><li>Carcassone</li><li>7 Wonders 1st Edition</li><li>King of New York</li><li>Survive</li><li>Wingspan</li><li>Bang! Dice Game</li><li>Machi Koro 2</li><li>Dungeon Mayhem</li><li>Saboteur</li><li>Coup</li><li>Sekata</li></ol>



<p>Di antara itu semua, mana yang jadi favorit Penulis? Setidaknya ada tiga <em>board game </em>yang Penulis pilih, yaitu <strong>Catan</strong>, <strong>Machi Koro 2</strong>, dan <strong>Wingspan</strong>. Penulis akan jelaskan alasannya di bawah.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-2-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6161" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-2-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-2-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-2.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p><strong>Catan</strong> merupakan salah satu <em>board game </em>pertama yang Penulis mainkan dan langsung jatuh cinta. <em>Gameplay </em>yang dimiliki cukup sederhana, tetapi membutuhkan strategi dan keberuntungan yang cukup besar.</p>



<p>Ada kalanya kita begitu beruntung karena mampu menempatkan Settlement kita di tempat yang angkanya sering muncul. Namun, terkadang angka yang sering muncul tiba-tiba tidak pernah muncul, sehingga kita merasa menyesal telah menempatkannya di sana.</p>



<p>Kita juga bisa menyenggol pemain lain, entah dengan mencuri kartunya ketika menggerakkan bandit atau memotong jalannya lebih dulu untuk mencapai titik tertentu. Selain itu, <em>replaybility </em>dari <em>board game </em>ini cukup tinggi sehingga jarang membuat pemain merasa bosan.</p>



<p><strong>Machi Koro 2</strong> menggunakan mekanik yang sama dengan Catan, di mana kemenangan pemain sangat ditentukan oleh strategi dan keberuntungan. Bahkan, cara untuk mendapatkan <em>resource </em>berupa koin yang dibutuhkan pun mirip.</p>



<p>Pada <em>board game </em>ini, kita diharuskan untuk mengumpulkan koin sebanyak mungkin. Salah satu caranya adalah dengan membeli kartu-kartu Establishment yang bisa mempercepat <em>income </em>kita untuk bisa membeli Landmark.</p>



<p>Selain itu, adanya kartu yang memungkinkan kita merebut koin yang dimiliki oleh pemain lain membuat pemain akan <em>senggol-senggolan</em> secara intens. Teman Penulis sempat menemukan META &#8220;Dadu Satu&#8221; untuk menghindari koinnya direbut oleh pemain lain.</p>



<p><strong>Wingspan </strong>merupakan <em>board game </em>Penulis yang paling kompleks. Namun, justru itu yang membuat Penulis menyukainya. Dibutuhkan strategi yang benar-benar matang dan, berbeda dari dua <em>board game </em>sebelulmnya, faktor keberuntungan jadi tidak terlalu berdampak.</p>



<p>Ketika mengetahui <em>art </em>dari kartunya untuk pertama kali, Penulis langsung jatuh cinta. Oleh karena itulah Penulis rela untuk menonton banyak video tutorial dan membeli gimnya di Steam agar bisa memahami cara bermain <em>board game </em>ini.</p>



<p>Meskipun sampai sekarang teman-teman Penulis agak enggan bermain Wingspan karena &#8220;sangat mikir&#8221;, Penulis tetap memasukkan Wingspan ke dalam salah satu <em>board game </em>favoritnya. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Akhirnya Jadi Koleksi Board Game?</h2>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>Karena&nbsp;<em>board game&nbsp;</em>bisa ngilangin bosen, apalagi kalo mati gaya pas lagi bareng-bareng ama temen.&nbsp;<em>Board game&nbsp;</em>itu memfokuskan minat dan kebahagiaan banyak orang dalam satu waktu.” </strong></p><p><span style="color:#9e0b0f" class="has-inline-color">-Mas Pandu-</span></p></blockquote>



<p><em>Quote </em>di atas merupakan jawaban dari Mas Pandu ketika ditanya apa alasannya menjadi seorang kolektor <em>board game</em>. Penulis setuju dengan jawaban tersebut, dan memiliki alasan lain mengapa akhirnya memutuskan untuk mengoleksi <em>board game</em>.</p>



