<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pemimpin Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/pemimpin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/pemimpin/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:30:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>pemimpin Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/pemimpin/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemimpin Boneka ala Mizukage Keempat</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2023 16:49:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[boneka]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[Mizukage]]></category>
		<category><![CDATA[Naruto]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Yagura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6796</guid>

					<description><![CDATA[<p>Serial Naruto memiliki banyak karakter dengan kisah yang tragis dan memilukan. Contoh paling mudah adalah Itachi Uchiha, yang menanggung beban berat dengan membantai seluruh anggota klannya (termasuk orang tuanya) demi kepentingan desanya. Karakter utamanya, Naruto Uzumaki, juga memiliki masa lalu yang kelam di mana dirinya tinggal sebatang kara dan dimusuhi oleh semua orang karena menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat/">Pemimpin Boneka ala Mizukage Keempat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Serial <em>Naruto </em>memiliki banyak karakter dengan kisah yang tragis dan memilukan. Contoh paling mudah adalah Itachi Uchiha, yang menanggung beban berat dengan membantai seluruh anggota klannya (termasuk orang tuanya) demi kepentingan desanya.</p>



<p>Karakter utamanya, <a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">Naruto Uzumaki</a>, juga memiliki masa lalu yang kelam di mana dirinya tinggal sebatang kara dan dimusuhi oleh semua orang karena menjadi <em>jinchuriki </em>(wadah) dari monster yang menyerang desa Konoha, Kyuubi.</p>



<p>Namun, Penulis menemukan ada satu tokoh yang kehidupannya juga lumayan tragis, tapi jarang disorot karena memang di manga hanya muncul sebentar. Ia adalah <strong>Yagura Karatachi</strong>, <strong>Mizukage Keempat Kirigakure</strong>.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Kehidupan Awal Yagura Sebagai Seorang Jinchuriki</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6800" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-1.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Saat Berhadapan dengan Itachi (<a href="https://naruto.fandom.com/wiki/Yagura_Karatachi">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Seperti banyak <em>jinchuriki </em>lainnya, Yagura juga terpilih sejak usia muda. Setelah kematian Rin Nohara di tangan Kakashi, Kirigakure berhasil memiliki Sanbi atau Ekor Tiga, yang di manga kita pernah melihatnya dikalahkan oleh Deidara dan Tobi (Obito). </p>



<p>Berdasarkan cerita dari Zabuza Momochi, kita mengetahui kalau Kirigakure menerapkan sistem yang kejam pada sistem akademinya, di mana mereka harus saling membunuh satu sama lain agar bisa lulus. Itulah yang juga terjadi pada Yagura.</p>



<p>Yagura adalah <em>shinobi </em>yang berbakat, bahkan ia bisa mengendalikan <em>bijuu </em>yang disegel di dalam dirinya dan mampu menggunakan kekuatannya dengan kendali penuh. Ini jarang yang terjadi, bahkan Gaara ketika berhadapan dengan Naruto harus menghilangkan kesadarannya.</p>



<p>Dengan kemampuannya tersebut, tak heran jika ia berhasil menjadi Mizukage Keempat di Kirigakure. Ia memiliki misi mulia untuk mengubah citra kejam desanya dan menyatukan pulau-pulau yang ada di Negeri Air. </p>



<p>Ia juga berhasil menangkap bahkan membunuh <em>shinobi </em>jahat seperti Juzo dari Akatsuki, bahkan sempat menyudutkan Itachi. Dalam pertarungan, Yagura termasuk tipe yang <em>straight to the point </em>dan tak segan untuk membunuh lawannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Niat Merevolusi, Malah Jadi Boneka</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6799" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dikendalikan oleh Obito (<a href="https://id.pinterest.com/pin/523191681682370260/">Pinterest</a>)</figcaption></figure>



<p>Sayangnya, revolusinya tersebut terhenti ketika ia bertemu dengan anggota Akatsuki lainnya, termasuk Obito Uchiha yang saat itu mengaku sebagai Madara Uchiha. Yagura pun dikendalikan oleh Obito menggunakan <em>genjutsu </em>dan menjadikannya sebagai boneka.</p>



<p>Alhasil, Obito pun secara tidak resmi memimpin Kirigakure dengan tubuh Yagura. Revolusi yang dicanangkan Yagura dihapuskan, dan kebijakan-kebijakan kejam kembali diberlakukan di desa tersebut. </p>



<p>Di bawah pengaruh Obito, Yagura justru jadi diingat karena mengeksploitasi uang dari kaum lemah dan tidak menerima adanya perbedaan pendapat (baca: otoriter). Istilah &#8220;Bloddy Mist&#8221; pun menjadi populer dan tersebar ke seluruh negara dan desa.</p>



<p>Obito juga membubarkan Tujuh Pendekar Ninja dari desa Kabut, yang membuat Zabuza melakukan kudeta yang sayangnya bisa digagalkan. Zabuza pun berhasil kabur, dan ditakdirkan untuk menjadi lawan pertama Naruto dan tim 7.</p>



<p>Selain sistem akademi yang telah disebutkan di atas, Obito juga mengeluarkan kebijakan untuk membantai siapapun yang membelot. Kisame Hoshikagi sangat mematuhi kebijakan ini, sehingga ia membunuh semua rekan timnya yang membelot. </p>



<p>Obito sangat memuji tindakan Kisame ini, hingga akhirnya ia menunjukkan jati dirinya. Kisame yang begitu terkesima melihat sosok di balik pemimpin boneka tersebut pun langsung bergabung dengan Akatsuki dan menjadi salah satu anggota yang paling loyal</p>



<h2 class="wp-block-heading">Akhir Hidup Yagura</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-3-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6798" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-3-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-3-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-3-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat-3.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Yagura Saat Dibangkitkan di Perang Dunia Ninja Keempat (<a href="https://naruto.fandom.com/wiki/Yagura_Karatachi">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Berbagai kebijakan kejam yang keluar di era kepemimpinan Yagura membuat penduduk desa membuat kesimpulan kalau ada sosok yang memengaruhinya. Setelah bertahun-tahun dikuasai oleh Akatsuki, ia akhirnya terbebas dari <em>genjutsu </em>Obito setelah Ao menggunakan mata Byakugan-nya.</p>



<p>Sayangnya, efek <em>genjutsu </em>yang terlalu lama ternyata berdampak buruk bagi Yagura. Begitu terbebas, ia langsung merenggang nyawa. Ada juga kemungkinan karena Ekor Tiga diambil dari tubuhnya. Yang jelas, kematiannya terjadi tak lama sebelum ujian <em>chunin </em>gabungan di desa Konoha dimulai.</p>



<p>Namun, Yagura berhasil menyadarkan penduduk Kirigakure untuk meninggalkan segala legasi buruk dari pemimpin sebelumnya. Mizukage Kelima, Mei Terumi, menjadi sosok pertama yang berusaha melanjutkan usaha Yagura dan bisa dianggap lumayan berhasil. </p>



<p>Yagura memiliki seorang cucu bernama Kagura, yang menjadi penasehat Mizukage Keenam, Chojuro, di serial <em>Boruto</em>. Sayangnya, sisi kelam Yagura masih begitu menempel pada penduduk desa, sehingga Kagura kerap menerima kebencian atas apa yang tidak dilakukan oleh kakeknya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Kehidupan kelam yang harus dialami Yagura hingga harus menjadi pemimpin boneka memang tragis. Niat baiknya terhalang oleh kemunculan sosok yang ingin mengendalikan Kirigakure dengan tangan besi demi keuntungannya sendiri.</p>



<p>Citra Yagura pun menjadi buruk hingga akhir hayatnya, bahkan dampaknya hingga dirasakan oleh anak cucunya. Mungkin, tak semua penduduk desa mengetahui kisah sebenarnya, atau memang memilih untuk tidak peduli karena kebencian yang begitu kuat terhadap Kagura.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 23 Agustus 2023, setelah membaca artikel mengenai tragisnya kehidupan seorang Mizukage Keempat </p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://naruto.fandom.com/wiki/Yagura_Karatachi">Fandom</a></p>



<p>Sumber Artikel: <a href="https://gamerant.com/naruto-the-tragic-life-of-the-fourth-mizukage/">GameRant</a>, <a href="https://naruto.fandom.com/wiki/Yagura_Karatachi">Fandom</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat/">Pemimpin Boneka ala Mizukage Keempat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/pemimpin-boneka-ala-mizukage-keempat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Negara Demokrasi?</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/negara-demokrasi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/negara-demokrasi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2021 11:55:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kritik]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[oligarki]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4272</guid>

