<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kematian Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/kematian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/kematian/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:21:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>kematian Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/kematian/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pernah Terpikir untuk Bunuh Diri?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2021 01:21:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5122</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam hidup, manusia akan selalu menjumpai yang namanya masalah. Kok manusia, kucing aja pun punya masalah seperti di mana mencari makan atau buang pup. Masalah pun bermacam-macam. Ada yang ringan, ada yang berat. Ada yang karena pekerjaan, percintaan, hubungan sosial, global warming, konspirasi elit politik, dan lain sebagainya. Terkadang, kita pernah tertimpa masalah hingga membuat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri/">Pernah Terpikir untuk Bunuh Diri?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam hidup, manusia akan selalu menjumpai yang namanya masalah. Kok manusia, kucing aja pun punya masalah seperti di mana mencari makan atau buang pup.</p>



<p>Masalah pun bermacam-macam. Ada yang ringan, ada yang berat. Ada yang karena pekerjaan, percintaan, hubungan sosial, <em>global warming</em>, konspirasi elit politik, dan lain sebagainya.</p>



<p>Terkadang, kita pernah tertimpa masalah hingga membuat kita goyah untuk bertahan hidup. Akhirnya, terbesit pikiran untuk mengakhirinya. Bunuh diri.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Berawal dari Chester</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5124" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Chester Bennington (<a href="http://globalradio.co.id/news/detail/2444/semarang-masuk-dalam-video-tribute-to-chester-bennington">Global Radio</a>)</figcaption></figure>



<p>Pertama kali Penulis memiliki <em>concern </em>terhadap isu bunuh diri adalah setelah kematian vokalis Linkin Park, <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/"><strong>Chester Bennington</strong></a>, yang memilih untuk menggantung dirinya.</p>



<p>Hingga kini, tidak bisa dipastikan apa yang menjadi penyebab Chester melakukan hal tersebut dan membuat para fansnya menangisi kematiannya. </p>



<p>Apalagi, banyak lagu yang ia nyanyikan mampu menyelamatkan banyak nyawa. Ketika membaca kolom komentar di YouTube, banyak yang mengaku mendapatkan semangat hidup dari lagu-lagu Linkin Park.</p>



<p>Penulis pun berpikir, apa masalah yang menimpanya hingga membuatnya berpikir kematian adalah satu-satunya jalan keluar? Apakah hidup sebegitu mengerikannya sehingga ia merasa putus asa?</p>



<p>Sebagai <a href="https://whathefan.com/karakter/suka-duka-seorang-pemikir/">orang yang pemikir</a>, Penulis pun merenungkan hal ini. Merenungkan mengapa ada manusia yang berpikir kematian lebih baik dari pada kehidupan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kenapa Terpikir untuk Bunuh Diri?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5126" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Depresi Memicu Bunuh Diri (<a href="https://unsplash.com/@elevantarts">christopher lemercier</a>)</figcaption></figure>



<p>Yang namanya manusia, mungkin pernah berada di keadaan yang membuatnya terjepit sehingga merasa kematian setidaknya akan membuatnya lepas dari masalah. Ada beberapa alasan mengapa orang memiliki pikiran untuk bunuh diri.</p>



<p>Di zaman sekarang, istilah <em>insecure </em>begitu populer. <a href="https://whathefan.com/karakter/dikit-dikit-insecure/">Dikit-dikit <em>inscure</em></a>, dikit-dikit <em>insecure</em>. Ada hal apapun yang lewat di linimasa media sosial bisa menimbulkan rasa <em>insecure</em>.</p>



<p>Perasaan <em>insecure </em>ini bisa mendorong kita untuk <strong>takut hidup</strong>. Kok, rasanya hidup ini enggak punya masa depan. Perasaan takut hidup ini bisa membuat kita merasa terjepit, sehingga mungkin merasa mati akan lebih baik.</p>



<p>Di kalangan remaja, biasanya mereka akan dengan mudah dimabuk asmara. Rasanya seolah cinta mati kepada pasangan dan seolah tidak bisa hidup tanpanya.</p>



<p>Ketika dilanda masalah, mereka menjadi begitu <strong>patah hati</strong> dan merasa tidak bisa hidup tanpanya. Tak jarang, ada yang menggunakan ancaman bunuh diri ketika sedang bertengkar, seolah nyawa adalah benda yang diobral.</p>



