Menuhankan Pemimpin

Pilihan saya yang paling bisa memimpin negeri ini! Pilihan saya yang bisa menyelematkan perekonomian negara! Pemimpin saya yang paling berprestasi! Pilihan saya yang paling memperhatikan keadaan rakyatnya!

Terkadang kita lupa bahwa Tuhan selalu ikut campur pada semua kejadian yang terjadi di muka bumi ini. Bahkan daun yang jatuh dari rantingnya pun tak akan terjadi tanpa ijinnya, melalui hukum alam yang Ia terapkan.

Terkadang kita lupa bahwa para pemimpin hanya merupakan perantara Tuhan yang diberi amanah. Kita lupa bahwa kehebatan mereka tak akan terjadi jika Tuhan tidak menghendakinya.

Terkadang kita lupa bahwa caci maki merupakan perbuatan yang tercela. Fitnah, menyebar kabar bohong, merekayasa kebenaran, sesungguhnya akan mendapat balasan yang pedih nanti di akhirat.

Terkadang kita lupa bahwa kita manusia tak lepas dari yang namanya salah. Lantas mengapa memaksakan sudut pandang kita kepada orang lain yang berbeda pendapat?

Terkadang kita lupa bahwa pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang harus bisa hidup berdampingan. Mengapa sekarang kita harus terpisah oleh golongan-golongan?

Terkadang kita lupa bahwa orang yang kita puja sama dengan kita, manusia biasa. Lalu mengapa kita memperlakukannya seolah mereka adalah nabi yang tak pernah salah?

Terkadang kita lupa bahwa manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna di antara makhluk lainnya, namun kesempurnaan sejati hanya milik-Nya. Lantas mengapa kita seolah menuhankan pemimpin pilihan kita?

 

 

Jelambar, 22 Oktober 2018, terinspirasi setelah membaca judul buku Cak Nun Terbaru yang berjudul Pemimpin yang “Tuhan”

Photo by Jehyun Sung on Unsplash

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.