<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>anak Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/anak/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:07:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>anak Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/anak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Membaca Si Anak Cahaya</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-anak-cahaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Mar 2020 03:44:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[Komunisme]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Si Anak Cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Tere Liye]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3688</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis membeli novel Si Anak Cahaya ini bersamaan dengan novel Si Anak Badai yang sudah ditamatkan terlebih dahulu. Keduanya merupakan bagian dari Serial Anak Tere Liye. Setelah mengalami kekecewaan di novel Si Anak Badai, Penulis tidak berharap banyak dari novel ini. Hasilnya? Penulis tetap kecewa dengan novel ini. Spoiler Alert! Apa Isi Buku Ini? Sama seperti serial anak-anak lainnya, novel ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-anak-cahaya/">Setelah Membaca Si Anak Cahaya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis membeli novel <em><strong>Si Anak Cahaya</strong> </em>ini bersamaan dengan novel <em><a href="https://whathefan.com/buku/anak-anak-muara-pada-si-anak-badai/">Si Anak Badai</a> </em>yang sudah ditamatkan terlebih dahulu. Keduanya merupakan bagian dari Serial Anak <strong>Tere Liye</strong>.</p>
<p>Setelah mengalami kekecewaan di novel <em>Si Anak Badai, </em>Penulis tidak berharap banyak dari novel ini. Hasilnya? Penulis tetap kecewa dengan novel ini.</p>
<p><strong><em>Spoiler Alert!</em></strong></p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Sama seperti serial anak-anak lainnya, novel ini juga berfokus kepada tokoh anak SD. Kali ini, tokoh utamanya bernama <strong>Nurmas</strong> yang kelak akan menjadi mamak dari Eliana, Pukat, Burlian, dan Amelia.</p>
<p>Oleh karena itu, novel ini mengambil latar belakang waktu tahun 50-an ketika Indonesia belum lama merdeka. Kita akan melihat seorang anak kampung menjalani kesehariannya.</p>
<p>Adegan dimulai dengan adanya seleksi tentara, lantas perjalanan Nurmas ke kota untuk bertemu dengan dokter demi menyembuhkan bapaknya yang sakit keras.</p>
<p>Mulanya, ada seorang dukun kampung bernama Datuk Sunyan yang dikenal karena kesaktiannya. Keluarga Nurmas menolak bantuannya karena ia dianggap syirik, menyekutukan Tuhan.</p>
<p>Ada pula adegan Nurmas dan kawan-kawannya yang menjaga ladang, lantas bertemu dengan Si Puyang alias harimau. Lalu adegan berlanjut dengan kelahiran adik Nurmas uang diberi nama Unus.</p>
<p>Terselip pula cerita masa lalu bapak yang kelam, di mana ia pernah bergabung dengan kelompok Komunis dan durhaka kepada orangtuanya. Inilah konflik utama dari novel ini.</p>
<p>Singkat cerita, kampung Nurmas mengalami paceklik panen yang lumayan panjang. Di saat itulah salah satu mantan rekan bapak di kelompok Komunis datang untuk memberikan bantuan dan menemukan bapak.</p>
<p>Ia sangat dendam karena menyalahkan bapak Nurmas atas kematian keluarganya di masa silam. Dengan penuh amarah, ia menyiksa bapak dan mamak Nurmas serta membakar desa.</p>
<p>Siapa yang jadi penyelamat? Siapa lagi kalau bukan Nurmas. Ia, yang masih SD, harus berjalan ke kota demi menemukan bantuan. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Datuk Sunyan yang dendam, tapi ditolong oleh Si Puyang.</p>
<p>Nurmas pun pada akhirnya sampai ke kota dan bertemu dengan tentara yang dulu ikut seleksi di kampungnya. Mereka menyerbu kampung dan langsung mengalahkan kelompok Komunis tersebut. Selesai.</p>
<h3>Setelah Membaca <em>Si Anak Cahaya</em></h3>
<p>Awalnya, Penulis mengira novel ini akan sedikit lebih baik dari <em>Si Anak Badai</em>. Ternyata tidak. Novel ini sama mengecewakannya. Ada beberapa hal yang menjadi alasannya.</p>
<p>Pertama, latar tempat dan waktunya kurang terlalu kuat. Selama membaca, sama sekali tidak terasa kesan tahun 50-annya kecuali ketika ada istilah-istilah jadul yang disisipkan dan adanya orang-orang Belanda yang bertahan di Indonesia.</p>
<p>Selain itu, suasana kampung yang terpencil juga sangat lemah. Masa anak-anak SD sudah mengenal Chairil Anwar dan tujuh keajaiban dunia? Diajari oleh gurunya yang cuma satu orang itu?</p>
<p>Omong-omong soal anak SD, entah mengapa anak SD di serial anak Tere Liye ini terlihat sangat intelek. Tata bahasanya sangat bagus, pengetahuan luas, pemilihan kosa katanya cukup luas.</p>
