<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>konflik Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/konflik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/konflik/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:31:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>konflik Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/konflik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pro dan Kontra Boikot Produk (Pendukung) Israel</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/pro-dan-kontra-boikot-produk-pendukung-israel/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/pro-dan-kontra-boikot-produk-pendukung-israel/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2023 00:19:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[boikot]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6966</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semenjak serangan Hamas yang terjadi pada tanggal 7 Oktober 2023 silam, tensi dunia terhadap konflik yang berkepanjangan antara Palestina dan Israel pun meninggi. Banyaknya korban yang berjatuhan membuat aksi protes terjadi di mana-mana. Salah satu gerakan yang paling masif dilakukan adalah BDS Movement, yang merupakan singkatan dari Boycott, Divestment, Sanction. Ini sudah terjadi di berbagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pro-dan-kontra-boikot-produk-pendukung-israel/">Pro dan Kontra Boikot Produk (Pendukung) Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Semenjak serangan Hamas yang terjadi pada tanggal 7 Oktober 2023 silam, tensi dunia terhadap <a href="https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/">konflik yang berkepanjangan antara Palestina dan Israel</a> pun meninggi. Banyaknya korban yang berjatuhan membuat aksi protes terjadi di mana-mana.</p>



<p>Salah satu gerakan yang paling masif dilakukan adalah <strong>BDS Movement</strong>, yang merupakan singkatan dari <strong>Boycott, Divestment, Sanction</strong>. Ini sudah terjadi di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia sendiri yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak.</p>



<p>Namun, boikot yang dilakukan terhadap produk-produk pendukung Israel menuai pro dan kontra. Ada yang menganggap ini sebagai bentuk keberpihakan, ada yang menganggap ini tidak berpengaruh dan hanya menyusahkan tenaga kerja kita sendiri</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<p>Dalam tulisan kali ini, Penulis akan memberikan berbagai perspektif yang sudah dirinya pelajari dalam beberapa waktu terakhir ini. <em><strong>Disclaimer</strong></em>, tulisan ini tidak bertujuan untuk menggiring opini para Pembaca sekalian.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga tidak akan membahas mengenai penyebab konflik Palestina dan Israel karena sudah pernah menuliskannya di tulisan lain. Untuk Pembaca yang belum sempat membacanya, tautannya Penulis letakkan di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-whathefan wp-block-embed-whathefan"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="noKlFui5b9"><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/">Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel</a></blockquote><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted"  title="&#8220;Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel&#8221; &#8212; Whathefan!" src="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/embed/#?secret=mrMOZimwTj#?secret=noKlFui5b9" data-secret="noKlFui5b9" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
</div></figure>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Itu Boikot dan Mengapa Dilakukan?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6970" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Aksi Seruan Boikot (<a href="https://theintercept.com/2017/07/20/j-street-a-reliable-foe-of-bds-urges-congress-to-oppose-israel-anti-boycott-act-for-now/">The Intercept</a>)</figcaption></figure>



<p>Secara sederhana, boikot adalah sebuah <strong>aksi yang dilancarkan oleh sejumlah massa untuk tidak membeli sebuah produk buatan atau yang berafiliasi dengan pihak yang diboikot</strong>. Dalam kasus ini, boikot ditargetkan kepada produk-produk buatan Israel dan yang mendukung Israel.</p>



<p>Boikot bisa dikatakan sebagai langkah untuk menekan Israel dari segi ekonomi atas tindakannya yang semakin menekan Gaza setelah serangan Hamas, dengan dalih ingin memberantas pasukan Hamas sampai ke akarnya.</p>



<p>Alhasil, sejumlah produk yang secara terang-terangan mendukung Israel pun mulai terkena dampaknya. Beberapa gerai makanan cepat saji di negara mayoritas muslim seperti Timur Tengah terlihat sepi, bahkan nyaris kosong.</p>



<p>Di Indonesia sendiri, dari yang sejauh Penulis amati baik di sekelilingnya maupun di media sosial, ajakan gerakan boikot ini juga terjadi cukup masif. Apalagi, telah beredar nama-nama produk yang masuk ke dalam daftar boikot.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Boikot Efektif?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-3-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6971" style="width:740px;height:auto" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-3-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-3-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-3-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-3.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Apakah Boikot Efektif? (<a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.middleeastmonitor.com%2F20231107-boycott-campaign-against-pro-israel-companies-is-sweeping-the-arab-world%2F&amp;psig=AOvVaw1NDgcxcSu4tYSSfIOX_bDC&amp;ust=1701216351418000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CAUQjB1qFwoTCOjntPSy5YIDFQAAAAAdAAAAABBQ">Middle East Monitor</a>)</figcaption></figure>



<p>Lantas, apakah boikot benar-benar efektif? Penulis, hingga artikel ini ditulis, belum menemukan data yang menjelaskan berapa kerugian yang diderita oleh Israel semenjak adanya boikot ini.</p>



<p>Namun, sebagian orang berpendapat kalau boikot ini memang sejak awal tidak menargetkan untuk melemahkan ekonomi Israel yang sejatinya cukup kuat dan mendapatkan <em>backing</em>-an dari negara-negara Barat. <strong>Boikot ini adalah tentang keberpihakan</strong>.</p>



<p>Penulis membuat analogi seperti ini. Misal Penulis memiliki dua orang tetangga, yang satu sahabat Penulis dan yang satu lagi pemilik toko kelontong. Penulis sering membeli di toko tersebut. Akan tetapi, suatu ketika si pemilik toko berkonflik dan menyerang sahabat Penulis.</p>



<p>Merasa tidak terima, Penulis pun memutuskan untuk tidak membeli lagi di toko tersebut. Penulis melakukan boikot karena solidaritas kepada sahabat Penulis yang disakiti. Toko tersebut kehilangan satu konsumennya atas konsekuensi yang dilakukan pemiliknya.</p>



<p>Lantas, apakah toko tersebut akan menjadi bangkrut begitu saja? Tentu tidak, karena masih ada banyak pembeli lainnya yang tetap membeli di sana karena berbagai alasan seperti harganya yang terjangkau. Penulis tidak lagi membeli di sana karena berpihak ke sahabatnya.</p>



<p>Itu pula yang terjadi saat ini di antara konflik Palestina dan Israel. Kaum Pro-Palestina melakukan boikot terhadap produk-produk yang menyatakan dukungan kepada Israel secara terang-terangan dan memberikan bantuan dalam peperangan.</p>



<p>Apa yang dilakukan oleh mereka adalah <strong>bentuk solidaritas kepada Palestina</strong>. &#8220;Karena kamu mendukung Israel yang merupakan musuh Palestina, maka kami tidak akan membeli lagi produk-produkmu,&#8221; kurang lebih seperti itu premisnya.</p>



<p>Kalaupun ada yang berniat ingin melumpuhkan ekonomi Israel, ya tidak apa-apa. Ketika Nabi Ibrahim dibakar, sekelompok semut berusaha memadamkannya dengan tenaganya yang kecil, menyiprat-nyipratkan air ke api tersebut.</p>



<p>Usaha mereka pun ditertawakan oleh burung gagak karena dianggap tidak akan memberikan pengaruh apa-apa. Namun, semut berkata, &#8220;Walaupun upayaku ini tidak terlalu berdampak, setidaknya Allah tahu di mana kami berpihak.&#8221;</p>



<h2 class="wp-block-heading">Boikot kok Pilih-Pilih?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6969" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Beberapa Produk yang Kerap Diserukan untuk Diboikot (<a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DLMoxTdpEXCE&amp;psig=AOvVaw1NDgcxcSu4tYSSfIOX_bDC&amp;ust=1701216351418000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CAUQjB1qFwoTCOjntPSy5YIDFQAAAAAdAAAAABA0">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Bagi mereka yang kontra terhadap boikot, sering muncul pertanyaan, &#8220;Kalau begitu, boikot semuanya dong, jangan pilih-pilih!&#8221; Sebenarnya ekspresi ini wajar saja, di mana pihak pro-boikot dituntut untuk menunjukkan konsistensinya.</p>



