<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Red Bull Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/red-bull/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/red-bull/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Oct 2024 14:43:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Red Bull Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/red-bull/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Siapa yang Menyangka Kalau F1 Musim 2024 akan Seseru Ini?</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/siapa-yang-menyangkan-kalau-f1-musim-2024-akan-seseru-ini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/siapa-yang-menyangkan-kalau-f1-musim-2024-akan-seseru-ini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Oct 2024 14:42:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[juara]]></category>
		<category><![CDATA[Lando Norris]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[McLaren]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8032</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika baru memasuki musim 2024, banyak penggemar Formula 1 (F1) yang langsung ingin lompat ke musim 2025. Alasannya, Red Bull dan Max Verstappen tampaknya akan mengulangi dominasinya seperti yang terjadi di tahun 2023. Hal tersebut dapat dimaklumi, mengingat dari 10 balapan pertama, Verstappen berhasil memenangkan tujuh di antaranya. Walau tak sedominan musim 2023, jelas hal [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-yang-menyangkan-kalau-f1-musim-2024-akan-seseru-ini/">Siapa yang Menyangka Kalau F1 Musim 2024 akan Seseru Ini?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika baru memasuki musim 2024, banyak penggemar Formula 1 (F1) yang langsung ingin lompat ke musim 2025. Alasannya, Red Bull dan Max Verstappen tampaknya akan <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/">mengulangi dominasinya seperti yang terjadi di tahun 2023</a>.</p>



<p>Hal tersebut dapat dimaklumi, mengingat dari 10 balapan pertama, Verstappen berhasil memenangkan tujuh di antaranya. Walau tak sedominan musim 2023, jelas hal tersebut membuat penggemar skeptis kalau musim ini akan terasa seru.</p>



<p>Namun, semua berubah setelah GP Spanyol. Verstappen secara tiba-tiba kehilangan dominasinya dan tak pernah lagi menang balapan. Bahkan, secara bercanda banyak yang mengatakan kalau mereka merindukan lagu kebangsaan Belanda dikumandangkan!</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/46716939983-spiritriau_netizen-kecewa-dengan-debat-capres-yang-kaku-dan-kurang-menarik-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/46716939983-spiritriau_netizen-kecewa-dengan-debat-capres-yang-kaku-dan-kurang-menarik-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/46716939983-spiritriau_netizen-kecewa-dengan-debat-capres-yang-kaku-dan-kurang-menarik-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/46716939983-spiritriau_netizen-kecewa-dengan-debat-capres-yang-kaku-dan-kurang-menarik-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/46716939983-spiritriau_netizen-kecewa-dengan-debat-capres-yang-kaku-dan-kurang-menarik.jpg 1280w " alt="Setelah Menonton Debat Capres Pertama" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/setelah-menonton-debat-capres-pertama/">Setelah Menonton Debat Capres Pertama</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Terjadi Setelah GP Spanyol?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8035" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Verstappen Jadi Ugal-Ugalan (<a href="https://www.motorsportmagazine.com/articles/single-seaters/f1/verstappen-games-f1-system-again-as-norris-loses-shot-at-mexican-gp-win/">Motor Sport Magazine</a>)</figcaption></figure>



<p>Dalam 10 balapan pertama, hanya ada tiga pembalap yang berhasil mencuri kemenangan dari Verstappen. Mereka adalah Carlos Sainz (GP Australia), Lando Norris (GP Miami), dan <a href="https://whathefan.com/olahraga/akhirnya-charles-lelcrec-berhasil-pecahkan-kutukan-monaco/">Charles Leclerc</a> (GP Monaco). </p>



<p>Nah, setelah itu, ada banyak pembalap lain yang ikut meraih kemenangan. Total, musim ini sudah ada<strong> tujuh pembalap yang berhasil menjadi juara</strong>, salah satu yang terbanyak di era F1 modern. Berikut adalah daftar pemenang balapan selain Verstappen di musim ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Lando Norris (McLaren) &#8211; 3 | GP Miami, GP Belanda, GP Singapura</li>



<li>Charles Leclerc (Ferrari) &#8211; 3 | GP Monaco, GP Italia, GP Amerika Serikat</li>



<li>Carlos Sainz (Ferrari) &#8211; 2 | GP Australia, GP Meksiko</li>



<li><a href="https://whathefan.com/olahraga/lewis-hamilton-buktikan-bahwa-dirinya-belum-habis/">Lewis Hamilton</a> (Mercedes) &#8211; 2 | GP Inggris, GP Belgia</li>



<li><a href="https://whathefan.com/olahraga/rasanya-oscar-piastri-suatu-saat-akan-jadi-juara-dunia/">Oscar Piastri</a> (McLaren) &#8211; 2 | GP Hungaria, GP Azerbaijan</li>



<li><a href="https://whathefan.com/olahraga/rezeki-gak-ke-mana-ala-george-russel-dan-mercedes/">George Russel</a> (Mercedes) &#8211; 1 | GP Austria</li>
</ul>



<p>&#8220;Kejatuhan&#8221; Verstappen setelah awal musim ini tentu menarik untuk dipelajari. Di mata orang awam, jelas <strong>ada masalah di dalam kubu Red Bull</strong>, baik itu dari sisi teknis maupun non-teknis. Seperti yang kita tahu, banyak rumor tak sedap yang datang dari internal tim Red Bull.</p>



<p>Di sisi lain, tim-tim lain pun terus memperbaiki diri untuk bisa mengejar gelar juara. McLaren sempat konsisten menempatkan dua pembalapnya di podium, tapi belakangan justru Ferrari yang melakukannya. Mercedes sendiri cukup stagnan dan seolah mengekor di belakang mereka.</p>



<p>Dari sisi Verstappen, kita bisa melihat betapa<strong> ia mulai frustasi dengan timnya </strong>dan mulai tak kuat lagi menggendong tim jika melihat Sergio Perez yang seolah AFK sepanjang musim ini. Penampilannya yang ugal-ugalan di GP Meksiko menjadi buktinya.</p>



<p>Namun, inilah yang dirindukan oleh penggemar F1: <strong>persaingan ketat hingga akhir musim untuk menentukan siapa juaranya</strong>. Hingga empat balapan tersisa, kita belum tahu siapa saja yang bisa menjadi juara dunia, entah itu klasemen pembalap maupun konstruktor.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Posisi Perebutan Gelar Juara Saat Ini</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8036" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/musim-f1-2024-seru-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Calon Penantang Terkuat Verstappen dan Red Bull (<a href="https://www.motorsportweek.com/2024/10/28/mclaren-max-verstappen-clash-cost-lando-norris-win-shot-in-f1-mexico-gp/">Motorsport Magazine</a>)</figcaption></figure>



<p>Dengan empat balapan tersisa (GP Brazil, GP Las Vegas, GP Qatar, dan GP Abu Dhabi), tentu menarik melihat bagaimana peluang pembalap dan tim untuk bisa mengunci gelar juara di akhir musim. Seperti yang sudah disinggung, pemenang belum terlihat.</p>



<p>Mari kita mulai dari sisi pembalap. Untuk saat ini, Verstappen memang masih menduduki puncak klasemen dengan raihan <strong>362 poin</strong>. Walau lama tak menang, Verstappen merupakan salah satu pembalap paling konsisten dalam urusan mencetak poin.</p>



