<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>zona nyaman Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/zona-nyaman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/zona-nyaman/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Nov 2022 14:47:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>zona nyaman Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/zona-nyaman/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apakah Sukses Harus Keluar dari Zona Nyaman?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/apakah-sukses-harus-keluar-dari-zona-nyaman/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/apakah-sukses-harus-keluar-dari-zona-nyaman/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2022 14:39:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[self-improvement]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[zona nyaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6095</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pagi ke pagi, ku terjebak di dalam ambisiSeperti orang-orang berdasi yang gila materiRasa bosan, membukakan jalan mencari peranKeluarlah dari zona nyaman &#8211; Zona Nyaman by Fourtwnty &#8211; Sekitar empat bulan lalu, sewaktu sedang iseng mengecek akun LinkedIn Penulis, tiba-tiba di beranda muncul sebuah posting yang dibuat oleh kawan karib Penulis. Ia menyinggung masalah &#8220;keluar dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apakah-sukses-harus-keluar-dari-zona-nyaman/">Apakah Sukses Harus Keluar dari Zona Nyaman?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><em>Pagi ke pagi, ku terjebak di dalam ambisi<br>Seperti orang-orang berdasi yang gila materi</em><br><em>Rasa bosan, membukakan jalan mencari peran<br>Keluarlah dari zona nyaman</em></p><p><span style="color:#9e0b0f" class="has-inline-color">&#8211; Zona Nyaman by Fourtwnty &#8211;</span></p></blockquote>



<p>Sekitar empat bulan lalu, sewaktu sedang iseng mengecek akun LinkedIn Penulis, tiba-tiba di beranda muncul sebuah posting yang dibuat oleh kawan karib Penulis. Ia menyinggung masalah &#8220;<strong>keluar dari zona nyaman</strong>&#8221; yang bisa dilihat selengkapnya di bawah ini:</p>



<div class="wp-block-image is-style-default"><figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="540" height="244" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/2022-10-27_202841.jpg" alt="" class="wp-image-6097" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/2022-10-27_202841.jpg 540w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/2022-10-27_202841-300x136.jpg 300w" sizes="(max-width: 540px) 100vw, 540px" /></figure></div>



<p>Penulis pun tergelitik untuk memberikan komentar yang cukup panjang di posting tersebut dan ingin membahasnya lebih dalam melalui tulisan di blog. Hanya saja karena beberapa alasan (baca: malas), niat tersebut baru terlaksana sekarang.</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis ingin membahas mengenai opini populer mengenai apakah untuk bisa menjadi sukses harus keluar dari zona nyaman yang telah dimiliki. Agar lebih <em>related</em>, Penulis juga akan berbagi sedikit pengalamannya yang pernah keluar dari zona nyaman.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Memahami Apa Itu Zona Nyaman</h2>



<p>Pertanyaan utama dari kawan Penulis adalah &#8220;<em>kalau sudah nyaman sama pekerjaan kita, ngapain keluar?</em>&#8220;. Untuk itu, Penulis akan mencoba membedah mengenai apakah yang dimaksud dari zona nyaman itu sendiri.</p>



<p>Zona nyaman belakangan ini memang menjadi <em>term </em>yang cukup populer, apalagi setelah dijadikan lagu oleh Fourtwnty. Dilansir dari <em>positivepshychology.com</em>, pencetus istilah zona nyaman adalah Judith Bardwick pada tahun 1991, yang mengatakan:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Zona nyaman adalah keadaan perilaku di mana seseorang beroperasi dalam kondisi kecemasan-netral, menggunakan serangkaian perilaku terbatas untuk memberikan tingkat kinerja yang stabil, biasanya tanpa rasa risiko.&#8221;</p></blockquote>



<p>Jika mengambil definisi tersebut, dapat disimpulkan kalau zona nyaman adalah <strong>kondisi di mana kita merasa aman dan tanpa risiko, tetapi hampir tidak ada ruang untuk berkembang secara signifikan</strong>. </p>