<p><strong>Masalah ekonomi</strong> seperti dikejar hutang dan tidak tahu cara membayarnya juga bisa menjadi salah satu pemicu bunuh diri. Penulis ingat ada salah satu artis yang terbesit untuk bunuh diri karena tidak mampu membayar hutang dalam jumlah milyaran rupiah.</p>



<p><strong>Perasaan depresi</strong>, <strong>tertekan oleh standar masyarakat</strong>, <strong>merasa jadi beban keluarga hingga merasa tidak pantas berada di dunia</strong>, <strong>tidak punya tujuan hidup</strong>, hingga <strong>kesepian </strong>menjadi beberapa alasan lainnya.</p>



<p>Ada banyak sekali alasan orang terpikir untuk bunuh diri. Intinya, mereka merasa tidak mampu untuk menghadapi ujian-ujian yang diberikan oleh Tuhan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ujian dari Tuhan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5125" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Yakin Kuat Menahan Panasnya Api Neraka? (<a href="https://www.pexels.com/@freeimages9">icon0.com</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai orang yang percaya dengan agama, Penulis meyakini bahwa mengakhiri hidup sendiri adalah perbuatan dosa dan melawan takdir. Dalam keyakinan yang Penulis anut, orang yang bunuh diri akan berakhir di neraka dan kekal di sana.</p>



<p>Sepahit-pahitnya kenyataan hidup di dunia, Penulis meyakini bahwa api neraka akan jauh lebih menyiksa kita. Sakit yang kita rasakan di dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan sakitnya di neraka.</p>



<p>Penulis juga meyakini bahwa <strong>Tuhan tidak akan memberikan ujian yang melebihi kemampuan umat-Nya</strong>. Jika ada orang yang dihadapkan pada situasi sulit, artinya ia memiliki kemampuan untuk melewatinya.</p>



<p>Kalau kita merasa tidak mampu melewati sebuah ujian dari Tuhan, artinya kita meremehkan Tuhan. Kita mengganggap Tuhan melakukan kesalahan dengan memberikan ujian yang terlalu berat untuk dirinya.</p>



<p>Memang, manusia itu penuh keterbatasan. Ada banyak manusia yang benar-benar berada di situasi sulit yang mungkin bagi kebanyakan orang mustahil untuk dilalui.</p>



<p>Akan tetapi, kembali lagi ke keyakinan Penulis bahwa Tuhan tidak mungkin memberikan ujian yang melebihi kemampuan umat-Nya. Dengan keyakinan seperti itu, Penulis bisa &#8220;<em>ngerem</em>&#8221; dirinya ketika berada di situasi sulit.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Saya Pernah Terbesit Pikiran untuk Bunuh Diri?</h2>



<p>Jika ditanya seperti judul pada artikel ini, jawabannya adalah <strong>pernah</strong>. Namun, bukan karena ada masalah, melainkan karena penasaran siapa saja yang akan sedih dan menangisi kematian Penulis.</p>



<p>Penulis tidak tahu kenapa pernah berpikir seperti itu. Rasanya <em>random </em>saja, tiba-tiba terpikirkan tanpa direncanakan. Jika mulai berpikir yang buruk seperti itu, Penulis berusaha untuk istighfar.</p>



<p>Kadang, bayangan bunuh diri malah jadi ide untuk cerita <a href="https://whathefan.com/category/cerpen/">cerpen</a> atau <a href="https://whathefan.com/category/leonkenji/">novelnya</a>. Seandainya ditemukan orang gantung diri begini, nanti reaksi orang-orang akan begitu. Dalam waktu dekat, Penulis akan membuat cerpen yang berasal dari imajinasi liarnya ini.</p>



<p>Untungnya, pikiran-pikiran tersebut tetap bertahan di pikiran saja. Kok gantung diri atau mengiris nadi, kepalanya <em>kebentuk </em>atau kelingking menabrak kaki meja saja sakitnya bukan main kok.</p>



<p>Untungnya, Penulis bukan tipe orang yang betah sakit. Kok <em>self-harm</em>, luka ditetesin Betadine saja perihnya tidak tahan. Kok menyakiti diri sendiri, <em>mong </em>pakai Insto saja susah untuk tetap <em>melek</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Bunuh diri tidak akan menjadi penyelesaian suatu masalah, sampai kapan pun. Mau sepahit apapun kenyataan hidup, kematian karena bunuh diri akan jauh lebih menyiksa untuk selamanya.</p>