<p>Di belakangnya ada Norris dengan <strong>selisih 47 poin</strong>. Angka ini bisa dibilang sudah sangat tipis. Apabila Norris berhasil menang balapan di saat Verstappen gagal finis, maka gelar juara bisa ia kunci jika di balapan selanjutnya berhasil selalu finis di depan Verstappen.</p>



<p>Leclerc menyusul di belakangnya, dengan <strong>selisih 24 poin</strong> dengan Norris. Walau peluangnya masih ada, rasanya kemungkinannya sangat kecil. Begitu pula dengan kans Piastri (251 poin) dan Sainz (240 poin) yang ada di belakangnya.</p>



<p>Dari sisi tim justru terlihat lebih menarik dan tak tertebak. Red Bull yang sempat lama berada di posisi pertama <a href="https://whathefan.com/olahraga/asa-mclaren-merebut-gelar-juara-dari-red-bull/">telah digusur oleh McLaren</a>. Alasannya jelas, Verstappen seorang diri harus bertarung melawan dua pembalap McLaren yang langganan podium. </p>



<p>Saat ini, McLaren tengah nyaman berada di puncak klasemen dengan koleksi <strong>566 poin</strong>. Namun, mereka tak bisa bersantai karena Ferrari secara mengejutkan mampu menggusur Red Bull di posisi kedua. Saat ini, Ferrari hanya <strong>selisih 29 poin </strong>dengan McLaren.</p>



<p>Jika Ferrari bisa mempertahankan dominasinya seperti di dua balapan terakhir, bukan tak mungkin beberapa minggu ke depan mereka berhasil mengudeta Mclaren. Apalagi, performa Piastri justru mengalami penurunan belakangan ini.</p>



<p>Lantas, apakah peluang Red Bull telah tertutup rapat? Secara matematika, sebenarnya masih sangat mungkin karena selisih mereka dengan McLaren <strong>hanya 54 poin</strong>. Namun, mengingat Perez sangat tidak bisa diharapkan untuk menyumbang poin, rasanya akan sangat berat.</p>



<p>Prediksi Penulis, musim 2024 ini akan dimenangkan oleh <strong>Max Verstappen </strong>untuk pembalap dan <strong>McLaren</strong> untuk konstruktor. Walau secara matematis masih bisa disalip oleh yang lain, rasanya mereka masih terlalu kuat untuk digusur. Mari kita lihat hingga musim ini berakhir. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 29 Oktober 2024, terinspirasi setelah menyaksikan betapa serunya musim F1 tahun ini</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.formula1.com/en/latest/article/i-really-wanted-this-one-sainz-overjoyed-as-he-achieves-goal-of-one-more-win.7oNZ89UCBD0hIXrla9S6P4">F1</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-yang-menyangkan-kalau-f1-musim-2024-akan-seseru-ini/">Siapa yang Menyangka Kalau F1 Musim 2024 akan Seseru Ini?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/siapa-yang-menyangkan-kalau-f1-musim-2024-akan-seseru-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siapa Bisa Hentikan Verstappen dan Red Bull?</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Aug 2023 14:19:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[balapan]]></category>
		<category><![CDATA[dominasi]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6735</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika memutuskan untuk mengikuti Formula 1 (F1) lagi, salah satu alasannya adalah karena terhentinya dominasi Lewis Hamilton bersama Mercedes di tangan Max Vertappen dan Red Bull pada tahun 2021. Apalagi, caranya pun begitu dramatis dan kontroversial. Memasuki musim 2022, Verstappen dan Red Bull seolah mempertegas kalau era dominasi Mercedes telah berakhir. Bahkan, rival terkuat mereka [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/">Siapa Bisa Hentikan Verstappen dan Red Bull?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika memutuskan <a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/">untuk mengikuti Formula 1 (F1)</a> lagi, salah satu alasannya adalah karena terhentinya dominasi Lewis Hamilton bersama Mercedes di tangan <a href="https://whathefan.com/olahraga/keegoisan-seorang-max-verstappen/">Max Vertappen</a> dan Red Bull pada tahun 2021. Apalagi, caranya pun begitu dramatis dan kontroversial.</p>



<p>Memasuki musim 2022, Verstappen dan Red Bull seolah mempertegas kalau era dominasi Mercedes telah berakhir. Bahkan, rival terkuat mereka beralih menjadi Ferrari, yang tampil cukup impresif di awal musim, walau ujung-ujungnya kerap membadut.</p>



<p>Nah, di musim 2023 yang sedang berlangsung sekarang, ketakutan penggemar F1 (termasuk Penulis) kembali muncul: <strong>terlalu dominannya satu pembalap yang membuat balapan menjadi membosankan</strong>. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxresdefault-4-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxresdefault-4-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxresdefault-4-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxresdefault-4-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxresdefault-4-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/maxresdefault-4.jpg 1280w " alt="Setelah Menonton Si Doel The Movie" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-si-doel-the-movie/">Setelah Menonton Si Doel The Movie</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Betapa Perkasanya Verstappen dan Red Bull</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="528" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_20230802_213033_Edge-1024x528.jpg" alt="" class="wp-image-6738" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_20230802_213033_Edge-1024x528.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_20230802_213033_Edge-300x155.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_20230802_213033_Edge-768x396.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_20230802_213033_Edge-1536x791.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Screenshot_20230802_213033_Edge-2048x1055.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rentetan Kemenangan Red Bull (<a href="https://www.formula1.com/en/results.html">F1</a>)</figcaption></figure>



<p>Dari statistik saja sudah sangat terlihat bagaimana dominannya Verstappen dan Red Bull di musim ini. Dari 12 balapan yang sudah digelar, semuanya dimenangkan oleh <a href="https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/">Red Bull</a>. Verstappen berhasil memenangkan 10 di antaranya, sisanya dimenangkan oleh Sergio Perez.</p>



<p>Catatan ini semakin impresif karena Verstappen baru saja mencatatkan <strong>kemenangan 8 beruntun </strong>di GP Belgia kemarin. Ia hanya tertinggal 1 kemenangan lagi untuk bisa menyamai rekor <a href="https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/">Sebastian Vettel</a> di musim 2013.</p>



<p>Bahkan di era dominasi Hamilton, ia hanya bisa mencatatkan paling maksimal 5 kemenangan beruntun di musim 2014. <a href="https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/">Michael Schumacher</a>? Paling mentok mencatatkan 7 kemenangan beruntun yang berhasil ia lakukan pada musim 2004.</p>



<p>Masih ada rekor lain yang bisa dipecahkan oleh Verstappen, yakni <em>podium streak</em>. Saat ini, Verstappen telah mengantongi <strong>13 <em>podium streak</em></strong>. Ia masih tertinggal cukup jauh dari rekor Schumacher dengan 19 <em>podium streak</em>. Namun, rasanya rekor ini juga masih bisa dikejar.</p>



<p>Dari sisi Red Bull, mereka pun sedang mengejar rekor sebagai tim dengan kemenangan terbanyak di satu musim. Saat ini, rekornya masih dipegang oleh Mercedes yang meraih 19 kemenangan dari 21 balapan pada musim 2016 (setara 90,5%).</p>



<p>Saat ini, Red Bull telah<strong> memenangkan 12 balapan</strong> dari total 23 balapan di musim ini. Mengingat jumlah balapannya lebih banyak dari musim-musim sebelumnya, jelas Red Bull memiliki peluang untuk memecahkan rekor Mercedes.</p>



