<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HP Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/hp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/hp/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Oct 2021 10:41:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>HP Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/hp/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Agar WFH Tetap Produktif</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/agar-wfh-tetap-produktif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2020 10:32:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[AppBlock]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Forest]]></category>
		<category><![CDATA[HP]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[Quality Time]]></category>
		<category><![CDATA[WFH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3710</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis merasa bersyukur karena bisa mendapatkan privilege berupa kesempatan untuk Work From Home (WFH). Tidak banyak orang yang bisa mendapatkan kesempatan seperti ini, terutama orang-orang yang bergantung pada pendapatan harian. Hingga hari ini, sudah dua minggu ini Penulis bekerja dari kos. Selama dua minggu itu, Penulis ternyata mengalami kesulitan untuk menemukan ritme kerja yang tepat. Akibatnya, pola hidup Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/agar-wfh-tetap-produktif/">Agar WFH Tetap Produktif</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis merasa bersyukur karena bisa mendapatkan <em>privilege </em>berupa kesempatan untuk <em>Work From Home </em>(WFH). Tidak banyak orang yang bisa mendapatkan kesempatan seperti ini, terutama orang-orang yang <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">bergantung pada pendapatan harian</a>.</p>
<p>Hingga hari ini, sudah dua minggu ini Penulis bekerja dari kos. Selama dua minggu itu, Penulis ternyata mengalami kesulitan untuk menemukan ritme kerja yang tepat. Akibatnya, pola hidup Penulis jadi berantakan.</p>
<p>Bangun jadi siang, kerja sampai dini hari (terkadang sampai pagi), makan sering terlambat, banyak sekali yang mejadi kacau dalam keseharian Penulis.  Oleh karena itu, Penulis berusaha mencari solusi dari permasalahan ini.</p>
<h3>Mencari Akar Permasalahan</h3>
<p>Karena tidak ingin terus berlarut-larut dalam perasaan bersalah karena kacaunya pola hidup, Penulis mencoba mencari akar permasalahannya. Setelah direnungkan, ada dua penyebab utama:</p>
<ol>
<li>HP</li>
<li>Tidur siang</li>
</ol>
<p>Menjadi tiga jika niat dimasukkan, tapi Penulis putuskan untuk mengabaikan variabel tersebut. Penulis akan berfokus kepada dua penyebab permasalahan yang ada di atas.</p>
<p>[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=iBxM5Nq3UyI[/embedyt]</p>
<p>Melalui aplikasi <strong>Quality Time</strong>, Penulis menyadari kalau penggunaan HP selama WFH benar-benar melonjak tinggi. Dalam sehari, Penulis bisa menghabiskan waktu lebih dari 10 jam.</p>
<p>Karena terlalu banyak bermain HP (entah <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-main-game/">main game</a> ataupun <a href="https://whathefan.com/pengalaman/istirahat-dari-media-sosial/"><em>scroll </em>media sosial</a>), pekerjaan pun menjadi tertunda. Pekerjaan tertunda menyebabkan Penulis kurang tidur yang pada akhirnya membuat Penulis tidur siang.</p>
<p>Sampai di titik ini, Penulis sadar bahwa musuh terbesarnya adalah HP-nya sendiri.</p>
<h3>Aplikasi-Aplikasi Penyita Waktu</h3>
<p>Sebenarnya, Penulis bisa memanfaatkan aplikasi seperti <strong>Forest</strong> yang akan membantu kita fokus tanpa melirik HP. Sayangnya, aplikasi tersebut belum cukup untuk menjaga konsentrasi Penulis.</p>
<p>Melalui aplikasi <strong>Quality Time</strong> yang sudah disinggung sebelumnya, Penulis menemukan ada aplikasi-aplikasi yang paling menguras waktu Penulis. Data minggu kemarin menunjukkan angka seperti berikut:</p>
<ol>
<li><strong>WhatsApp</strong> (19 jam 44 menit)</li>
<li><strong>Chess Rush</strong> (8 jam 34 menit)</li>
<li><strong>Instagram</strong> (4 jam 47 menit)</li>
<li><strong>YouTube</strong> (4 jam 28 menit)</li>
<li><strong>Twitter</strong> (3 jam 57 menit)</li>
<li><strong>Zoom</strong> (2 jam 41 menit)</li>
