<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mike Shinoda Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/mike-shinoda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/mike-shinoda/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Oct 2024 14:38:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Mike Shinoda Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/mike-shinoda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengapa BTS Lagu “A Light That Never Comes” Begitu Saya Sukai</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Oct 2024 14:36:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[BTS]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[Mike Shinoda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8040</guid>

					<description><![CDATA[<p>Linkin Park baru saja merilis single ketiga mereka minggu kemarin yang berjudul &#8220;Over Each Other&#8221;. Sesuai prediksi Penulis, kali ini lagunya full suara Emily. Sayangnya, Penulis kurang menyukai lagu ini karena cukup &#8220;terbanting&#8221; jika dibandingkan dua lagu sebelumnya. Nah, entah mengapa setelah mendengarkan lagu tersebut, Penulis jadi teringat salah satu behind the scene (BTS) dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/">Mengapa BTS Lagu “A Light That Never Comes” Begitu Saya Sukai</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Linkin Park baru saja merilis <em>single </em>ketiga mereka minggu kemarin yang berjudul &#8220;Over Each Other&#8221;. Sesuai prediksi Penulis, kali ini <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">lagunya <em>full </em>suara Emily</a>. Sayangnya, Penulis kurang menyukai lagu ini karena cukup &#8220;terbanting&#8221; jika dibandingkan dua lagu sebelumnya.</p>



<p>Nah, entah mengapa setelah mendengarkan lagu tersebut, Penulis jadi teringat salah satu <em>behind the scene </em>(BTS) dari salah satu lagu kolaborasi antara Linkin Park dan Steve Aoki,<strong> &#8220;A Light That Never Comes&#8221;</strong>.</p>



<p>Video BTS ini telah berulang kali Penulis tonton tanpa pernah merasa bosan. Setelah dipikir-pikir, ternyata memang ada banyak alasan mengapa Penulis begitu menyukai video BTS yang berdurasi sekitar 8 menit ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kobaran-api-akibat-ledakan-bom-di-gki-jalan-diponegoro_20180513_183533-300x168.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kobaran-api-akibat-ledakan-bom-di-gki-jalan-diponegoro_20180513_183533-300x168.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kobaran-api-akibat-ledakan-bom-di-gki-jalan-diponegoro_20180513_183533-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kobaran-api-akibat-ledakan-bom-di-gki-jalan-diponegoro_20180513_183533.jpg 700w " alt="Terorisme Bukan Islam" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/renungan/terorisme-bukan-islam/">Terorisme Bukan Islam</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Isi Video BTS &#8221; A Light That Never Comes&#8221;</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Just Getting Started - A LIGHT THAT NEVER COMES (Part 1 of 3) | LPTV #98 | Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/LKlf14qnOxM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis akan menceritakan secara singkat apa isi video BTS &#8220;A Light That Never Come&#8221;. Dalam video tersebut, Mike berkata kepada Chester bahwa ia telah menerima dan menggubah musik yang dikirimkan oleh Steve Aoki. Musik tersebut akan digunakan untuk bagian <em>chorus</em>.</p>



<p>Hari itu, jadwalnya adalah pembuatan lirik dan perekaman vokal yang akan dilakukan oleh mereka berdua. Awalnya, mereka hanya melakukan <em>humming </em>karena belum mengetahui lirik seperti apa yang akan cocok untuk mengisi musiknya.</p>



<p>Setelah itu, pada satu titik Mike menemukan ide bahwa <em>beat </em>musiknya pas untuk lirik <em><strong>waiting for nanana that never comes</strong>.</em> Ia pun berdiskusi dengan Chester untuk menemukan kata apa yang pas untuk dimasukkan ke dalam lirik tersebut.</p>



<p>Mike juga mengingatkan kalau kalimat <em>waiting for the end </em>tidak boleh dipakai, karena itu adalah judul salah satu lagu mereka dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a></em>. Chester sempat berseloroh sebaiknya mereka menggunakan lirik<strong> <em>waiting for the other end</em></strong>.</p>



<p>Meskipun belum menemukan lirik yang pas, mereka mulai mencoba untuk melakukan proses perekaman. Saat itulah, Chester secara spontan menggunakan kata <em><strong>the light </strong></em>yang akhirnya digunakan di dalam lagu.</p>