<p>Seperti yang kita tahu, produk-produk teknologi dan digital seperti Google, Microsoft, Meta (Facebook) juga menjadi salah satu pendukung Israel yang paling vokal. Namun, produk-produk mereka masih digunakan untuk mereka yang mengklaim dirinya pro-boikot.</p>



<p>Mengutip dari berbagai ustaz yang Penulis lihat di media sosial (yang merupakan buatan Meta dan Google), pada dasarnya boikot yang dilakukan ini adalah <strong>meminimalisir penggunaan produk yang menjadi pendukung Israel</strong>.</p>



<p>Harus diakui kalau ada banyak sektor yang di mana kita sangat tergantung padanya. Contoh gampangnya adalah Instagram dan YouTube yang sudah menjadi keseharian kita. Apakah ada media lain yang sebanding dan bisa menggantikannya? Sampai saat ini belum ada.</p>



<p>Contoh lainnya adalah Windows buatan Microsoft atau Android buatan Google. Apakah ada sistem operasi alternatif yang bisa jadi penggantinya? Belum ada. Lantas, apakah kita bisa hidup tanpa produk tersebut? Bagi sebagian orang termasuk Penulis, jawabannya tidak.</p>



<p>Mengutip perkataan kawan Penulis, kita bisa menggunakan produk-produk tersebut untuk menyerukan kebaikan. Kita buat hal yang bermanfaat atau bahkan menyerukan kemerdekaan Palestina menggunakan media-media tersebut.</p>



<p>Nah, kalau sudah ada produk yang sebanding, maka para pro-boikot menganjurkan untuk menggantinya. Lebih baik lagi kalau <strong>menggantinya dengan produk-produk lokal</strong>, hitung-hitung mendukung produk buatan negeri sendiri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lantas, Bagaimana dengan Nasib Pekerja?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6972" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/11/pro-dan-kontra-boikot-pendukung-israel-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pekerja di Salah Satu Perusahaan yang Sedang Diboikot (<a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Ffortune.com%2F2014%2F07%2F29%2Fmcdonalds-worker-rights-wages-nlrb%2F&amp;psig=AOvVaw2NViYDUdm8cZ_TL8GOQ2xG&amp;ust=1701216806436000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CAUQjB1qFwoTCJiD4M205YIDFQAAAAAdAAAAABAE">Fortune</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu dilema yang dihadapi oleh pro-boikot adalah <strong>dampak yang diterima oleh para pekerjanya</strong>, yang notabene menggantungkan hidup melalui produk-produk yang diboikot. Padahal, mereka semua belum tentu menjadi pendukung Israel.</p>



<p>Jika boikot berlangsung masif, bukan tidak mungkin omset perusahaan akan menurun yang akan memicu <em>layoff </em>besar-besaran. McDonald&#8217;s di Mesir mengatakan penjualan turun hingga 70%, sedangkan di Malaysia turun di kisaran 20%.</p>



<p>Harus diakui kalau boikot akan memengaruhi kehidupan banyak orang. Penulis pernah menemukan sebuah curhatan dari abang Grab yang mengatakan pendapatannya menurut drastis karena aksi boikot ini, apalagi Grab juga jadi salah satu sasaran boikot.</p>



<p>Namun, ini opini pribadinya, Penulis meyakini kalau <strong>rezeki itu diatur Tuhan, bukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut</strong>. Penulis meyakini kalau Tuhan tidak akan diam saja jika boikot ini sampai membuat banyak saudara kita kehilangan pekerjaan.</p>



<p>Ketika kita melakukan boikot terhadap sebuah produk, otomatis kita akan beralih ke produk lain. Jadi, secara hitung-hitungan matematis sebenarnya kebutuhan masyarakat tidak berkurang, hanya berpindah saja.</p>



<p>Idealnya, ketika kita beralih ke produk lain (termasuk produk lokal), maka omset mereka naik. Karena <em>demand </em>naik, maka mereka akan membuka lowongan-lowongan pekerjaan baru. Ini memang <em>too good to be true </em>dan utopis, tapi Penulis meyakini kalau hal ini bisa terjadi.</p>



<p>Mungkin ada yang beranggapakan kalau Penulis bisa ngomong seenteng itu karena tidak bekerja di sana, dan itu ada benarnya. Jika Penulis bekerja di sana dan terancam terkena <em>layoff </em>karena boikot, mungkin Penulis tidak akan berpikir setenang itu.</p>



<p>Namun, sejauh yang Penulis temukan lewat media sosial, justru mereka yang bekerja di sana terlihat lebih legawa. Abang Grab yang Penulis sebutkan tadi justru berkata dirinya ikhlas karena itu bagian dari perjuangannya mendukung Palestina.</p>



<p>Dalam kasus lain, beberapa toko kelontong dan swalayan memutuskan untuk tidak menjual (bahkan membuang) produk-produk yang masuk ke dalam daftar boikot sebagai bentuk dukungan nyata mereka ke Palestina (walau ada yang tidak setuju karena jadi mubazir).</p>



<p>Pasti akan ada yang mengeluh mengapa di saat pekerjaan susah didapatkan seperti sekarang, kita justru membuat mereka kehilangan pekerjaan. Tak sedikit yang menuntut kepada pendukung boikot untuk &#8220;bertanggung jawab&#8221; atas hilangnya pekerjaan mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jika sudah membaca sampai sini, mungkin para Pembaca akan menyimpulkan <strong>Penulis pro-boikot</strong>, dan itu memang benar. Jadi Penulis minta maaf jika Pembaca merasa opininya digiring, meskipun di atas sudah ada <em>disclaimer </em>kalau tidak ada niatan ke sana.</p>



<p>Yang perlu Pembaca ketahui, <strong>awalnya Penulis pun tidak pro-boikot</strong>. Sudah dampaknya tidak seberapa, yang kena getahnya justru masyarakat kita sendiri karena mereka berpotensi kehilangan pekerjaannya. </p>



<p>Hanya saja, semakin Penulis mendalami masalah perboikotan ini, hati nurani Penulis semakin terdorong untuk mendukung boikot yang sebenarnya bisa dianggap sebagai aksi paling damai dibandingkan mengangkat senjata yang belum tentu kita mampu. </p>



<p>Memang masih banyak aksi lain yang bisa kita lakukan untuk mendukung Palestina, seperti bersuara di media sosial dan memberikan sumbangan semampunya. Namun, tidak ada salahnya juga untuk menunjukkan keberpihakan kita dengan mendukung boikot.</p>



<p>Penulis juga berusaha mendengar bagaimana pendapat para ahli agama yang jelas iman dan ilmunya lebih tinggi dari Penulis. Karena mayoritas mendukung boikot, maka Penulis pun semakin mantap untuk pro-boikot.</p>



<p>Lantas, apakah yang kontra dengan boikot itu salah? <strong>Jelas tidak sama sekali</strong>. Mereka juga punya pertimbangan masing-masing yang Penulis yakini juga didasari atas kebaikan dan kemanusiaan.</p>



<p>Oleh karena itu, silakan mau pro ataupun kontra terhadap gerakan boikot produk-produk Israel dan pendukungnya. Mari kita saling menghargai pilihan masing-masing <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-sih-harus-judgemental/">tanpa menghakimi</a> dan merasa dirinya yang paling benar. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Foto Banner: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.middleeastmonitor.com%2F20230915-uk-trade-union-backs-boycott-of-israel-settlement-project%2F&amp;psig=AOvVaw3WmHL1fXbPRuGRNNOPscIa&amp;ust=1701211059956000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CAUQjB1qFwoTCJiqtZmf5YIDFQAAAAAdAAAAABAJ">Middle East Monitor</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.reuters.com/business/retail-consumer/boycott-campaigns-over-gaza-war-hit-western-brands-some-arab-countries-2023-11-22/">Boycott campaigns over Gaza war hit Western brands in some Arab countries &#8211; Reuters</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pro-dan-kontra-boikot-produk-pendukung-israel/">Pro dan Kontra Boikot Produk (Pendukung) Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/pro-dan-kontra-boikot-produk-pendukung-israel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Standar Ganda ala Barat</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2022 03:35:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[barat]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[standar ganda]]></category>
		<category><![CDATA[Ukraina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5617</guid>