<p>Adanya bagian kurang penting (seperti <em>filler </em>di serial anime) juga kembali muncul. Jika bab-bab tersebut dihilangkan, niscaya sama sekali tidak berpengaruh ke alur cerita.</p>
<p>Bagian akhirnya? Konsepnya tetap sama, anak SD melakukan hal luar biasa hingga muncul keajaiban. Perjalanan melalui hutan di malam hari, lantas tanpa sengaja bertemu dengan kenalan yang masuk tentara, klise sekali.</p>
<p>Di sini, Tere Liye juga menggambarkan kebrutalan Komunisme. Penulis sama sekali tidak keberatan, mengingat Penulis juga membaca novel-novel yang memperlihatkan kebrutalan Orde Baru dalam memberantas Komunisme.</p>
<p>Hanya saja, Tere Liye menggambarkan mereka sebagai orang yang haus darah dan tidak berpikir panjang (baca: tolol). Padahal, kenyataannya mereka bisa bergerak secara sistematik dan halus sehingga mampu meraih popularitas tinggi.</p>
<p>Jujur, Penulis kesulitan untuk menemukan kelebihan novel ini. Mungkin sama seperti serial anak lainnya, ada banyak pesan moral (yang sedikit basi) dari novel ini.</p>
<p>Setelah membaca novel ini, Penulis mulai mempertimbangkan untuk berhenti membeli novel-novel karangan Tere Liye.</p>
<p>Nilainya: <strong>3.5/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Note</strong>: Kenyataannya, Penulis tetap membeli novel terbaru Tere Liye, yakni <em>Selena </em>dan <em>Nebula</em>. Untungnya, kedua novel tersebut memiliki alur cerita yang jauh lebih baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 22 Maret 2020, terinspirasi setelah menamatkan buku <em>Si Anak Cahaya </em>karya Tere Liye</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-si-anak-cahaya/">Setelah Membaca Si Anak Cahaya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya dan Big Bad Wolf (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2020 13:41:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Big Bad Wolf]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[ICE BSD]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3618</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika sebelumnya Penulis bercerita mengenai pengalamannya di Big Bad Wolf edisi Surabaya, pada tulisan kali ini Penulis akan berbagi pengalamannya di Big Bad Wold edisi Jakarta Tangerang. Apakah ada yang berbeda? Ataukah sebenarnya sama saja? Kuy, langsung saja disimak tulisan di bawah ini! Pengalaman Ketiga (Tangerang, 2019) Setelah absen di tahun 2018, Penulis berkesempatan untuk datang pertama kali ke ajang Big Bad [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2/">Saya dan Big Bad Wolf (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jika sebelumnya Penulis bercerita mengenai pengalamannya di <em>Big Bad Wolf </em>edisi Surabaya, pada tulisan kali ini Penulis akan berbagi pengalamannya di <em>Big Bad Wold </em>edisi <del>Jakarta</del> Tangerang.</p>
<p>Apakah ada yang berbeda? Ataukah sebenarnya sama saja? <em>Kuy, </em>langsung saja disimak tulisan di bawah ini!</p>
<h3><strong>Pengalaman Ketiga (Tangerang, 2019)</strong></h3>
<p>Setelah absen di tahun 2018, Penulis berkesempatan untuk datang pertama kali ke ajang <em>Big Bad Wolf </em>di Tangerang, tepatnya di <em>Indonesia Convention Exhibition</em> (ICE) pada tahun 2019.</p>
<div id="attachment_3649" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3649" class="size-large wp-image-3649" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-0-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-0-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-0-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-0-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-0.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3649" class="wp-caption-text">ICE BSD (<a href="https://travelingyuk.com/objek-wisata/indonesia-convention-exhibition-ice-bsd/396">Travelingyuk</a>)</p></div>
<p>Penulis menaruh ekspetasi tinggi dengan berharap koleksi bukunya lebih banyak dari edisi Surabaya. Kenyataannya, ternyata tidak begitu berbeda. Buku yang dijual pun kurang lebih sama.</p>
<p>Penulis datang bersama adik dan berangkat menggunakan KRL dari stasiun Kebayoran Lama dan turun di stasiun Cisauk. Setelah itu, Penulis jalan ke arah Pasar Modern dan naik GrabCar.</p>
<div id="attachment_3650" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3650" class="size-large wp-image-3650" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3650" class="wp-caption-text">Hasil (Sebagian) Buruan Ketiga</p></div>
<p>Di sana, Penulis lumayan banyak memborong buku, baik yang impor maupun yang lokal. Buku yang Penulis beli adalah:</p>
<ol>
<li><em>The Children&#8217;s Interactive Story of Art</em></li>
<li><em>Encyclopedia of Animals</em></li>
<li><em>Drift</em></li>
<li><em>Listopia Space</em></li>
<li><em>Master of Cinema: Charlie Chaplin</em></li>