<p>Setelah melengkapi lirik untuk bagian <em>chorus</em>, Mike pun langsung melakukan <em>editing </em>dan menggabungkan musik dengan <a href="https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/">vokal Chester yang baru saja direkam</a>. Hasilnya, seperti yang bisa kita dengarkan saat lagunya rilis, fenomenal.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Penulis Sangat Menyukai BTS &#8220;A Light That Never Comes&#8221;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8041" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Ada banyak hal yang membuat Penulis sangat menyukai BTS lagu &#8220;A Light That Never Comes&#8221;. Pertama, Penulis sangat <strong>menyukai desain interior ruang rekaman Linkin Park</strong>, baik dari posisi meja kerja, berbagai hiasan seni yang terpajang di dinding, dan lainnya.</p>



<p>Obsesi Penulis terhadap meja kerjanya sangat terinspirasi dari video ini, bagaimana meja kerja harus dibuat serapi dan senyaman mungkin untuk memicu kreativitas lahir dari kepala. Jika Penulis musisi, pasti sudah membuat <em>setup </em>seperti meja kerja Mike.</p>



<p>Lalu, tentu saja Penulis menyukai BTS ini karena bisa melihat bagaimana <strong>proses kreatif yang dilakukan oleh Linkin Park dalam membuat lagu</strong>. Pada video ini, kita bisa melihat kejeniusan Mike dalam mengaransemen lagu sekaligus memasukkan lirik yang pas.</p>



<p>Sepanjang proses pembuatan lagu, Mike dan Chester sering bertukar ide dan pikiran dengan akrabnya, mendiskusikan seperti apa lagunya akan dinyanyikan. Kekompakan yang terlihat di video tersebut membuat mereka berdua terlihat seperti saudara.</p>



<p>Terakhir, yang agak menyedihkan, pada BTS ini kita bisa melihat <strong>bagaimana humorisnya seorang Chester</strong>. Ada saja kelakuannya yang mengundang tawa. Siapa sangka, orang seperti itu memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis memang selalu menyukai proses kreatif di balik suatu karya, entah itu musik, film, lukisan, dan lain sebagainya. Bahkan, proses pembuatan gawai atau perakitan Gundam pun juga Penulis sukai. </p>



<p>Namun, setidaknya dari sisi musik, BTS &#8220;A Light That Never Comes&#8221; selalu di hati. Saking sukanya, Penulis pernah mengambil <em>screenshot </em>yang menjadi <em>featured image </em>artikel ini sebagai <em>wallpaper </em>laptopnya.</p>



<p>Linkin Park tetap mempertahankan &#8220;tradisinya&#8221; untuk mengunggah BTS di kanal YouTube mereka, termasuk persiapan pembuatan album <em>From Zero </em>yang akan datang. Mari kita lihat apa perbedaannya jika dibandingkan dengan BTS era Chester.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 30 Oktober 2024, terinspirasi setelah menonton kembali <em>behind the scene </em>lagu &#8220;A Light That Never Come&#8221; untuk yang ke sekian kalinya</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://youtu.be/LKlf14qnOxM">YouTube</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/">Mengapa BTS Lagu “A Light That Never Comes” Begitu Saya Sukai</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fort Minor, The Rising Tied, dan Kenji</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/fort-minor-the-rising-tied-dan-kenji/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/fort-minor-the-rising-tied-dan-kenji/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2021 05:33:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[hip-hop]]></category>
		<category><![CDATA[Kenji]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[Mike Shinoda]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5014</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rasanya semua penggemar Linkin Park pasti pernah mendengar Fort Minor, side-project dari Mike Shinoda. Band beraliran hip-hop ini didirikan pada tahun 2004 dan memiliki satu album berjudul The Rising Tied yang rilis pada 22 November 2005. Antara tahun 2003 dan 2007, Linkin Park memang tidak mengeluarkan album sama sekali selain album kolaborasi bersama Jay-Z, Collision [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/fort-minor-the-rising-tied-dan-kenji/">Fort Minor, The Rising Tied, dan Kenji</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Rasanya semua penggemar Linkin Park pasti pernah mendengar <strong>Fort Minor</strong>, <em>side-project </em>dari Mike Shinoda. Band beraliran hip-hop ini didirikan pada tahun 2004 dan memiliki satu album berjudul <em>The Rising Tied </em>yang rilis pada 22 November 2005.</p>



<p>Antara tahun 2003 dan 2007, Linkin Park memang tidak mengeluarkan album sama sekali selain album kolaborasi bersama Jay-Z, <em><em>Collision Course</em></em>. Mungkin, salah satu alasannya karena Mike ingin memiliki band yang beraliran hip-hop.</p>



<p>Meskipun band, sebenarnya Fort Minor hanya memiliki Mike Shinoda sebagai personilnya, mirip dengan <a href="https://whathefan.com/intermeso/one-band-one-man-panic-disco/">Panic! At the Disco</a> yang kini hanya menyisakan Brandon Urie. </p>