					<description><![CDATA[<p>Serius tanya, benarkan negara kita benar-benar menganut bentuk pemerintahan demokrasi? Yakin bukan bentuk pemerintahan yang lain? Penulis bukan orang yang paham dengan dunia politik. Isme-isme yang ada di dunia pun tidak hafal. Membedakan sosialisme dan komunisme saja tidak bisa. Walaupun begitu sebagai orang awam, Penulis benar-benar bertanya, apakah benar Indonesia adalah negara yang menganut demokrasi? [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/negara-demokrasi/">Negara Demokrasi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Serius tanya, benarkan negara kita benar-benar menganut bentuk pemerintahan <strong>demokrasi</strong>? Yakin bukan bentuk pemerintahan yang lain?</p>
<p>Penulis bukan orang yang paham dengan dunia politik. Isme-isme yang ada di dunia pun tidak hafal. Membedakan sosialisme dan komunisme saja tidak bisa.</p>
<p>Walaupun begitu sebagai orang awam, Penulis benar-benar bertanya, apakah benar Indonesia adalah negara yang menganut demokrasi?</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Kalau dari sumber-sumber yang Penulis baca, demokrasi adalah bentuk pemerintahan <strong>di mana semua rakyatnya mendapatkan hak yang sama untuk menentukan hidupnya</strong>.</p>
<p>Pasti ada penjelasan yang lebih <em>njelimet </em>lagi, tapi orang awam seperti Penulis menganggap praktik demokrasi yang paling mudah dipahami adalah Pemilu.</p>
<p>Beda sama eranya Pak Harto yang penuh tekanan, sekarang semua rakyat yang memenuhi syarat<strong> bisa menentukan siapa wakil mereka di parlemen</strong>.</p>
<p>Mau profesor mau pengangguran, suaranya sama. Kita semua bisa memilih wakil yang dianggap terbaik, tapi nama-namanya disodorkan sama partai politik.</p>
<p>Masalahnya,<strong> apa benar mereka benar-benar mewakili rakyatnya</strong>? Apakah mereka lebih mementingkan kepentingan kelompok alias partainya?</p>
<p>Apa jangan-jangan mereka mendahulukan kepentingan orang-orang yang ada di balik layar, yang diam-diam mengendalikan negara ini seperti Willy Tybur mengendalikan Marley?</p>
<p>Konspirasi oh konspirasi!</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Harapannya dengan sistem demokrasi, kita bisa dapat pemimpin yang terbaik kan? Yang pilihan rakyat, yang benar-benar memikirkan kebutuhan rakyatnya dibandingkan perutnya sendiri.</p>
<p>Sistem demokrasi seharunya membuat siapapun berkesempatan untuk berbakti kepada negaranya, menjadi pemimpin yang amanah dan dicintai rakyatnya.</p>
<p>Tapi kalau lihat televisi dan berita, kok kayaknya <strong>yang mimpin negara ini ya orang-orang yang itu-itu saja ya</strong>? Malah ada orang dari orde baru yang masih eksis hingga saat ini.</p>
<p>Kok kayaknya negara ini <strong>dikuasai sama kelompok yang itu-itu saja ya</strong>? Itu yang keliatan di layar kaca, yang di balik layar pasti ada lebih banyak.</p>
<p>Kalau negara ini dikuasai kelompok yang itu-itu saja, bukankah lebih cocok kalau negara ini disebut sebagai <strong>negara oligarki</strong>?</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Buat yang belum tahu, gampangnya oligarki itu<strong> bentuk pemerintahan yang negaranya dikuasai oleh kelompok elit tertentu</strong>. Bisa dari pihak partai, militer, orang yang berduit, dan sebagainya.</p>
<p><em>Terdengar familiar, kan?</em></p>
<p>Sekarang  kalau bapak atau ibunya pejabat, bisa saja anaknya bakal jadi penerus mereka. Enggak percaya? Anak dan mantu presiden yang sekarang berhasil jadi walikota.</p>
<p>Itu yang sering disorot sama media, yang jarang disorot? Lebih banyak lagi! Kayaknya hampir di semua daerah mengalami problematika yang sama.</p>
<p>Mau memunculkan diri sendiri atau orang lain yang dianggap mampu memimpin, hampir<strong><a href="https://whathefan.com/politik/andai-partai-politik-dibiayai-oleh-negara/"> enggak mungkin kalau enggak punya duit</a> dan dukungan partai politik</strong>!</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Demokrasi identik dengan<strong> kebebasan berpendapat</strong>. Apakah di sini seperti itu? Rasanya belum, buktinya banyak yang terjerat UU ITE kalau berseberangan!</p>
<p>Kalau kita <em>ngata-ngatain </em>presiden seperti rakyat Amerika Serikat mengolok-olok Trump, hampir bisa dipastikan kita akan berakhir di balik jeruji.</p>
<p>Jadi coba direnungkan lagi, <strong><em>apa benar negara kita negara demokrasi?</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 15 Januari 2021, terinspirasi dari para &#8220;pemimpin&#8221; di televisi yang kayaknya itu-itu saja orangnya</p>
<p>Foto:</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/negara-demokrasi/">Negara Demokrasi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/negara-demokrasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinasti Politik Ala Naruto</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/dinasti-politik-ala-naruto/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Feb 2020 09:21:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[dinasti]]></category>
		<category><![CDATA[Hokage]]></category>
		<category><![CDATA[Konoha]]></category>
		<category><![CDATA[Naruto]]></category>
		<category><![CDATA[ninja]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3494</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu terakhir ini, sempat diributkan mengenai dinasti politik karena anak dan menantu presiden dikabarkan akan bergabung dalam kancah politik. Sebenarnya hal ini bukan hal baru, mengingat sebelumnya sudah banyak contoh yang terjadi. Tidak hanya di pusat, di daerah pun seperti itu. Setelah dua periode, istrinya yang maju. Nanti kalau sudah habis, ganti siapanya lagi. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/dinasti-politik-ala-naruto/">Dinasti Politik Ala Naruto</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu terakhir ini, sempat diributkan mengenai dinasti politik karena anak dan menantu presiden dikabarkan akan bergabung dalam kancah politik.</p>
<p>Sebenarnya hal ini bukan hal baru, mengingat sebelumnya sudah banyak contoh yang terjadi. Tidak hanya di pusat, di daerah pun seperti itu. Setelah dua periode, istrinya yang maju. Nanti kalau sudah habis, ganti siapanya lagi.</p>
<p>Dinasti politik memang memiliki beberapa kerawanan, seperti melemahnya penegakan hukum yang menyeret anggota keluarga elit hingga menimbulkan iklim politik yang tidak sehat.</p>
<p>Walaupun begitu, ternyata praktik dinasti politik jauh lebih parah di serial anime terkenal, Naruto!</p>
<h3>Sistem Pemerintahan di Naruto</h3>
<p>Penulis tidak benar-benar tahu seperti apa sistem pemerintahan yang dianut oleh negara-negara di anime Naruto. Setahu Penulis, setiap negara hanya memiliki satu desa.</p>
<p><div id="attachment_3506" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3506" class="size-large wp-image-3506" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-0-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-0-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-0-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-0-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-0.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3506" class="wp-caption-text">Daimyo dan Para Dewan (<a class="ZsbmCf" tabindex="0" role="button" href="https://naruto.fandom.com/wiki/Fire_Daimy%C5%8D_%28Part_I-II%29" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-ved="0CAMQjB1qFwoTCJiXl_Hd1ecCFQAAAAAdAAAAABAJ" aria-label="Kunjungi Narutopedia - Fandom"><span class="pM4Snf">Narutopedia &#8211; Fandom</span></a>)</p></div></p>
<p>Negara dipimpin oleh <em><strong>Daimyo</strong>, </em>sedangkan desa dipimpin oleh para <strong><em>Kage</em></strong>. <em>Daimyo </em>dan Dewan Ninja (entah apa istilah sebenarnya) berhak memilih <em>Kage </em>yang dikehendaki untuk memimpin desa.</p>
<p>Setiap <em>Kage </em>ini memiliki otoritas yang tidak terlalu terikat dengan <em>Daimyo</em>. Mungkin mirip dengan sistem parlementer, di mana <em>Daimyo </em>hanya sebagai simbol dan <em>Kage </em>sebagai pelaksana.</p>
<p>Contohnya adalah <strong>Negara Api</strong> tempat Naruto tinggal. Di sana, ada sebuah desa bernama <em><strong>Konohagakure</strong></em>. Nah, desa Konohagakure ini dipimpin oleh seorang <em><strong>Hokage</strong></em>.</p>
<h3>Para Hokage Desa Konohagakure</h3>
<p>Desa Konoha berdiri setelah peperangan antara klan Senju dan Uchiha berakhir. Pemimpin klan Senju, <strong>Hashirama Senju</strong>, dipilih untuk menjadi hokage yang pertama.</p>