<p>Rekor ini tampaknya akan terpecahkan, mengingat Verstappen dan Red Bull seolah menjadi duo paling sempurna di musim ini. Red Bull memiliki mobil paling <em>powerful </em>dan <em>reliable</em>, sedangkan Verstappen sudah semakin matang dan hampir tak pernah melakukan kesalahan.</p>



<p>Mengingat F1 sekarang memberlakukan <em>engine freeze </em>hingga musim 2025, tampaknya dominasi Verstappen dan Red Bull masih akan berlanjut hingga musim selanjutnya. Barulah setelah regulasi baru, kita akan melihat persaingan yang lebih kompetitif. Semoga.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa Bisa Hentikan Verstappen dan Red Bull?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6741" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Terlalu Tangguh Musim Ini (<a href="https://www.planetf1.com/news/f1-results-2023-belgian-grand-prix/">PlanetF1</a>)</figcaption></figure>



<p>Melihat performa tim lain di musim ini, tampaknya memang tidak ada tim-tim lain yang bisa menyaingi Verstappen dan Red Bull. Bahkan, Perez yang rekan setim Verstappen pun justru mengalami penurunan performa belakangan ini.</p>



<p>Kita kesampingkan tim-tim papan bawah sepertil AlphaTauri, Alfa Romeo, Haas, dan Williams. Boro-boro menyaingi Red Bull, untuk bisa lolos Q1 atau masuk ke 10 besar pun butuh perjuangan yang luar biasa.</p>



<p>Tim papan tengah seperti McLaren dan Alpine pun bisa dibilang hanya mampu membuat kejutan sesekali, seperti ketika Lando Norris berhasil naik ke podium dan Oscar Piastri berhasil menjadi <em>runner-up </em>di F1 Sprint di GP Belgia kemarin.</p>



<p>Bisa dibilang persaingan yang paling menarik untuk saat ini adalah persaingan untuk memperebutkan posisi kedua di klasemen konstruktor. Saat ini, Mercedes berada di posisi kedua, disusul Aston Martin dan Ferrari. Namun, jarak mereka tidak terlalu jauh.</p>



<p>Bagaimana dengan klasemen pembalap? Verstappen jelas sangat nyaman di posisi pertama, apalagi jaraknya dengan Perez yang ada di posisi kedua lebih dari 100 poin. Padahal, kedua pembalap menggunakan mobil yang sama.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/olahraga/banteng-tua-menyeruduk-di-awal-musim/">Fernando Alonso yang menggila di awal musim</a> pun mulai meredup, sehingga selisih poinnya dengan Hamilton hanya tinggal 1 poin saja. Di belakang mereka secara berurutan adalah Charles Lecrec, George Russel, dan Carlos Sainz.</p>



<p>Dengan kata lain, tampaknya <strong>tidak ada tim maupun pembalap yang akan mampu menghentikan laju Verstappen dan Red Bull</strong>. Harus diakui, performa mereka musim ini benar-benar luar biasa, sehingga rasanya balapan tersisa hanya formalitas semata.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 2 Agustus 2023, terinspirasi setelah melihat superiornya Max Verstappen bersama Red Bull di musim ini</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.motorsport.com/f1/news/belgian-gp-verstappen-red-bull-win-perez/10359591/">Motorsport</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.formula1.com/en/results.html">F1</a></li>



<li><a href="https://www.sportingnews.com/uk/formula-1/news/driver-most-consecutive-race-wins-f1-history-record/w7a9obqldvsxigv0hr2dt8uz">Sporting News</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Formula_One_constructor_records">Wikipedia</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/">Siapa Bisa Hentikan Verstappen dan Red Bull?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keegoisan Seorang Max Verstappen</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/keegoisan-seorang-max-verstappen/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/keegoisan-seorang-max-verstappen/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2022 14:53:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull]]></category>
		<category><![CDATA[Sergio Perez]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6182</guid>

					<description><![CDATA[<p>Awal minggu ini, dunia olahraga yang Penulis ikuti menyajikan dua drama besar. Selain wawancara Cristiano yang bikin geger, ada juga Max Verstappen yang menunjukkan keegoisan yang membuatnya kini dimusuhi oleh hampir seluruh penggemar Formula 1 (F1). Tentu semua yang mengikuti F1 telah mengetahui drama apa yang telah dibuat oleh Verstappen pada GP Brazil yang berlangsung [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/keegoisan-seorang-max-verstappen/">Keegoisan Seorang Max Verstappen</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Awal minggu ini, dunia olahraga yang Penulis ikuti menyajikan dua drama besar. Selain wawancara Cristiano yang bikin geger, ada juga Max Verstappen yang menunjukkan keegoisan yang membuatnya kini dimusuhi oleh hampir seluruh <a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/">penggemar Formula 1 (F1)</a>.</p>



<p>Tentu semua yang mengikuti F1 telah mengetahui drama apa yang telah dibuat oleh Verstappen pada GP Brazil yang berlangsung pada hari Minggu (13/11) kemarin. Penulis akan menuliskan ringkasannya di bawah nanti.</p>



<p>Selain menjelaskan perkara drama ini, Penulis juga ingin memberikan opininya terkait bagaimana keegoisan yang Verstappen tunjukkan kemarin bisa berdampak panjang untuk karirnya di F1.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Kronologi Drama Verstappen-Perez</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-vertappen-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6184" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-vertappen-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-vertappen-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-vertappen-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-vertappen-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Verstappen dan Perez di GP Brazil (<a href="https://www.grandprix247.com/2022/11/16/brundle-giving-perez-sixth-place-wouldve-cost-verstappen-nothing/">Grand Prix 247</a>)</figcaption></figure>



<p>Pada GP Brazil kemarin, pembalap Mercedes George Russel berhasil mencatatkan kemenangan perdananya di F1 sekaligus menjadi kemenangan perdana timnya di musim ini. Sayangnya, kemenangan tersebut tertutupi oleh kisruh yang terjadi di <a href="https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/">tim Red Bull</a>.</p>



<p>Singkat cerita, pada lap ke-66 Sergio Perez disuruh memberikan posisinya ke Verstappen dengan tujuan Verstappen bisa mengejar Fernando Alonso yang berada di posisi ke-5. Jika Verstappen gagal, maka ia akan mengembalikan posisi ke Perez.</p>



<p>Hingga lap ke-71, ternyata Verstappen gagal mengejar Alonso sehingga tim memintanya untuk memberikan posisinya ke Perez. Alasannya pun jelas, agar Perez bisa memiliki poin lebih banyak dari pembalap Ferrari, Charles Leclerc, di klasemen pembalap.</p>



<p>Namun, ketika mendengarkan <em>team order </em>tersebut, Verstappen seolah membisu dan tidak memberikan respons. Barulah setelah melintasi garis <em>finish</em>, ia baru berbicara dan memberi tahu apa alasannya tidak mematuhi perintah timnya tersebut.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;I told you already last time you guys, don’t ask that again to me. Okay? Are we clear about that? I gave my reasons and I stand by it.&#8221;</p></blockquote>