<li><em>Remah-Remah Bahasa</em></li>
<li><em>The 9 Golden Habits for Brighter Muslim</em></li>
<li><em>Sesobek Buku Harian Indonesia</em></li>
<li><em>Warcross</em></li>
<li><em>Juru Bicara</em></li>
</ol>
<p>Buku 1 Penulis beli karena ingin mengetahui pengetahuan dasar seputar dunia seni. Buku 2 dibeli dengan tujuan agar anaknya kelak mengetahui referensi lengkap tentang dunia binatang.</p>
<p>Buku 3 membahas mengenai perubahan lempeng Bumi dari masa ke masa. <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-listopia-space/">Buku 4</a> merupakan buku astronomi yang pada edisi BBW sebelumnya belum dibeli.</p>
<p>Buku 5 dibeli karena Penulis kerap menonton film-film Charlie Chaplin. Buku 6 hingga 10 merupakan buku lokal dan dibeli karena murah.</p>
<p>Buku yang sudah habis dibaca adalah nomor 1 dan 4. Buku nomor 6, 9, dan 10 malah pada akhirnya diberikan kepada teman karena merasa tidak akan dibaca.</p>
<h3><strong>Pengalaman Keempat (Tangerang, 2020)</strong></h3>
<p>Pada edisi tahun ini, Penulis sempat ragu untuk datang ke ajang <em>Big Bad Wolf </em>karena adanya wabah Corona. Teman kantor bahkan sampai menasehati agar tidak perlu ke sana.</p>
<p>Ujung-ujungnya, Penulis memutuskan untuk tetap ke sana karena tidak bisa tahan. Sama seperti tahun kemarin, Penulis naik KRL. Bedanya, dari Pasar Modern Penulis menggunakan BSD Link yang bisa diakses secara gratis dan akan mengantar kita ke ICE.</p>
<p>Berbekal pengalaman tahun kemarin, Penulis memutuskan untuk tidak membeli buku lokal pada edisi tahun 2020. Tahun ini, Penulis benar-benar hanya membeli buku impor yang totalnya ada 7 buah.</p>
<div id="attachment_3651" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3651" class="size-large wp-image-3651" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3651" class="wp-caption-text">Hasil (Sebagian) Buruan Keempat</p></div>
<p>Buku-buku yang dibeli adalah:</p>
<ol>
<li><em>Cosmos</em></li>
<li><em>Knowledge Encyclopedia Dinosaur</em></li>
<li><em>The Story of Maps</em></li>
<li><em>Thomas Edison: His Electrifying Life</em></li>
<li><em>Looney Toones Greates Hits</em></li>
<li><em>The One Device</em></li>
<li><em>Napoleon: &#8220;My Ambition was Great&#8221;</em></li>
</ol>
<p>Sebagai informasi, buku nomor 1 sangat berat dan besar hingga rasanya bisa digunakan untuk membunuh orang. Penulis membelinya karena kecintaannya terhadap dunia astronomi.</p>
<p>Buku 2 Penulis beli karena sejak kecil suka membaca buku tentang dinosaurus. Buku 3 juga dibeli karena Penulis hobi melihat atlas sejak kecil.</p>
<p>Kalau buku 4, ketika kecil Penulis sangat sering membaca komik biografinya. <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekepoan-yang-hakiki-ala-thomas-alva-edison/">Thomas Alva Edison</a> menjadi salah satu tokoh yang Penulis kagumi dan ingin mengenalnya lebih dalam lagi.</p>
<p>Penulis juga suka dengan kartun <em>Looney Toones, </em>sehingga membeli komiknya untuk membangkitkan nostalgia. Buku 6 Penulis beli karena membahas sejarah iPhone secara detail.</p>
<p>Buku 7 merupakan semacam biografi Napoleon Bonaparte yang dilengkapi dengan berbagai ilustrasi menarik. Penulis jadi bisa membayangkan penakhlukan yang dilakukan olehnya secara lebih jelas.</p>
<p>Ketika sudah di rumah, Penulis merasa menyesal karena tidak membeli buku <em>Atlas</em>. Karena itu, Penulis memutuskan untuk titip ke teman kantor yang pergi ke sana.</p>
<p>Pada akhirnya, Penulis memutuskan untuk membeli dua sekaligus, versi <em>A-Z</em> dan <em>Essential</em>. Versi pertama membahas secara detail tiap negara, sedangkan yang kedua terlihat seperti atlas pada umumnya.</p>
<h3>Sayang Anak, Sayang Anak</h3>
<p>Jika diperhatikan, Penulis banyak membeli buku-buku ensiklopedia anak pada ajang BBW, Seperti yang pernah Penulis singgung, buku-buku tersebut <a href="https://whathefan.com/buku/bacaan-untuk-anakku-kelak/">memang disiapkan untuk anak-anak Penulis kelak</a> agar memiliki bacaan yang layak.</p>
<p>Penulis bisa tumbuh menjadi orang yang gemar membaca karena pengaruh orangtua yang kerap membelikan ensiklopedia anak yang tipis-tipis. Penulis berharap anak-anaknya kelak juga bisa menikmati hal yang sama.</p>
<p>Selain itu, ensiklopedia anak juga disusun dengan bahasa yang mudah dan sederhana sehingga Penulis bisa memahaminya dengan mudah. Ensiklopedia juga dilengkapi dengan ilustrasi yang memanjakan mata.</p>
<p>Meskipun calon istri saja belum dapat, tidak ada salahnya kan mempersiapkan sesuatu untuk anak?</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Sebagai kutu buku, ajang seperti <em>Big Bad Wolf </em>memang pantang untuk dilewatkan. Akan selalu ada saja buku yang menarik perhatian, entah memang benar-benar ingin dibaca atau sekadar dijadikan koleksi.</p>