<p>Jangan meremehkan diri sendiri. Kita semua pasti mampu melewati semua ujian yang diberikan oleh Tuhan. Pasti ada hikmah di balik masalah yang kita hadapi. Percayalah itu.</p>



<p>Jika Pembaca ada yang pernah terbesit pikiran untuk bunuh diri, silakan hubungi Penulis ataupun orang lain yang dipercaya bisa memberikan rasa nyaman.</p>



<p>Pembaca juga bisa menghubungi Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes di nomor <strong>021-500-454</strong> ataupun lembaga-lembaga lain yang dapat membantu mencegah kita untuk bunuh diri.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 27 Juli 2021, terinspirasi dari mudahnya kita berpikir untuk bunuh diri ketika sedang tertimpa masalah</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@evablue">Eva Blue</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri/">Pernah Terpikir untuk Bunuh Diri?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Kalau Aku Mati Besok?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/bagaimana-kalau-aku-mati-besok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2020 00:55:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[takut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3587</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita tengah dilanda ketakutan karena virus Corona mampu menyebar dengan mudahnya. Hanya dengan sentuhan. Apalagi, penderita Corona terlihat seperti terkena flu biasa. Kepanikan tersebut membuat kita berbondong-bondong membeli berbagai kebutuhan sebagai tindakan preventif, mulai dari masker, hand sanitizer, hingga kebutuhan dapur untuk beberapa waktu ke depan. Bagi Penulis, itu merupakan tanda kalau kita sebenarnya masih takut [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bagaimana-kalau-aku-mati-besok/">Bagaimana Kalau Aku Mati Besok?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kita tengah dilanda ketakutan karena virus Corona mampu menyebar dengan mudahnya. Hanya dengan sentuhan. Apalagi, penderita Corona terlihat seperti terkena flu biasa.</p>
<p>Kepanikan tersebut membuat kita berbondong-bondong membeli berbagai kebutuhan sebagai tindakan preventif, mulai dari masker, <em>hand sanitizer</em>, hingga kebutuhan dapur untuk beberapa waktu ke depan.</p>
<p>Bagi Penulis, itu <strong>merupakan tanda kalau kita sebenarnya masih takut akan kematian</strong>.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Secara sederhana, kematian adalah terpisahnya roh dari jasad kita. Di dalam keyakinan yang Penulis anut, kita akan menghadapi penghakiman setelah meninggal dunia sesuai dengan apa yang telah dilakukan.</p>
<p>Kematian menjadi sesuatu yang mengerikan bagi sebagian besar manusia. Terpisah dari segala sesuatu yang dicintai (keluarga, pasangan, harta) merupakan hal yang sebisa mungkin dihindari untuk dipikirkan.</p>
<p>Bagi sebagian besar orang (terutama yang mencintai kehidupan dunia), <strong>kematian adalah sesuatu yang menakutkan</strong>.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Kesedihan akan dirasakan oleh orang-orang yang ditinggalkan, terlebih jika yang meninggal merupakan orang baik. Kita bisa lihat bagaimana simpati diberikan kepada BCL setelah suami tercintanya meninggal secara mendadak.</p>
<p>Butuh beberapa waktu untuk membuat diri kita bisa kembali menjalani aktivitas dengan normal.  Tak jarang kematian orang yang dicintai mampu mengubah kehidupan seseorang.</p>
<p>Bagi orang yang ditinggalkan, <strong>kematian akan meninggalkan lubang di hati</strong>.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Ada juga orang yang menghampiri kematian. Mereka sudah merasa muak dengan kehidupan, lelah dengan depresi yang diderita, merasa buntu karena tidak menemukan penyelesaian dari masalah yang hadir.</p>
<p><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">Chester menjadi salah satunya</a>, ketika ia memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri. Begitupun dengan artis-artis Korea seperti Sulli dan Goo Hara yang kerap mendapatkan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/">komentar jahat dari netizen</a>.</p>
<p>Bagi orang dengan banyak masalah kehidupan, <strong>kematian merupakan satu-satunya pilihan.</strong></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Kematian tidak selalu menjadi duka. Siapa yang bersedih ketika Hitler ditemukan bunuh diri di dalam bunkernya? Atau siapa yang berduka ketika Mussolini digantung ramai-ramai di alun-alun kota?</p>
