<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>catatan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/catatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/catatan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Sep 2024 17:00:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>catatan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/catatan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Buku Building a Second Brain</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/setelah-membaca-buku-building-a-second-brain/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/setelah-membaca-buku-building-a-second-brain/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Sep 2024 16:04:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[catatan]]></category>
		<category><![CDATA[otak kedua]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Tiago Forte]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7797</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis merasa dirinya cukup terobsesi dengan produktivitas karena merasa dirinya selama ini masih jauh dari kata tersebut. Salah satu alasan Penulis membuat rubrik Produktivitas di blog ini adalah untuk memotivasi dirinya sendiri. Tidak hanya itu, Penulis pun banyak membeli buku-buku seputar topik produktivitas. Salah satu yang baru saja Penulis selesaikan adalah Building a Second Brain [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/setelah-membaca-buku-building-a-second-brain/">[REVIEW] Setelah Membaca Buku Building a Second Brain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis merasa dirinya cukup terobsesi dengan produktivitas karena merasa dirinya selama ini masih jauh dari kata tersebut. Salah satu alasan Penulis membuat rubrik Produktivitas di blog ini adalah untuk memotivasi dirinya sendiri.</p>



<p>Tidak hanya itu, Penulis pun banyak membeli buku-buku seputar topik produktivitas. Salah satu yang baru saja Penulis selesaikan adalah <em><strong>Building a Second Brain </strong></em>karya <strong>Tiago Forte</strong>. Buku ini langsung menarik perhatian Penulis begitu membaca sinopsisnya.</p>



<p>Apalagi, di atas sinopsisnya, ada testimoni dari seorang <em>content creator </em>terkenal, Kevin Anggara. Ia mengatakan kalau buku ini telah memberikan pelajaran untuknya yang bisa diaplikasikan dalam keseharian untuk hidup yang lebih produktif.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku Building a Second Brain</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Building a Second Brain</em></li>



<li>Penulis: Tiago Forte</li>



<li>Penerbit: Renebook</li>



<li>Cetakan: Pertama</li>



<li>Tanggal Terbit: Februari 2024</li>



<li>Tebal: 302 halaman</li>



<li>ISBN: 9786236083772</li>



<li>Harga: Rp115.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Sinopsis Buku Building a Second Brain</h2>



<p><em>Sudah saatnya kita memaksimalkan kemampuan otak kedua. Setiap hari, kita menyerap berbagai informasi melalui media sosial, siniar, media massa, dan kanal video digital. Namun, jarang sekali kita mampu mengingat seluruh informasi itu. </em></p>



<p><em>Pada akhirnya, banyak hal yang telah kita dapatkan hilang begitu saja. Bahkan, sering kali kita kesulitan untuk menemukan kembali informasi tersebut saat dibutuhkan.</em></p>



<p><em>Oleh karena itu, melalui buku Building a Second Brain, Tiago Forte mengajak kita untuk membangun otak kedua. Sebuah kemampuan memanfaatkan perangkat digital yang terbukti ampuh untuk menyortir, mengelola, dan menyimpan semua ide kita. </em></p>



<p><em>Akhirnya, kita tidak akan lagi kesulitan dalam mengingat hal-hal yang diperlukan. Bersiaplah menjadi pribadi yang produktif dan kreatif ketika otak kedua telah aktif.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Isi Buku Building a Second Brain</h2>



<p>Buku ini menekankan mengenai betapa butuhnya kita sebuah &#8220;otak kedua&#8221; karena otak yang berada di dalam kepala kita tidak akan mampu menampung semua informasi dan data yang masuk. Sering kan merasa lupa akan suatu informasi ketika dibutuhkan?</p>



<p>Tiago Forte hadir untuk memberikan solusi atas permasalahan tersebut melalui buku ini. Pertama, kita tentu membutuhkan sebuah platform digital yang akan dipilih untuk menjadi otak kedua kita. </p>



<p>Platform tersebut tentu harus mudah diakses dan bisa digunakan kapan saja dan di mana saja, jadi harus tersedia di gawai yang kita gunakan sehari-hari. Ada banyak sekali aplikasi catatan yang bisa digunakan, tapi <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/">Penulis pribadi memilih untuk menggunakan Notion</a>.</p>