<p>Buku-buku impor biasanya memiliki kualitas yang bagus dan <em>full color. </em>Contohnya adalah buku <em>Cosmos </em>yang baru Penulis beli. Harganya kemarin memang masih mahal, Rp220.000.</p>
<div id="attachment_3652" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3652" class="size-large wp-image-3652" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3652" class="wp-caption-text">Contoh Isi Buku Cosmos</p></div>
<p>Ketika Penulis iseng mengecek harganya di Amazon, berapa harganya? Yang paling murah <strong>$190</strong> atau setara <strong>Rp2.7 juta</strong>! Buku ini memang layak seharga itu karena bobotnya saja mencapai 3.6 kg dengan dimensi 36x44cm. Isinya jangan ditanya lagi, memanjakan mata!</p>
<p>Oleh karena itu, rasanya setiap tahun Penulis akan tetap datang ke ajang ini untuk menambah koleksi dan membeli buku yang belum terbeli di tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 8 Maret 2020, terinspirasi dari banyaknya pengalaman ke ajang <em>Big Bad Wolf</em></p>
<p>Foto: <a href="https://bigbadwolfbooks.com/news/big-bad-wolf-2019-visitors-hunt-for-affordable-books/">Big Bad Wolf</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2/">Saya dan Big Bad Wolf (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Listopia Space</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-listopia-space/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Feb 2020 12:36:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[luar angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[planet]]></category>
		<category><![CDATA[semesta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3375</guid>

					<description><![CDATA[<p>Big Bad Wolf merupakan salah satu ajang pameran buku yang Penulis rutin kunjungi setiap tahun. Hingga saat ini, Penulis sudah empat kali ke sana. Tiga kali di Surabaya, satu kali di Tangerang. Kalau kata teman kantor Penulis, buku yang dijual pada ajang ini selalu itu-itu saja. Pernyataan ini memang benar, akan tetapi justru membawa keuntungan tersendiri [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-listopia-space/">Setelah Membaca Listopia Space</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Big Bad Wolf </em>merupakan salah satu ajang pameran buku yang Penulis rutin kunjungi setiap tahun. Hingga saat ini, Penulis sudah empat kali ke sana. Tiga kali di Surabaya, satu kali di Tangerang.</p>
<p>Kalau kata teman kantor Penulis, buku yang dijual pada ajang ini selalu itu-itu saja. Pernyataan ini memang benar, akan tetapi justru membawa keuntungan tersendiri bagi Penulis.</p>
<p>Bagaimana bisa? Dengan stok buku yang sama, Penulis bisa membeli buku yang dulu tak terbeli. Contohnya adalah <em><strong>Listopia Space</strong> </em>yang satu ini.</p>
<p>Penulis pertama kali menemukannya di tahun 2016 atau 2017. Ketika itu, Penulis memutuskan untuk tidak membelinya karena lebih memilih buku bertemakan luar angkasa yang lain.</p>
<p>Untunglah pada tahun 2019 kemarin, akhirnya Penulis bisa membeli buku imut ini yang tamat hanya dalam waktu 2 jam saja.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Buku berbahasa Inggris ini memiliki subjudul <em>50 Fascinating Top 10 Lists!</em> yang artinya isinya adalah seputar 10 fakta menarik seputar luar angkasa.</p>
<p>Ketika melakukan pengecekan di daftar isi, memang ada 50 fakta berbentuk daftar, masing-masing berisikan 10 benda atau makhluk ataupun lainnya.</p>
<p>Hanya saja, tidak ada pengategorian khusus yang membagi tiap-tiap daftar untuk lebih mempermudah navigasi. Bagi Penulis, akan lebih baik jika ada pembagian seperti fakta tentang planet, bintang, astronot, dan lain sebagainya.</p>
<p>Walaupun begitu, daftar fakta di buku ini seolah diurutkan sesuai dengan kategorinya. Pada bab-bab awal, kita akan mengetahui fakta-fakta seputar sistem tata surya kita.</p>
<p>Selanjutnya, ada beberapa fakta mengenai usaha manusia dalam mengeksplorasi alam semesta. Bagian ini, bagi Penulis, tidak begitu menarik.</p>
<p>Baru lah setelahnya dibahas mengenai obyek-obyek yang ada di luar sistem tata surya kita, seperti bintang terdekat ataupun galaksi teraneh yang ada.</p>
<p>Karena bentuknya yang seperti kumpulan fakta, tidak banyak yang bisa Penulis ceritakan dari buku ini.</p>
<h3>Setelah Membaca <em>Listopia Space</em></h3>
<p>Seharusnya, buku-buku semacam ini dinikmati oleh anak-anak karena berisikan banyak gambar yang menarik dan teks yang tidak terlalu banyak. Karena keterbatasan kemampuan bahasa Inggris, Penulis lebih menyukai buku seperti itu agar bisa mencernanya dengan mudah.</p>
<p>Sebagai buku yang <em>full color</em>, aroma dari buku ini sangat enak untuk dinikmati bagi kaum penyuka bau buku seperti Penulis. Fakta tersebut menjadi salah satu alasan mengapa buku ini layak dikoleksi.</p>
