<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ponsel Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/ponsel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/ponsel/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jun 2023 15:10:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>ponsel Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/ponsel/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Smartphone adalah Distraksi Terberat untuk Produktivitas</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2023 07:10:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[distraksi]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[smarpthone]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6597</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak orang yang menginginkan hidup produktif. Namun, tidak banyak orang yang berhasil melakukannya. Beberapa alasannya adalah rasa malas, kurang motivasi, hingga adanya distraksi atau gangguan yang menghambat kita untuk produktif. Rasa malas atau kurang motivasi berasal dari internal, sehingga cara mengatasinya pun mau tidak mau harus dari diri sendiri. Kita harus bisa mengendalikan diri kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/">Smartphone adalah Distraksi Terberat untuk Produktivitas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Banyak orang yang menginginkan hidup produktif. Namun, tidak banyak orang yang berhasil melakukannya. Beberapa alasannya adalah <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/saya-ini-pemalas/">rasa malas</a>, kurang motivasi, hingga adanya distraksi atau gangguan yang menghambat kita untuk produktif.</p>



<p>Rasa malas atau kurang motivasi berasal dari internal, sehingga cara mengatasinya pun mau tidak mau harus dari diri sendiri. Kita harus bisa mengendalikan diri kita sendiri untuk bisa mengusir hal-hal yang menghambat produktivitas tersebut.</p>



<p>Nah, lain halnya dengan adanya distraksi yang kerap datang dari luar atau eksternal diri kita. Bentuknya pun macam-macam. Namun, ada satu distraksi yang Penulis anggap sebagai yang terbesar sekaligus terbesar, yaitu <strong>adanya <em>smartphone</em> alias ponsel pintar</strong>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Smartphone adalah Distraksi Terbesar?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6600" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Distraksi Terbesar Saat Bekerja atau Belajar (<a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/tangan-iphone-smartphone-laptop-5077039/">cottonbro studio</a>)</figcaption></figure>



<p>Selama beberapa tahun terakhir, <em>smartphone </em>kita terus berevolusi menjadi sebuah gawai yang sangat canggih, hingga seolah-olah kita bisa melakukan semua hal menggunakannya. Ini semakin dilengkapi dengan berbagai aplikasi yang jumlahnya mungkin mencapai jutaan.</p>



<p>Salah satu dampak terbesar yang dihasilkan oleh <em>smartphone </em>adalah meningkatnya interaksi antarmanusia hingga seolah tak berbatas ruang dan waktu. Kita bisa melihat berbagai kejadian di seluruh dunia hanya dalam kedipan mata saja melalui media sosial.</p>



<p>Ada banyak pilihan media sosial yang bisa kita gunakan, mulai Facebook, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/twitter-dan-tuntutan-kesempurnaannya/">Twitter</a>, Instagram, <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/">TikTok</a>, hingga Pinterest. Sarana hiburan untuk menonton tayangan visual pun banyak, mulai yang gratis seperti YouTube hingga yang berbayar seperti <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya/">Netflix</a>, Disney+, Vidio, dan lainnya.</p>



<p>Jangan lupakan juga judul-judul <em>game </em>yang bisa membuat kita melupakan kehidupan kita sejenak di dunia nyata. Ada yang menyukai <em>game </em>kompetitif seperti <em>Mobile Legends </em>dan <em><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-menyebar-screenshot-pubg/">PUBG Mobile</a></em>, ada juga yang suka bertualang di <em>Genshin Impact</em>.</p>



<p>Masih banyak yang bisa kita lakukan melalui <em>smartphone</em>, seperti membaca berita, membaca komik, melihat meme, membuat konten viral, dan lain sebagainya. <strong>Banyaknya aktivitas yang bisa dilakukan inilah yang membuat <em>smartphone </em>menjadi distraksi yang luar biasa</strong>.</p>