<p>Dalam buku ini, ada banyak tips-tips yang bisa diaplikasikan ke dalam sehari-hari, tapi poin utama dari buku ini adalah sebuah metode bernama <strong>CODE</strong>, yakni <strong>Capture </strong>(Menangkap Ide), <strong>Organize </strong>(Mengorganisir), <strong>Distrill </strong>(Menemukan Inti Sari), <strong>Express </strong>(Mengekspresikan)</p>



<p>Dengan adanya metode ini, ide-ide yang muncul di benak kita pun akan tersimpan dengan lebih rapi. Peluang untuk terlupakan pun menjadi lebih kecil. Namun perlu diingat, ide yang disimpan pun akan menjadi percuma jika tidak ada realisasinya.</p>



<p>Tidak hanya CODE, Forte juga memberikan tips menyimpan informasi dengan sistem <strong>PARA</strong>, yakni <strong>Projects</strong>, <strong>Areas</strong>, <strong>Resources</strong>, <strong>Archives</strong>. Intinya, semua data dan informasi yang kita miliki dibagi menjadi ke dalam empat folder tersebut.</p>



<p>Projects berisi apapun seputar proyek yang sedang kita kerjakan dalam waktu dekat. Areas berisi apapun seputar proyak yang sifatnya jangka panjang. Resources berisi apapun yang menarik bagi kita dan tidak memiliki tenggat waktu. Archives berisi apapun yang tidak masuk ke dalam kategori di atas.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Building a Second Brain</h2>



<p><em>Building a Second Brain</em> ditulis dengan tujuan membantu pembacanya untuk menciptakan sebuah otak kedua agar semua ide, informasi, data, dan sebagainya bisa terkumpul dalam satu platform yang mudah diakses. Tujuan tersebut menurut Penulis berhasil dicapai.</p>



<p>Meskipun belum menerapkan semua isi buku ini, Penulis sudah mulai &#8220;mencicil&#8221; untuk membuat otak kedua melalui Notion. Meskipun baru sebatas untuk kebutuhan blog, ke depannya Penulis akan mengembangkan otak keduanya tersebut untuk hal lain.</p>



<p>Dalam menjabarkan poin-poinnya, Forte memberikan contoh berdasarkan apa yang telah ia lakukan. Jadi, contoh-contoh yang ada benar-benar konkrit dan jelas karena sudah dilakukan oleh si penulis buku ini.</p>



<p>Sayangnya, bagi Penulis buku ini cukup teknis dan ribet. Forte seolah ingin mengatakan bahwa proses membuat otak kedua tidak mudah dan memiliki banyak tahapan, sehingga <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/saya-ini-pemalas/">orang-orang malas seperti Penulis</a> pun tak akan mengikuti semua tipsnya.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga merasa setiap bab yang membahas CODE terlampau panjang, sehingga esensi poinnya jadi kurang bisa tertangkap. Jika disuruh menjelaskan dengan detail apa itu CODE, jujur Penulis tidak sanggup.</p>



<p>Namun, secara garis besar, buku ini berhasil memberikan <em>insight </em>mengenai betapa butuhnya kita akan otak kedua di era yang keberlimpahan informasi seperti sekarang ini. Meskipun beberapa isinya terlalu teknis, tetap ada banyak hal-hal yang bisa kita terapkan dalam keseharian. </p>



<p>Penulis merekomendasikan buku ini untuk Pembaca yang merasa selama ini sering melupakan banyak hal karena otak utamanya tidak sanggup menyimpan semuanya. Membangun otak kedua secara efektif menjadi salah satu solusi terbaiknya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 7/10</mark></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 7 September 2024, terinspirasi setelah membaca buku <em>Building a Second Brain </em>karya Tiago Forte</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/setelah-membaca-buku-building-a-second-brain/">[REVIEW] Setelah Membaca Buku Building a Second Brain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/setelah-membaca-buku-building-a-second-brain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Catatan yang Selalu Terlihat oleh Mata</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/pentingnya-catatan-yang-selalu-terlihat-oleh-mata/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/pentingnya-catatan-yang-selalu-terlihat-oleh-mata/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 16:40:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[catatan]]></category>
		<category><![CDATA[lupa]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7736</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis merasa kalau dirinya adalah orang yang pelupa. Bukan tipe yang lupa tanggal ulang tahun seseorang, lebih ke pelupa untuk task apa yang harus diselesaikan. Jika task tersebut tidak dicatat, biasanya akan mudah terlupa begitu saja. Untuk mengatasi hal ini, Penulis berupaya untuk mengatasinya dengan memanfaatkan aplikasi Microsoft To-Do List yang ter-install di PC maupun [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/pentingnya-catatan-yang-selalu-terlihat-oleh-mata/">Pentingnya Catatan yang Selalu Terlihat oleh Mata</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis merasa kalau dirinya adalah orang yang pelupa. Bukan tipe yang lupa tanggal ulang tahun seseorang, lebih ke pelupa untuk <em>task </em>apa yang harus diselesaikan. Jika <em>task </em>tersebut tidak dicatat, biasanya akan mudah terlupa begitu saja. </p>