<p>Sama seperti di film, kematian tokoh antagonis justru disambut gegap gempita. Mereka dianggap sebagai sumber penderitaan, sehingga kepergiannya akan membebaskan mereka.</p>
<p>Bagi orang-orang tertindas, <strong>kematian sang penindas merupakan sebuah berkah untuk mereka</strong>.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Adakah manusia yang telah mempersiapkan diri menghadapi kematian? Ada, mereka adalah orang-orang yang beriman, mereka yang meyakini bahwa dunia ini fana dan ada kehidupan abadi yang menanti di akhirat.</p>
<p>Mereka adalah orang-orang yang senantiasa berbuat kebaikan di muka bumi, orang-orang yang taat menjalani perintah Tuhan dan menjauhi segala larangannya. Tak jarang kematian mereka begitu tenang dan terjadi begitu saja.</p>
<p>Bagi orang-orang beriman, <strong>kematian adalah sesuatu yang ditunggu</strong>.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Terkadang, kematian bisa menjadi sekadar angka yang lewat begitu saja. Ribuan orang tewas kelaparan di Afrika, <em>nobody cares</em>. Tapi satu Steve Jobs meninggal karena kanker, <em>everyone loses their minds</em>.</p>
<p>Penulis pernah menemukan sebuah kalimat yang berbunyi seperti ini: <em>kematian 1 orang merupakan tragedi, <a href="https://whathefan.com/renungan/statistik-kematian/">kematian 1.000 orang merupakan statistik</a></em>.</p>
<p>Bagi kita, <strong>kematian 1 orang terkenal lebih menyedihkan dibandingkan kematian 1.000 orang biasa</strong>.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Beberapa hari merenungkan tentang kematian membuat Penulis bertanya-tanya kepada diri sendiri, <em><strong>bagaimana kalau aku mati besok?</strong> </em></p>
<p>Kematian seperti apa yang akan Penulis rasakan? Bagaimana kehidupan setelah kematian? Apakah kematian Penulis akan ditangisi? Semua pertanyaan tersebut tiba-tiba lewat begitu saja.</p>
<p>Penulis pernah membayangkan jika kematian benar-benar datang menghampiri secara tiba-tiba, tapi rasanya Penulis tidak perlu membaginya.</p>
<p>Apakah Penulis takut kematian? Untuk saat ini mungkin iya, mengingat dirinya yang masih berlumuran dosa. Penulis tidak bisa membayangkan hukuman seperti apa yang akan Penulis terima nanti.</p>
<p>Di sini, Penulis hanya ingin sama-sama mengingat tentang kematian tersebut. Kematian bisa datang kapan saja tanpa permisi. Dunia ini hanyalah persinggahan sementara.</p>
<p>Karena sifatnya yang temporer, maka sudah seharusnya kita mengisi kehidupan dengan sesuatu yang baik. Jangan sampai hidup ini berakhir tanpa makna.</p>
<p>Semoga kita makin bisa menghargai kehidupan dengan mengingat kematian yang senantiasa menanti di depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 10 Maret 2020, terinspirasi dari banyaknya renungan tentang kematian</p>
<p>Foto: <a href="https://www.theatlantic.com/magazine/archive/2015/04/the-science-of-near-death-experiences/386231/">The Atlantic</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/bagaimana-kalau-aku-mati-besok/">Bagaimana Kalau Aku Mati Besok?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Chester, 2 Tahun yang Lalu</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2019 00:12:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[Mike Shinoda]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2571</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis tergoda menulis artikel ini karena pos Instagram terbaru dari Mike Shinoda, salah satu center dari band favorit penulis, Linkin Park. Sebenarnya, ia sendiri pun tidak ingin memperingati kematian kawannya tersebut. Chester Bennington merupakan vokalis Linkin Park yang ditemukan tewas gantung diri di kamarnya pada tanggal 20 Juli 2017, hanya beberapa bulan setelah bandnya merilis album terbaru, One More [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">Chester, 2 Tahun yang Lalu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis tergoda menulis artikel ini karena <a href="https://www.instagram.com/p/B0JVH4NA5C2/">pos Instagram terbaru dari Mike Shinoda</a>, salah satu <em>center </em>dari band favorit penulis, Linkin Park. Sebenarnya, ia sendiri pun tidak ingin memperingati kematian kawannya tersebut.</p>
