<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ilmuwan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/ilmuwan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/ilmuwan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2021 13:18:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>ilmuwan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/ilmuwan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perjalanan Cita-Cita Saya, Mulai Astronot hingga Menteri Pendidikan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/perjalanan-cita-cita-saya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/perjalanan-cita-cita-saya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2021 14:54:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[astronot]]></category>
		<category><![CDATA[cita-cita]]></category>
		<category><![CDATA[dosen]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[penulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5161</guid>

					<description><![CDATA[<p>Entah mengapa secara random Penulis ingin berbagi kronologi cita-citanya mulai kecil hingga sekarang. Kebetulan, Penulis ingat apa saja karir yang diinginkan mulai SD hingga usianya yang sudah mendekati kepala tiga ini. SD: Astronot dan Ilmuwan Penulis merasa bersyukur memiliki privilege berupa orangtua yang gemar memberikan bacaan sejak kecil. Bukunya pun semacam ensiklopedia mini dengan beragam [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/perjalanan-cita-cita-saya/">Perjalanan Cita-Cita Saya, Mulai Astronot hingga Menteri Pendidikan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Entah mengapa secara <em>random </em>Penulis ingin berbagi kronologi cita-citanya mulai kecil hingga sekarang. Kebetulan, Penulis ingat apa saja karir yang diinginkan mulai SD hingga usianya yang sudah mendekati kepala tiga ini.</p>





<h2 class="wp-block-heading">SD: Astronot dan Ilmuwan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5167" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Menjadi Astronot (<a href="https://www.spaceflightinsider.com/obituary/untethered-humanity-first-free-flying-astronaut-bruce-mccandless-passes-away-aged-80/">SpaceFlight Insider</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis merasa bersyukur <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/apa-yang-salah-dengan-privilege/">memiliki <em>privilege</em></a><em> </em>berupa orangtua yang gemar memberikan bacaan sejak kecil. Bukunya pun semacam ensiklopedia mini dengan beragam topik.</p>



<p>Menariknya, sejak kecil Penulis sudah menunjukkan ketertarikan terhadap luar angkasa. Rasanya semesta menyimpan begitu banyak misteri yang begitu indah sekaligus menakutkan.</p>



<p>Oleh karena itu, kalau tidak salah ketika kelas 2 SD, Penulis bercita-cita menjadi seorang <strong>astronot</strong>. Tidak pernah terbesit pikiran untuk menjadi dokter, tentara, guru, ataupun pekerjaan yang lebih umum di saat itu.</p>



<p>Ketika kelas 5 atau 6, Penulis sudah mulai membaca komik Seri Tokoh Dunia yang berisi tentang biografi singkat orang-orang penting. Beberapa di antaranya adalah <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekepoan-yang-hakiki-ala-thomas-alva-edison/">Thomas Alva Edison</a>, Albert Einstein, Loius Pasteur, dan lainnya.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis sempat berangan-angan menjadi <strong>ilmuwan </strong>seperti mereka, walau belum tahu apa yang dikerjakan oleh para ilmuwan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">SMP: Penulis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5166" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Menjadi Penulis (<a href="https://www.entrepreneur.com/article/346919">Enterpreneur</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/mengapa-kita-harus-gemar-membaca/">mulai suka membaca</a> novel ketika SMP. Beberapa novel yang Penulis baca adalah <em>Sherlock Holmes </em>dan <em>Harry Potter</em>. Tumbuhnya kesukaan membaca ini mendorong hobi baru yang masih dijalani hingga sekarang: menulis.</p>