<p>Untuk mengatasi hal ini, Penulis berupaya untuk mengatasinya dengan memanfaatkan aplikasi Microsoft To-Do List yang ter-<em>install </em>di PC maupun ponselnya. Namun, sudah menggunakan ini pun terkadang Penulis lupa untuk mengeceknya!</p>



<p>Penulis berusaha untuk mencari solusi lain. Lantas, Penulis teringat akan isi buku <em>Atomic Habit </em>di mana salah satu cara untuk membuat kebiasaan bisa terbentuk adalah dengan membuatnya mudah terlihat. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner.jpg 1280w " alt="Maskulinitas pada Musik Dewa" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Maskulinitas pada Musik Dewa</a></div></div></div><p></p>


<p>Oleh karena itu, Penulis akhirnya memutuskan untuk menulis catatan yang selalu terlihat di depan mata. Bukan di gawai yang Penulis miliki, tapi benar-benar di buku catatan fisik dan ditulis secara manual pula.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Masih Perlu Catatan Fisik?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000043131-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-7738" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000043131-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000043131-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000043131-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000043131-1536x864.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000043131-2048x1152.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Penulis sudah menyinggung kalau dirinya telah mencoba menggunakan aplikasi Microsoft To-Do List untuk mencatat berbagai <em>task </em>agar tidak lupa dikerjakan. Apalagi, aplikasi tersebut dilengkapi dengan fitur <em>reminder </em>untuk membantu mengingatkan kita.</p>



<p>Untuk pekerjaan-pekerjaan rutin, hal ini memang sangat membantu. Namun, ada yang tidak bisa di-<em>cover</em> oleh aplikasi ini setidaknya untuk Penulis:<strong> hal-hal yang muncul secara spontan</strong> <strong>dan tidak terencana</strong>. </p>



<p>Contohnya di sini adalah mencatat apa yang perlu dibahas untuk rapat besok. Mungkin <em>task </em>rapat di pagi hari bisa dimasukkan ke dalam aplikasi To-Do List, tapi isinya terkadang muncul secara tiba-tiba saat sedang mengerjakan <em>task </em>lain.</p>



<p><em>Lalu, mengapa tidak ditambahkan saja catatannya ke dalam aplikasi To-Do List?</em> Jawabannya adalah kembali lagi karena Penulis pelupa, Penulis kemungkinan besar akan lupa untuk mengeceknya! Akibatnya, hal tersebut pun jadi lupa untuk dibahas ketika rapat.</p>



<p>Penulis juga sempat berusaha menggunakan aplikasi Google Keep. Namun, masalahnya tetap sama,<strong> aplikasi ini tidak selalu langsung terlihat </strong>sehingga Penulis sering lupa untuk mengeceknya, bahkan ketika sudah memasang <em>reminder</em>.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis membutuhkan sebuah media yang akan 24 jam terlihat oleh mata. <strong>Buku catatan fisik</strong>, yang mungkin sudah terasa <em>old school</em>, akhirnya menjadi pilihan utama. Buku catatan ini akan terus berada di atas meja kerja Penulis dan selalu terbuka saat jam kerja.</p>



<p>Berhubung Penulis punya hobi menulis manual, kegiatan mencatat ini Penulis buat semenarik mungkin dengan menambahkan batas dengan berbagai warna beserta tanggal yang ditulis menggunakan huruf latin. Hobi yang aneh memang untuk seorang laki-laki.</p>



<p>Memang ada kekurangannya mencatat secara manual seperti ini, seperti <strong>catatan yang telah dituliskan akan sulit untuk ditelusuri dan diarsipkan</strong>. Namun, buku catatan ini<strong> </strong>memang Penulis gunakan untuk sesuatu yang bersifat spontan dan berjangka pendek.</p>