					<description><![CDATA[<p>Publik tengah dibuat khawatir dengan penyerangan Rusia ke Ukraina. Bahkan, tak sedikit yang berpendapat kalau konflik ini dapat memicu Perang Dunia Ketiga dengan mengandalkan senjata nuklir yang mematikan. Dunia pun langsung merespon hal ini dengan mengecam serangan Rusia tersebut. Mayoritas negara, terutama negara barat, membela Ukraina dengan cara memberikan berbagai jenis sanksi kepada Rusia. Public [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/">Standar Ganda ala Barat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Publik tengah dibuat khawatir dengan penyerangan Rusia ke Ukraina. Bahkan, tak sedikit yang berpendapat kalau konflik ini dapat memicu Perang Dunia Ketiga dengan mengandalkan senjata nuklir yang mematikan.</p>



<p>Dunia pun langsung merespon hal ini dengan mengecam serangan Rusia tersebut. Mayoritas negara, terutama negara barat, membela Ukraina dengan cara memberikan berbagai jenis sanksi kepada Rusia. <em>Public figure </em>juga ramai-ramai menyuarakan perdamaian.</p>



<p>Menurut Penulis, melakukan invasi ke wilayah berdaulat dengan alasan apa pun memang tidak bisa dibenarkan. Hanya saja, Penulis merasa geram dengan standar ganda yang ditunjukkan oleh pihak barat.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Kenapa Hanya Rusia yang Dikecam?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5619" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Presiden Rusia, Vladimir Putin (<a href="https://www.reuters.com/markets/asia/vladimir-putin-tests-even-wall-streets-values-2022-03-02/">Reuters</a>)</figcaption></figure>



<p>Semua pihak yang memiliki afiliasi dengan barat mengutuk serangan Rusia ke Ukraina, termasuk ke Vladimir Putin selaku Presiden Rusia. Pemerintah, Hollywood, <em>public figure</em>, badan olahraga, beramai-ramai mengecam perang yang tengah terjadi ini.</p>



<p>Oke, itu adalah hal yang bagus karena mayoritas dari kita jelas lebih memilih hidup damai tanpa perasaan takut rumah kita akan dihujani rudal. Peperangan adalah hal yang sebisa mungkin dihindari.</p>



<p>Namun, ke mana mereka semua ketika <a href="https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/">peperangan antara Israel dan Palestina terus bergejolak</a>? Ke mana mereka semua ketika banyak nyawa-nyawa tak berdosa di sana yang harus merenggang nyawa?</p>



<p>Ke mana mereka semua ketika Amerika Serikat melakukan invasi ke Afganistan dan Irak dengan alasan negara-negara tersebut memiliki senjata pemusnah massal yang hingga kini tidak terbukti?</p>



<p>Dua contoh di atas hanya sedikit contoh dari betapa bermuka duanya politik dunia barat. Selama menguntungkan bagi mereka, perang tidak masalah. Yang jadi masalah kalau perang tersebut sampai mengganggu kepentingan mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Semua Terkena Imbasnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5620" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Roman Abramovic (<a href="https://www.thetimes.co.uk/article/roman-abramovich-confirms-he-is-selling-chelsea-w30x30ngf">The Times</a>)</figcaption></figure>



<p>Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina bahkan merembet ke banyak hal, termasuk sepak bola dan Formula 1. Dampak yang terasa tidak hanya dirasakan oleh Rusia, tapi juga orang-orang yang berasal dari sana.</p>



<p>Roman Abramovic yang merupakan <em>owner </em>klub Chelsea bahkan langsung menjual klub kesayangannya tersebut. Padahal kita tahu, seberapa besar kontribusinya terhadap klub dan <em>passion</em>-nya untuk sepak bola. Jarang ada <em>owner </em>bola yang begitu peduli dengan klubnya.</p>



<p>Di ajang Formula 1, pembalap Haas Nikita Mazepin langsung diputus kontraknya. Meskipun ia sering menjadi ejekan karena bisa masuk ke ajang ini lewat bantuan &#8220;orang dalam&#8221;, perlakuan ini dianggap tidak adil.</p>



<p>Hanya karena mereka orang Rusia, mereka harus menelan pil pahit akibat sanksi yang diberikan oleh negara barat. Padahal, mereka belum tentu mendukung penyerangan yang dilakukan oleh Rusia.</p>



<p>Kenapa sanksi yang serupa tidak pernah diberikan kepada orang-orang yang berasal dari Amerika Serikat atau Israel yang sama-sama melakukan invasi ke negara lain? Atau memang dunia ini sudah berada di genggaman mereka sehingga bisa berbuat apa saja?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Peran Media dan Perlawanan Publik di Media Sosial</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5621" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/03/standar-ganda-ala-barat-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>“Whoever controls the media, controls the mind”</p><cite>Jim Morrison</cite></blockquote>



<p><em>Quote </em>di atas sangat terkenal, di mana pihak yang bisa menguasai dunia akan bisa menguasai pikiran. Logikanya sederhana, publik mengetahui informasi dari media massa, sehingga opini mereka bisa digiring ke arah tertentu.</p>



<p>Media, termasuk media sosial, menjadi &#8220;senjata&#8221; yang ampuh untuk membuat propaganda tertentu yang menguntungkan pihak tertentu. Maka dari itu, tak heran jika berita-berita isinya kebanyakan menyudutkan Rusia. Setiap hari, selalu ada saja berita tentang konflik tersebut.</p>



<p>Akan tetapi, kemunculan media sosial juga bisa menjadi media alternatif sehingga publik bisa mendapatkan sudut pandang lain dari berita yang diedarkan media barat. Mereka pun tidak menelan bulat-bulat apa yang diberikan oleh barat.</p>



<p>Oleh karena itu, opini yang beredar di media sosial pun beraneka macam. Tidak hanya menyuarakan perdamaian, mereka (termasuk Penulis melalui tulisan ini) mempertanyakan ke mana semua pihak ini ketika terjadi konflik di daerah lain.</p>



<p>Bahkan di akun Instagram <a href="https://www.instagram.com/p/Cao8RMxo8fV/">@bundesliga</a>, mereka sampai menghapus komentar yang mempertanyakan hal ini. Untungnya, ada pihak yang sudah menyalin komentar tersebut dan kembali memostingnya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>What about other countries being invaded before and recently? Their life does not matter? Vietnam, Syria, Iraq, Libya, Yemen, Afghanistan and Palestine etc&#8230; Majority of this country invaded by Western Powers and some ethnic cleansing. Their life does not matter because of their skin color or religion? Yes what is happening in Ukraine is wrong. But i was told there&#8217;s no room for politics in sports. Sadly today the western media and football organizations are being so hypocrite. <a href="https://www.instagram.com/explore/tags/alllifematters/">#alllifematters</a></p></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Perdamaian adalah hal yang diidamkan oleh mayoritas masyarakat yang tinggal di bumi. Sebisa mungkin, peperangan yang akan membunuh insan-insan tak bersalah dihindari, jangan sampai kiamat terjadi lebih cepat karena serangan nuklir yang mematikan.</p>



<p>Penulis dengan tegas tidak mendukung serangan Rusia ke Ukraina. Namun, Penulis merasa muak dengan standar ganda yang ditunjukkan oleh negara barat. Media pun sudah dikendalikan sedemikian rupa untuk menggiring opini tertentu.</p>



<p>Olahraga yang katanya bebas dari politik nyatanya tetap terpengaruh. Para penggemar banyak menghujat di kolom komentar media sosial, mencibir standar ganda yang mereka tunjukkan secara nyata.</p>



<p>Semoga saja konflik Rusia-Ukraina segera berakhir dan kedua belah pihak menemukan <em>win-win solution</em>. Semoga dengan adanya konflik ini, kita jadi menyadari betapa memuakkannya standar ganda yang ditunjukkan oleh pihak barat.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 6 Maret 2022, terinspirasi dengan standar ganda yang ditunjukkan oleh barat.</p>



<p>Foto: <a href="https://www.brown.edu/news/2022-02-16/ukraine">Brown University</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/">Standar Ganda ala Barat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/standar-ganda-ala-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sedikit Opini tentang Konflik Palestina-Israel</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 May 2021 14:55:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[penjajahan]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4983</guid>