<p>Perez yang mengetahui kalau Verstappen enggan memberikan posisinya demi membantu dirinya pun merasa kecewa berat. Di radio, setelah ia melintasi garis <em>finish</em>, ia dengan jelas mengutarakannya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Yeah. It shows who he really is.&#8221;</p></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading">From Hero to Zero</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-2-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-6185" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-2-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-2-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-2-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-2.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Salah Satu Bantuan Perez ke Perez (<a href="https://wwos.nine.com.au/motorsport/f1-2021-red-bull-dirty-tricks-sergio-perez-max-verstappen-lewis-hamilton/e0677565-5969-4655-869f-737d6c0e7457">Nine</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika mengecek media sosial, hampir semuanya merasa geram atas keegoisan yang ditunjukkan oleh Verstappen. Bahkan, banyak yang mengaku sebagai <em>fans </em>Verstappen merasa kecewa atas sikapnya yang kekanakan tersebut.</p>



<p>Padahal ia sudah mengunci gelar juara, tetapi memberika posisi ke-6 saja enggak ke rekan satu timnya.Jika diingat-ingat ke belakang, sejatinya Perez sudah sering memberikan bantuan kepada Verstappen sehingga ia bisa meraih dua kali gelar juara dunia. </p>



<p>Verstappen berkali-kali mengatakan kalau ia punya alasan untuk melakukan hal tersebut, tetapi tidak pernah membukanya di publik. Ketika wartawan menanyakan hal ini, ia hanya memberikan jawaban yang mengambang.</p>



<p>Banyak yang menduga kalau ini ada kaitannya dengan dugaan Perez yang sengaja menabrak tembok di GP Monaco tahun ini, agar Verstappen tidak bisa mencatatkan waktu kualifikasi lebih baik lagi. </p>



<p>Sekalipun hal tersebut benar, tentu sangat aneh jika Verstappen menyimpan dendam hingga saat ini. Meskipun gagal juara di GP tersebut, ia tetap bisa menjadi juara dunia dan Perez pun beberapa kali membantunya di balapan-balapan lain.</p>



<p>Peristiwa kemarin pun berhasil mengubah Verstappen dari seorang <em>hero </em>yang berhasil mematahkan dominasi Lewis Hamilton dan Mercedes, menjadi <em>zero </em>yang dimusuhi oleh penggemar F1 karena keegoisan yang ia miliki.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Ia Bisa Bertahan di F1 dengan Segala Stigma Negatif?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6186" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/keegoisan-seorang-max-verstappen-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Verstappen dan Vettel (<a href="https://www.planetf1.com/news/sebastian-vettel-supports-max-verstappen-format-change/">Planet F1</a>)</figcaption></figure>



<p>Banyak yang menyamakan drama Verstappen-Perez ini dengan drama &#8220;Multi 21&#8221; yang melibatkan <a href="https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/">Sebastian Vettel</a> dan Mark Webber. Bedanya, waktu itu Vettel memang belum mengunci gelar juara sehingga setiap poin memang berharga.</p>



<p>Lah ini, Verstappen tidak akan kehilangan apa-apa jika memberikan posisinya ke Perez. Kalau posisi tersebut nomor satu, mungkin masuk akal karena Verstappen ingin menambah koleksi kemenangannya. Ini cuma posisi 6, loh.</p>



<p>Akibat dari drama ini, Perez pun jadi memiliki poin yang sama dengan Leclerc (290 poin) yang kemarin berhasil meraih posisi ke-4. Agar bisa mengamankan posisi <em>runner-up </em>klasemen, Perez harus bisa <em>finish </em>di atas Leclerc di balapan terakhir di Abu Dhabi.</p>



<p>Verstappen telah memberikan pernyataan bahwa ia akan membantu Perez di Abu Dhabi nanti. Sayangnya, persepsi publik sudah terlanjut negatif ke dirinya. Meskipun ia nanti benar-benar melakukannya, tampaknya publik belum bisa memaafkan perbuatannya di GP Brazil.</p>



<p>Lantas, bagaimana dengan masa depan Verstappen di F1 setelah kejadian ini? Mengingat ia merupakan pembalap utama Red Bull, tampaknya ia akan tetap bertahan di tim tersebut. Apalagi, ia terbukti merupakan pembalap yang handal.</p>



<p>Hanya saja, bisa jadi Perez di musim depan tidak akan banyak membantu Verstappen lagi. Kalau sudah seperti itu, bukan tidak mungkin kalau Perez yang kontraknya habis di tahun 2024 tidak akan diperpanjang oleh Red Bull dan mencari <em>wingman </em>yang lebih <em>proper</em>.</p>



<p>Verstappen masih muda, egonya masih tinggi dan keras kepala. Semoga saja ke depannya ia bisa menjadi lebih dewasa. Vettel pernah melakukan kesalahan serupa dan belajar dari sana. Verstappen pun masih punya banyak ruang untuk melakukan hal yang sama.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 17 November 2022, terinspirasi setelah melihat drama yang dibuat oleh Max Verstappen bersama timnya</p>



<p>Foto: <a href="https://www.formula1.com/en/latest/article.bad-luck-has-evened-out-in-title-fight-asserts-verstappen-as-perez-says.6OVEl6EFx3aIWVA22vN6Un.html">F1</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/keegoisan-seorang-max-verstappen/">Keegoisan Seorang Max Verstappen</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/keegoisan-seorang-max-verstappen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dietrich Mateschitsz, Red Bull, dan Legasi Formula 1 yang Ditinggalkan</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Oct 2022 11:48:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Dietrich Mateschitsz]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull]]></category>
		<category><![CDATA[Sebastian Vettel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6072</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pagi tadi, Penulis dikejutkan dengan sebuah berita yang menyebutkan kalau bos Red Bull, Dietrich Mateschitz, meninggal dunia dalam usia 78 tahun karena sakit. Buat yang belum tahu, ia adalah salah satu orang paling kaya di dunia dengan kekayaan bersih mencapai 25,4 miliar dolar Amerika. Dietrich (selanjutnya akan Penulis sebut Om Didi) mendirikan Red Bull GmbH [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/">Dietrich Mateschitsz, Red Bull, dan Legasi Formula 1 yang Ditinggalkan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pagi tadi, Penulis dikejutkan dengan sebuah berita yang menyebutkan kalau bos Red Bull, <strong>Dietrich Mateschitz</strong>, meninggal dunia dalam usia 78 tahun karena sakit. Buat yang belum tahu, ia adalah salah satu orang paling kaya di dunia dengan kekayaan bersih mencapai 25,4 miliar dolar Amerika.</p>



<p>Dietrich (selanjutnya akan Penulis sebut Om Didi) mendirikan <strong>Red Bull GmbH</strong> pada tahun 1984 dengan menjalin kerja sama dengan pengusaha Thailand, Chaleo Yoovidhya, yang pemilik minuman energi Kratingdaeng. Berawal dari inilah ia mulai membangun kerajaan bisnisnya, termasuk di bidang olahraga.</p>



<p>Penulis sejujurnya baru mengetahui namanya akhir-akhir ini, ketika kanal YouTube <a href="https://www.youtube.com/watch?v=oghcWfsYK-s">BoxBoxNow Indonesia membuat video tentang sejarah tim Red Bull</a> dan bagaimana peran Om Didi yang berawal dari pengusaha minuman energi menjadi pemilik salah satu tim tersukses di <a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/">Formula 1 (F1)</a>.</p>