<p><div id="attachment_3503" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3503" class="size-large wp-image-3503" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3503" class="wp-caption-text">Hashirama Senju &#8211; Hokage Pertama (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://vandelordo.wordpress.com/2017/10/21/hashirama-senju/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiRz5772tXnAhU66XMBHWR9B_EQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">hashirama senju &#8211; WordPress.com</span></a>)</p></div></p>
<p>Setelah Hashirama lengser tanpa dijelaskan penyebabnya (mungkin karena sakit), adiknya <strong>Tobirama Senju</strong> yang diangkat untuk menggantikan posisinya.</p>
<p><div id="attachment_3504" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3504" class="size-large wp-image-3504" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-2-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-2-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-2-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-2-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-2.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3504" class="wp-caption-text">Tobirama Senju &#8211; Hokage Kedua (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://naruto.fandom.com/id/wiki/Tobirama_Senju" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjw_v_62tXnAhXi6nMBHTTkBPYQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Narutopedia &#8211; Fandom</span></a>)</p></div></p>
<p>Tobirama sendiri dikabarkan tewas ketika Perang Dunia Ninja yang pertama. Sebelumnya, ia telah menunjuk muridnya sendiri, <strong>Hiruzen Sarutobi</strong>, untuk menjadi penggantinya.</p>
<p>(Mungkin seperti Tobirama memberikan rekomendasi agar Hiruzen menjadi Hokage, lantas rekomendasi tersebut disetujui oleh pemimpin negara api)</p>
<p><div id="attachment_3505" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3505" class="size-large wp-image-3505" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-3-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-3-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-3-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-3-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-3.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3505" class="wp-caption-text">Hiruzen Sarutobi &#8211; Hokage Ketiga (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://naruto.fandom.com/id/wiki/Hiruzen_Sarutobi" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjF5Yz72tXnAhUTgOYKHdINBSMQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Narutopedia &#8211; Fandom</span></a>)</p></div></p>
<p>Sarutobi atau <em>Sandaime </em>memimpin cukup lama. Ia sempat ingin mengangkat muridnya, <strong>Orochimaru</strong>, menjadi Hokage selanjutnya. Sayang, Hiruzen mengetahui kalau Orochimaru memiliki ambisi jahat sehingga membatalkan niat tersebut.</p>
<p>Pada akhirnya, Sarutobi digantikan oleh <strong>Namikaze Minato</strong> yang merupakan murid dari <strong>Jiraiya</strong>. Seperti yang sudah banyak diketahui, Jiraiya merupakan murid dari Sarutobi juga. Jadi, yang menggantikannya adalah murid dari muridnya.</p>
<p><div id="attachment_3502" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3502" class="size-large wp-image-3502" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3502" class="wp-caption-text">Namikaze Minato &#8211; Hokage Keempat (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://image-space-rare.blogspot.com/2012/05/naruto-minato-wallpaper-actress.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjsvbm829XnAhUFIbcAHXivBZQQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Image Space Rare</span></a>)</p></div></p>
<p>Masa jabatan Minato tidak lama karena desa diserang oleh siluman berekor sembilan. Jabatan Hokage pun kembali ke Sarutobi untuk waktu yang cukup lama.</p>
<p>Sarutobi pada akhirnya benar-benar pensiun karena tewas setelah menyegel muridnya sendiri, Orochimaru, yang meninvasi desa. Penggantinya adalah muridnya yang lain, <strong>Tsunade</strong>.</p>
<p><div id="attachment_3498" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3498" class="size-large wp-image-3498" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-5-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-5-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-5-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-5-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-5.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3498" class="wp-caption-text">Tsunade &#8211; Hokage Kelima (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.planetminecraft.com/skin/tsunade-senju-2/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiEiuTX29XnAhUu7nMBHYwFCvwQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Planet Minecraft</span></a>)</p></div></p>
<p>Bukan hanya murid Sarutobi, Tsunade juga merupakan cucu dari Hashirama sang Hokage Pertama. Sebagai Hokage wanita pertama di desa, ia memimpin desanya di Perang Dunia Ninja Keempat melawan organisasi Akatsuki.</p>
<p>Setelah perang berakhir, Tsunade meletakkan jabatan dan digantikan oleh <strong>Kakashi Hatake </strong>yang merupakan murid dari Minato sang Hokage Keempat.</p>
<p><div id="attachment_3499" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3499" class="size-large wp-image-3499" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-6-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-6-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-6-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-6-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-6.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3499" class="wp-caption-text">Kakashi Hatake &#8211; Hokage Keenam (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.youtube.com/watch?v=kyfXmEZc4n8" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwijvL372tXnAhXFV3wKHc0vCdMQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">YouTube</span></a>)</p></div></p>
<p>Hokage yang sedang menjabat sekarang adalah <strong>Naruto Uzumaki </strong>yang merupakan murid dari Kakashi sekaligus anak dari Minato. Dengan demikian, dari Hokage Pertama hingga Ketujuh selalu memiliki hubungan keluarga ataupun guru-murid.</p>
<p><div id="attachment_3500" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3500" class="size-large wp-image-3500" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-7-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-7-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-7-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-7-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-7.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3500" class="wp-caption-text">Naruto Uzumaki &#8211; Hokage Ketujuh (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.cbr.com/naruto-ninja-8th-hokage/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjOwYz72tXnAhUl6XMBHSCVAnYQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">CBR</span></a>)</p></div></p>
<p>Sebagai tambahan, <strong>Danzo Shimura</strong> yang sempat menjadi Hokage sementara juga merupakan murid dari Tobirama Senju. Ah, dinasti politik <em>everywhere.</em></p>
<p>Bagaimana dengan desa lain? Penulis belum melakukan riset, tapi sepertinya kurang lebih sama. Kalau bukan hubungan keluarga, ya hubungan guru dan murid. Sangat jarang yang berasal dari kalangan sipil.</p>
<p><div id="attachment_3501" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3501" class="size-large wp-image-3501" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-8-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-8-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-8-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-8-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/dinasti-politik-ala-8.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3501" class="wp-caption-text">Gaara, Salah Satu Kazekage Terlama (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://naruto.fandom.com/wiki/Kazekage" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiL3pv-2tXnAhXr_XMBHXPCB00QjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Narutopedia &#8211; Fandom</span></a>)</p></div></p>
<p>Salah satu yang paling terlihat adalah <strong>Gaara </strong>dari <strong>Sunagakure</strong>. Ia merupakan anak dari Kazekage Keempat dan menjabat sejak usia belasan tahun. Ketika Konoha telah berganti Hokage hingga tiga kali, Suna masih dipimpin oleh orang yang sama.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Sebagai desa ninja, maka yang menjadi pemimpin sudah seharusnya seorang ninja terbaik. Biasanya, ninja terbaik dihasilkan oleh guru terbaik. Itulah mungkin yang menjadi salah satu alasan mengapa dinasti politik sangat kental di anime Naruto.</p>