<p><strong>Chester Bennington </strong>merupakan vokalis Linkin Park yang ditemukan tewas gantung diri di kamarnya pada tanggal 20 Juli 2017, hanya beberapa bulan setelah bandnya merilis album terbaru, <strong><em>One More Light</em></strong>.</p>
<h3>Kematian Chester</h3>
<p><div id="attachment_2574" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2574" class="size-large wp-image-2574" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2574" class="wp-caption-text">Chester dan Mike (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.nme.com/news/music/linkin-park-considering-new-music-for-the-first-time-since-chester-benningtons-death-2478836" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi1q_zYoczjAhXF4nMBHVmXAPAQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">NME.com</span></a>)</p></div></p>
<p>Kabar ini penulis dengar pertama kali dari ayah, sewaktu penulis berada di Yogyakarta karena sebuah acara. Waktu itu sekitar pukul 6 pagi, beliau menelepon penulis setelah melihat beritanya di televisi.</p>
<p>Sebagai fans, tentu penulis sangat terkejut mendengar berita mendadak tersebut. Butuh waktu kurang lebih satu jam untuk menenangkan diri, meskipun tak sampai mengeluarkan air mata.</p>
<p>Ketika dilakukan otopsi, ditemukan satu botol minuman keras yang hanya tersisa setengah di kamarnya. Penulis pun meyakini bahwa kematiannya dipengaruhi oleh alkohol.</p>
<p>Hari kematiannya memang bersamaan dengan ulang tahun salah satu sahabat terdekatnya, <strong>Chris Cornell</strong>, yang juga meninggal gantung diri beberapa bulan sebelumnya. Mungkin karena terbawa suasana sedih dan merasa kehilangan, ia nekat mengakhiri nyawanya.</p>
<p>Chester memang dekat dengan minuman keras bahkan obat-obatan. Beberapa kali ia mengakui ketergantungannya. Hal ini juga yang membuat penulis lebih mengidolakan Mika Shinoda dibandingkan dengannya.</p>
<p>Akan tetapi, kematiannya juga merupakan hal yang menyedihkan bagi penulis yang telah mendengarkan lagunya sejak SMP. Apalagi, suara vokal yang dimilikinya memiliki ciri khas yang rasanya tak akan tergantikan.</p>
<p>Chester pernah menyatakan bahwa dirinya telah mampu mengendalikan kecanduannya terhadap alkohol pada salah satu wawancara yang terjadi pada tahun 2011. Oleh karena itu, banyak pihak yang terkejut ketika mendengar kabar kematiannya.</p>
<h3>Chester yang Ceria</h3>
<p><div id="attachment_2573" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2573" class="size-large wp-image-2573" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2573" class="wp-caption-text">Chester yang Humoris (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://tonedeaf.thebrag.com/chester-bennington-carpool-karaoke-linkin-park/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwia94L8oczjAhUzXHwKHQhPAk0QjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Tone Deaf &#8211; The Brag</span></a>)</p></div></p>
<p>Penulis suka menonton <em>behind the scene </em>dari pembuatan lagu Linkin Park. Nah, di belakang layar seperti inilah Chester menunjukkan sisi lain dari penampilannya yang garang.</p>
<p>Ia selalu terlihat ceria dan humoris. Ia tak ragu membuat lelucon yang mengundang tawa rekan-rekannya, bahkan terkadang berbuat konyol. Sama sekali tidak cocok dengan penampilannya.</p>
<p>Selain ceria, Chester juga termasuk ramah terhadap fans. Penulis melihatnya sendiri ia menghampiri penonton setelah acara iTunes Festival tahun 2011.</p>
<p>Penulis memang tahu terkadang orang yang humoris terkadang memiliki hati yang miris. Terkadang, orang yang <em>terlalu </em>ceria menyimpan duka yang mendalam di dalam lubuk hatinya yang terdalam.</p>
<p>Chester kurang lebih memiliki masa lalu yang menyedihkan. Orang tuanya cerai ketika ia masih anak-anak. Ia dirundung dan mengalami pelecehan seksual di sekolah karena tubuh kurusnya.</p>
<p>Ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa ia menjadi pecandu narkoba dan alkohol. Mungkin juga karena pengaruh lingkungan pergaulan yang buruk.</p>
<p>Ia juga sempat menganggur lama, bekerja di Burger King, ditolak sana-sini, hingga akhirnya menjadi vokalis Linkin Park yang waktu itu masih bernama Xero.</p>
<p>Untuk kehidupan pribadinya, ia menikah dua kali dan total memiliki enam orang anak. Istrinya yang sekarang, <strong>Talinda Bennington</strong>, harus mengasuh anak-anaknya tanpa didampingi oleh suaminya.</p>
<h3><strong>Penutup</strong></h3>