<p>Untuk menenangnya, Penulis memutuskan untuk membuat sebuah tulisan singkat mengenai kontribusi Om Didi di F1 dan bagaimana ia bisa meninggalkan legasi di F1 dengan luar biasa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Awal Mula Red Bull di F1</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-banner-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6073" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-banner-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-banner-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-banner-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-banner.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Mobil Red Bull Sauber yang Melekat di Ingatan Penulis (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Sauber_C19">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Semenjak mengenal F1 di awal tahun 2000-an, Penulis tidak asing dengan Red Bull. Pasalnya, mereka merupakan sponsor utama di tim Sauber yang waktu itu masih menggunakan <a href="https://whathefan.com/olahraga/kimi-raikkonen-the-iceman-yang-akan-dirindukan/">Kimi Raikkonen</a> sebagai pembalapnya. Red Bull memang punya saham di sana sekitar 60%, tapi tetap saja Om Didi tidak bisa bergerak bebas.</p>



<p>Untuk itu, Om Didi memutuskan untuk membeli tim Jaguar Racing (dulunya bernama Stewart Grand Prix) pada tahun 2004 dan mengubahnya menjadi <strong>Red Bull Racing</strong>. Tidak cukup satu, Om Didi juga memutuskan untuk membeli klub legendaris asal Italia, Minardi, pada tahun 2005 dan mengubahnya menjadi <strong>Toro Rosso</strong> (banteng merah dalam bahasa Italia).</p>



<p>Uniknya, Toro Rosso yang dimaksudkan sebagai tim untuk membina pembalap muda justru meraih podium terlebih dahulu dibandingkan seniornya. Yang berhasil meraih podium tersebut, siapa lagi kalau bukan <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/">Sebastian Vettel</a></strong> ketika sedang berlaga di GP Italia pada tahun 2008.</p>



<p>Tidak hanya itu, Om Didi juga membeli sirkuit A-1 Ring di Austria dan mengubah namanya menjadi <strong>Red Bull Ring</strong>. Sirkuit ini pada akhirnya menjadi salah satu tuan rumah Grand Prix F1. Selain untuk balapan, sirkuit ini juga digunakan untuk membina pembalap-pembalap muda yang akan diproyeksikan untuk masuk ke tim utama.</p>



<p>Dalam periode tersebut, Penulis melihat tim Red Bull sebagai tim papan bawah, <em>mong </em>tim Jaguar memang bukan tim yang konsisten menembus papan atas. Namun, ternyata Penulis salah dan Red Bull bertransformasi menjadi tim yang sangat menjanjikan. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Dominasi Red Bull Lewat Vettel dan Verstappen</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6074" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Dietrich-Mateschitsz-Red-Bull-dan-Legasi-Formula-1-yang-Ditinggalkan-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Verstappen dan Mobil Red Bull-nya (<a href="https://thewest.com.au/sport/motorsport/max-verstappen-wins-2022-f1-world-title-c-8494337">The West Australian</a>)</figcaption></figure>



<p>Pada tahun 2009, ketika Brawn GP merajut kisah Cinderella-nya, tanpa diduga tim Red Bull yang dinahkodai <strong>Sebastian Vettel</strong> dan <strong>Mark Webber</strong> berhasil memberikan persaingan yang kuat terutama di paruh kedua musim. </p>



<p>Meskipun tidak menjadi juara, Red Bull berhasil mengunci beberapa kemenangan yang seolah menandakan kalau mereka siap menjadi tim papan atas. Mereka setidaknya mampu unggul di atas tim-tim yang selama ini menguasai F1.</p>



<p>Dominasi mereka dimulai pada musim 2010 hingga 2013, di mana Sebastian Vettel yang merupakan pembalap akademi mereka berhasil menjadi juara dunia empat kali berturut-turut, baik sebagai tim konstruktor maupun pembalap. </p>



<p>Sayangnya, dominasi mereka berhasil dipatahkan oleh Mercedes dan Lewis Hamilton, tim yang bermula dari Brawn GP. Untungnya, dominasi Mercedes berhasil dipatahkan secara dramatis oleh Red Bull melalui <strong>Max Verstappen </strong>yang berhasil menjadi juara dunia pada musim 2021. </p>



<p>Bahkan, ia berhasil mempertahankan gelarnya di musim 2022 ini di saat balapan masih menyisakan 4 <em>race </em>lagi. Mungkin, ini adalah pertanda bahwa Red Bull akan kembali mendominasi F1 (terlepas dari masalah <em>budget cap </em>yang sedang dihadapi sekarang).</p>



<p>Verstappen sendiri bergabung dengan Red Bull di tahun 2014 dan melakukan debut bersama Toro Rosso (sekarang Alpha Tauri) pada tahun berikutnya. Tak perlu lama, ia langsung promosi ke tim utama pada tahun 2016 karena talenta yang dimilikinya. </p>



<p>Tak heran jika Verstappen sampai mengatakan kalau tanpa Om Didi dirinya<strong> &#8220;<em>tidak akan berada di sini hari ini</em>&#8220;</strong>, menunjukkan betapa besarnya peran Om Didi dalam karirnya di F1.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Dengan sangat sedih kami mengetahui kematian Dietrich. Dia adalah pria yang luar biasa dan dia mencintai Formula Satu. Kami berutang banyak padanya sebagai sebuah tim, dan apa yang dia inginkan lebih dari segalanya adalah melihat kedua mobilnya keluar di kualifikasi hari ini. Pikiran saya bersama keluarganya,” kata kepala tim Red Bull, Christian Horner.</p></blockquote>



<p>Kiprah Om Didi di F1 tidak perlu dipertanyakan lagi, dengan berbagai prestasi yang berhasil diraih oleh Red Bull semenjak terbentuk. Tidak hanya di F1, Om Didi juga memiliki beberapa tim olahraga lain seperti tim Nascar dan banyak olahraga ekstrem. </p>



<p>Red Bull juga diketahui memiliki beberapa tim sepak bola, seperti Red Bull Salzburg, New York Red Bulls, Re Bull Brasil, Red Bull Ghana, hingga yang paling terkenal RB Leipzig yang beberapa tahun terakhir mampu bersaing di papan atas Bundesliga.</p>



<p>Banyaknya klub olahraga yang dimiliki oleh Om Didi seolah membuktikan kalau ia melakukannya bukan hanya demi uang dan bisnis semata, tetapi karena <strong>ia memang benar-benar memiliki <em>passion </em>dalam bidang olahraga</strong>. </p>



<p>Kesabarannya dalam membangun tim Red Bull Racing di F1 menjadi bukti nyata lainnya. Kemunculan Red Bull di F1 yang notabene dikuasai oleh tim-tim dengan sejarah panjang seperti Ferrari, McLaren, dan Renault, sampai hari ini masih terkesan luar biasa. </p>



<p>Bayangkan saja, merek minuman energi (meskipun mereka memang bekerja sama dengan konstruktor lain dalam membuat mesin) bisa berkompetisi dengan merek-merek yang memang terjun di bidang otomotif. </p>



<p>Meninggalnya Om Didi tentu menyedihkan, terutama bagi keluarga besar Red Bull. Namun, legasi yang ia tinggalkan akan masih terus berjalan hingga bertahun-tahun yang akan datang. Apalagi, Red Bull dan Verstappen tampaknya akan mendominasi F1 untuk musim-musim berikutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 23 Oktober 2022, terinpsirasi setelah mendengar berita kematian Dietrich Mateschitsz</p>