<p>Penulis menemukan sebuah diagram mengenai<em> </em>zona nyaman yang bisa dilihat di bawah ini:</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Apakah-Sukses-Harus-Keluar-dari-Zona-Nyaman-1-1024x980.webp" alt="" class="wp-image-6098" width="493" height="471" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Apakah-Sukses-Harus-Keluar-dari-Zona-Nyaman-1-1024x980.webp 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Apakah-Sukses-Harus-Keluar-dari-Zona-Nyaman-1-300x287.webp 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Apakah-Sukses-Harus-Keluar-dari-Zona-Nyaman-1-768x735.webp 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/Apakah-Sukses-Harus-Keluar-dari-Zona-Nyaman-1.webp 1200w" sizes="(max-width: 493px) 100vw, 493px" /><figcaption>Diagram Zona Nyaman (<a href="https://positivepsychology.com/comfort-zone/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=comfort-zone#comfort-zone">Positive Psychology</a>)</figcaption></figure></div>



<p>Dalam diagram ini, Penulis menganggap bahwa zona nyaman yang dimaksud di sini adalah ketika kita merasa tidak bisa mengembangkan diri, tetapi hidup kita relatif terjamin, entah karena gaji bulanan yang lancar atau karena masih mendapatkan &#8220;jatah&#8221; orang tua. </p>



<p>Di dalam dunia kerja, zona nyaman kerap dikaitkan dengan pekerjaan yang cenderung <strong>stagnan</strong>, <strong>monoton</strong>, dan<strong> tidak bisa mengembangkan diri</strong> baik secara <em>skill</em>, relasi, dan lainnya. Hanya saja, pekerjaan tersebut mampu memberikan rasa aman dan menghidupi kita.</p>



<p>Artinya, ketika kita merasa nyaman dengan pekerjaan kita dan masih menemukan banyak ruang untuk bekembang, menurut Penulis itu<strong> bukan zona nyaman yang dimaksud</strong>. </p>



<p>Selain itu, zona nyaman juga memiliki makna yang lebih luas lagi. Mencoba hal baru yang berbeda, belajar <em>skill </em>baru, mulai rutin berolahraga, melakukan diet baru, itu pun hal-hal yang mengeluarkan kita dari zona nyaman berupa kemalasan.</p>



<p>Penulis merasa nyaman setiap malam nonton YouTube berjam-jam atau <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-main-game/">bermain <em>game</em></a>. Hanya saja, di satu titik Penulis merasa aktivitas tersebut tidak membantu Penulis berkembang dan terlalu membuang-buang waktu. </p>



<p>Akhirnya, Penulis mencoba menggantinya dengan kembali rutin <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mengapa-blog/">menulis blog</a>, belajar tentang SEO, atau sekadar membaca buku. Memang lebih capek, apalagi setelah seharian bekerja. Namun, Penulis jadi merasa bisa memanfaatkan waktunya menjadi lebih baik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pengalaman Keluar dari Zona Nyaman</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-whathefan wp-block-embed-whathefan"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="CnTLwdjB9Y"><a href="https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/">Keluar dari Zona Nyaman</a></blockquote><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted"  title="&#8220;Keluar dari Zona Nyaman&#8221; &#8212; Whathefan!" src="https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/embed/#?secret=CnTLwdjB9Y" data-secret="CnTLwdjB9Y" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
</div></figure>



<p>Sejujrunya Penulis merasa kesulitan dalam mendefinisikan zona nyaman ini. Untuk itu, Penulis ingin <em>sharing </em>sedikit tentang pengalamannya yang menurut Penulis merupakan contoh dari keluar dari zona nyaman. Sekali lagi, ini hanya opini pribadi Penulis dan Penulis terbuka untuk definisi lainnya.</p>



<p>Ketika <a href="https://whathefan.com/pengalaman/salah-jurusan-sampai-lulus/">baru lulus dari bangku kuliah</a>, Penulis sempat melakukan banyak hal, mulai dari bekerja di kantor ayah hingga mengambil kursus di Kampung Inggris. Hanya saja, Penulis merasa benar-benar berada di zona nyaman sehingga kesulitan untuk mengembangkan dirinya.</p>



<p>Untuk itu, Penulis pun membulatkan tekat untuk keluar dari zona nyaman dengan pindah ke Jakarta. Awalnya memang karena menjadi <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-menjadi-volunteer-asian-games-awal-dari-segalanya/"><em>volunteer </em>di Asian Games</a>, tetapi selepas acara Penulis memutuskan untuk menetap dan mencari pekerjaan di sana.</p>