<p><em>Draft </em>pertama novel <em><a href="https://whathefan.com/category/leonkenji/">Leon dan Kenji</a> </em>tercipta ketika ada tugas PPKN yang menyuruh muridnya untuk menunjukkan bakat apa yang dimiliki. Karena merasa tidak punya bakat lain, Penulis pun memutuskan untuk membuat sebuah cerita pendek dan berhasil mendapatkan nilai 90.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis bercita-cita untuk menjadi seorang <strong>penulis </strong>yang ternyata menjadi jalan hidupnya sekarang. Memang belum bisa menerbitkan novelnya sendiri, tapi setidaknya Penulis bisa merintis karir dari hobinya sejak SMP ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">SMA: Diplomat</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5165" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Menjadi Diplomat (<a href="https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/06/14/profesi-diplomat-tak-sekadar-pembawa-pesan-dari-negara">Good News From Indonesia</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain membaca buku-buku yang berkaitan tentang luar angkasa, sejak SD Penulis juga sangat suka membaca atlas. Entah berapa ibukota dan bendera negara yang sudah Penulis hafal sejak dini.</p>



<p>Ketika duduk di bangku SMA, entah mengapa muncul dorongan untuk bisa hidup dan tinggal di luar negeri. Karena tidak punya biaya sendiri, Penulis pun coba mencari peluang pekerjaan apa yang bisa membuat Penulis mendapatkan hal tersebut.</p>



<p>Jawabannya pun adalah <strong>diplomat</strong>. Terserah tinggal di mana, yang penting Penulis bisa merasakan sensasi tinggal di negara lain selain Indonesia.</p>



<p>Ketika memilih jurusan SBMPTN, Penulis memilih jurusan Hubungan Internasional sebagai pilihan keduanya karena merasa jurusan ini bisa membawa dirinya ke cita-cita tersebut.</p>



<p>Sayangnya (atau untungnya?), takdir berkata lain. Penulis justru diterima di jurusan pilihan pertamanya: Informatika.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kuliah: Dosen dan Punya S<em>oftware House</em></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5163" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Menjadi Dosen (<a href="https://lp2m.uma.ac.id/benefits-of-already-fulfilling-lecturer-accreditation-standards/">LP2M</a>)</figcaption></figure>



<p>Kuliah di jurusan Informatika benar-benar berbeda dari yang dibayangkan. Penulis memang suka dengan komputer sejak kecil, tapi tidak pernah bersentuhan dengan yang namanya bahasa pemograman.</p>



<p>Sejak semester awal, Penulis sudah merasa yakin kalau dirinya tidak berbakat untuk menjadi seorang <em>programmer</em> ataupun pekerjaan lain yang bersentuhan dengan itu.</p>



<p>Maka dari itu, Penulis ingin menjadi seorang <strong>dosen</strong>. Penulis sempat memiliki rencana untuk melanjutkan studi S2 dengan jurusan Manajemen Informatika. Harapannya, setidaknya Penulis bisa menjadi dosen untuk jurusan Sistem Informasi. </p>



<p>Selain itu, Penulis dan teman-temannya ingin memiliki semacam<strong> <em>software house</em></strong>. Kami sudah mencobanya, sayang kurang berhasil karena berbagai kendala.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Selepas Kuliah: Menteri Pendidikan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5164" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/perjalanan-cita-cita-saya-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Pernah Punya Cita-Cita yang Sama dengan Dia (<a href="https://beritakbb.pikiran-rakyat.com/hiburan/pr-961179915/profil-biodata-dan-cerita-jerome-polin-raih-beasiswa-jepang-hingga-impian-jadi-menteri-pendidikan">Berita KBB</a>)</figcaption></figure>



<p>Anehnya, walau punya cita-cita sebagai seorang dosen, Penulis malah coba untuk <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-net-tv-tahap-pertama/">melamar pekerjaan di NET TV</a>. Sayangnya, Penulis gagal di babak seleksi terakhir.</p>



<p>Keinginan untuk menjadi seorang dosen pun timbul lagi. Berkat nasihat seseorang, Penulis jadi terdorong untuk mengombinasikan beberapa cita-citanya: pergi ke luar negeri untuk kuliah, lalu pulang ke Indonesia untuk menjadi seorang dosen.</p>