<p>Meskipun Chester telah tiada, karyanya tetap abadi. Penulis masih setia mendengarkan lagu-lagu Linkin Park hingga sekarang. Suaranya yang mampu mencapai nada tinggi dan teriakannya selalu menjadi favorit penulis.</p>
<p>Suaranya tak akan tergantikan. Ketika ada sebuah konser untuk memperingati kematiannya, banyak penyanyi yang menyanyikan lagunya, mulai Taka dari <a href="https://whathefan.com/musikfilm/shout-it-out-now-one-ok-rock/">One Ok Rock</a> hingga M. Shadows dari Avenged Sevenfold.</p>
<p>Masa depan Linkin Park sendiri masih belum jelas hingga sekarang, apakah mereka akan bubar atau mencari vokalis pengganti. Mike Shinoda akhir-akhir ini disibukkan dengan tur album solonya.</p>
<p>Yang jelas, sampai kapanpun Chester akan memiliki tempat khusus di hati penulis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 Juli 2019, terinspirasi setelah melihat pos Instagram terbaru dari Mike Shinoda</p>
<p>Foto: <span class="irc_ho" dir="ltr"><a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://new.nadapromotama.com/daftar-pengganti-chester-bennington/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiQ7qSol8zjAhUMQo8KHaWnDjMQjB16BAgBEAQ">Nada Promotama</a></span></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">Chester, 2 Tahun yang Lalu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Alam Sudah Berbicara&#8230;</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/ketika-alam-sudah-berbicara/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/ketika-alam-sudah-berbicara/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2018 17:41:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1859</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indonesia kembali diterpa ujian. Beberapa daerah terkena dampak gelombang tsunami yang diakibatkan oleh aktivitas gunung Anak Krakatau. Ratusan korban jiwa melayang akibat bencana ini. Ketika alam sudah berbicara seperti ini, nampaklah ketidakberdayaan kita sebagai manusia. Mau sekaya, setampan, sekuat apapun kita, tidak ada yang bisa melawan kekuatan alam. Jika faktanya seperti itu, lantas untuk apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/ketika-alam-sudah-berbicara/">Ketika Alam Sudah Berbicara&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia kembali diterpa ujian. Beberapa daerah terkena dampak gelombang tsunami yang diakibatkan oleh aktivitas gunung Anak Krakatau. Ratusan korban jiwa melayang akibat bencana ini.</p>
<p><strong>Ketika alam sudah berbicara seperti ini</strong>, nampaklah ketidakberdayaan kita sebagai manusia. Mau sekaya, setampan, sekuat apapun kita, tidak ada yang bisa melawan kekuatan alam.</p>
<p>Jika faktanya seperti itu, lantas untuk apa kita sombong? Segala yang kita sombongkan bisa dalam sekejap dilenyapkan oleh kekuatan alam. Tentu sesuai dengan kehendak-Nya.</p>
<p><strong>Ketika alam sudah berbicara seperti ini</strong>, kita tersadarkan untuk menjalin hubungan yang hangat dengan alam. Mungkin kita sedang ditegur untuk melindungi lingkungan dari keserakahan kita.</p>
<p>Meskipun aktivitas yang terjadi di perut bumi berada di luar kemampuan manusia, setidaknya kita ikut menjaga apa yang nampak di permukaan. Minimal menjaga kebersihan di lingkungan sekitar.</p>
<p><strong>Ketika alam sudah berbicara seperti ini</strong>, apa yang bisa kita lakukan selain meminta pertolongan kepada-Nya? Apakah aktivitas alam ini merupakan peringatan Tuhan kepada kita yang sering lalai dalam menjalani perintah dan menjauhi larangannya?</p>
<p>Mungkin Tuhan masih sayang kepada kita yang masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup, walaupun Sujiwo Tejo mengatakan bahwa yang meninggal mungkin lebih selamat daripada kita yang masih hidup.</p>
<blockquote><p><i>Every cloud has a silver</i> <em>lining</em></p></blockquote>
<p>Setiap peristiwa pasti memiliki hikmah yang bisa dipetik, baik untuk keluarga yang ditinggalkan maupun kita yang tidak tersentuh bencana tersebut. Setidaknya, kita bisa sadar bahwa <strong>kematian itu begitu dekat</strong> dan bisa datang kapan saja tanpa permisi.</p>