<p>Oleh karena itu, Penulis sedikit merasa bingung kenapa Mike memutuskan untuk menggunakan namanya sendiri ketika bersolo karir selepas kematian Chester Bennington. Kenapa tidak menggunakan nama Fort Minor saja?</p>



<p>Terlepas dari apa alasannya, di tulisan kali ini Penulis ingin berbagi sedikit tentang Fort Minor!</p>



<h2 class="wp-block-heading"><em>The Rising Tied</em></h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Where&#039;d You Go - Fort Minor (feat. Holly Brook &amp; Jonah Matranga) (Official Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/zQdglLeGQXM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Seperti yang sudah disinggung di atas, Fort Minor hanya memiliki satu album berjudul <em><strong>The Rising Tied</strong></em>. Sebelum album ini rilis, Mike Shinoda sempat merilis album &#8220;palsu&#8221; berjudul <em>Fort Minor: We Major</em>. </p>



<p>Hal ini biasanya dilakukan untuk menghindari pembajakan dan Linkin Park pun melakukan hal yang sama pada album <em><a href="https://whathefan.com/intermeso/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a>.</em> </p>



<p>Album beraliran <em>alternative hip hop</em>/<em>rap rock</em> ini memiliki total 16 <em>track</em>:</p>



<ol class="wp-block-list"><li><em>Introduction</em></li><li><em>Remember the Name</em> (featuring Styles of Beyond)</li><li><em>Right Now </em>(featuring Black Thought of The Roots and Styles of Beyond)</li><li><em>Petrified</em></li><li><em>Feel Like Home </em>(featuring Styles of Beyond)</li><li><em>Where&#8217;d You Go</em> (featuring Holly Brook and Jonah Matranga)</li><li><em>In Stereo </em></li><li><em>Back Home</em> (featuring Common and Styles of Beyond) </li><li><em>Cigarettes</em></li><li><em>Believe Me</em> (featuring Eric Bobo and Styles of Beyond) </li><li><em>Get Me Gone</em></li><li><em>High Road</em> (featuring John Legend) </li><li><em>Kenji </em></li><li><em>Red to Black</em> (featuring Kenna, Jonah Matranga and Styles of Beyond) </li><li><em>The Battle</em> (featuring Celph Titled)</li><li><em>Slip Out the Back</em> (featuring Mr. Hahn)</li></ol>



<p>Mungkin yang paling terkenal adalah <em>Remember the Name, Where&#8217;d You Go, </em>atau <em>Believe Me</em>. Mungkin orang juga pernah mendengar <em>High Road </em>yang menggandeng penyanyi terkenal, John Legend.</p>



<p>Selain lagu di atas, judul yang menurut Penulis enak untuk didengarkan adalah <em>Right Now</em>, <em>Feel Like Home</em>, dan <em>Red to Black</em>. Tapi bagi Penulis, lagu terenak dari album ini adalah <em>Kenji</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><em>Kenji</em></h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Kenji - Fort Minor" width="740" height="555" src="https://www.youtube.com/embed/pUBKcOZjX6g?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Bukti Penulis menyukai lagu ini adalah menjadikannya sebagai salah satu nama tokoh utama di novelnya, <em><a href="https://whathefan.com/category/leonkenji/">Leon dan Kenji</a></em>. Penulis harus sampai membuat latar belakang karakter tersebut keturunan Jepang agar namanya bisa digunakan secara natural.</p>



<p>Lagu ini berdurasi hampir 4 menit. Berbeda dengan kebanyakan lagu di album <em>The Rising Tied</em>, lagu <em>Kenji </em>hanya dinanyikan oleh Mike seorang. Alasannya mudah, lagu ini penuh dengan pesan emosional dari dirinya dan keluarganya.</p>



<p>Penulis ingat pernah membaca majalah sewaktu SD (kalau tidak salah majalah XY Kids), Mike terinspirasi membuat lagu ini ketika mengunjungi museum yang bertema Perang Dunia II. Ia teringat keluarganya yang harus &#8220;diamankan&#8221; ketika PD II karena orang Jepang.</p>



<p>Padahal, menurut Mike, keluarganya tidak salah apa-apa. Mereka hanya orang Jepang yang tinggal di Ameriak Serikat dan tidak memiliki keterkaitan dengan penyerangan Pearl Harbour yang menjadi pemicu perang antara kedua negara.</p>