<p>Pertama, <strong>Penulis pada dasarnya</strong> <strong>menyukai mainan</strong>. Selain <em>board game</em>, Penulis juga memiliki <em>action figure</em>, <em>model kit</em>, dan Hotwheels. Penulis juga ingin menambah koleksi mainannya dengan membeli LEGO dan tamiya.</p>



<p>Alasannya sederhana. Ketika kecil, Penulis berlangganan majalah <em>XY Kids</em> yang memiliki rubrik khusus membahas mainan (<em>toys</em>). Waktu itu, tentu Penulis belum punya uang untuk membelinya, sehingga keinginan tersebut baru bisa disalurkan sekarang.</p>



<p>Lalu, Penulis juga merasa kalau <em>board game </em>yang dibeli <strong>bisa memberikan rasa senang kepada teman-temannya</strong> yang ikut memainkannya. Walau tidak semua mereka suka, setidaknya ada beberapa yang membuat mereka cukup ketagihan.</p>



<p>Melihat wajah bahagia dan mendengar tawa (kadang ekspresi pusing karena kalah) mereka ketika bermain <em>board game </em>menjadi sesuatu yang memuaskan batin. Bagi Penulis, bisa membahagiakan orang lain adalah sumber kebahagiaan.</p>



<p>Selain itu, bermain <em>board game </em>fisik jelas bisa <strong>mendistraksi kita dari ponsel</strong>. Di era yang serba digital, bermain sesuatu yang nyata akan memberikan jeda yang sehat untuk diri kita sendiri. Apalagi, selalu ada interaksi yang menarik ketika bermain <em>board game</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Masih Ingin Menambah Koleksi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Sayax-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6162" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Sayax-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Sayax-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Sayax-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Sayax.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Splendor: Marvel dan Bahamas</figcaption></figure>



<p>Jika ditanya apakah dirinya masih ingin menambah koleksi <em>board game</em>, maka Penulis akan menjawab iya. Sejujurnya masih ada banyak <em>board game </em>yang Penulis inginkan, tetapi saat ini sedang menahan dirinya untuk bisa menghemat pengeluaran.</p>



<p>Dua <em>board game </em>yang sangat ingin Penulis miliki adalah <strong>Splendor: Marvel</strong> dan <strong>Bahamas</strong>. Penulis sering main Splendor melalui situs BGA, tetapi masih ingin membeli versi Marvel-nya. Penulis belum pernah bermain Bahamas secara langsung, tapi sering melihat <em>gameplay</em>-nya.</p>



<p>Setelah dua <em>board game </em>tersebut, sebenarnya masih ada beberapa <em>board game </em>lain seperti <strong>Cascadia</strong>, <strong>Dominion</strong>, <strong>Kingdomino</strong>, <strong>Pandemic</strong>, <strong>Codename Pictures</strong>, <strong>Ratland</strong>, <strong>Waroong Wars</strong>, dan masih banyak lagi. Semoga saja rezeki Penulis lancar agar bisa membelinya.</p>



<p>Bahkan setelah menulis artikel ini, Penulis memutuskan untuk membuat satu rubrik baru di blog ini: <strong>Board Game</strong>. Semua <em>board game </em>yang pernah dimainkannya akan Penulis buat ulasannya dan <em>gameplay </em>yang dimiliki.</p>



<p><em><span style="color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Ini merupakan bagian terakhir dari tulisan </span></em><span style="color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Koleksi Board Game Saya</span> </p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 6 November 2022, terinspirasi setelah memandangi koleksi <em>board game</em>-nya yang sudah lumayan banyak  </p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-3/">Koleksi Board Game Saya (Bagian 3)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-3/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game Saya (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2022 11:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[7 Wonders]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[Carcasonne]]></category>
		<category><![CDATA[Catan]]></category>
		<category><![CDATA[King of New York]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Survive]]></category>
		<category><![CDATA[Ticket to Ride]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6141</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sewaktu melihat koleksi board game yang dimiliki oleh Mas Pandu, sejujurnya Penulis memiliki satu pertanyaan: Kok enggak sayang sama duitnya? Seperti yang kita tahu, harga board game memang cukup menguras kantong. Waktu itu, harga board game yang dimiliki oleh Mas Pandu berkisar antara 200 hingga 500 ribu. Jumlah uang tersebut tentu sangat lumayan dan bisa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/">Koleksi Board Game Saya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sewaktu melihat <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">koleksi <em>board game </em>yang dimiliki oleh Mas Pandu</a>, sejujurnya Penulis memiliki satu pertanyaan: <em>Kok enggak sayang sama duitnya?</em> Seperti yang kita tahu, harga <em>board game </em>memang cukup menguras kantong.</p>