<p>Foto: <a href="https://www.formula1.com/en/latest/article.breaking-red-bull-founder-dietrich-mateschitz-passes-away-aged-78.8IH4SaZBqwwfCZWYe3XwJ.html">F1</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=oghcWfsYK-s">Red Bull F1: Sebuah Epitome [SUPERCUT] &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Red_Bull_Racing">Red Bull Racing &#8211; Wikipedia</a></li><li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Dietrich_Mateschitz">Dietrich Mateschitz &#8211; Wikipedia</a></li><li><a href="https://www.theguardian.com/sport/2022/oct/22/red-bull-co-owner-dietrich-mateschitz-dies-aged-78-after-long-term-illness">Red Bull co-owner Dietrich Mateschitz dies, aged 78, after long-term illness | Red Bull | The Guardian</a></li><li><a href="https://www.japantimes.co.jp/news/2022/10/23/business/dietrich-mateschitz-red-bull-owner-dies/">Dietrich Mateschitz, marketing pioneer of Red Bull, dies at 78 | The Japan Times</a></li><li><a href="https://www.crash.net/f1/news/1015344/1/verstappen-pays-tribute-mateschitz-without-him-i-wouldn-t-be-here-today">Max Verstappen pays tribute to Dietrich Mateschitz: “Without him I wouldn’t be here today” | F1 | News (crash.net)</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/">Dietrich Mateschitsz, Red Bull, dan Legasi Formula 1 yang Ditinggalkan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/dietrich-mateschitsz-red-bull-dan-legasi-formula-1-yang-ditinggalkan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Saya Suka Formula 1?</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2022 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Kimi Raikkonen]]></category>
		<category><![CDATA[Lewis Hamilton]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[Mercedes]]></category>
		<category><![CDATA[Michael Schumacher]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull]]></category>
		<category><![CDATA[Sebastian Vettel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5989</guid>

					<description><![CDATA[<p>Max Verstappen berhasil mengukuhkan dirinya sebagai juara dunia Formula 1 (F1) back-to-back setelah kemenangan yang ia raih di GP Suzuka, balapan yang bisa dibilang cukup membingungkan penonton, panitia, bahkan pembalapnya sendiri. Terlepas dari itu, performa Verstappen musim ini memang cukup luar biasa. Rasanya semua penonton F1 sepakat kalau ia memang layak untuk menyandang gelar tersebut, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/">Kenapa Saya Suka Formula 1?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Max Verstappen </strong>berhasil mengukuhkan dirinya sebagai juara dunia Formula 1 (F1) <em>back-to-back </em>setelah kemenangan yang ia raih di GP Suzuka, balapan yang bisa dibilang cukup membingungkan penonton, panitia, bahkan pembalapnya sendiri.</p>



<p>Terlepas dari itu, performa Verstappen musim ini memang cukup luar biasa. Rasanya semua penonton F1 sepakat kalau ia memang layak untuk menyandang gelar tersebut, bahkan memprediksi kalau Verstappen dan Red Bull akan mendominasi F1 beberapa tahun ke depan.</p>



<p>Nah, Penulis jadi ingin sedikit berbagai mengenai bagaimana dirinya bisa menjadi penggemar F1, olahraga yang notabene tidak terlalu populer di Indonesia dan kalah pamor dari Moto GP yang lebih digandrungi oleh masyarakat kebanyakan.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Awal Mula Suka F1 dan Michael Schumacher</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-5991" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-1.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Idola Pertama di F1 (<a href="https://www.foxsports.com.au/motorsport/formula-one/f1-lewis-hamiltons-dominance-exceeding-michael-schumachers-peak-period-at-ferrari/news-story/5a68e76bd182d4da9d3cdf74d1e8203a">Fox Sports</a>)</figcaption></figure>



<p>Pada tulisan &#8220;<em><a href="https://whathefan.com/olahraga/idola-bernama-michael-schumacher/">Idola Bernama Michael Schumacher</a></em>&#8220;, Penulis sudah pernah membahas sedikit mengenai awal mula bisa jatuh cinta dengan F1. Salah satu alasan utamanya adalah di rumah ada beberapa majalah yang membahas tentang F1 (yang sayangnya sudah hilang).</p>



<p>Dari sana, Penulis jadi mengetah beberapa hal tentang F1, termasuk tentang sosok <strong>Michael Schumacher</strong> dan <strong>Ferrari </strong>yang begitu mendominasi di awal tahun 2000-an. Penulis yang punya kebiasaan &#8220;memilih yang terbaik&#8221; pun menjadikannya sebagai idola.</p>



<p>Bahkan, Penulis lebih tahu dulu F1 daripada sepak bola. Ketika kelas 2 SD, teman-teman  Penulis saling menyebutkan nama klub bola favoritnya. Penulis dengan polosnya menyebut nama Schumacher, hanya karena pernah melihatnya bermain sepak bola di laga amal. </p>



<p>Sebagai pendukung Schumi, nama panggilan Schumacher, tentu Penulis merasa senang karena ia berhasil menang terus. Bagi penggemar lain, mungkin F1 akan menjadi begitu membosankan karena adanya satu sosok yang terlalu dominan. (NB: Ini yang Penulis rasakan ketika melihat dominasi Hamilton di kemudian hari)</p>



<p>Lantas, dominasi tersebut dipatahkan oleh <strong>Fernando Alonso</strong> bersama <strong>Renault</strong> di tahun 2005-2006. Tentu saja Penulis merasa sedih karena idolanya tidak juara, apalagi Schumacher memutuskan untuk pensiun di akhir musim 2006 karena masalah politik di Ferrari.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa Idola Pengganti Schumacher?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5992" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Raikkonen Pengganti Schumacher (<a href="https://www.motorsport.com/f1/news/kimi-raikkonen-retires-2007-title-ferrari/6658500/">Motorsport.com</a>)</figcaption></figure>



<p>Karena tidak ada Schumacher, tentu Penulis harus menemukan idola baru untuk didukung. Pilihan tersebut jatuh ke <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/kimi-raikkonen-the-iceman-yang-akan-dirindukan/">Kimi Raikkonen</a></strong>, yang kebetulan juga merupakan pengganti Schumacher di Ferrari.</p>



<p>Penulis tentu merasa bahagia ketika ia berhasil menjadi juara dunia di tahun 2007. Bayangkan, berhasil menjadi juara di musim debutnya bersama Ferrari. Lebih serunya lagi, ia berhasil menjadi juara hanya dengan jarak 1 poin dari <em>rookie </em><strong>Mclaren</strong>, <strong>Lewis Hamilton</strong>.</p>



<p>Sayangnya, Raikkonen tidak bertahan lama di Ferrari. Setelah musim 2008, kontraknya diputus karena Ferrari ingin merekrut Fernando Alonso. Nah, Alonso kan mantan rival Schumacher, jadi susah untuk Penulis memilihnya sebagai pengganti idola.</p>



<p>Di tahun 2009, ada tim  baru yang berhasil mencuri perhatian: <strong>Brawn GP</strong>. Berasal dari tim Honda yang akan segera meninggalkan F1, siapa yang sangka kalau tim tersebut bisa meraih gelar juara lewat <strong>Jenson Button</strong>. </p>