<p>Bayangkan, setelah merasa bosan dengan Instagram, beralik ke TikTok. Begitu bosan, pindah lagi ke Twitter. Bosan lagi, pindah main <em>game</em>. Capek, <em>refreshing </em>dengan menonton YouTube. Putaran aktivitas ini seolah tak pernah berhenti mengisi hari-hari kita.</p>



<p>Apalagi, kini semakin banyak platform yang menyediakan fitur <em><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/alasan-kenapa-mindless-scrolling-adalah-pelarian-yang-buruk/">infinity scroll</a> </em>di mana kita secara tak terbatas diberikan konten video pendek. Berdasarkan pengalaman Penulis, fitur ini kerap membuat kita merasa lupa waktu karena tidak tahu kapan harus berhenti.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana agar Smartphone Tidak Menjadi Sebuah Distraksi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="528" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-1024x528.jpg" alt="" class="wp-image-6601" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-1024x528.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-300x155.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-768x396.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest.jpg 1250w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah Satu Aplikasi yang Membantu Mengatasi Distraksi Smartphone (<a href="https://www.datingadvice.com/for-women/forest-app-helps-people-be-present-in-relationships">Dating Advice</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika sedang bekerja atau belajar, kita kerap beralih ke <em>smartphone </em>kita dengan dalih &#8220;<em>refreshing</em>&#8221; karena merasa suntuk. Niatnya hanya 5 menit, tahu-tahu bertambah menjadi 50 menit. Pekerjaan pun akhirnya tertunda, menumpuk, atau bahkan tidak selesai.</p>



<p>Penulis kerap berniat untuk menjalani hari yang produktif, seperti menulis beberapa artikel blog, membaca buku <em>self-improvement</em>, atau mulai menulis novel lagi. Namun, jika sudah main <em>smartphone </em>dan rebahan, niat tersebut pun sirna begitu saja, kalah oleh rasa malas.</p>



<p>Berdasarkan poin di atas, Penulis pun menganggap kalau <em>smartphone </em>adalah distraksi terbesar dalam produktivitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan beberapa cara agar kita bisa menghindari distraksi tersebut semaksimal mungkin.</p>



<p>Kalau yang mau ekstrem, Penulis di jam kerja biasanya <strong>menjauhkan <em>smartphone </em>sejauh mungkin dari jangkauan</strong>. Dengan membuatnya &#8220;tidak terlihat&#8221;, rasa penasaran ingin mengeceknya pun bisa menjadi berkurang.</p>



<p>Lalu, apa yang bisa kita lakukan ketika merasa suntuk atau penat? Lakukan <strong>aktivitas fisik yang tidak melibatkan <em>smartphone</em></strong><em>.</em> Beberapa hal yang Penulis lakukan adalah baca buku, bermain bersama kucing, duduk melihat tanaman, hingga rebahan sejenak.</p>



<p>Seandainya tidak bisa menahan diri untuk mengecek <em>smartphone</em>, mungkin kita butuh bantuan aplikasi seperti <strong>Forest</strong> dan <strong>AppBlock</strong>. Bisa juga menggunakan fitur bawaan dari <em>smartphone </em>yang mengatur berapa jam maksimal kita menggunakan aplikasi tertentu.</p>



<p>Penulis merasa terbantu dengan aplikasi-aplikasi ini agar Penulis bisa berhenti membuka aplikasi-aplikasi tertentu di jam profuktif. Namun, terkadang diri kita pun &#8220;nakal&#8221; dan justru memilih untuk menghapus aplikasi-aplikasi tersebut.</p>