<p>Bahasanya juga tidak ada yang berat, mengingat target pasar buku ini diperuntukkan untuk anak kecil. Setiap fakta atau bagian akan menghabiskan dua hingga empat halaman saja.</p>
<p>Penulis menyayangkan tidak semua daftar di buku ini dilengkapi dengan ilustrasi. Hanya beberapa yang dianggap penting saja sehingga yang tidak dilengkapi dengan ilustrasi akan membuat kita berimajinasi.</p>
<p>Yang jelas, buku ini akan menambah wawasan bagi kita. Penulis merekomendasikan buku ini bagi para <em>astrophilia </em>seperti Penulis entah untuk menambah koleksi, hiburan, ataupun ingin mencari sesuatu yang baru.</p>
<p>Nilainya: <strong>4.0/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 1 Februari 2020, terinspirasi setelah membaca buku <em>Listopia Space </em>karya Mike Goldsmith</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-listopia-space/">Setelah Membaca Listopia Space</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anak-Anak Muara Pada Si Anak Badai</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/anak-anak-muara-pada-si-anak-badai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Oct 2019 14:02:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[serial]]></category>
		<category><![CDATA[Si Anak Badai]]></category>
		<category><![CDATA[Tere Liye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2896</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu author buku favorit penulis adalah Tere Liye. Novelnya (super) ringan, namun memiliki kandungan pesan-pesan moral yang lumayan menggigit. Sayangnya, entah mengapa novel-novel terbaru buatannya terasa ada yang kurang. Berbeda dengan novel-novelnya yang lama seperti Rindu. Novel tersebut berhasil membuat penulis tertegun dan takjub. Termasuk salah satu novel terbarunya yang penulis selesaikan beberapa waktu lalu, Si Anak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/anak-anak-muara-pada-si-anak-badai/">Anak-Anak Muara Pada Si Anak Badai</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu <em>author </em>buku favorit penulis adalah Tere Liye. Novelnya (super) ringan, namun memiliki kandungan pesan-pesan moral yang lumayan menggigit.</p>
<p>Sayangnya, entah mengapa novel-novel terbaru buatannya terasa ada yang kurang. Berbeda dengan novel-novelnya yang lama seperti <em>Rindu.</em> Novel tersebut berhasil membuat penulis tertegun dan takjub.</p>
<p>Termasuk salah satu novel terbarunya yang penulis selesaikan beberapa waktu lalu, <strong><em>Si Anak Badai</em></strong>.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Pada awalnya, penulis sama sekali tidak menyadari kehadiran novel terbaru dari Tere Liye ini. Alasannya, buku ini terbit bersamaan dengan serial Anak-Anak Mamak yang berubah judul.</p>
<p>Sewaktu menghitung, penulis merasa heran kenapa jumlahnya ada enam. Padahal, serial Anak-Anak Mamak hanya terdiri dari empat buku, yakni <em>Amelia, Burlian, Eliana, </em>dan <em>Pukat</em>.</p>
<p>Di sana lah penulis menyadari bahwa ada dua buku baru yang belum penulis baca. Setelah meneliti satu per satu, penulis membeli novel <em>Si Anak Badai </em>dan <em>Si Anak Cahaya</em>.</p>
<p>Novel ini berpusat pada kehidupan anak-anak yang tinggal di kampung Muara Manowa. Tokoh utamanya adalah <strong>Zaenal</strong> bersama tiga kawan karibnya, yakni <strong>Awam</strong>, <strong>Malim</strong>, dan <strong>Ode</strong>.</p>
<p>Mereka gemar bermain di pelabuhan demi menanti kedatangan kapal-kapal yang kerap melempari mereka uang koin. Para penumpang kapal pun sudah hafal dengan kebiasaan ini.</p>
<p>Zaenal tinggal bersama kedua orangtuanya dan kedua adiknya. Bapaknya merupakan seorang petugas kelurahan, sedangkanya mamaknya seorang penjahit.</p>
<p>Konflik mulai muncul pada kehidupan meraka yang damai ketika ada rencana pembuatan pelabuhan di muara tersebut. Masyarakat yang tinggal di sana akan digusur dan dipindahkan ke tempat lain.</p>
<p>Tentu saja mereka semua menolak karena merasa tanah tersebut adalah milik mereka secara turun-temurun. Mereka tidak akan mau dipindah dengan imbalan apapun.</p>
<p>Penolakan ini membuat pihak yang ingin membangun pelabuhan berang dan melakukan apapun yang bisa membungkam masyarakat Muara Manowa.</p>
<p>Seperti kisah superhero pada umumnya, Zaenal dan kawan-kawan (yang masih kelas 6 SD) berhasil menemukan cara agar pembangunan pelabuhan tersebut dapat dihentikan (<em>sigh</em>).</p>
<h3>Pendapat Penulis Tentang Buku Ini</h3>
<p>Biasanya, penulis menyukai novel-novel Tere Liye yang membahas permasalahan sosial. Bahkan, penulis pernah menyebutkan bahwa sebaiknya Tere Liye lebih banyak membuat novel dengan tema ini.</p>