<li><strong>Samsung Internet</strong> (2 jam 26 menit)</li>
<li><strong>Catan Universe</strong> (1 jam 49 menit)</li>
<li><strong>Skype</strong> (1 jam 42 menit)</li>
</ol>
<p>Total waktu yang Penulis habiskan dalam satu minggu adalah <strong>58 jam 57 menit</strong> atau setara dengan 9 jam/hari. Minggu ini, jumlahnya sudah menyentuh angka <strong>61 jam 40 menit</strong>. Padahal, masih ada hari Minggu besok dan hari Sabtu ini belum berakhir.</p>
<p>Dari 60 jam tersebut, Penulis banyak menghabiskan waktu pada aplikasi:</p>
<ol>
<li><strong>WhatsApp</strong> (16 jam 8 menit)</li>
<li><strong>YouTube</strong> (9 jam 14 menit)</li>
<li><strong>Instagram</strong> (4 jam 59 menit)</li>
<li><strong>Twitter</strong> (4 jam 46 menit)</li>
<li><strong>Chess Rush</strong> (4 jam 20 menit)</li>
<li><strong>Risk</strong> (4 jam 6 menit)</li>
<li><strong>Zoom</strong> (2 jam 36 menit)</li>
<li><strong>WormsZone.io</strong> (1 jam 52 menit)</li>
<li><strong>Samsung Internet</strong> (1 jam 45 menit)</li>
</ol>
<p>Jumlahnya, bagi Penulis, sudah terlampau tinggi. Padahal, Penulis memberi target kepada dirinya sendiri agar penggunaan HP maksimal 5 jam setiap harinya. Untungnya, Penulis menemukan sebuah aplikasi bernama <strong>AppBlock</strong>.</p>
<h3>Sang Penyelamat</h3>
<p>Penulis menemukan aplikasi <strong>AppBlock</strong> ini tanpa sengaja pada hari Jumat. Waktu dicoba, ternyata aplikasi ini sangat berguna untuk membatasi penggunaan aplikasi-aplikasi tertentu dalam jangka waktu tertentu.</p>
<p>[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=_cHC6CLnUBc[/embedyt]</p>
<p>Pada hari pertama, Penulis mencoba untuk memblokir lima aplikasi:<strong> YouTube, Instagram, Twitter, Chess Rush, Risk</strong>. Penulis tidak bisa memblokir WhatsApp karena itu merupakan jalur komunikasi yang vital.</p>
<p>Rentang waktu yang Penulis pilih adalah pukul 09:00-18:00, sama seperti jam kantor. Hasilnya? Penggunaan HP memang berkurang walau Penulis masih membuka game dan aplikasi lain sebagai alternatif.</p>
<p>Masalahnya setelah jam blokir berakhir, Penulis kembali menghabiskan waktunya di depan layar. Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk melakukan penambahan jam menjadi:</p>
<ul>
<li>Jam Pertama:<strong> 09:00-19:00</strong></li>
<li>Jam Kedua: <strong>23:00-06:00</strong></li>
</ul>
<p>Penambahan jam kedua dilakukan agar Penulis tidak bermain HP menjelang tidur. Sudah sering terjadi kalau hendak tidur bermain HP terlebih dahulu, waktu tidur kita menjadi terus mundur.</p>
<p>Selain itu, Penulis juga memperketat penggunaan Instagram, Twitter, dan YouTube menjadi <strong>30 menit tiap harinya</strong>. Bukan tiap aplikasinya, melainkan total dari ketiganya. Butuh langkah ekstrem seperti ini untuk mengubah kebiasaan buruk.</p>
<p>Jika Penulis bisa mengurangi penggunaan HP secara drastis, harapannya WFH minggu ketiga bisa menjadi lebih produktif dan pola hidup Penulis pun menjadi lebih baik.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Dampak lain dari berantakannya WFH dua minggu pertama adalah terbengkalainya blog ini. Sudah hampir dua minggu Penulis tidak menulis di blog. Selain itu, aktivitas mencatat aktivitas dan uang harian juga tersendat.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis harus bisa memaksa diri untuk berubah. Selain memaksimalkan aplikasi yang sudah disebutkan di atas, Penulis juga harus lebih tegas dalam mendisiplinkan diri. Jujur, Penulis sering <em>nyambi </em>bekerja dengan bermain game seperti Risk dan Chess Rush.</p>
<p>Penulis juga akan membuat semacam daftar rutinitas harian untuk <em>weekday </em>dan benar-benar berkomitmen dengan daftar yang sudah dibuat. Kalau pola hidup Penulis menjadi lebih baik, yang memetik hasilnya juga diri Penulis sendiri.</p>
<p>Memang masih ada godaan lain seperti laptop yang membuat Penulis bisa mengakses semua yang sudah diblokir di HP. Untungnya, laptop tidak bisa diakses sambil rebahan sehingga risiko gangguannya lebih kecil.</p>
<p>Semoga saja dengan keras kepada diri sendiri seperti ini, Penulis bisa menjalani WFH secara lebih baik dan produktif. Kalau ada yang mau meniru metode ini, sangat boleh kok.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 4 April 2020, terinspirasi dari pengalaman diri sendiri yang sering kacau ketika WFH</p>
