Memaknai Kematian Pada ‘Izrail Bilang, Ini Hari Terakhirku

Penulis merupakan penggemar buku-buku karya Ahmad Rifa’i Rif’an, dan buku ini adalah buku kedelapan yang penulis miliki. Penulis membelinya sewaktu berlibur ke Bandung dengan harga Rp 15.000 saja.

Sebenarnya, penulis belum merasa berani untuk membaca buku-buku yang bertemakan kematian. Maklum, penulis masih merasa sering melakukan dosa. Akan tetapi, setelah pertarungan batin singkat, penulis memutuskan untuk tetap membeli buku ini. Toh sedang obral, sayang jika dilewatkan.

Apa Isi Buku Ini?

Walaupun judulnya seperti itu, sebenarnya buku ini dibagi menjadi tiga bagian. Yang pertama adalah tentang menyambut kematian, yang kedua tentang bakti kita kepada orangtua dan yang terakhir adalah tentang menyusun masa depan yang cerah.

Bagian pertama mengajak kita untuk tidak menakuti datangnya kematian. Kita harus siap, bahkan bahagia, ketika ajal telah menjemput. Agar bisa seperti itu, tentu kita harus memperbanyak ibadah dan menjauhi maksiat.

Mengingat kematian, seperti kata ustad Adi Hidayat pada salah satu ceramahnya, merupakan salah satu cara paling ampuh untuk menjauhi maksiat. Ketika terlintas di pikiran ingin berbuat maksiat, langsung usir dengan menanamkan pikiran seperti ini:

Bagaimana jika aku akan mati setelah melakukan maksiat ini?

Kematian seharusnya bukan menjadi sesuatu yang ditakuti. Kehidupan setelah kematian harus menjadi tujuan hidup. Apabila kita mengejar dunia, belum tentu kita mendapatkan akhirat. Sebaliknya, apabila kita mengejar akhirat, insyaAllah kita akan mendapatkan dunia.

Ustad Haikal Hasan menganalogikannya dengan seutas tali dan seekor sapi. Jika kita membeli sapi, kita akan mendapatkan tali. Akan tetapi, jika kita membeli tali, kita tidak akan mendapatkan sapi. Begitulah, sapi adalah analogi untuk akhirat, sedangkan tali merupakan analogi untuk dunia.

Buku ini membuat kita semakin meyakini perkataan kedua ustad tersebut.

Kesimpulan

Kedua bab yang lain sama seperti tulisan-tulisan pada buku-buku Ahmad Rifa’i lainnya. Berusaha memotivasi dengan cara islami yang disajikan dengan bahasa sederhana. Sayang, sebenarnya penulis berharap buku ini benar-benar mengulas penuh tentang kematian.

Nasihat-nasihat yang terkadung di dalamnya membuat buku ini cocok untuk dibaca sebelum memulai aktivitas. Buku ini cocok untuk pembaca yang tidak kuat membaca buku tebal. Penulis hanya membutuhkan kurang dari dua jam untuk menghabiskan buku ini.

Nilainya 3.9/5.0

 

 

Jelambar, 8 Oktober 2018, terinspirasi setelah membaca buku ‘Izrail Bilang, Ini Hari Terakhirku tulisan Ahmad Rifa’i Rif’an

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.