<p>Penulis tidak lantas menjadi penggemar Button, hanya saja Penulis mendukung tim ini untuk bisa menjadi jaura dunia. Hanya saja, Brawn GP juga tidak bertahan lama karena keburu dibeli oleh <strong>Mercedes</strong>, yang kelak akan mendominasi F1. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Masa-Masa Meninggalkan F1</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5993" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dominasi Hamilton Bikin Jenuh (<a href="https://racingnews365.com/mercedes-offers-clear-hint-that-hamilton-will-race-in-2022">RacingNews365</a>)</figcaption></figure>



<p>Tahun 2009, semua mata tertuju pada Brawn GP. Padahal, ada satu tim baru yang juga cukup mencuri perhatian: <strong>Red Bull</strong>. Bagaimana bisa merek minuman energi bisa memiliki mobil F1 yang kompetitif? (Ini akan Penulis bahas khusus nanti)</p>



<p>Salah satu alasannya adalah mereka memiliki pembalap handal, <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/">Sebastian Vettel</a></strong>. Penulis pun menjagokan Vettel bersama Red Bull. Ternyata, pilihan Penulis tidak salah karena kombo Vettel-Red Bull berhasil membuahkan juara dunia empat kali berturut-turut (2010-2013).</p>



<p>Selain itu, Schumacher secara mengejutkan juga melakukan <em>comeback </em>dan bergabung dengan Mercedes untuk balapan selama 3 musim. Raikkonen juga <em>comeback </em>untuk bergabung dengan Lotus pada tahun 2012. </p>



<p>Sayangnya, ketika mulai kuliah (sekitar tahun 2012), entah mengapa Penulis mulai meninggalkan F1. Apalagi, setelah Vettel juara di tahun 2013, Hamilton bersama Mercedes (sempat terselip nama <strong>Nico Rosberg</strong>) begitu mendominasi F1 di era <em>hybrid</em>.</p>



<p>Jadi, kemungkinan besar Penulis berhenti mengikuti F1 adalah karena tidak adanya lagi sosok idola dan dominasi Hamilton yang membuat F1 terasa membosankan. Barulah di (akhir) musim 2021, gairah Penulis untuk kembali mengikuti F1 muncul.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kembali Mengikuti F1</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5994" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/kenapa-saya-suka-formula-1-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Verstappen Bakal Mendominasi F1 di Masa-Masa yang akan Datang? (<a href="https://www.si.com/formula1/2022/10/09/verstappen-crowned-f1-world-champion-after-wet-confusing-japanese-grand-prix">Sports Illustrated</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu alasan mengapa Penulis tertarik untuk kembali mengikuti F1 adalah karena ada sosok yang terlihat bisa merusak dominasi Hamilton: <strong>Max Verstappen </strong>dari<strong> Red Bull</strong>. Bahkan, poin keduanya berada di angka yang sama hingga GP terakhir di Abu Dhabi.</p>



<p>Penulis yang tidak mengikuti dari awal musim memutuskan untuk menonton balapan terakhir di situ. Sebuah keputusan yang benar, karena balapan tersebut menyajikan drama gila yang tidak akan dilupakan oleh semua penggemar F1!</p>



<p>Penulis tidak akan membahas kontroversi tersebut. Yang jelas, balapan tersebut berhasil membangkitkan kembali kesukaan Penulis terhadap F1. Selain mengikuti secara penuh musim 2022 ini, Penulis juga banyak menonton video-video F1 di YouTube.</p>



<p>Selain dari kanal resmi F1 untuk &#8220;mengejar ketertinggalan&#8221;, Penulis juga merupakan penonton setia dari <strong><a href="https://youtube.com/c/BoxBoxNowIndonesia">BoxBoxNowIndonesia</a></strong> dan <a href="https://youtube.com/c/F1SpeedIndonesia"><strong>F1 Speed Indonesia</strong></a>. Banyak sekali pengetahuan yang Penulis dapatkan dari 2 kanal tersebut.</p>



<p>Bahkan, Penulis sampai membuat <em>sheet </em>yang menjelaskan mengenai sejarah tim dan pembalap-pembalap yang pernah turut serta di F1. Mungkin, suatu hari nanti Penulis akan coba <em>share </em>tentang itu di blog ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Dengan keluarnya Verstappen sebagai juara dunia musim 2022, Penulis pun tak sabar untuk menantikan musim 2023 yang tentu diharapkan semakin seru. Apalagi, akan ada beberapa sirkuit baru seperti Las Vegas yang tentunya menarik untuk ditonton.</p>



<p>Penulis sendiri bukan penggemar Verstappen, meskipun Penulis bisa dibilang condong ke tim Red Bull sekarang. Oleh karena itu, Penulis berharap akan ada juara baru di tahun 2023 nanti. Apalagi, ada banyak nama potensial yang bisa menjadi penantang juara.</p>



<p>Bagi Penulis, F1 adalah <strong>ajang balap yang paling seru</strong> dibandingkan yang lain, bahkan jika dibandingkan Moto GP yang kesannya lebih banyak menyajikan aksi salip-menyalip. Apalagi, sekarang F1 telah meninggalkan kesan eksklusivitasnya dan bisa diakses oleh banyak orang.</p>



<p>Selain itu, bentuk mobil dan <em>livery </em>F1 kerap tampil dengan desain yang elegan dan mewah. Apalagi di tahun 2022 ini, banyak sekali desain mobil yang terlihat luar biasa sehingga Penulis sangat ingin memiliki miniaturnya. Sayang, harganya mahal tidak karuan.</p>



<p>Jadi, kurang lebih itulah alasan mengapa Penulis bisa suka dengan Formula 1. Ada &#8220;sejarah panjang&#8221; di baliknya, meskipun Penulis sempat bersikap apatis selama bertahun-tahun karena berbagai alasan. Mungkin, setelah ini Penulis akan terus intens dalam mengikuti F1.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Foto: <a href="https://www.ikbariyasport.com/f1-2022-news-japanese-grand-prix-suzuka-max-verstappen-championship-red-bull-racing-fia-regulations-tyres-rain-pierre-gasly-safety/">Ikbariyasport</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/">Kenapa Saya Suka Formula 1?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/kenapa-saya-suka-formula-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sebastian Vettel: The Inspector yang Dicintai Penggemar F1</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2022 14:05:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[legenda]]></category>
		<category><![CDATA[pensiun]]></category>
		<category><![CDATA[Red Bull]]></category>
		<category><![CDATA[Sebastian Vettel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5822</guid>

					<description><![CDATA[<p>Secara mengejutkan, Penulis mendapatkan kabar dari adik kalau salah satu pembalap legendaris Formula 1 yang sedang membela tim Aston Martin, Sebastian Vettel, memutuskan untuk pensiun pada akhir musim 2022 ini. Ketika memerhatikan kolom komentar baik di Instagram maupun YouTube, semua mengutarakan kesedihannya atas pembalap yang dikenal memiliki pengetahuan luas seputar dunia balap yang ia geluti [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/">Sebastian Vettel: The Inspector yang Dicintai Penggemar F1</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Secara mengejutkan, Penulis mendapatkan kabar dari adik kalau salah satu pembalap legendaris Formula 1 yang sedang membela tim Aston Martin, <strong>Sebastian Vettel</strong>, memutuskan untuk pensiun pada akhir musim 2022 ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Sebastian Vettel Announces F1 Retirement" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/r3BgDLfRTjk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ketika memerhatikan kolom komentar baik di Instagram maupun YouTube, semua mengutarakan kesedihannya atas pembalap yang dikenal memiliki pengetahuan luas seputar dunia balap yang ia geluti tersebut.</p>