<p>Waktu itu, harga <em>board game </em>yang dimiliki oleh Mas Pandu berkisar antara 200 hingga 500 ribu. Jumlah uang tersebut tentu sangat lumayan dan bisa dialokasikan untuk hal lain, begitu pikir Penulis.</p>



<p>Ternyata, ketika Penulis mencoba untuk membeli <em>board game</em>, memang ada semacam &#8220;zat adiktif&#8221; yang dimiliki oleh <em>board game</em>. Semakin mendalami, semakin banyak <em>board game </em>yang terlihat menarik untuk dibeli. </p>





<p>Penulis yang awalnya coba-coba, pada akhirnya justru ikut mengoleksi <em>board game</em>. Hingga tulisan ini ditulis, total Penulis sudah memiliki 16 <em>board game</em> yang dibeli dalam rentang waktu kurang lebih satu tahun</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis ingin membahas mengenai ke-16 koleksinya tersebut dan mengapa Penulis pada akhirnya mengikut jejak Mas Pandu untuk terjun ke dalam hobi ini. Untuk detail <em>gameplay </em>dari masing-masing <em>board game </em>mungkin akan dijelaskan lain waktu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Awal Mula Mulai Mengoleksi Board Game</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-1-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6153" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Koleksi Board Game Generasi Pertama</figcaption></figure>



<p>Sebenarnya dari dulu Penulis memang suka <em>board game</em>, karena sejak kecil sudah akrab dengan Monopoly, Ular Tangga, hingga Halma. Penulis juga punya satu set Othello yang dibeli di Gramedia. </p>



<p>Sebelum terjun ke dunia <em>board game</em>, paling mentok yang Penulis punya adalah kartu Remi dan UNO!. Itupun kartu UNO! yang bajakan, bukan yang asli seharga Rp120 ribu. Sampai di sini, faktor uang masih jadi pertimbangan untuk mengoleksi <em>board game</em>.</p>



<p>Gara-gara hal tersebut, Penulis pun jadi gemar membuat beberapa <em>board game </em>sendiri, <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/">seperti Werewolf dengan tambahan karakter sendiri</a>, <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/">Stars and Rabbit</a>, hingga <em>board game </em>bertema <em>traveling </em>yang konsepnya mirip dengan Ludo.</p>



<p><em>Board game </em>asli yang Penulis beli adalah <strong>Monopoly</strong> di tahun kalau tidak 2020 ya 2021. Sebagai penggemar Monopoly sejak kecil, harganya yang sedang separuh harga (menjadi <strong>Rp250 ribu</strong>) tentu menarik perhatian Penulis hingga akhirnya membelinya.</p>



<p>Lantas pada bulan Juni 2021, Penulis coba-coba untuk membeli <em>board game </em><strong>Ticket to Ride: London</strong>. Selain karena ada faktor London-nya di sana, <em>gameplay</em>-nya juga terlihat seru. Harganya juga relatif terjangkau, yaitu <strong>Rp325 ribu</strong> di Tabletoys (via Tokopedia). </p>



<p>Sayangnya, <em>board game </em>ini ternyata kurang diminati oleh teman-teman Penulis sehingga memutuskan untuk tidak membeli <em>board game </em>dulu. Namun semua berubah, ketika Penulis memutuskan untuk membeli satu <em>board game</em> ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Catan, Pemicu &#8220;Gencarnya&#8221; Pembelian Board Game</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-7-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6154" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-7-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-7-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-7-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-7.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Catan</figcaption></figure>



<p>Di tulisan &#8220;<em><a href="https://whathefan.com/pengalaman/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">Koleksi Board Game Mas Pandu</a></em>&#8220;, Penulis menyebutkan kalau salah satu <em>board game </em>favoritnya adalah <strong>Catan</strong>. Penulis sampai membeli gimnya di Steam agar bisa memainkannya ketika sudah tidak satu kantor lagi dengan Mas Pandu.</p>