					<description><![CDATA[<p> “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Pembukaan Undang-undang dasar 1945 Sebelumnya, Penulis sudah menuliskan sedikit tentang Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel. Walaupun tidak bisa 100%, Penulis berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap obyektif pada tulisan tersebut. Nah, kalau tulisan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/">Sedikit Opini tentang Konflik Palestina-Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p> “Bahwa sesungguhnya <strong>kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa</strong>, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”</p><cite>Pembukaan Undang-undang dasar 1945</cite></blockquote>



<p>Sebelumnya, Penulis sudah menuliskan sedikit tentang <em><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/">Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel</a></em>.  Walaupun tidak bisa 100%, Penulis berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap obyektif pada tulisan tersebut.</p>



<p>Nah, kalau tulisan yang satu ini bisa dipastikan 100% bersifat subyektif. Penulis akan mengungkapkan opini pribadinya tentang konflik Palestina-Israel sejujur mungkin.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dalih Israel Mengambil Tanah Palestina</h2>



<p>Di awal tulisan, Penulis mengutip pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang selalu kita dengarkan ketika upacara bendera di hari Senin. Kalaupun tidak bisa menghafal seluruh pembukaan, setidaknya kita akan ingat kalimat pertamanya.</p>



<p>Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Penjajahan, dalam bentuk apapun, harus dilenyapkan dari muka bumi ini. Dalam kasus Palestina-Israel, menurut Penulis Israel telah berperan sebagai penjajah yang datang ke tanah orang.</p>



<p>Penulis telah menonton satu video di YouTube, di mana orang Israel diberi satu pertanyaan sederhana: Mengapa mereka mencuri tanah dari orang Palestina.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Jewish Settlers: Why do you steal Palestinian land?" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/yHRuULJ97vQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jawabannya mereka seragam. Semua menolak disebut mencuri tanah orang dan berdalih bahwa tanah tersebut merupakan <strong>&#8220;Tanah Perjanjian&#8221;</strong> yang diberikan kepada Tuhan untuk mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Analogi Tanah Pemberian Tuhan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4985" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Orang Indian (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="http://thegrandmalogbook.blogspot.com/2019/02/geronimo-one-who-yawns-apache-tribe.html">&#8212; THE GRANDMA&#8217;S LOGBOOK &#8212;</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis menghargai keyakinan bangsa Israel tentang Tanah Perjanjian tersebut. Hanya saja, Penulis menganggap di dalam hukum internasional yang serba plural, kita tidak bisa memaksakan keyakinan kita kepada bangsa lain, apalagi sampai mengusir mereka dari rumahnya sendiri.</p>



<p>Seandainya bangsa Indian meminta tanah di California karena menurut keyakinan mereka itu adalah tanah leluhur yang dijanjikan Tuhan mereka, apakah Amerika Serikat akan secara sukarela memberikan tanah tersebut kepada mereka?</p>



<p>Atau seandainya bangsa Aborigin meminta tanah di Sydney karena itu adalah tanah suci mereka, apakah Australia dan Inggris rela melepas kota tersebut hanya karena keyakinan sebuah kelompok?</p>



<p>Padahal, nyatanya mereka jelas-jelas penduduk asli sana. Mereka yang diusir dari kampung halamannya sendiri ketika orang-orang Barat memulai masa-masa ekspedisi mereka. Akan tetapi, tidak ada satupun dari mereka yang mendapatkan keistimewaan yang didapatkan oleh Israel.</p>



<p>Dunia ini penuh dengan konspirasi. Kita secara tidak sadar dikendalikan oleh orang-orang yang memiliki ambisi dunia dan ingin kita bergerak sesuai dengan keinginan mereka. Israel bisa lahir karena mereka memang ingin Israel lahir di Timur Tengah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tamu yang Tidak Tahu Diri</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4986" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Holocaust (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.bbc.com/news/world-europe-50743973">BBC</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu alasan mengapa Theodor Herzl menyebarkan Zionisme adalah karena tingginya sikap anti-semitisme masyarakat dunia. <a href="https://whathefan.com/animekomik/antara-eren-thanos-dan-hitler/">Genosida yang dilancarkan oleh Hitler</a> makin meyakinkan mereka untuk membuat negara Yahudi sendiri.</p>



<p>Hanya saja, tanah yang mereka inginkan adalah tanah yang sudah dihuni oleh bangsa lain. Setelah kejatuhan Kesultanan Ottoman dan wilayah mereka dikuasai oleh Inggris, bangsa Palestina sudah ingin menjadi negara merdeka dan berdaulat.</p>



<p>Bangsa Yahudi yang sudah pernah mengalami bagaimana rasanya diusir dari rumah sendiri harusnya tahu bagaimana sakitnya diperlakukan secara demikian. Peristiwa genosida yang menghabisi 6 juta orang Yahudi seharusnya membuat mereka memiliki empati yang tinggi.</p>



<p>Ternyata tidak. Mereka bersikukuh dengan konsep Zionisme dari Herzl dan ingin mendirikan negara Yahudi di tanah Palestina. Mereka melobi Inggris dan bantuan pun datang. Jalan mereka untuk memiliki negara Yahudi semakin mulus setelah Perang Dunia II berakhir.</p>



<p>Migrasi orang Yahudi ke daerah Palestina makin lama makin tinggi. Ibarat tamu yang tidak tahu diri, mereka membawa serombongan keluarga besar untuk bertamu dan menghabiskan makanan milik tuan rumah.</p>



<p>Israel kerap protes serangan bangsa Palestina (seringnya lewat Hamas) ke negaranya. Jika dianalogikan, ini seperti Belanda memprotes tentara Indonesia yang menyerang benteng mereka. Padahal, keberadaan mereka di sana saja sudah menyalahi banyak aturan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Konflik Palestina-Israel akan Berakhir?</h2>



<p>Penulis tidak tahu bagaimana konflik antara Palestina dan Israel akan berakhir. Perundingan damai telah dilakukan setidaknya lima kali. Penawaran konsep dua negara juga selalu ditolak oleh Palestina dan itu wajar. Kita juga tidak ingin berbagi wilayah dengan Belanda.</p>



<p>Rasanya, hanya kiamat yang bisa menghentikan konflik ini. Palestina hanya ingin diakui sebagai negara dan Israel angkat kaki dari wilayah mereka. Israel bersikukuh ingin menjadi negara Yahudi di tanah yang dijanjikan oleh Tuhan mereka.</p>



<p><em>Negaranya sendiri aja belum beres kok sok-sokan mau ngurus negara lain!</em></p>



<p>Ya, negara kita memang memiliki masalah yang tidak kalah kompleks. Walaupun begitu, bukan berarti kita harus tutup mata atas kejadian yang menimpa bangsa lain. Kalau tidak bisa membantu dengan mengangkat senjata, setidaknya doakan lah yang terbaik untuk mereka.</p>



<p>Penulis membuat ringkasan konflik Palestina-Israel juga sebagai bentuk kepeduliannya, walau memang efeknya hampir tidak ada sama sekali. Harapannya, tulisan Penulis bisa sedikit memberi pengetahuan tentang akar permasalahan dari konflik ini.</p>



<p>Setidaknya, Penulis melakukan apa yang bisa Penulis lakukan. Penulis berbuat sesuatu sesuai dengan kapasitasnya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 21 Mei 2021, terinspirasi setelah mempelajari konflik Palestina-Israel</p>



<p>Foto: <a href="https://www.reuters.com/world/middle-east/reactions-israeli-palestinian-fighting-2021-05-12/">Reuters</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/">Sedikit Opini tentang Konflik Palestina-Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 May 2021 13:59:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4976</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa minggu terakhir, konflik antara Palestina dan Israel kembali memanas. Ada banyak penyebabnya, Penulis sendiri tidak begitu tahu mana yang jadi pemantik utamanya. Kemungkinan besar adalah adanya sabotease Israel terhadap masjid Al-Aqsa. Hanya saja, Penulis jadi merasa penasaran atas konflik yang telah berlangsung puluhan tahun ini. Apa sebenarnya akar permasalahannya? Mengapa Israel menduduki tanah Palestina? [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/">Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa minggu terakhir, konflik antara Palestina dan Israel kembali memanas. Ada banyak penyebabnya, Penulis sendiri tidak begitu tahu mana yang jadi pemantik utamanya. Kemungkinan besar adalah adanya sabotease Israel terhadap masjid Al-Aqsa.</p>