<p>Penulis pun sampai harus pergi ke Kampung Inggris untuk persiapan tes IELTS. Nah, saat itu Penulis sedang membaca buku karya Rhenald Khasali yang berjudul <em>Strawberry Generation</em>. </p>



<p>Buku tersebut membuat Penulis tergugah untuk bisa membantu memperbaiki pendidikan di Indonesia. Tercetuslah cita-cita yang kedengarannya sangat tinggi: <strong>Menteri Pendidikan</strong>. Cita-cita yang sama dengan <a href="https://whathefan.com/buku/kisah-jerome-polin-pada-buku-latihan-soal-mantappu-jiwa/">Jerome Polin</a>.</p>



<p>Sayangnya, kegagalan mendapatkan beasiswa secara bertubi-tubi menjatuhkan Penulis. Boro-boro jadi menteri, sekadar mendapatkan beasiswa saja tidak berhasil.</p>



<p>Dengan segala kondisinya yang penuh kelimbungan, Penulis memutuskan untuk <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology/">merantau ke ibukota</a> dan menemukan jenjang karir yang akhirnya cocok dengan dirinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Sebagai luluan Informatika yang tidak memiliki kemampuan <em>programming</em>, berkesempatan untuk merintis karir sebagai <em>Content Writer </em>adalah kesempatan yang luar biasa.</p>



<p>Tidak hanya itu, Penulis juga sempat mencicipi bidang pekerjaan lain seperti <em>Social Media Specialist</em> hingga <em>Apps &amp; Games Lead</em>. Karir Penulis sekarang sebagai seorang editor juga tidak lepas dari pengalaman-pengalaman tersebut.</p>



<p>Memiliki banyak cita-cita yang unik dan kerap berubah justru menjadi kebanggaan bagi Penulis. Setidaknya, cita-cita sebagai seorang penulis pada waktu SMP tersampaikan, walau dalam bentuk yang berbeda dengan bayangannya.</p>



<p>Jika ditanya apa cita-citanya sekarang, Penulis pun akan kebingungan untuk menjawabnya. Setidaknya, Penulis akan berusaha untuk terus mengembangkan diri dan karirnya. Hasilnya seperti apa, kita lihat saja nanti.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 3 Agustus 2021, terinspirasi dari pikiran <em>random </em>yang tiba-tiba muncul</p>



