<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>paksa Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/paksa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/paksa/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Jan 2021 10:32:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>paksa Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/paksa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kadang Memang Harus Dipaksa</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/kadang-memang-harus-dipaksa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2019 03:56:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[dipaksa]]></category>
		<category><![CDATA[memaksa]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[nilai tambah]]></category>
		<category><![CDATA[paksa]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2711</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika pulang ke Malang pada bulan Agustus kemarin, penulis sempat mengikuti lomba bapak-bapak (iya, lomba untuk bapak-bapak!) pada rangkaian kegiatan Agustusan. Lombanya adalah menebak nama bumbu hanya dari aromanya. Karena penulis bukan Jati dari novel Aroma Karsa, tentu saja penulis mengalami kesulitan dalam menebak. Apalagi, penulis jarang membantu ibu di dapur. Selain itu, penulis agak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/kadang-memang-harus-dipaksa/">Kadang Memang Harus Dipaksa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika pulang ke Malang pada bulan Agustus kemarin, penulis sempat mengikuti lomba bapak-bapak (iya, lomba untuk bapak-bapak!) pada <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">rangkaian kegiatan Agustusan</a>.</p>
<p>Lombanya adalah menebak nama bumbu hanya dari aromanya. Karena penulis bukan Jati dari <a href="https://whathefan.com/buku/pemilihan-diksi-dan-totalitas-riset-pada-aroma-karsa/">novel Aroma Karsa</a>, tentu saja penulis mengalami kesulitan dalam menebak. Apalagi, penulis jarang membantu ibu di dapur.</p>
<p>Selain itu, penulis agak ragu untuk mencium bau rempah-rempah dapur tersebut, sehingga salah satu panitia mendorong bumbu tersebut ke hidung penulis dengan sedikit memaksa.</p>
<p>Untunglah, ada yang mengabadikan momen tersebut sehingga penulis mendapatkan inspirasi tulisan.</p>
<h3>Memaksa Tanpa Merasa Terpaksa</h3>
<p>Memaksa sering kali dikaitkan dengan hal yang negatif. Jika ada orang yang memaksakan kehendaknya kepada kita, tentu kita akan merasa jengkel sendiri.</p>
<p>Akan tetapi, bagaimana jika <em><strong>kita memaksa diri sendiri</strong></em> agar bisa maju beberapa langkah ke depan? Bagaimana jika dengan paksaan dari orang lain kita bisa berubah menjadi lebih baik lagi?</p>
<p>Penulis menggunakan analogi lomba tebak bumbu tersebut. Jika penulis tidak dipaksa untuk mencium aroma bumbu tersebut, mungkin selamanya penulis tidak akan memiliki keberanian untuk mencium aroma tersebut.</p>
<p>Jika tidak ada paksaan, entah dari diri sendiri atau orang lain, mungkin kita akan cenderung berjalan di tempat dan <a href="https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/">bertahan di zona nyaman</a>.</p>
<p>Memaksa diri sendiri ini juga bisa menjadi cara yang mujarab untuk <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/saya-ini-pemalas/">mengusir rasa malas</a>, dengan memaksa diri agar tidak malas dan melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat.</p>
<p>Begitu pun dalam beribadah. Dalam salah satu ceramah agama yang pernah penulis tonton, jika kita merasa malas sholat paksa saja. Lama kelamaan kita akan menjadi terbiasa dan tidak lagi merasa terpaksa.</p>
<p>Kita harus bisa memaksa diri sendiri (atau terkadang dipaksa orang lain) tanpa perlu merasa terpaksa demi kebaikan diri kita sendiri.</p>
<h3>Selalu Memberi Nilai Tambah</h3>
<p>Ayah penulis pernah mengajarkan bahwa di manapun kita berada, kita harus bisa memberikan nilai tambah. Bisa di lingkungan, bisa di tempat kerja.</p>
<p>Mungkin karena itulah penulis mengalokasikan waktu yang cukup banyak dalam <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">membangun Karang Taruna</a> di lingkungan tempat tinggal. Penulis ingin memberikan nilai tambah untuk tempat tinggal penulis.</p>
<p>Di tempat kerja, penulis sempat merangkap pekerjaan karena ingin memberikan nilai tambah di lingkungan kerja, yang membuat beban kerja penulis bertambah dua kali lipat.</p>
<p>Nah, nilai tambah ini tidak akan bisa kita berikan jika kita tidak memaksa diri sendiri. Secara logika, untuk apa penulis rela melakukan hal ekstra yang secara materiil tidak memberikan apa-apa?</p>