<p>Yang unik dari lagu ini adalah adanya rekaman suara dari ayah dan bibi dari Mike. Mereka menceritakan secara langsung bagaimana pengalaman mereka ketika PD II di mana mereka (dan semua orang Jepang) harus diasingkan di tempat bernama Manzanar.</p>



<p>Menurut Penulis, lagu ini memiliki keunikan dari sejarah yang dikemas. Rasanya jarang ada lagu yang berisikan cerita nyata dari kejadian sejarah, walaupun diambil dari sudut pandang si penulis lagu. Ketika mendengarkan lagu ini, entah mengapa emosi dari Mike seolah tersampaikan.</p>



<p>Untuk lirik lengkap lagu <em>Kenji</em>, Pembaca bisa melihatnya melalui <a href="https://www.azlyrics.com/lyrics/fortminor/kenji.html">AZLyrics</a>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Fort Minor sempat hiatus lama sekali setelah tahun 2006. Nama ini baru kembali muncul pada tahun 2015, ketika Mike Shinoda merilis <em>single </em>baru berjudul <em>Welcome</em>. Setelah itu, Fort Minor pun kembali hiatus hingga sekarang.</p>



<p>Sewaktu <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">Chester mengakhiri hidupnya sendiri</a>, Penulis mengira Mike akan fokus dengan Fort Minor. Ternyata, ia memutuskan untuk bersolo karir di bawah namanya sendiri dan telah merilis albumnya sendiri. Ia juga kerap melakukan <em>world tour</em> dengan namanya sendiri.</p>