<p>Setiap pagi, Penulis akan membaca buku catatan ini untuk memastikan tidak ada <em>task </em>atau poin yang harus diselesaikan. Meskipun terkadang masih <em>miss</em>, Penulis merasa metode ini berhasil meminimalisirnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Tidak Menggunakan Medium Lain?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000043142-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7745" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000043142-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000043142-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000043142-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000043142.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Sebenarnya, Penulis memiliki tablet yang telah dilengkapi dengan <em>stylus </em>karena pada dasarnya Penulis memang masih suka menulis secara manual, yang juga menjadi salah satu alasan mengapa Penulis membeli tablet tersebut.</p>



<p>Namun, makin ke sini, <em>stylus </em>tersebut makin jarang digunakan. Seandainya menulis di tablet pun, pada akhirnya <strong>catatan tersebut akan tenggelam begitu saja</strong> dan kerap lupa untuk mengeceknya kembali.</p>



<p>Selain itu, layar tablet akan mengunci secara otomatis jika lama tidak digunakan, sama seperti ponsel. Jika menyalakannya terus seharian dan menonaktifkan mode <em>auto-lock-</em>nya, tentu akan membuat baterainya cepat habis. </p>



<p>Dengan demikian, seandainya Penulis membuat catatan di tablet sebagai pengingat, tentu tidak efektif karena <strong>harus berkali-kali menyalakan tablet</strong>. Apalagi, tablet ini juga kerap Penulis gunakan sebagai layar kedua</p>



<p>Penulis sempat mengandalkan Sticky Notes sebagai pengingat. Selain bisa ditempel di mana-mana, Sticky Notes kerap berwarna cerah sehingga akan mencuri perhatian kita saat akan bekerja. Tentu ini jadi pengingat yang mudah kita <em>notice</em>, bukan?</p>



<p>Sayangnya, Sticky Notes pun bagi Penulis kurang efektif. Pertama, <strong>Sticky Notes harus ditempel di suatu tempat</strong>. Kamar Penulis yang sudah penuh dengan barang jelas tidak memiliki tempat kosong untuk hal tersebut.</p>



<p>Kedua, <strong>Sticky Notes yang sudah dipasang sulit untuk di-<em>edit</em></strong>. Padahal, Penulis suka menambahkan catatan tambahan menggunakan tinta merah yang biasanya berfungsi sebagai penanda kalau <em>task </em>tersebut sudah diselesaikan atau sudah dibahas dalam rapat.</p>



<p>Ketiga,<strong> Sticky Notes bisa berceceran ke mana-mana jika sudah terlalu banyak</strong>. Padahal, setiap hari ada cukup banyak hal yang perlu Penulis catat secara manual. Penulis tidak bisa membayangkan bagaimana rupa kamarnya jika menempel terlalu banyak Sticky Notes.</p>