<p>Namun, keseruannya memang beda dengan bermain langsung, hingga rasa ingin membelinya pun muncul. Sayangnya, harganya cukup mahal, yaitu <strong>Rp860 ribu</strong> alias nyaris satu juta rupiah. Tentu itu jumlah yang tidak sedikit.</p>



<p>Selain itu, Penulis ada perasaan khawatir kalau Catan juga tidak disukai oleh teman-temannya seperti yang terjadi pada kasus Ticket to Ride: London. Solusinya, Penulis pun membuat Catan sendiri dengan bahan seadanya untuk melakukan semacam uji coba.</p>



<p>Setelah jadi, Penulis pun mencoba untuk memainkannya bersama teman-teman. Ternyata, mereka suka karena senggol-senggolan antarpemain cukup terasa. Merasa termotivasi, Penulis pun memutuskan untuk membeli Catan pada bulan November 2021 di Tabletoys juga.</p>



<p>Waktu barangnya datang, Penulis sempat dibuat panik karena ada <em>item </em>yang tidak ada, yaitu <em>City </em>warna putih. Untungnya pihak toko dengan sukarela mau mengirimkan <em>item </em>yang hilang tersebut. Hingga saat ini, Catan adalah <em>board game </em>Penulis yang paling sering dimainkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Carcassonne dan Board Game-Board Game Bekas</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-6-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6155" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-6-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-6-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-6-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-6.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dari Kiri: Survive, Carcassonne, King of New York, 7 Wonders</figcaption></figure>



<p>Berawal dari Catan lah Penulis menjadi begitu bersemangat untuk mulai menggeluti hobi ini dan menambah koleksinya. Target selanjutnya adalah <strong>Carcassonne</strong>, salah satu <em>board game </em>klasik yang katanya wajib dikoleksi karena memiliki <em>tile-tile </em>yang lucu.</p>



<p>Penulis membelinya di bulan Desember 2021 (di Tabletoys juga) dengan harga <strong>Rp645 ribu</strong>. Sayangnya, tampaknya keseruan dari <em>board game </em>ini agak terbanting oleh Catan karena faktor <em>senggol-senggolnya </em>agak kurang.</p>



<p>Memasuki tahun 2022, Penulis jadi sering membeli <em>board game </em>bekas. Alasannya adalah karena Penulis sempat main ke <em>board game cafe </em>di Surabaya bernama <strong>Nexus</strong>. Waktu ke sana di bulan Januari, ternyata ada daftar <em>board game </em>yang dijual.</p>



<p>Salah satunya adalah <strong>7 Wonders</strong> <strong>1st Edition</strong>, <em>board game<strong> </strong></em>dengan tema peradaban. Waktu itu, <em>board game </em>ini dilepas dengan harga <strong>Rp400 ribu</strong> oleh pemilikinya. Ketika mengecek di Tokopedia, harga barunya yang 2nd Edition mencapai Rp800 ribu!</p>



<p>Selain itu, Penulis juga tertarik untuk membeli <em>board game </em><strong>King of New York</strong>. Sayangnya, waktu itu <em>board game </em>tersebut belum dilepas oleh pemiliknya karena dianggap masih baru, dan Penulis disuruh menunggu beberapa bulan lagi.</p>



<p>Di bulan Februari 2022, Penulis pergi ke <em>board game cafe </em>lainnya di Surabaya yang bernama <strong>Board Game Academy</strong>. Di sana juga ada beberapa <em>board game </em>bekas yang akan dijual. Sayangnya, Penulis merasa tidak ada yang srek dengan barangnya.</p>



<p>Menariknya, di sana Penulis menghubungi Nexus untuk menanyakan apakah King of New York sudah dibeli. Ternyata sudah, dan dilabeli harga <strong>Rp700 ribu</strong> (harga barunya Rp750 ribu). Pada akhirnya, Penulis memutuskan untuk membelinya dengan memanfaatkan jasa GoSend.</p>



<p>Ketika bermain di Board Game Academy, salah satu <em>board game </em>yang mencuri perhatian adalah <strong>Survive </strong>(sebenarnya ada juga Ratland, tapi carinya susah). <em>Board game </em>ini juga <em>senggol-senggolan</em>, walau <em>replaybility</em>-nya agak kurang.</p>