<p>Penulis sebagai penggemar Formula 1 pun tergerak untuk menulis tentangnya di blog ini, sebagai bentuk terima kasih atas semua yang telah ia berikan untuk ajang balap ini.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Awal Karir Vettel di Formula 1</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5827" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Vettel dan Kubica (<a href="https://www.essentiallysports.com/f1-news-former-f1-driver-reveals-bmw-wasnt-convinced-to-sign-sebastian-vettel-in-2008/">Essentially Sports</a>)</figcaption></figure>



<p>Vettel memulai karirnya di Formula 1 sebagai <em>test driver </em>untuk tim BMW Sauber tahun 2006 di usianya yang ke 19 tahun 53 hari. Ketika pembalap utama berhalangan (seperti Jacques Villeneuve dan Robert Kubica), ia tampil di beberapa Grand Prix.</p>



<p>Pada pertengahan 2007, BMW Sauber melepas Vettel ke Toro Rosso, <em>sister team </em>dari Red Bull yang dulunya bernama Minardi. Di tahun pertamanya, ia masih menjadi seorang <em>test driver</em>. Baru di tahun 2008-lah ia menjadi pembalap utama bersama Sébastien Bourdais.</p>



<p>Vettel sah menjadi pembalap termuda yang mampu memenangkan balapan Formula 1 ketika berlaga di Grand Prix Italia. Itu menjadi kemenangan perdana Toro Rosso, bahkan mendahului Red Bull yang merupakan tim utamanya.</p>



<p>Pada masa-masa ini, Penulis sama sekali belum <em>notice </em>kalau ada pembalap berbakat dalam diri Vettel. Saat itu, F1 sedang cukup sengit, di mana penentuan juara pada musim 2007 dan 2008 begitu ketat hingga ke balapan terakhir.  </p>



<h2 class="wp-block-heading">Dominasi Vettel Bersama Red Bull</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-2-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-5828" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-2-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-2-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-2-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-2.jpeg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dominasi Vettel Bersama Red Bull (<a href="https://www.redbull.com/nz-en/sebastian-vettel-career-retrospective">Red Bull</a>)</figcaption></figure>



<p>Berkat penampilannya di tahun 2008, ia berhasil mendapatkan gelar Rookie of the Year. Performanya yang impresif membuatnya ditarik ke tim utama, Red Bull, pada tahun 2009 untuk menggantikan David Coulthard yang pensiun dan berduet dengan Mark Webber.</p>



<p>Vettel berhasil membawa kemenangan perdana untuk Red Bull pada Grand Prix China. Performanya cukup baik di musim pertamanya bersama Red Bull, tetepi masih kalah dari Jenson Button bersama Brawn GP yang akhirnya keluar menjadi juara dunia.</p>



<p>Bisa dibilang, kisah dongeng Brawn GP benar-benar luar biasa waktu itu, hingga menutup adanya tim baru bernama Red Bull yang juga tampil luar biasa. Padahal, dulu tim tersebut bernama Jaguar (sebelumnya Stewart) dan sama sekali tidak berprestasi.</p>



<p>Pada musim 2010-lah dominasi Vettel dan Red Bull di Formula 1 dimulai. Hingga musim 2013, Vettel berhasil menjadi juara dunia empat kali berturut-turut. Ia juga mencatatkan rekor sebagai juara dunia termuda (23 tahun 123 hari) yang masih bertahan hingga saat ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Karir Vettel di Ferrari dan Aston Martin</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5829" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/sebastian-vettel-the-inspector-yang-akan-dirindukan-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Jatuhnya Vettel Bersama Ferrari (<a href="https://thesportsrush.com/f1-news-sebastian-vettel-has-been-contemplating-about-retirement-since-ferrari-days/">The Sports Rush</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah kehilangan gelar pada musim 2014, Vettel memutuskan untuk pindah ke tim legendaris Ferrari, tim impiannya sejak kecil mengingat Michael Schumacher adalah idolanya. Ia akan menggantikan Fernando Alonso dan akan berpasangan dengan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kimi-raikkonen-the-iceman-yang-akan-dirindukan/">Kimi Raikkonen</a>.</p>



<p>Sayangnya, tidak ada gelar juara dunia yang berhasil ia raih bersama tim kuda jingkrak tersebut. Dominasi Mercedez dan kurang harmonisnya hubungan Vettel bersama tim di beberapa musim terakhirnya menjadi beberapa alasannya.</p>



<p>Pada akhirnya, Vettel memutuskan untuk pindah ke tim Aston Martin pada musim 2021. Banyak yang menganggap kepindahannya tersebut dikarenakan karena Ferrari lebih memilih Charles Leclerc sebagai pembalap nomor satunya.</p>



<p>Berhubung Aston Martin adalah tim papan tengah (jika bukan tim papan bawah), maka tidak ada gelar juara yang berhasil ia raih. Dengan alasan ingin fokus ke keluarganya, Vettel resmi pensiun setelah musim 2022 ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Vettel adalah satu dari sedikit pembalap yang dicintai oleh hampir semua penggemar F1. Humoris, memiliki pengetahuan yang luas seputar F1, <em>humble</em>, juara dunia empat kali, menjadi mentor Mick Schumacher, menjadi beberapa alasannya. </p>



<p>Salah satu hal yang begitu membuat Penulis terperangah adalah <a href="https://youtu.be/LH9yXEpoMEw">ia mampu mengingat semua juara dunia F1</a>, dari yang terbaru hingga juara pertama. Tidak ada pembalap F1 lain yang memiliki kemampuan sehebat ini. Ia sampai mendapatkan julukan Inspector Seb.</p>



<p>Penulis sendiri langsung merasa kagum dengannya ketika ia berhasil menjadi juara dunia bersama Red Bull, tim yang bisa dibilang tergolong baru. Meskipun tidak sampai <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/idola-bernama-michael-schumacher/">mengidolakannya seperti Penulis ke Schumacher</a>, Vettel punya tempat spesial di hati.</p>



<p>Sayang sekali kepindahannya ke Ferrari seolah membuat karirnya meredup. Selain Mercedes yang terlalu superior, adanya konflik internal di dalam tubuh Ferrari juga semakin membuatnya tertekan dan akhirnya memutuskan untuk hengkang ke Aston Martin.</p>



<p>Walaupun begitu, Vettel akan tetap dikenang sebagai pembalap legendaris yang akan dicintai oleh penggemar F1. Semoga saja harapan penggemar agar ia menjadi presiden FIA bisa terkabulkan di masa depan. <strong>#ThankYouSeb</strong></p>



<p></p>



<p>NB: Yang menggantikan kursi Vettel di Aston Martin adalah Fernando Alonso, pembalap legendaris lainnya</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 1 Agustus 2022, terinspirasi setelah mendengar pengumuman kalau Vettel akan pensiun dari dunia F1</p>



<p>Foto: YouTube</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/">Sebastian Vettel: The Inspector yang Dicintai Penggemar F1</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/sebastian-vettel-the-inspector-yang-dicintai-penggemar-f1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