<p>Selain itu, masa jabatan seorang Kage juga tidak memiliki batasan, berbeda dengan sistem demokrasi yang banyak dianut di dunia nyata. Oleh karena itu, tak heran jika Sarutobi ataupun Gaara bisa memimpin dalam jangka waktu yang teramat panjang.</p>
<p>Kabar baiknya, dinasti politik di Konoha bisa terputus karena anak Naruto, <strong>Boruto Uzumaki</strong>, tidak berminat untuk menjadi seorang Hokage. Justru anak dari Sasuke dan Sakura, <strong>Sarada Uchiha</strong>, yang memiliki ambisi tersebut.</p>
<p><em>Tunggu dulu, bukannya Sasuke merupakan murid dari Kakashi? Jadi masih ada hubungannya, dong?</em></p>
<p>Nampaknya dinasti politik di Naruto akan tetap berlangsung, sama seperti yang terjadi di negara kita tercinta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 16 Februari 2020, terinspirasi ketika menyadari semua Hokage memiliki benang merah yang sama.</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwiupc2mzdXnAhWNe30KHYtlBlUQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.reddit.com%2Fr%2FNaruto%2Fcomments%2F7xgo71%2Fhokages_lineart_i_did%2F&amp;psig=AOvVaw2AWGpLnBbAkp2X_n7cBdVK&amp;ust=1581926425064849">Reddit</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://gigihuzaman.wordpress.com/2011/06/14/konsep-negara-negara-dalam-dunia-naruto/">Gigihuzaman WordPress</a>, <a href="https://www.quora.com/Why-was-Kakashi-Hatake-only-Hokage-for-such-a-short-amount-of-time">Quora</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/dinasti-politik-ala-naruto/">Dinasti Politik Ala Naruto</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apapun yang Mereka Lakukan, Salah</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/apapun-yang-mereka-lakukan-salah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jul 2019 16:13:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Basuki Tjahaja Purnama]]></category>
		<category><![CDATA[benci]]></category>
		<category><![CDATA[Joko Widodo]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[obyektif]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[salah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2562</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun kadang merasa muak, penulis masih mengikuti perkembangan politik di tanah air. Penulis tidak ingin menjadi seorang apatis yang benar-benar tidak peduli dengan kondisi bangsanya. Yang sedang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini adalah gubernur Jakarta, Anies Baswedan. Berbagai tindak-tanduknya akhir-akhir ini benar-benar disorot oleh media. Karena berita seputar pilpres telah basi? Bisa jadi. Mulai dari dibongkarnya karya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/apapun-yang-mereka-lakukan-salah/">Apapun yang Mereka Lakukan, Salah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun kadang merasa muak, penulis masih mengikuti perkembangan politik di tanah air. Penulis tidak ingin <a href="https://whathefan.com/karakter/bahaya-mager-dan-apatis/">menjadi seorang apatis</a> yang benar-benar tidak peduli dengan kondisi bangsanya.</p>
<p>Yang sedang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini adalah gubernur Jakarta, <strong>Anies Baswedan</strong>. Berbagai tindak-tanduknya akhir-akhir ini benar-benar disorot oleh media. Karena berita seputar pilpres telah basi? Bisa jadi.</p>
<p>Mulai dari dibongkarnya karya seni bambu, seringnya kunjungan ke luar negeri, hingga pemberian lidah buaya untuk penanganan polusi benar-benar jadi sasaran empuk bagi orang-orang yang kurang menyukainya.</p>
<p>Penulis di sini tidak berada di posisi membela beliau, meskipun penulis sudah membaca hampir semua klarifikasinya dari berbagai sumber. Penulis ingin menekankan kepada sikap netizen yang <strong><em>apapun yang ia lakukan, salah</em></strong>.</p>
<h3>Selalu Salah</h3>
<p><div id="attachment_2566" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2566" class="size-large wp-image-2566" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2566" class="wp-caption-text">Anies dan Jokowi (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.medcom.id/nasional/metro/MkMMeeRk-anies-dapat-dukungan-jokowi-soal-bukit-duri" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwijzoi6tcvjAhXUdCsKHevdAOAQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Medcom.id</span></a>)</p></div></p>
<p>Hal yang sama juga pernah (dan masih) terjadi pada presiden terpilih untuk periode 2019-2024, <strong>Joko Widodo </strong>(Jokowi). Beliau juga mengalami hal yang sama, terutama ketika masa pemilihan presiden sedang panas-panasnya.</p>
<p>Bagi orang yang tidak mendukung kedua orang tersebut (secara otomatis, mendukung lawan politik mereka), kesalahan apapun yang dilakukan oleh mereka adalah sebuah kesalahan fatal yang tidak bisa dimaafkan.</p>
<p>Biasanya, ketika sedang mencaci di kolom komentar media sosial, mereka akan mengiringi komentar mereka dengan hinaan yang sama sekali tidak konstektual.</p>
<p>Misalnya, Anies disebut sebagai gubernur terpilih yang bisa menang dengan jualan ayat dan mayat. Jokowi terkadang bisa lebih parah lagi caci makinya, walaupun akhir-akhir ini tidak ada yang berani karena banyaknya orang yang telah tertangkap.</p>
<p>Sebaliknya, ketika yang bersangkutan mendapatkan penghargaan, para pembenci ini bungkam seolah-olah pura-pura tidak tahu. Mungkin mereka juga terlalu malas untuk mencari tahu, karena untuk apa mencari prestasi orang yang dibenci?</p>
<p>Yang paling gregetan adalah ketika muncul pertanyaan <em>emang si ono prestasinya apa selama ini</em>? Astaga, sekarang internet ada di mana-mana, hal seperti itu dapat dicari secara cepat! Kita saja yang terlalu <em>mager </em>untuk melakukannya.</p>
<p>Hal ini bisa terjadi karena terlalu kuatnya <a href="https://whathefan.com/politik/akar-fanatisme-membabi-buta/">fanatisme membabi buta</a> di masyarakat. Ini tidak sehat untuk iklim demokrasi kita. Sebagai rakyat, kita seharusnya bisa memandang <a href="https://whathefan.com/politik/ketika-demokrasi-menjadi-subyektif/">segala sesuatu dengan obyektif</a>. Penulis mengakui, hal tersebut susah luar biasa.</p>
<h3>Selalu Dibandingkan</h3>
<p><div id="attachment_2564" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2564" class="size-large wp-image-2564" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2564" class="wp-caption-text">Anies dan Ahok (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwjjz97ktcvjAhWNA3IKHakTBtIQjB16BAgBEAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fberitagar.id%2Fartikel%2Fberita%2Fkacamata-media-internasional-lihat-kejayaan-anies-sandi&amp;psig=AOvVaw1dSi7yC8JLzrkvrZkaUJZo&amp;ust=1563984307258639" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjjz97ktcvjAhWNA3IKHakTBtIQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Beritagar</span></a>)</p></div></p>
<p>Hal lain yang tak kalah meresahkan adalah adanya pembandingan antara pemimpin yang sekarang dibandingkan dengan periode sebelumnya. Mungkin Jokowi tidak terlalu terlihat, namun penulis merasakan Anies menerimanya secara deras.</p>
<p>Sebenarnya hal ini wajar mengingat gubernur sebelum Anies, <strong>Basuki Tjahaja Purnama </strong>(BTP), merupakan salah satu <em>public darling </em>sebelum terkena kasus penistaan agama.</p>
<p>Meskipun umpatan kasar sering keluar dari mulutnya, BTP bagi sebagian orang dianggap mampu memimpin Jakarta dengan lebih baik. Hasilnya, apapaun yang dikerjakan oleh Anies akan selalu dibandingkan dengan kerja BTP.</p>
<p>Sebenarnya, kita pun akan merasa risih bukan jika terus dibanding-bandingkan dengan orang lain? Akan tetapi, itulah risiko menjadi seorang <em>public figure</em>, apalagi seorang pemimpin daerah.</p>
<p>Tentu Anies punya karakter, sikap, dan kebijaksanaan yang berbeda dari gubernur sebelumnya. Mungkin ada yang puas, ada juga yang merasa Jakarta sedang mengalami kemunduran. Mana yang benar, penulis serahkan ke pembaca sekalian.</p>
<h3>Tidak Ada yang Sempurna</h3>
<p>Penulis berkali-kali menuliskan tentang kegelisahan tentang bagaimana para pendukung ini menatap idolanya sebagai sesuatu yang sempurna. Padahal, tidak ada manusia yang sempurna.</p>
<p>Jokowi dan Anies tentu pernah melakukan kesalahan-kesalahan. Mereka bukan manusia suci yang bisa lolos dari kesalahan. Jadi, ketika mereka melakukan hal yang kita anggap salah, menghina secara berlebihan juga tidak berdampak apa-apa.</p>