<p>Jadi, pada dasarnya <strong>semua kembali ke diri sendiri</strong>, apakah kita benar-benar ingin menghilangkan distraksi tersebut atau tidak. Kalau keinginan dan tekad kita benar-benar kuat, bahkan tanpa bantuan aplikasi pun kita bisa menyingkirkan distraksi tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Selain <em>smartphone</em>, tentu masih ada distraksi lain mengingat kebanyakan aplikasi-aplikasi yang ada di <em>smartphone </em>juga tersedia di laptop. Namun, setidaknya laptop tidak bisa digunakan sambil rebahan karena kurang nyaman dan berat.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis benar-benar berusaha membatasi penggunaan <em>smartphone </em>hariannya karena terbukti sangat sering membuat hari Penulis menjadi tidak produktif. Entah sudah berapa banyak waktu yang terbuang karena <em>smartphone </em>ini.</p>



<p>Penulis pun memiliki target agar penggunaan <em>smartphone </em>dalam sehari tidak melebihi 5 jam. Sejauh ini, target ini relatif bisa dicapai di <em>weekday</em> karena adanya rutinitas pekerjaan. Di <em>weekend</em>, angka penggunaan bisa naik walau tidak terlalu banyak.</p>



<p>Dengan mengurangi penggunaan <em>smartphone</em>, Penulis berharap bisa menjadi pribadi yang lebih produktif lagi, memiliki pola hidup yang lebih teratur, dan mampu melakukan banyak hal yang lebih bermanfaat.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 12 Juni 2023, terinspirasi karena merasa <em>smartphone </em>adalah distraksi terbesar ketika dirinya ingin memiliki hidup yang produktif</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.marketwatch.com/story/the-dos-and-donts-of-using-your-cell-phone-at-work-2018-01-08">MarketWatch</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/">Smartphone adalah Distraksi Terberat untuk Produktivitas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>RIP Samsung Galaxy Note 9 Saya</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/rip-samsung-galaxy-note-9-saya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/rip-samsung-galaxy-note-9-saya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2022 14:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Note 9]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Poco F4]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Xiaomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6221</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamis, 10 November 2022, sekitar pukul 10:30, Penulis sedang bersantai sejenak setelah selesai morning concall. Penulis duduk di ruang keluarga sembari menonton video YouTube dari YDST Tamiya Project yang sedang melakukan unboxing tamiya Gun Blaster XTO. Tiba-tiba, layar ponsel yang Penulis gunakan untuk menonton video tersebut berubah warna menjadi putih, sebelum akhirnya menjadi gelap. Padahal, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/rip-samsung-galaxy-note-9-saya/">RIP Samsung Galaxy Note 9 Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kamis, 10 November 2022, sekitar pukul 10:30, Penulis sedang bersantai sejenak setelah selesai <em>morning concall</em>. Penulis duduk di ruang keluarga sembari menonton video YouTube dari YDST Tamiya Project yang sedang melakukan <a href="https://whathefan.com/animekomik/mainan-dari-anime/"><em>unboxing</em> tamiya Gun Blaster XTO</a>.</p>



<p>Tiba-tiba, layar ponsel yang Penulis gunakan untuk menonton video tersebut berubah warna menjadi putih, sebelum akhirnya menjadi gelap. Padahal, suara dari video YouTube tersebut masih terdengar, bahkan hingga berganti video.</p>



<p>Tentu saja Penulis langsung panik dan segera melakukan berbagai cara untuk menyalakannya kembali, termasuk melakukan <em>hard restart</em> di mana Penulis harus mencari tutorialnya terlebih dahulu karena tidak pernah melakukannya sebelumnya.</p>





<p>Setelah merasa yakin sudah melakukan <em>restart</em>, ternyata tetap saja layar ponsel Penulis masih gelap gulita dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyala. Tubuh Penulis rasanya langsung lemas, karena menyadari bahwa<strong> <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kemunafikan-berbalut-demi-lingkungan/">Samsung Galaxy Note 9-nya</a> telah rusak</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Upaya-Upaya untuk Memperbaikinya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/RIP-samsung-galaxy-note-9-saya-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6223" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/RIP-samsung-galaxy-note-9-saya-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/RIP-samsung-galaxy-note-9-saya-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/RIP-samsung-galaxy-note-9-saya-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/RIP-samsung-galaxy-note-9-saya-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Besoknya, Penulis langsung menitipkan ponselnya ke adik agar dibawa ke <em>service center </em>Samsung. Seperti yang sudah bisa ditebak, menurut diagnosis mereka LCD ponsel Penulis mengalami kerusakan dan harus diganti.</p>