<p>Karena di sana tidak dijual, di bulan Maret Penulis pun minta tolong ke Nexus untuk mengabari kalau ada info tentang<em> board game </em>tersebut. Ternyata, mereka punya stoknya dan dilepas dengan harga <strong>Rp700 ribu</strong>.</p>



<p>Penulis berusaha menegonya karena tahu harga pasarannya di kisaran Rp650 ribu, hanya saja barangnya memang sudah langka. Pihak Nexus pun bersikukuh di harga tersebut, dan Penulis memutuskan untuk menyetujuinya.</p>



<p>(NB: Sekarang <em>board game </em>Survive telah di-<em>rebranding </em>dengan nama The Island dan dijual dengan harga Rp645 ribu)</p>



<p><em><span style="color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Bersambung ke Bagian 2&#8230;</span></em></p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 6 November 2022, terinspirasi setelah memandangi koleksi <em>board game</em>-nya yang sudah lumayan banyak</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/">Koleksi Board Game Saya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mas Pandu dan Koleksi Board Gamenya</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2020 14:59:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[Catan]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[Monopoly]]></category>
		<category><![CDATA[papan permainan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[Risk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3340</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis suka main board game sejak kecil, karena punya papan ular tangga dan halma. Bahkan, ayah Penulis pernah membuatkan papan monopoli raksasa buatan sendiri yang menggunakan kardus bekas kulkas. Beranjak dewasa, terbesit pikiran untuk mengoleksi board game. Sayangnya, keinginan tersebut urung terjadi karena mahalnya harga board game yang berkisar di angka 300 ribu rupiah. Untunglah di kantor, ada seorang teman yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">Mas Pandu dan Koleksi Board Gamenya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis suka main <em>board game </em>sejak kecil, karena punya papan ular tangga dan halma. Bahkan, ayah Penulis pernah membuatkan papan monopoli raksasa buatan sendiri yang menggunakan kardus bekas kulkas.</p>
<p>Beranjak dewasa, terbesit pikiran untuk mengoleksi <em>board game. </em>Sayangnya, keinginan tersebut urung terjadi karena mahalnya harga <em>board game </em>yang berkisar di angka 300 ribu rupiah.</p>
<p>Untunglah di kantor, ada seorang teman yang ternyata seorang kolektor <em>board game. </em>Namanya <strong>Pandu Raka Pangestu</strong>, dan koleksinya sedikit banyak mengabulkan keinginan pemain untuk mencoba berbagai jenis <em>board game</em>.</p>
<h3>Kenapa <em>Board Game?</em></h3>
<p>Di era serba digital seperti sekarang, kehadiran <em>board game </em>memang bukan menjadi sesuatu yang umum. Padahal, main <em>board game </em>itu asyik karena membutuhkan interaksi secara langsung antar pemainnya.</p>
<p>Ketika kumpul, banyak yang lebih memilih untuk bermain game online di smartphone. Setidaknya, itu yang terlihat ketika melihat para anggota Karang Taruna di tempat Penulis.</p>
<p>Lantas, mengapa mas Pandu memutuskan untuk mengoleksi <em>board game </em>yang notabene tidak terlalu populer?</p>
<blockquote><p>Karena <em>board game </em>bisa ngilangin bosen, apalagi kalo mati gaya pas lagi bareng-bareng ama temen. <em>Board game </em>itu memfokuskan minat dan kebahagiaan banyak orang dalam satu waktu.&#8221; jawab mas Pandu melalui <em>WhatsApp</em>.</p></blockquote>
<p>Ia mengakui mulai menggeluti hobi ini semenjak kuliah. Untuk kegiatan mengoleksinya, baru dimulai ketika bekerja di tempat yang sama dengan Penulis.</p>
<p>Mungkin, karena baru pada saat itulah ia memiliki <em>budget </em>untuk membeli beraneka ragam <em>board game </em>yang harganya lumayan menguras kantong.</p>
<h3>Apa Saja Koleksi <em>Board Game</em>-nya?</h3>
<p><div id="attachment_3347" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3347" class="size-large wp-image-3347" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3347" class="wp-caption-text">Koleksi Board Game</p></div></p>
<p>Mas Pandu memiliki belasan <em>board game </em>yang telah menjadi koleksinya. Semuanya ia letakkan di kantor agar bisa dimainkan bersama teman-teman selepas jam kerja. Entah jika ada yang ia simpan di rumah.</p>