<p>Penulis memaksa diri sendiri karena percaya ada sesuatu yang tidak terlihat dan tidak muncul secara instan ketika kita memberikan nilai tambah di mana pun. Bisa sekadar pengalaman, bisa lebih dari itu.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Dengan memahami hal ini, penulis akan berusaha memaksa diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang ujung-ujungnya demi kebaikan penulis. Tentu saja, tidak dilakukan secara berlebihan.</p>
<p>Selain itu, pasti ada harga yang harus dibayar untuk hal tersebut. Akan tetapi, penulis percaya bahwa hasil yang kita dapatkan sebanding dengan usaha yang telah kita keluarkan.</p>
<p>Kadang kita memang perlu memaksa diri sendiri atau dipaksa orang lain dan lingkungan agar bisa menjadi diri yang lebih baik lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 22 September 2019, terinspirasi sebuah foto lomba 17-an pada bulan Agustus kemarin.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/kadang-memang-harus-dipaksa/">Kadang Memang Harus Dipaksa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cinta Tak Boleh Dipaksakan</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-boleh-dipaksakan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-boleh-dipaksakan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Jun 2018 02:01:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[keterpaksaan]]></category>
		<category><![CDATA[minta]]></category>
		<category><![CDATA[paksa]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[pria]]></category>
		<category><![CDATA[tulus]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=923</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Kalau dipaksakan, namanya bukan cinta, tapi minta.&#8221; Gara-gara tamat membaca komik Nisekoi yang berjumlah 229 chapter, penulis jadi banyak merenungi kembali hakikat cinta. Apa itu cinta, kepada siapa ia layak diberikan, dan pertanyaan lainnya sering menjadi bahan pemikiran menjelang tidur. Salah satu yang mengganjal di pikiran penulis adalah cinta yang dipaksakan. Contohnya, ketika kita dipaksa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-boleh-dipaksakan/">Cinta Tak Boleh Dipaksakan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Kalau dipaksakan, namanya bukan cinta, tapi minta.&#8221;</em></p>
<p>Gara-gara tamat membaca komik Nisekoi yang berjumlah 229 chapter, penulis jadi banyak merenungi kembali hakikat cinta. Apa itu cinta, kepada siapa ia layak diberikan, dan pertanyaan lainnya sering menjadi bahan pemikiran menjelang tidur.</p>
<p>Salah satu yang mengganjal di pikiran penulis adalah cinta yang dipaksakan. Contohnya, ketika kita dipaksa oleh pihak keluarga untuk menikahi calon yang telah mereka pilihkan. Latar belakang keluarga yang bersahaja bisa menjadi salah satu faktornya.</p>
<p>Apakah yang demikian selalu disebut pemaksaan? Belum tentu. Bisa jadi kita merasa srek dengan calon yang dipilihkan dan sama sekali tidak merasa dipaksakan oleh orangtua.</p>
<p>Yang namanya dipaksakan, berarti membutukan pihak yang merasa terpaksa. Entah salah satu atau malah kedua-duanya. Hubungan yang dipaksakan jarang sekali yang langgeng. Kalaupun langgeng, belum tentu mereka bahagia menjalani kehidupan yang seperti demikian.</p>
<p>Selain dari faktor eksternal, seperti contoh orangtua di atas, ada pula faktor internal yang dapat menimbulkan keterpaksaan dalam hubungan. Contoh, karena rasa iba ketika melihat seseorang jomblo mulai lahir menyatakan perasaannya, membuat kita terpaksa menerimanya. Atau contoh lain, karena butuh uang kita terpaksa menikah dengan kakek-kakek kaya.</p>
<p>Alasan-alasan yang menyebabkan keterpaksaan ini, apabila telah hilang, membuat hubungan pun akan terasa hampa. Bagaimana tidak, kita sudah tidak memiliki lagi alasan untuk membalas perasaan orang tersebut. Yang ada, hanya akan saling menyakiti diri satu sama lain.</p>
<p>Cinta memiliki keterkaitan yang erat dengan ketulusan. Penulis meyakini bahwa dalam mencintai seseorang, terutama lawan jenis, kita harus mencintainya karena Tuhan. Kita mencintainya karena ingin menjalankan perintah-Nya, menyempurnakan agama. Dengan niat yang demikian, insyaAllah ketulusan akan hadir dalam hubungan kita.</p>
<p>Oleh karena itu, cinta tak dapat dipaksakan. Ia mengalir begitu saja karena cinta hadir berkat petunjuk-Nya bagi yang meyakini. Cinta tak pernah dan tak akan hadir karena keterpaksaan. Ia bukan benda mati yang dapat diminta begitu saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 26 Juni 2018, terinspirasi setelah membaca komik Nisekoi</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.huffingtonpost.com/alicia-armeli-msed-msn-rdn-chlc/relief-for-depression-the_b_9595340.html">https://www.huffingtonpost.com/alicia-armeli-msed-msn-rdn-chlc/relief-for-depression-the_b_9595340.html</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-boleh-dipaksakan/">Cinta Tak Boleh Dipaksakan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-boleh-dipaksakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