<p>Foto: <a href="https://www.macleayargus.com.au/story/6234470/should-you-plan-each-career-step-or-wing-it/">The Macleay Argus</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/perjalanan-cita-cita-saya/">Perjalanan Cita-Cita Saya, Mulai Astronot hingga Menteri Pendidikan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/perjalanan-cita-cita-saya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kekepoan yang Hakiki Ala Thomas Alva Edison</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/kekepoan-yang-hakiki-ala-thomas-alva-edison/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/kekepoan-yang-hakiki-ala-thomas-alva-edison/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2018 15:13:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[kepo]]></category>
		<category><![CDATA[penasaran]]></category>
		<category><![CDATA[penemu]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Thomas Alva Edison]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1759</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam pengamatan penulis, kata KEPO seringkali berkonotasi negatif. Banyak yang menganggap kepo adalah sebuah keingintahuan yang melebih batas. Bahkan, bertanya hal sederhana pun akan disahuti dengan akta kepo. Penulis tidak mengetahui apakah kata kepo ini sudah masuk secara resmi ke dalam KBBI. Ada yang bilang kepo merupakan akronim dari Knowing Every Particular Object, ada yang menyebut  serapan bahasa Cina kay-poh yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekepoan-yang-hakiki-ala-thomas-alva-edison/">Kekepoan yang Hakiki Ala Thomas Alva Edison</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam pengamatan penulis, kata <strong>KEPO</strong> seringkali berkonotasi negatif. Banyak yang menganggap kepo adalah sebuah keingintahuan yang melebih batas. Bahkan, bertanya hal sederhana pun akan disahuti dengan akta kepo.</p>
<p>Penulis tidak mengetahui apakah kata kepo ini sudah masuk secara resmi ke dalam KBBI. Ada yang bilang kepo merupakan akronim dari <strong>K</strong>nowing <strong>E</strong>very <strong>P</strong>articular <strong>O</strong>bject, ada yang menyebut  serapan bahasa Cina <em>kay-poh </em>yang berarti ingin tahu, dan lain sebagainya.</p>
<p>Pada tulisan ini, penulis akan menganggap kepo memiliki arti keingintahuan yang tinggi terhadap sesuatu. Jika berlandaskan definisi tersebut, maka sesungguhnya sebuah kekepoan bisa menjadi sesuatu yang berarti bagi kita.</p>
<p>Penulis akan mengambil contoh salah satu inovator terhebat yang pernah ada selama sejarah manusia berlangsung: <strong>Thomas Alva Edison</strong>.</p>
<h3>Edison dan Kekepoan yang Dimilikinya</h3>
<p>Pertama kali penulis mengetahui biografinya adalah ketika membaca komik biografinya sewaktu penulis berada di bangku sekolah dasar. Kisah hidupnya pada komik tersebut meninggalkan kesan yang mendalam bagi penulis, hingga sekarang.</p>
<p>Semenjak kecil, Edison sudah memiliki kekepoan yang begitu tinggi. Apa saja yang terlintas di benaknya akan ia tanyakan kepada orang lain, termasuk pertanyaan yang bagi orang lain dianggap sepele.</p>
<p>Hal inilah yang membuat Edison hanya mengenyam pendidikan resmi selama <strong>tiga bulan</strong> seumur hidupnya. Alasannya, ia dikeluarkan dari sekolah karena terus-menerus melontarkan pertanyaan di luar konteks pelajaran hingga dicap idiot.</p>
<p>(Inilah yang menjadi <a href="http://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/tentang-leon-kenji-dan-gisel/">inspirasi karakter Gisel</a> pada novel penulis)</p>
<p><div id="attachment_1761" style="width: 792px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1761" class="size-large wp-image-1761" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/nancy-782x1024.jpg" alt="" width="782" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/nancy-782x1024.jpg 782w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/nancy-229x300.jpg 229w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/nancy-768x1006.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/nancy-195x255.jpg 195w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/nancy.jpg 1188w" sizes="(max-width: 782px) 100vw, 782px" /><p id="caption-attachment-1761" class="wp-caption-text">Nancy (sdntigakuwayuhan.blogspot.com)</p></div></p>