<p>Berdasarkan pengalaman tersebut, Penulis memutuskan untuk memanfaatkan buku catatan dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Penulis menganggap kalau buku catatan ini adalah otak kedua Penulis dalam bentuk fisik.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 26 Agustus 2024, terinspirasi setelah menyadari betapa pentingnya catatan yang harus selalu terlihat</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/photo/person-holding-orange-pen-1925536/">lil artsy</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/pentingnya-catatan-yang-selalu-terlihat-oleh-mata/">Pentingnya Catatan yang Selalu Terlihat oleh Mata</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/pentingnya-catatan-yang-selalu-terlihat-oleh-mata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Productivity Hacks #1: To-Do List Harian</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2021 12:10:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[#ProductivityHacks]]></category>
		<category><![CDATA[catatan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[to-do list]]></category>
		<category><![CDATA[tugas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4382</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi orang yang produktif setiap hari (setidaknya, ketika weekday) adalah salah satu impian Penulis dalam hidup. Hidup ini terlalu singkat untuk sesuatu yang sia-sia. Sayangnya, Penulis merupakan tipe orang yang malas dan suka menunda-nunda. Akibatnya, Penulis kerap lalai dalam memanfaatkan waktu dalam hidupnya. Menyadari kekurangan tersebut, Penulis memutuskan untuk membuat to-do list harian untuk mengetahui apa yang akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/">Productivity Hacks #1: To-Do List Harian</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi <strong>orang yang produktif</strong> setiap hari (setidaknya, ketika <em>weekday</em>) adalah salah satu impian Penulis dalam hidup. Hidup ini terlalu singkat untuk sesuatu yang sia-sia.</p>
<p>Sayangnya, Penulis merupakan tipe <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/saya-ini-pemalas/">orang yang malas</a> dan suka menunda-nunda. Akibatnya, Penulis kerap lalai dalam memanfaatkan waktu dalam hidupnya.</p>
<p>Menyadari kekurangan tersebut, Penulis memutuskan untuk membuat <strong><em>to-do list </em>harian</strong> untuk mengetahui apa yang akan dilakukan hari ini.</p>
<h3>Untuk Apa <em>To-Do List </em>Harian?</h3>
<p><div id="attachment_4385" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4385" class="size-large wp-image-4385" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4385" class="wp-caption-text">Buat Apa Sih? (<a href="https://www.pexels.com/id-id/@breakingpic">Breakingpic</a>)</p></div></p>
<p>Ketika bermain game, misalnya PUBG Mobile, biasanya kita memiliki <strong>misi-misi yang harus diselesaikan</strong> untuk mendapatkan <em>reward </em>tertentu.</p>
<p>Di game-game Steam, ada beberapa <strong><em>achievement </em>yang bisa kita dapatkan</strong> jika sudah melakukan sesuatu di dalam game.</p>
<p>Hal-hal seperti itu membuat kita <strong>bersemangat untuk <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-main-game/">bermain game</a></strong>. Akan muncul semacam kepuasan jika kita berhasil mendapatkannya.</p>
<p><strong>Itulah peran dari <em>to-do list </em>harian.</strong></p>
<p>Sama seperti game, kita akan <strong>merasa puas apabila bisa memberikan tanda centang</strong> kepada daftar pekerjaan yang telah dituntaskan.</p>
<p>Jika berhasil melakukan apa yang sudah dituliskan pada <em>to-do list</em>, kita akan merasa <strong>hari ini telah dijalani dengan produktif</strong> yang ujung-ujungnya baik bagi kesehatan mental.</p>
<p>Tentu saja daftar pekerjaannya yang berbau produktif, ya! Jangan sampai main game Mobile Legends 2 jam dimasukkan ke dalam <em>to-do list</em>, kalau seperti itu sama saja bohong.</p>
<p>Masukkan daftar pekerjaan yang produktif seperti belajar, mempelajari atau menemukan hal baru, membersihkan kamar, menyelesaikan tanggungan pekerjaan, dan lain sebagainya.</p>
<p>Penulis sendiri biasanya menyantumkan <strong>&#8220;100% completed&#8221;</strong> sebagai penanda kalau semua <em>to-do list </em>hari ini berhasil dikerjakan. Anggap saja seperti mendapatkan <em>badges </em>di Steam.</p>
<h3>Bagaimana Cara Membuat <em>To-Do List </em>Harian?</h3>
<p><div id="attachment_4386" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4386" class="size-large wp-image-4386" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4386" class="wp-caption-text">To-Do List Penulis</p></div></p>
<p>Tidak ada patokan khusus untuk membuat <em>to-do list </em>harian. Sesukanya saja, tapi diusahakan yang bisa membuat kita merasa senang ketika menuliskannya.</p>
<p>Penulis pribadi memiliki hobi membuat <strong>catatan dengan rapi</strong>. Oleh karena itu, Penulis menjadikan sebuah buku dan mendesainnya sendiri menjadi <em>to-do list</em>.</p>