<p>Alhamdulillah, Penulis akhirnya mendapatkan pekerjaan pertama di Jakarta dan tinggal di sana selama kurang lebih dua tahun. Jika Penulis bertahan di zona nyamannya dan tidak berani ke Jakarta, mungkin Penulis tidak akan berada di posisinya sekarang (tentu semua ini kehendak Tuhan).</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-whathefan wp-block-embed-whathefan"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="4v8zs1KTQ0"><a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology/">Pengalaman Melamar Kerja di Mainspring Technology</a></blockquote><iframe loading="lazy" class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted"  title="&#8220;Pengalaman Melamar Kerja di Mainspring Technology&#8221; &#8212; Whathefan!" src="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology/embed/#?secret=4v8zs1KTQ0" data-secret="4v8zs1KTQ0" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
</div></figure>



<p>Ketika di sana, Penulis bekerja sebagai <em>content writer</em>. Pekerjaan itu benar-benar zona nyaman karena Penulis memang hobi menulis. Untuk itu, Penulis memutuskan untuk kembali keluar dari zona nyaman dengan belajar <em>social media </em>di kantor. Kebetulan, Penulis punya mentor di sana.</p>



<p>Di tempat kerja yang sekarang, Penulis memiliki jabatan sebagai editor. Apakah Penulis kembali keluar dari zona nyamannya? Jawabannya iya. Penulis tidak hanya melakukan <em>editing </em>artikel di sini, Penulis juga mendalami <em>skill </em>SEO (<em>Search Engine Optimization</em>) dan <em>data analyst </em>kecil-kecilan.</p>



<p>Penulis memang terkesan sangat budak korporat karena seolah selalu memberikan lebih dari yang diminta. Hanya saja, selama itu <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kerja-secukupnya-atau-kasih-value-lebih/">menambah <em>value </em>untuk diri Penulis</a>, mengapa tidak? Penulis yang &#8220;murtad&#8221; dari jurusan kuliahnya merasa harus banyak belajar untuk bisa <em>survive </em>di dunia ini.</p>



<p>Dengan kata lain, Penulis berusaha <strong>memperluas zona nyamannya </strong>sendiri dengan belajar berbagai hal baru. Ketika mengenal dunia media sosial dan SEO, jujur saja rasanya sedikit menakutkan karena terlihat kompleks. Namun, perlahan-lahan Penulis berusaha memahaminya agar dirinya bisa lebih berkembang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Lantas, apa jawaban dari &#8220;apakah sukses harus keluar dari zona nyaman?&#8221; Menurut Penulis, <strong>tidak</strong>. Mungkin keluar dari zona nyaman berhasil untuk Penulis, tetapi belum tentu akan berhasil juga untuk orang lain. Bisa saja ada yang bisa sukses dengan tetap bertahan di zona nyamannya sendiri.</p>



<p>Kalau kita merasa nyaman dengan pekerjaan yang sekarang (apalagi gajinya tinggi), mempertahankannya bukan hal yang salah. Mungkin saja kita tidak sadar bahwa setiap hari ada saja hal baru yang didapatkan. Ini semua tidak hanya terkait tentang <em>skill</em>, tapi juga pengalaman hidup.</p>



<p>Tentu ada kondisi-kondisi yang membuat kita merasa tidak bisa keluar dari zona nyaman. Misal, sudah punya tanggunan keluarga, ada hutang, <em>sandwich generation</em>, dan lain sebagainya. </p>



<p>Untuk itu, Penulis tidak setuju jika keluar dari zona nyaman menjadi satu-satunya cara agar orang bisa sukses. Sama seperti jalan ke Roma, ada ribuan cara untuk bisa menjadi sukses. Keluar dari zona nyaman hanya salah satunya.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 27 Oktober 2022, terinspirasi setelah membahas posting LinkedIn seorang kawan yang membahas tentang zona nyaman</p>