<p>Foto: <a href="https://blog.privy.id/3-cara-efisiensi/happy-young-entrepreneur-teenager-business-owner-work-at-home/">Privy</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/agar-wfh-tetap-produktif/">Agar WFH Tetap Produktif</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melepaskan Diri dari Cengkeraman Smartphone</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Feb 2020 04:34:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[bosan]]></category>
		<category><![CDATA[candu]]></category>
		<category><![CDATA[HP]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan]]></category>
		<category><![CDATA[ketergantungan]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3518</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa yang kita lakukan ketika akan tidur? Apa yang pertama kita lakukan ketika bangun tidur? Apa yang kita lakukan ketika sedang berjalan ke sebuah tempat? Apa yang kita lakukan ketika merasa bosan? Apa yang kita lakukan ketika sedang berkumpul dengan teman? Jawabannya mungkin akan sama: bermain smartphone. Entah mengencek pesan yang masuk, melihat linimasa media [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone/">Melepaskan Diri dari Cengkeraman Smartphone</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang kita lakukan ketika akan tidur? Apa yang pertama kita lakukan ketika bangun tidur? Apa yang kita lakukan ketika sedang berjalan ke sebuah tempat? Apa yang kita lakukan ketika merasa bosan? Apa yang kita lakukan ketika sedang berkumpul dengan teman?</p>
<p>Jawabannya mungkin akan sama: <strong>bermain smartphone</strong>. Entah mengencek pesan yang masuk, melihat linimasa media sosial terbaru, melihat video YouTube yang menarik, bermain game, dan masih banyak aktivitas lainnya.</p>
<p>Smartphone memang hadir dengan tujuan untuk memudahkan kita melakukan berbagai aktivitas. Berbagai aplikasi dan fitur yang ada di dalamnya sangat canggih dan mudah digunakan.</p>
<p><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">Konsep iPhone</a> adalah membawa PC mereka (Mac) ke dalam genggaman penggunanya, sehingga pekerjaan yang dulunya hanya bisa dilakukan di komputer bisa dilakukan melalui ponsel. Merek lain pun memiliki konsep serupa.</p>
<p>Efek sampingnya, kita menjadi memiliki semacam ketergantungan kepadanya. Rasanya kita akan takut terlewatkan sesuatu jika sejenak saja tidak memeriksa smartphone.</p>
<h3 style="text-align: left;">Melepaskan Cengkeraman Smartphone</h3>
<p>Penulis sudah menulis topik tentang <a href="https://whathefan.com/pengalaman/istirahat-dari-media-sosial/">istirahat dari media sosial</a> beberapa kali di blog ini. Alasannya bukan karena prihatin melihat orang lain kecanduan, melainkan karena dirinya sendiri termasuk orang yang menyia-nyiakan waktunya untuk <em>scrolling </em>medsos tanpa batas.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis banyak mengunduh aplikasi yang membantu <em>detox </em>seperti <strong>Quality Time</strong> ataupun <strong>Forest</strong>. Kedua aplikasi tersebut sangat membantu Penulis mengurangi ketergantungan.</p>
<div id="attachment_3520" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3520" class="size-large wp-image-3520" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3520" class="wp-caption-text">Aplikasi Quality Time (<a href="https://www.qualitytimeapp.com/">QualityTime</a>)</p></div>
<p>Hanya saja, ternyata bukan media sosial saja yang membuat kita betah berlama-lama di depan layar smartphone. Ada saja yang menarik untuk dilirik, mulai dari aplikasi belanja online, <em>chat</em>, hingga <em>browser</em>.</p>
<p>Artinya, tidak cukup untuk sekadar mengurangi waktu bermain media sosial. Ada banyak aktivitas lain yang bisa mengganggu fokus kita dan tanpa disadari beberapa jam telah terlewati.</p>
<p>Kita harus benar-benar berusaha melepaskan diri dari cengkeraman smarpthone yang terlalu menjerat. Jadikan smartphone sebagai alat komplementer, bukan bagian vital dari kehidupan.</p>
<p>Sebenarnya wajar jika kita bermain smartphone sambil rebahan setelah pulang sekolah ataupun kerja. Badan yang lelah karena digunakan seharian tentu membutuhkan istirahat, dan smartphone terlihat sebagai teman yang cocok untuk itu.</p>