<p>Sayangnya, penulis merasa kurang puas dengan novel ini. Penulis merasa novel ini bukan standar dari Tere Liye. Alurnya berjalan lambat dengan adanya adegan yang kurang penting seperti keinginan Malim untuk berhenti sekolah.</p>
<p>Meskipun berjalan lambat<em>, ending</em>-nya terasa terburu-buru, seperti keluhan penulis pada <a href="https://whathefan.com/buku/antara-pulang-dan-pergi/">novel Pergi</a>. Jika permasalahan gusur-menggusur bisa diselesaikan semudah di novel ini, rasanya aktivis HAM akan lebih banyak menganggur.</p>
<p>Bahasa yang digunakan ringan seperti biasa, sehingga bisa dibaca oleh semua kalangan. Pesan moralnya juga banyak yang bisa dipetik, terutama yang menyangkut tentang kekeluargaan dan persahabatan.</p>
<p>Yang menarik dari novel ini adalah penggambaran latar tempatnya yang lumayan kuat. Penulis bisa membayangkan seperti apa kampung Muara Manowa secara detail. Tapi secara umum, penulis kurang puas dengan novel ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nilainya: <strong>3.5/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 20 Oktober 2019, terinspirasi setelah menamatkan novel <em>Si Anak Badai </em>karya Tere Liye</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/anak-anak-muara-pada-si-anak-badai/">Anak-Anak Muara Pada Si Anak Badai</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bacaan untuk Anakku Kelak</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/bacaan-untuk-anakku-kelak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Mar 2019 14:39:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Big Bad Wolf]]></category>
		<category><![CDATA[ensiklopedia]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2223</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah tahun kemarin absen mengunjungi even Big Bad Wolf, tahun ini penulis berkesempatan untuk datang ke even tersebut yang berlokasi di Indonesia Convention Exhibtion (ICE). Ini adalah kali ketiga penulis datang ke acara yang sering disingkat sebagai BBW tersebut. Bedanya, dulu penulis datang ke BBW yang diadakan di JX International, Surabaya. Untuk yang belum tahu, BBW [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/bacaan-untuk-anakku-kelak/">Bacaan untuk Anakku Kelak</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah tahun kemarin absen mengunjungi even <strong>Big Bad Wolf</strong>, tahun ini penulis berkesempatan untuk datang ke even tersebut yang berlokasi di Indonesia Convention Exhibtion (ICE).</p>
<p>Ini adalah kali ketiga penulis datang ke acara yang sering disingkat sebagai BBW tersebut. Bedanya, dulu penulis datang ke BBW yang diadakan di JX International, Surabaya.</p>
<p>Untuk yang belum tahu, BBW adalah semacam pameran buku yang menjual buku-buku impor dengan harga yang sangat miring, dengan diskon sampai 60-80%.</p>
<p>Karena bahasa yang digunakan jelas bahasa Inggris, tentu penulis menghindari buku yang terlalu berat. Takut malah tidak terbaca. Maka dari itu, penulis memutuskan untuk membeli beberapa buku ensiklopedia anak.</p>
<p>Termasuk tahun ini, di mana penulis membeli empat buku ensiklopedia anak, masing-masing membahas tentang binatang, seni, sejarah Bumi, dan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/stephen-hawking-dan-perenungan-alam-semesta/">luar angkasa</a>.</p>
<p>Ensiklopedia anak tentu disusun dengan bahasa yang mudah dicerna karena pangsa pasarnya adalah anak-anak. Selain itu, ensiklopedia anak juga dilengkapi dengan berbagai gambar menarik.</p>
<p>Mungkin ada yang heran, bagaimana penulis yang secara umur sudah cukup dewasa bisa menikmati bacaan anak. Kenapa tidak? Selalu ada informasi menarik yang menambah pengetahuan penulis.</p>
<p>Sejak kecil, penulis sudah terbiasa membaca buku-buku pengetahuan yang disediakan oleh orang tua penulis. Bermacam-macam jenis buku, mulai tentang alam semesta hingga aneka satwa penulis baca sejak dini.</p>
<p>Mungkin penulis bisa mendapatkan akses tersebut karena orang tua penulis, terutama ayah, adalah orang yang gemar membaca buku juga. Koleksi bukunya waktu itu juga banyak, ada satu lemari penuh.</p>
<p>(<em>Dulu penulis bertanya-tanya, apakah bisa penulis memiliki buku sebanyak itu, dan sekarang nampaknya koleksi buku penulis sudah mengalahkan jumlah buku koleksi ayah</em>)</p>
<p>Bisa jadi karena terinspirasi dari pengalaman pribadi, ketika memegang buku ensiklopedia anak, penulis berimajinasi ke masa depan di mana penulis telah berkeluarga dan memiliki anak.</p>
<p>Penulis membayangkan anak penulis sedang melihat-lihat koleksi buku penulis, lalu ia meminta dibacakan buku-buku yang ia tunjuk. Secara logika, tentu ia akan memilih buku yang banyak gambarnya.</p>
<p>Penulis akan mengambil buku itu, lantas mengajaknya membaca bersama-sama. Penulis akan bercerita dengan diiringi gerakan-gerakan yang dramatis agar anak penulis semakin bersemangat mendengarkan.</p>