<p>Lantas bagaimana dirinya bisa mendapatkan pendidikan? Untunglah sang ibu, <strong>Nancy</strong>, adalah mantan seorang guru dan begitu memahami anaknya, sehingga Edison bisa tetap mendapatkan ilmu yang bermanfaat.</p>
<p>Selain itu, Edison sangat gemar membaca, termasuk buku-buku berat milik kakaknya. Terkadang, ia juga membuat eksperimen di ruang bawah tanah dan mencoba membuat berbagai macam hal.</p>
<p>Kekepoan yang dimiliki oleh Edison sejak kecillah yang menuntun ia menjadi salah satu inovator terbesar sepanjang sejarah. Ada lebih seribu lebih penemuan yang ia temukan, termasuk <strong>bola lampu</strong> yang fenomenal.</p>
<p>Jika kepo bisa membuat seseorang bisa mengubah dunia, lantas mengapa kita tidak melakukan hal yang sama?</p>
<h3>Mengapa Kita Harus Kepo?</h3>
<p>Kepo adalah hal yang baik jika dimanfaatkan dengan cara yang benar. Kekepoan akan buruk jika kita gunakan untuk mencari tahu masalah pribadi seseorang. Sebaliknya, jika digunakan untuk mencari ilmu, kepo akan menjadi motor penggerak utama.</p>
<p>Coba seandainya para inovator tidak memiliki kekepoan, bisa-bisa kita masih hidup di era batu. Rasa penasaran mereka demi menemukan solusi yang lebih baik untuk hidup telah berdampak luas hingga kini kita bisa hidup dengan nyaman.</p>
<p>Edison adalah contoh terbaik yang bisa penulis berikan. Rasa keingintahuannnya yang tinggi telah menginspirasi penulis untuk terus mencari tahu ilmu-ilmu yang belum penulis ketahui.</p>
<p><strong>Apalagi, yang namanya ilmu, semakin dipelajari, semakin banyak yang tidak kita ketahui. </strong>Itulah mengapa muncul istilah belajar adalah proses seumur hidup.</p>
<p>Kekepoan yang hakiki adalah rasa ingin tahu yang ditujukan untuk meraih ilmu sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain, seperti yang telah dilakukan oleh Edison dan penemu lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 29 November 2018, terinspirasi setelah membaca sedikit biografi tentang Thomas Alva Edison</p>
<p>Foto: <a href="http://wikipedia.com">wikipedia.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekepoan-yang-hakiki-ala-thomas-alva-edison/">Kekepoan yang Hakiki Ala Thomas Alva Edison</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/kekepoan-yang-hakiki-ala-thomas-alva-edison/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bumi Itu Datar</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/bumi-itu-datar/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/bumi-itu-datar/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Nov 2018 16:00:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[fisika]]></category>
		<category><![CDATA[flat earth]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[tata surya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1641</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sadarilah bahwa selama ini kita telah dibohongi oleh Amerika Serikat dengan NASA-nya. Teori Heliosentris yang dikembangkan oleh Copernicus dan Galileo adalah sebuah pembohongan. Bumi adalah pusat alam semesta. Dunia ini terbentang datar. Benda-benda langit mengelilingi Bumi. Hukum gravitasi yang dituliskan Newton tidaklah nyata. Negara-negara adidaya menyimpan rahasia besar di balik tembok es Antartika. Mereka tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bumi-itu-datar/">Bumi Itu Datar</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sadarilah bahwa selama ini kita telah dibohongi oleh Amerika Serikat dengan NASA-nya. Teori Heliosentris yang dikembangkan oleh Copernicus dan Galileo adalah sebuah pembohongan. Bumi adalah pusat alam semesta.</p>
<p>Dunia ini terbentang datar. Benda-benda langit mengelilingi Bumi. Hukum gravitasi yang dituliskan Newton tidaklah nyata. Negara-negara adidaya menyimpan rahasia besar di balik tembok es Antartika. Mereka tidak ingin rahasia mereka terbongkar.</p>
<p><div id="attachment_1644" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1644" class="size-large wp-image-1644" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/maxresdefault-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/maxresdefault-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/maxresdefault-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/maxresdefault-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/maxresdefault-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/maxresdefault.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1644" class="wp-caption-text">via youtube.com</p></div></p>