<p>Sebaliknya, jika mereka memang berhasil membuat prestasi, jangan segan untuk memberikan pujian. Tentu, dengan tidak berlebihan juga. Kita menuntut media agar berimbang, kita pun harus melakukan hal yang sama.</p>
<p>Bicara tentang media, mereka punya peranan besar dalam masalah ini. Sebagai wadah informasi, media dituntut agar bisa menyampaikan berita secara berimbang. Jangan sampai berat sebelah hingga menyudutkan salah satu pihak.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Membuat masyarakat bisa menilai segala sesuatu dengan obyektif seperti harapan penulis adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Penulis tidak memiliki kemampuan yang bisa meyakinkan massa dengan jumlah masif.</p>
<p>Akan tetapi, tidak berarti penulis berputus asa. Walaupun tidak bisa mengendalikan opini publik, setidaknya penulis menuliskan ajakan untuk melakukan hal tersebut. Hanya ini yang penulis mampu lakukan sebagai warga negara.</p>
<p>Jika memang ada kebijakan yang dirasa kurang tepat bahkan menyengsarakan banyak orang, sampaikan dengan baik. Jika ingin menuntut, aspirasikan sesuai dengan ketentuan hukum. Jangan hanya marah-marah di kolom komentar, tidak menyelesaikan apapun.</p>
<p>Ke depannya, penulis berharap <a href="https://whathefan.com/politik/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/">kedewasaan berpolitik masyarakat Indonesia</a> bisa lebih berkembang dan lebih baik lagi. Jangan sampai kebencian membuat kita buta terhadap kebaikan seseorang, lebih-lebih kepada pemimpin yang terpilih secara konstitusional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 23 Juli 2019, terinspirasi setelah membaca beberapa berita politik yang sedang hangat</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.kompasiana.com/ajun/5ceb95c23ba7f74cd6268194/jokowi-sedang-menyindir-anies-baswedan" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjXw9_ercvjAhXLwI8KHSUQD54QjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Kompasiana.com</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/apapun-yang-mereka-lakukan-salah/">Apapun yang Mereka Lakukan, Salah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antara Manchester United dan Venezuela</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/antara-manchester-united-dan-venezuela/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2019 15:37:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[krisis]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[pelatih]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[Venezuela]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2387</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai seorang fans Manchester United, tahun ini merupakan tahun yang berat. Hampir ada saja bahan perundungan yang bisa disasarkan ke penulis, terutama oleh sesama penggemar bola namun berbeda klub. Apalagi melihat berbagai prestasi yang diraih oleh sesama klub Inggris lainnya. Liverpool dan Tottenham lolos ke final liga Champion, Chelsea dan Arsenal lolos ke final liga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/antara-manchester-united-dan-venezuela/">Antara Manchester United dan Venezuela</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai seorang fans <strong>Manchester United</strong>, tahun ini merupakan tahun yang berat. Hampir ada saja bahan perundungan yang bisa disasarkan ke penulis, terutama oleh sesama penggemar bola namun berbeda klub.</p>
<p>Apalagi melihat berbagai prestasi yang diraih oleh sesama klub Inggris lainnya. <strong>Liverpool</strong> dan <strong>Tottenham</strong> lolos ke final liga Champion, <strong>Chelsea</strong> dan <strong>Arsenal</strong> lolos ke final liga Eropa.</p>
<p>Bagaimana dengan rival sekota <strong>Manchester City</strong>? Tim tersebut telah meraih dua gelar, Premiere League dan EFL Cup, dan berpeluang meraih <em>treble </em>karena telah lolos ke final FA Cup dan akan bertemu dengan Watford.</p>
<p>Di sisi lain, Manchester United hanya bisa berada di posisi enam liga Inggris, sebuah penurunan yang sebenarnya telah terjadi semenjak <strong>Sir Alex Ferguson</strong> memutuskan untuk pensiun dari dunia sepak bola.</p>
<p>Tentu ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, seperti kesalahan strategi transfer, permasalahan manajemen, tidak adanya regenerasi pemain senior, hingga tidak ada pelatih yang bisa menggantikan posisi Sir Alex.</p>
<p>Ketika penulis renungi, ternyata ada persamaan antara Manchester United dengan negara Venezuela.</p>
<h3>Menengok Venezuela</h3>
<p><div id="attachment_2391" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2391" class="wp-image-2391 size-large" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/antara-mu-dan-venezuela-1-1024x512.jpg" alt="Supporters of the Venezuelan opposition leader Juan Guaido, who many nations have recognized as the country's rightful interim ruler, take part in a rally to demand President Nicolas Maduro to allow humanitarian aid to enter the country, outside of an Air Force base in Caracas, Venezuela February 23, 2019. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins - RC1305D0E9B0" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/antara-mu-dan-venezuela-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/antara-mu-dan-venezuela-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/antara-mu-dan-venezuela-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/antara-mu-dan-venezuela-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2391" class="wp-caption-text">Krisis Venezuela (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjykqOjs6XiAhVaXSsKHXKeDp0QjB16BAgBEAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.brookings.edu%2Ftestimonies%2Fmade-by-maduro-the-humanitarian-crisis-in-venezuela-and-us-policy-responses%2F&amp;psig=AOvVaw01unBXmHTeLsn3goQXkMWc&amp;ust=1558279924760057" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjykqOjs6XiAhVaXSsKHXKeDp0QjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Brookings Institution</span></a>)</p></div></p>
<p>Penulis akan menganalogikan kasus Manchester United (MU) dengan negara <strong>Venezuela</strong>, negara yang tengah dilanda krisis luar biasa. Apakah ada persamaannya?</p>
<ul>
<li><strong>Pengganti Pelatih yang Salah Strategi</strong></li>
</ul>
<p>Kita anggap Sir Alex sebagai mantan presiden Venezuela, <strong>Hugo Chavez</strong>. Chavez menjabat sebagai presiden cukup lama, yakni 14 tahun. Chavez berhasil membuat negaranya makmur dengan berbagai kebijakannya yang cenderung kiri.</p>
<p>Setelah Chavez meninggal pada tahun 2013, posisinya digantikan oleh <strong>Nicolas Maduro</strong>. Nah, semenjak pergantian presiden inilah krisis Venezuela dimulai akibat kesalahan strategi, sama seperti yang dilakukan oleh para penerus Sir Alex di MU.</p>
<p>Mulai dari David Moyes, Ryan Giggs, Louis van Gaal, Jose Mourinho, hingga yang terbaru Ole Gunnar Solskjaer belum ada yang bisa mengembalikan performa MU seperti sedia kala.</p>
<p>Di sisi lain, Maduro belum pernah diganti lagi, walaupun ada upaya dari masyarakat Venezuela untuk melakukan kudeta yang telah digagalkan.</p>
<ul>
<li><strong>Kehabisan Sumber Daya Berkualitas</strong></li>
</ul>
<p>Salah satu sumber pemasukan Venezuela adalah minyak, yang menjadi pemasukan utama negara dengan prosentase lebih dari 90%. Lantas, produksi minyak Venezuela semakin menurun.</p>
<p>Di MU, jumlah pemain berkualitas yang dimiliki makin lama makin menurun. Setelah kehilangan pemain pilar seperti Giggs, Scholes, Evra, Vidic, hingga Ferdinand, MU seperti kehilangan kegarangannya.</p>
<p>Selain itu, pemain-pemain yang didatangkan untuk menambal lubang tersebut juga terbukti kurang efektif. Kesalahan kebijakan transfer ini seolah sama dengan kesalahan strategi ekonomi Venezuela.</p>
<ul>
<li><strong>Hutang</strong></li>
</ul>
<p>Venezuela juga terlilit hutang dan sedang tertekan karena tidak bisa membayarnya. MU? Pada tahun 2018, hutangnya mencapai  <strong>Rp9.13 triliun</strong>.</p>
<p>Bedanya, hutang yang dimiliki oleh MU masih berada di batas aman karena pemasukannya lebih besar, tidak seperti yang sedang dialami oleh Venezuela.</p>
<h3>Bisakah Manchester United Kembali Berjaya?</h3>