<p>Apa penyebabnya? Mereka menduga bahwa hal tersebut bisa terjadi karena pengecasan ponsel yang dilakukan semalaman dan lupa mencabutnya. Apalagi, komponen baterai dari Samsung Galaxy Note 9 jadi satu dengan layarnya.</p>



<p>Biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki Ponsel ini cukup mahal, yakni 2,5 juta rupiah. Tentu hal tersebut membuat Penulis menjadi bimbang, apakah <em>worth it </em>mengeluarkan uang tersebut untuk servis atau sekalian saja ganti ponsel baru.</p>



<p>Teman-teman Penulis mayoritas menyarankan untuk beli ponsel baru saja daripada untuk servis barang yang sudah lumayan berumur. Saat rusak, ponsel ini sudah Penulis gunakan selama kurang lebih 2,5 tahun.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/RIP-samsung-galaxy-note-9-saya-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6224" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/RIP-samsung-galaxy-note-9-saya-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/RIP-samsung-galaxy-note-9-saya-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/RIP-samsung-galaxy-note-9-saya-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/RIP-samsung-galaxy-note-9-saya-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Apa yang membuat Penulis berat melepas ponsel ini adalah nilai sentimentilnya. Bisa dibilang saat dirilis pada tahun 2017, Penulis langsung jatuh hati dengan desainnya. Apalagi sebagai seri Note, ponsel ini tentu saja memiliki S Pen.</p>



<p>Oleh karena itu, sewaktu ponsel ini sedang promo lebaran pada pertengahan tahun 2020, Penulis memutuskan untuk menguras tabungan demi mendapatkan ponsel idamannya ini. Sejak itu, Samsung Galaxy Note 9 resmi menjadi <em>daily driver </em>Penulis.</p>



<p>Dalam perjalanannya, ponsel ini bisa dibilang tidak pernah rewel sebenarnya. Masalah yang dimiliki hanyalah adanya semacam <em>burn </em>di layar yang tak terlalu kelihatan dan baterai yang sudah agak <em>drop</em>. Rasanya, itu adalah permasalahan yang cukup wajar.</p>



<p>Maka dari itu, Penulis cukup kaget karena ponsel kesayangan ini tiba-tiba mengalami kerusakan yang begitu parah. Jika mau didramatisir, sebenarnya ponsel ini menahan &#8220;luka&#8221; berat yang cukup lama, demi bisa melayani Penulis sedikit lebih lama lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pada Akhirnya Memutuskan untuk Membeli Ponsel Baru</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/rip-samsung-galaxy-note-9-saya-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6258" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/rip-samsung-galaxy-note-9-saya-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/rip-samsung-galaxy-note-9-saya-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/rip-samsung-galaxy-note-9-saya-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/rip-samsung-galaxy-note-9-saya-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Ilustrasi Ketika Penulis Sedang Riset untuk Memilih Pengganti HP (<a href="https://www.pexels.com/@olly/">Andrea Piacquadio</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya Penulis memutuskan untuk mengikuti saran teman-teman, yakni membeli ponsel baru. Untuk sementara, Samsung Galaxy Note 9 akan &#8220;dipetieskan&#8221; terlebih dahulu.</p>



<p>Mengingat butuh cepat, Penulis pun memutuskan untuk pertama kalinya akan membeli ponsel Android China. Di era <em>smartphone</em>, Penulis hanya pernah menggunakan Sony (Xperia L), Samsung (A7, A8, Note 9), dan Apple (iPhone 5s).</p>