<p>Hehehe, begitulah kira-kira secara umum teori-teori yang dilontarkan oleh kubu yang mempercayai teori bahwa planet tempat kita tinggal ini berbentuk datar, bukan bola seperti yang sudah diajarkan di sekolah sejak kita kecil.</p>
<p>Apakah teori-teori tersebut salah dan pantas ditertawakan? Tentu jangan. Bagaimanapun kita harus menghargai persepsi mereka. Jika bertemu mereka, bantahlah data mereka dengan data yang Anda miliki. Jangan hanya debat kusir yang tak berdasar.</p>
<p>Membuat analisa tanpa data adalah sebuah kesalahan besar, begitulah kira-kira ucapan Sherlock Holmes. Selama ini mayoritas dari kita mempercayai teori Heliosentris adalah sebuah kebenaran karena teori tersebut menyajikan data kepada kita.</p>
<p>Bagaimana dengan kubu <em>flat earth</em>? Tentu mereka juga memiliki data-data yang menyanggah data milik kubu lawan. Mereka mempertentangkan apa yang selama ini ditelan mentah-mentah oleh masyarakat dunia.</p>
<p><strong>Lalu, manakah yang penulis percaya?</strong></p>
<p>Untuk sementara, penulis masih yakin bahwa Bumi ini berbentuk bola. Tentu ada alasan-alasan yang mendasari keyakinan tersebut.</p>
<p>Pertama, penulis meyakini bahwa planet kita tentu memiliki bentuk yang sama dengan benda-benda yang kita amati setiap hari. Jika matahari dan bulan berbentuk bola, mengapa Bumi harus berbeda sendiri? Apa karena tempat tinggal manusia sehingga mendapatkan keistimewaan?</p>
<p>Kedua, hukum Fisika yang berhasil ditemukan oleh para ilmuwan sudah banyak terbukti dan teruji dari waktu ke waktu. Hukum Fisika membuat kita bisa memahami apa yang terjadi pada diri kita, pada planet kita.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/E9tL-lPsDZM?ecver=1" width="1519" height="514" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe>Ketiga, teori yang diajukan oleh kaum bumi datar bisa didebat oleh kamu bumi bola dengan jawaban-jawaban yang ilmiah. Mungkin sudah banyak yang menonton saluran Youtube <strong>Flat Earth 101</strong>. Kebetulan, penulis menemukan <a href="https://www.kiblat.net/2016/07/13/bantahan-ilmiah-teori-konspirasi-flat-earth-fakta-atau-konspirasi-bag-1/">blog yang menangkis semua teori</a> yang ada pada video-video tersebut.</p>
<p>Terakhir, penulis mengikuti pendapat ulama. Setidaknya ada dua ustadz yang mengatakan bahwa Bumi berbentuk bulat, yakni Abdul Somad dan Zakir Naik. Sampai saat ini penulis belum menemukan ada seorang ustadz yang percaya bahwa Bumi itu datar,</p>
<p><strong>Hal Terpenting</strong></p>
<p>Dari semua tulisan tadi, terkadang manusia lupa hal terpentingnya. Yang lebih <em>urgent </em>untuk dipikirkan bersama adalah bagaimana kita berbuat baik untuk Bumi kita, untuk tempat tinggal kita tercinta ini.</p>
<p>Mau mendukung teori yang manapun, kalau kita masih saja acuh terhadap lingkungan, ya percuma. Kalau kita percaya bumi ini berbentuk bola lantas berbuat kerusakan di dunia, ya buat apa.</p>
<p><div id="attachment_1643" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1643" class="size-large wp-image-1643" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/sergei-akulich-457851-unsplash-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/sergei-akulich-457851-unsplash-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/sergei-akulich-457851-unsplash-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/sergei-akulich-457851-unsplash-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/sergei-akulich-457851-unsplash-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/11/sergei-akulich-457851-unsplash.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1643" class="wp-caption-text">Photo by Sergei Akulich on Unsplash</p></div></p>
<p>Biarlah mereka yang memiliki data dan kemampuan otak saling adu argumen untuk menentukan teori siapa yang paling benar, karena menentukan planet merupakan pengujian ilmiah yang bisa dibuktikan. Berbeda dengan mengukur hati seseorang yang tak bisa dilihat.</p>
<p>Kita, yang tidak mempunyai data dan tidak memiliki kemampuan untuk meneliti alam semesta, bertugas untuk menjaga Bumi dengan apapun yang bisa kita lakukan. Hal-hal yang paling sepele seperti mengurangi penggunaan plastik pun memiliki dampak terhadap lingkungan.</p>