<p><div id="attachment_2390" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2390" class="size-large wp-image-2390" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/antara-mu-dan-venezuela-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/antara-mu-dan-venezuela-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/antara-mu-dan-venezuela-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/antara-mu-dan-venezuela-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/05/antara-mu-dan-venezuela-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2390" class="wp-caption-text">Ole Gunnar Solskjaer (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.skysports.com/football/news/11667/11721273/ole-gunnar-solskjaer-says-signings-must-fit-manchester-united-culture" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjpj52ws6XiAhWMfysKHdXaCVoQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Sky Sports</span></a>)</p></div></p>
<p>Apakah ada cara agar MU kembali seperti pada era Sir Alex? Bisa saja, penulis tetap merasa optimis dengan hal tersebut.</p>
<p>Venezuela tengah berupaya untuk mendatangkan investor dari China untuk memperbaiki perekonomian negaranya. MU bisa melakukan hal yang sama dengan mengganti pemilik klub.</p>
<p>Seandainya MU memiliki pemilik baru yang lebih loyal dalam mengeluarkan uang (mungkin dari Timur Tengah seperti rival sekota), bisa jadi MU akan semakin tangguh karena mendatangkan pemain-pemain yang berkualitas.</p>
<p>Akan tetapi, hal tersebut tentu percuma jika tidak MU dipimpin oleh pelatih yang kurang tepat. Ole sempat memperlihatkan performa yang luar biasa, sebelum mengalami penurunan yang cukup drastis di akhir musim.</p>
<p>Direksi MU nampaknya masih akan tetap mempertahankan Ole di musim depan, tergantung performa yang akan diberikan.</p>
<p>Bagaimana dengan Maduro? Dengan krisis yang menimpanya, tentu publik akan terus menyorot pekerjaannya sebagai kepala negara hingga bisa membuat Venezuela kembali kondusif.</p>
<p>Jika tetap gagal? Bisa jadi ia akan didepak secara paksa dari posisinya, entah oleh rakyat atau militer sekalipun.</p>
<p>Selain itu, mental klub pun harus ditata ulang. Kembalikan mental juara yang harusnya mengalir di nadi tiap pemain. Begitu pula dengan mental warga Venezuela. Keterpurukan yang mereka alami sekarang juga harus bisa menjadi modal utama untuk bangkit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 18 Mei 2019, terinspirasi setelah perundungan dari banyak pihak serta diskusi dengan teman kantor terkait krisis yang dialami Venezuela</p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.thesun.co.uk/sport/football/8933484/man-utd-on-worst-run-in-57-years-as-solskjaer-admits-city-are-kings-of-manchester/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload=""><span class="irc_ho" dir="ltr">The Sun</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/antara-manchester-united-dan-venezuela/">Antara Manchester United dan Venezuela</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menuhankan Pemimpin</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/menuhankan-pemimpin/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/menuhankan-pemimpin/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Oct 2018 23:00:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[lupa]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1526</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pilihan saya yang paling bisa memimpin negeri ini! Pilihan saya yang bisa menyelematkan perekonomian negara! Pemimpin saya yang paling berprestasi! Pilihan saya yang paling memperhatikan keadaan rakyatnya! Terkadang kita lupa bahwa Tuhan selalu ikut campur pada semua kejadian yang terjadi di muka bumi ini. Bahkan daun yang jatuh dari rantingnya pun tak akan terjadi tanpa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/menuhankan-pemimpin/">Menuhankan Pemimpin</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pilihan saya yang paling bisa memimpin negeri ini! Pilihan saya yang bisa menyelematkan perekonomian negara! Pemimpin saya yang paling berprestasi! Pilihan saya yang paling memperhatikan keadaan rakyatnya!</p>
<p>Terkadang kita lupa bahwa Tuhan selalu ikut campur pada semua kejadian yang terjadi di muka bumi ini. Bahkan daun yang jatuh dari rantingnya pun tak akan terjadi tanpa ijinnya, melalui hukum alam yang Ia terapkan.</p>
<p>Terkadang kita lupa bahwa <a href="http://whathefan.com/sosialpolitik/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/">para pemimpin</a> hanya merupakan perantara Tuhan yang diberi amanah. Kita lupa bahwa kehebatan mereka tak akan terjadi jika Tuhan tidak menghendakinya.</p>
<p>Terkadang kita lupa bahwa caci maki merupakan perbuatan yang tercela. Fitnah, <a href="http://whathefan.com/sosialpolitik/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/">menyebar kabar bohong</a>, merekayasa kebenaran, sesungguhnya akan mendapat balasan yang pedih nanti di akhirat.</p>
<p>Terkadang kita lupa bahwa kita manusia tak lepas dari yang namanya salah. Lantas mengapa memaksakan sudut pandang kita kepada orang lain yang berbeda pendapat?</p>
<p>Terkadang kita lupa bahwa pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang harus bisa hidup berdampingan. Mengapa sekarang kita harus <a href="http://whathefan.com/sosialpolitik/polarisasi-masyarakat/">terpisah oleh golongan-golongan</a>?</p>
<p>Terkadang kita lupa bahwa orang yang kita puja sama dengan kita, manusia biasa. Lalu mengapa kita memperlakukannya seolah mereka adalah nabi yang tak pernah salah?</p>
<p>Terkadang kita lupa bahwa manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna di antara makhluk lainnya, namun kesempurnaan sejati hanya milik-Nya. Lantas mengapa kita seolah <strong>menuhankan pemimpin pilihan</strong> kita?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 22 Oktober 2018, terinspirasi setelah membaca judul buku Cak Nun Terbaru yang berjudul Pemimpin yang &#8220;Tuhan&#8221;</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/6U5AEmQIajg?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Jehyun Sung</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/leader?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/menuhankan-pemimpin/">Menuhankan Pemimpin</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/menuhankan-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Transisi Gen X SWI</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Oct 2018 08:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[periode]]></category>
		<category><![CDATA[program kerja]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Wuni Indah]]></category>
		<category><![CDATA[tim]]></category>
		<category><![CDATA[transisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1497</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seperti yang sudah sering disebut sebelumnya, salah satu kesalahan penulis selama menjabat sebagai ketua Karang Taruna adalah seringnya menyelesaikan sendiri tugas organisasi, terutama jika kondisi mendesak. Hal ini tentu menghambat proses kaderisasi anggota. Oleh karena itu sejak awal tahun, beberapa sebelum proses pergantian ketua, penulis memutuskan untuk membentuk semacam tim transisi. Harapannya, tim transisi inilah yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/">Tim Transisi Gen X SWI</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang sudah sering disebut sebelumnya, salah satu <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/satu-kesalahan-saya-sebagai-pemimpin/">kesalahan penulis</a> selama menjabat sebagai ketua Karang Taruna adalah seringnya menyelesaikan sendiri tugas organisasi, terutama jika kondisi mendesak. Hal ini tentu menghambat proses kaderisasi anggota.</p>
<p>Oleh karena itu sejak awal tahun, beberapa sebelum proses pergantian ketua, penulis memutuskan untuk membentuk semacam tim transisi. Harapannya, tim transisi inilah yang akan menjadi tulang punggung organisasi di periode selanjutnya.</p>
<p><strong>Siapa Anggota Tim Transisi?</strong></p>
<p>Tim transisi terdiri dari dua orang senior: penulis selaku ketua dan Hersandi selaku bendahara. Tim juga berisikan anggota yang pada waktu itu sudah duduk di bangku kelas tiga dan akan lulus pada tahun 2018.</p>
<p>Total terdapat 5 orang, yakni Ekky, Angela, Paskah, Shanti, dan Phillip. Tiga nama yang disebutkan pertama merupakan bakal calon ketua Karang Taruna Gen X SWI periode 2018-2021, mengikuti masa jabatan ketua RW di Sumber Wuni Indah.</p>
<p><strong>Apa yang Dilakukan Tim Transisi?</strong></p>
<p>Tugas pertama yang wajib dilakukan oleh tim transisi ini adalah menyiapkan acara pemilihan ketua Karang Taruna yang diadakan pada tanggal 9 Juni 2018. Mereka harus menyusun <em>rundown </em>acara dan menyiapkan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan.</p>
<p>Sebelum itu, grup Whatsapp tim transisi juga rajin mendiskusikan masalah-masalah yang terjadi di dalam organisasi. Penulis dan bendahara kerap menanyakan solusi kepada mereka.</p>