<p>Dalam membeli ponsel China, Penulis benar-benar dibuat bingung. Apalagi Penulis tidak terlalu mengikuti perkembangan ponsel di luar Samsung dan iPhone karena memang tidak tertarik. Namun, keadaan memaksa Penulis untuk melakukan riset secara mendalam.</p>



<p>Setelah menonton dan membaca berbagai ulasan serta saran dari teman-teman, akhirnya Penulis memilih <strong>Xiaomi POCO F4</strong>. Selain karena harganya yang pas dengan kantong, Penulis merasa spesifikasi ponsel ini juga cukup untuk penggunaan sementara.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/rip-samsung-galaxy-note-9-saya-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6257" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/rip-samsung-galaxy-note-9-saya-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/rip-samsung-galaxy-note-9-saya-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/rip-samsung-galaxy-note-9-saya-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/rip-samsung-galaxy-note-9-saya-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Xiaomi POCO F4 (<a href="https://www.xataka.com/analisis/xiaomi-poco-f4-analisis-caracteristicas-precio-especificaciones">Xataka</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah kurang lebih dua bulan penggunaan, jujur saja Penulis merasa ada beberapa kekurangan dari ponsel ini dibandingkan Samsung Galaxy Note 9, seperti <em>feedback </em>getaran yang terasa murah dan <em>bug </em>ketika Penulis menggunakan <em>launcher </em>favoritnya.</p>



<p>Namun, setidaknya ponsel ini memang sudah cukup mumpuni untuk menjadi <em>daily driver</em>-nya. Bukan sampai di titik yang sangat memuaskan, tapi performa yang dimiliki memang sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari.</p>



<p>Selain itu, Samsung Galaxy Note 9 yang tadi dipetieskan pada akhrinya diperbaiki oleh adik Penulis dan sekarang ia gunakan untuk menjadi <em>daily driver</em>-nya, menggantikan Samsung Galaxy A8 yang juga merupakan &#8220;warisan&#8221; dari Penulis.</p>



<p>Meskipun terkadang ada perasaan sentimentil karena harus berpisah dengan ponsel idamannya yang dibeli dengan uang sendiri, setidaknya Penulis merasa senang karena telah berhasil meraih salah satu impiannya dengan jerih payahnya sendiri. </p>