<p>Apapun keyakinan kita terhadap bentuk Bumi, yang harus kita pikirkan bersama adalah apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestarian planet ini. Mau bentuknya bulat, kotak, ataupun segitiga, tugas kita sebagai manusia adalah merawat planet ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 7 November 2018, terinspirasi setelah menonton saluran Youtube Flat Earth 101 yang kolom komentarnya dinonaktifkan</p>
<p>Photo: blenderartists.org<a href="http://blenderartists.org">http://blenderartists.org</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bumi-itu-datar/">Bumi Itu Datar</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/bumi-itu-datar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ilmuwan Islam dan Pengurangan Perannya</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/ilmuwan-islam-dan-pengurangan-perannya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/ilmuwan-islam-dan-pengurangan-perannya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jan 2018 15:01:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[barat]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=146</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Sejarah adalah milik para pemenang&#8221; Saya lupa kutipan diatas bersumber dari siapa, tapi secara garis besar memiliki makna bahwa pemenang (dalam hal ini, perang) dapat membuat sejarah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Dewasa ini, mayoritas sejarah dibuat oleh peradaban Barat sebagai pemenang dalam menyebarkan hegemoni mereka. Oleh karena itu, jangan heran apabila hampir semua [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ilmuwan-islam-dan-pengurangan-perannya/">Ilmuwan Islam dan Pengurangan Perannya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;<em>Sejarah adalah milik para pemenang</em>&#8221;</p>
<p>Saya lupa kutipan diatas bersumber dari siapa, tapi secara garis besar memiliki makna bahwa pemenang (dalam hal ini, perang) dapat membuat sejarah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Dewasa ini, mayoritas sejarah dibuat oleh peradaban Barat sebagai pemenang dalam menyebarkan hegemoni mereka.</p>
<p>Oleh karena itu, jangan heran apabila hampir semua penemuan yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia ditemukan oleh ilmuwan-ilmuwan barat seperti Galileo Galilei dan Isaac Newton. Padahal, banyak literatur yang menyebutkan bahwa mereka mendapatkan berbagai sumber pengetahuan dari ilmuwan Islam, ketika barat masih berada pada masa kegelapan.</p>
<p>Berawal dari sebuah diskusi, saya menamatkan sebuah buku dalam 2 hari (tepatnya 5 jam) berjudul Lost Islamic History karya Firas Alkhateeb. Di dalam buku tersebut dijelaskan informasi mengenai betapa Islam menjadi pemimpin dalam segala bidang ilmu pengetahuan sebelum barat keluar dari era kegelapannya. Berbagai buku ditulis dan dijadikan acuan oleh cendekiawan barat, yang sayangnya banyak dihancurkan terutama oleh bangsa Mongol.</p>
<p>Masa keemasan Islam memang telah lewat beberapa abad yang lalu, namun jejaknya masih nampak hingga kini meskipun berusaha disamarkan oleh beberapa pihak. Sebagai umat Islam, mengetahui bahwa Islam pernah berdiri di puncak tertinggi ilmu pemgetahuan harus bisa menjadi motivasi agar tidak pernah lelah dalam mencari ilmu.</p>
<p>Umat Islam, terutama generasi muda, harus mengenal para ilmuwan Muslim selain ilmuwan barat yang ada di buku teks sekolah, sehingga pola pikir mereka tidak menganggap bahwa orang hebat hanya orang Barat. Banyak ilmuwan Islam yang sejatinya tidak kalah dari tokoh-tokoh yang digembar-gemborkan oleh pemenang perang tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 5 Januari 2018, setelah membaca buku Lost Islamic History kayprya Firas Alkhateeb</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://www.infobiografi.com/biografi-dan-profil-lengkap-al-khawarizmi-tokoh-penemu-aljabar/">http://www.infobiografi.com/biografi-dan-profil-lengkap-al-khawarizmi-tokoh-penemu-aljabar/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ilmuwan-islam-dan-pengurangan-perannya/">Ilmuwan Islam dan Pengurangan Perannya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/ilmuwan-islam-dan-pengurangan-perannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