<p>Walaupun bisa dianggap band ini sudah tidak ada lagi, Penulis tetap sering mendengarkan lagu-lagunya, terutama <em>Kenji</em>. </p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 1 Juni 2021, terinspirasi setelah mendengar lagu <em>Kenji</em></p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.wegow.com/en-se/artists/fort-minor">Wegow</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/fort-minor-the-rising-tied-dan-kenji/">Fort Minor, The Rising Tied, dan Kenji</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/fort-minor-the-rising-tied-dan-kenji/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Chester, 2 Tahun yang Lalu</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2019 00:12:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[Mike Shinoda]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2571</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis tergoda menulis artikel ini karena pos Instagram terbaru dari Mike Shinoda, salah satu center dari band favorit penulis, Linkin Park. Sebenarnya, ia sendiri pun tidak ingin memperingati kematian kawannya tersebut. Chester Bennington merupakan vokalis Linkin Park yang ditemukan tewas gantung diri di kamarnya pada tanggal 20 Juli 2017, hanya beberapa bulan setelah bandnya merilis album terbaru, One More [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">Chester, 2 Tahun yang Lalu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis tergoda menulis artikel ini karena <a href="https://www.instagram.com/p/B0JVH4NA5C2/">pos Instagram terbaru dari Mike Shinoda</a>, salah satu <em>center </em>dari band favorit penulis, Linkin Park. Sebenarnya, ia sendiri pun tidak ingin memperingati kematian kawannya tersebut.</p>
<p><strong>Chester Bennington </strong>merupakan vokalis Linkin Park yang ditemukan tewas gantung diri di kamarnya pada tanggal 20 Juli 2017, hanya beberapa bulan setelah bandnya merilis album terbaru, <strong><em>One More Light</em></strong>.</p>
<h3>Kematian Chester</h3>
<p><div id="attachment_2574" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2574" class="size-large wp-image-2574" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2574" class="wp-caption-text">Chester dan Mike (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.nme.com/news/music/linkin-park-considering-new-music-for-the-first-time-since-chester-benningtons-death-2478836" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi1q_zYoczjAhXF4nMBHVmXAPAQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">NME.com</span></a>)</p></div></p>
<p>Kabar ini penulis dengar pertama kali dari ayah, sewaktu penulis berada di Yogyakarta karena sebuah acara. Waktu itu sekitar pukul 6 pagi, beliau menelepon penulis setelah melihat beritanya di televisi.</p>
<p>Sebagai fans, tentu penulis sangat terkejut mendengar berita mendadak tersebut. Butuh waktu kurang lebih satu jam untuk menenangkan diri, meskipun tak sampai mengeluarkan air mata.</p>
<p>Ketika dilakukan otopsi, ditemukan satu botol minuman keras yang hanya tersisa setengah di kamarnya. Penulis pun meyakini bahwa kematiannya dipengaruhi oleh alkohol.</p>
<p>Hari kematiannya memang bersamaan dengan ulang tahun salah satu sahabat terdekatnya, <strong>Chris Cornell</strong>, yang juga meninggal gantung diri beberapa bulan sebelumnya. Mungkin karena terbawa suasana sedih dan merasa kehilangan, ia nekat mengakhiri nyawanya.</p>
<p>Chester memang dekat dengan minuman keras bahkan obat-obatan. Beberapa kali ia mengakui ketergantungannya. Hal ini juga yang membuat penulis lebih mengidolakan Mika Shinoda dibandingkan dengannya.</p>
<p>Akan tetapi, kematiannya juga merupakan hal yang menyedihkan bagi penulis yang telah mendengarkan lagunya sejak SMP. Apalagi, suara vokal yang dimilikinya memiliki ciri khas yang rasanya tak akan tergantikan.</p>
<p>Chester pernah menyatakan bahwa dirinya telah mampu mengendalikan kecanduannya terhadap alkohol pada salah satu wawancara yang terjadi pada tahun 2011. Oleh karena itu, banyak pihak yang terkejut ketika mendengar kabar kematiannya.</p>
<h3>Chester yang Ceria</h3>
<p><div id="attachment_2573" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2573" class="size-large wp-image-2573" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/chester-2-tahun-yang-lalu-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2573" class="wp-caption-text">Chester yang Humoris (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://tonedeaf.thebrag.com/chester-bennington-carpool-karaoke-linkin-park/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwia94L8oczjAhUzXHwKHQhPAk0QjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Tone Deaf &#8211; The Brag</span></a>)</p></div></p>
<p>Penulis suka menonton <em>behind the scene </em>dari pembuatan lagu Linkin Park. Nah, di belakang layar seperti inilah Chester menunjukkan sisi lain dari penampilannya yang garang.</p>
<p>Ia selalu terlihat ceria dan humoris. Ia tak ragu membuat lelucon yang mengundang tawa rekan-rekannya, bahkan terkadang berbuat konyol. Sama sekali tidak cocok dengan penampilannya.</p>
<p>Selain ceria, Chester juga termasuk ramah terhadap fans. Penulis melihatnya sendiri ia menghampiri penonton setelah acara iTunes Festival tahun 2011.</p>
<p>Penulis memang tahu terkadang orang yang humoris terkadang memiliki hati yang miris. Terkadang, orang yang <em>terlalu </em>ceria menyimpan duka yang mendalam di dalam lubuk hatinya yang terdalam.</p>
<p>Chester kurang lebih memiliki masa lalu yang menyedihkan. Orang tuanya cerai ketika ia masih anak-anak. Ia dirundung dan mengalami pelecehan seksual di sekolah karena tubuh kurusnya.</p>
<p>Ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa ia menjadi pecandu narkoba dan alkohol. Mungkin juga karena pengaruh lingkungan pergaulan yang buruk.</p>
<p>Ia juga sempat menganggur lama, bekerja di Burger King, ditolak sana-sini, hingga akhirnya menjadi vokalis Linkin Park yang waktu itu masih bernama Xero.</p>
<p>Untuk kehidupan pribadinya, ia menikah dua kali dan total memiliki enam orang anak. Istrinya yang sekarang, <strong>Talinda Bennington</strong>, harus mengasuh anak-anaknya tanpa didampingi oleh suaminya.</p>
<h3><strong>Penutup</strong></h3>
<p>Meskipun Chester telah tiada, karyanya tetap abadi. Penulis masih setia mendengarkan lagu-lagu Linkin Park hingga sekarang. Suaranya yang mampu mencapai nada tinggi dan teriakannya selalu menjadi favorit penulis.</p>
<p>Suaranya tak akan tergantikan. Ketika ada sebuah konser untuk memperingati kematiannya, banyak penyanyi yang menyanyikan lagunya, mulai Taka dari <a href="https://whathefan.com/musikfilm/shout-it-out-now-one-ok-rock/">One Ok Rock</a> hingga M. Shadows dari Avenged Sevenfold.</p>
<p>Masa depan Linkin Park sendiri masih belum jelas hingga sekarang, apakah mereka akan bubar atau mencari vokalis pengganti. Mike Shinoda akhir-akhir ini disibukkan dengan tur album solonya.</p>
<p>Yang jelas, sampai kapanpun Chester akan memiliki tempat khusus di hati penulis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 Juli 2019, terinspirasi setelah melihat pos Instagram terbaru dari Mike Shinoda</p>
<p>Foto: <span class="irc_ho" dir="ltr"><a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://new.nadapromotama.com/daftar-pengganti-chester-bennington/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiQ7qSol8zjAhUMQo8KHaWnDjMQjB16BAgBEAQ">Nada Promotama</a></span></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">Chester, 2 Tahun yang Lalu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