<p>Hanya saja, Penulis jadi merasa penasaran atas konflik yang telah berlangsung puluhan tahun ini. Apa sebenarnya akar permasalahannya? Mengapa Israel menduduki tanah Palestina? Apa yang menjadi dasar Israel bisa menjadi sebuah negara dan diakui dunia?</p>



<p>Atas dasar itulah Penulis melakukan riset kecil-kecilan dengan menonton beberapa video di YouTube. Video-video tersebut menjadi sumber utama artikel kali ini, artikel tentang sejarah singkat konflik Palestina-Israel.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Theodor Herzl dan Zionisme</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4981" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Theodor Herzl (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.myjewishlearning.com/article/theodor-herzl/">My Jewish Learning</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika ditarik ke belakang, bangsa Yahudi memiliki sejarah yang begitu panjang hingga ke zaman para nabi. Singkat cerita, banyak orang Yahudi yang harus meninggalkan tanah Palestina dan tersebar ke berbagai penjuru dunia karena berbagai konflik yang terjadi.</p>



<p>Di akhir tahun 1800-an, tanah Palestina secara <em>de jure </em>berada di wilayah kekuasaan Kesultanan Ottoman. Di wilayah tersebut, orang Muslim, Nasrani, dan Yahudi hidup berdampingan secara relatif damai.</p>



<p>Lantas, seorang tokoh Austria-Hungarian bernama <strong>Theodor Herzl</strong> memperkenalkan ide <strong>Zionisme</strong>, sebuah konsep negara Yahudi di tanah leluhur mereka, Palestina. </p>



<p>Alasannya, menurut kitab kepercayaan mereka tanah tersebut adalah tanah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka. Nenek moyang mereka berasal dari sana dan pernah tinggal di sana.</p>



<p>Salah satu latar belakang ideologi ini adalah rasisme dan tingginya sikap antisemitisme masyarakat dunia terhadap orang-orang keturunan bangsa Yahudi. Mereka merasa harus memiliki negara sendiri agar merasa aman dan terlindungi.</p>



<p>Inilah cikal bakal dari berdirinya negara Israel dan mengapa mereka memilih wilayah Palestina di Timur Tengah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kejatuhan Kesultanan Ottoman</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarang-singkat-konflik-palestina-israel-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4978" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarang-singkat-konflik-palestina-israel-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarang-singkat-konflik-palestina-israel-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarang-singkat-konflik-palestina-israel-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarang-singkat-konflik-palestina-israel-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Wilayah Kekuasaan Ottoman (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://quizizz.com/admin/quiz/6066e2f1d9f9b7001bce20ce/the-golden-era">Quizizz</a>)</figcaption></figure>



<p>Beberapa tahun berselang setelah Herzl mengungkapkan teorinya, Perang Dunia I. <strong>Kesultanan Ottoman </strong>ternyata bersatu dengan Jerman dan Austro-Hungaria sebagai Blok Sentral. Mereka melawan Blok Sekutu yang beranggotakan Inggris, Prancis, dan lainnya.</p>



<p>Setelah perang berkecamuk, Blok Sentral harus menderita kekalahan. Kesultanan Ottoman hancur hampir tak bersisa. Wilayahnya dicaplok pemenang perang, termasuk Palestina yang saat itu dikuasai oleh Inggris.</p>



<p>Orang-orang Yahudi pun bernegosiasi, meminta agar impian mereka mendirikan negara Yahudi di Palestina dapat terwujud dengan bantuan Inggris. Permintaan tersebut dikabulkan, sehingga setelah Perang Dunia I banyak orang-orang Yahudi yang bermigrasi ke Palestina.</p>



<p>Bangsa Palestina saat itu juga tengah berusaha mengusir Inggris dari tanah mereka. Sama seperti bangsa terjajah lainnya, mereka menginginkan kemerdekaan dan berdiri di atas kaki mereka sendiri.</p>



<p>Sayangnya hingga Perang Dunia II berakhir, kemerdekaan itu tak kunjung mereka dapatkan. Justru, mereka harus rela ada bangsa lain yang &#8220;baru datang&#8221; langsung diakui sebagai negara.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kelahiran Negara Israel</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4980" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Wilayah Israel dan Palestina (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://voi.id/en/memori/21331/the-history-of-the-division-of-palestinian-territories-that-israel-continues-to-violate">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p><em>United Nations </em>alias Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) lahir di tahun 1945 setelah organisasi sebelumnya, <em>League of Nation</em> (Liga Bangsa-Bangsa), dianggap gagal menjalankan salah satu fungsinya sebagai penjaga kedamaian dunia.</p>



<p>Nah, salah satu hal pertama yang dilakukan oleh PBB adalah menyelesaikan konflik di tanah Palestina antara bangsa Arab dan Yahudi sebagai pendatang. </p>



<p>Pada tahun 1947, mereka memutuskan untuk membagi wilayah Palestina menjadi dua bagian, satu untuk orang-orang Yahudi dan satu untuk bangsa Arab. Satu tahun kemudian pada tahun 1948, <strong>Israel </strong>memproklamasikan kemerdekaannya dan diakui oleh PBB.</p>



<p>Nah, proklamasi inilah yang memantik emosi bangsa Palestina dan bangsa Arab lainnya. Perang pun tak terhindarkan yang berhasil dimenangkan oleh Israel. Wilayah Palestina yang sudah dibagi oleh PBB seolah menjadi tak berlaku, Israel memperluas wilayahnya dengan memakan &#8220;jatah&#8221; bangsa Palestina.</p>



<p>Semenjak itu, perang seolah menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Negara-negara tetangga seperti Mesir dan Suriah sempat memerangi Israel (dikenal dengan nama Perang Enam Hari), tetapi lagi-lagi Israel berhasil memenangkan peperangan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perlawanan Palestina</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4979" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Yasser Arafat (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.gettyimages.fi/detail/news-photo/palestinian-leader-yasser-arafat-waves-15-october-2001-upon-news-photo/51391303">Getty Images</a>)</figcaption></figure>



<p>Semenjak pemisahan wilayah yang dilakukan oleh PBB pada tahun 1947, bangsa Palestina terbagi menjadi ke dua wilayah: Jalur Gaza dan Tepi Barat (<em>West Bank</em>). Hanya saja, wilayah ini pun makin ke sini makin dicaplok oleh Israel yang ingin memperluas wilayahnya.</p>



<p>Bangsa Palestina jelas tidak diam saja melihat wilayahnya makin lama makin habis. <em>Palestine Liberation Organization</em> (PLO) berdiri pada tahun 1964. Salah satu tokohnya yang paling terkenal adalah <strong>Yasser Arafat</strong>, yang nantinya juga menjadi pemimpin PLO. </p>



<p>Organisasi ini mengupayakan kemerdekaan mutlak untuk bangsa Palestina, termasuk melakukan penyerangan terhadap Israel. Gelombang serangan masif yang pertama adalah <strong>Intifada pertama</strong> yang terjadi pada tahun 1987 sampai 1993. <strong>Intifada kedua</strong> terjadi pada tahun 2000 sampai 2005. </p>



<p>Selain kedua penyerangan tersebut, masih ada banyak perlawanan yang dilakukan oleh Palestina demi mendapatkan hak mereka yang direbut secara paksa. Hanya saja, sampai saat ini Israel masih berdiri kukuh di atas tanah mereka.</p>



<p>Ada upaya damai yang berusaha dilakukan, seperti <strong>Perjanjian Camp David</strong> pada tahun 1978 dan <strong>Perjanjian Oslo</strong> yang dilakukan pada tahun 1993. Hanya saja, efek damai yang diharapkan tidak pernah muncul.</p>