<p>Jangan sampai kita, terlebih penulis sendiri, menyia-nyiakan waktu yang masih dimiliki.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 25 Desember 2018, terinspirasi dari bencana alam yang terjadi di Selat Sunda</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.medcom.id/foto/news/akWG9Dak-erupsi-anak-krakatau-di-selat-sunda" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiwhfiG-7jfAhUMvY8KHd0VDOYQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Medcom.id</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/ketika-alam-sudah-berbicara/">Ketika Alam Sudah Berbicara&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/ketika-alam-sudah-berbicara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memaknai Kematian Pada &#8216;Izrail Bilang, Ini Hari Terakhirku</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/memaknai-kematian-pada-izrail-bilang-ini-hari-terakhirku/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/memaknai-kematian-pada-izrail-bilang-ini-hari-terakhirku/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2018 08:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[ahmad rida'i rifan]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1443</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis merupakan penggemar buku-buku karya Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an, dan buku ini adalah buku kedelapan yang penulis miliki. Penulis membelinya sewaktu berlibur ke Bandung dengan harga Rp 15.000 saja. Sebenarnya, penulis belum merasa berani untuk membaca buku-buku yang bertemakan kematian. Maklum, penulis masih merasa sering melakukan dosa. Akan tetapi, setelah pertarungan batin singkat, penulis memutuskan untuk tetap membeli [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/memaknai-kematian-pada-izrail-bilang-ini-hari-terakhirku/">Memaknai Kematian Pada &#8216;Izrail Bilang, Ini Hari Terakhirku</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis merupakan penggemar buku-buku karya Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an, dan buku ini adalah buku kedelapan yang penulis miliki. Penulis membelinya sewaktu berlibur ke Bandung dengan harga Rp 15.000 saja.</p>
<p>Sebenarnya, penulis belum merasa berani untuk membaca buku-buku yang bertemakan kematian. Maklum, penulis masih merasa sering melakukan dosa. Akan tetapi, setelah pertarungan batin singkat, penulis memutuskan untuk tetap membeli buku ini. Toh sedang obral, sayang jika dilewatkan.</p>
<p><strong>Apa Isi Buku Ini?</strong></p>
<p>Walaupun judulnya seperti itu, sebenarnya buku ini dibagi menjadi tiga bagian. Yang pertama adalah tentang menyambut kematian, yang kedua tentang bakti kita kepada orangtua dan yang terakhir adalah tentang menyusun masa depan yang cerah.</p>
<p>Bagian pertama mengajak kita untuk tidak menakuti datangnya kematian. Kita harus siap, bahkan bahagia, ketika ajal telah menjemput. Agar bisa seperti itu, tentu kita harus memperbanyak ibadah dan menjauhi maksiat.</p>
<p>Mengingat kematian, seperti kata ustad Adi Hidayat pada salah satu ceramahnya, merupakan salah satu cara paling ampuh untuk menjauhi maksiat. Ketika terlintas di pikiran ingin berbuat maksiat, langsung usir dengan menanamkan pikiran seperti ini:</p>
<blockquote><p>Bagaimana jika aku akan mati setelah melakukan maksiat ini?</p></blockquote>
<p>Kematian seharusnya bukan menjadi sesuatu yang ditakuti. Kehidupan setelah kematian harus menjadi tujuan hidup. Apabila kita mengejar dunia, belum tentu kita mendapatkan akhirat. Sebaliknya, apabila kita mengejar akhirat, insyaAllah kita akan mendapatkan dunia.</p>
<p>Ustad Haikal Hasan menganalogikannya dengan seutas tali dan seekor sapi. Jika kita membeli sapi, kita akan mendapatkan tali. Akan tetapi, jika kita membeli tali, kita tidak akan mendapatkan sapi. Begitulah, sapi adalah analogi untuk akhirat, sedangkan tali merupakan analogi untuk dunia.</p>
<p>Buku ini membuat kita semakin meyakini perkataan kedua ustad tersebut.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Kedua bab yang lain sama seperti tulisan-tulisan pada buku-buku Ahmad Rifa&#8217;i lainnya. Berusaha memotivasi dengan cara islami yang disajikan dengan bahasa sederhana. Sayang, sebenarnya penulis berharap buku ini benar-benar mengulas penuh tentang kematian.</p>
<p>Nasihat-nasihat yang terkadung di dalamnya membuat buku ini cocok untuk dibaca sebelum memulai aktivitas. Buku ini cocok untuk pembaca yang tidak kuat membaca buku tebal. Penulis hanya membutuhkan kurang dari dua jam untuk menghabiskan buku ini.</p>