<p>Foto: <a href="https://psychology-spot.com/comfort-zone/">Psychology Spot</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://positivepsychology.com/comfort-zone/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=comfort-zone#comfort-zone">How to Leave your Comfort Zone and Enter your ‘Growth Zone’ (positivepsychology.com)</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apakah-sukses-harus-keluar-dari-zona-nyaman/">Apakah Sukses Harus Keluar dari Zona Nyaman?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/apakah-sukses-harus-keluar-dari-zona-nyaman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keluar dari Zona Nyaman</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2018 08:10:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[berdikari]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[ke luar]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[zona nyaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1025</guid>

					<description><![CDATA[<p>Istilah ke luar zona nyaman mungkin memang sudah terdengar terlalu mainstream. Sudah banyak orang yang menyerukan untuk ke luar dari lingkungan yang dapat membuat kita terlena hingga menjadi lalai. Lantas mengapa penulis menulis tulisan ini? Karena penulis hendak ke luar dari zona nyaman penulis dengan merantau ke kota yang jauh dari rumah, jauh dari keluarga, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/">Keluar dari Zona Nyaman</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Istilah ke luar zona nyaman mungkin memang sudah terdengar terlalu <em>mainstream</em>. Sudah banyak orang yang menyerukan untuk ke luar dari lingkungan yang dapat membuat kita terlena hingga menjadi lalai.</p>
<p>Lantas mengapa penulis menulis tulisan ini? Karena penulis hendak ke luar dari zona nyaman penulis dengan merantau ke kota yang jauh dari rumah, jauh dari keluarga, dan jauh dari lingkungan yang nyaman. Penulis hendak sedikit berbagi apa yang penulis rasakan terkait rencana ini.</p>
<p>Penulis sangat nyaman dengan tempat penulis tinggal sekarang. Tinggal bersama orangtua di lingkungan yang sangat kondusif membuat penulis sangat betah tinggal di sini. Apalagi sebagai mantan ketua Karang Taruna, penulis memiliki kedekatan emosional dengan anggota-anggotanya.</p>
<p>Kondisi yang ideal ini membuat penulis merasa susah berkembang. Penulis ingin merasakan lingkungan baru yang bisa membuat penulis menjadi lebih baik baik dari hari kemarin. Jakarta penulis pilih karena sudah mengetahui sedikit banyak seluk-beluknya dari beberapa perjalanan ke sana.</p>
<p>Penulis ingin lebih <strong>BERDIKARI</strong> alias <strong>berdiri di atas kaki sendiri</strong> alias belajar hidup mandiri jauh dari orang tua dan lingkungan yang nyaman. Apalagi, penulis tidak memiliki pengalaman merantau yang lama. Paling lama hanya sekitar 4 bulan di Pare, Kediri. Itu pun masih sering pulang pergi Kediri-Malang.</p>
<p><div id="attachment_1026" style="width: 884px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1026" class="size-full wp-image-1026" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-25_145940.jpg" alt="" width="874" height="208" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-25_145940.jpg 874w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-25_145940-300x71.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-25_145940-768x183.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-25_145940-356x85.jpg 356w" sizes="(max-width: 874px) 100vw, 874px" /><p id="caption-attachment-1026" class="wp-caption-text">(https://quotefancy.com/quote/831622/Ibn-Taymiyyah-Don-t-depend-too-much-on-anyone-in-this-world-because-even-your-own-shadow)</p></div></p>
<p>Selain itu, penulis juga ingin mengurangi ketergantungan terhadap orang lain, terutama orang tua. Sudah saatnya penulis membuka lembaran baru di mana penulis sendiri yang menggoreskan penanya di tiap lembar bukunya. Hal tersebut susah untuk dilakukan jika kita masih satu atap dengan orang tua.</p>
<p>Penulis akan memulai pengembaraannya bulan Agustus, karena kebetulan penulis termasuk <em>volunteer </em>Asian Games. Setelah even tersebut, penulis akan mencari kos sembari mencoba segala peluang yang tersedia di sana, baik kerja maupun kuliah.</p>
<p>Semoga pilihan penulis untuk ke luar dari zona nyaman memberikan manfaat kepada kita semua, terlebih untuk penulis sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 25 Juni 2018, terinspirasi dengan keputusan yang sudah penulis buat</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://unsplash.com/photos/MDupks3qrVo">https://unsplash.com/photos/MDupks3qrVo</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/">Keluar dari Zona Nyaman</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