<p>Israel beberapa kali menawarkan &#8220;kemerdekaan&#8221; untuk Palestina, namun selalu ditolak karena mereka ingin kedaulatan penuh di seluruh wilayah mereka. Bangsa Palestina tidak pernah setuju dengan konsep dua negara yang ditawarkan oleh Israel.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h2>



<p>Sejarah singkat yang Penulis rangkum di atas jelas tidak cukup untuk menjelaskan semua akar permasalahan konflik Palestina-Israel. Oleh karena itu, Penulis menyantumkan video-video yang dapat menjelaskan konflik ini secara lebih rinci.</p>



<p>Jika mau diringkas lagi, awal masalahnya adalah ketika Inggris menguasai wilayah Palestina setelah kejatuhan Kesultanan Ottoman. Mereka mengizinkan bangsa Yahudi untuk masuk ke wilayah tersebut, upaya pertama agar Zionisme bisa terlaksana.</p>



<p>Orang-orang Palestina yang sudah ada di sana sejak lama jelas tidak ingin wilayahnya diambil alih secara paksa, apalagi sampai dijadikan sebagai satu-satunya negara Yahudi di dunia. Akhirnya, konflik berdarah pun terus berlangsung hingga saat ini.</p>



<p>Lantas, bagaimana pendapat Penulis atas konflik ini? Apakah ada solusi untuk mengatasi pertikaian ini? Bagaimana pandangan generasi muda terhadap permasalahan ini? Semua akan Penulis jelaskan pada tulisan selanjutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 19 Mei 2021, terinspirasi setelah mempelajari banyak sejarah seputar konflik Palestina-Israel</p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.euneighbours.eu/en/south/stay-informed/news/palestinian-and-israeli-presidents-address-meps">| EU Neighbours</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=Gl2uR-FfDes">Sejarah Baitul Maqdis &#8211; Akar Krisis Palestina (1/2) &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=Urc7hXeIKlk">Sejarah Baitul Maqdis &#8211; Solusi Krisis Palestina (2/2) &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=AWKmazrRIwA">Geography Now! ISRAEL &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=iRYZjOuUnlU">The Israel-Palestine conflict: a brief, simple history &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=1wo2TLlMhiw">Conflict in Israel and Palestine: Crash Course World History 223 &#8211; YouTube</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/">Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menepi Sejenak</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/menepi-sejenak/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/menepi-sejenak/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2021 09:28:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[berpisah]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[interopeksi]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[menepi]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4501</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aku menyukai hubungan kita. Terasa dekat dan saling mengisi. Saling berbagi cerita dan melempar canda. Namun, kisah perjalanan kita berdua tidak semulus dongeng yang selalu berakhir dengan happily ever after. Kadang kita berselisih paham, kadang kita hanya mengedepankan ego masing-masing, kadang kita (tanpa sengaja) saling menyakiti. Kadang karena hal yang sepele, kadang karena hal yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/menepi-sejenak/">Menepi Sejenak</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Aku menyukai hubungan kita. <strong>Terasa dekat dan saling mengisi</strong>. Saling berbagi cerita dan melempar canda.</p>
<p>Namun, kisah perjalanan kita berdua tidak semulus dongeng yang selalu berakhir dengan <em>happily ever after</em>.</p>
<p>Kadang kita berselisih paham, kadang kita hanya mengedepankan ego masing-masing, <strong>kadang kita (tanpa sengaja) saling menyakiti</strong>.</p>
<p>Kadang karena hal yang sepele, kadang karena hal yang serius, lebih sering hanya karena kesalahpahaman.</p>
<p>Percikan pertengkaran mewarnai hidup kita dan kadang <strong>membuat kita berpikir untuk pergi</strong>. Berpisah.</p>
<p>Tapi di dalam lubuk hati yang terdalam, kita sama-sama merasa bukan itu yang benar-benar kita inginkan.</p>
<p>Kita hanya bertikai untuk satu waktu. Kenapa itu harus membuat kita <strong>melupakan semua kenangan yang pernah kita ukir bersama?</strong></p>
<p><strong>Kita hanya butuh jeda</strong>, butuh waktu untuk sendiri. Memilih untuk menepi sejenak dan menenangkan diri.</p>
<p>Nikmati waktu kesendirian, merenungkan bagaimana kita bisa memulai pertengkaran.</p>
<p>Tak perlu mencari siapa yang salah, coba kita lihat ke dalam diri sendiri. <strong>Melakukan interopeksi diri</strong>.</p>
<p>Saat kita berpisah untuk sementara, coba rasakan betapa bedanya kehidupan yang kita lalui.</p>
<p>Jika dirasa cukup, kita akan kembali menjalani hari bersama seperti sedia kala.</p>
<p>Karena pada dasarnya, <strong>kita tidak ingin kehilangan satu sama lain</strong>.</p>
<h1 style="text-align: center;">***</h1>
<p>Dalam sebuah hubungan, apapun bentuknya, pasti ada momen di mana kita bertikai dan membuat hubungan merenggang.</p>
<p>Bagi Penulis, hal ini sangat wajar. <strong>Semakin dekat dan erat hubungan kita dengan seseorang, semakin besar potensi munculnya konflik.</strong></p>
<p>Yang penting adalah bagaimana kita berusaha menyelesaikan konflik tersebut. Terkadang, kita butuh untuk<a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/berhenti-sejenak/"><strong> menepi sejenak</strong></a> agar bisa berpikir lebih jernih.</p>
<p>Ketika menepi, dalam artian menjaga jarak dengan orang tersebut untuk jangka waktu tertentu, sebaiknya kita melakukan interopeksi diri</p>
<p>Tanyakan pada diri <strong>kenapa pertikaian tersebut bisa terjadi</strong>. Jangan fokus pada siapa yang salah, tapi pada<strong> bagaimana hal tersebut jangan sampai terulang</strong>.</p>
<p>Jika perasaan sudah kembali tenang, coba bicarakan hal tersebut baik-baik dengannya. Curahkan isi hati agar tidak ada yang mengganjal dan menjadi benalu diri.</p>
<h1 style="text-align: center;">***</h1>
<p><a href="https://whathefan.com/renungan/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu/"><strong>Perpisahan memang menjadi hal yang tak terelakkan</strong></a> dalam sebuah hubungan. <em>Inevitable</em> kalau kata Thanos.</p>
<p>Ada yang karena perbedaan visi, ada yang karena sakit hati, ada yang karena kematian, banyak penyebab hubungan harus berakhir.</p>
<p>Walaupun begitu, Penulis tidak ingin hubungan dengan orang-orang terdekatnya putus karena hal yang kurang baik.</p>
<p>Jika memang harus berpisah, terlepas apapun alasannya, setidaknya kita bisa <strong>berpisah secara baik-baik</strong>.</p>
<p>Memang menyedihkan, kadang menyakitkan, tapi itu lebih baik daripada harus berpisah secara buruk dengan perasaan saling membenci.</p>
<h1 style="text-align: center;">***</h1>
<p>Jika memungkinkan, Penulis ingin terus menjalin hubungan baik dengan semua orang yang dikenalnya dalam hidup.</p>
<p>Entah keluarga, teman mulai kecil, teman kuliah, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology/">teman kantor di Jakarta</a>, <a href="https://whathefan.com/category/karang-taruna/">anak-anak Karang Taruna</a>, semuanya.</p>
<p>Sayangnya, Penulis hidup di dunia nyata yang tidak semulus jalan cerita drama Korea. Pasti ada banyak lika-liku yang akan membuat Penulis memutuskan untuk menepi sejenak.</p>
<p>Ketika menepi, <strong>pikiran Penulis akan terasa begitu riuh dengan pemikirannya sendiri</strong>. Penulis bukan tipe orang yang bisa masa bodo dengan kejadian yang sedang dialami.</p>
<p>Memang jika waktunya telah tiba, Penulis akan berpisah satu per satu dengan mereka semua. Kesedihan, merasa kehilangan, semua perasaan itu akan Penulis rasakan.</p>
<p>Hanya saja, sampai waktunya tiba, Penulis ingin <strong>menikmati momen-momen bersama mereka</strong> selama mungkin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 8 Maret 2021, terinspirasi dari pertikaian kecil yang baru terjadi dengan seseorang</p>