<p>Nilainya <strong>3.9/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 8 Oktober 2018, terinspirasi setelah membaca buku &#8216;Izrail Bilang, Ini Hari Terakhirku tulisan Ahmad Rifa&#8217;i Rif&#8217;an</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/memaknai-kematian-pada-izrail-bilang-ini-hari-terakhirku/">Memaknai Kematian Pada &#8216;Izrail Bilang, Ini Hari Terakhirku</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/memaknai-kematian-pada-izrail-bilang-ini-hari-terakhirku/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Statistik Kematian</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/statistik-kematian/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/statistik-kematian/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2018 14:50:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[empati]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[statistik]]></category>
		<category><![CDATA[tewas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=553</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;1 kematian adalah tragedi. 1000 kematian adalah statistik.&#8221; Penulis lupa ini quote siapa, yang jelas ada orang yang pernah berkata demikian. Hal ini memperlihatkan betapa mirisnya kehidupan manusia. Saat ada satu orang artis meninggal, semua ikut menyampaikan turut berduka cita. Namun saat ada ribuan orang meninggal karena kelaparan, kita diam. Mengapa bisa demikian? Penulis menilai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/statistik-kematian/">Statistik Kematian</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;1 kematian adalah tragedi. 1000 kematian adalah statistik.&#8221;</em></p>
<p>Penulis lupa ini quote siapa, yang jelas ada orang yang pernah berkata demikian. Hal ini memperlihatkan betapa mirisnya kehidupan manusia. Saat ada satu orang artis meninggal, semua ikut menyampaikan turut berduka cita. Namun saat ada ribuan orang meninggal karena kelaparan, kita diam.</p>
<p><strong>Mengapa bisa demikian?</strong></p>
<p>Penulis menilai ada dua penyebabnya. Yang pertama, tentang siapa orang tersebut. Jika seorang ilmuwan terkenal yang telah menelurkan banyak karya untuk kemajuan umat manusia, tentu kepergiannya membuat kita merasakan kehilangan.</p>
<p>Beda dengan, misalkan, ada beberapa orang yang tewas terkena rudal Israel. Kita tidak tahu siapa mereka dan apa peranan mereka di dunia. Karena kita tidak mengetahui mereka, empati kita tidak sebesar empati kita kepada meninggalnya orang terkenal.</p>
<p>Yang kedua, peran media dalam memberitakan peristiwa kematian itu sendiri. Berita kematian vokalis band ternama akan terpampang menjadi headline, mengalahkan banyaknya pejuang jihad di timur tengah yang berusaha memperoleh keadilan.</p>
<p>Bukankah media mengikuti pasar, sehingga dapat disimpulkan pembaca atau pemirsa lebih tertarik dengan kematian satu orang terkenal daripada 1000 orang tidak dikenal? Atau, media kah yang membentuk pasar seperti itu, untuk menutupi-nutupi kematian 1000 orang tersebut?</p>
<p><strong>Lantas, apakah yang harus kita lakukan?</strong></p>
<p>Bijak dalam menyikapi berita kematian, siapapun itu. Apabila ada orang terkenal meninggal, tidak perlu sampai berlebihan dalam menyiarkan kabar itu, seperti memasang foto orang tersebut di status media sosial kita.</p>
<p>(Ini kritikan untuk penulis sendiri, setelah memasang foto Stephen Hawking pada Instagram whathefan, walaupun dasar dari postingan tersebut dikarenakan penulis penggemar ilmuwan tersebut <strong>#selainmemanfaatkanmomendemirating</strong>)</p>
<p>Lalu untuk kematian banyak orang yang tidak kita kenal, alangkah baiknya jika kita turut mendoakan mereka, semoga segala amalnya diterima dan diampuni dosa-dosanya. Terlebih lagi korban-korban yang meninggal karena kebiadaban bangsa lain.</p>
<p>Kalau media kurang gencar memberitakannya, kita bisa membantu menyiarkan kabar tersebut. Semoga, dengan mengetahui kabar tersebut, empati kita semakin terasah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 23 Maret 2018, setelah latihan mewarnai di Photoshop</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://www.dalmeny.org/history/history-graveyard">http://www.dalmeny.org/history/history-graveyard</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/statistik-kematian/">Statistik Kematian</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/statistik-kematian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