<p>Jika ada rezeki untuk berganti ponsel, Penulis tertarik untuk <em>upgrade </em>ke Samsung Galaxy S22 Ultra atau <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">iPhone 13</a>. Namun, bukan tidak mungkin ternyata Penulis malah nyaman dengan POCO F4 ini dan menggunakan uangnya untuk kepentingan yang lain.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 22 Desember 2022, terinspirasi setelah Samsung Galaxy Note 9 saya rusak</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/rip-samsung-galaxy-note-9-saya/">RIP Samsung Galaxy Note 9 Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/rip-samsung-galaxy-note-9-saya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Andai Steve Jobs Masih Hidup</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2018 08:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Apple Pencil]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1385</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akankah ia akan merilis sebuah ponsel bernama iPhone Xs Max? Akankah ada inovasi yang lebih hebat dari sekedar dual-sim? Akankah muncul produk-produk yang nantinya akan ditiru oleh perusahaan lain? Banyak sekali pertanyaan yang muncul ketika penulis memperhatikan perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak bernama Apple tersebut. Penulis, dan kebanyakan orang, merasa Apple semakin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/">Andai Steve Jobs Masih Hidup</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Akankah ia akan merilis sebuah ponsel bernama iPhone Xs Max? Akankah ada inovasi yang lebih hebat dari sekedar <em>dual-sim</em>? Akankah muncul produk-produk yang nantinya akan ditiru oleh perusahaan lain?</p>
<p>Banyak sekali pertanyaan yang muncul ketika penulis memperhatikan perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak bernama Apple tersebut. Penulis, dan kebanyakan orang, merasa Apple semakin miskin inovasi semenjak meninggalnya Jobs pada tahun 2011 karena kanker.</p>
<p><strong>Apple Pencil</strong></p>
<p>Penulis pernah menulis tentang Apple Pencil ketika dirilis pada tahun 2015. Tentu hal tersebut membuat penulis mengangkat alis karena keheranan. Bukankah Steve Jobs membenci <em>stylus</em>, walapun diberi nama pensil?</p>
<p>Singkat cerita, ketika Steve Jobs kembali ke Apple pada tahun 1996 (setelah perusahaan tersebut terus menerus mengalami kerugian), Apple telah terjun ke pasar <em>Personal Digital Assistant </em>(PDA) dengan nama Newton. Ketika Jobs pada akhirnya naik jabatan, ia langsung menghentikan produksi Newton (dan berbagai produk lainnya yang dianggap Jobs sebagai sampah).</p>
<p><div id="attachment_1388" style="width: 778px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1388" class="size-full wp-image-1388" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213.jpg" alt="" width="768" height="213" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213-300x83.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213-356x99.jpg 356w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><p id="caption-attachment-1388" class="wp-caption-text">Apple Pencil (http://www.idownloadblog.com/2017/05/24/apple-patent-pencil-iphone/)</p></div></p>
<p>Ketika iPhone pertama rilis pada tahun 2007, ia dengan secara gamblang menyatakan ketidaksukaannya akan <em>stylus</em>. Alasannya sederhana, kita telah dianugerahi <em>stylus </em>terbaik, yakni jari -jari kita.</p>
<p>Berdasarkan fakta itu, penulis jelas berpendapat bahwa adanya produk tersebut jelas bertentangan dengan filosofi yang dianut oleh Jobs. Beda cerita seandainya Jobs meralat ucapannya, sesuatu yang nampaknya sangat jarang terjadi karena ia memiliki keyakinan dan insting yang bagus.</p>
<p><strong>Ke Mana Apple Mengarah?</strong></p>
<p>Visi Jobs dengan Apple sangat jelas, menciptakan pasar. Hampir semua produk yang dirilis di bawah komandonya menjadi pionir. Sebutkan saja iPod, iPhone, hingga iPad. Walaupun pada kenyataannya, produk Apple jarang menjadi yang pertama dalam menciptakan inovasi tersebut.</p>
<p>Sekarang, apa yang menjadi inovasi pada Apple di bawah pimpinan Tim Cook? Coba dibandingkan dengan Samsung dengan layar lengkungnya ataupun Oppo dengan kamera naik turunnya. Mungkin hal inovatif terakhir yang dilakukan oleh Apple adalah Face ID, walaupun penulis yakin pengembang <em>smartphone </em>lainnya juga sudah lama menyiapkan hal tersebut.</p>
<p><div id="attachment_1387" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1387" class="size-large wp-image-1387" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1387" class="wp-caption-text">Inovatif (youtube.com)</p></div></p>
<p>Yang menjadi pertanyaan, akankah Apple berubah haluan dari pencipta pasar menjadi mengikuti arus pasar seperti yang dilakukan oleh John Sculley (mantan CEO Apple yang memecat Jobs) dulu? Apakah Apple membutuhkan penyegaran seperti yang dilakukan Microsoft dengan menuntuk Satya Nadella sebagai CEO menggantikan Steve Balmer?</p>
<p>Mari kita amati bersama-sama perkembangan Apple dan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya ke depannya. Tentu yang bisa kita harapkan, perkembangan teknologi yang mereka kembangkan bisa membawa kebaikan untuk kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 23 September 2018, terinpirasi setelah penulis membutuhkan portofolio untuk tes kerja di Mainspring Technology</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://time.com/3757765/steve-jobs-biography/">http://time.com/3757765/steve-jobs-biography/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/">Andai Steve Jobs Masih Hidup</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