<p>Foto: <a href="https://redwoodfamilytherapy.com/services/sad-boy-alone-in-a-bare-room/">Redwood Family Therapy</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/menepi-sejenak/">Menepi Sejenak</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/menepi-sejenak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Kisah Empat Khalifah</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-kisah-empat-khalifah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2020 20:26:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3808</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam beberapa kesempatan, Penulis selalu menyebutkan kesukaannya akan sejarah. Apapun, mulai dari sejarah Indonesia, Orde Baru, Kekaisaran Napoleon, dan lain sebagainya. Sejarah Islam juga termasuk, mulai dari kelahiran Nabi hingga bisa tersebar ke seluruh penjuru dunia seperti sekarang. Salah satu yang sering Penulis baca adalah tentang empat khalifah pengganti Nabi (Khulafaur Rasyidin). Nah, Penulis baru [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-kisah-empat-khalifah/">Setelah Membaca Kisah Empat Khalifah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam beberapa kesempatan, Penulis selalu menyebutkan kesukaannya akan sejarah. Apapun, mulai dari sejarah Indonesia, Orde Baru, Kekaisaran Napoleon, dan lain sebagainya.</p>
<p>Sejarah Islam juga termasuk, mulai dari kelahiran Nabi hingga bisa tersebar ke seluruh penjuru dunia seperti sekarang. Salah satu yang sering Penulis baca adalah tentang empat khalifah pengganti Nabi (<em>Khulafaur Rasyidin</em>).</p>
<p>Nah, Penulis baru saja menghabiskan sebuah buku berjudul <em><strong>Kisah Empat Khalifah</strong> </em>yang ditulis oleh Fazl Ahmad. Seperti apa isinya?</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Sebelumnya, Penulis sudah memiliki buku biografi keempat <em>Khulafaur Rasyidin </em>secara terpisah. Kalau sudah punya yang versi lebih panjangnya, kenapa beli lagi dengan topik yang serupa?</p>
<p>Berdasarkan pengalaman Penulis, buku biografi semacam ini selalu menyajikan informasi baru atau setidaknya menyegarkan ingatan kita.</p>
<p>Sesuai dengan judulnya, buku ini akan menjelaskan tentang <strong>Abu Bakar As-Shiddiq</strong>, <strong>Umar bin Khattab</strong>, <strong>Usman bin Affan</strong>, hingga <strong>Ali bin Abi Thalib</strong>.</p>
<p>Masing-masing nama membutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk menyelesaikannya. Sejarah-sejarah yang ada ditulis secara singkat dan padat.</p>
<p>Di setiap nama, kita akan mengetahui sejarah singkat mereka sebelum masuk Islam dan ketika Nabi masih hidup. Setelah itu, kita akan melihat secara kronologis masa kepemimpinan mereka hingga meninggal dunia.</p>
<p>Di buku ini lebih banyak diceritakan seputar penakhlukan Islam pasca kepergian Nabi. Banyak juga diceritakan konflik-konflik internal yang menghambat perkembangan Islam itu sendiri.</p>
<p>Inti kisahnya juga sama. Abu Bakar yang relatif aman, Umar yang dengan ketegasannya mampu menyebarkan Islam, Usman yang harus menghadapi banyak pemberontakan, hingga Ali yang harus mengalami perang saudara.</p>
<h3>Konflik yang Terus Terulang</h3>
<p>Melalui buku ini, kita bisa belajar banyak dari masa lalu bagaimana pertikaian antar umat Islam bisa menumpulkan nilai-nilai mulia yang dikandungnya.</p>
<p>Awalnya Islam terlihat masih terkendali di bawah kepemimpinan Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Gemercik konflik mulai muncul di kepemimpinan Usman yang dianggap tak setegas Umar.</p>
<p>Selain itu, banyak yang menganggap Usman mempraktikkan nepotisme dengan mengangkat kerabatnya sendiri sebagai petinggi negara atau gubernur di tempat lain.</p>
<p>Hal ini makin diperparah dengan munculnya orang-orang yang ingin mengadu domba umat Islam. Semua hal tersebut membuat Usman menghadapi banyak pemberontakan hingga akhirnya terbunuh dengan kepala terpenggal.</p>
<p>Ketika digantikan oleh Ali, muncul perang saudara karena Ali tidak memberlakukan <em>qisas </em>terhadap pembunuh Usman. Janda Nabi, Aisyah, memimpin perlawanan yang memicu perang saudara pertama di dalam sejarah Islam.</p>
<p>Konflik-konflik seperti ini masih sering kita jumpai di era modern seperti sekarang dalam berbagai bentuk. Harusnya, kita bisa belajar dari masa lalu agar tak terulang di hari ini.</p>
<h3>Setelah Membaca Buku Kisah Empat Khalifah</h3>
<p>Buku ini dituliskan dengan bahasa yang mudah dipahami dan mampu mengalir begitu saja. Kita tidak akan merasakan waktu bergulir ketika membaca kisah-kisah yang ada di dalamnya.</p>
<p>Tidak seperti buku yang sebelumnya Penulis baca, tidak ada ayat Alquran di dalam buku ini. Jika pun ada hanya dituliskan terjemahannya saja.</p>
<p>Penulis merekomendasikan buku ini untuk Pembaca yang tertarik dengan kisah empat khalifah namun tidak punya banyak waktu untuk membaca sejarahnya secara detail.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nilainya: <strong>4.0/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 10 Mei 2020, terinspirasi setelah membaca buku <em>Kisah Empat Khalifah </em>karya Fazl Ahmad</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-kisah-empat-khalifah/">Setelah Membaca Kisah Empat Khalifah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cinta di Dalam Organisasi</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/cinta-di-dalam-organisasi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/cinta-di-dalam-organisasi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2018 15:11:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[asmara]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[puppy love]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=987</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sewaktu magang di Tangerang, penulis baru mengetahui ada peraturan tertulis bahwa pasangan suami-istri tidak boleh berada di satu divisi yang sama. Ketika itu penulis heran, mengapa harus dilarang? Jawabannya penulis temukan ketika memimpin Karang Taruna. Memang yang namanya cinta memiliki potensi terselubung untuk menimbulkan gelombang yang dapat menggoyahkan organisasi. Dalam bekerja, jelas kita dituntut untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/cinta-di-dalam-organisasi/">Cinta di Dalam Organisasi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sewaktu magang di Tangerang, penulis baru mengetahui ada peraturan tertulis bahwa pasangan suami-istri tidak boleh berada di satu divisi yang sama. Ketika itu penulis heran, mengapa harus dilarang?</p>
<p>Jawabannya penulis temukan ketika memimpin Karang Taruna. Memang yang namanya cinta memiliki potensi terselubung untuk menimbulkan gelombang yang dapat menggoyahkan organisasi.</p>
<p>Dalam bekerja, jelas kita dituntut untuk profesional. Ada masalah apapun, kita harus bisa menyelesaikan tugas-tugas kita tanpa terpengaruh masalah pribadi. Bisa dianggap, kita harus menutup mata untuk sementara terhadap masalah tersebut demi pekerjaan.</p>
<p>Akan tetapi, adakah manusia sempurna yang dapat bekerja dengan baik di bawah tekanan masalah pribadi? Ada yang sanggup, ada yang tidak, penulis sendiri tidak tahu mana yang lebih dominan.</p>
<p>Oleh karena itu kini penulis menyadari betapa pentingnya peraturan tersebut diterapkan pada beberapa perusahaan. Seandainya ada pertengkaran rumah tangga, tentu akan mempengaruhi kinerja perusahaan apabila mereka berada pada departemen yang sama.</p>
<p>Bagaimana jika hal tersebut terjadi di Karang Taruna? Jelas tidak mungkin terjadi, karena tidak ada anggota yang sudah menikah.</p>
<p>Akan tetapi, yang namanya remaja, tentu wajar jika tumbuh benih-benih cinta yang belum matang. Dalam bahasa Inggris disebut <em>puppy love </em>alias cinta monyet. Apakah itu juga berpotensi mengganggu stabilitas organisasi?</p>
<p>Jawabannya: <strong>SANGAT MEMPENGARUHI!!!</strong></p>
<p><div id="attachment_989" style="width: 638px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-989" class="size-full wp-image-989" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/n-ANGER-TEENAGER-628x314.jpg" alt="" width="628" height="314" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/n-ANGER-TEENAGER-628x314.jpg 628w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/n-ANGER-TEENAGER-628x314-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/n-ANGER-TEENAGER-628x314-356x178.jpg 356w" sizes="(max-width: 628px) 100vw, 628px" /><p id="caption-attachment-989" class="wp-caption-text">Labil (https://www.huffingtonpost.com/steve-zanella/anger-is-a-gift_b_7064520.html)</p></div></p>