<p>Setelah lelah membaca, datanglah istri penulis dengan membawakan sepiring makanan dan segelas minuman, dan kami semua saling tertawa bersama menikmati <em>quality time </em>keluarga.</p>
<p>Penulis sebagai orang yang <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/mengapa-kita-harus-gemar-membaca/">gemar membaca</a> tentu berharap anaknya kelak juga memiliki kegemaran yang sama. Oleh karena itu, mulai sekarang penulis mulai mengumpulkan bacaan-bacaan berkualitas untuk anak penulis kelak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 17 Maret 2019, terinspirasi setelah khilaf pada even Big Bad Wolf</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/bacaan-untuk-anakku-kelak/">Bacaan untuk Anakku Kelak</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Kulari ke Pantai (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-2/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-2/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2018 14:24:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[aku]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bioskop]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kulari ke pantai]]></category>
		<category><![CDATA[saudara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=997</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menghargai Perbedaan Cekcok yang terjadi antara Sam dan Happy diakibatkan oleh tidak adanya sikap menghargai perbedaan. Happy yang hidup di perkotaan dengan lingkungan yang serba elit tidak bisa menerima perbedaan yang dimiliki Sam. Akan tetapi, dengan berjalannya waktu sepanjang perjalanan menuju pantai G-Land, mereka berdua saling belajar untuk memahami satu sama lain dari berbagai peristiwa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-2/">Setelah Menonton Kulari ke Pantai (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Menghargai Perbedaan</strong></p>
<p>Cekcok yang terjadi antara Sam dan Happy diakibatkan oleh tidak adanya sikap menghargai perbedaan. Happy yang hidup di perkotaan dengan lingkungan yang serba elit tidak bisa menerima perbedaan yang dimiliki Sam.</p>
<p>Akan tetapi, dengan berjalannya waktu sepanjang perjalanan menuju pantai G-Land, mereka berdua saling belajar untuk memahami satu sama lain dari berbagai peristiwa yang mereka alami.</p>
<p><strong>Harta Berupa Saudara</strong></p>
<p>Saudara adalah harta berharga yang patut untuk disyukuri atas kehadirannya. Jika tidak percaya, tanyakan saja kepada kawan-kawan yang terlahir dengan status anak tunggal. Mayoritas jawaban menyatakan bahwa mereka sangat mendambakan saudara dalam kehidupan mereka.</p>
<p>Sayang sekali, beberapa pasangan kakak-adik yang telah diberi anugerah ini justru lebih milih untuk ribut satu sama lain. Mereka menganggap saudara mereka hanya sebagai pengganggu, bukan sebagai partner dalam mengarungi kehidupan.</p>
<p>Sam dan Happy memang bukan saudara kandung, mereka pun kerap bertengkar karena berbagai alasan. Akan tetapi pada akhirnya mereka menyadari betapa pentingnya seorang saudara, meskipun hanya sebatas sepupu. Oleh karena itu, film ini sangat saya rekomendasikan kepada kakak-adik yang sering bertengkar :).</p>
<p><strong>Pertemanan Bersyarat</strong></p>
<p>Alasan Happy mau ikut <em>tour </em>bersama Sam adalah janji dari kedua orangtua mereka. Mereka menjanjikan akan mengijinkan Happy untuk ikut datang ke konser bersama teman-temannya, sekelompok anak perempuan yang namanya saya lupa.</p>
<p>Datang ke konser bersama, di mana mereka datang hanya demi <em>story </em>Instagram, merupakan syarat untuk bergabung dengan kelompok tersebut. Sam menyadari keganjilan ini dan berusaha menyadarkan Happy bahwa pertemanan dengan syarat bersifat semu.</p>
<p>Dalam kehidupan nyata pun, jangan sampai kita mencari teman yang membutuhkan syarat agar bisa berteman dengannya. Masih banyak orang-orang yang mau berkawan dengan kita secara tulus tanpa syarat.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Film anak <strong>Kulari ke Pantai</strong>, yang disutradarai oleh Riri Reza dan diproduksi oleh Mira Lesmana, menunjukkan bahwa film dengan alur yang sederhana pun dapat memikat penonton. Tidak dibutuhkan alur rumit seperti film-film Hollywood, cukup dengan kejadian sehari-hari yang kita alami.</p>
<p>Pesan-pesan yang ingin disampaikan pun, setidaknya bagi penulis, sudah tersampaikan dengan baik. Semua penulis rangkum dalam tulisan-tulisan ini.</p>