<p>Hanya saja, jika dilakukan secara berlebihan juga tidak baik untuk berbagai alasan. Alasan kesehatan, terutama mata, menjadi salah satunya. Bahkan pengaruhnya bisa sampai memengaruhi kemampuan otak, terutama daya fokus.</p>
<p>Belum lagi kalau kita menggunakannya untuk melihat media sosial, lantas membandingkan kehidupan orang lain dengan kehidupan kita. Mau tidak mau, hal tersebut akan menumbuhkan perasaan <em>insecure</em>.</p>
<h3>Membiarkan Rasa Bosan Mengalir</h3>
<p>Salah satu alasan terkuat mengapa kita begitu doyan di depan layar smartphone adalah karena tidak memiliki aktivitas lain. Ada juga alasan karena takut merasa bosan karena tidak melakukan apa-apa.</p>
<div id="attachment_3521" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3521" class="size-large wp-image-3521" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3521" class="wp-caption-text">Rasa Bosan (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwiDt7O-p-TnAhWQ6nMBHYVICtUQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.pinterest.com%2Fpin%2F164944405090031459%2F&amp;psig=AOvVaw3p0qhcWU1xehFagvQ_aiVP&amp;ust=1582431670407494" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiDt7O-p-TnAhWQ6nMBHYVICtUQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Pinterest</span></a>)</p></div>
<p>Jawaban dari alasan yang pertama mungkin jelas, mencari aktivitas lain. Contohnya, Penulis menghabiskan waktu untuk menulis blog, menyelesaikan novel <a href="https://whathefan.com/category/leon-dan-kenji-buku-1/">Leon dan Kenji</a>, ataupun membaca buku.</p>
<p>Yang lain mungkin akan memilih untuk berolahraga, membersihkan rumah, menghadiri pengajian, belajar hal baru, dan lain sebagainya. Semua orang pasti memiliki caranya masing-masing.</p>
<p>Bagaimana dengan alasan yang kedua? Dari buku Desi Anwar berjudul <em><strong>Going Offline</strong> </em>yang sedang Penulis baca, apa yang harus dilakukan ketika tidak melakukan apa-apa adalah menikmati momen tersebut</p>
<p>Mungkin awalnya kita akan merasa bosan, namun perlahan otak akan menemukan sesuatu untuk kita pikirkan atau renungkan. Di dalam diam, otak akan mengembara untuk mencari topik yang mampu menghindarkan kita dari kebosanan.</p>
<p>Ketika sedang banyak pikiran, Penulis kadang akan berjalan kaki untuk menjernihkan pikiran tersebut. Penulis meninggalkan smartphone di kamar kos begitu saja agar tidak ada distraksi.</p>
<p>Dengan demikian, Penulis bisa fokus ke diri sendiri dan permasalahan yang sedang dihadapi.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Ketika kecil, Penulis membaca komik biografi Thomas Alva Edison. Pada salah satu adegan, ada yang bertanya mengapa ia hanya tidur sebentar (rata-rata 4 jam sehari). Jawaban Edison kurang lebih seperti ini:</p>
<blockquote><p>Hidup ini singkat, jadi harus diisi dengan sebanyak mungkin hal yang bermanfaat</p></blockquote>
<p>Kalimat ini mungkin menempel di alam bawah sadar, sehingga Penulis berusaha memiliki waktu produktif sebanyak mungkin (walaupun waktu tidur Penulis dalam sehari masih 8 jam bahkan lebih).</p>
<p>Dalam beberapa minggu terakhir, Penulis berhasil mengurangi penggunaan smartphone di bawah lima jam setiap harinya. Hanya akhir pekan yang biasanya melebihi angka tersebut.</p>
<p>Untuk mencapai hal tersebut, Penulis sampai menghapus YouTube karena merasa aplikasi tersebut sudah menyita banyak sekali waktu Penulis. Beberapa game juga menyusul kemudian.</p>
<p>Nah, di tengah-tengah kebingungan mau ngapain ketika tidak memegang HP, Penulis pun melakukan aktivitas menulis ataupun membaca. Sebagai hadiahnya, akan muncul perasaan senang karena telah memanfaatkan waktu dengan baik.</p>
<p>Kalau sudah menemuan kenikmatan hidup tanpa smartphone, niscaya hidup kita akan menjadi lebih damai dan tenang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 22 Februari 2020, terinspirasi dari pengalaman diri sendiri dan buku karya Desi Anwar yang berjudul <em>Going Offline</em></p>
<p>Foto: <a href="https://clickonenglish.blogspot.com/2017/10/addicted-to-mobile.html">English Grammar</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/melepaskan-diri-dari-cengkeraman-smartphone/">Melepaskan Diri dari Cengkeraman Smartphone</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
