Bacaan untuk Anakku Kelak

Setelah tahun kemarin absen mengunjungi even Big Bad Wolf, tahun ini penulis berkesempatan untuk datang ke even tersebut yang berlokasi di Indonesia Convention Exhibtion (ICE).

Ini adalah kali ketiga penulis datang ke acara yang sering disingkat sebagai BBW tersebut. Bedanya, dulu penulis datang ke BBW yang diadakan di JX International, Surabaya.

Untuk yang belum tahu, BBW adalah semacam pameran buku yang menjual buku-buku impor dengan harga yang sangat miring, dengan diskon sampai 60-80%.

Karena bahasa yang digunakan jelas bahasa Inggris, tentu penulis menghindari buku yang terlalu berat. Takut malah tidak terbaca. Maka dari itu, penulis memutuskan untuk membeli beberapa buku ensiklopedia anak.

Termasuk tahun ini, di mana penulis membeli empat buku ensiklopedia anak, masing-masing membahas tentang binatang, seni, sejarah Bumi, dan luar angkasa.

Ensiklopedia anak tentu disusun dengan bahasa yang mudah dicerna karena pangsa pasarnya adalah anak-anak. Selain itu, ensiklopedia anak juga dilengkapi dengan berbagai gambar menarik.

Mungkin ada yang heran, bagaimana penulis yang secara umur sudah cukup dewasa bisa menikmati bacaan anak. Kenapa tidak? Selalu ada informasi menarik yang menambah pengetahuan penulis.

Sejak kecil, penulis sudah terbiasa membaca buku-buku pengetahuan yang disediakan oleh orang tua penulis. Bermacam-macam jenis buku, mulai tentang alam semesta hingga aneka satwa penulis baca sejak dini.

Mungkin penulis bisa mendapatkan akses tersebut karena orang tua penulis, terutama ayah, adalah orang yang gemar membaca buku juga. Koleksi bukunya waktu itu juga banyak, ada satu lemari penuh.

(Dulu penulis bertanya-tanya, apakah bisa penulis memiliki buku sebanyak itu, dan sekarang nampaknya koleksi buku penulis sudah mengalahkan jumlah buku koleksi ayah)

Bisa jadi karena terinspirasi dari pengalaman pribadi, ketika memegang buku ensiklopedia anak, penulis berimajinasi ke masa depan di mana penulis telah berkeluarga dan memiliki anak.

Penulis membayangkan anak penulis sedang melihat-lihat koleksi buku penulis, lalu ia meminta dibacakan buku-buku yang ia tunjuk. Secara logika, tentu ia akan memilih buku yang banyak gambarnya.

Penulis akan mengambil buku itu, lantas mengajaknya membaca bersama-sama. Penulis akan bercerita dengan diiringi gerakan-gerakan yang dramatis agar anak penulis semakin bersemangat mendengarkan.

Setelah lelah membaca, datanglah istri penulis dengan membawakan sepiring makanan dan segelas minuman, dan kami semua saling tertawa bersama menikmati quality time keluarga.

Penulis sebagai orang yang gemar membaca tentu berharap anaknya kelak juga memiliki kegemaran yang sama. Oleh karena itu, mulai sekarang penulis mulai mengumpulkan bacaan-bacaan berkualitas untuk anak penulis kelak.

 

 

Kebayoran Lama, 17 Maret 2019, terinspirasi setelah khilaf pada even Big Bad Wolf