<p>Terkadang, kami juga meminta mereka mengambil kesimpulan atau hikmah yang bisa diambil dari setiap kejadian yang terjadi. Pelajaran apa yang kira-kira bisa mereka petik sebagai modal ketika nanti akan memimpin organisasi.</p>
<p><strong>Pemilihan Ketua</strong></p>
<p>Setelah beberapa bulan berjalan, sampailah pada puncak acara pemilihan ketua baru. Ketiga calon diberikan waktu untuk menjabarkan visi dan misi mereka jika terpilh nantinya.</p>
<p><div id="attachment_1502" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1502" class="wp-image-1502 size-large" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/20180609_141654.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1502" class="wp-caption-text">Suasana Pemilihan</p></div></p>
<p>Selain itu, acara juga diisi dengan debat seperti yang dilakukan oleh calon presiden di televisi. Mereka harus menjawab pertanyaan yang diajukan oleh moderator dan penonton.</p>
<p>Pada akhirnya, Angela terpilih menjadi ketua dengan meraih suara lebih dari 50%. Anggota yang datang mencapai 20 orang, belum termasuk yang melakukan pemilihan melalui WA karena berhalangan hadir.</p>
<p><strong>Sertijab</strong></p>
<p>Sertijab dilakukan pada tanggal 30 Juni 2018 setelah lebaran. Di sini, penulis melakukan laporan pertanggungjawaban selama menjabat sebagai ketua, program kerja (proker) apa saja yang terlaksana dan tidak terlaksana lengkap dengan alasannya.</p>
<p>Alhamdulillah, selama 666 hari masa kepemimpinan penulis, dari 29 proker yang direncanakan terdapat 19 proker yang terlaksana, 2 proker yang terhenti, dan 8 proker yang tidak terlaksana. Nanti akan penulis bahas lebih rinci pada tulisan berikutnya.</p>
<p><div id="attachment_1523" style="width: 775px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1523" class="size-full wp-image-1523" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47.jpg" alt="" width="765" height="537" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47.jpg 765w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47-300x211.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/photo_2018-10-21_18-39-47-356x250.jpg 356w" sizes="(max-width: 765px) 100vw, 765px" /><p id="caption-attachment-1523" class="wp-caption-text">Proses Sertijab dengan Ketua Terpilih</p></div></p>
<p>Selain melaporkan proker, penulis juga menjelaskan perubahan divisi yang terjadi selama penulis menjabat. Total, terdapat 3 kali revisi untuk menyesuaikan organisasi dengan kurangnya anggota yang dimiliki.</p>
<p>Penulis juga membuatkan sebuah video yang menggambarkan perjalanan Karang Taruna dari awal pembentukanya hingga masa pergantian pengurus. Jika sempat, penulis akan segera mengunggahnya di Youtube.</p>
<p><strong>Posisi Penulis Sekarang</strong></p>
<p>Lantas, apakah penulis melepas begitu saja Karang Taruna yang telah dipimpinnya selama bertahun-tahun? Tentu tidak. Penulis masih terus memantau keadaan dari jauh.</p>
<p>Selain itu, ketua yang baru juga sering berkonsultasi ke penulis tentang banyak hal, mulai proker hingga masalah klasik tentang minimnya anggota yang aktif. Intinya, penulis tidak lepas tangan begitu saja karena penulis berposisi sebagai penasihat organisasi.</p>
<p>Semoga saja dengan terbentuknya tim transisi sebelum pergantian pengurus, Karang Taruna Gen X SWI periode sekarang bisa lebih baik dari Karang Taruna periode sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 18 Oktober 2018, terinspirasi setelah pulang sebentar ke Lawang dan bertemu dengan anggota Karang Taruna</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/">Tim Transisi Gen X SWI</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/tim-transisi-gen-x-swi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perlukah Pencitraan?</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/perlukah-pencitraan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/perlukah-pencitraan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2018 08:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[baik]]></category>
		<category><![CDATA[buruk]]></category>
		<category><![CDATA[cibiran]]></category>
		<category><![CDATA[netizen]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[pencitraan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[topeng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1485</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjelang masa pemilu, istilah pencitraan kerap muncul untuk menuding para calon yang sedang &#8220;bermain peran&#8221; demi elektabilitas. Mereka sedang berupaya terlihat sebaik mungkin agar mendapatkan simpati dari para pemilih. Apakah salah melakukan pencitraan? Yang jelas, hal tersebut banyak membuat beberapa netizen merasa terganggu karena merasa sedang melihat kebohongan. Para netizen ini menganggap semua hal baik yang dilakukan oleh seseorang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/perlukah-pencitraan/">Perlukah Pencitraan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menjelang masa pemilu, istilah pencitraan kerap muncul untuk menuding para calon yang sedang &#8220;bermain peran&#8221; demi elektabilitas. Mereka sedang berupaya terlihat sebaik mungkin agar mendapatkan simpati dari para pemilih.</p>
<p>Apakah salah melakukan pencitraan? Yang jelas, hal tersebut banyak membuat beberapa <em>netizen </em>merasa terganggu karena merasa sedang melihat kebohongan. Para <em>netizen </em>ini menganggap semua hal baik yang dilakukan oleh seseorang hanya kepura-puraan semata, demi popularitas.</p>
<p>Yang menjadi masalah, tudingan pencitraan ini hanya ditujukan kepada orang yang tidak didukungnya. Apabila yang melakukan adalah orang yang didukungnya, dengan gagah mereka membela bahwa hal tersebut bukan pencitraan.</p>
<p>Sekali lagi, fanatisme yang berlebihan terkadang membuat orang tidak bisa lagi memandang sesuatu dengan obyektif. Semua tergantung kepada subyek, mana yang didukung mana yang bukan.</p>
<p>Beberapa pencitraan yang dilakukan oleh para tokoh sebenarnya tidak perlu dicibir. Andai kata pencitraan tersebut bermanfaat bagi orang lain, ya biarkan orang tersebut melakukan pencitraan. Toh akan ada pihak-pihak yang merasakaan manfaat dari pencitraan tersebut.</p>
<p>Tentu orang-orang takut, jika seandainya orang yang melakukan pencitraan terpilih, segala kebaikan yang ia lakukan selama ini sirna begitu saja. Sama sekali tak ada jejak yang tersisa karena ambisinya telah tergapai. Orang-orang merasa bahwa mereka telah tertipu oleh pencitraan.</p>
<p>Lantas, apakah perlu pencitraan? Sebenarnya, bukan itu pertanyaan besarnya, melainkan apa yang disebut pencitraan? Apakah semua perbuatan baik yang ditunjukkan kepada publik merupakan pencitraan? Apakah segala keburukan yang ditutupi termasuk pencitraan?</p>
<p>Andai kita jujur kepada diri sendiri, sebenarnya setiap manusia selalu ingin mencitrakan dirinya sebagai orang yang baik-baik (bahkan penjahat ingin terlihat baik agar tidak dicurigai melakukan kejahatan). Rasanya wajar jika para tokoh ingin mencitrakan dirinya sebagai orang yang patut untuk diserahi amanah untuk memimpin negeri ini.</p>
<p>Pencitraan itu bukan masalah perlu atau tidaknya. Kita sebagai penonton pertandingan politik seharusnya tidak boleh menghakimi seseorang sesuai dengan interpretasi kita masing-masing.</p>
<p>Jangan asal menuduh orang melakukan pencitraan, siapa tahu ia benar-benar ikhlas melakukan kebaikan. Yang paling tahu tentang dirinya sendiri adalah orang tersebut dengan Tuhannya. Lantas mengapa kita bisa begitu mudah menuduh orang melakukan pencitraan?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 15 Oktober 2018, terinspirasi dari banyaknya komentar seputar pencitraan para tokoh</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/M6vQ5dNyG74?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Roberto Delgado Webb</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/cosmetic?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/perlukah-pencitraan/">Perlukah Pencitraan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/perlukah-pencitraan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polarisasi Masyarakat</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/polarisasi-masyarakat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/polarisasi-masyarakat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Sep 2018 08:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[berbeda]]></category>
		<category><![CDATA[Bhineka Tunggal Ika]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[polarisasi]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1352</guid>