<p>Emosi yang dimiliki oleh remajanya masih sangat labil, mudah untuk berubah-ubah. Apalagi, remaja cenderung mendramatisasi kisah asmaranya (walaupun orang dewasa pun terkadang juga melakukannya, bahkan membawa permasalahan tersebut ke televisi).</p>
<p>Gejala yang paling ringan adalah anggota tersebut menjadi jarang keluar untuk beberapa hari. Mereka memilih untuk mengurung diri dan meratapi nasib, menghindari pertemuan dengan (mantan) kekasih.</p>
<p>Yang lebih parah? Membuat kekacauan yang dapat menghancurleburkan organisasi. Apakah hal ini tidak berlebihan? Tidak, banyak cara untuk melakukannya, seperti melalaikan tanggungjawab, menghasut anggota yang lain, dan lain sebagainya. Mereka seolah ingin balas dendam, ingin semua orang merasakan penderitaannya.</p>
<p>Lantas bagaimana cara mencegah timbulnya benih-benih cinta tersebut? Ya susah sih emang kalau mau mencegah, toh yang namanya cinta timbul begitu saja, kadang karena terbiasa.</p>
<p>Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mengurangi dampak-dampak kerusakan yang dapat terjadi jika pasangan dalam organisasi sedang bertikai satu sama lain. Kemampuan ketua dan anggota lainnya dalam mengatasi konflik sangat diperlukan di sini.</p>
<p>Selain itu, menjalin komunikasi dari hati ke hati juga dapat menjadi senjata yang ampuh untuk meredam ego yang mereka miliki.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 11 Juli 2018, terinspirasi dari banyak hal</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.firstmet.com/dating-blog/love-work-4-ways-to-handle-office-romance/">https://www.firstmet.com/dating-blog/love-work-4-ways-to-handle-office-romance/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/cinta-di-dalam-organisasi/">Cinta di Dalam Organisasi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/cinta-di-dalam-organisasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>(Jangan) Memendam Permasalahan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/jangan-memendam-permasalahan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/jangan-memendam-permasalahan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jun 2018 03:51:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[interopeksi]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[koreksi]]></category>
		<category><![CDATA[memendam]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[permasalahan]]></category>
		<category><![CDATA[terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=914</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernah jengkel terhadap orang lain? Rasanya jika manusia normal tentu pernah mengalaminya. Kadang perbuatan maupun perkataan orang lain dapat melukai hati kita, walau belum tentu orang tersebut memang berniat untuk melakukannya. Memendam Permasalahan Beberapa orang memilih untuk menyimpan dalam hati permasalahan yang tengah mereka hadapi. Dalam bahasanya Jawa mungkin disebut nggerundel. Biasanya, orang-orang yang memilih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/jangan-memendam-permasalahan/">(Jangan) Memendam Permasalahan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah jengkel terhadap orang lain? Rasanya jika manusia normal tentu pernah mengalaminya. Kadang perbuatan maupun perkataan orang lain dapat melukai hati kita, walau belum tentu orang tersebut memang berniat untuk melakukannya.</p>
<p><strong>Memendam Permasalahan</strong></p>
<p>Beberapa orang memilih untuk menyimpan dalam hati permasalahan yang tengah mereka hadapi. Dalam bahasanya Jawa mungkin disebut <em>nggerundel</em>. Biasanya, orang-orang yang memilih jalur ini berusaha untuk menghindari konflik.</p>
<p>Alasan lainnya adalah karena mereka ingin berusaha menjaga perasaan orang yang melukai mereka. Mereka takut apa yang akan mereka katakan akan balik menyakiti perasaan orang tersebut. Dengan kata lain, mereka sama sekali tidak ingin balas dendam.</p>
<p><div id="attachment_916" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-916" class="size-full wp-image-916" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/06/girl-crying-1.jpg" alt="" width="1000" height="667" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/06/girl-crying-1.jpg 1000w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/06/girl-crying-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/06/girl-crying-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/06/girl-crying-1-356x237.jpg 356w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p id="caption-attachment-916" class="wp-caption-text">Jangan DIpendam (http://www.jff.org.za/jjf-activism/girl-crying-2/)</p></div></p>
<p>Nah, yang buruk adalah jika kita memutuskan untuk memendam permasalahan yang terjadi, namun berpikiran buruk di belakang yang bersangkutan. Contohnya, membuat status yang digunakan untuk menyindir pihak-pihak tertentu.</p>
<p>Bisa juga, mereka menghasut yang lain dengan menceritakan keburukan-keburukan yang terjadi. Tentu ini dapat memperluas lingkup konflik yang tengah terjadi. Ini sama sekali bukan tindakan yang solutif.</p>
<p><strong>Mengutarakan Permasalahan</strong></p>
<p>Alangkah baiknya jika sedang menghadapi permasalahan, kita hadapi secara terbuka. Langsung temui orang-orang yang berkaitan dengan permasalahan tersebut, lalu saling membuka diri. Abaikan resiko mereka akan menjadi tersakiti karena keterbukaan kita.</p>
<p>Sama seperti benda organik (selain tanaman yang memang harus ditanam) yang dipendam di dalam tanah, lama kelamaan benda tersebut akan membusuk. Permasalahan yang dipendam hanya akan memperbesar masalah tersebut. Jika bukan hari ini, esok masalah tersebut akan terkuak dengan sendirinya.</p>
<p>Jika kita merasa tidak suka dengan perbuatan orang lain, utarakan secara terus terang apa yang membuat kita tidak suka. Sampaikan dengan santun agar orang tersebut tidak tersinggung dengan ucapan kita. Bagaimana orang lain akan berubah jika kita tidak membantu mereka untuk koreksi diri?</p>
<p>Sebaliknya pun begitu, kita harus terbuka dengan kritikan orang lain. Apabila ada orang lain yang mengatakan ketidaksukaannya terhadap kita, jadikan hal tersebut sebagai bahan interopeksi. Jika perlu, diskusikan kepada orang tersebut, bagaimana caranya dapat mengubah sikap-sikap kita yang membuat orang lain kurang berkenan.</p>
<p><div id="attachment_917" style="width: 730px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-917" class="size-full wp-image-917" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/06/two-people-talking.jpg" alt="" width="720" height="480" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/06/two-people-talking.jpg 720w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/06/two-people-talking-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/06/two-people-talking-356x237.jpg 356w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /><p id="caption-attachment-917" class="wp-caption-text">Saling Membuka Diri (http://www.au-pair.blog/5-aspects-you-and-your-au-pair-should-discuss/two-people-talking/)</p></div></p>
<p>Apakah semua permasalahan harus diselesaikan secara terbuka? Sejauh ini, penulis cenderung mempercayai hal tersebut dari berbagai pengalaman yang telah penulis alami. Menyimpan permasalahan sendirian hanya akan membuat kita stres. Menyelesaikan permasalahan secepatnya dengan keterbukaan akan mengurangi beban-beban yang kita pikul.</p>
<p>Walau, penulis akui, terkadang terdapat permasalahan yang menurut kita membutuhkan waktu untuk menyembuhkan dirinya sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 23 Juni 2018, terinspirasi dari sebuah permasalahan yang diselesaikan oleh Ketua Katar yang baru secara cepat dan terbuka</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.flexjobs.com/blog/post/flexibility-help-employees-with-mental-illness/">https://www.flexjobs.com/blog/post/flexibility-help-employees-with-mental-illness/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/jangan-memendam-permasalahan/">(Jangan) Memendam Permasalahan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/jangan-memendam-permasalahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