<p>Sebagai pemanis, Penulis memberikan tambahan ornamen-ornamen yang sederhana. Tidak lupa catatan harus berwarna-warni agar tidak monoton dan membosankan.</p>
<p>Mungkin ada yang lebih nyaman dan merasa praktis dengan <strong>menggunakan aplikasi</strong> di ponsel. Kalau Penulis merasa tidak cocok karena <em>feel</em>-nya tidak dapat.</p>
<p>Ada yang lebih suka <strong>menuliskannya di </strong><em><strong>sticky notes</strong> </em>dan menempelkannya di tempat yang mudah terlihat. Macam-macam, metodenya bisa dipilih sesuka hati.</p>
<h3>Bagaimana Jika Banyak Tugas yang Tidak Diselesaikan?</h3>
<p><div id="attachment_4387" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4387" class="size-large wp-image-4387" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-3-1024x607.jpeg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-3-1024x607.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-3-300x178.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-3-768x455.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/productivity-hacks-1-to-do-list-harian-3.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4387" class="wp-caption-text">Gagal? Tetep Gas! (<a href="https://www.pexels.com/id-id/@freestocks">freestocks.org</a>)</p></div></p>
<p>Sudah membuat <em>to-do list </em>tapi ternyata sampai menjelang tidur <strong>masih banyak tugas yang belum selesai?</strong> Tenang, itu merupakan hal yang lumrah dalam dunia per-<em>to-do-list-</em>an.</p>
<p>Penulis sangat sering mengalaminya. Sebagai orang yang <em>moody</em>, terkadang suasana hati yang sedang berantakan bisa membuat Penulis mengabaikan semua tugas yang sudah ditulis.</p>
<p>Yang penting, <strong>jangan berhenti membuat </strong><em><strong>to-do list</strong>. </em>Kalau punya kebiasaan baik harus dipertahankan, jangan dihentikan hanya karena merasa <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/menjaga-konsistensi/">tidak mampu konsisten</a>.</p>
<p>Ketika kita melakukan evaluasi <em>to-do list </em>yang gagal dikerjakan, memang <strong>akan memunculkan perasaan bersalah</strong> yang membuat kita malas untuk menulis <em>to-do list </em>lagi.</p>
<p>Tidak apa-apa, nikmati saja perasaan bersalah tersebut sembari berusaha besok akan lebih baik lagi. Jika ada yang tidak selesai hari ini, coba untuk diselesaikan besok.</p>
<p>Inilah pentingnya untuk <strong>tidak membuat </strong><em><strong>to-do list </strong></em><strong>terlalu banyak </strong>ketika baru mulai. Daftar tugas yang terlalu banyak berpotensi terbengkalai dan akhirnya membuat kita malas.</p>
<p>Hanya ada <strong>satu <i>to-do list </i></strong>pun tidak masalah, misalnya latihan mengerjakan latihan soal SBMPTN sebanyak 5 soal dalam sehari. Yang penting adalah komitmen kita untuk mengerjakannya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Mencatat <em>to-do list </em>harian bisa jadi tidak cocok untuk sebagian orang, terutama orang yang benci rutinitas dan menyukai hal-hal yang berbau spontan (<em>uhuy!</em>).</p>
<p>Berhubung Penulis tipe orang yang suka dengan rutinitas, mencatat <em>to-do list </em>setiap hari bisa meningkatkan produktivitas dan membuat dirinya bersemangat menjalani hidup.</p>
<p>Ketika tulisan ini ditulis, Penulis telah berhasil <strong>menyelesaikan tujuh tugas</strong> yang dibuat pada pagi hari ini. Kelihatan hebat? Sebenarnya tidak jika melihat hari-hari sebelumnya.</p>
<p>Sabtu dan Minggu kemarin, Penulis <strong>tidak mencatat <em>to-do list </em>sama sekali</strong>. Akibatnya, Penulis menghabiskan waktunya untuk bermain game dan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/istirahat-dari-media-sosial/"><em>scroll </em></a><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/istirahat-dari-media-sosial/">media sosial berjam-jam</a>.</p>
<p>Pada hari Kamis dan Jumat kemarin, <strong>hanya satu dari lima tugas yang berhasil dikerjakan</strong>. Alasannya seperti yang sudah disebutkan di atas, <em>mood </em>sedang tidak karuan.</p>
<p>Walaupun gagal berkali-kali, Penulis tidak berhenti mencatat <em>to-do list </em>harian karena merasa bisa membantu Penulis untuk tetap produktif.</p>
<p>Perasaan gembira yang muncul ketika berhasil meninggalkan tanda centang sangat memuaskan. Penulis harap, para Pembaca sekalian juga bisa merasakannya setelah membuat <em>to-do list </em>harian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Tulisan ini menjadi tulisan pertama dalam serial <em>Productivity Hacks</em>. Ditunggu tulisan-tulisan yang bisa memotivasi diri untuk lebih produktif lagi!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 8 Februari 2021, terinspirasi setelah dirinya merasa mendapatkan banyak manfaat dengan mencatat <em>to-do list </em>harian</p>
<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/id-id/@ivan-samkov">Ivan Samkov · Fotografi (pexels.com)</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/">Productivity Hacks #1: To-Do List Harian</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hacks-1-to-do-list-harian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