					<description><![CDATA[<p>Makin ke sini, entah mengapa kita semakin terpisah menjadi dua kubu yang seolah-olah tidak bisa bersatu. Jika kamu dukung A, maka kamu bukan kawanku, kawanku hanya pendukung B. Tentu menyedihkan melihat realita seperti ini. Memilih adalah bagian dari hidup. Kita seharusnya memiliki hak sepenuhnya untuk memilih berbagai macam aspek kehidupan, termasuk memilih pemimpin. Mengapa berbeda pilihan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/polarisasi-masyarakat/">Polarisasi Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Makin ke sini, entah mengapa kita semakin terpisah menjadi dua kubu yang seolah-olah tidak bisa bersatu. Jika kamu dukung A, maka kamu bukan kawanku, kawanku hanya pendukung B. Tentu menyedihkan melihat realita seperti ini.</p>
<p>Memilih adalah bagian dari hidup. Kita seharusnya memiliki hak sepenuhnya untuk memilih berbagai macam aspek kehidupan, termasuk memilih pemimpin.</p>
<p>Mengapa berbeda pilihan harus membuat kita berpisah? Mengapa berbeda pilihan harus membuat kita berubah dari kawan menjadi lawan?</p>
<p>Alangkah indahnya dengan perbedaan justru semakin mempererat persaudaan kita. Bukankah Bhinneka Tunggal Ika artinya walau berbeda-beda tetapi tetap satu? Lantas mengapa karena hanya berbeda pilihan di antara dua orang lantas memisahkan kita?</p>
<p>Pengaruh media, terutama media sosial, memang menjadi salah satu faktor yang patut bertanggungjawab atas terjadinya fenomena ini. Cepatnya tersebar informasi, baik yang fakta maupun hoax, memiliki andil yang besar terhadap perpecahan yang tengah terjadi.</p>
<p>Pemilahan informasi secara obyektif seharusnya dilakukan oleh semua orang. Jangan hanya membaca berita yang baik-baik tentang calon yang kita dukung, atau baca berita yang menceritakan keburukan lawan calon pilihan kita saja.</p>
<p>Bacalah semua berita, baik maupun buruk tentang orang yang kita dukung maupun lawannnya. Seandainya kita dapat berpikir terbuka seperti itu, fanatisme yang membabi buta bisa ditekan sekecil mungkin (baca juga: <a href="http://whathefan.com/2018/05/25/akar-fanatisme-membabi-buta/">Akar Fanatisme Membabi Buta</a>).</p>
<p>Itu faktor eksternal, bagaimana dengan faktor dari dalam diri? Pertama, adanya fanatisme yang berlebihan seperti yang disebutkan pada paragraf sebelumnya. Sikap seperti itu membuat kita cenderung menutup mata terhadap kekurangan calon pilihan kita, dan membesar-besarkan kesalahan lawan calon pilihan kita.</p>
<p>Selain itu kurang menghargai orang lain, termasuk pilihannya, menjadi pemicunya. Seandainya kita bisa menghargai orang lain, termasuk calon yang dipilih oleh orang tersebut, rasanya polarisasi masyarakat tidak akan terjadi, atau setidaknya bisa diminimalisir.</p>
<p>Oleh karena itu, yuk berpolitik dengan sehat. Kita jangan mau dibagi menjadi dua kubu yang tak bisa bersatu bagaikan air dan minyak. Kita tunjukkan bersama bahwa bangsa ini sudah siap menerima perbedaan, karena kita selalu <strong>Bhinneka Tunggal Ika</strong>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 18 September 2018, terinspirasi setelah mengamati timeline Twitter dan Instagram yang berbau politik</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/XUCo6yXaV8g?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Rishabh Butola</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/two?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/polarisasi-masyarakat/">Polarisasi Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/polarisasi-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memilih Pemimpin dengan Kedewasaan Berpolitik</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Aug 2018 08:53:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[fanatik]]></category>
		<category><![CDATA[kedewasaan]]></category>
		<category><![CDATA[memilh]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[pendukung]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[ricuh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1124</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Terlepas dari siapapun para calon, ditunggu perang program dan gagasan-gagasannya. Perang hal-hal konkrit. Udah capek sama hal-hal yang superficial dan berbau identitas.” Itu merupakan tweet dari teman penulis yang sedang melanjutkan studi S2nya di Belanda, mengomentari tentang suasana politik Indonesia yang semakin memanas ini. Penulis menyepakati idenya tersebut, dan berkembang menjadi tulisan ini. Entah apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/">Memilih Pemimpin dengan Kedewasaan Berpolitik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Terlepas dari siapapun para calon, ditunggu perang program dan gagasan-gagasannya. Perang hal-hal konkrit. Udah capek sama hal-hal yang superficial dan berbau identitas.</em>”</p>
<p>Itu merupakan <em>tweet </em>dari teman penulis yang sedang melanjutkan studi S2nya di Belanda, mengomentari tentang suasana politik Indonesia yang semakin memanas ini. Penulis menyepakati idenya tersebut, dan berkembang menjadi tulisan ini.</p>
<p>Entah apa penyebabnya, tapi beberapa tahun terakhir, suasana politik di Indonesia rasa-rasanya semakin keruh. Demokrasi sehat yang diharapkan oleh para pejuang reformasi seolah tak terjadi.</p>
<p>Keberadaan media sosial (penulis merasa menjadi terlalu sering menyalahkan keberadaan media sosial) bisa jadi menjadi salah satu penyebabnya. Penyebaran informasi yang bisa terjadi begitu cepat tanpa adanya proses validasi menyebabkan <em>black campaign </em>tumbuh dengan subur.</p>
<p>Masyarakat kini cenderung memilih berdasarkan siapanya, bukan berdasarkan apanya (Baca juga: <a href="http://whathefan.com/2018/01/19/ketika-demokrasi-menjadi-subyektif/">Ketika Demokrasi Menjadi Subyektif</a>). Kita menjadi pendukung yang fanatik, seolah menutup mata dari kekurangan orang yang kita dukung (Baca juga: <a href="http://whathefan.com/2018/05/25/akar-fanatisme-membabi-buta/">Akar Fanantisme Membabi Buta</a>).</p>
<p><div id="attachment_1134" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1134" class="size-large wp-image-1134" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash-1024x684.jpg" alt="" width="1024" height="684" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash-1024x684.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash-768x513.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash-356x238.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxime-caron-264222-unsplash.jpg 1504w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1134" class="wp-caption-text">Jangan Menutup Mata (Photo by maxime caron on Unsplash)</p></div></p>
<p>Sebaliknya, kita juga menutup mata terhadap kebaikan orang yang menjadi lawan politik orang yang kita dukung. Ketika mereka melakukan keburukan sejelek apapun itu, hujatan muncul dari bibir kita.</p>
<p>Jelas bukan demokrasi seperti ini yang kita harapkan dengan penggulingan mantan presiden Soeharto. Kita mengharapkan demokrasi yang obyektif dan menghargai pilihan orang lain.</p>
<p>Mungkin ada beberapa pemilih yang mempercayai aturan yang tertulis di agamanya (termasuk penulis), namun ada juga yang mempercayai tafsir lain. Penulis tidak mempersalahkan hal tersebut selama mereka juga menghargai pilihan penulis.</p>
<p>Setelah pengumuman calon presiden dan wakilnya, penulis menyimak berbagai <em>timeline </em>di media sosial, mulai Twitter, Instagram hingga Line Today. Penulis membaca media yang pro petahana, pro penantang, dan netral (kalau masih ada). Ini penulis lakukan agar dapat melakukan penilaian yang tidak berat sebelah, meskipun suara penulis hanya bernilai satu, sama dengan suara yang dimiliki pemilih lainnya.</p>
<p>Jujur, sekarang penulis belum bisa menentukan pilihan, walaupun ada kecondongan terhadap salah satu pasangan capres-cawapres. Penulis masih menantikan manuver-manuver politik yang akan mereka lakukan. Selain itu, debat-debat antara calon juga menjadi salah satu hal yang penulis nantikan.</p>
<p><strong>Ributnya Para Pendukung</strong></p>
<p>Menyaksikan dinamika politik itu sebenarnya menarik. Banyak hal yang bisa berubah dengan sedemikian cepat, kadang terdapat <em>plot twist </em>yang tak disangka-sangka. <em>Sense</em>-nya sama dengan membaca novel detektif.</p>
<p>Banyak juga hal yang membuat kita gemas, lantas tertawa kecil. Apalagi jika bukan keributan yang dilakukan oleh antar pendukung di media sosial (lagi-lagi media sosial disalahkan).</p>
<p>Sebagai contoh, pendukung kubu penantang menagih janji-janji kubu petahana yang belum terealisasi. Pendukung kubu petahana bertanya balik, emang calon kalian udah ngapain aja? Calon gue udah kerja nyata.</p>
<p>Contoh lain, pendukung kubu petahana protes, ngurus provinsi aja belum becus, mau naik jadi cawapres. Pendukung kubu penantang menyerang balik, lah bukannya pilihan lu juga gitu dulu?</p>
<p>Isu agama pun juga menjadi menarik, karena dari yang penulis amati, pendukung kubu petahana seringkali menyuarakan “ulama jangan ikut berpolitik”. Sekarang, dengan pilihan cawapres petahana, pendukung kubu penantang menggunakannya sebagai senjata.</p>
<p><div id="attachment_1133" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1133" class="size-large wp-image-1133" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash-1024x683.jpg" alt="" width="1024" height="683" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/hermes-rivera-265368-unsplash.jpg 1368w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1133" class="wp-caption-text">Ricuh di Dunia Maya (Photo by Hermes Rivera on Unsplash)</p></div></p>
<p>Keributan antar pendukung ini juga memiliki andil dalam memperkeruh suasana politik di Indonesia. Mereka pada akhirnya menyerang secara personal, bukan memberi kritik program-program yang ditawarkan oleh masing-masing calon.</p>
<p>Kedewasaan dalam berpolitik memang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bernegara yang menganut sistem demokrasi. Banyak yang menganggap, sebenarnya Indonesia belum siap melaksanakan demokrasi karena mentalnya yang belum siap kalah.</p>
<p>Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mengawal pesta demokrasi (siapa yang sejatinya berpesta?) ini dengan baik. Pilihlah calon yang menurut kita paling bisa membawa Indonesia menuju arah yang lebih baik.</p>
<p>Dan ingatlah kata-kata Aa Gym pada acara Indonesia Lawyer pada Selasa (7/8) kemarin, bahwa semuanya sudah ditakdirkan oleh Tuhan, semuanya sudah tertulis. Jadi yakinlah bahwa apapun hasilnya, merupakan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kayuringin, Bekasi, 11 Agustus 2018, terinspirasi dari <em>tweet </em>Aya, teman penulis yang sedang melanjutkan studi di Belanda.</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/IBWJsMObnnU?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Arnaud Jaegers</a> on <a href="https://unsplash.com/?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/">Memilih Pemimpin dengan Kedewasaan Berpolitik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