<p>Entah film ini masih ada di bioskop atau tidak, namun jika ada penulis sangat merekomendasikan film ini untuk ditonton bersama keluarga. Bangga film Indonesia!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 18 Juli 2018, terinspirasi setelah menonton film Kulari ke Pantai</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.femina.co.id/agenda/film-anak-terbaru-dari-miles-film-kulari-ke-pantai-segera-rilis-rebut-tiket-nobarnya-di-sini">https://www.femina.co.id/agenda/film-anak-terbaru-dari-miles-film-kulari-ke-pantai-segera-rilis-rebut-tiket-nobarnya-di-sini</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-2/">Setelah Menonton Kulari ke Pantai (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komik, Wayang, dan Anime Wayang</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/impian-adanya-wayang-versi-anime/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/impian-adanya-wayang-versi-anime/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2018 07:36:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[garudayana]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=137</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saya suka baca komik. Saya suka wayang. Kalau ada komik wayang? Lengkap sudah! Itulah yang terjadi kemarin ketika saya membeli komik Garudayana Saga karya Is Yuniarto. Tidak hanya satu, langsung saya beli 4 sekaligus (yang setelah saya buka, ternyata ada 7 buku, membuat saya ingin hunting lagi). Apalagi momennya tepat, setelah saya mononton Si Juki [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/impian-adanya-wayang-versi-anime/">Komik, Wayang, dan Anime Wayang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saya suka baca komik. Saya suka wayang. Kalau ada komik wayang? Lengkap sudah!</p>
<p>Itulah yang terjadi kemarin ketika saya membeli komik Garudayana Saga karya Is Yuniarto. Tidak hanya satu, langsung saya beli 4 sekaligus (yang setelah saya buka, ternyata ada 7 buku, membuat saya ingin <em>hunting</em> lagi). Apalagi momennya tepat, setelah saya mononton Si Juki The Movie yang meningkatkan kesadaran saya untuk mengapresiasi komik lokal.</p>
<p>Pagi ini langsung saya tamatkan keempat bukunya, dan ternyata sama sekali tidak mengecewakan. Ceritanya keluar dari pakem karena ada karakter baru (Kinara dan Garu), namun sama sekali tidak mengurangi unsur budaya Indonesia. Model gambarnya jauh berbeda dengan komik wayang legendaris karya R.A. Kosasih karena di komik ini menggunakan style yang mirip-mirip dengan komik Jepang. Cerita petualangan dibumbui serunya pertarungan dan humor-humor segar membuat saya sangat menikmati Garudayana.</p>
<p>Kecintaan saya terhadap wayang bermula ketika menemukan buku cerita wayang milik pakde saya. Buku itu bercerita kejadian di Bale Sigala-gala, tempat Kurawa merencanakan ide piciknya untuk membakar bale itu bersama Pandawa yang sengaja diundang untuk pesta. Untunglah Bima mendapatkan wahyu untuk tidak ikut mabuk dan bisa menolong Pandawa yang lain dari kebakaran.</p>
<p>Saya selalu tertarik dengan wayang, walaupun belum pernah melihat wayang secara langsung. Jika ada di TVRI pun menggunakan bahasa jawa alus tanpa <em>subtitle </em>yang membuat saya tidak bisa memahami. Oleh karena itu saya membeli buku Mahabarata karya C. Rajagopalachari untuk lebih memahami ceritanya dalam versi aslinya dulu. Setelah itu saya mencari literatur lain seperti buku-buju Sujiwo Tejo dan Seno Gumira Ajidarma untuk menambah wawasan.</p>
<p>Cerita wayang sebenarnya sangat menarik, tidak kalah dengan Naruto maupun Dragonball. Hanya saja, adik-adik atau bahkan orang-orang dewasa kurang tertarik dengan pertunjukan wayang yang dianggap membosankan. Untuk itu saya memiliki mimpi jika suatu saat akan ada film serial animasi wayang yang dipoles mirip anime-anime Jepang. Saya yakin jika dimodel seperti itu, orang-orang terutama generasi muda akan tertarik mengetahui dunia perwayangan dan hafal dengan tokoh-tokohnya seperti mereka yang hafal dengan karakter-karakter di One Piece. Saya optimis dengan hal ini karena masyarakat Indonesia bisa menikmati film-film India seperti Mahabarata, lalu apa ada alasan untuk tidak menyukai Mahabarata versi kita sendiri?</p>
<p>Seandainya saya pandai menggambar, saya pasti akan melakukan apa yang dilakukan oleh mas Is Yuniarto (saya tahu pertama kali tentang penulis dengan komiknya yang berjudul Wind Rider). Tapi karena tidak, seandainya ada tawaran saya akan bersedia untuk menulis skrip ceritanya dengan senang hati. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membuat wayang, salah satu kebudayaan terbesar yang dimiliki Indonesia, dicintai dan dinikmati semua generasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 4 Januari 2018, setelah membaca komik Garudayana Saga</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/impian-adanya-wayang-versi-anime/">Komik, Wayang, dan Anime Wayang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/impian-adanya-wayang-versi-anime/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