<p>Lantas, apa saja <em>board game</em>-nya? Bisa dilihat melalui daftar yang ada di bawah ini:</p>
<ul>
<li>Monopoly</li>
<li>Risk</li>
<li>Pandemic</li>
<li>Codenames Pictures</li>
<li>Catan</li>
<li>Rebellion</li>
<li>Laga Jakarta</li>
<li>Santai Aja Lagi</li>
<li>Coup</li>
<li>Iron Curtain</li>
<li>Alkisah</li>
<li>Monopoly Deals</li>
<li>Saboteur</li>
<li>Balap Kuliner</li>
<li>Wowo Wiwi</li>
<li>Werewolf</li>
<li>China</li>
<li>dll</li>
</ul>
<p>Di antara belasan <em>board game </em>tersebut, mana yang menjadi favorit mas Pandu? Menurut pengakuannya, ada tiga game yang paling ia sukai: <strong>Catan, China, Saboteur</strong>.</p>
<h3>Favorit Penulis?</h3>
<p>Penulis, sebagai penggemar <em>board game </em>yang enggan mengeluarkan modal, sudah pernah mencoba hampir semua <em>board game </em>yang dimiliki oleh mas Pandu. Artinya, Penulis juga punya <em>board game </em>favoritnya sendiri.</p>
<p><div id="attachment_3346" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3346" class="size-large wp-image-3346" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-2.jpg 1049w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3346" class="wp-caption-text">Monopoly</p></div></p>
<p>Pertama adalah <strong>Monopoly</strong>. Penulis menyukai permainan ini sejak kecil, bahkan dulu kerap memainkan gamenya di komputer yang bertemakan Spongebob. Karena permainan ini sangat populer, rasanya Penulis tak perlu menjelaskannya panjang lebar.</p>
<p><div id="attachment_3345" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3345" class="size-large wp-image-3345" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-3.jpg 1050w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3345" class="wp-caption-text">Catan</p></div></p>
<p>Selanjutnya, sama seperti mas Pandu, adalah <strong>Catan </strong>yang pada dasarnya merupakan game strategi di mana kita harus bisa mendapatkan sumber daya tertentu agar bisa mengumpulkan poin kemenangan.</p>
<p>Poin bisa didapatkan dengan membangun <em>Settlement</em>, <em>City</em>, membangun jalan terpanjang, ataupun memiliki pasukan terbanyak. Permainan ini juga mengandalkan keberuntungan ketika menggulirkan dadu.</p>
<p><div id="attachment_3344" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3344" class="size-large wp-image-3344" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya-4.jpg 1050w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3344" class="wp-caption-text">Risk</p></div></p>
<p>Lalu ada game <strong>Risk </strong>yang bertemakan <em>conquer and win</em>. Ceritanya, kita memiliki pasukan yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Tugas kita adalah mengalahkan pasukan pemain lain melalui lemparan dadu.</p>
<p>Sebagai penggemar game strategi perang seperti <em>Age of Empire </em>dan <em>Stronghold Crusader</em>, tema <em>board game </em>ini sangat menarik. Berebut daerah adalah merupakan kekuatan utama dari permainan ini.</p>
<p>Kekurangan dari game yang satu ini adalah <em>set-up-</em>nya yang cukup ribet, sehingga teman-teman kantor malas memainkannya. Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk membeli gamenya di Play Store seharga Rp9.000.</p>
<p>Selain itu, Penulis juga lumayan suka main <strong>Codename Pictures</strong> yang mengasah imajinasi dan <strong>Saboteur </strong>yang terbilang baru dibandingkan permainan lainnya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Bermain permainan <em>offline </em>seperti <em>board game </em>bermanfaat untuk mengurangi distraksi digital yang dihasilkan oleh produk-produk teknologi.</p>
<p>Melepas gawai sejenak dan fokus pada permainan papan seperti ini mampu mereduksi stres sekaligus meningkatkan <em>chemistry </em>dengan teman-teman, kalau tidak membuat emosi jika kalah dalam permainan.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis merasa bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk mencicipi berbagai macam <em>board game </em>milik mas Pandu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 25 Januari 2020, terinspirasi dari koleksi <em>board game </em>milik mas Pandu</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">Mas Pandu dan Koleksi Board Gamenya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
